Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
51
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/638f6d88219e121e2c3c3a6a/-
138,365,88,77,89,69,99,777 Penerbangan SQ-968 Mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta setelah cuaca buruk yang menghambat penerbangan Akhirnya bisa kembali hidup di Tanah air yang dirindukan, sudah 10 Tahun rasanya hidup di negeri Kampung Paman Som melakukan pekerjaan yang kurahasiakan dari semua sanak famili di Indonesia. Tidak satupun sanak famili tau pekerjaanku di Negeri tersebut, bah
Lapor Hansip
06-12-2022 23:27

កមកតំបន់ ០៣៤

icon-verified-thread
138,365,88,77,89,69,99,777

Penerbangan SQ-968 Mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta setelah cuaca buruk yang menghambat penerbangan

Akhirnya bisa kembali hidup di Tanah air yang dirindukan, sudah 10 Tahun rasanya hidup di negeri Kampung Paman Som melakukan pekerjaan yang kurahasiakan dari semua sanak famili di Indonesia.

Tidak satupun sanak famili tau pekerjaanku di Negeri tersebut, bahkan mereka tidak pernah tahu bahwa 10 tahun ini aku tinggal di Area 034, yang mereka tahu hanyalah aku pergi merantau sebagai seorang ahli komputer yang di hire oleh perusahaan multinasional, padahal aku harus melakukan pekerjaan kotor.

Hari ini kutekadkan niat untuk pulang dan memulai hidup baru di Indonesia sebagai pribadi yang baru, kurasa 30 Tahun tidaklah terlalu tua untuk memulai semua dari awal, meskipun tidak terlalu muda juga.

"Pokoknya kamu harus nikah sama orang Indonesia, Mama nggak mau kamu nikah sama orang yang bukan Indonesia, kalau bisa sesama suku Jawa" Ucap Mama sambil menjemput di Bandara, setiap tahun memang Mama menjemput kepulangan ku di Bandara

"Iya Ma" hanya itu yang bisa ku ucapkan

Meskipun keturunan Vietnam sangat menggoda iman sekali, seair dua air, negara perbatasan Vietnam ini memiliki spec Vietnamese itu seperti Chindo di Indonesia.

Lidah Indonesia seperti ku tidak begitu fasih mengucapkan nama mereka, tapi ingat betul rasanya.

"Kamu kalau bisa cepet nikah Mas, adik kamu udah mau lulus, masa nanti adiknya duluan yang nikah"

"Kalau mama mau punya menantu orang Tiongkok udah dari kemarin - kemarin aku nikah Ma"

Beberapa kali aku berhubungan dengan keturunan Vietnam yang pandai berbahasa Mandarin secara geografis Vietnam berbatasan dengan Tiongkok di dua sisi oleh sebab itu banyak sekali etnis Viet yang mengerti dan berbahasa Mandarin.

"Disini banyak yang cantik, yang baik, yang bisa ngobrol sama Mama, nggak perlu jauh - jauh sama orang sono"

"Iya Ma"

"Temen temen adikmu yang sering main kerumah juga banyak yang cantik, kamu tinggal minta kenalin aja sama adikmu"

"Lah, mana mau sama orang seumuran aku Ma"

"Dicoba dulu, nggak usah gengsi sama adik sendiri"

Oh ya adikku saat ini kelas 3 SMA, jadi kebayang kan saat aku usia 30 Tahun, adikku baru 18 Tahun, jadi terdapat spare 12 tahun jelas canggung dong

Sesampainya dirumah aku langsung merapikan baju dari koper dan Mandi

"Mas, salim"

"Baru pulang dek?"

"Iya Mas"

"Habis dari mana emang malam malam gini?"

"Ulang tahun temen Mas, maaf ga ikut jemput Mas"

"Ya gapapa, kamu harus bergaul sama temen temen kamu, tapi jangan ke bablasan, ingat batasan"

"Iya Mas"

Ku pinjam motor adikku dan mengitari sekeliling rumah, bukan sih lebih tepatnya ketemu sama cewe di Tinder sih hahahaha, malu banget ngomong gitu

Aku lupa membawa uang rupiah, yang ku bawa adalah USD dan mata uang lokal di negara tempat aku tinggal sebelumnya

"Tania ya?"

"Iya, Marcel pasti?, Duduk duduk"

"Iya, aku kirain kamu foto tindernya efek kamera, tapi pas liat aslinya kayanya ini efeknya lebih sadis"

"Sa ae lu buaya, mau ngajak baik ya lu pasti"

"Santai dong, ke arah situ mah pasti, tapi pelan - pelan dong"

"Lu gawe dimana? Males gua kalau ama mahasiswa atau gaji umr - umr ngajak baik"

"Kenapa gitu? Wah gua nganggur gimana dong?"

"Tapi kayanya lu berduit, gua mau aja asal bayar di muka"

Sudah muntap dengan kelakuannya, di dompet ada uang $1000 ku tarik dan ku keluarkan semua dan ku banting di meja

"Cukup dong? Buat bayar meki, sama jajan disini?"

"Wuih dollar, kerja dimana lu bos?"

"Ga perlu lu tahu gua kerja dimana, gua udah bilang gua nganggur"

"Oke, jadi mau langsung sekarang?"

"Nggak ada mood gua, tapi lu anjing sih, gua tagih besok siang"

Setelah itu aku langsung kerumah dan beristirahat, ku lihat mama dan Papa masih asik di roof top rumah melihat bulan 🌙

Saldo di rekening terus menerus bertambah, aliran dana masuk di rekening tidak sesuai dengan pengeluaran ku, yang ada Ninu Ninu Ninu ini

"Bos udah geser 1 M bos"

"Iya masuk kok"

"Oke bos, tapi lu serius bos ga balik ke sini?"

"Nggak, gua percaya sama lu yang udah kerja di bawah gua 9 tahun, udah waktunya lu di atas, ambil keputusan dan tanggung jawab lebih"

Dia adalah Jonathan, orang yang ku berikan setengah penghasilan ku agar aku bisa memulai kehidupan baru di Indonesia

Jonathan ini adalah orang yang ikut terbang bersamaku di tahun pertamaku merantau, awalnya dia memanggil ku Koko, tapi di tahun kelima dia mulai lupa cara memanggilku Koko, dia mulai memanggil Bos
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
25.8K Anggota • 29.6K Threads
Halaman 1 dari 2
កមកតំបន់ ០៣៤
07-12-2022 11:58
Titip sendal gan...
0 0
0
កមកតំបន់ ០៣៤
07-12-2022 15:17
Skidipapap?កុំមកតំបន់ ០៣៤
profile-picture
69banditos memberi reputasi
1 0
1
កមកតំបន់ ០៣៤
07-12-2022 18:51
We Kiss Before We Acquinted gak dilanjutin gan?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
កមកតំបន់ ០៣៤
07-12-2022 20:27
Area 034 apa yah om...butuh pencerahan
0 0
0
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
កមកតំបន់ ០៣៤
07-12-2022 22:32
Lanjut gan.. kayanya seru nih
0 0
0
កមកតំបន់ ០៣៤
07-12-2022 23:40
Lanjut gan
0 0
0
កមកតំបន់ ០៣៤
08-12-2022 00:12
Bangun pagi - pagi kemudian sarapan bareng, setelahnya mengantar adikku ke sekolah, Jakarta macet banget ya! Nggak kaya di Kampong Paman Som, karena terbiasa menyetir di sisi kiri pakai setir kanan sedikit kaku, apalagi saat macet, angkot ugal ugalan

"Sibuk gak? Anter gua kerja dong"

"Lu siapa? Gua siapa?"

"Belagu banget!!"

Ku lihat mama membereskan meja makan dan bersiap ikut Papa ke kantor, lalu meninggalkan aku sendiri dirumah tanpa tahu mau apa

Karena di usia yang baru saja menginjak 30 hahaha udah tua sih kalau mau di atur - atur sama orang tua, terlebih lagi udah settle juga soal penghasilan

Dari pada bingung siang itu aku pergi ke tempat jual beli mobil second, dimana kita bisa sombong tapi tetep low profile, gimana ya istilahnya kita mau pamer soal brand A tapi ngomong aja udah barang basi gitu, misal mau pamer Mercy tapi Mercynya udah 2 atau 3 tahun lalu umurnya gitu

Akhirnya sebuah mobil Mercy e250 terbeli, semua surat dan di beli langsung cash

Ga hanya itu, aku juga mampir di perumahan, mampir marketing galerinya juga buat lihat-lihat

"Saya mau lihat unit ini dong, bisa langsung di anter nggak?"

"Bisa Pak, Bapak bawa kendaraan? Atau bapak mau bonceng saya naik motor?"

"Kamu aja bareng sama saya naik mobil, dari pada panas"

"Nggak papa Pak?, Duh jadi ngerepotin"

"Nggak papa"

Akhirnya setelah lihat unit cocok langsung sikat miring

Aku tidak pergi sejauh itu untuk menjadi pejuang dollar, dan kembali dengan uang yang sedikit, penerbangan 4 jam dengan transit Singapura, hidup di pinggir pesisir

"Jo, gua minta rekening Jo, isi 10 M ya Jo, kalau bisa sebelum jam 5 udah ada Jo, cari agennya, rekening yang gua pake kosong, lu mau pake-pake aja"

"Siap Bos, nanti gua kirim IB sama Tokennya"

"Oke Jo"

System bisnis amoeba dengan tingkat profit tinggi dengan resiko tinggi

"Gua mau nagih yang kemarin, sekarang bisa nggak?"

"Gilak kali lu, gua sekarang kerja lah"

"Gua bayar gaji lu sebulan, resign sekarang kalau lu ijin ga di kasih"

"Iya abis itu nganggur gua"

"Lu kerja jadi perek gua aja, sebulan gaji lu 5x dari sekarang"

"baik lu, jadi makin kepo gua lu kerja apa"

"Bukannya gua udah bilang gua pengangguran?"

"Kalo lu semalem nggak kasih 1000 dollar gua percaya lu nganggur, tapi ini semua bikin gua pengen ama lu, ketemu di Cafe semalem"

"Kok cafe? Gua eksekusi di mana? Lu cari hotel lah, emang lu mau gua pake di mobil?"

"Oke, gua cari dulu"

"Nomor rekening lu berapa? Gua transfer"


Setelahnya Tania mengirim nomor rekening dan alamat sebuah hotel di Jakarta, yang dulu sempat di Bom

Setelah ketemu cipika cipiki kemudian ngobrol basa basi dan eksekusi

Setelahnya duduk telanjang dan ngobrol santai

"Gua sebenarnya di suruh nyokap gua cari istri, cuman gua ngerasa hati gua kosong, cinta gua nyangkut dimana tau"

"Terus maksud lu?"

"Gua pengen ngajak lu nikah, itu pun kalau lu mau, kalau ga mau berarti gua swipe kiri, kalau mau mungkin bulan depan bisa langsung nikah, dan lu persiapin pindah ke rumah gua"

"Sakit lu cel? Gua aja nggak kenal lu siapa"

"Ya udah kalo nggak mau, thank for anything"

Kemudian aku bersiap mengenakan baju dan pulang

Di kamar swipe kiri untuk gadis belia yang mecoba bersenang-senang di tinder dan swipe kanan untuk usia matang yang cocok

Sudah hampir 2 jam cari-cari dan chat sana-sini tapi tidak berbuah hasil

Mama dan Papa pulang dari kantor, bertegur sapa dan kembali menjadi sepasang kekasih yang menua bersama, rooftop rumah ini memang di bangun atas permintaan Mama, supaya bisa melihat langit Jakarta bersama Papa, katanya melihat langit Jakarta mengingatkan pada pertama kali aku berangkat, langit gelap pukul 05.00 pesawat Boeing 747 Take off dari Jakarta

Itulah kenangan pertama kali Mama melepas kepergian ku untuk merantau dengan sebuah kebohongan besar, saat itu alasanku pergi karena di hire oleh perusahaan multinasional, padahal aku bekerja kotor setelah mendapat ajakan

"Buat apa di Jakarta, gaji gitu - gitu aja, ngarep warisan masih lama, kerja kotor cuek yang penting punya duit"

Pikir dangkal ku saat baru lulus kuliah, gaji UMR, bahkan banyak sarjana yang di gaji di bawah UMR

"Mistake 1 juta, bisa kerja ga lu? Balik Indo sana lu baik!"

Makian keras yang kuhadapi di perantauan kebodohan bahasa lokal membuat hidup menyendiri, membuat ku merasa selalu ingin pulang, tapi denda ongkos dan kontrak kerja serta ganti rugi pengurusan visa dan working permit, tidaklah murah, sekitar $5000 duit dari mana, kuat nggak kuat ya ku telan, padahal hidup di Jakarta tidak kekurangan, sifat tamak manusia memang sudah sangat manusiawi

Jam tidur berantakan, waktu belajar dan bekerja berlebihan membuat kesehatan menurun, dan sudah di pastikan banyak penyakit bersarang hingga akhirnya sebuah apresiasi tinggi dari Bos di berikan padaku

"Bonus 3 bulan kerja, $1000 lu simpen yang bener, jangan buat maen cewe"

"Iya ko, xie xie ni Ko"

"Bu keqi"

Terkumpul uang $5000 udah cukup untuk bayar resign, apakah aku harus resign dan kembali ke Jakarta? Atau lanjut di Neraka ini, setelah di pikir kalau 3 bulan $5000, 6 bulan bisa $15000, kuatkan hati, teguhkan niat, fokuskan pikiran, hingga akhirnya melanjutkan menyelam lebih jauh

"Cel, lu bisa jadi leader team nggak?"

"Bisa ko"

"Ya udah besok lu leader team ya, gaji lu naik jadi $1200"

"Xie xie ni Ko"

Sebuah prestasi luar biasa di bulan ke 5 aku mendapatkan promosi menjadi team leader, dengan kenaikan gaji, di balik itu leader sebelumnya menggelapkan uang sebesar $500000 arus perputaran uang yang tinggi

"Untuk leader baru, gua mau 2 pukulan di muka, kalau pukulannya nggak berdarah nggak gua itung"

Bos meminta ku memukul 2 pukulan saat anggota lain hanya di minta 1 pukulan, aku di minta melakukan 2 pukulan telak dengan darah sebagai efek dari pukulanku, sebuah perasaan bimbang hingga membuat ku terdiam

"Marcel Anjing, jangan diem aja, dia udah ambil uang kantor, pukul jangan diem aja, dia mantan leader lu, bukan leader lu lagi, ga perlu respect ke dia"

"Beeetttt"

Sebuah stik bisbol kuarahkan tepat di wajahnya hingga kuyakini hidungnya patah, karena darah mengucur dengan deras, kemudian pukulan lainnya tepat mendarat di mulut yang mengakibatkan sebagian giginya patah

"Nah gitu"

Malam itu tidur pun tak enak, di Mess rasa dingin pun bercampur aduk
Diubah oleh flyinpig
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
កមកតំបន់ ០៣៤
08-12-2022 01:23
Auto subscribe
0 0
0
កមកតំបន់ ០៣៤
08-12-2022 11:55
Auto subscribe
0 0
0
កមកតំបន់ ០៣៤
08-12-2022 19:33
Tlg bagian exenya agak diperjelas dikit😚
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
កមកតំបន់ ០៣៤
08-12-2022 22:59
Di ruangan Mess ini ada 6 orang, mereka semua satu shift denganku, dan sedikit keirian karena aku baru 4 Bulan sudah promosi, sedangkan yang lain sudah bertahun
-tahun, tapi dalam dunia kerja kotor siapa lebih memiliki skill dan cara untuk lebih cepat dan efisien tentu itu yang menonjol.

Bulan ke 6 pembagian bonus lagi

"Nih bonus lu, $3000 dolar, simpan jangan buat maen cewe"

"Iya Ko"

Disini kalau kita memiliki tanggung jawab, dan memiliki wewenang, kita bakal di protect oleh Bos, jadi ga ada istilah mau tusuk dari belakang, kalau ada yang berkelahi disinipun hukumannya jelas, cut off, passpor juga di tahan (Semua pekerja kotor di Kampong Paman Som, paspor di tahan kantor), di usir dari mess juga, jadi dari pada jadi gelandangan ya kita semua tahu bagaimana bersikap.

"Cel, ikut ke KTV?"

"Anak-anak baru terima bonus, mau langsung ke KTV, mau neken"

"Boleh ko, naik mobil kantor kita?"

"Iya, udah bilang sama Bos, boleh pake kalau punya sim"

Semua jenis Narkoba disini ada, selama bukan sabu-sabu di perbolehkan, negara ini memang ingin memajukan ekonomi mereka, kakau sabu-sabu di larang keras oleh kantor, sampe ketahuan, nasibnya akan hancur

Itu juga kali pertama merasakan obat anti depresan

Seaneh apa menurut kalian apabila ada Range Rover, Alphard, G Class, Maserati dan mobil sport lainnya tapi terparkir di pinggir jalan kampung dengan masih banyak sawah di lingkungan sekitarnya?

"Spek Viet, $100 full service, ada yang mau ga?"

"Gua cok, mau nyicip rasa Viet gua, bosen sama orang lokal"

Malam semakin larut, ternyata ini rasanya party di KTV, seperti yang ada di film bokep itu, ceweknya seperti budak seks, entah berapa banyak dollar franklin yang keluar, tapi keturunan Viet ini memang menarik pandangan

"Open his pants, take this" ucap Ko Leo, sambil menunjukku yang sedang terdiam merasa asing, perlahan LC-LC itu datang menghampiriku

"No, I can manage it"

"Udah si cel, si Koko ga tau kok, lu kan leader baru, ya anggep aja ini salam dari leader team lain ke elu"

Betapa malunya aku, ku keluarkan kejantananku yang tak seberapa, kemudian di pegangnya

Sambil menari tipis, tak sampai 5 menit aku merasa ejakulasi dini di depan anak-anak, yang lain masih sibuk dengan LC-LCnya

"Enough, Okun"

Setelahnya pada kembali dan bercerita mesum satu sama lain, sama seperti suasana kerja, kalimat alat kelamin terasa familiar, binatang yang sering menjadi kata ganti, si merasa paling pintar, dan si merasa bermoral

"Koko denger, semalem lu ikut party, katanya lu juga make cewe?, Bener begitu cel?"

"Iya ko, Ko leo yang ngasih"

"Jangan ikut lagi, kalau ketagihan atau sakit, percuma punya duit"

"Iya ko"

Kalimat itu berputar di otak, hingga focus terpecah

"Ko Marcel, suntik rekening si Koko, 150 Juta, ya!"

"Oke"

Kalau di kantor, anggota team ku memanggilku Koko Marcel, padahal usiaku saat itu baru 19 tahun, dan anggota team ku, rata rata berusia di atas 20 tahun, sedangkan aku 20 tahun pun masih 3 bulan lagi

Waktu terus berjalan perkembangan industri kotor ini terus berjalan, hingga si Koko di percaya mengurus semua di tempat lain

"Lu naik jadi Spv ya, belajar marketing sekalian"

"Anh, come here"

"Ya ko?"

"Teach him how to be a good marketer, he is the new Spv, I have a new one"

"Ok Ko, Anh Duong will be your mentor"

"Can you speak chinese?, Maybe we better use chinese rather than English"

Seterusnya semua percakapan kami menggunakan bahasa Mandarin

Hingga akhirnya selama dua bulan aku di ajari oleh Anh tentang menjadi profesional marketer, aku merasa aku bisa mengerti seluk beluk ilmu marketing dan mengecilkan mereka yang berprofesi sebagai marketing profesional di industri bersih

Hubungan ku dengab Anh juga semakin dekat, dia adalah keturunan Viet yang bekerja kotor di Kampong Paman Som, gadis secantik Anh kalau di Indonesia seperti Sazna Laparan mungkin kalau di usianya sekarang

"Ni wei sheme bu zuo mote?"

"Wo meiyou qian Koko"

"Ohh.."

"You are a fast learner, why you work at this industry? Why not work in MNC company?"

"I am Money oriented, i need fastest lane"

Anh merupakan kepala divisi Marketing, keluarganya adalah buruh petani, yang hidup mengandalkan sawah milik orang lain, hingga akhirnya dia masuk dan bekerja disini, perekonomian keluarganya cukup terbantu, terlebih lagi dengan gaji dan bonus yang fantastis, mimpinya adalah dia bisa berkuliah di Nanyang University jurusan Matematika, mendengar cerita itu membuatku horny sendiri

Siapa yang tidak horny melihat wanita cantik dan memiliki passion dan cita-cita tinggi

"Lu masih pake rekening Suyono Cel?"

"Masih ko, kenapa ya?"

"Ganti, orangnya di penjara, duitnya kosongin"

"Oke ko"

Semua transaksi pekerjaan kotor ini menggunakan rekening atas nama orang lain, bahkan semuanya memiliki nama alias masing masing saat berkomunikasi digital, kecuali memang ada niat jahat dari rekaman suara percakapan

"Cuci dulu sebelum ganti rekening"

Pencucian uang berlapis-lapis dengan rekening dari berbagai negara, untuk memastikan tidak ada yang tahu bagaimana melacak aktivitas pekerjaan kotor ini, kecuali interpol

Kalau Interpol turun tangan mungkin beres!!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
កមកតំបន់ ០៣៤
08-12-2022 23:16
Salah kamar bre. Msuk ke SFTH
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
កមកតំបន់ ០៣៤
08-12-2022 23:46
menanam kotor akan membuahkan kotor...

karma is real
0 0
0
កមកតំបន់ ០៣៤
09-12-2022 18:50
pasang batako dulu..
0 0
0
កមកតំបន់ ០៣៤
10-12-2022 02:02
Selama menjadi team leader dan banyak berhubungan dengan team marketing, dan banyak dari mereka yang mencoba mendapatkan perhatian ku.

Padahal kakau di pikir kenapa mereka caper? Kan kita sama kerja buat si koko

"Cel, ke tempat koko, ambil Bonus"

"Iya ko"

Disana banyak sekali Team Leader dari grup koko, mereka hanya mengantri untuk ambil uang

"Cel, di rekening ini isi $500,000 bagiin ke team lu, jangan di barengin, transfer satu-satu"

"Iya ko"

"Oh ya lu seharusnya dapet jatah cuti pulang, mau lu tuker uang atau pulang?"

"Pulang ko"

"Ya udah, gua titip ya, nanti gua chat aja titipan gua"

Setelahnya aku memecah rekening $500,000 untuk di bagi ke 50 orang, tentu dengan asas pembagian suka-suka

Satu persatu ku bagikan, hingga berakhir di Anh

"This is special for you Anh, you can take $8000, and its another extra from me $1000, for being my laoshi"

"Xie xie ni koko Marcel"

"Bu keqi Cici Anh, hahahha wanna hang out?"

Hingga akhirnya aku dan Anh makan di sebuah restoran pecinan

"Are you extend or not?"

"Is this important?"

"Its about us, you not try to just slept with me right?"

"Then? What you want Anh"

"I will flight with you"


Dari situlah asal kenapa Mama bisa tidak mau, karena aku sudah membawa cewek Viet ke Indonesia untuk ku kenalkan pada Mama, stigma Mama sudah buruk pada Anh


Padahal menurutku Anh cocok dengan ambisi ku dan ambisinya

"Mama nggak suka, seharusnya kalau kamu emang cinta sama dia, kamu bisa menghormati dia, dan orang tuanya, Mama nggak pernah tau siapa latar belakangnya, keluarganya pun juga belum ada komunikasi dengan Mama"

"Ya terus Ma? Dia udah sampe Bandara, terus suruh balik gitu Ma? Ayolah Ma"

"Oke, tapi sekalipun Mama nggak akan restui hubungan kamu sama dia, kamu mau kembali dan pilih dia pun nggak masalah"

Kemarahan Mama dan kepulangan pertama ku ini, benar-benar disaksikan Anh

"Sorry Anh, but My mom was so sensitive"

"Ah its okay"

Kulit putihnya membuat dia tidak bisa menunjukkan bahwa dia sangat kecewa dengan sikap Mama

Itulah alasan kenapa memasuki usia 30 tahun belum juga menikah, Mama percaya bahwa wanita baik-baik tentu akan bersikap jual mahal dan tidak serendah itu martabatnya, menurut Mama Anh sangat welcome, bisa saja dia bersikap seperti itu dengan orang lain.

Butuh waktu untukku memastikan hal tersebut.

"Jo, lu gawe dimana sekarang?"

"Masih nyari nih gua, bingung juga gua baru lulus"

"Mau ikut kerja ga?"

"Maulah, kerja apa?"

"Kerja kotor, siapin paspor, minggu depan berangkat"

Jonathan adalah pelatih Ekskul Karya Tulis di sekolah SMA adikku, dan sekaligus adik kelasku saat SMA, setelah semua di persiapkan Jonathan ku siapkan untuk menjadi orang Indonesia yang kupercaya dengan niat tulus, selain itu aku mengenal sekali siapa keluarganya

"Ko, itu siapa ko? Cewe lu ko?"

"Kenalan aja"

"Jonathan xiang renshi ni Anh"

"Anh, Nice to meet you"

"Jonathan, i think you can speak Bahasa"

"I am Vietnamese, but i will learn how to speak Bahasa"

"Why your name is not nguyen?"

"No need answer that stupid question, Anh"

"We need to check-in soon"


Kepulangan pertama ku ke Indonesia begitu dingin, karena Mama tidak suka aku membawa Anh kesini

Jonathan pun ikut bekerja bersama denganku

Semua pekerjaan Jonathan beres, tapi ada satu yang tidak beres matanya tidak bisa beralih dari perempuan Viet

"Jo, gua lihat-lihat kayanya lu punya ketertarikan yang sama dengan gua dengan keturunan Viet, jangan sampai lu nggak di kasih restu sama orang tua lu, kalau bisa Indo, ya cari Indo aja Jo, di gedung ini banyak kok Cewe Indo"

"Iya ko, tapi ini udah kaya campuran jepang amerika sama Tionghoa Ko, gimana mau lepas coba ko?"

"Ya udah, gua udah kasih tau ya Jo"

"Iya ko"


Jonathan cukup berbakat untuk semua pekerjaan, industri ini makin berkembang pesat, bonus ku sudah semakin melimpah, dan seperti ini rasanya punya uang banyak hasil kerja kotor tapi bukan bentuk rupiah

"Tuhan Maafkan Aku, yang sudah jauh darimu"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
កមកតំបន់ ០៣៤
11-12-2022 23:16
"Cel, lu buka sendiri ya, ajak Jonathan sama Anh, lu buka di pulau sana ya"

"Iya ko"

Pulau yang dimaksud adalah pulau hasil pengembangan dan investasi Tiongkok, dari segi pembangunan pulau, sudah mirip dengan pulau Bali, makanya kebanyakan orang Indonesia akan menyebut ini sebagai Balinya Kampong Paman Som

Sesampainya disana aku kaget, karena itu adalah pertama kalinya aku terkena razia oleh kepolisian lokal, karena Jonathan ini tidak ada Working Permit, dia ditahan oleh kepolisian lokal, aku berupaya agar Jonathan tidak di penjara atau ekstradisi, jadi dengan susah payah dan pukulan yang bertubi-tubi

Uang $5000 dollar tidak diterima oleh polisi, tapi akhirnya setelah sampai mobil polisinya, mereka minta cash $10000, di bayar di Kantor


Dengan ancaman ekstradisi, akhirnya aku menyisihkan uang tersebut untuk membebaskan Jonathan.

Peredaran Narkoba pun disini banyak sekali, pemerasan adalah solusi, namun disini merupakan area kebal hukumnya cukong-cukong yang bergerak di bisnis kotor

Meskipun destinasi wisata yang bagus, pulau ini juga center bisnis kotor, pelacuran dimana-mana, negara asia tenggara memang di kenal dengan korupnya hukum, namun aku tidak pernah menjumpai negara sebebas ini selama anda mau di peras, anda bebas melakukan apapun disini

Semua bisa dibicarakan ini adalah area 034

"Ko, sorry ko"

"Gapapa Jo, Lu harus ganti aja pake kinerja lu, kasih gua yang terbaik, kalo bisa sebulan balik modal gua"

"Siap Bos!"

Disinilah aku mendirikan dinasti ku, koneksi demi koneksi dengan para cukong dan bisnis kotor ku terus berkembang pesat

"Jo, lu mau buka sendiri atau lu mau tetep disini? Di bawah gua tapi buka baru"

"Ga berani ko, gua ikut lu aja"

"Ya udah, kirim si Koko uang $200,000 bilang gua mau buka, kalau dia mau invest boleh aja"

"Siap Bos"

Uang tersebut bisa di bilang uang Konsorsium dan uang permisi dengan atasan, supaya bisnis kita tidak di ganggu, meskipun tidak ada jaminan kalau kita punya potensi ancaman untuk mereka juga bakal di tabrak-tabrak juga

Hubungan ku dengan Anh semakin dekat, meskipun aku sadar ini salah, tapi pekerjaan memaksa kita semakin dekat, hingga akhirnya Mama benar benar memberikan ultimatum jika aku tetap bersama Anh aku dilarang pulang ke Indonesia oleh Mama

Setelah tempat baru berkembang, aku memberikan Anh kesempatan untuk menjalankan benderanya sendiri dengan opsi sahamku 20%, tentu dengan izin dari si Koko, dan sahamnya juga sama, meskipun aku yang memberinya modal, si Koko terima sahan kosong saja

"Cel, lu kesini ada masalah"

"Iya ko"

Tak perlu waktu lama, ku lihat banyak sekali mobil mewah disini, dan masalah seperti apa yang dimaksud, ini pertama kalinya aku lihat si Koko merasa kecil di hadapan seorang Bos besar

"Ko, ini Marcel yang gua bilang Ko, yang gua suruh buat buka di Pulau, Ga ada maksud kita mau geser bisnis Ko"

Sebuah sabit dengan keras di ayuhkan di kepala Koko, dengan cipratan darah, dia terduduk ketakutan

"Jadi lu yang namanya Marcel?, Sampe lu masuk bisnis Narkoba di pulau itu, lu Gua bakar hidup hidup, lu perlu izin dari gua untuk semua kegiatan lu disana, jangan jauh dari grup"

"Iya ko"

"Lu kalau di pulau itu Polisi minta apa, kasih aja, udah terlanjur masuk ke lingkaran panas, lu nggak bisa keluar"

"Iya ko"

"Kalau ga sanggup lu bisa keluar sekarang"

"Saya sanggup ko, saya sudah cocok disana dengan uangnya Ko"

"Bagus, perbulan lu harus kirim $100,000 ke grup ini, atau grup ini yang akan menghapus lu"

"Iya ko"

Suasana sedang tidak baik-baik saja, karena uang retribusi grup dan saham yang harus di bagi-bagi.

Please Do Not Come to Area 034

Jangan percaya iming iming besar jika bekerja di pulau Kampong Paman Som milik Tiongkok ini

Kartel disini lebih kejam dari Escobar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
កមកតំបន់ ០៣៤
12-12-2022 12:45
Gas keun lagi kaka
0 0
0
កមកតំបន់ ០៣៤
12-12-2022 17:29
Datanglah ke area 034
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
កមកតំបន់ ០៣៤
12-12-2022 22:32
Hari demi hari berlalu aku benar-benar menjalani hari yang berat karena dilarang berdekatan dengan Anh, dia juga membuka untuk pekerja Viet maupun Tiongkok

Menurutku Vietnam dan Tiongkok ini memiliki satu grade di atas Chindo, tapi manisnya orang Indonesia itu yang ga di punya oleh mereka

Dengan banyaknya uang aku memilih untuk membeli mobil sport, motor sport bahkan sebuah apartment, dan di tawarkan id card local oleh kepolisian setempat

Sontak ku iyakan tawaran tersebut, jadi aku tidak perlu berakibi lagi saat pulang dari Indonesia berangkat ke sini, karena ID card ku sudah kewarganegaraan negeri Kampong Paman Som

"Bos, gua pengen nikah sama orang Vietnam, mungkin nanti gua bawa ke Indonesia satu, boleh nggak?"

"Terserah Jo, asal lu seneng aja"

Lalu saat masa leave day Jonathan membawa anak buah Anh untuk pulang, dan langsung dinikahkan disana, jujur aku Iri dengan Jonathan yang bisa menikah dengan Viet pilihannya

Setelahnya Jonathan di ajak ke Ho Chi Minh, yang hanya 3 jam perjalanan darat

Mereka juga menikah dengan adat Vietnam, Di Ho Chi Minh ini lebih desa ketimbang Kampong Paman Som, dan mereka sebagian besar orang keturunannya Jengis Khan tapi kulit putih, jarang sekali ada yang berwarna sawo matang atau coklat

"Bos, lu kapan begini sama ci Anh? Nggak pengen?"

"Tai lu Jo"

"Makanya coba sekali lagi Bos, mana tau Nyokap lu kasih"

"Ngomong sono sama dupa, sekali lagi gua potong bonus lu Jo"

"Ga asik lu bos, potong bonus"

Pernikahan Jonathan dengan Alice berlangsung, hal ini dikarenakan Jonathan panik dia sering "bercinta" dengan Alice tanpa pengaman, untungnya mau dinikahi, padahal Jonathan itu ga ganteng-ganteng banget buat dapet spek Viet

Oh ya, ini hal lazim untuk Vietnam kalau umur 16 tahun lepas perawan, mungkin sedikit berbeda culture dengan Indonesia, bahkan disini perempuan mengajak laki-laki bercinta pun wajar (maksud ku di Kampong Paman Som)

Karena surga dunia dan lingkaran uang besar inilah sebab kalau ada tawaran bekerja disini sebagian besar penipuan, hingga, akhirnya KBRI dan Imigrasi membatasi betul orang Indonesia yang pergi ke Area 034, karena maraknya human trafficing dan Narkoba serta penipuan.

Tak kurang dari ratusan orang tiap bulannya di deportasi dari Kampong Paman Som ini ke negara asalnya, karena disini tidak menerima kemiskinan, dari pada menjadi beban mending dipulangkan.
profile-picture
rinandya memberi reputasi
1 0
1
កមកតំបន់ ០៣៤
13-12-2022 22:39
"Jo cari orang lagi, kasih anggota lu buka, atau lu sendiri buka"

"Siap bos, nanti gua suruh anggota gua buka aja"

Dengan penghasilan bersih di atas $100,000 di usia 22 Tahun, menjadikan ku sedikit rakus

"Ko, gua mau buka di Indo juga"

"Saran gua jangan cel, bagus udah di 034, jangan ke Indo"

"Tapi banyak yang buka di Indo, dan udah hampir setahun mereka lancar aja ko"

"Lu ngomong sama Ketua aja, nggak usah ke gua, gua ga punya power segede itu"

"Oke ko"

Bolak balik Indo - 034 karena bisnis berjalan di dua tempat berbeda

Tentunya konsorsium yang besar juga menjadi ciri khas negara Asia Tenggara, di Indonesia pun aku tidak berani menggunakan uang ku terlalu banyak, karena aku belum punya rekening Valas untuk penggunaan pribadi yang dalam tanda kutip

Semua penghasilan kotor ini harus di cuci ke Valas

Hari itu ketua langsung datang dari Tiongkok ke Jakarta menemui ku, dan mengatakan suatu hal yang penting


"Ini Valas buat lu, cuci semua, setelah lu cuci, buka di KL kita kembangkan Bendera kita"

"Iya ko"

Ketua mempercayakan semua kepadaku, kita membuka lahan untuk orang banyak untuk bisnis hitam sektor industri ini

Meskipun uang di KL lebih besar, kantor pusat kita tetap 034

Setelah 2 tahun di KL, kita ekspansi lagi ke Macau dengan membawa misi perbaikan ekonomi, setiap negara yang ekonominya berkembang pesat tentunya industri hitam ini juga berkembang pesat

Kita sadar kita besar di 034, Indonesia, KL namun kita belum besar di Macau, kita masih anak kecil yang baru beranjak dewasa

Tak perlu waktu lama Kita cukup disegani di Macau

Hingga akhirnya

"Lu orang nggak boleh lebih dari 1 jam di Kantor, jangan sampai mereka lihat muka kita, cukup mereka tahu nama kita aja, jangan sampai tahu wajah kita, kalau bisa juga cari orang buat ganti posisi kita, tukar kepala"

"Iya ko"

Dengan itu akupun resmi pensiun dari dunia hitam dan memutuskan kembali ke Indonesia sesuai dengan pertama kali ku tulis penerbangan Singapore Airline yang mengantar ku pulang

Sebenarnya aku bisa saja pulang dengan private jet, tapi hal itu terlalu mencolok
profile-picture
profile-picture
rinandya dan japraha47 memberi reputasi
2 0
2
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
misteri-rumah-susun
Stories from the Heart
seikat-mawar-yang-layu
Copyright © 2023, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia