Di bukukan bisa, kalo di jual tanpa penerbit resmi, dari circle ke circle Jadi dibukukan biasa aja gpp.. tapi dimana tempat membukukan FanFic kita? Maklum blm pernah nerbitin, baru ada rencana.. kecuali fan fic mu tentang SUju, jangan berharap di terbitkan gramedia deh bisa kok...:linux2: heck,...
-ask- Kira2 kalo FanFic itu bisa dijadiin Novel gak? Atau dibukukan? Misal ada Penulis yang membuat Fic yang menulis cerita tentang Sekolah Superhero yang melibatkan Hero Marvel And DC dalam satu ruang lingkup.. Yang seperti itu apa bisa diNovelkan atau dibukukan? thx before..
:matabelo Wogh gan, saya mungkin harus bilang ini berasa banget silat indosiarnya. Dan efek shonen itu sih yang bikin saya sedikit merasa kecewa. Saya kira dari awal ampe akhir bakal slice of life dan romance gitu. Gak taunya ada pertarungan (bahkan sampai pembunuhan sadis) yang dapet referensi d...
Begitu sampai dan masuk masuk kelas untuk menaruh tasnya, Ariel dipandang aneh oleh anak-anak. Tapi dia yang tidak ambil pusing langsung beranjak ke Food Court tempat dimana ia berkumpul bersama CoVerboy dulu. Tapi apakah sekarang CoVerboy masih mau menerimanya? Benar saja. Di Food Court itu, ada...
Ariel terbangun di kamarnya, di rumah Ustad Rysal dengan kepala dan tangan diperban. Tidak lama kemudian, Ustad Rysal datang. "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." jawab Ariel. Kemudian Ustad Rysal duduk di kasur dan memberikan sepucuk surat pada Ariel. "Apa in...
Kembali ke Ravenant yang sekarang tengah dikejar-kejar sambil memegangi tangan kanannya yang sakit oleh Covenant dengan tenaga supernya. *BRUKK!!* Sebuah tembok berhasil jebol hanya dengan sekali pukul. Untung saja Ravenant yang ada disana segera menghindar. Kalau tidak, tubuhnya bisa remuk. Kemu...
Pedang Aef dan Arief saling beradu, mengeluarkan suara berdenting dan percikan. Gerakan mereka begitu cepat, hingga sulit diikuti oleh kecepatan mata. Sampai akhirnya, Aef yang melihat pertahanan Arief yang terbuka melakukan tebasan dari kiri bawah ke kanan atas, hingga membuat goresan panjang di...
"Udah gw bilang kan, nggak usah sok-sok'an nggak pake Senjata segala." cemooh Covenant. Sambil menyeka luka di hidungnya, Ravenant kembali berdiri. "Sorry, gw cuma mau bertarung secara sportif." ucapnya datar. "Sportif? Kalau begitu, matilah!" "Begitu juga ...
Lebih baik dilanjutkan sekarang daripada tidak sama sekali Ariel dan Aroel saling bertatapan dan memasang kuda-kuda. Aura di sekeliling tubuh mereka nampak pekat. Jika diterawang, Aura yang dimiliki Aroel adalah merah dengan api yang berkobar-kobar. Sedangkan Aura yang dimiliki Ariel adalah biru ...
Tapi kesemua itu dapat ditangkis dengan mudah oleh Ravenant. Lalu, masih dalam posisi setengah berlutut, Ravenant menancapkan Samurai di perut salah satu Preman, dan mengalungkan Celurit di Preman satunya yang ada di kirinya. Setelah kedua-duanya dicabut, darah menyiprat dari perut Preman itu, da...
Sementara itu, Zolah yang tadi lari dari medan pertempuran berfikir kalau dia sudah selamat. Tapi ternyata, tanpa ia duga sama sekali, seseorang menghadangnya. Orang berperawakan sedang, berambut Indish, memakai kaos putih yang dibalut rompi hitam, dan celana panjang, serta memegang Samurai panja...
"Walah! Banyak amirrr???" ucap Zolah terkaget-kaget melihat puluhan Preman berbadan besar yang kesemuanya memakai senjata yang terdiri dari Samurai dan Celurit menghadang mereka. Lawan kali ini sepertinya lumayan sulit bagi CoVerboy. Karena selain jumlahnya sangat banyak, masing-masing ...