Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
45
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61e5b2ddb153e369f329aa01/perekat-nusantara-vonis-ringan-terdakwa-kasus-pembakaran-rumah-dan-masjid-ahmadiyah
Tak Memberikan Efek Jera Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak (PN), Kalimantan Barat, Kamis (13/01/2022) telah menjatuhkan Vonis terhadap seorang Terdakwa dalam kasus perusakan Masjid Miftahul. Dimana tempat ibadah ini dibangun kelompok umat Muslim Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempuak, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat dengan vonis yang sangat ringan. Sebelu
Lapor Hansip
18-01-2022 01:18

Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah

Tak Memberikan Efek Jera

Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pontianak (PN), Kalimantan Barat, Kamis (13/01/2022) telah menjatuhkan Vonis terhadap seorang Terdakwa dalam kasus perusakan Masjid Miftahul. Dimana tempat ibadah ini dibangun kelompok umat Muslim Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempuak, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat dengan vonis yang sangat ringan.

Sebelumnya, Kamis (06/01/2022) Majelis Hakim PN Pontianak, telah membacakan Vonis pertama, kepada 22 terdakwa. Yang mana menggunakan pasal Dakwaan melanggar pasal 160 KUHP bagi 3 orang terdakwa tentang kejahatan menghasut. Sedangkan 19 terdakwa lainnya divonis dengan pidana melanggar pasal 170 ayat(1) KUHP, yaitu melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang.

Vonis hakim ini mendapat perhatian dan kritik dari pengamat hukum Petrus Selestinus Kordinator Pergerakan Advokat Nusantara (Perekat Nusantara), Senin (17/01/2022) di Jakarta.

Kata Petrus, sangat mengherankan dari proses hukum pada peristiwa pidana yang didominasi oleh tindakan kekerasan atas dasar SARA. Termasuk mengganggu posisi negara sebagai penjamin kemerdekaan bagi tiap-tiap penduduk untuk memeluk dan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.

"Mereka (red-terdakwa) hanya dikenakan pasal Tindak Pidana biasa yaitu pasal 160 dan pasal 170 ayat (1) KUHP dengan vonis ringan hanya 4 bulan 15 hari pidana penjara, Ini jauh dari rasa keadilan masyarakat dan tidak memberi efek jera apapun bagi pelaku," kritik Petrus.

Padahal kata dia, sebagai sebuah lembaga Peradilan yang berpijak pada UUD' 1945, maka Penyidik Polisi, Jaksa Penuntut Umum dan Hakim sudah seharusnya mengkonstruksi kasus pengrusakan Masjid Miftahul Huda dan pembakaran rumah warga Komunitas Muslim Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, di Kecamatan Tempuak, Kabupaten Sintang. Dimana harus dinilai sebagai peristiwa pidana atau kejahatan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) 

"Dasar hukumnya ada dalam ketentuan UU No.40 Tahun 2008,Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU No. 39 Tahun 1999, Tentang HAM dan pasal 82A jo. pasal 59 ayat (3) UU No. 16 Tahun 2017 Tentang Ormas di samping pasal 160 dan pasal 170 ayat (1) KUHP. Jadi beberapa Ormas sesungguhnya telah melakukan tindakan yang menjadi wewenang aparat Penegak Hukum dalam kejahatan yang dikualifikasi sebagai kejahatan SARA," jelasnya.

Menurut Petrus, proses penyidikan dan penuntutan yang syarat kompromi bahkan konspiratif, telah merendahkan wibawa hukum, kedaulatan negara dan prinsip negara hukum. Sebab kata dia, dalam peristiwa pidana atau kejahatan SARA, mereka mengkonstruksikan menjadi peristiwa pidana biasa dengan menerap-kan pasal sangkaan dan dakwaan melanggar pasal 160 dan pasal 170 ayat (1) KUHP demi mengabaikan kejahatan SARA dan HAM. 

"Ini jelas merupakan sebuah model konspirasi dalam penegakan hukum dengan menerapkan pasal-pasal yang tidak ada korelasinya dengan substansi peristiwa pidana. Padahal yang terjadi yaitu adanya tindakan permusuhan oleh sekelompok Orang atau Ormas terhadap sekelompok masyarakat lainnya atas dasar suku, agama, ras atau golongan secara brutal dan sewenang-wenang dengan mengambialih wewenang penegak hukum," ungkap Petrus.

SEJUMLAH UU HANYA JADI PAJANGAN

Petrus juga menjabarkan, bahwa tindakan sekelompok masyarakat (Ormas) yang merusak bangunan, mengancam keselamatan nyawa manusia.  Bahkan secara hukum meniadakan hak atas kebebasan komunitas Muslim Ahmadiyah dalam menjalankan Ibadah agama dan kepercayaannya.

"Seharusnya kepada mereka diperhadapkan dengan ancaman pidana berat, seperti dimaksud dalam pasal 82A UU No.16 Tahun 2017 Tentang Ormas, berupa pidana penjara maksimum 20 (dua puluh) tahun, UU No. 39, Tahun 1999, Tentang HAM dan UU No.40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," jabarnya.

Dalam kasus ini, aparat penegak hukum seolah-olah alergi dan gamang ketika berhadapan dengan kasus-kasus SARA. Sehingga dalam penegakan hukumnya nampak memberi angin segar kepada kelompok pelaku, berupa penerapan pasal pidana biasa. Dimana dituntut dan divonis dengan pidana ringan, dengan mengabaikan pasal pelanggaran UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU HAM, UU Ormas dan UU Penodaan Agama.

"Vonis ringan kasus kekerasan atas sekelompok Masyarakat atas nama agama terhadap kelompok Masyarakat yang berbeda keyakinan keagamaan (minoritas) atau kasus-kasus penodaan agama terhadap agama minoritas, dengan vonis penjara ringan dalam kasus Terdakwa Yahya Waloni dan kasus Masjid Ahmadiyah Sintang. Hal ini memperlihatkan betapa negara belum bersikap adil dan bijaksana pada kelompok agama minoritas," jelasnya.

NEGARA INGKARI KOMITMEN

Menurut Petrus, negara justru berada dalam posisi mengingkari komitmennya, dimana negara baru bisa menjamin kebebasan warga negaranya untuk memeluk agama dan kepercayaannya. Akan tetapi negara belum bisa memberikan jaminan atas kemerdekaan untuk menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaannyaannya itu, seperti pada kejahatan persekusi, intoleransi dan tindakan vigilante masih terus terjadi terhadap kelompok agama minoritas.

"Padahal konstitusionalitas jaminan atas kebebasan unuk memeluk agama dan kepercayaan itu setara dengan jaminan atas kemerdekaan melaksanakan ibadah agama dan kepercayaannya itu. Tidak ada gunanya jika negara hanya menjamin warganya untuk bebas memeluk agama dan kepercayaan, tetapi negara abai memberikan jaminan kemerdekaan bagi warganya untuk menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaannya itu," urainya panjang lebar.

Kata dia, Pasal 29 UUD' 45 ayat (2) menyatakan, bahwa: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayannya itu.

"Penjatuhan hukuman yang jauh dari rasa keadilan publik terutama para korban dalam kasus SARA, merupakan pertanda buruk dimana sejumlah aparatur di dalam Lembaga Peradilan (Penyidik Polisi, Jaksa Penuntut Umum dan Hakim) diduga telah terpapar ideologi intoleran dan radikal," sesalnya.

Terakhir katanya, indikatornya ada sikap memihak dan toleran para hakim terhadap pelaku kejahatan SARA, Intoleran dan Vigilante selama proses hukum.

"Buktinya vonis ringan pelaku Kejahatan SARA di Sintang dan Kejahatan Ujaran Kebencian terhadap terdakwa Yahya Waloni yang hanya divonis 5 (lima) bulan penjara," pungkasnya. (red)

Penulis: RB. Syafrudin Budiman SIP

Sumber: https://www.kabartujuhsatu.news/2022...ingan.html?m=1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rhinocerosandro dan 15 lainnya memberi reputasi
14
Masuk untuk memberikan balasan
berita-dan-politik
Berita dan Politik
19.2K Anggota • 634.8K Threads
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 01:57
Kenapa ane ga kaget ya....

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Sinkhole dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 03:01
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rhinocerosandro dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 05:13
Membakar rumah dengan motif dendam bisa tahunan penjara.

Membakar rumah dgn kebencian agama gurun pasir, aman pasti bulanan aja vonisnya.
Udah bukti ketiga ini:
1. Pembakaran belasan gereja Makassar oleh oknum HMI, Makassar 1 Oktober 1969.
2. Pembakaran belasan vihara Tanjung Balai karena minta volume toa dikecilkan.
3. Kasus pembakaran masjid Ahmadiyah dari tahun 2004, 2011 (3 orang tewas di Cikeusik, Banten), dan tahun 2021 kasus di atas.

Semua divonis bulanan.

Pantas berani, mana peran negara?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rhinocerosandro dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 06:13
Kenapa kaget? Dan biasa tow di negeri ini model jaksa atau hakim nuraninya hanya bisa digerakkan oleh imbalan materi dan solidaritas seiman. Konsep keadilan mah gak masuk pertimbangan mereka.

Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah

Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah

Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
Diubah oleh Askeladd
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rhinocerosandro dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 07:10
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah


makanya harus pahami dahulu arti adil dalam islam
islam hanya memnafaatkan kata adil untuk menipu orang2 kafir dalam dakwah mereka,
bukan menerapkan arti adil dalam artian yg sesungguhnya


sering banget kita dengar dalam tagligh akbar atau pengajian2,
ulama bertaqiyyah mengutip ayat2 islam soal bebuat adil, bahkan kepada orang2 kafir sekalipun

TAPI dalam penjelasannya ulama2 tsbt soal keadilan,
ujung2nya kesimpulannya adalah hanya keadilan yg hanya menguntungkan islam dan tidak merugikan islam yg boleh dijalankan umat islam

keadilan yg merugikan islam atau menguntungkan orang kafir tidak boleh dijalankan emoticon-fuck


jadi intinya, ulama2 islam dalam dakwah, memanfaatkan kata adil dalam ayat2 alquran hanya untuk menjual seakan2 islam agama yg adil,
tapi dalam penafisrannya, keadilan yg mereka adalah keadilan sepihak versis islam yg hanya menguntungkan mereka


sama seperti kata damai atau tidak diperangi dalam agama mereka,
semuanya dalam artian sepihak yg dalam artian sesungguhnya damai = tunduk kepada mereka emoticon-Gila


makanya waspadai bahaya islam dalam berdakwah menggunakan kata2 manis seperti adil atau damai,
karena kata adil dan damai mereka, semua bersayap dan memiliki makna yg berbeda dari kata2 itu sendiri
Diubah oleh escobra
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Henryoioi dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 06:56
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rhinocerosandro dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 05:28
inilah alasan mengapa agama sampah kebencian ini disebut agama sampah bagi alam semesta

ulama yahya waloni aja hanya 5 bulan menghina agama lain,
apa mungkin menghina agama kebencian, divonis bulanan ?


penendang sesajan perkiraan ane juga maximal 3 bulan, bahkan kurang,
belum lagi dipotong masa tahanan


negara ini boleh ngaku2 pancasila, tapi prakteknya sebenarnya sudah syariat agama kebencian hampir seperti jaman nabi dan khilafah
Diubah oleh adsbut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mosta2011 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 02:58
Agamanya apa nih pelaku pengrusakannya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exorcizm dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 02:38
Sesama kelompok sudah biasa saling melindungi....
Emangnya jaksa dan hakim mau kena azab dan laknat ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exorcizm dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Perekat Nusantara: Vonis Ringan Terdakwa Kasus Pembakaran Rumah dan Masjid Ahmadiyah
18-01-2022 02:02
Its so fucking stupid punishment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mosta2011 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia