Entertainment
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
113
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/633e48c2ff4915485d039081/benarkah-generasi-z-bermental-lembek
Suasana di depan sebuah pusat perbelanjaan di Tanjung Duren, Jakarta Barat mendadak geger pada Rabu 14 September sore. Tubuh seorang remaja perempuan berbaju merah tergeletak di bawah jembatan penyeberangan. Beberapa petugas keamanan mal mengelilingi, tak berani menyentuh tubuh perempuan tersebut. Mereka menunggu petugas medis. Pengunjung mal berkerubung mencari tahu. Video kejadian itu viral di
Lapor Hansip
06-10-2022 10:17

Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?

Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?

Suasana di depan sebuah pusat perbelanjaan di Tanjung Duren, Jakarta Barat mendadak geger pada Rabu 14 September sore. Tubuh seorang remaja perempuan berbaju merah tergeletak di bawah jembatan penyeberangan.
Beberapa petugas keamanan mal mengelilingi, tak berani menyentuh tubuh perempuan tersebut. Mereka menunggu petugas medis. Pengunjung mal berkerubung mencari tahu. Video kejadian itu viral di media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren Ajun Komisaris Polisi Tri Baskoro Bintang Wijaya mengatakan, remaja perempuan berinisial RJ itu diduga melakukan upaya bunuh diri dengan cara melompat dari Skybridge Mal Central Park yang terhubung dengan Mal Neo Soho. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Royal Taruma.
"Percobaan bunuh diri. Korban selamat, luka di punggung dan leher," kata AKP Bintang.

Sementara Kapolsek Tanjung Duren Kompol Muharom Wibisono mengatakan, dari penyelidikan polisi, korban merupakan Warga Ciputat, Tangerang Selatan. Statusnya pelajar.

Wibisono menambahkan, polisi belum bisa menggali informasi lebih dalam penyebab RJ nekat melompat dari ketinggian 15 meter. Namun dari keterangan pihak keluarga, korban diduga sedang mengalami masalah keluarga.
Di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, seorang remaja laki-laki ditemukan tewas gantung diri pada Minggu 8 Mei lalu. Korban mengakhiri hidupnya diduga karena mengalami depresi.

"Ini anak tinggal sama neneknya karena bapak ibunya sudah cerai, mungkin masalah hidup," ungkap Kapolsek Cikarang Pusat AKP Awang Parikesit.

Sementara di Jasinga, Bogor, remaja putri berinisial SM (19) ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya. Pihak keluarga menyebut, SM mengalami depresi akibat penyakit ginjal yang dideritanya tak kunjung sembuh. Korban sudah lama menderita sakit ginjal dan sedang menjalani pengobatan.

"Wanita ditemukan meninggal dunia di dalam rumah dalam keadaan gantung diri, kejadian tersebut terjadi di Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor," kata Kapolsek Jasinga AKP Dedi Hermawan dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat 30 September lalu.

Ketiga kasus di atas menjadi catatan maraknya kasus-kasus upaya bunuh diri di kalangan remaja. Meski penyebabnya berbeda-beda, depresi diduga menjadi salah satu pemicu utamanya.

Isu kesehatan mental menjadi topik yang belakangan ramai diperbincangkan oleh generasi muda. Curhat di media sosial tak lagi tabu dilakukan. Mulai dari beban pekerjaan, tekanan ekonomi, konflik keluarga, hingga masalah percintaan.

Demikian juga topik soal soal depresi, skizofrenia, gangguan kecemasan (anxiety disorder), kepribadian ganda (dissociative identity disorder), dan gangguan mental lainnya semakin mendapat perhatian. Sementara tema mengenai manajemen stres, kesepian, cyberbullying, mindfulness, dan stoicism juga banyak dicari di mesin pencarian.

Bagi sebagian kalangan, fenomena ini dianggap memprihatinkan. Para remaja dari kalangan generasi Z atau Gen Z dianggap sebagai generasi bermental lembek dan lemah. Generasi ini di media sosial Twitter terkenal melahirkan banyak istilah seperti healing, overthinking, insecure, dan istilah yang berkaitan dengan mental health lainnya.

Muncul kemudian analisis-analisis yang membandingkan mengapa Gen Z sangat rentan mengalami depresi dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?

Setiap zaman melahirkan generasi dengan cirinya masing-masing. Tantangan yang dialami generasi saat ini berbeda dengan mereka yang lahir di tahun 70-an atau 90-an.


Di Indonesia, masih banyak yang salah mengidentifikasi remaja usia belasan hingga awal 20-an tahun sebagai generasi milenial. Padahal berdasarkan pembagian tahun kelahiran, generasi milenial mengacu pada mereka yang lahir mulai tahun 1981 hingga 1995. Istilah milenial muncul karena generasi ini hidup melewati pergantian milenium (1.000 tahun).

Generasi milenial atau Gen Y, juga disebut generasi transisi atau dua masa. Mereka merasakan perubahan zaman dari serba analog ke digital, dari konvensional ke era internet.

Mengacu pada sejumlah literatur, pembagian generasi berdasarkan tahun kelahiran dimulai dari mereka yang disebut sebagai 'Silent Generation'. Mereka lahir dari 1928 sampai 1945 atau sebelum dan selama Perang Dunia II berlangsung.

Generasi selanjutnya adalah mereka yang lahir dari tahun 1946 sampai 1965. Julukan mereka adalah 'Baby Boomers'. Sebutan ini muncul karena setelah Perang Dunia II, angka kelahiran meningkat pesat. Populasi dunia bertambah besar setelah era perang berakhir.

Era selanjutnya adalah generasi X atau disingkat Gen X. Mereka lahir dari 1966 hingga 1980. Generasi ini mayoritas adalah anak-anak dari Silent Generation. Didikan keras dan konvensional mereka alami. Meski begitu Gen X lebih melek teknologi dibandingkan dengan Baby Boomers.

Setelah generasi milenial atau generasi Y, muncul kemudian generasi Z. Mereka adalah generasi yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010. Generasi ini dikenal dengan pengaruh media sosial yang kuat. Mereka lahir di saat era digital sudah terbentuk dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

Terakhir, generasi paling muda saat ini disebut sebagai generasi alpha. Mereka lahir antara akhir tahun 2010 ke atas. Dari bayi, generasi ini sudah dicekoki dan akrab dengan teknologi. Bagaimana karakteristik generasi ini ke depannya, belum bisa diprediksi karena sebagian besar mereka masih di bawah umur.

Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?

"Apa-apa disangkutinnya sama mental health gitu. Misal abis putus cinta. Padahal, kalau dulu putus cinta tuh kayak hal biasa aja, tapi sekarang langsung bilang depresi lah."

Ucapan itu keluar dari mulut Grace (17), pelajar kelas tiga salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Depok, dalam perbincangan dengan merdeka.com pekan lalu. Dia mengakui, penilaian yang diberikan terhadap generasinya hampir sebagian besar benar.

Grace mengungkapkan, isu kesehatan mental menjadi pembahasan yang biasa dilakukan bersama teman-temannya. Membandingkan dengan generasi sebelumnya, Grace menyatakan, Gen Z lebih awas terhadap isu ini.

"Mungkin sekarang orang orang lebih aware kali ya sama hal-hal yang berbau mental health. Jadi sekiranya ada hal yang enggak berkenan sama kita, sebagai Gen Z pasti langsung disangkutpautkan sama mental health gitu sih. Takut mentalnya rusak lah, gitu," ujarnya.

Grace mencontohkan, dari berita-berita yang dia baca, ada remaja yang bunuh diri gara-gara putus cinta, atau ada juga mahasiswa yang tak lulus-lulus kuliah nekat terjun dari lantai 10 mal di Palembang.

Noni, rekan sekelas Grace juga senada. Dia menyebut, Gen Z sebagai generasi sensitif. "Dimarahin dikit aja langsung masuk ke hati, gampang sensitif," ujarnya.
Noni membandingkan dirinya dengan kakaknya yang lahir tahun 80-an. "Dia lebih enggak sensitif dan lebih kuat aja gitu," ujarnya.

Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?

Berbeda dengan generasi milienial, Gen Z lahir saat internet dan media sosial menjadi bagian hidup dan kebutuhan. Media sosial menjadi ajang memamerkan berbagai pencapaian. Tak jarang, keberhasilan orang lain dijadikan tujuan hidup bagi seseorang.

Akibatnya, muncul istilah FOMO (fear of missing out), perasaan takut tertinggal karena tidak mengikuti tren tertentu, semisal fashion dan gadget. Bahasa gaulnya 'kudet' atau kurang update.

FOMO memicu orang berlomba-lomba selalu ikut tren kekinian dalam berbagai bentuk. Ketika merasa tidak bisa mengikuti tren, seseorang akan merasa gagal dan malu kemudian iri melihat keberhasilan orang di media sosial. Perasaan iri itulah yang kemudian memunculkan tekanan dan tuntutan yang berujung pada depresi.

Saat media sosial menjadi pemicu depresi, cara yang paling ampuh adalah mengurangi penggunaannya. Seperti yang dilakukan Miska (21), mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Jakarta Selatan. Baginya, mengakses media sosial harus diimbangi dengan sikap untuk tidak mengambil hati atas komentar atau hujatan yang bertujuan perundungan atau bullying.

"Kalau aku sih lebih memikirkan mereka itu siapa. Maksudnya, omongan mereka itu enggak bisa menentukan aku tuh seperti apa. Dan mereka itu bukan siapa-siapa aku. Jadi mereka mau ngomong apapun, ya terserah mereka. Intinya omongan mereka ini tidak menentukan aku ini jadi apa," tuturnya kepada merdeka.com dalam perbincangan pekan lalu.

Terhadap komentar atau kritik yang membangun, Miska menjadikannya sebagai intropeksi diri. Sedangkan untuk komentar yang menjatuhkan, dia memilih untuk mengabaikan.

Di sisi lain, Miska menilai, berbagai platform media sosial kini lebih terbuka membahas isu-isu seputar kesehatan mental. Banyak kampanye yang dilakukan baik oleh ahli maupun lembaga berkompeten yang membantu para Gen Z untuk mendapatkan pertolongan. Miska menyebut, beberapa temannya secara sadar pergi ke psikiater untuk berkonsultasi terkait kesehatan mental.

"Sehingga generasi z ini kalau mereka mengalami gangguan kesehatan mental, tahu harus lari ke mana. Bukan yang ke arah buruk tetapi ke arah positif," ujarnya.
Miska menolak penilaian terhadap Gen Z sebagai generasi yang lemah. Dia menyebut, peran keluarga yang sangat berpengaruh membentuk karakter dan mental tahan banting. Miska merasakan dukungan penuh dari orang tuanya atas berbagai pilihan yang dia lakukan. Salah satunya kuliah sambil bekerja.
"Menurut aku iya banget, orang tua itu, jadi kalau misalnya aku lagi susah, lagi kuliah susah ya, mereka selalu support aku dan enggak jadi down," ujarnya.

Mengutip laporan yang dirilis oleh American Psychological Association (APA) pada Oktober 2019 lalu yang berjudul 'Stress in America: Generation Z', dilaporkan bahwa Gen Z lebih mungkin menerima pengobatan atau menjalani terapi kesehatan mental, dibandingkan dengan generasi di atasnya.

Gen Z juga cenderung melaporkan gangguan kesehatan mental yang mereka alami, lebih sadar dan menerima masalah kesehatan mental, sehingga mereka terbuka tentang masalah psikologis dan cara mengelola stres.

Media sosial dianggap sebagai faktor utama yang berpengaruh terhadap Gen Z untuk lebih terbuka soal isu kesehatan mental. Ketika ada orang yang berbicara tentang perjuangan melawan depresi baik itu orang asing di internet, atau selebritas dan influencer, hal ini membuat Gen Z paham bahwa isu tentang kesehatan mental bukanlah hal yang buruk.

Sumber

Banyak yang salah kaprah selama ini, generasi milenial dibilang kelahiran tahun 2000 keatas, ternyata kelahiran tahun 1981-1996

1928-1945 = Silent Generation
1945-1966 = Baby Boomers
1966-1980 = Generasi X
1981-1996 = Generasi Y/Millenial
1996-2010 = Generasi Z
2010-         = Generasi Alpha

TS termasuk generasi X, generasi yang tumbuh di era NO SOSMED. Anak TS termasuk generasi Z yang sangat akrab dengan SOSMED. Termasuk generasi manakah anda? 







Diubah oleh sehau76
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Masuk untuk memberikan balasan
the-lounge
The Lounge
56.8K Anggota • 914.3K Threads
Halaman 1 dari 4
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 10:47
sumber2 lain baby boomer itu batasnya 1964 emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
pecintafemdom dan sehau76 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 10:51
njirr ane termasuk generasi Yemoticon-Wakaka
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:07
seandainya tiba2 teknologi lenyap dari muka bumi, apakah gen alpha akan kelojotoan tidak bisa bertahan hidup?
profile-picture
profile-picture
sehau76 dan MemoryExpress memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:10
X

Ane malah liat nya ke sininya generasi makin berani. Mana bisa ane jadi youtuber cari follower, uda aki2 begini.
profile-picture
profile-picture
harsontol dan sehau76 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:25
gen Z itu lebih gara2 kena sosmed sebelum umurnya sih makanya rentan
pernah coba cari2 gejala penyakit di internet?

coba ketik "sering pusing kena penyakit apa?"
hasil yg muncul "Anda kena kanker"

Jadi kadang hal sepele, tapi ada internet jadinya overlebay

lahiran tahun 2016-sekarang - Generasi Coronial gan
Generasi yang ga bisa main di sekolah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
leynardogc dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:32
gw masuk gen y gan.
yg z ma alpha emang kebanyakan maunya hidup enak tp sedikit usaha, mangkanya ga ulet dikit2 stress.
pelampiasannya yg negatif pulak.





emoticon-Cape d...
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:36
itu tandanya kurang hiling-hiling dan self reward bosquhh.. emoticon-Mewek
work hard play hard lahhh _____ emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
YohanChan~ dan sehau76 memberi reputasi
2 0
2
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:47
ane Generasi Biru gan ( slank ) haha...

Dimana materi ga terlalu di libat kan dalam urusan pansos...

mau terkenal di sekolah.. jadi lah centeng... brantem, mukulin kakak kelas dan adik kelas... wkaka.

mau terkenal di musik lu harus jago main musik... generasi biru banyak melahirkan musisi2 terkenal slank, dewa, boomerang, jambrud ect...

generasi Z mau pansos cukup di medsos... potong urat malu lu dan tanpa perjuangan.. terkenal deh....

Boomerang - Generasiku (Original)



Diubah oleh reyhancl
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan sehau76 memberi reputasi
2 0
2
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:48
Gen Y aka millenial emoticon-Embarrassment
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:51
Hmm lahir sebelum masehi masuknya generasi apa ya gan ?
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:57
Gen X

emoticon-Ngacir
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:58
generasi biru slank bor
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 11:58
saya gen porn emoticon-Hammer2
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 12:07
sudah lembek,bertulang lunak pula..
emoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
sehau76 dan rubah007 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 12:11
Berarti ane generasi millenial, panji manusia millenium hehe..
Memang betul sih mental orang jaman dulu kuat2. Gimana tidak, kondisi perang, pengangguran, kelaparan, kesusahan tiap hari pasti ada yang mati...
Makin ke sini mental makin ke sana. Karena semakin maju teknologi yang memudahkan manusia membuat orang merasa mudah dan dimanja.
Jika generasi Z sudah lembek bagaimana dengan generasi Alpha dst...
Generasinya anak dan cucu kita...
Apakah akan terjadi reset peradaban. Terjadi peperangan dst...

Mulai dari 0 ya
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
Diubah oleh ytbjts
profile-picture
profile-picture
pecintafemdom dan sehau76 memberi reputasi
2 0
2
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 12:25
Generasi Z (zonk) emoticon-Ngakak
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 12:44
Ane masuk milenial kl gituemoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
wen12691 dan sehau76 memberi reputasi
2 0
2
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 12:50
1928-1945 = Silent Generation

kenapa generasi ini namanya silent apa karena sudah usia kakek-nenek bahkan sudah meninggal ? emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
heehaw dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 12:53
Di dunia kerja juga kelihatan begitu kok generasi Z tuh benar-benar work life balance banget, kalau kebanyakan lembur yang diungkit dikit-dikit kesehatan mental.
profile-picture
profile-picture
pecintafemdom dan sehau76 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek?
06-10-2022 12:55
Benarkah Generasi Z Bermental Lembek? emoticon-Traveller
profile-picture
sehau76 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia