Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
5
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61e4f8a949dfe754c26533b3/pesan--dari-arwah-part-4
           PESAN  DARI ARWAH KEMATIAN BIBI PART 4 (Fiksi Story By Devnov13)     Dan pada saat sekar melihat nama pekerja yg tertempel dibaju itu………       Ternyata namanya adalah “Tono Jatmiko Adi” alias Pak Tono. Sontak saja Sekar langsung membawa baju yang kotor dan penuh dengan darah kering tersebut kepada Bapak Sekar. “Pak….bapak….pak….” teriak sekar memanggil
Lapor Hansip
17-01-2022 12:03

PESAN DARI ARWAH PART 4

icon-verified-thread
          
PESAN  DARI ARWAH


KEMATIAN BIBI PART 4


(Fiksi Story By Devnov13)




PESAN DARI ARWAH PART 4
  
 Dan pada saat sekar melihat nama pekerja yg tertempel dibaju itu………

      Ternyata namanya adalah “Tono Jatmiko Adi” alias Pak Tono. Sontak saja Sekar langsung membawa baju yang kotor dan penuh dengan darah kering tersebut kepada Bapak Sekar. “Pak….bapak….pak….” teriak sekar memanggil Bapaknya. “Dalem ndok…” sahut Bapak Sekar dari teras rumah. Sekar langsung dengan cepat menghampiri Bapaknya dan menceritakan temuan Banu kepada Bapaknya.
  Langsung saja Bapak Sekar memanggil Pak Tono dan tak lama Pak Tono pun datang menghampiri. “Ada apa gih jenengan panggil saya pak ?” tanya Pak Tono. Kemudian Bapak Sekar langsung menyakan tentang baju itu. Pak Tono tidak dapat menutupi ekspresinya dan terlihat sangat kaget. Pada saat itu Sekar melihat kearah Pak Tono, dan bibi muncul kembali dibelakang Pak Tono.
  Namun Pak Tono dapat menjelaskan apa yg terjadi dengan  baju tersebut. Pak Tono mengatakan bahwa baju tersebut terkena darah ular. Ketika dia akan masuk ke kamarnya, terlihat ada dua ekor ular masuk dari atas plafon kamarnya yg berlubang. Dengan spontan Pak Tono mengambil parang dan membacok dua ular tersebut sampai mati.
  Kemudian Pak Tono mengubur baju tersebut bersama ular yg dia bunuh di pohon belakang taman rumah. Bapak Sekar pun percaya dengan penjelasan dari Pak Tono, namun Sekar tidak percaya. Karena dia terus melihat bibi dibelakang Pak Tono. Dan pasti Pak Tono ada hubungannya dengan bibi. Namun karena dia selalu tidak dipercaya dia hanya bisa diam saja.
  Pak Tono kemudian pamit pergi dan membawa baju yg tadi ditemukan Sekar ke kamarnya. Malam pun tiba, ini merupakan hari kedua acara tujuh harian bibi. Banyak tamu yg datang dan acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun. Setelah semuanya selesai seluruh penghuni rumah tersebut beristirahat di kamarnya masing-masing kecuali Bapak Sekar dan Pak Abdi yg sedang asik nonton pertandingan tinju di tv.
   Sebetulnya Pak Tono juga diajak Bapak Sekar untuk melihat pertandingan agar lebih seru. Namun Pak Tono menolak dengan alasan capek kepada Bapak Sekar dan memilih untuk tiduran di kamar nya. Saat dikamar awalnya Pak Tono biasa saja. Dia sedang tiduran sembari mendengarkan radio. Sampai suatu ketika radionya tiba-tiba mati dan tidak mengeluarkan suara.
  Pak Tono mengambil radionya dan coba mengeceknya. Kalau-kalau ternyata colokannya lepas. Ternyata colokannya masih menancap di sakelar listriknya. Lalu Pak Tono merasakan semilir angin menusuk di sekujur tubuhnya. Padahal saat itu Pak Tono menutup rapat semua pintu dan candela. Tiba-tiba Pak Tono mndengar suara seperti benda terjatuh.
  Dia melihat sekelilingnya tapi masih tidak menemukan apa-apa. Sampai suatu ketika Pak Tono melihat di bawah meja radionya, tampak dari belakang segumpal rambut yang acak-acakan. Kemudian pelan-pelan gumpalan rambut itu bergerak dan menoleh kearahnya sembari meringis dengan wajah penuh darah.
  Tak sampai disitu, kemudian dia mendengar suara ketukan dari candela. Pada saat dia menoleh dia melihat wanita yang menempel di kaca dengan wajah pucat sembari  memanggil manggil Pak Tono. “ Tonoooo…. Tono…. kepalaku tonoo…….”. Langsung saja Pak Tono lari sekencang-kencangnya ke tempat Bapak Sekar dan Pak Abdi menonton tv.
  “Heh ton kenapa kamu lari-lari ?” tanya Bapak Sekar. Akan tetapi pada saat itu Pak Tono menyembunyikan kejadian yg baru saja dialaminya. Pak Tono hanya menjawab bahwa dia ingin cepat-cepat menonton tv bersama . Karena  takutnya pertandingannya sudah selesai. Kemudian Bapak Sekar langsung saja mengajaknya untuk bergabung bersama menonton tv. Tak lama waktu sudah menunjukan pukul 01.00 malam, pertandingan yg ditonton mereka bertiga telah usai. Bapak Sekar pamit duluan ke kamar untuk segera tidur. Pada saat itu Pak Abdi juga mengajak Pak Tono untuk kembali ke kamar bersama.
  Namun Pak Tono menolak dan ingin tidur di depan tv saja. Ia beralasan masih ingin menonton pertandingan sepak bola jam 04.00 nanti. Kemudian Pak Abdi pun meninggalkan Pak Tono untuk beristirahat di kamarnya. Pada saat itu Pak Tono membiarkan tv tetap menyala. Karena Pak Tono merasa jika tv tetap menyala hatinya lebih tenang karena berasa ada yang menemaninya disitu.
  Dan Pak Tono langsung saja memejamkan matanya. Namun, tiba-tiba saja pak Tono mendengar ada yang berjalan dan mematikan tv yang ada di depannya. Dia mengira saat itu yg mematikan tv adalah Pak Abdi, “Dhi.. jangan diamatikan tv nya ! itu buat teman aku tidur dhi !! ” sahut Pak Tono dengan mata yg masih terpejam. Akan tetapi tak ada jawaban sama sekali. Kemudian Pak Tono mencoba memanggil lagi “Dhi…..dhi….” masih tak ada jawaban.
  Pak Tono mulai membuka matanya dan pada saat dia membuka matanya, dia melihat dari belakang seperti laki-laki sendang di depan tv . Dan Pak Tono pun mengenali laki-laki itu, laki-laki itu seperti Pak Abdi. “Dhi… kamu ini budeg apa gimana ?? sudah tak bilangin tv nya jangan di mati in tetap saja di matiin to ?!” bentak Pak Tono. Tapi anehnya tak ada respon sama sekali dari Pak Abdi.
  Karena jengkel ucapan Pak Tono tidak di guberisnya. Pak Tono langsung berdiri dari tidurnya dan membalikan Pak Abdi yang membelakanginya di depan tv ke arahnya. Namun sungguh sangat mengagetkan Pak Tono sampai terpaku dan kakinya pun tidak bisa bergerak sama sekali. Mulut pun tidak bisa berucap dan terkunci, karena yg dilihat Pak Tono sangatlah menyeramkan.
  Pak Tono melihat bibi dengan luka di leher, dengan darah menetes segar dari lehernya. Mata bibi terlihat melotot kearah Pak Tono dengan bola mata yang hampir keluar dan lidah yang menjulur. Seketika itu mata Pak Tono langsung gelap dan pingsan. Di pagi hari nya saat Mbak Yanti akan memasak di dapur, Mbak Yanti melihat Pak Tono tergeletak di depan tv.
  Mbak Yanti tidak berfikiran aneh-aneh tentang Pak Tono, dia mengira Pak Tono hanya tertidur kemudian membangunkannya. “Pak Ton….bangun pak sudah pagi ini “ sembari Mbak Yanti menggoyang-goyangkan badan Pak Tono. Tapi Pak Tono masih belum bangun juga. Kemudian Mbak Yanti mencoba membangunkan Pak Tono dengan memercikan air kearah mukanya.
  Pak Tono pun langsung terbangun dan berteriak seperti orang ketakutan. Mbak Yanti menanyakan apa yang terjadi dengan Pak Tono. Namun Pak Tono hanya diam saja dan langsung pergi meninggalkan Mbak Yanti begitu saja. Karena takut kesiangan Mbak Yanti langsung saja menuju dapur untuk memasak makanan untuk keluarga Sekar.
  Tak lama Bu Roro (Ibu Sekar) datang ke dapur untuk mengambil minum. Ibu Sekar menyakan keadaan Mbak Yanti apakah sudah baik-baik saja. Kemudian di jawab oleh Mbak Yanti bahwa keadannya sudah jauh lebih baik dan ingin kembali bekerja. Namun hal yang tak terduga lagi-lagi terjadi, tiba-tiba Mbak Yanti tak sadarkan diri. Ibu Sekar langsung meletakkan minumya dan menghampiri Mbak Yanti.
  “Bangun Yan….!! kamu kenapa yan ?!” kata Ibu Sekar. Tiba-tiba saja Mbak Yanti terbangun dan langsung duduk. Namun anehnya Mbak Yanti tiba-tiba menangis histeris  dan berucap “Bu… saya dibunuh bu tolong saya bu”. Ibu Sekar sangat kaget, “Bagaimana maksut kamu yanti ?? kamu ini masih hidup!! .” sahut Ibu Sekar. “Saya Bukan Yanti bu…..” ucap Mbak Yanti sembari menangis histeris. “Lalu siapa kamu kalau bukan Yanti ?!” tanya Ibu Sekar .”Saya…..bibi bu…” ucapnya. “Astaghfirallahaladzim kamu bukan bibi, dia sudah meninggal, pasti kamu setan !!” sahut Ibu Sekar. “ Saya bibi bu.. saya belum sempurna …. TOLONG SAYA BU… TOLONG TANGKAP PEMBUNUH SAYA “ ucapnya.
  “Jika memang kamu bibi dan ingin disempurnakan, siapa pembunuh kamu ?” tanya Ibu Sekar. Lalu Mbak Yanti yang kerasukan bibi berucap bahwa “Pembunuhku adalah…….. (bersambung)

Nb. Link part lainnya : 
PART 1 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 1 )
PART 2 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 2 )
PART 3 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 3 )
 
PART 5 ( KEMATIAN TRAGIS BIBI PART 5 AKHIR )

Diubah oleh devnov13
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thespecialist dan 7 lainnya memberi reputasi
6
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
18.3K Anggota • 28.2K Threads
PESAN DARI ARWAH PART 4
17-01-2022 14:22
Ngeri
0 0
0
PESAN DARI ARWAH PART 4
18-01-2022 19:08
wow... ampe merinding ..
0 0
0
PESAN DARI ARWAH PART 4
18-01-2022 20:05
Yah masih bersambung toh
0 0
0
PESAN DARI ARWAH PART 4
20-01-2022 21:06
nice gan.
0 0
0
PESAN DARI ARWAH PART 4
23-01-2022 21:32
Ditunggu updatenya
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
usai-kenal-cinta
Stories from the Heart
godaan-si-perawat-nikmat
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia