makanya ngapain sih logistik diangkut pakai truk barang/trailer/kontainer, apalagi truk low maintenance asal jalan overload overdimension gini, bikin cilaka orang-orang kalau berani, ubah pola logistik dari pelabuhan atau pabrik menjadi mayoritas diangkut pakai kereta api barang untuk tujuan kota-k
padahal urusan pribadi pakai mobil kantor mah gapapa, terutama buat pegawai yang ditugaskan jauh dari homebase misal pegawai Kementerian Kehutanan asal kantor pusat Jakarta tinggal di Tangerang, ditugaskan jadi kepala bidang di Hutan Taman Nasional Kalimantan sono kan biasanya dapat kendaraan ope...
ternyata blue bird yang malah eksis xixixi gojek, grab segala macam yang sok keren itu dipimipin oleh orang-orang yang sebenarnya gak punya soul di bidang layanan transportasi, bagaimana membangun dan menjaga service quality dalam jangka panjang ini cuma sekedar orang-orang yang mengerti IT, memba
ya inilah sistem democracy emangnya lu kira democracy menghargai kapabilitas, kagak lah coba baca lagi sila ke 4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan arti kasarnya kerakyatan yang dipimpin oleh kompromi para elite, mana ada kata kapabilitas atau kom
ini negara mau kek mana ya rak urus yang penting pejabat dan aparat aji mumpung lagi pegang jabatan gimana biar bisa kebeli fortuner, pajero, alphard, mercedes, rumah mewah dengan perabot luks, marmer import, jam richard mille, rolex, prada, gucci, jalan2 liburan ke LN, iphone, z fold, umroh furoda
Ya namanya juga bangsa crab mentality Paling senang lihat orang gagal dan terjungkal Biar bisa ada temennya dari hidupnya yang blangsak penuh kegagalan, yang padahal karena kelakuannya sendiri Apalagi BSH, pengen sekali lihat karya2 mulyono gagal tanpa melihat dibalik progress tersebut ikut turun t
wajar ditindak tegas sih geblek juga kelakuan gini kok muncul di soetta, istilahnya kantor ring 1 dekat dekengan pusat yang mestinya orang2 yang kerja disini excellence lah, sdm terbaiknya institusi dengan zona integritas, wbbk, wbm blablabla, lah yang nongol malah berita viral pungli yang bikin ...
Pejabat pelaksana soalnya nama dan tanda tangannya nampang di approval dokumen, ada masalah ya terpaksa pasang badan Pejabat eselon tinggi ya gak ada bukti tertulis, kalaupun terlibat cuma kasih2 kode isyarat yang maknanya harus dipahami oleh pejabat pelaksana kalau namanya masih mau masuk di SK ja
gaberoi! ya gampang lah, kalo yang divideoin sepanjang selasar itu 10 orang memang cukup biar segera bersih, tapi kalo satu kawasan areal IKN ya gak mungkin lah, emangnya lu yakin seluas IKN pada gondrong semua ? gw rasa kagak, yang gondrong itu palingan spot yang rada-rada pojokan dan memang jar...
mau ngeluh apa, ASN kementerian mah siap ditempatkan dimana saja hari ini staf hore di kantor pusat jakarta, besok jadi kepala seksi di kantor maluku, lusa mutasi lagi ke UPT balai riau, begitu seterusnya sampai pension mau kemenhub, BPPOM, kejaksaan, kemenPU, kementan, kemenhutLH, kemenkeu, BP...
ente tahu kan pasti alm Pak Hoegeng, eks kaplokis yang dikenal jujur bersahaja bahkan sampai pensiun konon gak kebeli rumah dan mobil.... kata gw itu bukanlah kisah inspiratif, tapi menyedihkan pikir aja kalau seorang pangkat tertinggi pemimpin organisasi tingkat nasional aja dari gaji tunjangan re
gw sebenarnya bingung kenapa sih kita julidnya to the max jadi konten sosmed diroasting kemana2 padahal urusan gini tinggal kerahkan 10 pemuda bawa grass cutter dan parang kerja seharian juga kelar diupah harian, sama solar, sama kopi gorengan + nasi padang juga cincai
Gw kok melihatnya ini salah satu bentuk perang internal antar geng buat jerumuskan gerbong sebelah, memanfaatkan tren viral langsung dahsyat
kultur generasi muda latah FOMO sosmed pansos semua kemacetan ini kan gak terjadi kalo elu orang pada frugal living kalau mau makan2 enak, ngafe-ngafe cantik ya di deket rumah juga banyak, tinggal motoran 10 menit juga nyampe Tapi generasi muda kekinian kan kagak mau gitu punya uang banyak dikit aj
Muak gw dengernya Kita disini aslinya gak ada yang peduli Palestina kok Bela Palestina cuma aksi sok eksis sebatas konten sosmed FOMO dan boikot lucu-lucuan self destruct karena yang diboikot adalah brand global tapi franchise lokal yang akhirnya harus phk banyak pegawai, lebih koplak lagi isu Pa...
liat antar instansi adu bacot adu ego sektoral merasa pasalnya paling benar gitu mau ngarepin investor negara maju berbondong-bondong kemari.... pejabat-pejabat instansi mah enak, mau bacot berpolemik 7 hari 7 malam, negara tetap menggaji mereka termasuk staf dan fasilitasnya.... lha pengusaha ya
penghematan itu srimul mau ngepool duid sebanyak mungkin dulu dari kementerian2 eksisting yang sudah terprogram anggarannya, nanti dari situ akan dialihkan buat pendanaan kementerian2 baru kan emang kabinet wowo menteri nya banyak masak kementerian2 yang baru dibentuk itu cuma datang duduk diam da
karena rekrutmen jaksa dan hakim pakai pola korps bersedia ditempatkan dimana saja di penjuru negeri sementara di ibukota jekarda ada banyak lowongan jadi corporate lawyer dan relate sama perusahaan2 besar... kalau mikir jangka pendek ya enakan jadi staff legal korporat lah, kerja keren di SCBD p...
yang namanya seleksi masuk kerja ya gratis kalau layanan publik govt ya juga gratis, itu kan sudah pengetahuan umum makanya justru kalau ada instansi/lembaga yang pasang banner, spanduk, atau promosi kanal tayang/sosial media koar-koar "Seleksi Gratis, Tidak Dipungut Biaya, No Suap, No Calo,
koropsi ini penyakit bangsa, sudah jadi kebiasaan mendarah daging asalnya dari kemampuan otak yang gak bisa berpikir strategis jangka panjang, tetapi sekedar aji mumpung jangka pendek yang penting dapat duid instan, flexing, lalu buat apa sih duit itu ? yang sangat berlebih2 melebihi gajinya ? bel