- Beranda
- Berita Luar Negeri
Usai Damai dengan AS, Iran Bakal Diguyur Investasi Rp 5.324 Triliun
...
TS
tabraklari81223
Usai Damai dengan AS, Iran Bakal Diguyur Investasi Rp 5.324 Triliun

KOMPAS.com - Dana swasta senilai 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 5.324,7 triliun (kurs Rp 17.749 per dollar AS) disiapkan untuk mendorong investasi ke Iran. Dana tersebut merupakan bagian dari kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang. Dikutip dari Reuters, Rabu (17/6/2026), lebih dari separuh dana tersebut atau di atas 150 miliar dollar AS telah mendapatkan komitmen pendanaan dari investor
Sumber yang mengetahui langsung pembahasan tersebut mengatakan, dana investasi itu dirancang untuk memberikan insentif ekonomi bagi Washington dan Teheran agar menyelesaikan perjanjian damai secara permanen.
Dana yang akan diberi nama Reconstruction and Development Fund itu tidak berasal dari anggaran pemerintah, hibah, maupun program kompensasi perang. Seluruh pendanaan berasal dari sektor swasta.
Perusahaan dari AS, negara-negara Teluk, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika disebut telah menyatakan komitmen investasi. Pendanaan akan difokuskan pada sektor energi, logistik, manufaktur, dan transportasi.
Kesepakatan pembentukan dana ini muncul setelah Iran sempat meminta kompensasi perang sebesar 400 miliar dollar AS kepada AS. Namun, Washington menolak memberikan kompensasi tersebut.
Sebagai alternatif, kedua pihak kemudian merancang mekanisme dana investasi yang melibatkan kontribusi negara-negara di kawasan melalui pinjaman, pembukaan jalur kredit, maupun pendanaan langsung untuk pembangunan kembali fasilitas yang rusak akibat perang.
Fasilitas yang akan menjadi prioritas antara lain kompleks baja Mobarakeh Steel, kilang minyak, bandara, serta berbagai infrastruktur lain yang terdampak konflik.
Upaya Menghidupkan Kembali Ekonomi Iran Iran selama empat dekade terakhir hampir tidak menerima investasi asing langsung dalam jumlah signifikan. Berbagai sanksi dari AS dan komunitas internasional membuat negara tersebut terisolasi dari pasar modal global. Padahal, Iran memiliki cadangan gas alam terbesar kedua di dunia dan cadangan minyak terbesar keempat.
Negara itu juga memiliki populasi lebih dari 92 juta jiwa dengan basis industri yang cukup beragam. Potensi ekonomi Iran dinilai besar, mulai dari sektor petrokimia, pertambangan, hingga pariwisata dan pertanian.
Sumber Reuters menegaskan, dana investasi tersebut terpisah dari negosiasi mengenai pencabutan sanksi AS dan pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Kedua mekanisme itu memiliki tujuan dan jadwal yang berbeda.
Dana investasi baru akan dibentuk dan mulai beroperasi setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan final.
kompas.com
Akhirnya konflik israel- palestina pun terlupakan
SunDaimond dan 3 lainnya memberi reputasi
4
168
16
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita Luar Negeri
82.1KThread•20.9KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya