Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/628d96d27a95b4186847f44a/caraku-masuk-tentara-part-2
Kami berangkat ke tempat test kesegaran jasmani sesuai jadwal, perjalanan pagi itu tidak bagitu hangat suasananya karena kami memilih melanjutkan cerita mimpi semalam dari pada harus berdiskusi dengan kawan dan Pamongpun membiarkan. Terbangunnya kami saat bus yang mengangkut sudah tiba di tempat test, Pamong mengeluarkan alat pengukur cuaca ditempat itu dan menjelaskan kepada kami. “Suhu cukup d
Lapor Hansip
25-05-2022 09:39

Caraku masuk Tentara (part 2)

Kami berangkat ke tempat test kesegaran jasmani sesuai
jadwal, perjalanan pagi itu tidak bagitu hangat suasananya karena
kami memilih melanjutkan cerita mimpi semalam dari pada
harus berdiskusi dengan kawan dan Pamongpun membiarkan.
Terbangunnya kami saat bus yang mengangkut sudah
tiba di tempat test, Pamong mengeluarkan alat pengukur cuaca
ditempat itu dan menjelaskan kepada kami.

“Suhu cukup dingin dan kelembaban udara masih
padat, nanti yang mendapat undian gelombang pertama harus
mewaspadai, jangan dipaksakan di awal, kecepatan berlari
sesuaikan dengan target latihan. Dan sebelum senam pemanasan,
oleskan gel ini ke bagian otot kaki, tangan dan dada untuk
membantu percepat pemanasan”, Pamong memberi instruksi
kepada kami dengan detail dan kami sudah mengerti karena
terbiasa instruksi tersebut.

“Tes kesegaran jasmani bukan sekedar mencapai nilai
kelulusan saja, tetapi rangking kalian akan ditentukan oleh test
ini karenanya lakukan dengan maksimal agar kalian mendapat
rangking teratas!”, demikian perintah Pamong kepada kami
sebelum kami bergabung dengan yang lainnya.

Semua peserta yang sudah menjalani test tensi, berkumpul
ditengah lapangan untuk pembagian gelombang test lari. Kami
dibagi dalam 4 gelombang, setiap gelombang ada dua orang
dari SMA ku, panitia sengaja menyusun seperti itu agar bisa
berkompetisi dengan SMA lainnya.

“Sudah siap tempur, Wan?”, tanyaku kepada Iwan teman
SMP ku dulu. Kami kebetulan dalam satu gelombang.
“Sudah tentulah, kita ulangi kompetisi dulu ya!”, jawabnya
sambil menantang.

Dulu saat SMP kami sering berkompetisi, mulai dari
olah raga, seni, akademi sampai dengan urusan pacaran juga
berlomba. Aku memang selalu kalah dibidang olah raga dan seni,
tapi dia tidak pernah menang dalam hal akademi dan asmara.

“Siapa takut?”, jawabku singkat.

Aku akan buktikan, tidak pernah kalah darimu kalau
lomba lari, cukup kalah di otak saja, masak juga kalah di otot”,
katanya sambil bergurau.

Memang kami berkompetisi, tapi tidak pernah hubungan
persahabatan kami renggang karena hasil kompetisi.
“Persiapaaan,.. Awaas,.. ya, Go!”, Panitia membunyikan
pluitnya tanda test kesegaran jasmani A atau lari selama 12
menit, dimulai.

Semua peserta berlari sekencang-kencangnya, aku melihat
Iwan menjadi orang terdepan yang memimpin, sedangkan aku
masih dalam kelompok peserta yang di belakang.

Putaran pertama aku masih berada di kelompok belakang,
“Pertahankan kecepatanmu Ndi, jangan dipacu dulu”, dari luar
lintasan Pamong berteriak memberi aku instruksi.

Saat brifing sebelum test, beliau menginstuksikan untuk
memacu kecepatan lari berdasar suhu dan kelembaban udara
yang beliau ukur, jadi aku tetap pertahankan kecepatanku
meskipun masih pada posisi kelompok belakang.

Putaran kedua aku sudah mulai agak ketengah, bukan
karena aku menambah kecepatan tetapi beberapa peserta mulai
mundur karena dipacu pada putaran pertama yang balapan
dengan Iwan.
“Ndi, mulai tambah kecepatan sesuai target latihan!”,
Pamong kembali berteriak saat aku melintasi putaran kedua,
dan akupun perlahan menambah kecepatan sesuai dengan
kecepatanku berlatih.

Aku berhasil melewati peserta lainnya dan pada putaran ke
lima hanya satu orang yang berada di depanku, yaitu Iwan. Dia
masih memimpin sejak putaran pertama tetapi jaraknya tidak
jauh dariku.

Sebelum masuk pada putaran ke enam aku berhasil
menyalipnya, dan aku melihat nafasnya sudah mulai berat, suara
nafasnya bergemuruh tanda dia sudah tidak mampu menambah
kecepatan, sedangkan aku masih stabil dengan kecepatanku
karena aku berlari dengan irama.

Sampai pluit terakhir dibunyikan panitia, aku berhasil
melintasi putaran ke tujuh artinya jarak yang aku capai lebih dari
2800 m karena jarak satu putaran 400 m. sedangkan Iwan hanya
mampu melintasi 6,5 putaran tepatnya hanya mampu 2600 m.
“Kali ini, aku akui, kamu hebat Ndi!”, Iwan menyapaku
sambil nafas yang terengah-engah.
“Trima Kasih, Wan, aku hanya melakukan seperti saat
berlatih”, jawabku jujur karena memang belum muncul niat
kompetisi, yang aku tahu hanya seperti berlatih.


selanjutnya dapat download di https://play.google.com/books/reader?id=E_BvEAAAQBAJ&pg=GBS.PP1&hl=id
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan ayahuik memberi reputasi
2
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
18.9K Anggota • 28.4K Threads
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
unforgettable-2009
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia