WNA ostrali ya wajar nekat makanya ostrali yang negeri south hemisphere dan aslinya sangat jauh dari enggres kok bisa jadi negeri bule, ya karena nekat itu adalah mental pioneer, explorer dan conqueror hahahaha
kalo gw amati PPDS itu pola pendidikannya seperti masuk klub circle elite, semacam masuk illuminati, freemason, para apprentice yang akan bergabung dituntut kesanggupan pengorbanannya untuk circle, nanti para tetua akan menilai pengorbanannya bisa aja gak ngotak, gak masuk akal, tapi nanti reward...
Vitruvius, gregorius ah ngapain kita ikut konsep pemikiran aseng Ikut nyoman saja yang konsep khas khazanah budaya lokal asli Nusantara Xixixi
Yah emang sih Gak semua orang punya mental dan hoki seperti young Sukarno cs Yang kalau mau ikut sistem kolonial manut2 endingnya kan bakal enak jadi ambteenar hidup mapan Sukarno cs malah jadi rebel, melawan sistem, akhirnya bolak balik masuk penjara, sukamiskin, ende, bengkulu, Boven Digul, dsb
Dan jadi pembenaran untuk merasa sistemnya paling ideal Padahal sekolah kampus negeri lokal peringkat sekian ratus bahkan ribuan secara global Tapi merasa lebih baik dari pola pembinaan luar negeri
Gen z itu kebanyakan sulit yang beli rumah sendiri, dan gayanya emang sulit menabung Kalo gak kebeli rumah gimana mau beli perlengkapan elektronik, paling ya gonta ganti hape, Orang kan beli2 kulkas, tv, ac, mesin cuci segala macem ya mesti ada rumahnya dulu bre
sopjigong aduh kak ane dah sekolah lama, kalau dipahami berarti secara teknis dan akustik jaraknya dekat itu kak makanya suara sendok garpu terdengar, dan sekatnya sedikit
armor toreador tapi kok komuknya mas-mas jamet, kirain om-om latinos gondrong kekar kayak antonio banderas gitu
salah satu berkah dari sosialisme ekonomi China ya keajaiban manufaktur yang memungkinkan orang miskin setara punya barang-barang yang dulunya cuma dimiliki orang kaya saat masih merupakan produk capitalism USA, Eropa, bahkan Japan smartphone kalau orkay pake iphone $999 nah smartphone China $100 j
pejabat bea cukai zaman now ya gondok lah mereka buat ke kantor aja berangkat subuh-subuh macet-macet dari rumah di cibubur ujung, citayam, tambun dsb padahal ada rumah aset kantor di tengah kota jakarta malah ditempati sularso dynasty
lha disini kan yang dimuliakan dan dipuja2 politisi ormas berjubah agama dan aparat berseragam, makanya mana bisa ini negara maju, lha dua makhluk tersebut aslinya gak membawa kontribusi kemajuan, selain ngrecokin atas nama law dan marwah rakyat dan petantang petenteng pakai anggaran negara negara
berarti belum kaya itu, masa orang kaya suara denting sendok garpu masih kedengeran tetangga, itu rumah apa bedeng kontrakan...
makanya jabatan itu tiada lah abadi dulu Sularso palingan ditakuti setaff dan bawahan, tekenannya sakti, kemana-mana dianter supir, ruangan kerjanya gede dan luks, tapi sekarang 2024 siapa kenal Sularso
menjeritlah, cuma dalam sejarah gak pernah ada ceritanya harga BBM itu turun signifikan... ya turun-turun sedikit fluktuatif palingan, tapi tren makronya tetap naik apa pada gak pernah belajar IPA kah migas itu unrenewable resources, sumber daya alam tak terbarukan sementara penduduk dunia terus b
Orang kayak gini gak bakal ngerti makna dari pencapaian prestasi dan kompetensi Ngertinya masuk kerja ya harus ada orang dalam, dibantu oom, tante, kerabat
Kalau boleh jujur dalam sejarah beribu2 tahun orang Bali asli dan juga orang lokal austronesia nusantara gak ada masalah apapun dengan orang Isroil dan Wahyudi, ini kan benci Wahyudi karena dipanas2in orang ngarab Padahal sejelek2nya Wahyudi gak pernah buat kekacauan dan kerusakan ditempat lain sel
konsep ini boleh juga dicoba kita hutankan lagi dunia dan hidup tradisional no investasi no way kapitalisme semua ini kan tuntutan modern society capitalism harus bangun jalan dan jalan tol, biar industri otomotif ada pasar, ya mobil, truk, motor dsb harus bikin power plant, biar ada listrik, bia...