adfaisal ya udah ente lebih jago dari Risma. Coba ente kirim surat terbuka cara jadi menteri sosial yg paling benar. Biar se Indonesia ngerti dan paham, salah nya dimana dan bagaimana jadi menteri sosial
ruwidi terus dibunuh dan diusir? Maaf, yg benar yg mana? Selalu mayoritas merasa benar. Syah di Iran pasti merasa paling benar, tapi disana apa ada membunuh atau mengusir Ahmadiyah? Yahudi? Hanya gara gara beda?
Inilah penghianat bangsa sesungguhnya. Kecil kecil sudah punya pikiran yg sangat ekstrim. Masalah nya sebagian orang masih Denial, karena masih se aliran dan sebagian lagi tetap salah kan pemerintah. Coba cek aja isi HP nya, pasti tidak jauh dari berita berita provokasi provokasi elit elit politik
ruwidi nah ini harus diselesaikan. Karena semua ngaku sebagai Islam, merasa ber hak dan paling benar. Kl ga diselesaikan dengan baik dan internal. Ujung nya pasti akan bentrok. Intinya selesaikan dengan baik baik. Bukan dengan kekerasan. Carikan jalan tengah, bukan dengan mengusir atau melarang
Bukan masalah mimpinya, tapi penyebaran berita yg bisa menghasut orang lain. Nanti ada yg menyebar kan fitnah atau berita bohong dengan alasan ber mimpi ketemu dengan nabi nya. Itu salah satu contoh nya
Terus punya menteri kaya Risma masih juga dinilai bukan dari kerja nya. Lebih suka pejabat yg auto pilot? Speechless dah
Jadi apa aja dan kemana aja, selama menjadi pejabat yg berguna buat masyarakat banyak tetap harus di apresiasi
Lah emang tulisan nya Markaz kok, jadi media udah bener. Liat aja foto di tread atas. Jelas jelas markaz
ruwidi nah ini yg perlu diselesaikan internal. Mau nya bagaimana, baiknya bagaimana. Bukan saling merasa paling betul dan benar sendiri terus memperkusi pihak lain untuk ikut ajaran 1 pihak
Kl baca jawaban dari pengacara. Semua urusan jual beli hanya berdasarkan keyakinan, bukan berdasarkan surat surat tanah.
Dijadikan pesantren? Sudah menyalahi peruntukan. Setelah itu ribut lagi ada yg protes. Sudah paling tepat, tanah itu dikuasai oleh yg berhak dan dipakai sesuai peruntukan. Tidak usah ada kompromi apapun atau jalan twngha lain. Karena akan mengakibatkan kerancuan hukum dan menjadi preseden buruk di
Begini lah jadinya jika agama dicampur adukan dengan pemerintah dan UU. Seharus nya berpikir, mau dari aliran apapun asal tidak bertentangan dengan UU dan peraturan pemerintah berhak mendapatkan perlakuan yg sama di depan hukum. Ini belum apa apa sudah memvonis 1 pihak akan merusak negara dan piha
Agak aneh aja. Yg ditawarkan menjadi wakil menteri adalah per orangan, terlepas dia dari organisasi apa atau pun anak siapa. Dan yg menolak atau menerima tawaran ini pun per orangan bukan atas nama institusi atau organisasi lain. Kl pun menolak atas nama organisasi artinya orang atau pribadi ini ga
Sistem bagaimana pun pemerintah an nya. Pasti lebih percaya orang dekat yg ikut diajak kerjasama. Emang nanti kl sistem komunis atau khilafah tidak akan mengangkat orang dekat jadi direksi BUMN? Buat menghindari hal ini paling baik direksi BUMN DIGAJI sesuai UMR atau boleh lah digaji sesuai gaji pr
Seharusnya bukti bukti sudah diserahkan ke Polisi atau di umumkan ke publik. Buat apa analisa lagi? Kl analisa nya lagi 5 tahun bagaimana? Kaya sekarang mau analisa tapi ga pernah diumumkan sampai kapan analisa nya, pikiran jeleknya nanti di umumkan setelah sidang selesai. WTF Komnas HAM cukup men
Mereka tuntutan nya mengganti kanRS. Ya jelas jelas ga bisa. Disini pintar nya, yg penting ribut dulu