Dulu banyak keturunan Tionghoa yang main bola, yg turun di bawah bendera Hindia Belanda yg tampil di Piala Dunia jg ada kalau tidak salah 1-2 orang...
Koopsus (Komando Operasi Khusus) Berhenti di Depan Markas FPI di Petamburan SnGefSla2dg Hmmm Koopsus dari unsur AL ya, hmm biasa Denjaka lagi Pulbaket
Masalahnya ada satu kelompok pimpinan residivis kalau sudah "berkerumun" itu selalu meresahkan yang bisanya cuma berorasi ala stand up comedy dg tema sinisme saja. Kalau cuma 10-20 orang sih tinggal kasih nasi bungkus juga jinak.
Tempo harinya Bosnya bilang TNI kurang ajar, skr TNI copot balihonya dan malah bilang kok tampak ketakutan... hati-hati, 7.62 mm itu tajam dan panas, apalagi kalau pecahannya kena tulang minta ampun kamu nanti dan menyesal pernah dilahirkan
Masalah potensi kerumunan nomor 2 lah ya tapi residivis ini khn narasinya meresahkan terus makanya harus ditindak dari sekarang. Ulama itu ada banyak, ulama fiqih, ulama tafsir, ulama tasawuf, lah dese ulama apa ? lebih ke stand-up komedi dengan tema politik dan merendahkan beberapa lembaga negara.
Nah ini dia, balik ke Pak Prabs, hmmm kira-kira beliau mau tidak ya lihat kader beliau jadi DKI-1, sekaligus persiapan utk gelaran 2022, karena di suatu tempat ada anak-mantu yg lagi dikarbit utk jadi penerus, utk partai-partai lain pun juga silahkan berhitung, AB bukan kader, tentu sulit diharap...
Berkumpul dan menyatakan pendapat itu salah satu nikmat demokrasi yg dianut oleh NKRI dan itu juga dilindungi UU tapi berhubung situasi wabah dan PSBB skr tentu ada tata cara tertentu dan keterbatasan dlm pelaksanaannya. Oke, masalah kumpul-kumpulnya nomor dua lah ya, tapi sekelompok orang ini seti
Harus diakui angin memang lagi di residivis satu ini sekarang balik ke Presiden, front sudah dibuka , petunjuk dan arahan Presiden sangat dibutuhkan utk menjaga moral pasukan tetap tinggi, moral pasukan yang tinggi hanya bisa dibentuk oleh pemimpin yg disegani. Jadikan 10-17 November kemarin pyrr...
smogal Oke, Bro, we'll see. "Hasil tidak akan mengkhianati proses" Hasil yg terjadi antara 10-17 November adalah dari proses yg terjadi pada tanggal-tanggal sebelum itu. Kita akan lihat, sejauh mana Pak Pres disegani oleh bawahannya. "Memimpin adalah menderita" ~ Sutan Sjahrir &
Mosta2011 Trims Gan, nah ini akhirnya ada yang connect sama ane. "In situation of taking decision, the best decision is the first one you take, the worse is the second decision, and the worst is you do nothing" Pemerintah Daerah tidak berada dalam komando TNI/Polri, hanya Presiden komando
Berkumpul dan menyatakan pendapat itu salah satu nikmat demokrasi yg dianut NKRI dan itu juga dilindungi UU, berhubung di masa pandemi tentunya akan ada keterbatasan karena protokol kesehatan masih berlaku dan juga melihat dari status suatu daerah tapi masalahnya sekarang sekelompok orang yg dipi...
tuanbule Harus diakui memang indikasi ke situ memang ada, karena politik adalah seni manajemen isu agar orang mau jadi budak kita. Covid brengsek ini memang sialan bukan main. Proses bangun Ibukota baru jadi tertahan. Semoga (sebenarnya) Presiden jg menggunakan isu ini utk diam-diam bikin pondasi...
Kembali lagi ke Irjen Fadilnya, apakah mau karir cemerlang dan jadi komandan yg disegani bawahan atau mentok jadi Koorsahli spt yg sudah-sudah ? Toh gaji, tunjangan, dan fasilitas masih dapat.
tuanbule Yah serba salah Bro, okelah beliau petugas partai tapi tetap saja beliaulah Presiden RI skr. Kita tidak spt Amrik yg polisinya di bawah kendali negara bagian, TNI/Polri masih tegak lurus di bawah komando Presiden. Serba salah Bro, beliau sudah 2 periode, pengakuan tidak ada beban itu jg ...