Kaskus

Story

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

winnerlifeAvatar border
TS
winnerlife
Langit Senja
Spoiler for COVER:


Spoiler for PERINGATAN:



Nama gue, Andrea Putra Hernandi,
Sekarang gue lagi duduk disamping jendela kereta api, perjalanan yang cukup jauh sekitar 8 - 10 jam membuat gue membayangkan banyak hal yang udah terjadi. Gue pikir semuanya akan indah dan segalanya akan cerah, tapi, kenyataan emang selalu bisa dengan mudah menghancurkan harapan itu.

Gue heran sama orang yang bisa punya tujuan hidupnya, sedangkan gue masih terus mencarinya sampai sekarang, tapi, satu hal yang gue tahu bahwa hidup ini selalu memaksa kita untuk berjalan maju. Kesepian? Setelah apa yang kita lakukan seharian, kenapa, kita selalu merasa hidup ini terasa begitu membosankan dengan semua yang terjadi saat itu juga

"Turun dimana, Mas?" ucap orang tua, yang duduk tepat didepan gue

"Kebumen, Jawa Tengah, Pak" ucap gue

"Kenapa? Kamu ada masalah?" ucapnya, tersenyum simpul

Gue langsung tersenyum, terus memalingkan wajah kearah jendela.

"Banyak yang udah terjadi, Pak" ucap gue, sambil melihat pemandangan diluar sana.

"Perjalanan hidup kamu masih panjang, dan semuanya itu bergerak sesuai waktunya masing - masing, bersabarlah" ucapnya

"Bapak, turun dimana?" ucap gue, mencoba mengalihkan pikiran

Langit sore yang bentar lagi gelap, pemandangan yang membuat gue gak akan pernah bosen melihatnya, disana tiba - tiba muncul kembali bayangannya yang tersenyum terus pergi menjauh. Sampai semuanya gelap, gue gak lagi bisa melihat pemandangan diluar sana, persis sama hidup gue yang tinggal kenangan.

*********


Kota kembang, cocok banget sama sebutannya karena banyak cewek cantik yang ada dikampus, walaupun begitu gue gak terlalu tertarik melihatnya. Disini berbeda sama kota gue yang sedikit panas, sepanjang malem gue terus kedinginan semenjak turun dari kereta, apalagi bertambah dingin waktu sampai dikotanya.

Gue duduk diwarung dideket kampus, minum teh tawar hangat sambil sekedar istirahat soalnya gue semalem beres - beres kamar.

"Mahasiswa baru?" ucap Penjual

"Iya, Pak" ucap gue, tersenyum tipis

"Asalnya darimana?" ucap Penjual

"Purworejo, jawa tengah, Pak" ucap gue

"Gimana, disini peuyeumpuannya?" ucap Penjual, tersenyum simpul

Orientasi dikampus sama sekali gak berkesan, banyak kakak tingkat yang pencitraan didepan mahasiswa baru, dan gue cuman ngikutin apa yang disuruh. Gue gak mau hidup gue bermasalah, semenjak lulus gue harus meninggalkan karakter yang menyusahkan orang tua, dan juga gue mau memaafkan semuanya yang udah terjadi terlebih masa lalu.

Seleai kegiatan kampus, gue jalan pulang menuju kosan, dan pengen banget rasanya tidur seharian. Gue buka pintu gerbang, terus jalan melewati rumah pemilik kos yang tempatnya bersampingan, sampai didepan kamar, gue langsung melepas sepatu dan dari kejauhan gue bisa melihat cewek cantik nutup gerbang

*********


"Kamu, penghuni baru?" ucapnya, saat berpapasan didepan kamar

"Iya, kemarin baru pindah" ucap gue

"Kenalin, aku, Safira" ucapnya, tersenyum manis

Gue sama dia berjabat tangan, "Andrea. Kamu, baru pindah juga?" ucap gue

"Aku anak yang punya kos" ucapnya, tersenyum simpul

"Aku kira, kamu penghuni baru juga" ucap gue

Gue benci dengan semua yang ada dikehidupan ini, tiba - tiba semuanya memudar dengan pasti sampai akhirnya gue terbangun ditengah malam, dan disana gue bisa mengingat kembali masa lalu tentangnya dengan jelas sampai semua warnanya berubah menjadi hitam pekat

Dikursi panjang yang ada dibalkon, gue main gitar sambil melihat permukiman sekitar, semuanya gelap cuman lampu - lampu putih sama kuning sejauh mata memandang. Gue gak bisa tidur malem ini, sampai akhirnya tahu tempat diatas kamar buat menjemur pakaian ternyata menarik perhatian, lagipula tempatnya sepi daripada dibawah banyak orang yang lagi tidur dengan tenang.

"Kamu, ngapain disini?" ucap Safira, tersenyum heran

Dia duduk disamping gue, sambil tersenyum manis. Maksudku. Tengah malem begini, kenapa dia masih belum tidur juga? Seharusnya, dia sudah bermimpi sekarang ini, dan juga dia gak akan melihat gue yang duduk dibalkon.

"Maaf. Aku ganggu kamu" ucap gue

"Kamu, kenapa?" ucap Safira

"Aku gak bisa tidur" ucap gue, tersenyum tipis

"Aku juga sama" ucap Safira

"Gitarku gak berisik, kan?" ucap gue

"Aku suka petikanmu" ucap Safira

Dia tersenyum tanpa alasan yang jelas, darisana gue bisa tahu kalau dia saat itu menyembunyikan perasaannya, dan juga gue belum pernah melihat orang dengan tatapan tegar sepertinya. Gue sedikit benci, kenapa juga dia masih bisa tersenyum setelah senua apa yang terjadi, dan apa arti sebenarnya dari senyumannya itu.

Gue pikir senyuman adalah sebuah penghinaan dari semuanya, mereka yang dengan mudahnya bisa tersenyum selalu menderita didalam hidupnya, dan itu semua benar adanya. Mereka semua membohongi dirinya sendiri, dan berusaha membuktikan bahwa hanya dengan senyuman bisa mengubah kenyataan yang telah terjadi, kenapa, mereka bisa berdiri diatas kepedihannya.

Andrea Permata Samudra,
Gue pernah bilang, kalau gue sama sekali gak tertarik sama cewek cantik yang ada dikota ini, mungkin itu adalah salah satu kebohongan besar yang udah gue lakukan. Gue melihat lo beda dari yang lainnya, dan gue sendiri juga gak tahu kenapa, tapi, lagi dan lagi gue selalu bisa membohongi diri sendiri.

Lo cewek tercantik yang pernah gue temui, tapi, gue bodoh saat itu belum bisa mengakuinya, dan sampai sekarang gue masih mencoba memaafkan diri sendiri. Dimana lagi? Gue bisa ketemu sama cewek kayak lo lagi, apa dunia begitu sempit sampai gue gak bisa nemuin orang yang bisa tersenyum semudah itu.

Malam itu, kita berdua sama gak bisa tidur, tapi, kenapa lo bohong tentang semuanya itu? lo gak pernah menceritakannya, dan gue juga tahu kalau lo tiap malem selalu menangis. Gue harusnya menyesal, karena gue gak bisa menghibur lo yang lagi sedih, tapi gue gak bisa melakukannya, maafin atas semua kesalahan gue gak bisa buat lo tersenyum malam itu. Halaman 1, Langit Senja, Safira Aldira Airin



Spoiler for INDEX CEUNAH:
Diubah oleh winnerlife 21-11-2020 22:40
nona212Avatar border
pulaukapokAvatar border
saputra030090Avatar border
saputra030090 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
17K
110
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
winnerlifeAvatar border
TS
winnerlife
#44
Dia sama sekali gak menanggapinya. kemudian menundukkan kepalanya dan gue hanya bisa diem melihat air matanya yang menetes sampai kelantai. Dipagi hari itu, gue mendengar kabar pacarnya mengalami kecelakaan ditelpon dari temen yang melihat kejadiannya, tapi, kemudian meninggal ditempat sebelum dibawa kerumah sakit. Sejak mendengar kabarnya, gue terlalu ragu buat menyampaikannya, tapi, sekarang ini gue duduk tepat didepannya melihatnya daritadi menangis, dan mengusap air matanya dengan ibu jari secara perlahan.

"Andrea. anterin aku, sekarang" ucap Safira

Ditengah perjalanan, gue hanya bisa fokus kejalanan mengantarkannya kerumah sakit yang gak cukup jauh jaraknya, dan setelah sampai disana. gue bisa melihatnya merasa kehilangan banget. Gue masih duduk dikursi panjang diluar kamar, dan dia duduk disampingnya sembari menunggu pihak keluarga pacarnya itu, beberapa lama kemudian orang - orang akhirnya mulai berdatangan ingin melihatnya.

"Dimana?" ucap Dinda, matanya sembab

Semua orang yang sering ditongkrongan langsung gue kabarin, kebanyakan dari mereka memilih gak mau dateng karena suatu alasan, mungkin masa lalu mereka yang pernah bermasalah dengannya atau apalah gue gak tahu itu. Dua cewek itu menangis daritadi, tanpa disadari sebenarnya mereka kehilangan satu orang yang sama didalam hidupnya, dan haruskah gue memberi tahu semuanya kepada mereka berdua? Ah, gue gak bisa menyimpan kenyataan itu lebih lama lagi, maka dari itu gue harus menunggu waktu yang tepat, tapi kapan waktunya.

*******


Dia seharian hanya duduk dipinggir kasur, berbagai cara udah gue lakukan untuk menghiburnya, tapi, semuanya itu sia - sia baginya. Satu hal yang gue inginkan, melihatnya bisa tersenyum kembali seperti biasanya, kemana dia yang selalu tersenyum apapun yang terjadi saat itu juga.

"Aku heran, kenapa hidupku selalu penuh dengan problema" ucap Safira

Gue masih belum mengerti, sebenarnya, apa yang dimaksudnya itu? Sepanjang hidupnya, dia emang gak pernah menjalani kehidupan normal kayak orang lain, dan disanalah gue mengaguminya, karena dia bisa tersenyum menjawab semuanya.

"Salahku, dimana?" ucap Safira, meneteskan air mata

"Hidup itu penuh tanda tanya, Safira" ucap gue

"Kenapa?" ucap Safira

"Kita bisa merasa kesepian ditengah keramaian, tapi, juga merasa ingin keramaian ditengah kesepian" ucap gue, tersenyum tipis

Dia menatap gue dengan lekatnya, kemudian mengalihkan pandangannya kelangit - langit kamar, dan berhenti menangis saat itu juga.

"Aku takut kenal sama orang lagi" ucap Safira

"Kenapa?" ucap gue

"Semakin dekat hubungan kita, semakin dalam kita untuk menyakiti, atau, tersakiti" ucap Safira, tersenyum simpul

"Kamu emang benar, Safira" ucap gue

"Semuanya akan terjawab didalam kesempurnaan waktu, tapi, luka yang terlalu dalam gak bisa disembuhkan waktu" ucap Safira

Perlahan mulai pasti, dia bisa kembali tersenyum seperti biasanya yang gue lihat, walaupun terkadang dia mengingat masa lalunya itu. Gue masih duduk dibalkon, kalau emang lagi gak ada kegiatan, dan disana juga gue harus mendengarkan curahan hati tentang kesehariannya itu. Hampir setiap malam, gue berusaha menjadi pendengar ceritanya, dan dia juga selalu bersemangat menceritakannya, disana gue bahagia melihatnya tersenyum kembali.

"Kamu punya pacar?" ucap Safira

Gue menggelengkan kepala pelan, kemudian tersenyum tipis, dia juga melakukan hal yang sama, dan langit senja menyinari balkon sampai membuat pemandangan yang indah.

"Kamu harus punya pacar, Andrea" ucap Safira

"Kenapa?" ucap gue, tersenyum heran

"Biar kamu ada temennya" ucap Safira, tersenyum simpul

"Aku punya temen banyak, Safira" ucap gue

"Temen hati?" ucap Safira

"Aku gak punya" ucap gue, tersenyum simpul

"Kamu mau aku cariin?" ucap Safira

********


Malam itu, gue melihat cewek cantik, rambutnya lurus, senyuman manis, dan gue pikir semua temennya emang sama sepertinya. Dia meninggalkan gue dengan temennya diruang tamunya, semuanya ini pasti bagian dari rencananya mendekatkan kami berdua, dan gue berniat membuat rencananya itu berhasil dengan mengikutinya. Kami mengobrol sampai hampir tengah malam, semuanya mengalir begitu saja, bahkan gue sendiri bisa terhanyut kedalam dunianya tersebut.

"Aku belum tahu nama kamu" ucapnya

Dia mengulurkan tangannya, dan gue menjabat tangannya saat itu juga, mungkin kalau dia gak mengajak kenalan, bisa jadi gue gak akan pernah tahu siapa namanya.

"Andrea" ucap gue

"Vanilla" ucapnya, tersenyum manis

Gue gak bisa ngomong apapun, tapi, kami berdua benar - benar saling terhubung saat mengobrol malam itu, dan gue mungkin mulai sedikit menyukainya. Gue gak tahu dengan pasti perasaan itu, disisi lain, sebenarnya gue udah menutup hati buat orang lain karena selalu terbayang masa lalu tentangnya selama ini


Andrea Permata Samudra,
Gue gak tahu harus berkata apa lagi, pagi hari gue ditelpon kalau semuanya berkaitan sama malam itu, pacar lo nyari masalah sama orang yang megang daerah itu. Dirumah sakit itu, pertama kalinya gue ngelihat lo nangis begitu sedihnya disana, dan gue sama sekali gak tahu harus ngapain saat itu juga.

Gue gak kuat melihat lo yang terus - terusan menangis, kemana lo yang selalu tersenyum manis didepan semua orang, dan akhir - akhir ini gue baru tahu lo bukannya orang yang kuat, tapi, lo selalu nahan semua perasaan yang ada didalam hati.

Lo selalu cerita tentang semuanya, disisi lain, gue berusaha jadi pendengar yang baik, lagian kenapa juga lo marah - marah sama gue, padahal cuman ngelewatin satu kalimat cerita. Kenapa? Lo dengan sengaja ngenalin gue sama cewek cantik itu, tapi, disitu gue malah mulai suka sama dia perlahan - lahan, dan haruskah gue bilang makasih sama lo buat semuanya itu. Halaman 5, Langit Senja, Safira Alnaira Aira & Dinda Audria Frestya
Diubah oleh winnerlife 13-08-2018 08:20
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.