News
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
47
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6338d5304cafbc5fb60f159f/127-orang-tewas-dalam-kerusuhan-di-stadion-kanjuruhan-malang
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang (Foto: detikJatim) Sebanyak 127 orang menjadi korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Korban yang tewas itu terdiri dari suporter Arema FC dan anggota polisi. "Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta kepada wartawan di Polres Malang, seperti dilansir dari detikJatim, Minggu
Lapor Hansip
02-10-2022 07:02

127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang (Foto: detikJatim)


Sebanyak 127 orang menjadi korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Korban yang tewas itu terdiri dari suporter Arema FC dan anggota polisi.

"Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta kepada wartawan di Polres Malang, seperti dilansir dari detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Nico mengatakan yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang. Sementara korban yang lain meninggal di rumah sakit pada saat proses pertolongan.

Kericuhan sendiri bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.


https://news.detik.com/berita/d-6323...juruhan-malang


profile-picture
profile-picture
profile-picture
dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Masuk untuk memberikan balasan
berita-dan-politik
Berita dan Politik
26.3K Anggota • 645.2K Threads
Halaman 1 dari 2
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:04

Korban Tewas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang 127 Orang

Korban Tewas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang 127 Orang



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Aparat lepaskan gas air mata ke arah suporter (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)


Jumlah korban tewas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang berjumlah 127 orang. Korban tewas terdiri dari suporter Arema FC dan anggota polisi.

"Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta kepada wartawan di Polres Malang, Minggu (2/10/2022).

Nico mengatakan yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang. Sementara korban yang lain meninggal di rumah sakit pada saat proses pertolongan.

Kericuhan sendiri bermula saat para suporter menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata. Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.


https://www.detik.com/jatim/sepakbola/d-6323802/korban-tewas-kerusuhan-di-stadion-kanjuruhan-malang-127-orang
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan sheff memberi reputasi
2 0
2
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:06

Tewaskan 127 Orang, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Juga Lukai 180 Korban

Tewaskan 127 Orang, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Juga Lukai 180 Korban



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Evakuasi korban Stadion Kanjuruhan Malang (Foto: detikJatim)


Sebanyak 127 orang meninggal dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sedangkan ratusan lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit.

"Kemudian masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan dan pengecekan terkait dengan upaya-upaya penyembuhan kepada yang sedang dirawat," kata Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta di Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022).

Sebelumnya, jumlah korban tewas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang berjumlah 127 orang. Korban tewas terdiri dari suporter Arema FC dan anggota polisi.

"Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ujar Nico.

Nico mengatakan yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang. Sementara korban yang lain meninggal di rumah sakit pada saat proses pertolongan.

"Yang meninggal di dalam stadion ada 34 kemudian yang lain-lain di rumah sakit pada saat proses penolongan," tandas Nico.


https://www.detik.com/jatim/sepakbola/d-6323807/tewaskan-127-orang-kerusuhan-stadion-kanjuruhan-juga-lukai-180-korban
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan sheff memberi reputasi
2 0
2
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:07

13 Mobil Rusak-Terbakar Imbas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

13 Mobil Rusak-Terbakar Imbas Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Mobil yang terbakar (Foto: detikJatim)


Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang juga berimbas pada rusaknya 13 mobil. Belasan mobil tersebut terdiri dari mobil polisi dan mobil pribadi.

"13 mobil yang rusak," ujar Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta kepada wartawan di Polres Malang, Minggu (2/0/2022).

Nico menjelaskan dari 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya adalah mobil dinas milik polri seperti mobil patroli, truk Brimob, patwal, K9. Sementara sisanya adalah mobil pribadi.

Namun Nico tidak merinci berapa jumlah mobil polisi dan berapa jumlah mobil pribadi yang rusak.

dari pengamatan detikJatim, mobil yang rusak kondisinya dalam keadaan terguling. Sebagian lagi dalam keadaan terbakar. Setidaknya ada tiga mobil yang terlihat terbakar.

Tiga mobil itu adalah dua sedan yang terbakar habis, sementara 1 mobil lagi adalah truk Brimob yang tidak terbakar seluruhnya.



https://www.detik.com/jatim/sepakbola/d-6323809/13-mobil-rusak-terbakar-imbas-kerusuhan-di-stadion-kanjuruhan-malang
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan sheff memberi reputasi
2 0
2
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:10

Arema FC Dikalahkan Persebaya, Suporter Ngamuk

Arema FC Dikalahkan Persebaya, Suporter Ngamuk



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Para suporter Arema masuk ke lapangan usai kalah dari Persebaya (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)


Arema FC tumbang 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2023. Selepas laga, suporter dari tim tuan rumah bikin kerusuhan di stadion.

Laga Arema FC dan Persebaya digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Hasilnya Singo Edan ditumbangkan Bajul Ijo 2-3.

Persebaya lebih dulu memimpin 2-0 lewat Silvio Junior dan Leo Lelis. Arema FC mampu menyamakan skor menjadi 2-2 jelang turun minum lewat brace Abel Camara.

Arema FC di babak kedua gagal mempertahankan momentum permainan sipnya. Singo Edan kebobolan lagi lewat Sho Yamamoto, yang membuat Persebaya pulang dengan tiga poin.

127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Dua mobil di dalam Stadion Kanjuruhan dirusak suporter Arema Foto: detikJatim

Tak terima dengan hasil buruk, suporter Arema FC ngamuk selepas laga. Penonton masuk ke dalam lapangan dan merusak mobil polisi dan membakar benda-benda yang ada di stadion menurut pantauan detikJatim, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Melihat hal ini, aparat gabungan dari Polri dan TNI memukul mundur dan mengejar suporter yang bertindak anarkis. Tembakan gas air mata pun dilepaskan untuk menghalau dan membubarkan suporter Arema.

Tembakan itu rupanya tak membuat massa suporter mundur. Justru mereka semakin beringas dan membuat kekacauan di dalam lapangan.

Aparat juga berhasil mengamankan pemain masuk ke ruang ganti. Namun, Persebaya selaku tim tamu harus tertahan lebih lama di stadion.


https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/d-6323757/arema-fc-dikalahkan-persebaya-suporter-ngamuk
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan sheff memberi reputasi
2 0
2
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:12

Kapolda Jatim: 127 Orang Meninggal Akibat Ricuh Laga Arema FC vs Persebaya

Kapolda Jatim: 127 Orang Meninggal Akibat Ricuh Laga Arema FC vs Persebaya



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. ANTARA/Ari Bowo Sucipto


Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Jumlah korban meninggal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu. "Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata dia.

Nico menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

"Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," tambahnya.

Sesungguhnya, lanjutnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya.

Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

"Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang menanggung Kabupaten Malang," kata Sanusi.

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1 Oktober). Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.


https://bola.tempo.co/read/1640642/kapolda-jatim-127-orang-meninggal-akibat-ricuh-laga-arema-fc-vs-persebaya
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan sheff memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:14

127 Orang Meninggal di Stadion Kanjuruhan Malang, Kapolda: 2 Antaranya Anggota Polri

127 Orang Meninggal di Stadion Kanjuruhan Malang, Kapolda: 2 di Antaranya Anggota Polri



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan dari 127 orang yang meninggal tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata Nico.

Nico menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

"Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," tambahnya.

Sesungguhnya, kata Nico, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya.

Menanggapi peristiwa ini, Bupati Malang M. Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

"Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang menanggung Kabupaten Malang," kata Sanusi.

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 1 Oktober 2022. Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.


https://nasional.tempo.co/read/1640644/127-orang-meninggal-di-stadion-kanjuruhan-malang-kapolda-2-di-antaranya-anggota-polri
profile-picture
sheff memberi reputasi
1 0
1
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:16

Kapolda Jatim: 127 Orang Meninggal Akibat Ricuh Laga Arema FC vs Persebaya

Kapolda Jatim: 127 Orang Meninggal Akibat Ricuh Laga Arema FC vs Persebaya



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. ANTARA/Ari Bowo Sucipto


Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Jumlah korban meninggal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu. "Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata dia.

Nico menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

"Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," tambahnya.

Sesungguhnya, lanjutnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya.

Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

"Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang menanggung Kabupaten Malang," kata Sanusi.

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1 Oktober). Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.


https://bola.tempo.co/read/1640642/kapolda-jatim-127-orang-meninggal-akibat-ricuh-laga-arema-fc-vs-persebaya
profile-picture
sheff memberi reputasi
1 0
1
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:19
Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Ramai Beritakan Rusuh Aremania



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/tom.


Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang usai pertandingan Arema FC menjamu Persebaya Surabaya hingga menewaskan ratusan orang menjadi sorotan sejumlah media asing, khususnya di Inggris.

Sejatinya, sejak awal pertandingan Arema FC vs Persebaya berjalan kondusif, tak ada tanda-tanda bakal terjadi kerusuhan. Di mana suporter Persebaya juga sudah jauh hari dilarang ikut nonton langsung ke Kanjuruhan. Sehingga, hampir sebagian besar pendukung adalah suporter Arema yang biasa disebut Aremania.

Namun, saat laga berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya, ribuan suporter yang kecewa merangsek masuk ke dalam lapangan. Hingga terjadilah tragedi paling memilukan di dunia sepakbola Indonesia, bahkan bisa jadi paling kelam dalam sejarah sepakbola di dunia!

Media ternama Inggris, Daily Ekspress misalnya, dalam tulisanya media itu menulis judul 100 suporter tewas. Di mana sumber pemberitaannya berasal dari media sosial.

Lalu Daily Star juga menulis hal yang sama, di mana berdasarkan sumber kepolisian korban tewas mencapai 127 orang.

Hal sama juga dimuat oleh laman Mirror, media itu memuat judul: 127 football fans killed in mass riot involving tear gas as league suspended.

127 Orang Tewas

127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Dua mobil polisi jadi sasaran Aremania pasca kekalahan tim Singo Edan atas lawannya Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang. [Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia]

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Minggu (2/10/2022) dini hari. Dari 127 orang meninggal dunia, dua di antaranya adalah anggota polisi.

Kapolda Nico menjelaskan, dari ratusan korban tewas itu, 34 di antaranya meninggal di Stadion Kanjuruhan. Sementara lainnya meninggal dunia saat berada di sejumlah rumah sakit di Malang.

Namun demikian, angka 127 orang bisa jadi bertambah, sebab masih ada 180 orang lebih yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Namun semoga saja, tak ada lagi korban jiwa bertambah.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

"Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," kata Kapolda sebagaimana dilansir Antara.

Sesungguhnya, lanjutnya, pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," katanya.

Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

"Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang menanggung Kabupaten Malang," kata Sanusi.

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10). Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.


https://www.suara.com/news/2022/10/02/064414/tragedi-stadion-kanjuruhan-malang-jadi-sorotan-dunia-media-asing-ramai-beritakan-rusuh-aremania
profile-picture
sheff memberi reputasi
1 0
1
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:22
RATUSAN TEWAS DI KANJURUHAN, Kapolda Jatim Bicara Soal Tembakan Gas Air Mata ke Aremania, Sebut Biang Kerusuhan Kekalahan Arema dari Persebaya



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Arema FC - Kerusuhan Kanjuruhan. Tercatat 127 orang meninggal dunia seusai pertandingan Arema FC kontra Persebaya yang berujung pada kerusuhan massal. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Kanjuruhan menjadi arena yang sangat mengerikan pada Sabtu (1/10/2022).

Tercatat 127 orang meninggal dunia seusai pertandingan Arema FC kontra Persebaya yang berujung pada kerusuhan massal.

Polisi langsung mengeluarkan pernyataan jika biang dari kerusuhan lantaran Arema FC kalah yang memantik rasa kekecewaan di tengah suporter Aremania.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta kemudian menyebut, jika motif suporter masuk stadion untuk mencari pemain dan official Arema FC.

"Mereka (suporter) bermaksud menanyakan ke pemain dan official kenapa sampai kalah (melawan Persebaya)," tuturnya.

Apalagi Arema kata Nico tidak pernah menang atas Persebaya dalam beberapa tahun terakhir.

"Apalagi ini sebelumnya Arema FC tidak pernah kalah di kandang sendiri melawan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir," ujar Nico saat gelar rilis di Polres Malang, Minggu (2/3/2022) dini hari.

Nico kemudian menjelakan jika kericuhan diduga dipicu rasa kekecewaan Aremania atas kekalahan Arema FC melawan Persebaya dengan skor 2-3.

Dia melihat, selama pertandingan tidak ada masalah yang terjadi di lapangan. Namun begitu hasil akhir yang sangat mengecewakan, mereka merangsek masuk lapangan.

"Selama pertandingan (Arema vs Persebaya) tidak ada masalah. Masalah terjadi ketika usai pertandingan. Penonton kecewa melihat tim Arema FC kalah," kata Nico.

Sudah bekerja baik

Nico lantas menjelaskan jika anak buahnya sudah bekerja secara baik dalam melakukan pengamanan pertandingan.

Upaya-upaya pencegahan sudah dilakukan, termasuk mengalihkan suporter tidak masuk ke lapangan.

Satu di antara yang dilakukan untuk menahan suporter tidak masuk lapangan adalah dengan menembakkan gas air mata.

"Upaya-upaya pencegahan (suporter masuk lapangan) dilakukan hingga akhirnya dilakukan pelepasan gas air mata," kata Nico.

Tembakan gas air mata juga dilakukan karena melihat situasi sudah tidak terkendali.

"Karena sudah tragis (tidak terkendali) dan sudah mulai menyerang petugas dan merusak mobil," papar Nico.

Dia melihat, saat terjadi penumpukan suporter menuju pintu keluar, kemudian memicu berdesakan.

Dan akhirnya, tragedi maut dengan menewaskan ratusan orang terjadi.

"Suporter keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu 10 atau pintu 12," kata Nico.

"Di saat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kekurangan oksigen."

"Tim gabungan sudah melakukan upaya penolongan dan evakuasi ke rumah sakit," kata Nico.


https://tasikmalaya.suara.com/read/2022/10/02/070721/ratusan-tewas-di-kanjuruhan-kapolda-jatim-bicara-soal-tembakan-gas-air-mata-ke-aremania-sebut-biang-kerusuhan-kekalahan-arema-dari-persebaya
profile-picture
sheff memberi reputasi
1 0
1
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:24

Kronologi Kerusuhan Usai Arema vs Persebaya yang Tewaskan 127 Orang

Kronologi Kerusuhan Usai Arema vs Persebaya yang Tewaskan 127 Orang



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Kerusuhan di Arema vs Persebaya memakan 127 korban jiwa. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)


Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya menewaskan 127 orang, Sabtu (1/10). Berikut kronologi tragedi di Kanjuruhan versi polisi.

Laga Arema vs Persebaya yang dimulai pukul 20:00 berlangsung sengit. Akan tetapi tuan rumah tidak beruntung karena kalah 2-3 dari Persebaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan semula pertandingan Arema vs Persebaya berlangsung lancar.

Namun setelah pertandingan berakhir sejumlah pendukung Arema merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain.

Semakin lama kekecewaan suporter makin kuat dan kemarahan tidak terkendali, karena disertai dengan lemparan benda-benda ke lapangan.

Guna meredakan kemarahan suporter polisi melepaskan tembakan gas air mata ke arah suporter.

Dari tembakan air mata itu suporter yang mencoba menghindar kian tidak terkendali, sehingga harus mengorbankan penonton lain dengan menginjak-injak guna menyelamatkan diri.

Banyak dari penonton yang mengalami sesak napas akibat asap gas air mata. Cuitan netizen juga menyebutkan orangtua kehilangan balita lantaran situasi panik yang tidak terkendali akibat tembakan gas air mata polisi.

Kerusuhan yang terjadi di lapangan Kanjuruhan mengakibatkan dua kendaraan polisi dirusak, salah satunya dibakar. Penonton juga dilaporkan membakar fasilitas lain di stadion.

Tidak saja terjadi di dalam, kerusuhan juga berimbas ke luar stadion. Total delapan kendaraan polisi dirusak. Para pemain Persebaya sempat tertahan hingga satu jam di kendaraan taktis milik polisi. Mobil rantis yang ditumpangi Persebaya juga dilempari suporter Arema.

Sekitar pukul 03:00, Minggu (2/10), Polda Jawa Timur menggelar konferensi pers terjadi tragedi di Kanjuruhan. Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal, dua di antaranya polisi.

Akibat kejadian itu PSSI mengancam Arema FC dengan hukuman dilarang menjadi tuan rumah hingga sisa kompetisi Liga 1 2022/2023.


https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20221002054749-142-855190/kronologi-kerusuhan-usai-arema-vs-persebaya-yang-tewaskan-127-orang
0 0
0
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:25
tragisnya nonton sepak bola sampai berakhir tewas
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:27
Dua Polisi Tewas, 10 Kendaraan Polisi Rusak saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Situasi di Kanjuruhan usai kericuhan (Foto MPI)


Kepolisian juga menjadi korban dalam kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Total ada dua orang anggota kepolisian yang dilaporkan meninggal dunia dari 127 korban tewas yang mayoritas Aremania.

"Telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ucap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Khofifah Indar Parawansa, saat konferensi pers di Mapolres Malang, pada Minggu dini hari (2/10/2022).

"Ada 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya mobil dinas milik Polri antara lain mobil patroli, mobil truk Brimob, mobil patwal, mobil Brimob, mobil K9 dan juga ada mobil pribadi," terang dia.

Menurutnya, banyaknya korban jiwa dikarenakan mereka berdesak-desakan saat mencari jalan keluar stadion. Hal ini disebabkan adanya semprotan gas air mata ke tribun agar menghalau massa yang kian beringas.

"Turunnya suporter membahayakan pemain, sudah diingatkan, sampai dilakukan perlawanan dan pemukulan kepada anggota. Kami juga harus dalami, suporter yang tidak puas itu sangat beringas. Keluarnya gas air mata itu diawali dengan peringatan," tegasnya.
Selain korban jiwa dari dua anggota kepolisian, 13 kendaraan dilaporkan rusak, 10 di antaranya mobil dinas milik polisi, serta tiga di antaranya mobil pribadi.


https://nasional.okezone.com/read/2022/10/02/337/2678966/dua-polisi-tewas-10-kendaraan-polisi-rusak-saat-kerusuhan-di-stadion-kanjuruhan-malang
profile-picture
bukan.bomat memberi reputasi
1 0
1
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:30
Kronologi Jatuhnya 127 Korban Jiwa di Kanjuruhan, Dimulai dari Penonton Memaksa Masuk Lapangan



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Aremania ngamuk di Kanjuruhan (Foto MPI)


Banyaknya korban jiwa di kerusuhan pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya disebut karena efek berdesakan mencari pintu keluar. Hal ini terjadi saat meletupnya kerusuhan seusai dan lontaran gas air mata untuk menghalau ribuan Aremania yang merangsak dan menyerang pemain.

"Para penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari para pemain untuk menanyakan kenapa sampai kalah, atau melampiaskan. Oleh karena itu pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan, dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan," ucap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta saat berada di Mapolres Malang, pada Minggu dini hari (2/10/2022).

Nico menyebutkan, saat mencoba dialihkan dengan himbauan dengan cara persuasif. Tapi cara itu tak berhasil, massa kian beringas menyerang dan merusak mobil kepolisian.

"Upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata, karena sudah merusak mobil (polisi) dan akhirnya gas air mata disemprotkan," tuturnya kembali.

Dari sanalah akhirnya dari ribuan Aremania yang masih berada di tribun panik dan mencari pintu keluar. Puncaknya ketika mereka berebut untuk menuju pintu 10 dan 12 sehingga terjadi penumpukan dan terjadi tragedi ratusan orang meninggal dunia tersebut.

"Dari 40.000 penonton yang hadir, kurang lebih tidak semuanya anarkis tidak semuanya kecewa, hanya sebagian yaitu sekitar 3 ribuan yang masuk turun ke tengah lapangan. Sedangkan yang lainnya tetap mereka yang di atas," kata dia.

Akibatnya ada 127 orang tewas, 34 di antaranya meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan sebelum sempat dievakuasi ke rumah sakit. Sedangkan 94 orang lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Saat ini total ada 180 orang yang tengah dirawat di sejumlah rumah sakit mulai dari RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, dan beberapa rumah sakit di Kota Malang.

"Masih ada 180 orang yang masih dalam proses perawatan. Tadi beliau (Bupati Malang) melakukan pengecekan langsung oleh kami, dan terkait dengan upaya-upaya penyembuhan pada yang sedang dirawat," tukasnya.


https://nasional.okezone.com/read/2022/10/02/337/2678959/kronologi-jatuhnya-127-korban-jiwa-di-kanjuruhan-dimulai-dari-penonton-memaksa-masuk-lapangan?page=2
profile-picture
bukan.bomat memberi reputasi
1 0
1
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:31

Tragedi Laga Arema Vs Persebaya, 127 Orang Meninggal Dunia!

Tragedi Laga Arema Vs Persebaya, 127 Orang Meninggal Dunia!



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Sejumlah Penonton Pingsan Akibat Gas Air Mata yang Ditembakkan Aparat Saat Pertandingan Antara Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). (Antara)


Ratusan orang meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

“Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022).

Nico menjelaskan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

“Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan,” tambahnya.

Nico menyebut pertandingan di Stadion Kanjuruhan tersebut berjalan dengan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa dan beberapa di antara mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.

Menurutnya, penembakan gas air mata tersebut dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

“Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen,” katanya.

Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter yang saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

“Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang menanggung Kabupaten Malang,” kata Sanusi.

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10/2022). Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.


https://www.inilah.com/tragedi-laga-arema-vs-persebaya-127-orang-meninggal-dunia
0 0
0
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:33

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta: 3.000 Suporter Menyerbu ke Lapangan Kanjuruhan

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta: 3.000 Suporter Menyerbu ke Lapangan Kanjuruhan



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Kepala Polisi Daerah Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta saat meberikan keterangan pers, Minggu (2/10/2022). (Foto:antara)


Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, dari sekitar 40 ribu penonton yang hadir, diperkirakan sekitar 3.000 suporter yang menyerbu dan lari ke lapangan, sementara lainnya tetap berada di tribun. Mereka disebut ingin mencari official Arema untuk menyampaikan kekecewaan karena tim kesayangannya kalah.

“Kami ingin sampaikan bahwa dari 40 ribu penonton yang hadir kurang lebih, tidak semua anarkis, tidak semua kecewa. Sekitar 3000-an yang masuk turun ke lapangan. Sementara yang lain masih tetap di atas,” kata Nico Afinta dalam konferensi pers di Polres Malang, Minggu pagi (2/10/2022).

Hal tersebut bukan tanpa sebab. Para suporter disebut kecewa usai tim kesayangannya kalah di kandang sendiri. “(Masuk ke lapangan) untuk menanyakan atau melampiaskan. Pengamanan melakukan upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan dan mengejar para pemain,” terang dia.

Pihak kepolisian kemudian melakukan upaya pencegahan agar para suporter tak semakin banyak yang masuk ke lapangan. Namun gelombang suporter tak terbendung.

Upaya lain pun kemudian dilakukan oleh pihak kepolisian. Salah satunya menembakkan gas air mata untuk mencegah tindakan anarkis suporter.

“Karena sudah mulai anarkis sudah menyerang petugas dan merusak mobil dan akhirnya karena gas air mata mereka keluar ke satu titik di pintu keluar. Yaitu kalau enggak salah di pintu 10 ya. Kemudian terjadi penumpukan,” kata Nico.

“Dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak napas, kurang oksigen, yang oleh tim medis dilakukan upaya pertolongan yang ada di dalam stadion dan dievakuasi ke beberapa rumah sakit,” beber dia.

Akibat peristiwa tersebut 127 orang dinyatakan tewas. Dua di antaranya merupakan petugas kepolisian. Sementara 180 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. 13 mobil juga dilaporkan rusak, 10 di antaranya mobil dinas kepolisian.


https://www.inilah.com/kapolda-jatim-irjen-pol-nico-afinta-sekitar-3-000-suporter-menyerbu-ke-lapangan-kanjuruhan
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan sheff memberi reputasi
2 0
2
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:37
Bangshatt berita di copas berulang2 pusing bacanya, isi nya ga jauh beda
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan sheff memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:46
Polisinya tidak menyesuaikan dengan jumlah supportenya emoticon-Turut Berduka
profile-picture
sheff memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:48
Fanatisme yg ga selaras dengan kecerdasan

Nyawa ilang sia2.. Klub nya di sanksi.. Hasil pertandingan tetap kalah..
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan sheff memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:48
cok pusing baca trit ini
oke gue tinggal ngarit sek cok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukan.bomat dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
02-10-2022 07:49

Penyebab 127 Tewas di Kanjuruhan, Ini Efek Fatal Kurang Oksigen

Penyebab 127 Tewas di Kanjuruhan, Ini Efek Fatal Kurang Oksigen



127 Orang Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang
Foto: Aparat lepaskan gas air mata ke arah suporter (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)


Sebanyak 127 orang tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Dilaporkan 180 orang masih dalam perawatan di rumah sakit.

Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Nico Afinta mengungkap penyebab para korban meninggal dunia adalah kekurangan oksigen akibat penumpukkan massa.

"Terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas kekurangan oksigen," kata Nico saat memberikan keterangan di Mapolres Malang, dikutip dari detikJatim, Minggu (2/10/2022).

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, kekurangan oksigen akan menyebabkan hipoksemia. Kondisi ini membuat penurunan kadar oksigen dalam darah yang menyebabkan sakit kepala, kesulitan bernapas, sampai kulit mengalami kebiruan. Tergantung pada tingkat keparahan dan durasi, hipoksemia dapat menyebabkan gejala ringan sampai menyebabkan kematian.

Ada beberapa respons yang akan dialami tubuh saat kekurangan oksigen, yakni:

30-180 detik: tubuh mulai kehilangan kesadaran
1 menit: sel-sel otak mulai mati
3 menit: neuron akan mengalami kerusakan yang lebih luas dan kerusakan otak parah akan terjadi
10 menit: meski tetap hidup, kerusakan otak jangka panjang tak bisa dihindari
15 menit: kelangsungan hidup menjadi hampir mustahil
Sebagian besar kasus kekurangan oksigen memiliki penyebab langsung dan jelas. Seseorang berisiko kekurangan oksigen dalam beberapa keadaan, termasuk:

Henti jantung atau henti pernapasan karena kecelakaan, stroke, dan peristiwa serupa
Tenggelam
Tersedak
Artimia jantung
Terlalu banyak menghirup karbon dioksida
Tekanan darah sangat rendah
Keracunan, termasuk overdosis obat
Cedera terkait kelahiran pada bayi baru lahir


https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6323841/penyebab-127-tewas-di-kanjuruhan-ini-efek-fatal-kurang-oksigen
profile-picture
profile-picture
daddydaddydoo dan sheff memberi reputasi
1 1
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia