ane usulin buat dikasikan ke tentara kita di perbatasan, biar kalo ada yang coba-coba cabut patok tinggal di dor aja :army
perlu ditelusuri siapa pengusaha yang paling diuntungkan gara-gara impor garam, penyandang dana kampanye kah ? di jaman sby kan biasanya begitu
Ridwan mengaku belum mengetahui asal anggaran untuk KIP. Sebab, sampai sekarang komisi X belum bertemu mitranya di pemerintah.. baru sebatas praduga ternyata:ngakak
ngamuk itu bagian dari kerja, lagian sekarang masyarakat sudah jadi agen media, kalo ada apa-apa bisa langsung share berita
5 bulan hanya untuk kelengkapan dewan itupun belum beres, urusan pilkada, revisi KUHAP dll, sampai sekarang belum dibahas-bahas..bang ruhut kali ini benar banget
yang positif dan harus dipertahankan adalah keberanian blusukan ke daerah dan memilih pemain secara obyektif.