Automotive
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
79
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6278be86d3e55d298c156c6b/sejarah-skuter-matic-di-indonesia-dulu-tidak-dipandang-sekarang-tunggangan-harian
Spesies skuter bukan barang baru di Tanah Air. Sudah eksis puluhan tahun ke belakang, malah tak lama sejak masa kemerdekaan. Tapi kalau bicara skuter matic, baru melonjak ketika masuk era milenium. Belum begitu lama. Bahkan saat pertama hadir justru dipertanyakan, hingga akhirnya kini jadi mayoritas amunisi harian. Dan inilah perjalanannya dari masa ke masa, dimulai oleh jenama Italia.
Lapor Hansip
09-05-2022 14:11

Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian

Past Hot Thread
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
Spesies skuter bukan barang baru di Tanah Air. Sudah eksis puluhan tahun ke belakang, malah tak lama sejak masa kemerdekaan. Tapi kalau bicara skuter matic, baru melonjak ketika masuk era milenium. Belum begitu lama. Bahkan saat pertama hadir justru dipertanyakan, hingga akhirnya kini jadi mayoritas amunisi harian. Dan inilah perjalanannya dari masa ke masa, dimulai oleh jenama Italia.

Vespa Memperkenalkan Lewat Corsa

Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian

Pemrakarsa di sini adalah Piaggio, saat berada di bawah naungan PT Dan Motor. Pada awal 90an, mereka membawa Vespa Corsa dan menjadi pemain kuat. Atau bisa dibilang satu-satunya. Karena jika pun ada, pesaingnya merupakan skutik impor. Bukan bawaan resmi merek terkenal.

Corsa sendiri masuk dalam kategori small frame, turunan dari PK series. Skuter matic yang telah mengaspal sejak 1983 di belahan Eropa. Namun di Indonesia namanya sudah menjadi Corsa, karena masuk pada 1991.

Awalnya, ia diimpor utuh dari Italia. Namun mengingat Dan Motor punya fasilitas produksi, akhirnya mulai 1994, Corsa dibuat oleh tangan anak bangsa. Umurnya cukup panjang, sampai 2006. Cukup menjadi favorit di kalangan pecinta Vespa.

Kala itu teknologinya unik. Guna meminimalisir motor melompat, tuas transmisi pada handle kiri dilengkapi gigi netral. Jadi tak seperti matic umum. Perlu memindahkan gear dulu supaya CVT terhubung dan bisa jalan.

Sementara sektor jantung pacu, tentu mengandalkan tipe dua langkah kebanggaan mereka. Berkubikasi bersih 121 cc dengan ukuran bore dan stroke 55 x 51 mm. Hampir square engine, supaya tenaga bisa keluar di putaran merata. Alhasil catatan daya kudanya sebesar 6,87 Hp/5.600 rpm.

Meski mengusung teknologi 2-tak, kemasan Corsa cukup modern. Bentuknya kompak dengan banyak garis-garis trapesium di bodi. Ala interpretasi desain awal era komputerisasi. Namun secara bersamaan kesan klasik tak hilang. Gurat bodi masih terjemahan lama, serta memakai lampu bulat dan menggendong ban serep, tersembunyi di panel kiri. Unik.

Penjualannya bagus? Boleh dibilang begitu, mengingat usia produksi panjang. Menjadikan skuter populer? Belum tentu. Konsumen Vespa saja masih banyak memilih transmisi manual yang sudah terbukti kemampuannya. Stigma spare part mahal, takut tak mampu menanjak dan lain-lain membelenggu persepsi orang. Wajar, teknologinya tak umum.

Apalagi pengguna motor bebek Jepang. Mungkin hanya sekian persen yang tergoda membeli Corsa untuk tunggangan harian. Belum lagi masih memakai dapur pacu 2-tak. Pada masa-masa ini, ia hanya sekadar alternatif. Bukan dijadikan solusi kepraktisan berkendara.

Kymco Mencoba Peruntungan

Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian

Bukan pabrikan Jepang, justru Kymco, jenama dari Taiwan melihat sebuah peluang. Memasuki era milenium, mereka membawa sebuah skuter matic dengan tampilan di luar kebiasaan: Berpostur bongsor, memakai ban kecil, serta memiliki ruang kaki luas. Sayangnya, semua tak berjalan mulus.

Adalah Jetmatic Trend. Saat itu unitnya diimpor utuh dari negara asal. Tentu menganut desain khas Taiwan. Bisa dibilang seleranya berbeda dengan di Indonesia. Segelintir orang saja yang suka. Interpretasi terhadap motor harian masih harus serba ramping, gesit, layaknya moped yang jadi raja jalanan.

Karena itu mungkin responsnya tak terlalu baik. Belum lagi bukan buatan Jepang. Kita tahu, perkembangan industri otomotif Asia selain Negara Sakura era 2000 awal, belum pesat seperti sekarang. Hal mengenai keraguan durabilitas dan gengsi boleh jadi menjadi alasan sedikit peminat.

Padahal, Trend termasuk produk yang bagus. Malah bisa dibilang underrated. Coba saja tengok dapur pacunya. Satu silinder 125 cc SOHC termasuk besar kala itu. Ekstraksi daya mencapai 9,4 Hp dan torsi 9,8 Nm. Cukup.

Kenyamanan? Tak diragukan lagi. Suspensinya terkenal empuk. Ditambah jok lebar dan tebal. Apalagi, ruang kaki luas, bahkan bisa selonjor a la Yamaha NMax dan Honda PCX hari ini. Plus, bagasi begitu luas. Rasanya sudah memenuhi kriteria alat komutasi praktis. Secara produk, mestinya ia bisa merebut tahta bebek.

Nyatanya tidak. Bahkan sampai mengeluarkan produk lain seperti Free LX serta Metica, dua skuter yang menjiplak gaya Eropa. Tak bisa dibilang sukses. Dan pada 2009, jadi titik terakhir mereka berniaga di Tanah Air. Meski akhirnya kembali beberapa tahun lalu.

Merek Italia belum mampu membuat skutik jadi kultur populer. Begitu juga produk inovasi dari Taiwan. Namun tangan dingin Industri Jepang berbicara lain. Berbekal pengalaman panjang di Tanah Air, akurasi riset, hingga kesiapan fasilitas produksi, membuat jenis ini mendulang sukses besar.

Popularitas Naik Drastis Berkat Yamaha Nouvo

Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian

Bicara otomotif, Jepang sudah lebih dulu tau perilaku konsumen Indonesia. Meski Kymco berstatus sebagai penggagas skutik empat tak, nyatanya belum banyak berdampak. Sekadar dimuat dalam sejarah. Yamaha, mengeksekusi konsep ini jauh lebih sempurna. Masuk 2002, mereka memasarkan Nouvo, cikal-bakal skutik kompak hari ini.

Tak lama sebelum itu, mereka sebetulnya sempat menguji pasar dengan Majesty dan Glide. Namun bentuknya tak beda jauh dari Jetmatic. Belum lagi diimpor utuh dari Jepang. Harganya cukup mahal. Tapi memang bukan menjadi agenda utama. Sepertinya Yamaha meriset respons, sembari mengelaborasikan konsep bebek, dengan mekanisme gigi otomatis. Sederhana namun relevan dengan demand bukan?

Wajar Nouvo meledak di pasaran. Perlahan pengguna bebek pun berpindah hati. Memilih sosok yang lebih inovatif. Baru kali ini skutik menjadi sesuatu yang dielu-elukan. Sampai-sampai, stiker bertuliskan “masih jaman oper gigi” pada spakbor belakang sempat ramai. Seakan menjadi kebanggan, sekaligus mengolok yang masih pakai teknologi lawas.

Mesin 113 cc SOHC empat tak juga dinilai cukup mengakomodir kebutuhan performa harian. Dalam catatan angka, tenaga sebesar 8,7 Hp keluar di 8.000 rpm dan torsi puncak 7,84 Nm pada 7.000 rpm. Meski tak sekencang Jetmatic, kemudahan soal jaringan after sales dan kepercayaan pada kualitas produk Jepang sudah cukup memuaskan keinginan pasar.

Usai itu, Yamaha kembali merilis motor baru. Mio, lahir setahun setelah Nouvo sukses. Kali ini segmentasinya berbeda. Ia ditempatkan sebagai skutik pemula, utamanya kaum hawa yang baru bisa naik motor. Ringan, kecil, sekaligus murah. Dan lagi-lagi, mereka tepat sasaran.

Memasuki 2004, Mio bisa dibilang jadi penguasa jalanan. Bukan hanya wanita yang pakai. Kaum adam ikut terpikat memiliki sosok mungil lucu ini. Seiring bergulirnya waktu, malah Nouvo kalah pamor. Sampai-sampai diberhentikan produksinya di seri Z. Sementara Mio tetap eksis sampai sekarang.

Soal mesin yang dipakai mirip seperti si “Lele”. Menggendong model satu silinder 113 cc SOHC karburator. Output juga kurang lebih sama. Hanya kemasan dan kapasitas tampung bensin saja dibedakan.

Bombardir Produk Serupa Dari Jepang

Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian

Pergeseran budaya pasar tentu menyita perhatian merek lain. Sebelum terlambat, Honda cekatan merilis Vario pada 2006. Kala itu desainnya cukup revolusioner. Tampak selangkah lebih futuristis. Ketimbang menganut desain tubuh serba bulat, mereka mengemas bodi dengan banyak tekukan kotak.

Lampu split juga jadi sesuatu yang baru diterjemahkan pada skutik. Hingga kini komposisi semacam itu bahkan masih diadopsi. Tak terkecuali pada merek lain.

Spesifikasi dapur pacu dibuat menyerupai kompetitor. Berkubikasi bersih 108 cc SOHC dengan tenaga 8,86 Hp/ 8.000 rpm dan torsi 8,4 Nm/ 6.500 rpm. Yang membuat dirinya spesial, manajemen suhu mesin lebih sempurna, berkat dibantu radiator.

Di waktu bersamaan, Suzuki tak mau ketinggalan. Spin dirilis tepat beberapa minggu setelah Vario mengaspal. Guratnya bisa dibilang senada dengan Mio generasi pertama: Membulat dan kompak. Tapi satu yang menjadi karakter tersendiri, mesinnya besar!

Ya, saat teman-temannya menggunakan mesin 110 cc dan 115 cc, Suzuki sengaja memberi diferensiasi produk - supaya konsumen jelas melihat kelebihannya. Spin dijejali mesin 125 cc SOHC bertenaga 9,5 Hp/ 7.500 rpm dan torsi 9,5 Nm/ 6.500 rpm. Terbilang besar di masanya. Meski ternyata tak direspons sebaik dua kompetitor sebelah.

Pasca kemunculan skutik tadi, motor sejenis makin menjamur. Honda mengeluarkan Beat, Suzuki membawa Skywave, serta Yamaha melengkapi line-up Mio yang lebih besar dan seterusnya hingga sekarang. Karena itulah, ada sosok yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

Menjadi Jenis Paling Populer, Mematikan Kejayaan Bebek

Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian

Skutik menjawab kebutuhan komutasi masyarakat dengan sempurna. Selain praktis dikendarai, rata-rata memiliki ruang akomodasi luas, sekaligus rancangan dek rata - mudah membawa banyak barang. Meskipun pada awalnya tak lebih hemat dari bahan bakar bebek, perlahan teknologi pun beradaptasi, sampai bisa menyetarai.

Moped mulai ditinggalkan. Paling tidak sejak satu dekade silam, pergeseran selera ini tampak nyata di jalanan. Sebaliknya, hanya segelintir orang yang mau beli bebek. Walaupun pabrikan mulai berusaha menyematkan teknologi injeksi dan memugar bentuk lebih modern.

Bahkan, Yamaha dan Honda pernah sepakat mengelaborasikan konsep bebek dan matic mentah-mentah. Berupaya agar jenis ini tak mati. Mungkin Anda masih ingat, sosok Revo AT dan Lexam? Dua motor itu sempat menyita perhatian karena inovasi yang tak lumrah. Namun sekadar perhatian bukan berarti laris. Tak lama, mereka kembali disuntik mati. Dan jadi motor langka hingga saat ini (karena tak banyak peminat).

Memasuki Era Post-Skutik Kompak

Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian

Meski sampai hari ini skutik kompak masih menjadi raja, tapi sedikit demi sedikit selera pasar variatif. Industri terus berdialektika. Dimensi ringkas tidak melulu jadi nilai jual menarik. Baik di kelas skutik pemula maupun menengah.

Contohnya NMax, yang digagas Yamaha. Awal 2015 tampaknya menjadi titik gairah baru motor matic. Tampilan bongsor, ruang akomodasi luas, beroda kecil, serta dikemas lebih premium. Betul, sudah ada Honda PCX sejak 2012. Namun motor CBU Thailand itu kurang menarik minat, harganya terlampau mahal. Yamaha lebih dulu inisiatif memproduksi lokal. Dan berhasil mengkalkulasi nilai jual yang pas, hingga menjaring banyak konsumen sampai sekarang.

Ia menjadi sesuatu yang baru. Menjawab keinginan pengguna skuter 150 cc yang ingin naik kelas. Atau bahkan menyita minat mereka yang sebelumnya memilih roda empat, karena merasa tak ada pilihan skutik dengan kesan premium.

Dan kesuksesan Maxi Scooter tentu diikuti teman sebaya, Honda PCX. Akhirnya ia diproduksi lokal, meramaikan segmen sejenis, dengan nilai jual hampir sama. Apa yang mereka punya pun bisa dibilang tak beda jauh. Tinggal sesuaikan selera saja suka yang mana.

Sementara di kelas pemula, cikal bakal bercabangnya selera bisa dilihat dari kehadiran Scoopy. Utamanya model 2018. Saat mereka bersolek dengan roda kecil, serta tampilan retro. Bodi gemuk dan serba bulat ternyata memikat juga. Tak melulu harus kecil dan serba lancip. Sesuatu yang tak disangka jika mengingat era Jetmatic. Begitu dinamis bukan?

Lantas Vespa, sang penggagas skuter matic di Indonesia, mereka tampaknya mantap menempatkan diri. Jika dulu dianggap sesuatu yang ekonomis, kini mereka berdiri di segmen gaya hidup. Ya, semua skuter buatannya dibuat gaya lawas dan tentu serba elegan. Fitur bukan nilai jual utama. Melainkan sisi emosional dan historis. Dan perlu diakui, namanya cukup sukses bermain di kategori ini. Ketimbang kompetitor sepantarnya.




Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
Inspired by: PMS Lounge
#ForumKaskus via @KASKUS
Diubah oleh ariemail
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evywahyuni dan 21 lainnya memberi reputasi
22
Masuk untuk memberikan balasan
scooter-matic
Scooter Matic
364 Anggota • 45 Threads
Halaman 1 dari 3
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
09-05-2022 23:57
Vespa berjasa waktu gw pertama kali belajar motor kopling emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 02:25
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
Majang koleksi pny temenSejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
Jadi keingat almarhum temen yg suka pake Vespa Corsa. Alfatehah buat almarhum semoga diberi tempat terbaik disisiNya. Aamiin

See you there my friend...emoticon-Turut Berduka
Diubah oleh 69banditos
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fachri15 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 13:06
Yang ane tahu seperti diatas, motor bebek lama-kelamaan mulai tergeser ama skuter matik. Banyak penjualan motor bebek yang turun drastis, bisa jadi motor jenis bebek nantinya hanya ada di museumemoticon-Ngacir
Diubah oleh rubah007
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:09
@ariemail selamat ya om dah jd ht tritnyaemoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jlamp dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:10
Ketika Corsa saat itu masih segmented pasarnya. Waktu Kymco rilis masih belum banyak di lirik karena brand non Jepang. Bahkan saat Nouvo rilis penjualannya belum terlalu bagus meski brand Yamaha karena jenis motor baru dan penjualan motor bebek masih tinggi. Begitu Mio rilis yang harganya lebih murah dengan bintang iklannya tessa kaunang baru mulai booming motor matic di Indonesia. Di ikuti dengan Vario yang iklannya Agnes Monica dan Daniel Mananta. Lalu terus berlanjut sampai sekarang sehingga motor matic mendominasi penjualan pasar roda dua di Indonesia mengalahkan segmen sport dan moped.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
benche87 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:12
jaman gw bujangan ni kerja di yamaha, launching di bbrpa kota
profile-picture
AbdChaniago memberi reputasi
1 0
1
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:18
semua akan matic pada akhirnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:19
Lanjutkan gan bikin tread Lagi kartel matic 😆😆😆
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jlamp dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:22
mana dulu yg ngejek ga ada gigi, ompong dong

rasain pada matik akhirnya emoticon-Traveller
profile-picture
ariemail memberi reputasi
1 0
1
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:23
Motor bebek skr banyak dijadikan untuk angkut barang yg berat2 seperti galon air, paket .. Kata tukang antar galon air, harus pake yg motor bebek baru kuat dan bandel mesinya.
Diubah oleh alton_lv
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:24
Keinget dulu pas jaman Film Lupus Milenia dibeliin vespa mirip vespanya Lupus buat ke sekolah. emoticon-Cool
Jaman kuliah ganti pake mobil, vespa lama dijual bokap entah kemana sekarang. emoticon-Cool

Quote:
Quote:Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan ariemail memberi reputasi
2 0
2
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:28
lama kelamaan motor bebek akan jadi barang langka dan akhirnya jadi motor klasik... di rumah ane masih punya supra-x 2004 dan masih ane rawat, dan ane yakin motor bebek akan jadi yang bakal di cari nanti,,, buat aktivitas harian ane nyaman pake Vario 125.
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan ariemail memberi reputasi
2 0
2
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:29
nice info gan, jadi pengen punya vespa corsa emoticon-Leh Uga
profile-picture
ariemail memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:31
matic enaknya buat harian bre.. kalo buat touring suka bikin ngantuk di jalan soalnya gak bisa main perseneling emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:33
mau tidak mau skrg ikut trend motor matic ehehehehe emoticon-Sundul Up
profile-picture
profile-picture
jlamp dan ariemail memberi reputasi
2 0
2
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:35
Njir gw masih pake supra 125 ampe sekarang emoticon-Turut Berduka


Btw ganti oli 3 taun sekali emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:42
biaya produksi lebih irit, harga jual lebih tinggi.. lebih cuan dah pokonya

tapi ane lebih cinta bebek lah emoticon-Malu (S)
atau motor lakik (kopling) sekalian

emoticon-Request
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:45
jaman dulu katanya "Cowok Pake Matic Sekalian aja Pake Lipstick"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:45
anak-istri udah berpaling ke be*t, kalo ane masih setia di s*pra hehehe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jlamp dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sejarah Skuter Matic di Indonesia, Dulu Tidak Dipandang sekarang Tunggangan Harian
10-05-2022 14:46
Beat enak buat selap-selip emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AbdChaniago dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia