Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
848
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/623c70468384ab2b0e1f0c8a/ujung-tanggul-kali-gelis
Mulustrasi Setelah sekian lama menjadi silent rider forum sfth.akhir nya ada sebuah keinginan untuk menulis. newbie,amatiran dan apalah namanya buat seorang pemula.yang penting coba aja dulu.... Kisah ini menceritakan tentang perjalanan sebuah keluarga. Seorang janda dengan tujuh anak nya. Tokoh utama di sini bernama erwin,anak ke 6 dari tujuh bersaudara. Sebuah kisah sederhana dari seorang anak l
Lapor Hansip
24-03-2022 20:21

Ujung Tanggul Kali Gelis

Mulustrasi
Ujung Tanggul Kali Gelis

Setelah sekian lama menjadi silent rider forum sfth.akhir nya ada sebuah keinginan untuk menulis. newbie,amatiran dan apalah namanya buat seorang pemula.yang penting coba aja dulu....

Kisah ini menceritakan tentang perjalanan sebuah keluarga.
Seorang janda dengan tujuh anak nya.
Tokoh utama di sini bernama erwin,anak ke 6 dari tujuh bersaudara.
Sebuah kisah sederhana dari seorang anak laki laki yang sudah terlalu banyak memendam kisah pahit getirnya perjalanan hidup.
rumah sederhana di pinggiran sungai bernama kali gelis,adalah "tempat kami pulang".karena di sana ada seorang ibu yang begitu gigih dalam berjuang membesarkan anak anak nya menjadi pribadi yang kuat walaupun selalu di tempa bertubi tubi oleh keadaan hidup yang sulit.
Di sini lah awal kisah bermula.....

Quote:

Index :

Part 1 : Awal Perjalanan

Part 2 : Gembala Kesepian

Part 3 : Ngangsu Kaweruh(Menimba Ilmu)

Part 4 : Sahabat Terbaik Ku "Antok"

Part 5 : Seorang Disleksia

Part 6 : Prahara Sebuah Keluarga

Part 7 : Kisah "Sosok Jahil" & Awal Kedekatan ku Dengan Gadis bernama Anis

Part 8 : Ban Bocor & Terbuka nya sebuah Parasut Berwujud Pikiran

Part 9 : Murid Baru

Part 10 : Pengalaman Kang Darman

Part 11 : Kolase

Part 12 : Pecah Seribu

Part 13 : Lorong Kenangan

Part 14 : Margareth (Side Story)

Part 15 : Titik Terendah Dalam Hidup

Part 16 : Cindera Mata Dari Beliau

Part 17 : Liburan,Perang Dingin & Detik Detik Perpisahan

Part 18 : Tempat Untuk Pulang....
(Sampai Jumpa Lagi Anis
)


Part 19 : Suasana Baru

Part 20 : Kartika Novianti

Part 21 : Adik Ku 'Feri'

Part 22 : Sepucuk Surat Dari Anisa

Part 23 : Sebuah Perahu Dari Daun Bambu

Part 24 : Intan

Part 25 : Ode to my family

Part 26 : Nomor 21

Part 27 : Rutinitas Baru

Part 28 : Nia,Ibu nya &Emak

Part 29 : Kehadiran Mu Kembali "Anis"

Part 30 : Tipe x & Penghapus

Part 31 : Wingardium Leviosa

Part 32 : Februari Kelabu

Part 33 : Sedikit Cerita Dari Kali Gelis (Horror story)

Part 34 :Kisah Tragis 'Sosok Sovia'

Part 35 : Omah Ku Ngisor Tower (Rumah Ku Di Bawah Tower)

Part 36 : Antara Bulan,Matahari & Intan (Kembali ke alur cerita)

Part 37 : Ibarat Hukum Kekekalan Energi

Part 38 : Kelas 9A,di Situ Kami Berkumpul

Part 39 : Hadirnya Konflik

Part 40 : Internet & Jakarta - Bogor

Part 41 : Jalan Dengan Intan

Part 42 : Amarah dan Pisau Dapur

Part 43 : Petugas Upacara Bendera

Part 44 : Rencana Ke Depan

Part 45 : Bimbang

Part 46 : Ungkapan Perasaan

Part 47 : Seklumit Kisah di Area Pemakaman

Part 48 : Sisi Lain Kota Ku

Part 49 : Kudus Kota Kretek

Part 50 : Anak STM

Part 51 : penempaan fisik dan emosi ku

Part 52 : Short Message Service

Part 53 : Jadian

Part 54 : Yank,Kangen....

Part 55 : Blue Dolphin

Part 56 : Tega

Part 57 : Frustasi

Part 58 : Sisi Gelap Ku

Part 59 : Bolos

Part 60 : Berdebat Melawan Mu

Part 61 : "Bisnis"

Part 62 : Pandangan Pertama

Part 63 : Malam bersama Raya

Part 64 : Pertemuan,Penjelasan dan Pembalasan

Part 65 : Untuk Emak

Part 66 : Pertemuan Dengan Intan

Part 67 : Asalamualaikum Uhti......

Part 68 : Mitos Di Antara Dua Kota

Part 69 : Sinyal Darurat

Part 70 : Apes,Hp Ku Raib

Part 71 : Ada Kisah Di Dalam Semangkuk Sop Buah

Part 72 : Belajar

Part 73 : Yang Maha Membolak Balik kan Hati

Part 74 : Orang tua Diah

Part 75 : Intan (Lagi)

Part 76 : Aku Lelah Mak...

Part 77 : Catatan Akhir Sekolah

judul post

judul post

judul post





Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
19K Anggota • 28.5K Threads
Halaman 1 dari 9
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:11

Part 1

Senin pagi di sebuah rumah sederhana dengan bilik bambu persis seperti lirik lagu Iwan Fals berjudul "ujung aspal pondok gede"....
Sebuah rumah dengan selaksa kenangan yang sampai saat ini terus terngiang dalam ingatan.
Waktu itu aku masih seorang bocah berumur 6th dengan 2 kakak laki laki dan 3 kakak perempuan beserta seorang adik laki laki.
Aku baru terbangun dari tidur di balik selimut sarung milik bapak.adik ku masih terlelap.usia nya baru 2th.
Di samping ranjang besi tempat ku tidur.terbaring bapak di atas dipan sedang di mandikan emak dengan waslap dan air hangat.
Bapak sudah beberapa bulan sakit sakitan.bertahan melawan penyakit liver yang di derita nya.kami adalah keluarga besar yang tinggal di sebuah kabupaten kecil di jawa tengah.
Setelah menikah dengan ibu, Bapak memutuskan untuk ikut program transmigrasi dari pemerintah untuk memperbaiki perekonomian keluarga.
Mereka berangkat menuju daerah banyumas di sumatra sana.
Berkutat membuka lahan pertanian di dampingi emak yg begitu setia menemani bapak yang saat itu sedang berikhtiar mengadu nasib.
Di sana lahirlah kakak pertama sampai kakak ke 5 ku.mereka lahir dan tumbuh di perantauan.
Emak selalu cerita pada ku tentang keras nya hidup di perantauan,pernah beliau bercerita tersesat di dalam hutan saat mencari kapuk di hutan bersama kakak pertama ku hingga tak tau arah jalan pulang.dalam keputus asa an. Beliau bertemu dengan sekumpulan pemburu tradisional dan di antar menuju pemukiman terdekat,
Pernah pula ketika di pasar ada seorang wanita yang mengolok suku pedalaman yang sedang menjual hasil tangkapan dari hutan.beberapa hari setelah nya wanita tersebut malah terpikat menjadi istri orang pedalaman tersebut,banyak kisah kisah yang sering di ceritakan pada ku semasa kecil.
Tentang keluarga baru yang tak percaya dengan keyakinan kearifan lokal.
Di sana di larang membakar atau membuat api di luar rumah ketika magrib menjelang.tapi keluarga tersebut tak percaya.mereka nekat membakar sampah di depan rumah.
alhasil,kepala keluarga baru tersebut langsung di terkam harimau.
warga hanya bisa melihat tanpa berani menolong.sesepuh di sana hanya berkata,biarkan saja dulu.setelah harimau kenyang,mayat nya pasti akan di tinggal hanya di urug dengan tanah dari kais an cakar harimau seperti kucing yg habis buang air besar.lalu di tinggal begitu saja.sebab biasanya hariamu mengincar organ dalam untuk di makan terlebih dahulu.setelah mayat di tutup tanah seadanya.harimau akan pergi.lantas kembali keesokan hari nya untuk memangsa tubuh mayat tersebut.
Di kesempatan itu baru lah warga mengambil mayat yang sudah di cabik cabik harimau tersebut.
Pernah juga ada perantau baru yg hendak mencuci pakaian di sungai.
karena siang hari di sana sangat panas
matahari begitu terik,warga biasanya ke sungai memakai caping.
Mungkin karena baru datang dan belum punya caping,orang baru tersebut pergi ke sungai memakai kukusan penanak nasi yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk kerucut untuk melindungi kepala nya dari terik matahari.
Di jalan dia sudah di ingatkan untuk tidak memakai kukusan sebagai penutup kepala.karena itu pantangan.sayang nya,orang itu tak menghiraukan ucapan tetua tersebut.
Benar saja,di sungai dia di terkam buaya dan meninggal.

Ibu dan kakak ku tinggal di rumah panggung semi permanen ber tembok papan kayu,
Bapak jarang sekali ada di rumah,sebab keseharian nya di habiskan di hutan untuk menebang pohon guna membuka lahan pertanian.
Ibu sering bercerita kalau bapak suka bertirakat ketika menemui kendala saat menebang pohon di hutan,bapak pasti laku tirakat berpuasa mutih beberapa hari dan berdiam di bawah pohon itu dengan teman teman nya.
Setelah berhasil menumbangkan pohon tsb.bapak biasanya pulang membawa sesuatu, bapak pernah mendapat batu merah delima yang di tes keaslianya dengan air di gelas yang di jejerkan,sepuluh gelas berisi air putih lalu batu MD(merah delima) tersebut di masukan ke gelas pertama.gelas yang berada paling ujung,
dan cahaya merah berpendar merambat ke gelas lain nya sampai ke gelas nomor sepuluh,
bapak juga pernah mendapat bathara karang(jenglot berwujud ibu yg sedang menyusui anak nya dalam wujud kerdil)
Tapi emak menolak bapak membawa benda itu masuk kedalam rumah.alhasil beliau memberikan benda tersebut ke salah satu rekan kerja nya,
Bapak juga pernah mendapat al quran istanbul(al quran berukuran mini) setelah melakukan ritual di bawah pohon yg hendak beliau tebang.
Benda benda tersebut akhirnya di bawa oleh kakak laki laki ku yang nomor dua.saat kembali lagi ke jawa,mas badar nama nya.
Setelah sampai terlahir anak emak yang ke 5,bapak merasa usaha nya beberapa tahun di perantauan belum mendapat kan hasil yang maksimal.
Emak merasa sudah tak krasan bertahan di perantauan dan ingin segera pulang ke jawa,ke kampung halaman.
Bapak sebenar nya belum ingin pulang,karena setibanya di jawa.kami pasti akan tinggal di tempat mbah.ada semacam rasa sungkan ketika harus kembali dalam keadaan tanpa hasil yang berarti.
Terlebih lagi di rumah mbah sudah penuh mana dengan sodara sodara dari emak.
Keluarga emak termasuk keluarga besar.karna beliau adalah anak ke tiga dari delapan bersaudara.
Sedangkan latar blakang bapak adalah seorang pengembara.keluarga bapak adalah 4 bersaudara.bapak anak nomor 2 cowok sendiri,ketiga saudara beliau perempuan semua.
Emak pernah bilang kalau mereka menikah saat emak berusia 16th,
itu pun karena di jodohkan.
Aq pernah melihat buku nikah mereka,dengan materai bernilai seratus perak tertempel disanana.
Setibanya di jawa,akhirnya kami tinggal di rumah mbah.
Satu petak kamar di isi bapak,emak dan kelima sodaraku.
Waktu itu aku belum lahir,
Karena di rumah mbah lah aku baru di lahirkan.
Lantas kami di beri sebidang tanah oleh mbah untuk di dirikan sebuah rumah.
Sebidang tanah di ujung tanggul sebuah sungai bernama kaligelis di tepi kabupaten kecil di jawa tengah bernama sama persis dengan salah satu walisongo.
Terbangun lah sebuah rumah sederhana dengan bilik bambu.di tepi sungai yang di tumbuhi rumpun bambu di belakang dan samping rumah.
Bapak mendapat tawaran kerja sebagai buruh tani,dan emak mulai usaha berjualan makanan dan gorengan.
Untuk sampingan,bapak juga memelihara kambing milik orang.beliaubmembuat kandang di belakang rumah untuk hunian kambing kambing peliharaan.
Di rumah itu,selang 4 tahun lahirlah adik laki laki ku.
Saat itu aku berumur 4 tahun.
Setelah berumur 6 tahun.aku masuk ke sekolah taman kanak kanak,langsung nol besar karena aku sudah telat satu tahun untuk masuk tahun ajaran pertama.
Pagi itu setelah aku terbangun melihat bapak sedang sibinanan dengan waslap dan air hangat. Bapak melihat ku dengan sebuah senyuman,
Lalu beliau berkata
Quote:"Bangun Le(nak) sudah pagi,kamu hari ini sekolah nya masuk pagi kan?"tanya bapak padaku
Aku hanya mengangguk,
"Sana lho kambing kambing bapak di angon ke pematang sawah.sudah pada triak mengembik kelaparan"suruh bapak
Di usiaku saat itu yang masih bocil,angon kambing adalah hal yang sudah biasa ku jalani.
Karena kami waktu itu adalah keluarga yg benar benar prihatin.
Begitu banyak hal yang ku alami saat mengangon kambing.aku pernah terseret saat memegang tali pengikat kambing sampe babak belur lutut dan tangan ku,aku juga pernah di sruduk kambing bandot milik bapak sampai terpental.dada ku terasa sesak,
Semua itu pernah ku alami.
Kerasnya kehidupan masa kecil ku selalu aku anggap sebagai tempaan dari alam.

Saat aku sedang asik menjaga kambing kambing yang sedang makan rumput sembari menangkap capung yang hinggap di dahan pohon.rasa bosan mulai hinggap di pikiran,aku lalu duduk di bawah pohon petai cina yang rimbun.sungguh suasana pagi yang tenang,di iringi suara kicau burung yang cumiakan,sayup sayup terdengar suara lengkingan burung kedasih sang pembawa pesan kematian.
Hingga tak lama berselang tampak seorang bapak bapak berjambang dengan bertelanjang dada berlari menghampiri ku,benar itu adalah Bang Kamto tetangga rumah ku
Dengan tergopoh gopoh dia berlari menuju tempat ku duduk.Dia berkata dengan napas tersengal sengal.
Quote:"Le,sana kamu balik kerumah.di cari in bapak mu.urusan kambing biar aku saja yang membawa ke kandang!"seru Bang kamto
"Memang ada apa to Bang?"tanya ku
"Wis .kamu pulang saja dulu."suruh nya lagi
Aku langsung bergegas pulang kerumah.berlari melewati pematang sawah dengan background gunung muria yang menjulang tinggi tampak dengan gagah dari kejauhan.
Aku berlari membelah kebon bambu yang langsung menembus belakang rumah.aku jalan lewat samping yang terdapat jalan setapak di sana,
Dan aku terkejut bukan kepalang dimana kudapati kerumunan orang di depan rumah ku.para tetangga sekan menatap kubdengan rasa iba
"Kasihan ya,anak nya masih kecil kecil" begitu ku dengar gumam mereka.
Bilik bambu dan pintu papan di depan rumah sudah di copot.
Di sana terlihat dipan kayu bapak dengan sebujur tubuh tertutup kain jarik bermotif batik terlihat jelas tangan bersedekap di balik nya.
Tamlak emak duduk di samping tubuh yang sudah terbujur kaku sembari membaca lantunan surat yasin.emak memakai kerudung tertunduk sambil menitihkan air mata.
Kakak kakak ku terdengar menangis di dalam kamar nya,adik ku yang baru berusia 2th hanya bengong belum mengerti apa yang sedang terjadi
"Maakkk,bapak kenapa gak bangun makkk...." Tanya nya di pangkuan emak ku.
"Bapaaakkk,meninggal...." Ucap ku lirih.
Aku masih tak percaya,pikiran ku langsung terbayang saat baru saja aku terbangun,melihat senyum bapak lalu menyuruh ku untuk angon kambing.
Apakah ini firasat,apakah bapak tak ingin aku melihat saat saat terakhir beliau menemui ajal nya???
Aku mulai memundurkan langkah.ada tepukan di bahu ku tangan dari salah seorang tetangga,aku tak menghiraukan nya,aku lariiii,
Pergi menjuauh ke belakang rumah,aku mulai tak kuasa membendung air mata.
Aku menangis tersedu,
"Mengapa....."
Mengapa Tuhan......."
Dari sekian banyak manusia di dunia ini,
Mengapa kau ambil bapak ku??????"
Pertanyaan seorang anak berusia 6 tahun kepada tuhan.
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:13

Part 2

Ujung Tanggul Kali Gelis
"Lonely Shepherd versi Leo Rojas adalah backsound terbaik untuk mengiringi ku menulis part ini."

Seorang anak kecil baru saja kehilangan sosok yang selama ini melindungi nya.
Aku terus saja menangis sambil duduk terdiam di pematang sawah.
Tak ku permasalahkan terik matahari yang mulai naik sepenggalan.
Bapak akan di kebumikan tepat pukul 14.00 wib.
Dengan berat hati Aku pun pulang,
Waktu sudah menunjukan pukul satu siang.tampak para pelayat sudah hadir di depan rumah sederhana kami.
Bapak sudah berada dalam keranda yang tertutup kain hijau berhias rangkain bunga bunga melingkar.
Setelah semua sambutan dari pak modin. Jenazah bapak akhir nya selesai di kebumikan.
Karena tubuh yang terlalu lelah karena dari pagi belum makan,aku pun tertidur pulas sore itu hingga.....
Quote:
"Bangun Le,ayo ikut bapak ngangon kambing...." Aku mendengar suara lirih di telingaku yg sedang tertidur.aku mulai membuka mata
"Bapaakkkk...." Teriak ku.
Aku dapati bapak ku sedang mengelus lembut rambut ku.wajah nya tampak bahagia.tak ada kesan orang yang sedang sakit di sana,beliau tersenyum.lalu menarik tangan ku sedikit menyeret.aku teriakkk
"To...toloooongggg,pakkk aku mau di bawa kemana??"ucap ku memelas.
Ada yang tidak beres.sosok bapak yg tadi kalem.ku lihat wajah nya berubah dengan senyum bengis ala joker.wajah nya berubah menjadi sosok berwajah mengerikan dengan rambut acak acakan.dan tubuh nya di balut dengan kain kafan yang sudah robek2.
"Ini bukan bapak ku,Ya Allah tolong lindungi hamba mu ini dari godaan setan..." Doa yang aku bisa pada saat itu.
Perlahan cengkraman tangan nya mengendur dan bisa terlepas.
Terdengar suara emak
" Kamu kenapa kok teriak teriak seperti kesetanan?" Tanya emak sambil menepuk pundak ku yang masih gemetaran.
"Ehm.... Enggak mak,tadi aku mimpi ketemu bapak.tp kok bapak berubah menjadi menyeramkan.aku di seret mau di ajak pergi mak..." Ucap ku yang masih ketakutan sambil memeluk emak"itu kan cuma mimpi,makan nya kalau mau tidur berdoa.sore sore sandekala kok malah tidur.
Sana makan dulu.nanti kamu sakit."suruh emak
"Iya mak..."sahut ku.

Tak terasa hari mulai gelap.
Terdengar lantunan adzan magrib,
di depan masih ada beberapa tetangga yang mengobrol.bahkan untuk pasang tenda pun tidak ada pada waktu itu.

Skip....

Hari hari ku semakin terpuruk.sekolah pun sudah jarang masuk.
Aku tak terurus.sesuka hati mau kemana saja.
Ibu sudah pergi ke pasar sejak pagi.setelah menjadi tulang punggung utama di keluarga kami,beliau begitu sibuk untuk mencari nafkah.
Aku selalu bangun kesiangan.karena keadaan saat itu memang sangat kacau,
Suatu hari teman ku datang,nama nya Antok.dia adalah sahabat yang tinggal satu rt dengan ku.ibu nya seorang guru SD dan bapak nya karyawan rumah sakit swasta di daerah ku.
Bisa di bilang.antok ini kawan terbaik ku,postur nya saat itu kecil,pendek tapi dia termasuk anak yang cerdas.di bangku tk dia sudah bisa membaca,mungkin karena memang di didik oleh ibunya yang seorang guru.
Quote:
"Win... Erwin.main yuk" teriak nya di depan rumah ku siang itu.
Aku keluar rumah "ayok"kata ku singkat sambil merangkul pundak nya.
Paling kami hanya bermain di belakang rumah.di dekat kandang kambing.
"Kamu kenapa gak pernah masuk sekolah.sebentar lagi mau naik kelas satu lho.tadi di tanya in sama bu guru?" Tanya antok dengan nada serius
"Nggak tau lah,aku sepertinya nggak pengen sekolah.aku selalu kesulitan tiap kali di ajari sama bu guru."kata ku.
"Kamu nggak sendirian win.kita kan kawan,ada aku yang akan selalu bantu kamu.besok berangkat ya.kita sekolah bareng" ajak nya
"Iya deh,masih masuk jam 9 kan?" Tanyaku
Masih lah,kelas nya kan masih di renovasi.jadi masuk nya giliran."jawab si antok
Besok nya aku mandi pukul 8 pagi sebelum ibu ke pasar.ibu menaruh uang saku di atas seragam yang terlipat di atas kasur sebesar 250 perak.(tiga uang koin kuning 2 bergambar karapan sapi dan 1 koin bergambar komodo)
Waktu itu uang segitu sudah dapat jajan lumayan lah.
Sedangkan antok.dia selalu punya uang saku lebih. Sehari dia dapat uang saku seribu sampai dua ribu rupiah.
Aku mandi,seragam ku bawa ke kamar mandi.ku taruh di atas bibir sumur beserta uang saku di atas nya.
Antok menunggu ku sambil duduk di dekat sumur.
Setelah selesai mandi dan hendak memakai seragam,dengan teledor nya ku tarik ujung seragam yg terlipat rapi sehingga uang koin di atas nya jatuh kecplung sumur yang dalam.
Aku hanya bisa menangis,uang saku segitu nya malah masuk sumur.
Sudah jam setengah sembilan pagi.
Antok menenangkan ku
Quote:
wis wis,ayo cepat pakai seragam mu.kita berangkat sekolah,nanti telat lho." Ucap nya
"Aku masih sesenggukan dengan penuh penyesalan atas keteledoran ku.
"Terus nanti kalo istirahat mau makan apa,uang saku ku sudah hilang.sejak pagi aku juga belum sarapan" jawab ku sambil sesenggukan.
"Gak usah di pikir..." Kata antok sambil merogoh saku celana nya,dia mengeluarkan selembar uang kertas bergambar Orang utan.
"Nih,buat jajan nanti pas istirahat..."
Kata antok sambil memberikan uang 500 rupiah pada ku.
"Yang penting kamu harus kembali sekolah." Ucap nya lagi.

Kita pun berangkat sekolah bersama.
Itu adalah awal persabatan kami yang terus berlangsung sampai sekarang.
di part selanjutnya,antok banyak membantu ku di masa masa sulit menghadapi pelajaran di SD.
Bersambung.....
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:14

Part 3

Krisis ekonomi,kemelut politik dan hilang nya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menyebabkan rangkaian protes dan unjuk rasa di sejumlah wilayah di indonesia yang berlangsung pada bulan mei 1998'


Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami....

Suara lagu "Bagimu negeri" ciptaan Kusbini terdengar lamat lamat dari radio milik tetangga sebelah rumah.
Setelah mengabarkan berita lengsernya rezim orde baru.di tutup dengan suara tuts khas saat RRI semarang turun dari udara.

"Teng teng teng teng teeeeng......"

Mata ku masih belum bisa terpejam. Tangan emak tak henti henti nya mengibas ngibaskan kipas manual yang terbuat dari anyaman bambu untuk menghilangkaan rasa gerah adik ku yang terlelap di samping emak.

Angin dari kibasan kipas emak perlahan menerpa diriku yang mulai terasa mengantuk dan mulai terlelap.

Juli 1998'
Ini adalah awal tahun ajaran baru.
Sekarang aku sudah menjadi murid kelas 1 SD swasta di daerah ku.
Beberapa hari yang lalu emak mendapat tamu.seorang kepala yayasan sekolah SD.

"Senin besok anak Ibu sudah bisa masuk ke SD yang berada di bawah naungan yayasan saya.ini seragam nya buat anak ibu,
Tidak usah memikirkan biaya. Insyaallah anak ibu bisa sekolah sampe lulus kelas 6 nanti."
Ucap wanita paruh baya tersebut.

"Terima kasih Bu Is,anak saya sudah di terima untuk sekolah di yayasan Ibu. Sama seperti kedua kakak perempuan nya, Ina dan Olif" ucap emak sembari bersalaman kepada Bu Is

Ternyata aku mengikuti jejak kakak ke 4 ku,mbak Ina yang saat itu sudah kelas 6 SD,dan kakak ke 5 ku mbak Olif yang saat itu kelas 3 SD. Kami berada di sekolah yang sama dan tanpa membayar biaya apa pun sampai lulus.

Dari pengalaman hidup emak ketika menyekolahkan anak anak nya.
Itu semua akan menjadi sebuah pelajaran hidup lagi untuk ku,
Mungkin itu lah mengapa pemerintah menganjurkan program KB.
Keluarga Berencana, supaya kita bisa merencanakan masa depan anak anak menjadi lebih baik nanti nya.
Emak dan bapak jarang sekali mengobrol,saat mengambilkan makan untuk beliau pun emak selalu menyuh ku,
"Le,ini berikan ke bapak mu di belakang".ucap emaksambil memberikan piring berisi nasi dan lauk seadanya.
Kadang aku pernah bertanya kepada beliau,itupun setelah diriku cukup umur.
Emak jarang berinteraksi dengan bapak,tapi bagaimana bisa anak nya tujuh. Emak hanya tersenyum tersipu tiap kali aku dan kakak kakak ku menanyakan hal tersebut.
Makan enak bukan hal utama bagi kami,tak jarang kami makan hanya berlauk taburan garam atau secuil terasi bakar.
Jaman dulu jika ada tetangga hajatan biasanya mengadakan selametan.nah,ketika bapak mendapat undangan di acara selametan pasti pulang membawa berkat (nasi kotak) berisi ayam,sambal,acar dan sebutir telur beserta nasi.
Emak selalu telaten membagi,memondokkan nasi menjadi 9 bagian.dengan lauk yang di bagi ,ayam di suwir sama rata tak lupa telur rebus yang di belah belah menjadi 9 potong.kakak kakak ku biasanya usil, diam diam megambil bagian milik satu sama lain
di situ lah di mana kesederhanaan keluarga kami menjadi sebuah cengkrama hangat kebahagiaan.



Jarak kelahiran antara Mbak Ina,Mbak Olif dan aku adalah 3 tahun.
Ini akan mberatkan emak kelak saat kami memasuki jenjang pendidikan selanjut nya. Saat mbak ina masuk SMA, mbak olif juga pasti masuk SMP.
Pasti membutuh kan banyak biaya sampai saat aku tiba ke jenjang SMP kelak. KB adalah perencanaan masa depan yang sangat bermanfaat nanti kedepan.


Kembali ke hari pertama ku masuk ke kelas 1 SD.
Setelah berjalan dari rumah untuk berangkat sekolah bersama kedua kakak ku.Mbak ina mengantarku mencari di mana kelas ku berada.
Tertera tulisan di atas pintu "Kelas 1"

"Ini kelas mu,sana masuk ke dalam,cari bangku." Suruh mbak ina pada ku.
"Iya mbak..." Jawab ku.

Suasana tampak riuh.murid murid kelas satu masih di antar oleh wali murid mereka. Sebagian besar teman teman dari TK ku dulu se kelas dengan ku.karena TK dan SD tersebut satu naungan yayasan yang sama.
Hingga terdengar suara memanggil ku.

"win,tunggu....."
Teriak nya sambil berlari dari gerbang sekolah setelah turun dari motor Ibu nya. Ternyata si Antok
"Ayo buruan,ntar gak kebagian bangku lho" teriak ku sambil melambaikan tangan.

Akhirnya kita bisa sekelas dan sebangku lagi.kami mendapat bangku nomor dua dari depan.
Perasaan gugup masih menyelimuti ku.
Karena di kelas 1 SD aku belum bisa membaca dan menulis.
Antok tampak memahami apa yang sedang membuatku gelisah

Tenang. Kamu nggak sendirian,apapun kesulitan mu.sebisa nya akan ku bantu." Ucap nya sambil menepuk pundak ku

Hari itu kelas hanya di isi dengan perkenalan wali kelas dan murid satu persatu.
Awal mimpi buruk ku akan segera di mulai......
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:15

Part 4

Awal pembelajaran di mulai.....

"Aku seperti bayi yang baru belajar merangkak,dan di paksa untuk berlari!"
Capek pikiran ku mengikuti pelajaran,encok,pegel linu nyeri otot (lebay dikit)

Momok menakutkan berwujud huruf dan angka,kepala ku pening bila jam pelajaran di mulai.
Tak satu pun penjelasan dari guru yang mampu ku pahami.
Rangkaian angka dan huruf seakan menari salsa di kepala ku.
Bahkan membedakan huruf b dan huruf d pun aku tak mampu.
Menulis angka 8 aku memakai angka 0 yang ku tumpuk.
Berkali kali ku mengeja,tetap saja masih terbata bata.
Hanya riuh tawa satu kelas yang sering membuat ku mati gaya.
Antok,hanya dia sahabat sebangku yang selalu menenangkan ku saat mulai putus asa.
Rasa nya aku ingin pergi saja keluar dari kelas,rata rata teman teman ku sudah bisa membaca.
Aku kacau sekali saat itu.pulang,ingin rasa nya ku berlari keluar dari aktifitas sekolah yang memuakkan.
Saking frustasi nya,kadang aku menulis menggunakan tangan kiri.coretan koreksi dari guru di sana sini,
Aku selalu gelagapan bila guru menghampiri.
Lembar buku seperti keset terlihat kotor karena gesekan lengan yang ku gunakan untuk menutupi buku ketika bu guru ingin melihat tulisan tangan ku.
Sering kali bu guru membetulkan kancing baju yang ku pakai karena lubang kancing selalu tersisa satu di bagian paling bawah.
Aku kesulitan mengancingkan baju.

Bab demi bab materi pelajaran semakin sulit ku pelajari.
Setiap mengerjakan ulangan.
Aku selalu mencontek jawaban dari Antok.dia tak pernah merasa keberatan dengan kelakuan ku itu.karena aku memang tak bisa apa apa saat itu.
Bu guru juga sudah tau,
Ntah hanya perasaan ku saja.
Aku selalu di perlakukan seperti anak bawang,

Seperti ikan air tawar yang di paksa hidup di lautan.aku di tempa mau tak mau harus terus mengikuti dengan berbagai kesusahan,adaptasi yang sangat sulit ku lakukan.
Pasrah.....
Adalah cara terakhir ketika kau sudah lelah menghadapi kenyataan.
Tapi hanya ikan mati yang pasrah hanyut di seret arus kehidupan.
Sampai mana aku bisa bertahan?
Aku hanya bisa terus berjalan perlahan .

Firasatku mengatakan,apa karena aku sekolah di sini tanpa membayar.sehingga mau tak mau,bisa tak bisa aku harus terus menjalani hari hari di sekolah tanpa di perhatikan.
Kenapa hasil raport dengan nilai seperti kebakaran hutan (merah semua)
Tapi aku tetap di naik kan ke kelas 2?
Entah lah.padahal dengan hasil raport seperti itu,seharusnya aq memang harus mengulang lagi tinggal di kelas 1.


Disleksia......
Apakah aku?????
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:16

Part 5

Disleksia
Adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca tulis pada anak pada saat menginjak usia 7 hingga 8 tahun.di tandai dengan kesulitan belajar membaca dan kesulitan dalam memahami,kesulitan dalam membedakan bentuk huruf dan karakter karakter penulisan.



Setelah menerima raport kenaikan kelas. Akhirnya sekarang aku naik ke kelas 2, walau dengan hasil raport yang jauh dari kata sempurna.
Pada akhirnya Aku memasuki kelas baru di lantai 2.
Di sana ku temui wali kelas baru,beliau adalah Bu Tini.guru bahasa indonesia sekaligus wali kelas ku yang baru.
Aku menghampirinya dan bersalaman mencium tangan nya.
Saat itu bu tini di temani Bu Ani,wali kelas ku saat si bangku kelas 1.
Sedikit ku mendengar perbincangan beliau saat hendak bersalaman kepada Bu Tini.
Quote:"Dari gejala yang saya perhatikan saat di kelas satu,kemungkinan Erwin mengalami disleksia Bu." Ucap bu ani kepada bu tini dengan lirih."

"Disleksia"
Jelas terdengar di telingaku saat itu.
Di usiaku saat itu.aku tak tau mengenai apa itu definisi disleksia.

Aku masih duduk sebangku dengan Antok. Di bangku urutan kedua dari depan,dan di bangku nomor satu.di sana ada Elma,juara kelas. Seorang murid sekaligus cucu dari kepala yayasan.Bu Is,Elma duduk dengan Lani.sedangkan ayah Elma adalah kepala sekolah STM termasuk di bawah naungan yayasan yg di kelola Bu Is.
Dan di bangku ketiga
Disana ada Anis dengan Ning berada tepat di belakang ku.
Anis seorang murid yang dulu tidak sekelas dengan ku waktu di Tk,
Dia adalah murid yang berasal dari surabaya.bapak nya mendapat mutasi kerja ke daerah ini.
Mereka tinggal di rumah dinas kerja yang berkomplek di sebelah kantor perusaan tersebut.
Cukup dekat dengan sekolah kami,
Anis masuk kesini saat kelas satu.

Sekilas tentang anis.
Anak nya tidak terlalu tinggi berkulit sawo matang,senyum nya manis.tidak banyak omong.dia tipe orang yg diam diam memperhatikan setiap detail objek yang di lihat nya.

Skip....


Hari itu kegiatan belajar mengajar belum di mulai.karena masih menunggu buku materi dan LKS yang belum di bagikan.
Jadi hanya di isi dengan sesi perkenalan.

"Teeeetttt,tetttttt,tettttt,tettttt....."

Terdengar bel berbunyi 4 kali,
Artinya adalah murid bisa segera pulang.
Setelah berdoa pulang,satu persatu murid keluar berbaris bersalaman kepada bu tini.
Aku selalu menghindari kerumunan,berjalan paling akhir.
Saat bersalaman kepada bu tini,beliau menahan langkah ku,
Quote:"Erwin,mulai besok kamu jangan langsung pulang ya.Ibu mau memberikan les tambahan supaya kamu bisa mudah dan cepat beradaptasi dengan materi pelajaran. Yang paling penting,kamu harus bisa membaca dan menulis."ucap beliau padaku.
Aku hanya tertunduk diam seakan ragu.
Quote:"sudah,nggak usah mikir biaya,Ibu ini kan wali kelas mu.ibu ikhlas mengajari mu,itu sudah jadi kewajiban ibu sebagai orang tua mu di sekolah ini.ibu ingin kamu bangkit,kamu harus bisa" ucap bu tini meyakin kan ku."
"Nggih Bu,saya mau..."
"Terima kasih Bu" ucap ku lagi

Bu tini hanya tersenyum sambil mengusap rambut ku.

Aku pulang,berjalan menuju rumah.
Ku pegang saku ku ada 3 keping koin di sana.dua koin bergambar karapan sapi dan satu koin bergambar komodo.
250 perak.
Asik nih kayak nya buat beli layangan,gumamku.
Tapi harga layangan saat itu 300 rupiah. Berarti masih kurang 50 perak.
Duit darimana coba.dalam batin ku.

Ketika asik sedang berjalan sambil memandang ke bawah, tampak kertas berwarna biru terlipat lusuh bekas terinjak ban kendaraan.
Ku ambil.ku buka lipatan nya.
Waow..... 2 lembar uang ribuan bergambar seorang laki laki sedang lompat batu.
"Uang siapa nih...." Kata ku
Aku bergegas pulang.sesampainya di rumah ku ceritakan kepada emak kalo aku nemu uang 2 ribu.aku menceritakan kepada emak dengan begitu antusias.
Di luar dugaan,saat itu emak sedang menggoreng bakwan untuk di jual.
Emak pun tiba tiba saja melotot dan berteriak,
"Kamu nyolong uang dimana?" Bentak nya padaku.
Aku kaget....
"Tidak mak,aku nemu di jalan.bener sumpah."ucap ku sambil terisak ingin menangis atas tuduhan emak.
Emak memukul ku sambil menangis,
"Jangan bohong kamu,emak nggak mau punya anak pencuri.walau kita hidup serba kekurangan!" Teriak emak sambil menitihkan air mata.
"Maaakkkk,demi Allah aku nggak mencuri mak.ampuuun makkk...."ucapbku memelas sambil membuang dua lembar uang ribuan yang aku genggam.
Emak memeluk ku,aku paham betul pemikiran emak yang jarang memperhatikan ku karena beliau di sibuk kan membanting tulang untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Tempaan demi tempaan,ku dapatkan.
Tidak.aku tidak hancur,
Mungkin tuhan sedang menempa ku,membentuk ku menjadi sosok yang lebih baik!
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:17

Part 6

Setelah emak mendengar semua penjelasan ku.akhir nya emak mengerti,
Sosok yang begitu lembut namun tegas dalam mendidik anak anak nya,
Aku pernah tak sengaja menjatuhkan gelas saat hendak mengambil minum.
Emak yang sedang mengambil potongan bambu untuk kayu bakar langsung memukuli tubuh ku dengan sebatang bambu sampai hancur terbelah,tubuh ku penuh memar.
Hasil dari kecerobohan yang ku lakukan,

Wajar bila ke khawatiran beliau berlebihan.karena aku tak pernah memegang uang sebanyak itu.



"Sana ganti pakaian mu cuci tangan lalu makan nak" ucap nya sambil mengusap air mata.
Feri adik ku yang paling bungsu sedang terlelap tidur siang.
Kakak sulung perempuan ku bernama mbak Imah,kami memanggil nya Yayuk( panggilan khas yang melekat saat di perantauan oleh kakak kakak ku) aku hanya mengikuti mereka memanggil yayuk.
Dia sekarang duduk di bangku kelas 1 SMA. Biasanya membantu emak memasukan isian sayur untuk tahu isi,
Yayuk dan emak memiliki neptu pasaran weton yang sama dengan emak.biasanya hal seperti ini akan berdampak perselisihan.mereka sering ribut,dalam tradisi jawa.
Anak yang memiliki weton yang sama dengan ibunya harus di ruwat supaya tidak terjadi perselisihan.
Cara nya yaitu dengan "membuang" anak tersebut setelah di lahir kan.
Di buang di sini di artikan sebagai syarat untuk sebuah ritual adat dengan tata cara yang di bimbing para sesepuh sebelum nya.
Anak tersebut di taruh di depan rumah tetangga terdekat yang sebelum nya sudah melakukan rembukan terlebih dahulu.
Setelah bayi yang di letak kan di depan rumah tetangga kemudian di ambil.itu sudah cukup sebagai syarat,bayi tsb lantas di kembalikan lagi kepada orang tua nya.
Tapi,jika bayi laki laki.kelak saat akan di sunat.orang tua wajib menebus anak tsb dengan membawa pakaian sepengadek(kopyah,baju koko,sarung)
Untuk di berikan kepada tetangga yg sudah mengambil anak itu dulu.
Dan jika perempuan,pada saat akan menikah kan kelak.
Harus di tebus pula dengan pakaian sepengadek untuk di berikan kepada tetangga pengambil anak sebagai salah satu prosesi.
Namun dalam kasus yayuk dan emak dulu tidak ada prosesi ruwatan tersebut.karena yayuk terlahir di perantauan.
Jadilah mereka swring berselisih paham.
Pernah suatu ketika,yayuk baru saja berselisih dengan emak,
Yayuk mengisi adonan isian ke dalam tahu dengan menyisipkan cabai berwarna orange kemerahan sebesar kelingking ke dalam tahu tanpa sepengetahuna emak.
Tahu tsb lalu di goreng setelah di lumuri tepung.
Sore hari dagangan sudah di tata rapi di kotak gorengan berbahan seng stainless bundar seperti bass drum band. Lalu di gendong di belakang punggung emak dengan selendang yang biasanya di pake untuk menggendong adik ku feri.
Tak lupa keranjang berisi bungkusan urap sayur dan pepes ikan di jinjing di tangan emak.
Lalu mulailah beliau berkeliling berjualan di sekitar kampung.

Sehabis magrib tumben emak sudah pulang.karena biasa nya jam 9 malam emak baru pulang selesai berjualan.
Emak masuk rumah,mencari yayuk di dalam kamar nya.
Dengan penuh emosi emak berteriak
"Kamu kalau tidak mau membantu emak,setidak nya jangan mempersulit emak!"
Dan Plakkkkk,sebuah gamparan mendarat di pipi yayuk.
Yayuk hanya terdiam dan mulai menangis.
"Hikss... Maaf makkk...."

Ternyata tahu berisi cabai setan yang di masukan yayuk tadi di beli salah satu anak dari pelanggan emak.
Seorang bocah,siapapun pasti tergiur dengan tahu isi yang tampak berukuran besar di balut dengan tepung dan taburan daun seledri.
Bocah tak berdosa itu memakan tahu tersebut dan menagis kepedasan.
Emak di maki maki sama orang tua bocah tersebut.
Itulah yang membuat emak sampai naik pitam.
Aku,adik dan kakak kakak ku hanya terdiam.
Mendengar amarah emak yang meluap luap.
Dagangan masih banyak.malam itu menjadi malam mencekam bagi keluarga kami.
Kakak ku yang kedua sekarang terpaksa masuk ke sebuah panti asuhan yatim yang letak nya masih di kota ini demi melanjutkan sekolah nya yg sudah masuk ke bangku smp.
Mas badar adalah anak dengan otak paling encer di keluarga kami.dia di anugerahi kecerdasan oleh tuhan,
Aku selalu melihat isi raport nya yang selalu masuk ranking 2 besar.
Sedangkan kakak ku yang ke tiga.
Mas Ilham,dia adalah kakak yang malang.
Saat di perantauan.emak dan bapak tidak sadar kalau emak sedang hamil 4 bulan.hamil mas ilham,
Naas nya,saat itu tetangga di perantauan sedang ada hajatan.
Bapak yang ikut membantu menyiangi ayam.
Secara tidak sadar memotong paruh dari kepala ayam.
Dan ketika mas ilham lahir.dia menangis tapi tak ada suaranya,
Setelah di periksa bidan,ternyata mas ilham terlahir tanpa selaput di tenggorokan sehingga bila bicara.suara nya terdengar bindeng.
Kebiasaan lain dari mas ilham adalah
Jika meniup balon,dia selalu menutup kedua lubang hidung nya dengan tangan.
Karena bila tak di tutup lubang hidungnya.
Maka balon yg di tiup tidak akan mengembung lantaran udaranya langsung keluar melalui lubang hidung.
Tanpa terhalang selaput di tenggorokan.
Mas ilham pernah sekolah sd saat di tempat mbah.
Dia satu sekolah dengan mas badar.
Tapi mas ilham sering ketiduran dan ngompol di kelas.
Jadilah mas badar selalu mengepel bekas ompol di kelas mas ilham tiap pulang sekolah.
Karena malu dengan kebiasaan nya,akhirnya mas ilham tidak mau meneruskan sekolah nya.
Di usianya yang seharunya sudah smp.
Sekarang dia malah ikut kerja kasar dengan kerabat sebagai pengangkut pasir dan batu kali.
Dan di balik segala kekurangan mas Ilham, dia juga memiliki kelebihan tersendiri.
Yaitu anugerah dari tuhan berupa wajah yang tampan. Jujur,di antara mas Badar,mas Ilham,Aku dan Feri adik ku.
Hanya mas ilham lah yang mempunyai hidung mancung dan dagu yang tirus dengan warna kulit yang lebih putih.
Sedangkan kedua kakak perempuan ku yang nomor 4 dan 5
Mbak ina dan mbak olif,mereka ini sudah seperti anak kembar.
Kemanapun pergi pasti selalu berdua.
Kedua kakak perempuan ku ini terbilang perempuan yang tomboy.
Setiap kali pulang sekolah dan setelah menyelesaikan tugas menyiangi dan merajang sayur untuk bahan gorengan,biasanya mereka berdua diam diam pergi bermain wayang (kertas bergambar) bermain kelereng kadang bermain bola dengan anak laki laki di kampung ku.
Biasanya bila emak sedang repot,aku yang di suruh memanggil mereka untuk membantu menggoreng gorengan.

Suasana malam itu terasa sepi di rumah sederhana milik kami.
Aku tiduran di atas kasur di samping adik ku yang di apit oleh emak dan aku di kedua sisi.
Tampak dari samping wajah emak masih meneteskan air mata.
Suara jangkrik mengerik bergantian hingg terdengarlah lantunan lagu lawas yang sedang hits di radio milik tetangga sebelah rumah dengan suara yang masih kemresek( entah apa bahasa baku nya) lantaran gelombang frekuensi nya belum terlalu pas.
Sebuah lagu berjudul "Perjalanan" karya Franky sahilatua yang di nyanyikan jane

Dengan kereta malam, ku pulang sendiri
Mengikuti rasa rindu
Pada kampung halamanku
Pada ayah yang menunggu
Pada ibu yang mengasihiku

Duduk di hadapanku, seorang ibu
Dengan wajah sendu, sendu kelabu
Penuh rasa haru, ia menatapku
Penuh rasa haru, ia menatapku
Seakan ingin memeluk diriku

Ia lalu bercerita tentang
Anak gadisnya yang t'lah tiada
Kar'na sakit dan tak terobati
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku

Duduk di hadapanku, seorang ibu
Dengan wajah sendu, sendu kelabu
Penuh rasa haru, ia menatapku
Penuh rasa haru, ia menatapku
Seakan ingin memeluk diriku

Ia lalu bercerita tentang
Anak gadisnya yang t'lah tiada
Kar'na sakit dan tak terobati
Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku

Yang wajahnya mirip denganku
Yang wajahnya mirip denganku

Sumber: Musixmatch

Penulis lagu: Franky Sahilatua

Lirik Perjalanan ©
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:18

Part 7

Pagi menjelang,aktifitas dimulai.
Rutinitas keseharian sudah menanti.
Baru saja aku terbangun,mengantri kamar mandi yang sedang di pakai oleh kakak ku.
Terdengar suara derit gesekan tuas pengungkit pompa dragon yang sedang di pompa mas ilham.air mengalir dari moncong pompa yang di sambung pipa paralon langsung mengalir menuju ke bak kamar mandi.

Sembari mengantri,aku duduk di belakang rumah,di bale samping kandang kambing yang sudah kosong tak berpenghuni.
Terlihat lengang,mungkin setiap malam rame di dalam kandang para "mahluk" jahil yang sedang berpesta pora.
"Mahluk jahil" begitu ku menyebutnya.
Mahluk tinggi besar berbulu dengan mata merah menyala sebesar lepek cangkir yang sering menjahili.karena di belakang rumah adalah kebon dengan rumpun bambu yang rimbun beserta sebuah aliran sungai yang mengalir dari kaki gunung muria sampai bertemu aliran sungai besar pembatas kabupaten dan berakhir ke laut lepas kota ukir.
Nah,mengenai 'mahluk jahil' aku jadi teringat keusilan nya yang sudah keterlaluan.

Suatu ketika emak mendapat pesanan membuat lemper untuk acara hajatan tetangga.
Sejak sore semua bahan sudah di persiapkan,adonan ketan yang sudah di aron di taruh di nampan besar untuk segera di bungkus dengan suwiran ayam.
Baru sejenak di tinggal mengambil daun pisang di kebon.
Emak terkejut lantaran sudah mendapati adonan ketan di nampan sudah basi dengan tekstur berlendir dan berbau tak sedap beserta suwiran ayam nya.

Beliau tak patah arang,
Dengan suasah payah emak membuat adonan lagi, kali ini tidak ada kejadian yang janggal.aman dan lancar.....
Namun,setelah semua terbungkus dan siap untuk di rebus di atas tungku menggunakan api dari kayu bakar.
Lemper lemper tersebut di tata di dalam dandang untuk di kukus.

Dandang sudah di atas perapian.
.
.
.
.
1 jam....
.
.
.
2 jam
.
.
.
3 Jam
.
.
.
.dan..... Ketika tutup dandang di buka.
Betapa terperanjatnya emak melihat lemper lemper yang ter tata rapi di dalam dandang masih tampak belum menunjukan tanda tanda matang.
Daun pisang pembungkus lemper masih berwarna hijau tanpa layu sedikit pun.waktu itu jam menunjukan pukul 10 malam.
Nyala api dari kayu bakar pun masih menyala dengan normal.
Emak kembali menutup dandang, lalu mengambil segenggam garam.
Terlihat mulut emak komat kamit membaca doa.
Lantas mengepret pantat dandang di perapian dengan garam yang digenggam.


"Heeeerrrrmmmmm" terdengar suara geraman.
Lalu bruuukkkkkkk.
Seperti orang yang melompat keluar.suara itu terdengan di belakang.
Bekas kandang kambing milik bapak,
Tak berapa lama,emak mengecek isi dandang.dan lemper lemper itu sudah tampak coklat kegelapan menandakan sudah mulai matang.
Ternyata perapian dan adonan yang membusuk adalah ulah jahil mahluk tersebut.
Lemper lemper itu tidak lekas matang lantaran api yang menyentuh pantat dandang sengaja di halangi sama si mahluk jahil ini.

Skip.....

Setelah giliran ku mandi,
Kami bersiap berangkat ke sekolah,
Pukul setengah tujuh aku sudah berada di sekolah.
Aku masuk ke dalam kelas,di sana rupanya sudah ada teman ku yang duduk di bangku belakang ku.
Anis,
"Jam segini sudah di sini saja kamu Nis?"
Tanyaku sembari duduk dan menaruh tas.
"Ehhh,erwin....
iya nih.tadi bareng sama ayah sekalian pas berangkat ke tempat kerja."
Dan ketika aku menoleh ke belakang.
Anis yang sedang asik membaca buku terlihat sedikit melirik ke arah ku.
Quote:
"Kebiasaan banget sih kamu,kalo pake seragam tuh kancing in yang bener. Masang kancing nya salah...."
Aku hanya kaget dan tersenyum malu.
"Hehehe,...."kekeh ku.
Tanpa basa basi Anis menarik kerah baju ku lalu dia memberi tanda coretan dengan pena di lubang kancing paling atas baju seragam ku.
"Garis pena ini adalah batas awal kamu memakai kancing baju,di ingat ya.udah kelas dua kok nggak bisa pake baju." Seru nya padaku.
"Eeehm,iya Nis.makasih ya"ucap ku sambil membetul kan kancing seragam ku.
Baru kali ini ada yang perhatian dengan diriku.

Para murid sudah masuk ke kelas.jam pelajaran di mulai seperti biasa,
Sampai bel pulang sekolah.
Aku masih berada di kelas untuk les tambahan yang di berikan Bu tini padaku.
Satu persatu para murid meninggalkan kelas.
Bu tini sejenak keluar kelas menuju ruang guru,
Entah kenapa anis masih ada di kelas duduk di belakangku.
Lalu dia mulai memakai tas nya untuk keluar dari kelas.
Aku masih duduk di bangku sambil menyenderkan kepala di atas meja dengan kedua tangan sebagai alas nya.
Tiba tiba Anis menepuk pundak ku
Quote:
"Semangat ya belajar nya,biar bisa cepat mengikuti pelajaran."ucap nya sambil memberikan coklat berbentuk payung yang dia ambil dari saku baju nya.
"Ini biar semakin semangat belajar nya." Kata anis sambil berlalu pergi keluar kelas sembari tersenyum manis padaku.benar benar tatapan yang meneduh kan.

Selang beberapa menit bu tini menghampiri ku menuju kelas, beliau membawa buku belajar membaca dengan huruf huruf dan kalimat ejaan di dalam nya.
Bu tini mengajari ku dengan sabar.
Ini Budi
Ini ibu Budi.....
Kata kata ejaan yang selalu ada di buku buku pelajaran bahasa indonesia.


Usaha tak akan pernah menghianati hasil.perlahan namun pasti.aku mulai memahami setiap kata yang aku eja.
Aku sudah mulai bisa membaca walau belum terlalu lancar.
Buku paket "Aku Cinta Bahasa indonesia" kelas 2 dari J.S Badudu
Adalah buku pertama yang selalu ku baca berulang ulang.
Di dalam nya ada berbagai bacaan.
Kisah tentang pak tani dan si kancil,kisah kocak nya si kabayan dan kisah Saridin yang sakti.
Kisah pak tani dan si kancil adalah cerita yang paling jelas kuingat di kepalaku.
Karena dulu,sewaktu bapak masih ada.
Beliau selalu mendongengi ku kisah kisah tentang pak tani sebelum tidur.
Tak lupa tembang "Lir ilir" selalu mengalun merdu mendayu dayu di telinga sebagai penghantar tidurku.



Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar
Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir
Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane mumpung jembar kalangane
Sun suraka surak hiyo

Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar

Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira
Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir
Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane mumpung jembar kalangane
Sun suraka surak hiyo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:19

Part 8

Sabtu yang cerah sepulang sekolah.
Hari ini aku pulang pukul 10. Tidak ada les tambahan dari Bu tini,bel pulang sekolah berbunyi.aku meninggalkan kelas yang sudah mulai sepi,berjalan menuruni tangga lantai dua.
Satu persatu langkahku bergantian melewati anak tangga tanpa memegang pipa pegangan di samping nya.ada sedikit rasa trauma pada diriku lantaran pengalaman kurang menyenangkan dengan besi bercat biru laut yang berada di samping anak tangga sekolah ku.
Sebenarnya sudah menjadi hal yang wajar ketika kita naik atau turun tangga pasti tangan kita spontan berpegangan pada pipa besi di sisinya,dan suatu ketika aku sedang asik naik ke lantai atas kelas ku sambil berpengangan pada pipa tersebut

"Tap,tap,tap,tap...." Suara langkah kaki ku sambil terus memegangi pipa di sisi nya.dannnnn.....
Ketika tangan ku asik menggenggam benda yang berada di samping tangga tersebut,tiba tiba terasa dingin berlendir di telapak tangan ku.
Ternyata ada murid iseng yang sengaja meludahi pipa pegangan anak tangga itu.
Benar benar Pengalaman yang iiieuuuhhhh banget bila aku mengingat nya.


Setelah aku sampai di gerbang sekolah untuk pulang.
Kulihat anis menuntun sepeda nya,
Sepeda mini berwarna oranye bergambar burung phoenix beserta keranjang di depan stang yang sedang booming pada masa nya.
Kulihat ban sepeda anis kempes,
Aku menghampiri nya....
Quote:
"Sepeda nya kenapa Nis?" Tanya ku
"Tau nih,ban nya kempes."jawabnya sambil mengelap keringat di kening dengan punggung lengan nya.
"Owh...." Kata ku sambil mengecek ban sepeda nya.
Ternyata ada seonggok paku berkarat yang sedang asik menancap di permukaan ban sepeda anis.
Aku mencabut nya,
"Ini nih penyebabnya...." Ucap ku sambil mencabut dan menunjukan paku itu kepada anis.
"Yaaahhh,ban nya bocor.mana tukang tambal ban jauh lagi." Ucap si anis.
"Ya sudah,sini aku bantu tuntun sepeda mu."kata ku menawarkan bantuan.
"Makasih ya Win,tapi anterin sampe rumah ya...." Ucap anis dengan senyum nya yang manis meneduh kan.

Kami berdua berjalan menyusuri jalanan menuju rumah anis sambil menuntun sepeda nya.sesekali bersenda gurau cerita cerita nggak jelas bin konyol.
Sesampai di rumah nya,ku parkirkan sepeda anis di samping rumah nya.

"lho kenapa sepeda nya kok di tuntun Nis.,"tanya seorang wanita yang wajah nya mirip dengan anis.tapi yang ini versi dewasa.
Dia lah ibu nya.

"Selamat siang tante...." Sapa ku sambil cium tangan kepada beliau.

"Tadi di parkiran sekolah kulihat ban sepeda anis terkena paku tante" jelas ku kepada ibu nya.

"Ow.... Ya sudah.nanti biar di bawa ke tambal ban sama ayah anis.

"Kamu teman sekolah nya anis ya nak?" Tanya ibu anis padaku.

"Iya tante,perkenalkan.saya Erwin,teman sekelas Anis"jawab ku

"Sini mampir masuk dulu,tante ambilkan minum.pasti haus banget ya?" Ucap ibu anis lagi.

"Wahhh...jadi ngrepotin tante hehehe"
Anis langsung bergegas masuk.
Aku pun masuk re rumah anis,duduk di ruang tamu yang cukup megah dengan lapu lampu yang mewah.beda dengan rumah sederhana milik ibu ku, di sana ku dapati lagi seorang perempuan yang sedang asik menonton tv di samping ruang tamu sambil memegang remote,
Dia adalah kakak perempuan anis,Mbak Endah namanya."

Setelah berbasa basi berkenalan dengan mbak endah,anis keluar dari kamar dan sudah berganti pakaian.
Anis memakai kaos berwarna merah jambu dengan Gambar kucing di bagian perut depan nya.di padukan dengan celana denim 3/4 dan rambut nya yang se bahu sudah di kuncir dengan rapi,namun tampak ada beberapa rambut yang tak ikut terkuncir di sela sela telinga nya tertiup angin....

"Alamaaaakkkk,cakep bener nih cewek"gumamku dalam hati sambil terbengong tak percaya.

"Liat nya biasa aja dong bang,adik ku tuh" celetuk mbak endah padaku.
Anis tersenyum dengan pipi memerah.
Lalu menarik tangan ku menuju teras sambil memegang sebuah buku di tangan satu nya.
Aku hanya menuruti nya saja.


"Win,kamu tau nggak ini buku apa?" Tanya anis sambil duduk di kursi santai di teras.

Aku masih berdiri di samping nya
Hanya bisa menggeleng sambil melirik sebuah buku yang dia bawa.

"Kamu mah banyak nggak tau nya,
Ini tuh buku tentang Disleksia."kata nya

"Semenjak aku memperhatikan pola dan kebiasaan mu,aku tau kamu adalah seorang disleksia.tapi hebat juga kamu sudah berjuang dengan penuh semangat melewati itu semua.
Untungnya Bu Tini telaten memberikan les tambahan demi membantumu supaya bisa bangkit."papar nya lagi.

"Orang seperti aku ini bisa apa Nis, tanpa orang orang yang mau peduli seperti Bu Tini,mungkin aku hanya akan menjadi anak tak berguna!" Sanggahku sambil duduk di teras depan rumah nya.

"Jangan pesimis gitu ah,gak baik.
Aku yakin setiap anak itu istimewa dengan kelebihan dan kekurangan nya masing masing" kata anis meyakinkan ku.
Aku hanya diam medengarkan dengan seksama.

"Terima kasih Tuhan,
Engkah telah menempatkan ku di antara orang orang hebat seperti Emak,Bu Tini dan juga Anis."
ucap ku sambil menengadahkan kedua tangan seperti orang yang sedang berdoa.
Anis menatap ku sambil tersenyum lalu tertunduk malu.

"Kadang aku capek harus kayak gini nis,dalam pikiran ku selalu terbesit ucapan kapan semua ini akan segera berakhir."ucap ku sambil tertunduk lesu.

"Sudahlah tak perlu di pikirkan.
Kita masih punya Tuhan,Aku yakin Tuhan memberimu ujian yang sangat berat karena kamu memang mampu menghadapinya.
Kamu nggak sendirian,di luar sana ada banyak orang orang yang mengalami hal seperti mu.
Ingat,setiap anak itu di lahirkan dengan kekurangan dan kelebihannya masing masing.seperti kata ku tadi." Ucap nya lagi.
Setelah anis duduk di samping ku kami mulai membaca satu persatu halaman buku yang banyak tokoh tokoh dunia yang mengalami disleksia,
Ada petinju Muhamad Ali,lalu seorang penulis novel misteri bernama agatha crhisty. Kebayang nggak ada seorang penulis tapi masa kecilnya tidak bisa menulis dan membaca,namun pada akhirnya malah menjadi seorang penulis novel terkenal,
Ada juga walt Disney pencipta kartun mickey mouse,kemudian leonardo da vinci seorang pelukis beraliran kubisme,bahkan seorang vokalis the beattles john Lennon pun mempunyai masa kecil yang sama denganku,mengalami disleksia.
Yang lebih membuatku terperangah adalah seorang tokoh dunia penemu hukum relativfitas Albert Einstein ternyata juga mengalami nya.
Mereka adah tokoh yang mengidap disleksia di masa kecilnya.

"Mereka adalah orang orang hebat dengan pemikiran unik dan berbeda,
Dab kini mereka menjadi sosok yang hebat atas perjuangan nya."aku yakin kamu bisa seperti mereka kelak win.semangat ya..." Kata anis.
"Iya,terima kasih banyak atas dukungan mu ya nis"kata ku sambi menatap wajah nya.
Setelah Anis menunjukan semua itu,hari itu aku seperti sebuah parasut.
"Pikiran itu seperti sebuah parasut,
Kau akan tau fungsi nya ketika ia sudah terbuka."

Setelah itu aku pamit pulang kepada ibu dan kakak perempuan Anis.
"Hati hati di jalan ya,semangat!!!!" ucap anis sambil dadah pada ku.
"Iya,aku balik dulu ya nis" sahut ku.
"Terima kasih sudah mengantarku win...." Teriak nya lagi.

Aku berjalan pulang dengan bahagia.
Ternyata seperhatian itu anis pada ku.

Hari hari ku kini kulewati dengan begitu ringan tanpa beban.
aku semakin akrab dengan Anis,dia banyak membrikan masukan dalam kesulitan yang ku hadapi selama ini.
Hingga pada akhirnya aku sudah lancar membaca dan menulis,
Aku juga sudah tak bergantung lagi kepada si antok teman sebangku ku.
Sahabat terbaik yang paling pertama ku kenal.

Sebenarnya banyak teman teman ku yang suka mengejek antok.karena kedua telapak tangan nya mengalami kelainan.kulit telapak tangan nya kasar pecah pecah seperti ganti kulit yang gagal.telapak tangan nya sering berdarah.
Jadi kedua telapak tangan nya selalu di beri betadine.tampak kurang enak di pandang mata.
Tapi dia adalah teman terbaik ku.
Apa pun keadaanya,aku tak pernah mempermasalahkan atau membahasnya.aku yakin dia cukup tau apa yang sedang terjadi dengan kedua telapak tangannya.menurutku,dengan membahasnya.itu hanya akan menyinggung perasaan nya.
Hari hari di kelas 2 akan segera berakhir.
Aku akan naik ke kelas 3.
Setelah tes kenaikan selesai.
Raport ku berangrus membaik.sudah tak ada tinta merah di sana.
Aku naik ke kelas 3.
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:21

Part 9

Seragam merah putih sudah ku kenakan.
Hari ini aku sudah kelas 3.
Aku mencari kelas ku yang baru.
Kelas ku sekarang kembali lagi ke lantai 1.
Semua murid masih sama seperti saat di kelas 3.
Wali kelas ku sekarang adalah Bu Ati.seorang guru pelajaran IPA,ya semenjak duduk di bangku kelas 3 sekarang aku mendapat pelajaran baru yaitu ilmu pengetahuan alam.
Pelajaran yang paling ku suka,
Ilmu tentang alam begitu mudah kupahami.
Di kelas 3,kami mendapat satu teman baru pindahan dari luar jawa.
Tika.....
Kartika adalah murid pindahan dari pontianak karena papa nya di mutasi untuk bertugas di sini.
Papa nya seorang pegawai kantoran di pabrik kertas terbesar di kota ku.
Tika postur nya tinggi proporsional.agak kurus an,logat nya saat berbicara jawa sangat khas,karena mungkin terbiasa berbahasa indonesia di tempatnya dulu.kulit nya putih,
Ramah dan murah senyum.
Tempat tinggal nya di sini tak jauh dari rumah si anis.
Tak perlu waktu lama,tika dan anis sudah terlihat begitu akrab.
Anis sekarang duduk di bangku tepat di depan ku,dengan tika tentunya.
Kami sering bercanda bersama,
Perhatian anis pada ku dan keceriaan tika selalu mengisi hari hari ku saat berada di kelas 3.
Kami sering main di rumah tika.di sana ada ps ada otopet dan seabrek mainan lain nya.
Permainan yang sering kami bertiga mainkan adalah ular tangga.
Tapi aku sering kalah karena mereka berdua selalu kong kali kong melawan ku.
Dadu nya di kocok ulang lah,di bolak balikin lah.bidak nya di geser diam diam lah.
Suatu ketika kami sedang asik main sepeda.
Anis naik sepeda mini nya sendiri.dan aku berboncengan dengan tika.
Tika memeluk perut ku saat ku bonceng tanpa canggung.
Dia juga ikut mengayuh pedal sepeda berbagi dengan kaki ku mengayuhnya bersama.terlebih kaki tika panjang sehingga dengan mudah mengimbangi setiap kayuh kaki ku.
Sekilas kulihat anis tampak merengut tak suka.
Aku semakin akrab dengan tika,
Hari itu saat jam istirahat,aku sedang duduk sendirian di kelas.
Tika pergi ke kantin.
Anis masih duduk sambil membaca buku,
Aku menundukan kepala ku di di atas meja bertopang pada satu lengan ku.
Ku benamkan wajah ke lengan yang ku jadikan alas.
Satu tangan ku kuletakkan menjulur di atas meja.
Hingga tiba tiba.ada jemari yang menggenggenggam telapak tangan ku.
Anis.....
Ku angkat kepalaku,terlihat mata nya berkaca kaca.tampak riak air mata di pelupuk matanya.
Quote:"win,kenapa sekarang kita seperti nya jauh.?" Tanya nya pada ku
"Engg... Nggak koq,kita masih sama seperti dulu"sahut ku dengan nada canggung karena tangan ku di genggam oleh anis.
"Please,jangan lupain aku...."ucap nya lirih.
"Hei....kamu kok jadi melow gini sih.
Aku nggak melupain kamu kok." Ucap ku
"Beneran???" Sahut nya
"Iya...."
"Janji???"
"Janji deh...."
Jawab ku.
"Sudah.jangan menangis,senyum dong..."pinta ku sambil mengusap air mata nya yang sudah menetes.
Anis masih agak cemberut.
"Sudah dong,cantik nya manaaa...."
Goda ku.
"Kamu nakal..." Teriak anis sambil mencubit tangan ku.
"Aduhhh,ampuuunnn nisss.sakit.sudah lepasin dong cubitan nya.
Saat aku dan anis sedang asik bercanda.
Tampak tika melihat kami di pintu kelas.
Dia berdiri sambil memegang dua es teh di plastik denga sedotan yang di genggam.
"Tikaaa,sini...." Teriak ku memanggil nya.
"Ehhh,ehm.... Anu... Sebentar.ada yang ketinggalan."jawab nya sambil memalingkan muka dan berlalu begitu saja.
Aku agak heran,kenapa dengan tika.
"Kenapa.mau ngejar tika?" Ucap anis sambil cemberut.
"Emh.nggak koq,dia kenapa ya nis?"tanya ku
"Tauuu..cemburu kali" celetuk anis
"Husss.... Ada ada saja"sahut ku
"Aku cewek,tika juga cewek.aku tau bagaimana perasaan tika padamu.firasat ku tak pernah meleset"kata anis sambil menatap ku tajam.
"Ahhh,kita kan masih kecil,belum saat nya bahas yang kaya gitu"ucap ku singkat.
Anis tampak kecewa mendengarnya.
Bel istirahat selesai berbunyi.
Tetttt,tetttt,tettt.....
Pelajaran di mulai.
Tampak di depan ku Anis dan tika saling membuang muka.
Mereka seperti menghindari percakapan.
Quote:
"Win,nanti pulang nya anterin yaaa." Ucap anis dan tika bersamaan.
"Kita balik bareng bareng aja bertiga seperti bianya nya" kata ku
"Nggak!!!!" Sahut mereka berdua dengan kompak.
Hadeeeehhhh,situasi macam apa ini.
Setelah kejadian itu.
Tika memilih pindah tempat duduk di sisi lain.
Ku dapati tika sedang murung.
Tak seperti biasa nya.tika yang selalu riang dalam pembawaan nya.sekarang lebih sering murung.
"Hey Nona manis,kalo murung terus nanti manis nya hilang lho."ucap ku sambil duduk di samping nya.
"Ihhhh,apaan sih.dasar gombal mukio...." Teriak tika.
"Sapa tuh mukio tik?"
Itu sodaranya mukidi...."
"Ow...." Sahut ku seperti orang bego'.
"Kamu ngeselin banget sih win."
Ucap nya sambil menjewer kuping ku
"Aaawwww,ampuuun.sakit tik.
.."
Anis sedang pergi ke perpus.katanya ada buku yang mau di cari.
Mereka sudah tak pernah bertegur sapa.
"Ow ya tik,sebenarnya saat istirahat kemarin.kamu kenapa berlalu pergi?"
"Nggak koq,takut ganggu aja."kata tika.
"Ahh,kita kan sudah jadi teman.terlepas seperti apa perasaan kita masing masing.kita juga nggak pernah tau,toh kita masih terlalu kecil menanggapi situasi seperti ini.
"Dasarrr.jadi cowok nggak peka banget sih..." Gerutu tika
"Hehehe,bukanya nggak peka tik,
Kamu dan anis tuh sudah jadi bagian di keseharian ku selama ini. Teman terbaik ku kalian tuh,tapi kalo suasana nya jadi serba canggung begini.
Aku nggak mau terus terusan seperti ini.
Aku pengen kita bertiga seperti dulu lagi " terang ku apa ada nya.
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:28

Part 10

Sore itu,aku ikut emak jualan keliling menjajakan gorengan,kacang rebus dan pepes ikan.
Kami berhenti di pos ronda dekat rumah.karena sore itu pos ronda yang terletak di dekat lapangan voli tampak ramai orang orang berkumpul sedang mengobrol sambil menonton voli.
Aku menenteng tas berisi dagangan emak.lalu ikut duduk melihat para pemuda bermain voli.
Lalu terdengar bapak bapak bercerita dengan asik nya.
Tiba tiba saja fokus pandangan ku yang dari tadi menonton voli mulai teralihkan kepada bapak bapak tersebut .
Ternyata beliau sedang berkisah tentang pengalaman nya lelaku spiritual untuk mendapatkan pegangan(ilmu kanuragan) di masa lalu.
Beliau bernama kang Darman,
Tetangga ku yang sudah melanglang buana merantau ke berbagai daerah karena berprofesi sebagai sopir truck.
Kebetulan sore itu beliau sedang ada di rumah setelah beberapa bulan di luar kota. Lalu kang darman mulai bercerita suka duka menjadi seorang sopir.
Suatu ketika beliau sedang membawa muatan dari jakarta ke daerah banyuwangi jawa timur,
Setiba nya di sana kang Darman langsung menyuruh kernet nya untuk membuka ikatan ikatan tali pada terpal supaya lekas di bongkar oleh para kuli yang sudah berkerumun bersiap untuk mendapat kan rejeki.
Terpal penutup muatan sudah terbuka,tinggal tugas para kuli panggul untuk membongkar.
Kang darman dan kenek baru nya kemudian bergegas ke warung kopi untuk sekedar istirahat rokok an dan ngopi tentu nya.
"Kopi 2 mbak e...." Pesan kernek kang darman yang tak mau di sebut nama nya.
"Inggih,sehentar ya mas...."ucap mbak penjaga warkop sambil tersenyum manis.mbak nya masih muda.usia kisaran 25btahunan,Dengan body berisi di bungkus kaos ketat.
Tanpa permisi,kernet kang darman nyelonong saja ke dapur menggoda dengan berbagai modus yang ada.
Tangan nya juga asik berjalan menjajaki rambut dan pundak mbak mbak tersebut.
"Woey,jangan kurang ajar Kowe.sini duduk saja di sini."ucap kang darman.
"Emoh .gak mau kang,enak di sini sama mbak e.nunggu air nya mendidih hehehe" ucap si kernet sambil menyentuh dagu si mbak nya.
"Nggak keberatan kan mbak kalo ku temenin..."ucap kernet itu lagi.waktu itu mbak penjaga warung masih merebus air menggunakan tungku kayu bakar.
"Kretekkk,kretekkkk" suara kayu kayu kering yang di lumat api untuk merebus air.
Setelahbair mendidih akhirnya kopi pun di seduh,
Kernet itu lalu duduk di samping kang darman.sambil mengeluarkan sebatang rokok dari saku nya.
Dia masih sibuk mengoprek isi saku celana nya.mencari korek api yang ternyata tertinggal di dasbor truck,
Karena malas mengambil dia pun hendak meminjam korek kepada si penjual.

"Mbak,boleh minta api nya???"pinta si kernet.
"Ow,Iya mas.sebentar tak ambilin...."
Sahut mbak tersebut sembari berjalan menuju dapur.
Setelah itu tampak mbak nya kembali menuju tempat kernet kang darman duduk
Sambil menggenggam Bara api dari kayu yang sudah terbakar berwarna merah menyala dengan kepulan asap langsung menggunakan tangan nya.
"Monggo mas,di bakar langsung rokok nya."ucap mbak nya sambil menyodorkan tangan.


Kernet kang darman melongo tak bergerak dengan apa yang di lihat nya,lalu dengan gemetaran menyulut sebatang rokok yang sudah ada di mulut nya dengan gemetar.
"Ternyata ini cewek bukan orang sembarangan"batin nya.
Mbak tersebut hanya tersenyum.
Kang darman yang sudah berpengalaman kesana kemari pun hanya terkekeh cekikikan.
"Modar o kon,bukan di wilayah mu kok macem macem main ngegodain cewek sini.untung nggak di raup in ke wajah mu tu bara api."ucap kang darman.
"Kapok aku kang....",ucap kernet nya dengan wajah pucat pasi.

Sore itu kang darman mengisahkan Banyaknya kendala pada saat hidup di jalanan.hal hal yang mungkin bisa membahayakan keselamatan kang darman atau muatan yang di bawa nyandari orang orang yang berniat jahat.itulah yang membuat kang darman bertekat mencari pegangan untuk jaga diri bila ada bahaya seperti begal rampok bahkan gangguan hal hal mistis pada saat bertugas.
.
.
.
.
.
Cahaya senja berangsur memudar seiring tergelincirnya sang surya ke peraduan.
Sebut saja Darman.seorang lelaki yang sudah tergolong matang di usia nya kala itu,tampak berboncengan dengan sahabat setia setingkat di atas nya dalam menjalani laku tirakat demi sebuah pencapaian.serangkaian lelaku sudah berhasil di lalui oleh darman,sore itu tiba lah ia pada tahap akhir sebuah lelaku untuk mendapatkan sebuah pencapaian.suasana tampak temaram masuki sandekala atau orang jawa menyebutnya wayah surup.waktu peralihan senja menuju malam,di mana saat itu di percaya waktu nya para candi olo/setan jahat berkliaran.parmin sang kakak seperguruan yang selalu setia membibing Darman dalam bertirakat tampak serius memberikan bimbingan untuk menjalankan ritual terakhir yang akan di lakukan Darman,ujian terakhir yang mengharuskan darman menjalani tapa kungkum/berendam di sebuah tempuran sungai.pertemuan dua arus sungai yang ada di sudut desa selama senja hingga terbit matahari dengan serentetan godaan godaan yang sudah menanti untuk menguatkan keteguhan batin.
Sampai lah mereka di tepi tempuran sungai yang di maksud.
Parmin pun berpesan" Man,lekas kau mulai berendam di sana.mantap kan hati mu!"
"Iya kang,tapi tolong tunggu aku sampe selesai nanti ya?" Ujar si Darman.
"Wes,tenang wae.aq tunggu awak mu di sana,di bawah pohon kersen,sekira nya bisa kelihatan dari arah mu semedi.walau pun gelap,bila masih tampak kau lihat bara rokok ku di sana.berarti aku masih menunggu mu di sana."pungkas kang Parmin.
Darman langsung memulai berendam di tepi sungai sedalam dada dalam posisi bersila,sedangkan kang Parmin sudah berada di bawah pohon kersen seperti katanya tadi.
Suasana mulai hening di telan kegelapan malam,Darman tampak fokus dalam menjalanlan lelaku.hingga pandangan nya mulai ter arah pada permukaan air yang semula tenang tiba2 mulai tampak ber riak menggulung bagai ombak besar yang siap menggulung tubuh nya,dia tetap tenang hingga ombak besar pun menghilang.
Setelah ombak besar menghilang,Darman tampak melirik ke bawah pohon kersen di mana kang Parmin berada,tampak setitik bara api rokok yang menyala di sana.
Kembali Darman fokus dalam semedi nya,dia hanya di bekali rapalan dan segenggam injet/kapur gamping yang di berikan oleh sang guru.
Darman merapal amalan dengan menutup mata supaya lebih fokus,namun saat dia mumbuka mata.dia sedikit terkejut melihat seekor buaya putih dengan ukuran luar biasa yang tampak membuka mulut nya lebar2 seakan hendak memangsa diri nya,
Dengan tenang dia hanya berkata"Mbah,kalo sampeyan hendak memakan diri ku.makan lah,asal jangan sampe bersisa!" Lalu dia mengambil injet (kapur sirih/gamping)yg dia bawa lantas di oles kan tepat di bagian bawah rahang buaya tersebut.
Aneh nya,buaya itu langsung menutup mulut nya yg tadi terbuka,lalu menghilang begitu saja.setelah nya hanya tampak sosok ular besar yg berlalu lalang,hingga sosok2 lelembut dengan bermacam wujud dan ukuran.dan itu bukan hal yg mengerikan untuk seorang Darman!
Hingga sayup2 mulai terdengar suara orang mengaji,pertanda hari memasuki wktu subuh menjelang.ritual terakhir akan segera ia selesaikan,sembari melihat ke bawah pohon kersen lagi,tampak bara api rokok masih ada di sana.
Hingga pagi menjelang,Darman mulai bangkit dari tapa nya.dia heran melihat leher nya sendiri,tapak injet dengan bentuk huruf X tepat di leher nya.persis seperti tanda yg ia buat di bawah rahang buaya yg dia temui semalam.Darman langsung berjalan menuju pohon kersen tempat kang Parmin berada.
Betapa terkejutnya dia,karena yg dia dapati bi bawah pohon kersen hanya lah obat nyamuk bakar yg di ikat dengan tali rafia pada tangkai pohon kersen,dengan sedikit tersenyum jengkel "Sialan,rupa nya semalam suntuk aku sendirian di sini" upat dia dalam hati kepada kang Parmin.
Setelah semua selesai,Darman lekas menemui sang Guru.Dia mulai menceritakan apa yg di alami nya selama melakukan ritual,sang guru menjelaskan semuanya.
Sang guru mulai menjelaskan apa yg sudah darman alami selama ritual.
Ombak yang hendak menggulung nya di awal,adalah perwujudan dari emosi dan amarah yang sering muncul pada nya bila dia bersinggunggan dengan orang2 yg tak sepaham.di saat itu lah ia di uji untuk mengendalikanya.
Sedangkan buaya putih yg hendak memangsa nya adalah perwujudan dari sisi jahat yang ada di dalam tubuh manusia.itu lah kenapa Darman di minta untuk membubuhkan tanda menggunakan injet pada rahang si buaya dan keesokan hari nya,tanda itu ada pada leher nya sendiri.itu karena buaya tsb adalah perwujudan sisi jahat yg ada pada diri Darman. Dari kejadian ini,aq teringat dengan drama serial tv "Kera Sakti"
Di salah satu episode nya setelah biksu tong mendapat 2 murid yaitu go kong dan cu pat kai,mereka melakukan perjalanan menyebrangi sungai dan biksu tong di culik siluman sungai(wu cing) yg gemar memangsa manusia, setelah menculik biksu tong,wucing mendapat nasehat kenapa ia tak bisa menghilangkan nafsu nya untuk memakan manusia,hingga ia di suruh bertapa,dalam pertapaan nya,wuxing bertemu monster laba laba besar.lalu dia memberi tanda silang di perut laba laba dengan tinta,wucing lalu sadar dan menemui sang biksu,dia di suruh memeriksa dada nya.benar saja,ada tanda silang disana yg akhirnya membuat wucing sadar dan menjadi murid ketiga.
Dapat di ambil kesimpulan bahwa setan,hawa nafsu dan sisi jahat manusia itu tergantung pada pola pikir kita.
Dan di akhir cerita,Darman akhirnya bertemu Kang Parmin.di tidak marah karena di tinggal di sana,dia hanya berkata
"Kang,sampeyan memang hebat.kapan2 tolong ajari aku ya?"
Kang parmin pun heran"Ajari apa maksud mu?"
"Tolong ajari aku,gimana cara nya berubah wujud menjadi Obat nyamuk!"sahut Darman.
Kang parmin hanya terkekeh mendengar ucapan nya.
.
.
.
.
Kebiasaanku sejak kecil di saat ada orang yang penuh ekspresi menceritakan sebuah narasi pengalaman hidup dengan penuh emosi,
Maka otak ku langsung berdeskripsi dan menyimpan nya di dalam memori.
Aku menganggapnya sebagai observasi terselubung untuk mengumpulkan informasi yang menurutku menarik untuk di ingat kembali.
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:29

Part 11

Bel pergantian pelajaran berbunyi,
Seiring berlalu nya Bu ati meninggalkan kelas kami pasca memberi pelajaran ilmu pengetahuan alam.
Pelajaran yang menurutku memang menyenangkan,baru saja beliau memaparkan materi tentang sifat dan perubahan benda padat,cair dan gas.
Benda benda yang dapat dengan mudah kita temui di kehidupan sehari hari.

Saat pergantian pelajaran,para murid biasanya mulai nongkrong nggak jelas di luar kelas.menunggu guru datang untuk mengisi pelajaran selanjutnya,
Yaitu pelajaran kesenian.
Aku dan kebanyakan murid laki laki di kelas ku sedang asik duduk duduk di depan kelas,ada juga yang sedang bermain sepak bola menggunakan bola seadanya yang terbuat dari lembar kertas yang di bentuk sedemikian rupa dengan cara di kepal menjadi bulatan seperti bola.gocek kesana kemari di selasar teras depan kelas.
"Hehhh,ayo masuk kelas.ada pak zaenal menuju ke kelas...."teriak Anton.teman sekelas ku yang bertugas menjadi mata elang mengawasi pergerakan para guru yang keluar dari ruangan nya.
Tanpa di komando,kami langsung bergegas masuk ke dalam kelas.
Pelajaran kesenian kali ini,pak zaenal memberi kami tugas kelompok untuk membuat hasta karya berupa kolase bermedia cobek tembikar dari tanah liat yang permukaan nya di gambar membentuk pola bunga dan di tempel menggunakan media sagu yang berwarna warni. Rencana nya hasil hasta karya ini akan di pajang di tembok kelas kami berjajar di bawah gambar para pahlawan.
Tugas ini harus di selesaikan dalam waktu 3 hari,pemilihan kelompok di pilih berdasarkan urutan bangku.
Bangku pertama berkelompok dengan bangku kedua.begitu seterusnya.
Perkelompok ada 4 anggota.
Saat itu aku berkelompok dengan Antok,anis dan susi.sedangkan tika berkelompok dengan Nur,udin dan rendi.
Kami mulai membagi tugas dan mencari tempat untuk mengerjakan tugas dari pak zaenal.
Setelah beberapa saat berdiskusi,akhirnya kami sepakat untuk mengerjakan nya di rumah anis sepulang sekolah.


Bel pulang pun berbunyi,siang itu setelah selesai membahas pembagian tugas.aku dan anis mendapat jatah membeli bahan bahan yang di butuhkan untuk membuat kolase.
Bahan nya antara lain cobek,sagu dan lem castol.simple lah....
Tak lupa sumba atau pewarna makanan untuk merendam butiran sagu supaya mendapat warna warna yang kami butuhkan.
Setelah mendapat semua perlengkapan.
Antok kemudian membawa cobek tembikar ke tempat tukang las untuk membuat lubang di bagian tengah sebagai pengait saat nanti di pajang di tembok menggunakan paku.
Setibanya di rumah anis,kami mulai mengerjakan tugas masing masing.
Aku menggambar pola bunga matahari dengan ranting dan dua lembar daun menggunakan goresan pensil sebagai sketsa,lalu di pertegas dengan spidol berwarna hitam.
Antok dan susi bertugas merendam sagu ke dalam cairan pewarna berwarna hijau,kuning dan merah dengan wadah gelas gelas plastik bekas air mineral.
Sedangkan anis berada di dapur membuat minum untuk kami.

"Wahhhh,bagus juga gambar pola yang kamu buat win...."ucap anis sambil berjalan dari arah dapur dengan membawa baki berisi empat es sirup dan sepiring camilan.
"Ahhh,biasa aja kali nis" sahut ku.
"Iya,gambar nya bagus" timpal susi
"Siapa dulu yang ngajarin."celetuk antok dengan postur pongah nya.
" Sejak kapan kau mengajari ku menggambar tok" ucap ku.
Di iringi gelak tawa kami bersama sama.
Karena sagu yang kami gunakan masih kurang.berangkatlah antok dan susi membeli sagu ke warung.
Aku dan anis merapikan susunan pola pada kolase yang masih terlihat renggang,saat kulihat ada butiran sagu yang copot.dengan spontan tangan ku hendak menjumput nya.seperti adegan adegan di senetron tak bermutu di negara far far away (haiyah....)
Secara bersamaan tangan kami berbarengan menuju arah yang sama dimana butir sagu yang jatuh itu berada.
Tangan kami pun saling bersentuhan. Aku kalah cepat,tangan ku di tumpuk dengan telapak tangan Anis di sertai genggaman yang terasa lembut kurasakan.
Sejenak kami saling beradu pandang,
Waktu seakan terasa begitu lama berjalan.
Ada gurat senyum manis dari bibir yang di bingkai dengan paras ayu nya.
Setelah sadar,anis seperti salah tingkah.
Dia mengalihkan pandangan dengan gestur yang seolah tidak terjadi apa apa pada sepersekian detik yang baru saja berlalu.
Ku perhatikan gerak gerik anis yang begitu serius dengan daetail detail kecil yang di jadikan objek untuk pengalihan.
Aku menatap dengan kagum di sebalah nya seolah masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Waktu itu anis memakai rok denim di padukan dengan kaos lengan panjang bergambar club baseball motif garis hitam putih.rambutnya di kuncir seperti ekor kuda.duduk di lantai bertumpu pada kedua kakinya yang di tekuk kebelakang beralaskan karpet bludru ber warna ungu.
Dia begitu serius dengan apa yang sedang di kerjakan, sungguh mempesona mahluk yang satu ini.
"Liat nya biasa aja kali,sampe ngeces gitu."ucap anis tampa melihat ke arah ku.
"Hmmm,siapa juga yang ngeces hehehe" timpal ku secara spontan sambil mengelap bibir menggunakan tangan.
Anis tertawa sambil melirik kearah ku yang seperti orang o'on.
Tak lama berselang,
Antok dan Susi sudah datang.
"Waaahhh asik nya yang lagi berduaan." Ucap susi sambil menenteng plastik berisi sagu.
"Kamu sih datang nya kecepetan.harusnya beli sagu ke ujung dunia sana.biar lama balik nya.hehehe" gurau ku .
"Itu mah mau nya kamu.dasar..." ucap anis sambil memukul tangan ku.
Antok masuk belakangan karena menaruh sepeda di samping rumah anis,
"Wahhhh ada berita apa nih,cerita in dong kronologi nya Win...." Kata antok.
"Wessss,tidak ada siaran ulang." Timpal ku kepada nya.
Setelah menyelesaikan sisi kolase yang masih kurang dengan tambahan sagu yang mereka beli,akhirnya tugas nya selesai juga.Kami pun pamit pulang sama tuan rumah.

keesokan hari nya kami mengumpulkan tugas kepada pak zaenal.
Saat anis tiba dan hendak masuk ke dalam kelas,dia berpapasan dengan tika yang berjalan menuju pintu kelas.
Ketika berpapasan.tiba tiba
"Prakkkkkk......"
Suara cobek yang di bawa anis di tangan jatuh ke lantai lantaran di senggol oleh tika pada saat mereka berpapasan.
Seketika cobek itu pecah berantakan.....
Tika berlalu pergi tanpa ada rasa bersalah di wajah nya.
" Tika,kamu sengaja ya?" Teriak anis
Tika hanya sedikit tersenyum sinis sambil berlalu pergi.
Bersambung......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:31

Part 12

Hasta karya yang telah susah payah kelompok kami buat kini hancur pecah seribu.
Seisi kelas memperhatikan Anis yang memungut pecahan cobek yang berserakan.
Tampak kekecewaan di wajah nya yang sedang menunduk.sepertinya dia menangis.
Aku antok dan susi menghampiri anis.
Membantu memungut sisa sisa puing yang masih ada.

Quote:"maafkan aku teman teman,aku nggak hati hati membawa nya."ucap anis sambil sesenggukan mengusap air mata nya yang mulai tumpah.
"Sudah,ini bukan salah mu.kita kerjakan ulang nanti.iya nggak sus,tok?"hibur ku.
Susi dan antok mengangguk.
"Kita buat lagi karya yang lebih bagus nis."ucap susi sambil memeluk anis.
"Iya nis,kita tunjukan kekompakan kelompok kita."timpal Antok.

Tika,ada apa dengan sikap nya hari ini,sepertinya di benci sekali kepada anis.

Pak Zaenal datang untuk mengumpulkan hasta karya di kelas kami.
Walau masih tersisa satu hari.hampir semua kelompok sudah mengumpulkan hasil karya mereka.

"Kelompok Erwin kok belum mengumpulkan tugas?" Tanya pak zaenal.
"Belum pak,masih ada yang di perbaiki." Jawab ku.
Pak zaenal melihat di meja anis,puing puing hasta karya yang sudah hancur di dalam kantong plastik.
"Lha itu apa di meja anis? Tanya beliau.
"Sebenarnya tugas kami sudah selesai pak.tapi karena keteledoran saya,tadi saat membawa nya saya tidak sengaja menjatuhkan nya ke lantai."sanggah ku

"Makanya kamu jadi orang jangan teledor.kalau begini kan kelompok kamu yang kena imbas nya.hanya gara gara kecerobohan satu orang." Kata pak zaenal.
"Iya pak,saya salah..."jawab ku.

Anis seperti melihat memelas kepada ku.
Aku tau ini semua ulah tika.tapi aku nggak mau menyalahkan nya,
Tampak wajah tika seperti orang yang sangat bersalah,jelas dengan ekapresi gelisah.sesekali mencuri pandang pada ku,tapi saat aku balas melihat nya.dia seperti salah tingkah lalu menunduk.
Mungkin dia merasa bersalah karena ulahnya,tapi malah aku yang kena tegur oleh pak Zaenal.

Bel istirahat berbunyi.
Aku cuma duduk di dalam kelas.
Anis dan yang lain pergi ke perpus untuk mencari bahan bacaan.
Tiba tiba tika menghampiriku,dia duduk di sampingku.
Aku tak menghiraukan kehadiran nya,
"Win....." Ucap nya lirih.
"Hmmmm...."
Jawab ku seadanya.
"Kenapa sih kamu rela ngakuin hal yang jelas bukan kamu yang melakukan nya?" Tanya tika.
"Maksud nya???"tanya ku.
"Sebenarnya kejadian tadi pagi aku memang sengaja melakukan nya,aku kesal sama anis,gara gara dia.sekarang kamu mengacuhkan aku."kata tika.
"Ow... Soal itu,sudah lah gak usah di bahas lagi.aku cuma pengen kita semua baik baik saja,bisa bersama lagi seperti dulu tik.kamu harus mulai berdamai dengan Anis,kita kan sahabat.
Kemarin kemarin seprtinya kamu oke oke saja,kenapa sekarang koq kamu berubah sikap?" Ucap ku
"Ehm.kalo itu,ntah lah.aku merasa sebel aja kalo dia deket dan akrab dengan mu." Tandas nya.
"Kita kan sahabat.sampai kapan pun tik,
anis adalah teman pertama yang memahami siapa dan apa kah diriku ini.
Sedangkan kamu hadir dengan sosok yang selalu membuatku ceria dengan segala pembawaan mu yang apa adanya.
Aku nggak mau ada permusuhan di antara kita."ucap ku dengan serius."
"Harus nya kamu jadi milik ku satu satunya...." Gumam tika.
"Haaa,apa kamu bilang tadi tik?" Tanya ku.
Ngg.....ngggak koq.nggak apa apa hehe..." Ucap tika.
"Ini buat kamu...." Kata nya sembari menyodorkan 2 coklat berukuran kecil berbentuk kotak sebesar penghapus bernama ichiban,pada waktu itu harga nya cuma cepek (100 perak)
"Wahhh asikkk coklat.makasih ya tik."ucap ku.
"Masa' cuma gitu aja ihhhh...." Kata nya sambil manyun.
"Iya iya....makasih kartika yang cantikkkkk" ucap ku sambil tersenyummmm.
"Tu kan masih manyun.jelek ah." Goda ku.
"Ihhhh kamu apa an sih......"teriak tika
"Coba lihat sini deh,Kartika....
cantik nya mana....." Kataku lagi.

"Erwinnnn genittttt!"teriak tika sambil berlalu meninggalkan ku menuju tempat duduknya.



Bel masuk berbunyi.semua murid masuk untuk mengikuti pelajaran lagi.
Hingga pulang sekolah pun tiba.
Setelah pulang dan berganti pakaian.
Antok menjemput ku dengan sepeda BMX nya untuk mengerjakan ulang tugas yang sudah hancur di rumah anis.aku pun membonceng nya,nangkring di atas postep ban sepedanya,berdiri memengang pundak antok yang sedang menjadi kusir sepeda duduk di depan
Susi sudah ada di sana,
Hari itu kami benar benar ngebut menyelesaikan tugas tersebut.karena batas waktu pengumpulan tugas adalah besok.

Keesokan hari nya,tugas siap di kumpulkan.
Setelah sesi penilaian dari pak zaenal di umumkan,akhirnya Kami mendapat nilai 8, lumayan lah untuk sebuah pengerjaan ulang.hehehe....

Quote:Sampai sekarang.setiap kali aku lewat sekolah itu.di kelas ku yang berada di tepi jalan persis.masih kudapati hasta karya kolase kami di pajang di dinding kelas tepat di bawah gambar para pahlawan.dari luar terlihat jelasmelalui kaca jendela kelas.

Masa masa di kelas 3 akan segera berakhir.dan di part selanjutnya akan memasuki babak baru hidup ku di kelas 4 SD.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:33

Part 13

Minggu pagi di penghujung akhir liburan panjang pasca kenaikan kelas.
Waktu begitu cepat berlalu,
esok aku sudah menjadi murid
kelas 4 SD.
Jam setengah 6 pagi aku sudah bangun,cuci muka tanpa mandi lalu bergegas menuju rumah antok,karena hari minggu adalah hari dimana kami bisa nonton acara tv sepuasnya.

Dari Ultraman,power rangers dan serial kartun jepang lainya.
Waktu itu emak belum mampu membeli televisi.
Jadi setiap minggu pagi,pasti aku menyambangi rumah antok hanya untuk numpang nonton tv sampai setengah hari.
Aku sudah berada di depan rumah antok,tepat di halaman rumah berpagar biru dengan alas yang sudah di paving segi enam dan sebuah pohon rambutan berdahan rimbun di penuhi dedaunan,nampak ibu antok sedang menyapu halaman.

"Selamat pagi tante,antok nya ada..."
Sapa ku
"Pagi Win,itu si antok sudah di depan tv dari tadi.sana masuk saja kalau mau nonton tv." Jawab ibu antok.
"Iya tante,saya masuk dulu..."ucap ku.

Di mulai cerita
Yang berputar dengan cepatnya
Permukaan tanah,berubah merah
Seluruh bumi menjadi surga yang kosong
Kan kami bebaskan,dengan tangan ini
Jalan berbatu,panjang dan tiada batas
Dan harus di buang ketempat jauh
Disana a a a a a......
Ayo bangkitlah pahlawan,yang ada dalam diriku.
Jangan sampai kau menyerah.
Untuk mencapai impian.....
Nyalakan api pertempuran.....


Sepenggal lirik lagu Ost. Digimon volume 2 yang di nyanyikan oleh Ade Basuki dengan suara khas nya mengalun sebagai pembuka dimulai nya serial tersebut.
Ade basuki adalah salah satu dubber favorit ku sampai sekarang.
Suara yang beliau isi sangat khas dan mudah di kenali,dia adalah pengisi suara karakter serial kartun Tsubasa ozora dan sun go kong (kera sakti).

"Wah,sudah mulai nih digimon vol 2 tok"kata ku sambil duduk di samping antok yang masih asik tiduran di atas kasur lantai di depan tv.
"Iya,seru nih episode kali ini. Ada karakter baru yang beda dari digimon vol 1 win" sahut antok sambil masih fokus menatap layar tv.

Ibu antok sudah ada di dapur,terdengar sura orang sedang memasak.
Aroma bumbu nasi goreng menyeruak masuk ke hidung ku.
Tak lama berselang ibu antok menghampiri kami.membawa dua piring nasi goreng dengan lauk telur dadar.
" Ini sarapan dulu sambil nonton tv,
Kamu juga win.pasti belum sarapan kan?" Kata ibu antok.
"Iya tante,makasih.malah ngrepotin hehehe...." Ucap ku.
"Sikat saja,ngak usah sungkan win." Celetuk antok.

Hari pun berlalu,
Senin pagi.seperti biasa,aku bergegas berangkat sekolah.
Kali ini kelas ku berada di lantai dua, tepat di atas kelas 3.
Di lantai dua hanya ada 2 kelas,dan kali ini kelas kami di bagi menjadi dua.
Yaitu kelas 4A dan kelas 4B, murid di kelas ku berjumlah 40 orang.
Dan di bagi dua menjadi 20 murid 4A dan 20 murid 4B.
Kelas 4A diisi murid murid berprestasi dan populer (kaya,terpandang,punya ortu berpengaruh YKWIM)
Dan kelas 4B di isi murid yang biasa biasa saja.sudah pasti aku ada di kelas ini lah.
Kelas ku barada tepat setelah tangga,ada lorong kecil di samping kelas untuk menuju gudang alat kesenian dan alat musik drum band,di sekolah ku memiliki ekskul drum band yang lumayan berprestasi di angkatan ku. Di lorong menuju gudang hanya ada tembok setinggi 1,5meter langsung menghadap ke kebon pisang milik warga.ini akan menjadi tempat favorit ku dengan penuh kenangan.
Di kelas 4 ini aku akhirnya beda kelas dengan Antok,sahabat terbaik sekaligus penolong ku sejak dulu.
Mungkin ini masa di mana aku harus bangkit tanpa bantuan orang lain.
Anis dan Tika masih sekelas dengan ku.
Anis duduk di bangku paling depan di baris paling ujung persis di depan meja guru,
dan aku duduk di bangku paling depan
Di baris sebelah kiri anis.kita bersebelahan bangku,
Sedangkan tika,dia duduk di bangku kedua tepat berada di belakang ku.
Kelas kami memang tidak poluler.karena murid murid nya memang biasa saja dan dari segi akademis dan strata sosial diantara kami memang tidak begitu menonjol
Bahkan aku selalu masuk ranking 3 besar di sini.
Jam istirahat selalu menjadi momen yang selalu aku tunggu.
Karena setiap istirahat aku langsung bergegas menuju lorong gudang,duduk di tembok pembatas yang menghadap kebon pohon pisang.
Di situ aku menemukan ketenangan,
Dan Anis,dia selalu menemani ku di sana setiap hari.
Memperhatikan tandan pisang dengan sisir sisir nya yang masih hijau pertanda belum matang.
Di sela sisir pisang itu ada sebuah sarang burung pipit dengan induk yang mengerami telurnys secara bergantian.
Pagi itu aku sedang duduk di atas tembok dengan kaki bergelantungan keluar.lumayan tinggi karena aku di lantai dua,tak lama berselang Anis datang di tandai dengan aroma parfum bermerk putri berwarna oranye kesukaanya.

"Hayoooo,bengong mikirin siapa tuh...."
Ucap anis tiba tiba.
"Mikirin kamu lah." Sahut ku spontan.
Anis tampak tersipu malu.
"Cieee wajah nya merah" goda ku.
"Apaan siih...." Ucap nya sambil memegang sebungkus mi Fajar yang langsung di remas dan di beri bumbu.
Dia juga membawa dua es lilin.
"Setelah menabur bumbu ke dalam bungkus mi fajar,
"Nih,mau nggak???" Ucap anis sambil menyodorkan tangan nya pada ku,dia berdiri menghadap ke depan tepat di samping ku dengan posisi berdiri,dan aku duduk di atas tembok.
Aku turun lalu berdiri di samping anis,
Menikmati sebungkus mi fajar berdua.
"Nis,lihat deh.itu ada sarang burung di tandan pisang"ucapku.
Mungkin beberapa hari lagi akan menetas telur nya."ucapku sambil menunjuk.
"Iya ihhhh,lucu banget ya induk nya ngintip dengan kepala yang nongol keluar seakan ikut menguping." Kata anis.
Tika sekarang lebih sibuk karena masuk seleksi sebagai mayoret drum band,wajarlah,postur nya memang menunjang untuk berdiri memimpin marching band sebagai mayoret.

Hari demi hari aku dan anis selalu berada di sana,di lorong gudang samping kelas,banyak kenangan manis ku dengan nya.
Kami tak pernah terlambat memantau perkembangan dari anak burung pipit itu sejak menetas sampai bisa terbang satu persatu meninggalkan sarang.
Hingga tanpa sadar aku mulai suka kepada anis,ntah sejak kapan ada perasaan itu tumbuh di dalam hati.
Dan aku yakin anis juga merasakan hal yang sama.



Mayday.....
Tepat 1 mei saat itu hari kamis.
Bel pulang berbunyi,aku pulang paling akhir.anis juga demikian.
Saat menuruni tangga berdua.anis memegang tangan ku bermaksud menghentikan langkah.
Dia mengeluarkan sebuah kotak yang di bungkus kertas warna warni.dan memberikan nya pada ku.
"Selamat ulang tahun ya win,semoga tuhan senantiasa memberikan kemudahan dalam setiap langkah mu menuju masa depan." Ucap nya sambil menatap mata ku.
.
.
.
.
Spechless

"Kok kamu tau kalau aku hari ini ulang tahun nis?"tanya ku
"Ya tau lah,kan aku lihat di biodata murid saat mengantar buku tugas ke ruang Bu Nurul (wali kelas ku)
Ow,terima kasih ya nis,baru kali ini ada yang perhatian pada ku."aku mulai berkaca kaca ingin menangis rasanya.
"Iya,nih kado dari aku.nanti di buka ya di rumah.aku harap kamu suka.anggap aja kenang kenangan dari ku untuk mu.
3 hari lagi adalah hari ultah ku.aku harap kamu bisa datang di acara ku nanti win"
Ucap nya.
"Kenang kenangan? Memang kamu mau pergi kemana nis
Jadi usia kita cuma selisih 3 hari doang ya?" Tanya ku.
Anis tak menjawab pertanyaanku.dia berlalu kita berpisah di depan sekolah sambil tersenyum.
Sepertinya dia menangis.
"Anis,makasih untuk semuanya...."teriak ku.
"Iyaaa,terima kasih juga sudah mewarnai hari hari ku.
Wiiinnn.....aku suka pada mu!"
Teriak anis dengan sedikit tertahan.
Aku sedikit terbengong.
"Aku Juga....."
Sahut ku.
Anis lalu tersenyum bahagia sambil menutup mulut nya,dia mengangguk lalu melambaikan tangan sebagai salam perpisahan.

Sesampainya di rumah,aku membuka kado dari anis,
Isi nya sebuah gelang dari kayu yang di susun dengan tali dan sepucuk surat.

" Teruntuk kamu yang selalu mewarnai hari hari ku.
Selamat ulang tahun win,semoga kamu semakin menjadi sosok yang kuat.
Aku selalu mendoakan segala kebaikan untuk hidup mu.
Untukmu akan sentiasa kusemogakan.
Setiap detik yang ku lalui bersamamu,akan selalu menjadi kenangan yang terus membekas di hidup ku.
Jangan pernah tinggalkan aku,
Aku nggak akan sanggup win...
Dari Anis mu."

Aku merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia saat itu.

Sore hari nya aku pergi bersama antok untuk mencari kado untuk anis di toko aksesoris dengan uang yang ku kumpulkan di dalam celengan bambu yang ku pecah.
Di toko itu,aku melihat kalung berbahan monel.lalu ku padukan dengan bandul angka 8.
Setelah membayarnya,kita pun pulang.
Tak lupa ku buat sebuah surat ucapan.

" Untuk Anis yang selalu mencurahkan perhatianya padaku.
Selamat ulang tahun ya,semogabpanjang umur san sehat selalu.
Hanya kalung ini yang bisa ku berikan padamu.
Kenapa angka delapan.
Karena angka ini adalah angka yang pernah menyulitkan ku saat menulis,
Dan kamu.seperti angka 8. Kamu akan selalu ku perjuangkan.
Angka 8 adalah angka dengan garis yang tak akan pernah terputus.
Semoga kita bisa seperti angka ini ya nis,
Dengan 8 huruf,aku bisa merangkai sebuah kalimat untuk mu...

"I LOVE YOU...."
Dari ku,
Erwin

Minggu itu, 4 mei .
Aku hadir di acara ultah anis.
Ada hiasan kertas warna dan balon yang di dekorasi di ruang tamu nya.
Tak lupa kue ultah dan tumpeng di tengah ruangan.
Acara ultah anis sore itu sangat meriah,di pandu lamgsung oleh Mbak Endah sebagai MC nya.
Sambutan dari ortu anis lalu ucapan dan harapan kedepan buat anis.
Untuk semakin menghidupkan suasana,mbak endah membuat sebuah game dimana musik akan di putar.kami di bagi menjadi dua sisi cewek dan cowok.ketika musik berbunyi kami di beri kaset tape di dalam cover,harus segera di buka dan di balik kaset nya kemudian di masukan lagi ke cover nya lalu di oper ke teman sebelah.begitupun juga untuk kubu cewek,
Dan ketika musik di stop.
Siapa pun yang terakhir memegang kaset harus maju ke depan.sepasang tentu nya.
Lalu di suruh untuk meletuskan satu balon yang sudah tergantung di dekorasi ruangan.
Dengan clue dari secarik kertas yang ada di dalam nya.
Seperti sudah di setting oleh mbak endah.akhirnya aku dan anis sama sama memegang kaset pada saat musik di stop.
Kita berdua maju kedepan.
Anis menusuk satu balon berwarna hijau dengan jarum.
"Dooorrrr...."
Pyarrrr.diiringi kertas warna warni bertaburan beserta sebuah lintingan marijuana(haisssssss ngawur)
Lintingan kertas berisi clue denggg.
Lalu lintingan tersebut di ambil dan di buka oleh mbak Endah.
Dia lalu membaca clue tersebut...

"Seandainya kalian mempunyai hubungan spesial dan hari ini adalah hari terakhir kalian bertemu karena salah satu dari kalian akan pergi jauh.apa yang akan kamu lakukan?"
Kata mbak endah membacakan secarik kertas tersebut.
Aku yang pertama menjawab nya,
Aku diam beberapa saat sambil menatap anis,
"Seandainya hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan mu,
Maka aku akan menjadi satu satunya orang yang akan membenci datang nya hari esok." Ucap ku
Di iringi gemuruh suara cieeeeeee dari teman teman.
Dan tiba saat giliran anis menjawab.
"Seandainya hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan mu,maka ingatlah hari ini sebagai hari peringatan dimana untuk sebuah kenangan di masa yang akan datang.ucap anis dengan mantap sambil menatap ku.di iringi tepuk tangan dari para hadirin.

Acara hari itu diakhiri sesi potong kue dimana potongan kue pertama,kedua dan ketiga di berikan kepada kedua ortu Anis dan mbak endah,
Dan kemudian potongan kue ke 4 di berikan pada ku.waow.....
Setelah semua selesai,kuberikan kado spesial ku untuk anis.

"Temenin anis ya win, puas puas in ketemu nya.
Karena setelah ini,mungkin kalian akan berpisah." Ucap papa anis.ketika kami berkumpul di ruang tamu di saat para tamu undangan satu persatu berpamitan meninggalkan acara.
"Iya Om....."
"berpisah?
Memang anis mau kemana Om?" Tanya ku.
"Sudah,nanti biar anis saja yang ngomong."jawab singkat ayah nya.
Aku dan anis duduk di teras depan rumah nya.
Sesaat kami terdiam.anis memegang kado dari ku.
"Memang kamu mau pergi kemana nis?"tanya ku dalam keheningan.
"Anis memandangku sambil tersenyum.
"Jangan tinggalin aku nis,aku gak akan bisa tanpamu."ucapku lagi.
"Sebenarnya aku juga nggak mau jauh dari mu win,tapi mau gimana lagi.
Papah akan segera menyelesaikan tugas kerja nya di sini.setelah kenaikan kelas bulan depan kami sekeluarga akan pindah ke Solo.karena papah akan di mutasi kesana, aku nggak bisa bayangin kalau harus berpisah dengan mu win..." Ucap anis sambil menitihkan air mata.
Aku masih terdiam tak percaya,
Dunia seakan mulai gelap.
Aq berusaha membendung air mata yang masih ku tahan agar tidak tumpah.
Anis menggenggam tangan ku dengan kuat.
" Bagaimana bisa aku lalui hari hari ku tanpa ada diri mu nis.aku bisa apa?"
Ucap ku lirih.
"Kamu adalah alasan kenapa aku bersemangat untuk mengejar ketertinggalan ku di sekolah.
Kamu penyemangatku nis.please jangan tinggalkan aku...." Pinta ku padanya.
"Aku harus pergi win,aku tak punya keluarga disini.aku yakin kamu bisa melalui saat saat terberat di hidup kita.
Seperti dirimu,aku pun pasti akan sangat tersiksa.
Kita harus saling menguatkan.
Hari hari hari kebeesamaan yangkitablalui,kelak akan menjadi kenangan manis untuk kita."
Ucap anis pada ku.

Sore hampir menjelang petang,
Aku pamit kepada semua keluarga anis.
Masih ada 1 bulan untuk bersama dengan anis,
Tak bisa ku bayangkan akan seperti apa nanti setelah anis pergi.
Tapi hidup akan terus berjalan.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:34

Part 14

Rabu,6 April 2022
Setelah tadi malam menyelesaikan part 13 di warung kopi samping rumah emak.
Aku segera membayar beberapa kopi dan gorengan untuk pulang.
Malam ini tidak ada bintang.hawanya dingin setelah tadi sore di guyur hujan lebat.
Sudah beberapa sore di awal bulan ramadhan ini turun hujan.
Kupacu motor ku menuju jalan utama untuk pulang kerumah mertua ku.
Sekarang aku tinggal di rumah mertua bersama anak istri.
Aku sengaja lewat daerah pusat kota untuk mencari suasana yang berbeda.
Namun saat sampai di sudut kota,wajah ku merasakan tetesan gerimis yang mulai jatuh bergantian.
Sampai gerimis itu semakin deras menjadi butiran hujan.
Karena tak membawa jas hujan.aku pun berteduh di depan sebuah rumah yang cukup kuno menurut ku.
Dengan ornamen ornamen lengkung dan cat putih khas dari jaman kolonialisme.
Di sebelah pusat kota ku memang terdapat kawasan atau komplek rumah rumah jaman penjajahan.semacam kota lama lah,
Walau mulai berkurang akibat di gerus kemajuan jaman.
Aku duduk lesehan beralaskan sandal di samping motor ku.
Sambil melihat jalanan yang lengang tanpa lalu lalang kendaraan karena jam menunjukan pukul 00.00 wib
Di sebrang jalan kulihat bekas bangunan tua yang mulai di hancurkan.
Aku terbawa suasana lalu mulai melamun.
Sampai tiba tiba di sebrang jalan ada sosok anak perempuan berusia kisaran 8 tahunan.berdiri di sana sambil tertunduk mengenakan gaun dress berwarna putih dengan rambut pirang nya yang di ikat kanan kiri.
Dia mulaibsadar sedang kunperhatikan, dengan tatapan kosong ia mmenatapku,
Lalu menghampiri ku. Saat itu aku sudah yakin kalau ada hal yang janggal.tapi aku tidak takut sama sekali,
Sosok itu berdiri di sampingku,wajah nya datar dan pucat aku memberanikan diri untuk menyapa nya,

"goedenavond juffrouw...." (Selamat malam nona.....)
Dia tetap diam tak bergeming.
Beberapa saat kemudian dia menatap ku dan memegang tangan ku,
Dingin.....
Lalu kepalaku seperti berputar putar.
Terasa pusing.pandangan ku kabur,
Aku mencoba memfokuskan nya lagi.
Saat pandangan ku berangsur kembali fokus.
Tiba tiba kudapati diri ku sudah berada di tempat asing.
Dengah suasana meremang.langit berwarna jingga tanpa ada matahari.sedikit gelap,
Aku melihat anak perempuan itu berjalan masuk ke dalam sekolah,tapi dia terhenti di bawah pohon lalu mengais tanah dan mengubur beberapa koin gulden dari dalam saku.
Setelah menutupnya dengan tanah,ia lalu bergegas menuju kelas.
Namun di tengah jalan dia di hadang tiga anak laki laki belanda terlihat mereka mengintimidasi anak perempuan tersebut.seperti hendak meminta uang saku nya.
Tapi anak perempuan itu menggeleng.
Dan ketiga anak nakal itu pun marah sambil menjambak rambut nya.
Aku melihat anak anak nakal itu menemukan koin gulden yang di sembunyikan anak perempuan itu dan menggali nya,semua gulden gulden di ambil tanpa sisa. Anak perempuan itu hanya menangis putus asa.
Aku benar benar gak tega melihat nya,
Tapi aku tak bisa berbuat apa apa.
Aku hanya bisa melihat nya.
Karena ini adalah dimensi di dalam sebuah residual energi masa lampau.
Aku seperti di tarik lagi berada di sebuah rumah besar.
Megah,ada seolang laki laki bule bertubuh tegap berjambang.
Di sana juga ada anak perempuan itu,
Ayah nya adalah salah satu petinggi di pemerintahan jaman kolonialisme.
Sedangkan ibu nya.
Hilang ntah kemana,
Anak itu tak pernah di perhatikan oleh sang ayah.
Slide demi slide kejadian yang dia alami terpampang nyata di hadapan ku.
Ayah yang main gila dengan sekertaria nya di dalam rumah.beberapa kali tak sengaja kepergok oleh anak belanda ini.
Tampak tatapan wanita sekertaris yang sinis seakan ingin mentingkirkan anak perempuan tak berdosa ini.
Hingga tiba tiba aku di peluk sosok ini lalu berkata

"mijn naam is margareth" (nama ku margareth)

"alstublieft bid voor mij" (tolong doa kan aku)


"zodat ik met rust kan vertrekken" (supaya aku bisa pergi dengan tenang.)

"dit is waar ik stierf" (di sini lah dulu aku meninggal)

"bedankt....." (Terima kasih....)

Aku hanya terdiam.
Masih memeluk nya dalam dimensi itu.
Lalu dalam hati ku panjatkan doa secara agama ku.
"Aku hanya memberi mu sebuah lantunan surat al fatihah sebagai penerang jalan mu kembali...."

Slide pun berlanjut sambilnmasih ku peluk tubuh kecil margareth.
Tampak wanita sekertaris itu menyuruh orang bayaran untuk membunuh margareth saat ayah nya pergi bertugas.
Margareth di seret di tarik paksa dengan menjambak rambut nya tanpa belas kasihan,lalu di benturkan kepala nya ke dinding.
Setelah tewas.
Margareth di kubur di halaman belakang.
Setelah itu tampak polisi kolonial membongkar kubur margareth,tampak ayah nya begitu terpukul.
Ada pula wanita jahat itu yang di borgol tertunduk lesu.
Setelag di gali,
Tampak jenazah margaret dengan boneka beruang kesukaan nya.
Lalu margareth yang ku peluk perlahan beeubah seiring lantunan doa yang ku ucap kan.
Berangsur menjadi tulang rangka yang masih terus ku peluk.
Air mata ku tumpah.aku menangis sejadi jadi nya seperti kehilangan seorang adik yang paling ku sayangi.
Setelah itu kuletakkan tulang rangka margareth di tempatnya lagi.
Dan....
Sleeeppppppp......
Aku kembali ke teras pinggir jalan ldi samping motor ku.
Air mata ku masih menetes.
Hujan sudah reda,aku hendak pulang.
Saat ku starter motor,berkali kali ku engkel mesin tak mau menyala.
Tiba tiba seperti ada yang naik di belakang ku.
Dengan suara lirih,
"Aku tau bensin mu habis.coba sekali lagi engkel motor mu dan jangan pernah menoleh ke belakang.kamu aakan pingsan bila melihat wujud asli ku,akan ku antar kau sampai rumah." Ucap nya.
"Ternyata bisa bahasa indonesia toh." Gumam ku.
Dan benar saja,sekali ku engkel motor ku langsung menyala.
Padahal di spidometer tampak jarum indikator menunjuk ke huruf E (empty)
Motor ku berjalan lancar sampai rumah.
Perjalanan pulang selama 15 menit pun tak terasa.
Sampai di rumah ku masukan motor.
Keesokan hari nya atau pagi hari ini persis.
Saat aku hendak berangkat kerja tadi jam setengah 7.
Saat motor ku coba engkel untuk memanas kan mesin.
Sama sekali tak mau menyala,
Saat ku buka tangki bensin.

Keringggg tanpa setetes bensin di dalam nya.
Setelah berbuka beberapa saat baru bisa ku post tulisan ku di part ini.
Padahal sejak siang ku coba posting.
Sudah 2X tulisan ku tiba tiba hilang.
Mungkin si narasumber masih agak keberatan.
Ini adalah part spontan yang ku alami persis tadi malam.hari selasa tanggal 5 april 2022.

Semoga kau tenang di sana
Margareth......
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:35

Part 15

Ada kalanya manusia merasakan titik terendah dalam hidupnya,
Begitupun diriku.berasal dari keluarga yang jauh dari kata mampu,membuatku terbiasa di pandang sebelah mata oleh orang orang sekitar.

Hari itu pagi pagi betul aku dan adik ku hendak main ke rumah antok,apalagi kalo bukan untuk numpang menonton tv.
Sayang nya niat itu harus pupus setelah ku dapati pintu rumahnya tertutup rapat, sepi dan sepertinya tidak ada tanda tanda kehidupan di dalam nya.
Mungkin mereka sedang pergi jalan jalan.
Aku langsung menggandeng adik ku untuk pulang,
Di tengah perjalanan,aku melewati depan rumah salah seorang tetangga yang cukup kaya di kampungku.
Istri dari pemilik rumah itu memanggil kami berdua dan mempersilahkan kepada aku dan adik ku nonton tv di rumahnya.
Di depan tv sudah ada anak nya yang waktu itu sudah smp.
Adik ku si feri yang waktu itu masih kecil anak nya memang rewel.
Membuat anak pemilik rumah tersebut terganggu dalam menonton tv.
Aku lihat tatapan nya yang seolah jijik melihat kami di situ.
Tak lama berselang bapak dari anak itu datang.
Membawa dua buah durian yang di ikat tali rafia.
" Nak,nih bapak beliin durian kesukaan mu."ucap beliau kepada anak nya.
"Wah asikkkk,makasih ayah.ayok kita makan durian di dalam (ruang makan)" ajak anak itu kepada ayah nya,
Adik ku terus saja melihat buah durian yang di tenteng bapak tersebut.dia penasaran dan sepertinya ingin meminta nya.
Mereka asik makan durian di dalam.
Sedangkan aku dan adik ku hanya menonton tv sambil menelan ludah lantaran menghirup aroma durian yang menyengat hidung.
Adik ku semakin rewel dan merengek.
Aku ajak pulang nggak mau.
Lalu anak pemilik rumah tersebut berjalan keluar,ke teras menuju meteran listrik lalu menyepret MCB yang ada di sana seperti seolah olah mati lampu.
"Wahhh,listriknya mati.sana gih kalian pulang!" Suruh dia kepada kami.seperti mengusir gembel.
Aku menggendong adik ku untuk pulang,berbarengan dengan ibu anak itu yang ikut keluar membawa sampah kulit durian yang di buang ke tempat sampah di depan rumah nya.
Aku pulang menuju rumah dengan perasaan yang sangat mengenaskan,
Nasib menjadi orang tak punya,gumam ku dalam hati.
Sesampainya di rumah,ternyata emak sudah pulang dari pasar,
Feri yang aku gendong di belakang punggungku langsung melorot turun mendekati emak,
Menarik tangan nya,emak di tarik berjalan menuju rumah tetangga ku yang tadi.
emak hanya mengikuti kemana arah adik ku menarik nya,
Aku pun mengikuti nya.
Sesampainya di depan rumah orang itu,
Adik ku lalu berkata,

"Makkk,ini nama nya buah apa?" Sambil menunjuk kulit buah durian yang ada di dalam bak sampah.
"Nanti kalau emak punya uang banyak,aku beli in satu ya,aku pengen banget makan buah itu!" Kata adik ku.

Emak hanya menatap adik ku dengan miris.sambil memeluk dan menggendong nya,emak bilang
"Iya Le,nanti pasti akan emak beli kan buat kamu.doa in emak ya biar dapat rejeki yang banyak dan halal." Ucap emak sambil meneteskan air mata di pipinya.
Dan aku yang waktu itu melihat kejadianya langsung di depan mata.
Aku merasa seperti orang yang paling tak berguna di dunia ini.
Aku berlari ke belakang rumah,menangis sejadi jadinya.
Betapa aku mengumpat pada diriku sendiri yang harus di hadapkan dengan keadaan seperti ini,aku serba tak berdaya.
Kejadian ini lah yang akan selalu menjadi pembakar semangatku untuk bangkit supaya kelak aku bisa mengangkat derajat keluarga ku menjadi lebih baik.

Sekarang emak tak hanya berjualan saja,
Beliau juga mendapat tawaran memasak di tempat orang yang punya hajatan. Emak memang sangat pintar memasak, karena nenek ku dulu mempunyai warung makan.
Dan emak lah yang setiap hari membatu nenek memasak beraneka ragam masakan.
Dari masakan tradisional hingga masakan kekinian emak bisa membuatnya.
Di saat musim nya acara pernikahan atau sunat an.
Emak bisa satu bulan full mendapat tawaran memasak dari satu hajatan ke hajatan yang lain.

Waktu itu tetanggaku mengadakan acara sunatan,rumahnya tak jauh dari gubuk kami.
Emak sedang memasak di situ.
Tenda hajatan sudah di dirikan,
Acara tasyakuran sunatan yang mewah di masa itu.
Adik ku mengajak ku menyusul emak.
Aku pun mengiyakan,
Ternyata di sana banyak teman sebaya ku yang asik bermain.
Setelah adik bertemu emak di dapur rumah tersebut,kami bermain di depan bersama teman teman,
Ada antok juga di sana.
Sore itu aku dan teman temanku janjian untuk ikut mengantar tetanggaku yang akan di sunat nanti malam ba'da magrib.
Kita akan berkumpul di sana lagi.
Setelah pulang dan mandi.
Aku bergegas menuju tempat sunatan di rumah tetangga ku.
Sholat magrib bersama teman teman ku di langgar (mushola)
Lalu kembali ke tempat hajatan.
Anak anak seperti kami memang paling senang naik mobil mengantar kan orang yang di sunat ke rumah seorang mantri,waktu itu jarang banget kan bisa naik mobil.
Di depan rumah yang punya hajat sudah ada mobil kijang dan mobil carry terparkir.
Kami langsung berebutan naik ke dalam mobil.
Kursi nya lega.betapa girang nya aku waktu itu,
Sampaibtibalah pada saat yang akan di sunat naik ke mobil di temani bapak nya dan hendak berangkat.tiba tiba ada salah satu tetangga ku seorang bapak bapak masuk ke mobil mendekati aku dan teman teman ku,dia menatap ku seperti aku ini orang yang rendah,terlihat dari sorot matanya.
Tanpa ba bi bu dia menarik ku dari tempat duduk ku di dalam mobil sambil berkata,
"Sana kamu pulang saja,mobil nya ndak muat kalau kamu ikut!" Kata bapak itu sambil mengeluarkan ku dari dalam mobil seperti seekor kucing liar.

Teman teman ku hanya bisa melihat ku dari kaca jendela.
Tanpa bisa berbuat apa apa.
Aku hanya diam dengan tatapan penuh kebencian pada orang itu.
Sampai sekarang,orang itu masih ada.betapa benci nya aku padanya sampai detik ini.
Yang membuatku semakin miris adalah.aku tau mobil itu sangat lega.karena yang sunat hanya di antar oleh bapak dan 2 saudaranya.
Beberapa teman ku dan tak lupa bapak bapak biadab yang telah mengusirku.
Ketika mobil akan berangkat,
Tiba tiba antok dan ibunya menyetop mobil yang tadi akan ku naiki.
Manusia biadab iku keluar.
"Ada apa Bu...." Tanya nya pada ibunya antok.
"Ini lho anak ku mau ikut nganterin sunat pak."ucap ibunya antok.
"Ow,nggih ayo dek.naik sini!.katanya
Aku melihat nya di depan mata kepala ku sendiri.
Nangis,hanya itu yang bisa ku lakukan sepanjang perjalanan pulang sambil berjalan sendirian.

Aku masuk ke rumah.
Aku lihat adik ku sudah tidur di samping mbak olif. Tubuh nya kurus,kebiasaan nya kalau tidur nggak mau pake baju.
Tampak bekas luka bakar di bawah ketiak nya.
Bekas luka bakar kenang kenangan dari bapak.

Dulu pada saat adik ku ber usia 18 bulan.
Dia berlari menyongsong bapak yang baru saja selesai mandi setelah mencari rumput untuk kambing kambing nya.
Bapak yang sedang duduk di kursi depan sambil meniup secangkir kopi panas yang baru saja di seduh oleh mbak imah tiba tiba saja di songsong adik ku yang berlari kepangkuan bapak.
Karena kaget di tabrak adik ku,maka secangkir kopi panas yang bapak pegang tumpah mengguyur pundak adik ku dan mengalir sampai ke bawah ketiaknya,seketika adik ku menangis menjerit kesakitan.
Kulit adik ku yang masih kecil langsung melepuh.
Emak berlari menggendong adik ku dan membawa nya ke rumah bidan desa.
Sedangkan Bapak hanya mengalami luka bakar ringan,
Adik di beri salep luka bakar oleh bu bidan.
Sepanjang hari adik ku menangis kesakitan
Jadi lah sekarang bekas belang akibat luka bakar yang ada di ketiak adik ku,
Ya,aku menyebutnya kenang kenangan dari bapak.
Dan malam itu,aku benar benar terenyuh merasakan nasib dan ketidak adil an yang terus saja menimpa diriku.

Ngomong ngomong soal kenangan dari bapak,
Aku juga punya bekas kenang kenangan dari beliau,
Tapi ini murni karena ulah ku sendiri.
Sampai sekarang bekasnya masih ada.

Di part selanjutnya pasti akan saya bahas...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
khoirian dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:36

Part 16

Aku tak pernah memikirkan masa depan,
Karena ia datang begitu cepat."

*Albert Einstein*


Waktu begitu cepat berlalu,setelah selesai melalui THB (Tes Hasil Belajar) sebagai parameter kenaikan kelas pada masa itu.
Rutinitas sekolah rehat sejenak di isi classmetting untuk menanti hari pembagian raport.
Kegiatan sekolah di isi dengan acara acara kesiswaan, olah raga dan berbagai acara lain nya.
Sabtu adalah hari terakhir classmetting karena jam 9 adalah acara pengambilan raport oleh wali murid,
Kami bisa pulang lebih awal.
Aku bergegas meninggakan kelas menuju tangga untuk pulang.
Ketika langkah ku menuruni tangga,
Anis mengejarku dengan terburu buru.

"Win..... Tunggu." Teriak nya
"Iya.ayo kita turun."ucap ku.
" Kami berjalan bersama menuruni anak tangga menuju gerbang sekolah,lalu anis menuju parkiran untuk mengambil sepeda mini milik nya.
"Hari ini ada rencana gak?" Tanya anis pada ku.
"Nggak ada kok.emang kenapa?" Ku tanya balik.
"Aku boleh main ke rumahmu?
Mumpung hari ini kita pulang lebih awal." Ucap anis.
"Ehm,rumahku jelek nis.yakin kamu mau ke tempat ku?"jawab ku.
",Sudah.ayo buruan siiiihh,
Aku nggak mau kamu ngomong seperti itu lagi.nyaman atau tidak nya sebuah rumah,bukan berpatokan pada bagus atau jelek bentuk rumah nya.
Tapi nyaman atau tidak nya ya tergantung suasana di dalam nya."
Kata anis dengan panjang lebar menjelaskan.
Kami menuju rumahku berboncengan menggunakan sepeda mini Anis,
Dia membonceng di belakang.
Perlahan Ku kayuh pedal sepeda sambil merasakan hembus angin yang menerpa kami berdua melewati pinggir tanggul kali gelis yang rimbun tertutup rapat oleh daun bambu,
Saat angin datang berhembus,dapat kau dengar deritan kedua ruas batang bambu yang bergesekan diiringi alunan riuh dedaunan yang di tiup oleh nya....
Di ujung tanggul,tampak lah rumah sederhana yang di huni keluarga ku.
Aku mengajak anis masuk ke rumah.

"Ayo masuk Nis,emak paling sudah ke sekolah untuk ambil raport.
Kakak kakak ku juga tidak ada di rumah.
Di belakang ada mas ilham yang sedang memotong dan membelah bambu,katanya mau di buat kandang ayam.
Maaf ya kalau gubuk ku ini kurang nyaman" kata ku.
"Tu kan mulai lagi,aku nyaman koq di sini.tempatnya adem dan tenang." Kata anis.

Anis duduk di kursi kayu di ruang tamu
Masih mengenakan sepatu.
Karena lantai rumah ku masih beralaskan tanah.
Aku masuk ke kamar menaruh tas lepas sepatu berganti mamakai sandal jepit.
Tampak anis duduk sambil memandang ke sudut sudut rumah ku.
Lalu aku menghampirinya,
"Aku pengen ke belakang rumah mu win,lihat sungai yuk..." Ajak nya pada ku.
"Ayok lewat dapur nis,
Lihat kok kali.aneh kamu ini."kata ku
Dia hanya tersenyum sambil berlalu menuju dapur.
Melihat tungku perapian untuk memasak dengan bilik bambu dan atap yang tampak menghitam terkena jelaga bekas kayu yang di bakar saat memasak.
Ada panci,dandang dan wajan penggorengan yang tergantung di dinding bilik yang di topang bambu sebagai penyangga.
Aku ajak anis ke belakang,di dekat bekas kandang kambing ada mas ilham yang sedang meraut belahan bambu.
"Halo mas ilham,sedang sibuk ya?" Sapa anis kepada kakak ku.
"Iya nih mau buat kandang ayam,wah pacarnya erwin ya....."kata mas ilham.
""Hehehe,cuma teman koq mas" jawab anis.
Aku ajak anis ke tepi sungai,terdengar suara gemericik air yang mengalir.
Kami duduk di balai yang dulu biasa di pakai bapak menjaga kambing kambing nya,
Anis tampak bahagia melihat suasana teduh sambil duduk di bawah rumpun bambu bersamaku.
Lalu dia mendekat kan wajah nya ke pipi ku.....
Dia sepertinya mengamati telinga ku dengan serius (No kissing kissing an ya hehehe)
"Win,telinga mu koq seperti bekas luka robek?" Tanya nya dengan heran.
Jeli juga penglihatan anis.
Memang benar,kedua cuping telinga ku memang ada bekas luka robek di kanan kiri nya (yang aku bilang kenang kenangan dari bapak ku di part sebelum nya)
Bekas luka yang berada di pangkal bawah cuping telinga,
Bila telinga normal pada umum nya pasti ada sedikit lekukan di pangkal bawah daun telinga.nah kalau telinga ku tak ada lekukan di sana.karena bekas robek saat aku kecil dulu.

"Emang kenapa kok bisa sampai terluka win?" Tanya anis.

"Kamu lihat tonggak pohon itu...." Kata ku sambil menunjuk ke arah tonggak panggkal pohon jambu yang sudah di tebang di samping rumah.
Anis hanya manggut manggut sambil melihat tonggak tersebut.

" Dulu saat bapak ku masih ada,
Setiap kali beliau pergi mencari rumput.aku selalu memanjat pohon jambu itu.naik ke dahan yang paling atas hanya supaya jangkauan pandangan ku menjadi lebih luas.
Memantau dari kejauhan mencari tanda tanda kepulangan bapak membawa sepeda kumbang dengan sekarung rumput segar untuk kambing nya.
Namun waktu itu saat aku berada di pucuk pohon,angin berhembus kencang.ranting pohon yang kupakai sebagai pijakan patah,aku terjatuh dari ketinggian.
Tidak langsung jatuh kebawah,melainkan ter pentok pentok oleh ranting dan cabang pohon jambu tersebut.dan setelah itu
Bukkkkk...... Pantatku menghantam tanah.
Bukan di pantat yang ku rasakan sakit.
Melainkan di kedua pangkal daun telinga ku terasa perih,saat ku sentuh.ternyata kedua telinga ku sudah berdarah.
Aku takut,bahkan nggak berani menangis saking takut nya kalau emak tau.
Aku hanya diam sambil meringis memegangi kedua telingaku yang sudah berdarah.
Tiba tiba ada yang memegang pundak ku dari belakang.
Ternyata bapak sudah pulang,
Aku lekas di gendong kedalam rumah.
Di bersihkan luka ku dengan air hangat oleh emak.
Kakak kakak ku melihat ku dengan ekspresi ngeri.
Mereka bilang daun telinga ku robek kiwir kiwir(bahasa di daerah ku)
Aku gk berani menyentuh atau melihatnya melalui cermin.
Emak hendak membawaku ke tempat bidan,tapi di cegah oleh bapak.
Kemudian bapak mendongak seolah memcari sesuatu di sudut sudut bawah genteng atap rumah,beliau melihat sarang laba laba dengan telur yang menempel disana.
Telur laba laba biasanya di balut dengan benang benang yang di pakai untuk membuat jaring,selongsong telurnya bulat pipih berderet seperti buah pete.
Bapak lalu naik kursi meraih selongsong telur laba laba yang sudah tak berpenghuni lantaran anak anak nya sudah menetas.
Bapak mendapatkan nya,
Selongsong telur laba laba ini kami biasa menyebut nya sawang putih.
Setelah di ambil bapak,
sawang tersebut di belah seperti membuka selotip.
Nah,sawang putih ini lah yang di pakai untuk menambal luka robek di kedua telinga ku.kemudian di tetesi dengah getah dari pohon yodium.
Awal nya terasa perihhh.
Lama lama luka akan cepat mengering dan bekas luka robek nya kembali menempel dengan sendirinya tanpa harus di jahit.
Ternyata benar saja,lukaku bisa menutup kembali setelah kering.
Ya ini lah bekas nya.
Oleh oleh dari bapak,
Ntah dari mana bapak mempelajari hal seperti itu.
Mungkin karena di masa lalu,
Bapak sering hidup di alam membuka lahan berhari hari di dalam hutan sehingga beliau mempunyai insting tentang pengobatan alami.


"Ow.....,jadi seperti itu ceritanya."
Ucap anis.
"Hebat juga ternyata mendiang bapak mu win." Ucap anis lagi.
"Eh win,mengenai surat yang ada di dalam kado ulang tahun ku,
Apa kau benar benar ......????"
Tanya anis pada ku.
" Ehmmmmm,gimana ya.
Entah mengapa,aku selalu nyaman bila ada di dekat mu Nis.kalo perasaan nyaman itu memang di sebut dengan kata Cinta.
Mungkin sekarang itulah yang kurasakan kepadamu.
Lebih dari suka,aku memang mencintaimu nis." Jawab ku.
Anis terdiam......
.
.
.
"Aku juga merasa nyaman berada di dekat mu win.
Aku ingin selalu bersama mu.
Aku selalu takut setiap kali memikirkan hal ini.
Aku takut aku nggak akan kuat saat pergi meninggalkan kota ini bersama kamu di dalam nya win."

"Jalani saja apa yang ada nis,aku harus bisa melepas kepergian mu.
Kamu boleh pergi,tapi tidak dengan semua kenangan yang sudah kita ciptakan bersama." Tandas ku sambil memengang jemari nya.

Rupanya emak sudah pulang mengambil raport.
Aku lihat hasil nya.
Ternyata aku naik ke kelas 5 dengan nilai yang bagus.
Aku dapat ranking 3 saat itu.

Anis membantu emak memotong sayur bayam liar dengan daun nya yang lebar yang dipetik mas ilham di pematang sawah untuk di masak.
Emak juga menggoreng tahu tempe dan ikan asin sebagai lauk nya.
Tak lupa sambal tomat sebagai penggugah selera.

Aku melihat anis sedang berusaha menyalakan api di tungku dengan menggunakan semprong yang terbuat dari bambu.dia meniup niup lubang semprong yang di arahkan ke dalam tungku supaya api cepat menyala,asap mengepul di mana mana,tampak mata nya berair terkena asap jelaga.
Emak yang tak tega,akhirnya mengambil alih semuanya.

Siang itu anis makan di rumahku dengan lauk yang seadanya.
Tanpa jaim Anis makan dengan lahap nya bersama aku,emak,mas ilham dan Feri adik ku.

Dia memang benar,
Nyaman atau tidak nya sebuah rumah adalah ketika kita makan dan bercengkrama bersama di dalam nya.
Suasana yang selalu ku rindukan sampai sekarang.

Bersambung.........
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:38

Mulustrasi

Sebagai gambaran seperti apa sosok Erwin,Kartika dan Anis.
Ane mau ngasih mulustrasi nya nih.....

Deva Mahenra
Ujung Tanggul Kali Gelis
Mulustrasi sosok Erwin Galih Wardhana
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
doelviev dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:39

Mulustrasi

PutriaAyu
Ujung Tanggul Kali Gelis

Mulustrasi sosok Kartika Novianti (aku rubah sedikit nama nya)
Sekarang Kartika sudah mantap untuk berhijab,dan dihias dengan bingkai kacamata,semakin terlihat menjadi lebih dewasa.
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
doelviev dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:40

Mulustrasi

Anisa Pohan

Ujung Tanggul Kali Gelis

Mulustrasi sosok Anisa Sekar Uttari (juga bukan nama asli)
Ini lah gambaran ketika terakhir kali kami saling kirim MMS semasa aku STM.mata,hidung,bibir dan rambut nya.persis banget seperti sosok menantu Bapak SBY.
Beberapa kali ku cari di medsos, masih belum mendapatkan hasil.
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Ujung Tanggul Kali Gelis
17-04-2022 12:41

Part 17

Libur telah tiba.....
Ya,libur kenaikan kelas akhirnya datang juga.liburan panjang selama 2 minggu lamanya,

Di musim liburan seperti ini,biasanya anak anak SMA sedang semangatnya mendaki gunung.
Dan anak anak smp lagi asik asik nya bermain sepeda.
Sedangkan anak SD,paling umum ya di "sunat"
Yaaa,di kampung ku lagi ramai ramai nya musim sunatan.
Sebuah berkah tersendiri untuk keluarga kami.
Emak dapat banyak tawaran rewang(memasak di acara hajatan).
Aku baru saja terbangun dari tidur lelap ku,suasana masih pagi buta.
Aku pun mengambil wudhu di gentong padasan dekat kamar mandi.emak sudah ada di dapur menyiapkan peralatan masak nya untuk di bawa ketempat orang yang akan mengadakan hajatan.
Setelah sholat subuh
Rencana nya aku mau main ke rumah Anis,mengajaknya jogging ke taman kota.
Dengan mengenakan celana training dan kaos seadanya,aku mulai berlari kecil menuju rumah nya.
Langit mulai terang seiring sang surya tampak bercahaya di ufuk timur.
Setibanya di depan rumah anis,
Aku lihat dia sudah ada di depan rumahnya.menunggu kedatangan ku karena kemaren kami sudah janjian untuk ngembun(istilah jogging di pagi hari di tempat ku).
Setelah berpamitan sama orang tua anis,
Kami pun mulai berjalan menuju taman kota.
Anis memakai jaket bergambar daun singkong lima berwarna merah muda di padukan dengan celana training hitam bermotif garis putih di sisi nya.tak lupa sepatu cats berwarna putih yang membungkus kedua kaki nya
Rambutnya yang hitam di kuncir ekor kuda.benar benar menyegarkan pandangan mata.
Padahal aku sendiri malah nyeker,tampa alas kaki.
Di tempatku memang sudah menjadi hal biasa ketika jogging tanpa mengnakan alas kaki.

"Kamu kenapa sih dari tadi jalan nya kok di belakang ku win?"
Tanya anis.
"Kamu jogging dengan persiapan yang matang,
Lha lihat saja aku(sambil melihat ke arah kaki) cuma nyeker gini.
Emang kamu nggak malu jalan bersandingan dengan ku?"
Kata ku sambil mendekati nya.
"Santai aja kali,ngapain juga malu.
Aku malah senang kalau kamu itu seperti ini.apa adanya...." Ucap anis.
Rumah anis dan rumah tika cuma beda 1 gang,dan ketika kami keluar gang.
Di sana sudah ada tika yang sedang bersepeda dengan papah nya.

"Erwiiiinnnnn....kamu kau kemana?" Teriak tika.
"Eh tika,ini lho mau jogging sama anis.
Ayo jogging sama sama,biar sehat."
Ajak ku.
Anis tampak mengernyitkan dahi lalu tiba tiba menggandeng tangan ku seakan akan aku ini sebuah barang yang akan di ambil orang.

Tika melihat dengan raut wajah seperti tidak suka.
" Ehm,nggak deh.takut ganggu kalian
Aku mau lanjut sepedaan sama papah aja." Ucap nya sambil berlalu mengayuh sepeda mengejar papahnya yang sudah meninggalkan tempat kami.

Anis masih saja memeluk tanga ku,
" Ngapain sih ngajak ngajak dia.
Kamu tuh nyebelin...."
Ucap nya sambil melotot kearahku.
" Sekedar basa basi kali nis.jawab ku"

Anis : "Kamu suka ya sama Tika?"
Aku :"Ngaco ah,tika kan teman kita nis."
Anis : " kalo tika suka sama kamu gimana?"
Aku : "Ehm...."
Anis : "tuuh kan kamu ragu,atau jangan jangan kamu emang ngerasa kalau tika suka padamu?"
Aku : "Aku nggak berhak melarang orang lain untuk suka pada ku nis,
Dan aku hanya akan mencari cara bagaimana menjaga perasaan mu supaya tidak kecewa."
Anis : "Idih pede nya,emang aku suka sama kamu?"
Aku : " Aku yang suka sama kamu Anisa...."
Anis : "hehehe....
Aku juga suka sama kamu.
Yuuuuch..."
Ajak dia sambil berlari kecil.

Pagi itu di taman kota sangat ramai orang berjogging.
Aku dan anis duduk di kursi taman.
Membeli air mineral dan jajan cilok,
Minum sebotol berdua (kagak pake mabok)
Makan cilok seplastik berdua dengan dua lidi untuk colokan nya.

Lalu anis mengajak ku pulang untuk nonton kartun favorit nya
Doraemon.
Aku pun mampir ke rumah nya,nonton tv bertiga dengan kakak nya.
Tapi bukan nonton doraemon,
Aku malah menonton kakak beradik yang sering cekcok berebut remot tv.

Aku pun akhirnya memilih ke dapur untuk membantu ibu nya Anis yang sedang memasak.
Membantu mengupas bawang,
Hari itu beliau sedang memasak tahu,tempe,telur dan ayam balado.
Sesekali tante memberikan sempel bumbu balado yang di ambil menggunakan sendok dan di cicipkan pada ku,
Lalu tanya,
Asin nya,manis nya,pedas nya...
Pas nggak.
Karena beliau tau kalau emak memang tukang masak,pasti anak nya punya cita rasa yang bagus.begitu katanya
Agak siang an ayah anis tiba.
Beliau habis menyerahkan dokumen dokumen kerjaan selama di kota ini,
Karena sebentar lagi akan di mutasi ke solo.
Topik yang aku hindari untuk di bahas,
Lalu kami makan siang bersama.

Anis : "enak nggak yah masakanya,
Anis yang masak lho yah..."
Tante,mbak endah dan aku sepakat memonyongkan bibir dengan kompak di iringi gelak tawa ayah Anis.
Ayah anis : iya,masakan nya enak bangettt.sejak kapan anak ayah pinterasak?"
Ibu anis : "sejak kenal sama Erwin yah...."ucap tante
Ayah : "atau jangan jangan ini yang masak erwin ya?"
Aku : "Ahh tadi cuma bantu tante kupas kupas bawang koq om.hehehe"
Ibu nya anis : "Memang buah tak jatuh dari pohon nya ya yah,
Ibu nya wiwin kan memang tukang masak.
Kemaren pas kondangan ke tempat anak teman ayah yang di khitan kan emak nya erwin yang masak."
Ayah : "Ow iya ayah ingat,enak ya Win jadi kamu.pasti tiap hari di masak in enak enak sama emak mu."
Aku : "Ya begitulah Om,masakan emak adalah masakan terbaik buat ku,
Masakan tante juga.hehehe"
Anis menatapku lalu menunjuk kan jempol tangan nya pada ku.
Mbak Endah : "wah bakalan ada yang kangeeen banget nih setelah ini....."
Anis : "apaan sih kak......" Teriak nya
Ayah : "om belum pernah merasakan punya anak laki laki win,
Kehadiran mu disini seperti pelengkap untuk keluarga kami,
Sayang nya sebentar lagi om sekeluarga harus pindah dari sini." Ucap beliau sambil menepuk pundak ku.
Kami semua terdiam,
Anis tampak meletak kan sendok yang ada di tangan nya di atas piring.padahal nasi dan lauk nya belum habis,suasana terasa hening,
Aku menelan ludah.
Rasanya seperti menelan pil pahit dan tersangkut di tenggorokan,

Kenyataan itu pahit kawan......

2 Minggu lagi Anis pergi,
Ingin rasanya ku tahan perputaran waktu supaya saat saat seperti tidak terlalu cepat berlalu.

Tak ada daya dan upaya,
Melainkan atas seizin dari Nya......
Diubah oleh tetes.tinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Halaman 1 dari 9
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
akhirnya-kita-sah
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia