Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
15
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/634be73b17c40961944ed733/mantan-senior-menjadi-musuhku-part-2
    Anggotaku mulai merayap satu persatu ke arah yang sudah aku tentukan. Beberapa kali tembakan sniper mengarah kepada mereka. Untung saja anggotaku sudah terbiasa dilatih di bawah tembakan sehingga bukan sesuatu yang membisingkan tapi sudah menjadi alunan music.             “Kena,…!!!”, anggotaku berteriak.             “Siapa yang kena?”, tanyaku.       
Lapor Hansip
16-10-2022 18:12

Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)

    Anggotaku mulai merayap satu persatu ke arah yang sudah aku tentukan. Beberapa kali tembakan sniper mengarah kepada mereka. Untung saja anggotaku sudah terbiasa dilatih di bawah tembakan sehingga bukan sesuatu yang membisingkan tapi sudah menjadi alunan music.
            “Kena,…!!!”, anggotaku berteriak.

            “Siapa yang kena?”, tanyaku.

            “Sniper mereka, Komandan”, jawab anggotaku.

            Belum sempat menjawab tiba-tiba rentetan tembakan dari berbagai arah menghujami kami. Dugaanku ternyata benar, pondok itu sudah disiapkan untuk menjebak kami. Dari analisaku jumlah musuh lebih banyak dari pasukanku.

            Aku sedikit dilemma, jika meminta bantuan tembakan dari udara, kuatir akan mengenai anggotaku yang sedang merayap mendekati musuh. Jika tidak meminta bantuan, kemungkinan kami kalah dari segi jumlah. Akhirnya aku hanya bisa minta bantuan dari Yang Maha Kuasa.

            Disela-sela tembakan aku mencoba mendekat dengan berlari zig-zag dan tiarap di pepohonan yang aku jadikan perlindungan sampai akhirnya aku bisa mencapai pondok itu.

            Aku melihat seseorang berlari menaiki ketinggian di balik pondok itu, dan tampak jelas dia adalah mantan seniorku.

            Aku mengejarnya dengan berlari dari pohon ke pohon, tiba-tiba dia mengeluarkan tembakan satu persatu sambil berlari. Sebenarnya tembakan seperti ini yang aku takuti karena menembak sambil berlari tanpa membidik tidak dapat diprediksi arahnya. Akupun mulai membuka tembakan ke arah dia.

            Dia berlari, aku menembak, dia berlindung, aku berlari cari perlindungan dan dia menembak. Dia kembali berlari, akupun ikut berlari sambil menembak. Dia berlindung sambil menembak, akupun berlindung dan menembak. Siklus ini berulang-ulang kami lakukan. Beginilah situasi aslinya berperang, seperti bermain tetapi matinya benaran.

            Sampai akhirnya jarak kami tidak lebih dari 30 meter, tetapi tidak sebutirpun pelurunya mengenaiku dan peluruku juga tidak mengenainya.

            Padahal aku sudah terlatih menembak tepat pada jarak 100 meter, mengapa 30 meter tidak bisa mengenai sasaran? Benar kata pelatihku, kita hanya bisa membidik dan menembak, setelah peluru melesat dari sasaran, hanya takdir yang menentukan akan mengenai sasaran dan tidak ada yang bisa menghentikannya. Berbeda dengan pedang, yang sasarannya bisa ditentukan oleh si penghunus dan dapat dihentikan sebelum mengenai sasaran.

            Tiba-tiba dia membuang senjatanya, keluar dari perlindungan sambil mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah.

            “Menyerahlah, Bang!”, aku berteriak dari balik perlindungan sambil membidik dia, karena aku tidak yakin dia benar-benar menyerah, “jangan-jangan ini tipu muslihat”, kata hatiku.

            “Kalau Kau ksatria, keluar dan hadapi saya dengan tangan kosong”, dia mengajakku untuk duel. Tapi aku masih ragu. “Kecuali kalau kau pecundang, silakan bidik kepalaku”, dia semakin menantang dan berjalan ke arah ku.

            “Baik, Bang, saya layani”, jawabku menantang.

            Memang dia lebih dahulu belajar bela diri karena dia lebih senior tetapi belum tentu dia lebih mahir. Aku tidak takut untuk berduel, tetapi kelicikannya yang sulit aku tebak karena kemahiran itu tidak aku miliki sedangkan dia professional dibidang itu ditunjang dengan mentalnya yang jelek. Dan itu terkenal dari dulu kalau memang dia sering mengandalkan kelicikan.

            Dia sudah memasang kuda-kuda dan kepalan tangan yang siap dia layangkan ke badanku. Akupun awas setiap gerakannya dengan kuda-kuda yang siap untuk aku tendang ke badannya.

            Satu pukulan mendarat di mukaku tapi kepalankupun bersarang diperutnya hingga kami mundur beberapa langkah. Dia tidak akan memukul bagian dada dan perut karena aku masih mengenakan rompi, sasarannya pasti kepala, makanya aku harus amankan kepalaku.

            Beberapa pukulan ke sembarang arah membuat konsentrasi mataku terganggu dan “Praaak” satu tendangan melingkar tepat mengenai kepalaku bagian kiri membuat aku terjatuh.

            “Kau menyerah saja, bergabung dengan kami, apa yang kau mau, aku turuti”, dia membujukku. Kepalaku terasa sakit dan mata mulai berkunang-kunang karena tendangannya cukup keras mengenaiku. Aku berusaha untuk berdiri.

            “Maaf, Bang, Saya mengabdi untuk memberi bukan meminta”, aku berteriak sambil mengangkat kaki kiriku menendang bagian perutnya dan dia tahan dengan kedua tangan, seketika itu tendangan kaki kananku telak kena kepalanya, dia pun terjatuh. Akupun ikutan terjatuh karena kurang keseimbangan.

            “Abang menyerahlah, jangan mengejar angan-angan”, bujukku.

            Kami melanjutkan berduel dan tidak ada yang menang, yang pasti kami berdua sama-sama babak belur.

            Satu tendanganku mengenai punggungnya dan dia tersungkur. Aku merasakan ada benda keras tersembunyi dibalik bajunya, tiba-tiba “Door” dia menembakku dengan pistol yang disembunyikan dibalik bajunya dan mengenai rompiku, akupun terpental dan secara spontan, aku lemparkan sangkurku ke arahnya.

            “Door”, satu tembakan lagi meletus mengenai samping rompi tepatnya dibagian perut yang tidak terlindungi oleh rompiku.

            Aku merayap ke pohon yang terdekat, aku ambil obat penghenti pendarahan dan aku suntikan ke perutku agar aku tidak kehabisan darah.

            Aku melihat, senjataku tergeletak dengan jarak 3 meter dariku, aku mencoba berlahan merayap karena jika aku berdiam diri, sudah pasti akan menjadi sasaran tembaknya.

            “Kalaupun nanti aku tertembak saat merayap, setidaknya aku mati dalam berusaha bukan berdiam diri” kata batinku.

            Aku berhasil menggapai senjataku, tapi aku heran kenapa dia tidak lagi menembakku. Dari sela-sela pohon tempat aku berlindung, aku intip dia masih terbaring.

            Beberapa saat, aku berdiam sambil menghimpun tenaga dan aku mulai berdiri dengan menggunakan senjataku sebagai tongkat.

            Perlahan aku mendekati dia, sambil siaga senjata siap tembak karena tidak mau aku tertipu untuk kedua kali. Ternyata dia benar-benar sudah mati karena sangkur yang aku lempar tepat mengenai lehernya.

            Badanku terasa lemas sekali, aku kehabisan tenaga, jangankan untuk berjalan, berdiri saja harus ditopang oleh senapanku. Aku membuang rompi anti peluru yang membebaniku.

            Sambil tanganku menekan luka di perut, aku berusaha berjalan berlahan-lahan. Dari pohon ke pohon aku bersandar untuk mengurangi gerakan agar tidak terlalu banyak darah bercucuran.

            Di bawah, aku masih mendengar pesta tembakan yang belum berhenti. Dalam kondisi itu hanya doa saja yang bisa aku berikan kepada anggotaku karena diriku sendiri sudah mulai berkunang-kunang, tetapi aku harus tetap bertahan untuk sadar karena aku terpisah dengan anggotaku.

            Cukup lama aku mendengar dentuman saling tembak disana hingga akhirnya suara tembakan terhenti. Aku menembak pistol isyarat sebagai tanda untuk memberitahukan posisiku berharap ada anggota yang akan menemukanku.

            Dikejauhan aku melihat adanya puluru pistol isyarat di udara dan aku membalas dengan menembak pistol isyarat juga. Aku tidak mampu lagi berjalan, bila aku paksakan pasti akan kehabisan darah. Aku hanya bisa menunggu di jemput.

            Tidak lama setelah itu, aku mendengar derap langkah orang, diam-diam aku membidik sambil tiarap di perlindungan.

            Ternyata, mereka adalah anggotaku.

            “Saya disini”, aku berteriak agar mereka menemukanku.

            “Dantooon”, anggotaku menjawab dan langsung mereka mendekat.

            Yang aku tahu, aku dibopong anggotaku, dan aku tak sadarkan diri.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
dan 6 lainnya memberi reputasi
5
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
26.1K Anggota • 29.6K Threads
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
16-10-2022 20:57
Seru jugaMantan Senior menjadi musuhku (part 2)
profile-picture
profile-picture
tomcarlo123 dan 69banditos memberi reputasi
2 0
2
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
17-10-2022 07:35
Emmmmmm
profile-picture
carioverkredit memberi reputasi
1 0
1
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
17-10-2022 10:05
thanks infonya gan emoticon-Wink
0 0
0
Post ini telah dihapus
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
17-10-2022 17:17
Lanjut gan emoticon-2 Jempol
0 0
0
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
18-10-2022 10:45
benci sifat buruknya aja jangan manusianya
0 0
0
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
18-10-2022 10:49
ada yang kayak gini juga ?
0 0
0
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
18-10-2022 17:18
aaaaa
Diubah oleh erdanima115
0 0
0
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
18-10-2022 17:20
lanjutkan gan
0 0
0
Post ini telah dihapus
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
19-10-2022 05:53
Part 3 om
0 0
0
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
19-10-2022 11:51
yang part 3 mana nih wlwlw
0 0
0
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
19-10-2022 11:54
Menarik
0 0
0
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
19-10-2022 14:50
nanti dijemput naik helikopter tapi ada anak buahnya yang ditinggal ala rambo lawan gangbang dari musuh

*willem dafoe - platoon
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan madjoeki memberi reputasi
2 0
2
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
20-10-2022 10:50
Thanks infonya gan emoticon-Smilie
0 0
0
Post ini telah dihapus
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
21-10-2022 10:14
selalu ada aja perbuatan senior ya
0 0
0
Post ini telah dihapus
Mantan Senior menjadi musuhku (part 2)
22-10-2022 16:54
Lowongan kapal ikan berbendera korea selatan
november 2022 roling crew setahun 2 kali
••••••••••••••••••••
*info job
-kapal trowl korea GT. 200
-gaji 1 juta won + bonus sandar tangkapan
-kontrak 3 tahun wajib
••••••••••••••••••••
*kreteria job
- bekerja sebagai pemilah ikan / peking dikapal
- laki laki usia 20-35 tahun
- sehat jasmani & rohani
- memiliki buku pelaut & paspor (bisa dibantu)
- memiliki bst perikanan/umum (bisa dibantu)
- diutamakan berpengalaman kerja dilaut
••••••••••••••••
*tahapan
- kirimkan cv anda ke wa kami
(08999226856 bpk.rohman)
- anda akan diinfo bila sesuai kreteria
- membayar uang jasa 5 juta saat berangkat
- pemberkasan semua di kelapa gading jakarta utara
•••••••••••••••••••
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Heart to Heart
Stories from the Heart
titip-sukmo
Stories from the Heart
titip-sukmo
Stories from the Heart
misteri-perempuan-bahu-laweyan
Copyright © 2023, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia