BUYBACK INDOSAT bkn masalah besar selama msh mjd target, karena dinamika pembangunan dihadapkan pada prioritas2 yg perlu diambil, dan disesuaikan dg situasi dan kondisi. kalau ada pilihan mana yg lbh penting antara buyback Indosat dg pemerataan pembangunan, tentu dipilih mana yg lbh dulu, apalag
golkar udah mengalami perombakan pengurus. saat ini jabatan Idrus sbg senior di golkar udah bukan jabatan strategis lagi.
waktu 3 tahun tidaklah cukup untuk pembangunan dari hulu ke hilir, masih perlu waktu lebih untuk dapat merasakannya. namun pondasi pemerataan pembangunan telah diletakkan untuk masa depan yg lbh baik. :iloveindonesia
heran sama orang bodoh kayak lu itu jelas2 dia ngangkat idrus marham jadi mentri baru tapi si ketua golkar gak diganti jelas buat politik kok bukan performa nipu jangan di mari, ketahuan bodohnya :wkwkwkwk Idrus Marham udah engga jadi sekjen golkar lagi gan, udah diganti sama Lodewijk. jadi
tanggung kalau diganti, kalau ganti menteri baru lagi perlu adapatasi lagi, negara rugi, rakyat rugi. :cd
DAGELAN BASI, udah jelas rejim yang jalan ikut perintah dia, pake pura2 nolak kebijakan yang dibuat. Bukannya pernah tuh ditegesin di umum kalo kodok itu PETUGAS partai, masa ia petugas ngelawan MAJIKANNYA :wakaka kalau di dalam partai sbg kader partai gan, karena di dalam struktur partai engga
Rohingya-Myanmar lupa pakde ini :malu: konflik geopolitik myanmar-rohingya bersifat urusan dalam negeri myanmar, sementara hubungan dan ekosistem diantara negara2 anggota asean bersifat multilateral. walau demikian Indonesia sbg anggota dan salah satu pendiri asean telah melakukan upaya2 diplomas
stok beras kurang, harga beras bakal mahal rakyat kecil juga yg rugi kalo stok dirasa kurang wajar pemerintah import, karena urusan beras adalah urusan perut.. ga bisa main2 memang gan, urusan perut satu negara bukan perkara yg mudah, apalagi tingkat kemiskinan msh relatif tinggi. bukan hal yg s