"Astaghfirullah," lirihku saat menyadari bahwa aku telah salah paham. Ternyata, Aan yang dimaksud adalah salah satu anak didik di kelas ini. Dikira nama Aan cuma satu ya ππ
Dia sudah mendekat, aku berjalan maju. Tanganku terangkat untuk menerima pelukannya. Namun dia melewatiku dengan senyumnya yang lebar. Tanganku memeluk udara. βSialan,β umpatku saat melihat di belakang dia berpelukan dengan cewek cantik. Apalah dayaku tak secantik dia, hanya remahan rengginan...