News
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
Pengumuman! Kuy Ikutan Survey Feedback Kaskuser, Isi di Sini!
61
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/62faffc835534e06fe5ce956/tegaskan-otopsi-pertama-brigadir-j-sesuai-kode-etik-sop-polri-tak-ada-rekayasa
Polri menegaskan, otopsi pertama yang dilakukan terhadap jenazah Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sudah seusai dengan kode etik profesi dan standar operasional prosedur (SOP). Sebelumnya, pihak keluarga Brigadir J sempat menilai hasil otopsi pertama janggal, sehingga berujung dilakukan otopsi ulang. Dedi menjelaskan, dokter forensik dari RS Polri yang saat itu melakukan otopsi jenazah B
Lapor Hansip
16-08-2022 09:24

Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa

Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa

Polri menegaskan, otopsi pertama yang dilakukan terhadap jenazah Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J sudah seusai dengan kode etik profesi dan standar operasional prosedur (SOP).

Sebelumnya, pihak keluarga Brigadir J sempat menilai hasil otopsi pertama janggal, sehingga berujung dilakukan otopsi ulang.

Dedi menjelaskan, dokter forensik dari RS Polri yang saat itu melakukan otopsi jenazah Brigadir J pasti memegang teguh kode etik profesi.

"Ya sesuai SOP, keilmuan, metode, dan kode etik profesi mereka melakukan otopsi tersebut," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Rabu (10/8/2022).

Selain itu, mereka juga menyampaikan hasil otopsi jenazah Brigadir J berdasarkan keilmuan.

"Tidak ada rekayasa otopsi," ucapnya.

Sementara itu, untuk hasil otopsi ulang atau kedua jenazah Brigadir J, kata Dedi, akan disampaikan oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

"Tunggu hasil dari PDFI yang dalam waktu dekat akan disampaikan hasil otopsi kedua," imbuh Dedi

Sebelumnya, pihak keluarga Brigadir J menemukan ada sejumlah luka selain luka tembak di tubuh Brigadir J.

Bibi Brigadir J, Roslin Simanjuntak, pada Senin (18/7/2022), mengatakan bahwa saat melakukan otopsi pertama, pihak keluarga dimintai persetujuannya.

Namun, setelah diberikan hasilnya, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan.

"Tentu kita tidak terima ya karena disebut mati karena peluru. Tapi di tubuh dia (Brigadir J), ditemukan luka sayatan, pukulan benda tumpul, dan rahangnya bergeser," kata Roslin.

Dengan kondisi itu, tentu pihak keluarga tidak menerima penyebab kematian karena peristiwa baku tembak.

Hingga akhirnya, Polri menyetujui usulan otopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J.

Otopsi kedua dilakukan secara independen dengan sejumlah dokter forensik dari pihak eksternal.


https://nasional.kompas.com/read/202...page=all#page3


Kode etik SOP nya siapa??? Mereka itu Dokter Forensik, yg bisa menilai dan menjelaskan itu ya harusnya pihak PDFI, bukan pihaknya Coklat..

Jangan mentang2 dokternya anggota Coklat terus elu bisa seenaknya maen klaim begitu donk, buka dulu hasil otopsinya, baru bisa dinilai.. Kita liat nanti di persidangan saat hasil otopsinya dibuka, emg sesuai kode etik dan SOP atau nggak..

Dulu aja pas Kasus Kopi Sianida, yg periksa juga dari Coklat, Surat Permintaan Visumnya minta Otopsi, trus katanya diotopsi, begitu dalam sidang baru ketahuan, bahwa TIDAK dilakukan Otopsi, yg dilakukan hanya pengambilan sampel dari beberapa organ saja.. Sejak kapan Otopsi itu cuma ngambil sampel beberapa organ saja??? Otopsi itu pemeriksaan luar dan dalam secara menyeluruh, seluruh organ2 diperiksa, yg kasus Kopi itu, bahkan organ vital seperti Otak Jantung Paru aja gak diperiksa, pake alasan karena sudah diembalming, padahal yg namanya prosedur itu ya tetep dikerjain, sehingga semakin memperkuat bukti2 apabila keluar hasilnya, klo ga diperiksa, ya ga ada hasilnya.. Dalam Forensik, hasil pemeriksaan normal ataupun negatif, itu merupakan bukti yg bermakna.. Apalagi di kasus itu bahkan barang bukti penting cairan dalam lambung korban setelah kematian (sebelum embalming), pihak elu cuma minta dari pihak keluarga sebanyak 1 ml doank, yg lucunya tidak diperiksakan racun sianida pada sampel itu dengan alasan kehabisan sampel sehingga tidak bisa diperiksa, cuma sempet periksa racun Arsen saja di sampel tsb, sedangkan anak orang masuk penjara dengan tuduhan pake racun sianida..

Elu juga kemaren maen terima apa kata si Rembo, CCTV rusaklah, kesamber petirlah, adu tembaklah, pelecehanlah, cuma karena viral dan bukti2 mulai bocor, presiden sampe nyuruh berkali2 makanya terpaksa elu kerja yg bener, baru "terima" klo kasusnya direkayasa, padahal elu sengaja cape2 bikin pra rekontruksi dan reka adegan adu tembak dan pelecehan, yg jadi sia2 donk karena cuma skenario..


emoticon-Leh Uga
Diubah oleh RyoEdogawa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dan 11 lainnya memberi reputasi
12
Masuk untuk memberikan balasan
berita-dan-politik
Berita dan Politik
24.1K Anggota • 641.7K Threads
Halaman 1 dari 2
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:24
Reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:26
Ya memang betul ga ada rekayasa.

Lha yang nembak siapa lho, kok mikir sampe perlu direkayasa segala.

emoticon-Entahlah
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan RyoEdogawa memberi reputasi
2 0
2
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:27
otopsinya sih yang pertama menurut saya nggak ada masalah. problemnya, interpretasi oleh non dokter forensik untuk menggiring opini publik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:27
emang sakit institusi negara yang satu ini dah, ngga profesional banget
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:27
Maling disuruh periksa maling
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan RyoEdogawa memberi reputasi
2 0
2
Post ini telah dihapus
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:35
dikasi fulus brp nih sama rambo?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:37
Ingat sudah puluhan rekan kena getah nya, situ mau digaruk juga ?
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan RyoEdogawa memberi reputasi
2 0
2
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:53
Hmmmmm.....
Kyak nya butuh koment Wiwi lgi...
Baru kasusny naik ke kejaksaan
emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 09:57
makanya transparan dari awal,

ditunggu rilis otopsi part 1 dan 2 nya
dan ane juga tunggu apa yg bakal terjadi setelahnya,
kalo rembo j e p dkk, maaf ane ga peduli, ane cuma peduli ama efek samping dr kasus ini. akankah terjafi bersih bersih atau bakal sama saja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 10:05
Otopsi pertama sudah bener kok, dan yang dimaksud dengan SOP itu salah satunya adalah :

Proses otopsi dilakukan oleh 2 dokter forensik & 1 teknisi forensik. Dan pengecekan seluruh tubuh & melalukan proses dokumentasi awal (photo)

Dokumen laporan otopsi (photo²) sebelum proses pemeriksaan luar jenazah.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
aluwungs dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 10:13
Hasil otopsi pernah kok diungkap ke publik, dan harian Kompas yg publish hasilnya, tapi sy gak tau apa itu hasil keseluruhan atau parsial.

HASIL autopsi pertama Brigadir Pol Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J menunjukkan ada dua tembakan yang menyebabkan kematiannya.

Pertama, luka tembak pada kepala bagian belakang sisi kiri yang menimbulkan kerusakan jaringan otak, dan atau luka tembak pada dada sisi kanan yang merobek paru-paru dan menimbulkan pendarahan hebat.

Keterangan itu dikutip dari Harian Kompas Jumat (12/8/2022) yang mendapatkan dokumen laporan autopsi pertama jenazah Brigadir J.

Autopsi pertama terhadap jenazah Brigadir J dilakukan oleh Tim Kedokteran Forensik Rumah Sakit Bhayangkara R Said Sukanto Jakarta Timur.

Jenazah Brigadir J tiba Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 20.20 dan langsung dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik.

Kemudian pada pukul 22.30 dilakukan pemeriksaan luar jenazah oleh dua orang dokter forensik dan seorang teknisi forensik.

Dari dokumen laporan autopsi, tampak foto-foto Brigadir J sebelum dilakukan pemeriksaan luar jenazah.

Brigadir J masih mengenakan kaos yang sama seperti terlihat dalam rekaman CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling III Komplek Pertambangan, Duren Tiga Jakarta Selatan.

Namun, kaos putih yang dikenakan Brigadir J sudah berubah menjadi merah oleh darah.

Jenazah Brigadir J dibersihkan, tampak jelas bekas luka tembakan di sejumlah bagian tubuh Brigadir J.

Dokter kemudian mengambil swab penis dan anus. Hasilnya tidak ditemukan sel sperma maupun air mani. Ini membuktikan tidak ada ejakulasi.

Pemeriksaan luar terhadap jenazah Brigadir J selesai pada pukul 23.40 dan dilanjutkan dengan melakukan autopsi.

Hasil autopsi, ada tujuh luka tembak dengan dua luka tembak di antaranya disimpulkan sebagai penyebab kematian, yakni di bagian belakang kepala dan dada.

Di kepala, peluru masuk dari bagian belakang kepala sisi kiri dan keluar di hidung. Tembakan ini menembus rongga tengkorak dan merobek jaringan otak.

Sementara dari luka tembak di dada diketahui, peluru masuk di bagian dada sebelah kanan dan tidak ada luka tembak keluar karena anak peluru bersarang di jaringan bawah kulit punggung sisi kanan.

Luka tembak ini mematahkan iga kedua kanan depan dan merobek organ paru-paru sebelah kanan.

Sementara lima luka tembak lainnya dirinci dalam dokumen laporan autopsi.
Pertama, luka tembak masuk kelopak mata kanan bagian bawah, dengan luka tembak keluar pada selaput kelopak mata kanan bagian bawah.

Kedua, luka tembak masuk di bibir bagian bawah sisi kiri dengan luka tembak keluar pada leher sisi kanan. Luka tembak ini menembus tulang rahang bawah sisi kanan.

Ketiga, luka tembak masuk pada puncak bahu kanan dengan luka tembak keluar di lengan atas kanan sisi luar.

Keempat, luka tembak masuk pada pergelangan tangan kiri sisi belakang, dengan luka tembak keluar pada pergelangan tangan kiri sisi depan. Luka tembak ini mengikis sebagian ujung tulang radius.

Kelima, luka tembak masuk pada jari manis tangan kiri sisi dalam, dengan luka tembak keluar di jari manis tangan kiri sisi luar. Luka tembak ini mengenai jari kelingking dan jari tengah tangan kiri serta mematahkan tulang ruas ujung jari.



Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa

Gak ada tanda aktivitas seksual sebelum tewas



Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa

Luka tembak dari arah belakang




profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 10:13
Quote:"Ya sesuai SOP, keilmuan, metode, dan kode etik profesi mereka melakukan otopsi tersebut," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Rabu (10/8/2022).

Selain itu, mereka juga menyampaikan hasil otopsi jenazah Brigadir J berdasarkan keilmuan.

"Tidak ada rekayasa otopsi," ucapnya.


OMONG KOSONG


Apabila sesuai SOP & Tidak ada rekayasa otopsi.

KENAPA ???
1. Luka gores (sayat) dibilang luka serempet peluru.
2. Lubang di belakang kepala TIDAK ada keterangan.

emoticon-Najis
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan gabener.edan memberi reputasi
2 0
2
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 13 balasan
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 10:21
sempet mikir juga ini karmanya Sambo sama Jessica Wongso gara ketidak profesionalan kasus kopi sianida.

kalau seperti ini, untuk menjaga profesionalitas POLRI, semua kasus yang pernah dia tangani sebaiknya diperiksa ulang.

Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 10:21
Gila itu yg luka tembak di mata dan jari. emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan gabener.edan memberi reputasi
2 0
2
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 10:22
Tggu aja hasil otopsi kedua.

Klo ad perbedaan diagnosa luka, berarti ad yg ga bner saat otopsi pertama.

Klo smua sesuai SOP berdasar keilmuan dan kejujuran, ga mungkin beda hasil.

Jgn terlalu buru2 buat statement pak. Nanti klo hasil kedua menjelaskan kejanggalan otopsi pertama, resiko nya situ masuk kotak jg.

Kasua ini sorotan nya bnyk. Ud susah buat nutup2in kejanggalan. Klo ketauan nyoba nutupin, auto ke yanma.
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 10:45
kok kayak novel orient express
yg gk tega nembak tangannya
0 0
0
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 10:56
Maklum jeruk makan jeruk dirumah jeruk kasus dikandang jeruk ketangkep biangnya jeruk bor
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan gabener.edan memberi reputasi
2 0
2
Post ini telah dihapus
Tegaskan Otopsi Pertama Brigadir J Sesuai Kode Etik-SOP, Polri: Tak Ada Rekayasa
16-08-2022 11:33
astajem

wajar publik tidak percaya soal autopsi pertama karna sejak dari awal sudah diberi dongeng2 bohong dgn kronologi awal yg janggal dan aneh

release info sesat soal kronologi awal dan lainnya itu kan dari polisi, bukan pihak kluarga j atau publik
anehnya napa malah menyalahkan publik
jelas donk publik merespon apa yg di release polisi di awal itu dgn bermacam macam opini

menyalahkan publik dgn berbagai opini itu udah jelas mengekang hak publik bersuara
padahal itu akibat info yg di beri polisi

dari awal soal autopsi pertama udah janggal

Quote:https://news.detik.com/x/detail/investigasi/20220725/Lika-liku-Luka-Brigadir-Yoshua/

Lika-liku Luka Brigadir Yoshua


Pengungkapan kasus penembakan di rumah jenderal polisi bintang dua masih menyisakan sejumlah kejanggalan. Sudah ada tiga pejabat Polri yang dilucuti jabatannya terkait penanganan kasus ini.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Senin, 25 Juli 2022

Tiga lembar surat diterima keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua atau Brigadir J. Satu dari tiga surat tersebut berlogo Polres Jakarta Selatan, sedangkan dua lainnya berlambang Rumah Sakit Bhayangkara Polri. Surat-surat itu muncul setelah Yoshua ditemukan meninggal dunia di rumah dinas bosnya, Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat dua pekan lalu.

Tiga dokumen tersebut adalah surat keterangan tes antigen, pengawetan jenazah, dan permintaan visum et repertum. Dokumen-dokumen itu sama sekali tidak menjelaskan penyebab kematian Yoshua. Dalam surat permintaan visum dari Polres Jaksel pun, dugaan penyebab kematiannya dibiarkan kosong.

"Sampai kemarin itu yang kami dapatkan hanya surat permintaan hasil visum, bukan hasilnya," kata kuasa hukum keluarga Yoshua, Martin Lukas, kepada reporter detikX pekan lalu.

Bagi keluarga, ini adalah hal yang janggal. Sebab, tak ada pemberitahuan kepada pihak keluarga sebelum dilakukan pemeriksaan forensik terhadap tubuh Yoshua. "Di mana-mana visum itu, kan, dilakukan berdasarkan persetujuan keluarga, bukan dilakukan dulu baru izin," lanjut Martin.


Keluarga juga menemukan kejanggalan di bagian data surat permintaan visum tersebut. Di surat yang ditandatangani oleh perwakilan Kapolres Jaksel itu, pekerjaan Yoshua disebut sebagai 'pelajar/mahasiswa', bukan polisi.

Permasalahan data pun terdapat pada surat keterangan pengawetan jenazah yang ditandatangani Kepala Instalasi Forensik RS Polri Dokter Arif Wahyono. Dalam dokumen tersebut, usia Yoshua tertulis 21 tahun. Padahal Yoshua berusia 28 tahun.

Kepada detikX, Arif mengakui telah menandatangani surat keterangan pengawetan jenazah. Namun dia enggan menjelaskan secara rinci bagaimana mungkin kesalahan data itu bisa terjadi. "Salah ketik saja kayaknya," kata Arif.

Tim dari Polres Jaksel membawa Yoshua ke RS Polri pada Jumat, 8 Juli 2022, malam dalam kondisi meninggal dunia. Di tubuhnya, terdapat beberapa luka tembak.

Penyidik meminta dokter forensik RS Polri melakukan visum dan autopsi terhadap tubuh Yoshua. Di sisi lain, adik Yoshua, Mahreza Hutabarat, yang juga polisi di Jakarta, mendapat perintah dari atasannya untuk pergi ke Mabes Polri. Sesampai di Mabes, Reza dibawa ke RS Polri oleh seorang polisi berpangkat AKBP untuk dipertemukan dengan jasad kakaknya yang sudah tertutup di dalam peti.

Martin Lukas mengatakan Reza dilarang melihat kondisi tubuh kakaknya. Reza hanya diminta menandatangani surat yang diduga persetujuan visum dan autopsi.

Dokter forensik yang ada saat itu, menurut Lukas, sebenarnya sempat ingin menjelaskan kondisi dan penyebab kematian Yoshua kepada Reza. Namun seorang polisi melarangnya.

"Ketika dokter mau menjelaskan, komandannya yang mendampingi itu menghentikan penjelasan dokter. Komandannya bilang: jangan jelaskan!" kata Martin, berdasarkan cerita Reza yang ia dengar.

Brigadir Yoshua diduga meninggal dunia pada pukul 17.00 WIB di rumah dinas bosnya, Irjen Ferdy Sambo. Polres Jakarta Selatan dan Mabes Polri menyebut Yoshua meninggal setelah beradu tembak dengan ajudan Ferdy lainnya, Bhayangkara Dua Richard Eliezer atau Bharada E.

Polisi mengklaim peristiwa saling tembak itu terjadi setelah adanya pelecehan seksual yang dilakukan Yoshua terhadap istri Ferdy berinisial P. Menurut polisi, P berteriak meminta tolong saat Yoshua melakukan pelecehan seksual di kamarnya di lantai satu. Mendengar teriakan P, Richard, yang berada di lantai dua, langsung bereaksi mengecek lokasi.

Dari tangga, Richard kemudian menanyakan apa yang terjadi di bawah kepada Yoshua. Yoshua berada di depan kamar P. Yoshua menjawab pertanyaan Richard dengan tembakan dan Richard pun membalasnya.

Peristiwa saling tembak pun terjadi. Dengan pistol HS-9, Yoshua menembakkan tujuh amunisi. Sedangkan Richard menembakkan lima amunisi dari pistol Glock 17 di tangannya.

Akibatnya, Yoshua mengalami tujuh luka dari lima tembakan Richard. Dua luka di antaranya karena ada peluru yang menembus. Sementara itu, Richard tidak terkena satu pun peluru dari pistol Yoshua. Belakangan, pihak kuasa hukum keluarga Yoshua menyebut Yoshua tidak hanya mengalami luka tembak, tetapi juga diduga mengalami luka akibat benda tumpul.

Polisi belum menjelaskan bentuk pelecehan yang dituduhkan kepada Yoshua terhadap P. Namun polisi menyebut Ferdy Sambo sedang tidak berada di rumah dinas itu saat kejadian.

Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso mengatakan Ferdy Sambo menghubungi Kepolisian Metro Jakarta Selatan tak lama setelah kejadian. Kapolres Jaksel Budhi Herdi Susianto kemudian datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Meski begitu, Sugeng mengatakan, Budhi tidak melakukan sterilisasi TKP. Police line baru dipasang beberapa hari setelah kejadian. "Harusnya dipasang police line dan ketua RT diberi tahu," kata Sugeng. "Jadi (olah TKP) itu tersembunyi."

Kejanggalan-kejanggalan berlanjut pada hari setelah kejadian. Sabtu, 9 Juli 2022, Mabes Polri mengantarkan jenazah Yoshua ke pihak keluarga di Jambi. Dipimpin oleh Pemeriksa Utama Biro Provos Propam Polri Komisaris Besar Leonardo David Simatupang, keluarga diminta menandatangani berita acara penyerahan jenazah Yoshua. Namun keluarga tidak diperkenankan membuka peti.

Pada mulanya keluarga tidak terima. Ayah Yoshua, Samuel Hutabarat, dan istrinya, Rosti Simanjuntak, memaksa polisi membuka peti tersebut. Mereka ingin memastikan jenazah itu benar-benar anaknya. Akhirnya keluarga dipersilakan melihat bagian wajah Yoshua.

"Lalu, setelah runding-runding, barulah dibuka petinya dan dilihat cuma sebatas dua kancing pakaian saja. Waktu itu dibuka sambil menunjukkan kalau di tubuhnya sudah dilakukan autopsi," kata Rohani, tante Yoshua, kepada reporter detikX, pekan lalu.

Keluarga Yoshua pun akhirnya menandatangani berita acara penyerahan jenazah. Kepada Kombes Leonardo David Simatupang, keluarga kemudian meminta pemakaman Yoshua pada Senin, 11 Juli 2022, dilakukan dengan upacara kedinasan. Leonardo disebut menyetujui permintaan tersebut.

Sambil menunggu hari pemakaman, Minggu, 10 Juli 2022, keluarga Yoshua diam-diam membuka peti jenazah ketika sudah tidak ada lagi polisi dari Mabes Polri. Dari sinilah keluarga menemukan berbagai luka di tubuh Yoshua. Keluarga pun kemudian mendokumentasikannya dengan foto dan video.

Sebanyak 14 foto dan satu video yang diterima detikX menunjukkan, selain luka tembak, terlihat ada beberapa jahitan di tubuh Yoshua, memar di bagian dada, serta luka di mata, dagu, hidung, leher, dan di belakang telinga. Versi keluarga, Yoshua bahkan disebut mengalami dislokasi rahang, telinga bengkak, dan luka sayatan di bahu kanan.

Seorang dokter forensik di salah satu rumah sakit daerah menyebut jahitan-jahitan di tubuh Yoshua menunjukkan bahwa terdapat luka di bagian tersebut yang sudah diperiksa oleh dokter forensik RS Polri. Itu juga termasuk luka di belakang telinga yang, jika dilihat dari foto, tampak tidak seperti luka tembak.

"Jahitan yang di belakang telinga menunjukkan di tempat tersebut ada luka yang telah diperiksa dan selanjutnya dijahit," kata dokter ini.

Setelah mendokumentasikan luka di sekujur tubuh Yoshua, keluarga pun meminta petugas medis mengawetkan jasad Yoshua. Pada hari itu, formalin disuntikkan ke tubuh Yoshua.

Yoshua kemudian dimakamkan keesokan harinya. Namun, tidak seperti yang dijanjikan Kombes Leonardo Simatupang, pemakaman dilakukan tanpa upacara kedinasan. Keluarga tidak mendapat penjelasan sama sekali.

Penjelasan itu baru didapat keluarga setelah pemakaman. Kala itu segerombolan polisi yang dipimpin perwakilan Mabes Polri Kepala Biro Pengamanan Internal Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan merangsek masuk ke rumah keluarga Yoshua tanpa permisi. Mereka masuk rumah tanpa melepas sepatu.

Sumber detikX yang mengetahui peristiwa itu mengatakan, sebelum berbicara kepada pihak keluarga, polisi meminta keluarga menutup rapat pintu dan jendela. Kedatangan Hendra itu untuk menjelaskan kronologi meninggalnya Yoshua dan alasan administrasi yang membuat pemakaman Yoshua tidak bisa dilakukan secara kedinasan. Namun, sebelum menjelaskan, Hendra disebut melarang keluarga merekam pertemuan itu.

"Tidak boleh merekam, karena ini aib," kata sumber ini menirukan Hendra.

Sementara itu, pengacara keluarga Irjen Ferdy Sambo, Arman Hanis, hingga tenggat naskah ini belum merespons permohonan wawancara yang diajukan tim detikX melalui pesan singkat dan telepon.

Insiden di rumah Inspektur Jenderal Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Yoshua baru diumumkan ke publik tiga hari setelah kejadian. Saat ini, peristiwa tersebut berbuntut dua perkara hukum, yaitu dugaan ancaman pembunuhan dan pelecehan seksual atas laporan P, istri Ferdy. Satu lagi, kasus dugaan pembunuhan, atas laporan kuasa hukum keluarga Yoshua.

Reporter: Fajar Yusuf Rasdianto, Ahmad Thovan Sugandi, Rani Rahayu, May Rahmadi, dan Ferdi Almunanda (kontributor Jambi)
Penulis: May Rahmadi
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban



"Salah ketik saja kayaknya," kata Arif. emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh isengajah02
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan gabener.edan memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia