Hobby
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
2
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6389c3baebb5fc40367e2c23/resensi-buku--aku-ingin-pulang-meski-sudah-di-rumah
Resensi : Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah Oleh : Dwi Livia agatsa Judul Buku : Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah Penulis : Kwon Rabin Ilustrasi : Sally Kim Penerjemah : Dewi Ayu Ambar Rani Penyunting : Lovita Cendana, Lia Indra Andriana Penyelaras Aksara : Andry Setiawan Penata Sampul & Isi : Propanardilla Penerbit : Haru Media Sejahtera Tahun Terbit : Cetakan pertama, September 2021 Cet
Lapor Hansip
02-12-2022 16:22

Resensi Buku : Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah

icon-verified-thread
Resensi : Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah

Oleh : Dwi Livia agatsa

Resensi Buku : Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah

Judul Buku : Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah
Penulis : Kwon Rabin
Ilustrasi : Sally Kim
Penerjemah : Dewi Ayu Ambar Rani
Penyunting : Lovita Cendana, Lia Indra Andriana
Penyelaras Aksara : Andry Setiawan
Penata Sampul & Isi : Propanardilla
Penerbit : Haru Media Sejahtera
Tahun Terbit : Cetakan pertama, September 2021
Cetakan kedua, November 2021
Jumlah Halaman : 208 halaman
Dimensi Buku : 19 cm
ISBN : 978-623-7351-82-5
Sinopsis : “ Saat Seseorang merasa dirinya berbeda, bingung, dan ketakutan ketika
dihadapi pada situasi yang tidak biasa di lingkungan baru, secara naluriah ia akan mencari
rumah yang paling nyaman dan cocok baginya, Ia seperti siput yang hidup dengan rumah di
punggungnya untuk mempertahankan diri. “
Aku ingin pulang meski sudah di Rumah merupakan sebuah esai pengembangan diri
yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Kwon Rabin. Dalam buku ini, Kwon Rabin
Menyediakan rumah nyaman bagi pembaca untuk saling berbagi kesulitan yang dialami
ketika beranjak dewasa. Buku yang berjumlah 208 halaman ini ditulis berdasarkan
pengalaman pribadinya.
Rumah memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang, ada yang
mengungkapkannya sebagai sebuah bangunan dan lokasi tempat dimana dia menetap dan ada
juga yang memaknai sebagai tempat dimana hati kita tinggal, ketenangan, dan saling
terhubung. Alasan mengapa seseorang memaknai rumah itu berbeda-beda tergantung masalah
yang di hadapi oleh orang tersebut. Sebab ada rumah yang selalu hangat untuk pulang dan
ada juga rumah lain yang lebih hangat dari pada rumah yang kita miliki.
Kangen rumah atau homesick bukan hanya soal tempat baru saja. Bisa jadi kita
merasa tidak aman atau tidak punya komunitas yang cukup menerima dan menjadi suatu
ruang yang aman untuk bereksplorasi. Kita bisa merasa homesick di rumah sendiri, atau kita
merasa tidak berada di kawasan, padahal kita sedang berada di kawasan tersebut. Jadi untuk
hal tersebut saya tertarik dengan sebuah kalimat yang ada di novel ini yaitu “ tak masalah
kalau sekarang kamu merasa tidak berada di rumah. Mari buat rumah kita sendiri perlahan lahan. ”
Buku ini sangat menggores perasaan karena ada beberapa fase hidup yang amat
nyata. Mulai dari dimana diri berada pada suatu fase kehilangan, mulai jatuh cinta, hingga
kembali bangkit menjadi versi dimana menjadi diri sendiri yang jauh lebih baik lagi. Setiap
episode kehidupan merupakan suatu lembaran baru yang harus dilalui. apapun hal yang akan
kita lalui baik, buruk, senang, atau sedih kita harus bisa sabar dalam menghadapinya
walaupun hal tersebut tidak kita sukai. Karena, kita pasti akan menemukan keindahan yang
lebih indah dari pada sebelumnya.
Kelebihan dari buku ialah merupakan sebuah buku self improvement yang dapat
memberikan informasi mengenai problem solving sehingga seseorang dapat memahami diri sendiri dengan baik supaya seseorang tidak terfokus kepada keterbatasan yang ada pada
dirinya suapaya dia dapat melihat potensi yang ada dalam dirinya. Selain itu ilustrasi yang
ada di dalam novel ini sangat bagus dan menarik sehingga seseorang tidak bosan dalam
membacanya dan juga terdapat beberapa kutipan. Ada beberapa kutipan yang menarik dan
memiliki makna bagi saya yaitu:

“ Pasti menyenangkan menjadi siput karena ia dekat dengan rumahnya.”

“ Jangan memaksakan diri karena menganggap dirimu lambat & tidak sesuai dengan standar
yang dibuat orang lain karena kau akan terluka. Pada akhirnya, membanding-bandingkan
hanya akan menghancurkan mu. Saat ini pun, kau sudah cukup baik. Kau bukannya lambat,
melainkan tidak terburu-buru. Kita pasti pernah terjatuh ribuan kali hingga akhirnya bisa
berdiri & berjalan.”

Kekurangan dari buku “Aku ingin pulang meski sudah di rumah” terdapat bahasa
ilmiah atau bahasa asing yang tidak dijelaskan pengertiannya. Untuk warna kertas yang
digunakan bewarna kuning akan lebih baik bila menggunakan warna putih. Secara
keseluruhan buku ini bagus dan tidak terdapat kekurangan yang berarti.

Kesimpulan: setiap orang memiliki rumah sesuai dengan versinya masing-masing
begitu juga masalah yang terjadi dalam kehidupan kita pasti memiliki versi yang berbeda
juga oleh karena itu kita harus sabar dalam menghadapi setiap apa yang kita lalui. Rumah
bukan hanya sekedar bentuk fisik yang kita duduki bahkan melebihi dari itu. Rumah mampu
memberikan sebuah arti dan kehangatan bagi penghuninya, oleh karena itu mari kita temukan
dan kita ciptakan rumah yang bisa membuat kita merasakan kehangatan dan kebahagiaan,
karena sejatinya setiap orang berhak mendapatkan dan merasakan kebahagiaan.

0
Masuk untuk memberikan balasan
buku
Buku
2.9K Anggota • 8.5K Threads
Resensi Buku : Aku Ingin Pulang Meski Sudah di Rumah
27-12-2022 05:30
Koreya lagi, kurang tertarik sama koreya-koreyaan emoticon-Malu
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2023, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia