Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
10
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6334a11c1d60240a5d52b5c0/misteri-bekas-kuburan-tentara-jepang-part-3
Beberapa buah pedang, masih dalam sarungnya. Mereka mengamatinya dengan seksama kemudian bertatapan mata hampir bersamaan. Ayo mari kita memeriksanya,”pinta Tonny seraya tangannya mulai memegang sebuah pedang, matanya menatap dalam-dalam tulisan yang tertera pada sarungnya. Aksara Jepang! “ucap Bartom yang juga melihatnya dari dekat. Tonny mencoba mencabut pedang dari sarungnya. “astaga, ped
Lapor Hansip
29-09-2022 02:31

Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3

icon-verified-thread


Quote:Beberapa buah pedang, masih dalam sarungnya. Mereka mengamatinya dengan seksama kemudian bertatapan mata hampir bersamaan. Ayo mari kita memeriksanya,”pinta Tonny seraya tangannya mulai memegang sebuah pedang, matanya menatap dalam-dalam tulisan yang tertera pada sarungnya. Aksara Jepang! “ucap Bartom yang juga melihatnya dari dekat. Tonny mencoba mencabut pedang dari sarungnya. “astaga, pedang emas, “ucapnya pelan. Sekali lagi mereka saling bertatapan mata.


Sisi kiri dan kanan pedang bertuliskan aksara jepang dan ditambahkan pula ornamen atau ukiran khas negeri sakura. Tonny makin penasaran, lantas dikeluarkannya satu persatu pedang dalam brankas besi itu, ia menyuruh Bortom meletakkannya di lantai. Semuanya berjumlah lima buah pedang. Kali ini Bartom giliran memeriksa pedang itu. Matanya melotot pada kotak berbentuk saku yang menempel pada sarung pedang. Ia memasukan jemarinya, ibu jari dan telunjuk. Ia seperti meraba sesuatu di dalam saku ini, ditariknya keluar. Selembar kertas usang bertuliskan aksara Jepang. Mereka makin penasaran.

Tonny menyalakan lampu dapur. Pedang itu berwarna kuning keemasan. Pada tangkai pedang seperti nyala kilauan berwarna hijau seukuran mata manusia. Kita ambil gambarnya dan dikirim sama ponakanku di Jogja, siapa tahu ia bisa membantu mengungkap misteri penemuan ini.

Mat, pagi Jalil, maaf kalau paman mengganggu. 

Oh, tidak paman,”sambung Jalil.

Kampusku nggak ada kuliahan hari ini, setiap hari Sabtu kami libur paman!

Gini Jalil, setelah paman memeriksa temuan isi brankas kemarin, paman mendapati sembilan buah pedang, berwarna keemasaan dan bertuliskan aksara Jepang baik disarung maupun pada pedangnya. Coba kamu lihat sendiri, paman sudah kirim gambarnya tadi,"kata Tonny penuh harapan. Baik paman aku sudah menyimpan hasil gambar tadi. Berikan waktu sebentar, nanti kukabari kalau sudah ada hasilnya.

Tonny dan bartom memasukkan kembali benda-benda itu kedalam brankas, menutupnya kemudian mereka bergegas menuju ruang tamu. Ngopi, merokok, sambil menunggu hasil penelitian ponakannya itu. Tidak ada yang bersuara. Mereka melamun dengan khayalan dan imajinasi masing-masing. Tak seberapa lama tiba-tiba ponsel Tonny berdering. Tonny memencet tombol speaker agar keduanya mendengar percakapan bersama-sama.

Hallo selamat siang ...

Mat siang paman.


Picture 1

gambar : Pixabay.com (diedit)

Untuk meneliti gambar tadi, aku melibatkan tiga orang teman serta dua orang dosen senior di kampus. Dua orang teman sejurusanku Antropologi, dan seorang teman jurusan pertambangan. Sedangkan dua dosen tadi masing-masing jurusan pertambangan dan geologi.

Hasil penelitian kami menyimpulkan hipotesis (teori sementara) bahwa kesembilan pedang itu terbuat dari emas dan tangkainya yang berwarna hijau mengkilau adalah batu giok asli alam.

Nah untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, kami berlima akan datang ke rumah paman besok untuk melihat secara langsung benda-benda tersebut.

Terima kasih banyak Lil... paman akan menjemput kalian besok.

Kalian naik bus atau kerata? Tanya Tonny.

Kereta sore! Sampai jumpa besok paman,”Jalil mengakhiri percakapan.

Tonny dan Bartom kembali membisu. Hanya asap rokok mereka yang membelai udara secara bergantian.

Besok jam 4 sore kamu sudah tiba di rumahku. Kita jemput keponakanku dan rombongannya,”ujar Tonny. Bartom hanya menggangguk. Semenjak penemuan langka ini, Bartom yang suka bercanda itu lebih banyak membisu dan melamun. Berbeda degan Tonny yang raut wajahnya sangat optimis dan yakin bahwa penemuan ini kelak akan membawa rezeki dan berkah bagi kehidupan keluarga mereka.



Bersambung ...

Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang Part.4
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
24.1K Anggota • 29.2K Threads
Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3
29-09-2022 05:50
Kasihan... hubungi Dubes Jepang.
profile-picture
aneskafiar memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3
29-09-2022 09:24
doakan yg baik2 untuk pahlawan2 yg sudah berpulang. Doakan para pendahulu/leluhur yg telah tiada, yg telah berperang di jaman dulu.

thanks postnya gan. Semoga baik2 aja.
profile-picture
aneskafiar memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3
30-09-2022 19:58
Jejak
profile-picture
aneskafiar memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3
03-10-2022 14:23
Hantunya suka ikeh²Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3
profile-picture
aneskafiar memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3
10-10-2022 03:28

Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 4

“Dua gelas kopi hitam!”

Tonny memesan kopi pada pemilik warung. Tonny dan Bartom datang lebih awal dari waktu yang direncanakan. Rencananya mereka tiba di stasiun kereta api jam empat sore, namun mereka telah tiba pada pukul tiga sore. Demi mengisi kelebihan waktu yang ada, mereka ngopi di salah satu warung dekat stasiun rel kereta api. Mereka menanti kereta sore yang akan membawa Jalil dan rombongannya. Rencananya kereta akan tiba pukul empat sore ini.
Bartom masih melamun. Tonny melihat layar ponselnya. Pukul tiga lewat empat puluh menit.
“Dua puluh menit lagi kereta sudah tiba,”kata Tonny. Bartom beranjak dari kursinya, menuju penjaga warung. Ada soto Bu? Ada Pak!
Minta dua bu. Soto ayam apa soto daging? Soto daging aja bu. Mereka menyantap soto daging sembari menunggu kedatangan kereta.

Akhirnya kereta yang ditunggu-tunggu tiba. Tonny dan Bartom menuju ruang tunggu. Tak sebarapa lama tampak Jalil dan rekan-rekannya turun dari kereta dan berjalan menuju ruang tunggu. Tonny melambaikan tangannya, Jalili dan rombongannya menuju ke arah Tonny dan Bartom.

Setelah salam-salaman dan memperkenalkan diri, Jalil menyuruh pamannya mengantar mereka mencari penginapan. Rombongan tim ini beranggotakan lima orang, Pak Robert, Dosen Geologi, Pak Windy, Dosen Pertambangan, Jalil beserta kedua temannya, Amsal dan Joko. Mereka menempati salah satu hotel berbintang di kota ini. Mereka lantas bercakap-cakap di kamar hotel. Mereka memutuskan akan berkunjung ke rumah Tonny esok pagi untuk melihat secara langsung penemuan benda misterius itu.


Sebuah mobil sedan memasuki halaman rumah Tonny. Tonny dan Bartom menyambut Jalil dan rombongannya dengan sangat antusias. Mereka duduk di teras rumah Tonny. Tunggu sebentar, Jalil, Paman keluarkan barang dari gudang,”ujar Tonny bersemangat. Tonny dan Bartom mengeluarkan sebuah brankas besi dari dalam gudang lalu meletakannya di ruang tamu. Jalil dan rombongannya dipersilahkan masuk. Tonny mengeluarkan satu persatu benda-benda tersebut. Sembilan buah pedang bertuliskan aksara Jepang, masih di dalam sarungnya. Pak Robert, seorang Dosen senior mengeluarkan laptop dan membuka data yang diperlukan. Sementara Jalil fokus mengambil gambar dalam proses penelitian ini. Pak Windy, seorang dosen pertambangan, mengeluarkan sebuah pedang dari sarungnya. Ia memerintahkan anak buahnya meneteskan sejenis cairan kimia pada pedang tersebut. Hampir satu jam penelitian ini berlangsung. Tonny dan Bartom hanya berdiam diri sambil mengamati proses penelitian ini.


Penelitian telah selesai. Pak Windy menyuruh Tonny dan Bartom menyimpan brankas ke dalam gudang. Mereka duduk di ruang tamu sembari mencicipi makanan ringan yang dijamu isteri Tonny. Saya akan memberitahukan perihal hasil penelitian kami,”ujar Pak Windy. Tonny dan Bartom Menghela napas dalam-dalam. Tentu mereka sangat mengharapkan hasil yang selama ini dinanti-nantikan.

Dari hasil penelitian kami berlima, kami telah mendapatkan hasil yang pasti dan sangat akurat,”kata Pak windy dengan nada yang agak tinggi. Tonny menatap Bartom yang sedang tertunduk wajahnya.

Kesembilan buah pedang itu adalah samurai jepang peninggalan perang dunia kedua dan terbuat dari emas murni!

Tonny dan Bartom berpelukan sambil menangis terisak-isak. Mereka tak mampu berkata-kata. Mereka berdua hanya bisa menangis. Kehidupan mereka sebagai penggali liang makam, akhirnya membawa mereka menuju sebuah pintu rezeki. Tak bisa dibayangkan, sembilan buah pedang yang panjangnya hampir satu meter semuanya terbuat dari emas murni.

Samurai

Samurai Jepang (Pic: Openclipart-vector/pixabay)

Pak windy dan rekannya menunggu sejenak hingga suasana benar-benar hening. Ia melanjutkan. Batu giok yang terdapat pada hulu atau pegangan samurai adalah batu giok asli. Harganya sangat mahal! Sedangkan aksara jepang ya
ng tertera pada samurai adalah nama dan jabatan pemilik samurai tersebut. Nama pemiliknya jelas berbeda-beda tetapi pangkatnya sama yaitu mereka berpangkat jenderal. Kertas usang yang berada di dalam sarung samurai itu bertuliskan sebuah mantera dalam aksara jepang, Pak Windy mengakhiri penjelasannya. “Ada pertanyaan, silahkan,”ia mempersilahkan Tonny dan Bartom bertanya. Mereka berdua tak ada yang bertanya. Mereka sangat puas dengan penjelasan pak Windy. Sekonyong-konyong Pak Bartom mengacungkan tangannya, hendak bertanya. “Sil
ahkan Pak,“ujar pak Windy.
“Saya mohon pertimbangan bapak, apa kira-kira yang harus dilakukan terhadap benda-benda
penemuan ini,”tanya Bartom.

Ok, baik pak Bartom. Kami berlima siap membantu perkenalkan benda-benda ini ke kedutaan besar Jepang di Indonesia. Benda ini bukan sekedar emas biasa, benda ini merupakan benda bersejarah, peninggalan jenderal pada kekaisaran Jepang sewaktu perang dunia kedua. Tentu benda ini akan diambil dan bernilai sangat mahal. Demi kepentingan negara, berapa pun harganya pasti disanggupi, karena yang membayar adalah negara, bukan orang-perorangan. Bagaimana, apakah kalian berdua setuju memberikan mandat kepada kami untuk melobi ke kedubes Jepang ?

Setuju!!! Tonny dan Bartom menjawab serentak.


Bersambung ...
profile-picture
cos44rm memberi reputasi
1 0
1
Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 3
12-10-2022 22:39

Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang#Part 5

Euforia penemuan samurai emas itu selalu hadir setiap saat. Tonny dan Bartom seperti enggan bersosialisasi dan bergaul dengan tetangga sekitar. Bukannya mereka tak mau bergaul sesama warga desa, namun mereka telah diperingatkan oleh Pak Windy dan rekan-rekannya bahwa, mereka berdua harus bisa merahasiakan keberadaan benda-benda tersebut. "Pada akhirnya toh, mereka akan tahu sendiri, ketika benda-benda ini sampai ke tangan pihak yang tepat dan diekspos oleh media. Tapi untuk sementara ini, tolong kalian berdua harus merahasiakan keberadaan benda-benda ini demi alasan keamanan,"perintah Pak Windy sewaktu hendak meninggalkan rumah pak Tonny bebarapa waktu lalu.

Setiap hari mereka selalu bersama-sama. Makan-minum dan bersenda gurau di rumah Tonny seraya menanti hasil lobi yang tengah dimediasi oleh Pak Windy dan rekan-rekan timnya. Mereka sedang bernegosiasi dengan pihak Kedubes Jepang di Jakarta perihal penemuan benda bersejarah milik negara sakura itu.
Brankas samurai

Ilustasi Brankas berisi samurai emas (Pic: pixabay)


"Apa rencanamu Ton, seandainya hasil temuan kita dibayar sama pihak kedubes?"tanya Bartom memulai percakapan.

Aku tak akan mengubah profesi sebagai peggali liang kubur,"jawab Toni singat. lha, masa? duit kita pasti banyak kan? kenapa tidak kau buka usaha toko sembako atau usaha apalah gitu,"sanggah Bartom.

Kacang tak usah lupa kulitnya. kita harus bersyukur, pekerjaan penggali liang kubur ini telah mempertemukan kita dengan benda bersejarah itu. lantas kita serta merta meninggalkannya? nggak usah kita putuskan "cinta" dengan pekerjaan ini,"ujar Tonny serius.

Bukan kita putuskan hubungan dengan pekerjaan ini Ton, tapi setidaknya, kita naikkan strata sosial kita di hadapan masyarakat,"Bartom membantah.

Kau yakin dengan mengubah profesi kita, status sosial kita akan naik kelas di mata warga masyarakat? Bartom tak membalas. Suasana menjadi hening. Tak ada yang berkata-kata. Bartom memandang lepas langit-langit. pandangannya tanpa tujuan.


Ponsel berdering. Tonny dan Bartom saling bertatapan. Tonny menatap layarnya, oh..Pak Windy!

Hatinya berdebar-debar. Tentu iya sangat ingin mendapat kabar gembira dari Pak Windy.

Assalamualaikum Pak, Tonny...

Walaikum salam Pak ...

Begini pak, setelah bernegosiasi dengan pihak kedubes kemarin pagi, kami mendapat respon yang cukup positif. Mereka sangat antusias dan ingin segera melihat benda-benda itu. mereka akan berkunjung langsung ke rumah pak Tonny untuk melihat benda-benda tersebut. kita tunggu kabar selanjutnya, dari mereka. Yang jelas mereka akan segera kontak Pak Tonny, untuk kunjungan ini. Nomor kontaknya sudah saya berikan.

Terima kasih....Terima kasih........Pak Windy atas batuan dan kerja samanya. Saya undang bapak dan rekan-rekan tim turut hadir bersama kami dalam kunjungan ini. nanti kita saling kontak bila ada berita pasti dari mereka,"pinta pak Tonny.

Baik Pak, Tonny, kami tetap akan kawali bapak sampai pada akhir tujuan rencana kita.

sekali lagi terima kasih....semoga bapak tetap dalam lindungan yang mahasa kuasa, diberikan kesehatan dan keselamatan lahir batin.

Alhamdulillah...terima kasih Pak Tonny. Semoga pak Tonny sekeluarga, juga pak Bartom, senantiasa mendapat ridho-Nya dan selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa, sehat walafiat selalu.


Suasana berubah seketika. Pak Tonny dan Pak Bartom tak bisa menyembunyikan kebahagiannya. wajah mereka berseri-seri. Aura mereka memancarkan gelombang sukacita yang luar biasa. Jerih payah mereka sudah mendapat sinyal kesuksesan. Tonny menyuruh Bartom menjemput istri dan kedua anaknya. Malam itu Tonny menyembelih dua ekor ayam kesayangannya, Keluarga Pak Tonny dan Pak Bartom berkumpul bersama, disajikannya gulai ayam nasi kuning, mereka santap bersama penuh kebahagiaan.

Bersambung ke Misteri Bekas Kuburan Tentara Jepang #Part 6

profile-picture
cos44rm memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
sepenggal-daun-kering
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia