Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
Informasi! Kaskus Update Fitur Baru! Intip di Sini!
145
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61d682dfd2d8ee400029d3ce/penunggu-danau-ranu-kumbolo-semeru
"kakak.. baju nya udah di masukin semua?". tanya ibu dari lantai bawah. "udah kok mah". saut ku. "cepetan.. nanti malah ketinggalan bus nya". ujar nya. "iya mah, ini udah selesai kok". saut ku. Aku sekarang sedang merapihkan beberapa pakaian dan juga peralatan yang akan ku pakai untuk camping sekolah. Waktu keberangkatan adalah pukul 9, sedangkan sekarang sudah pukul 8, dan aku masih sibuk
Lapor Hansip
06-01-2022 12:49

[TAMAT]Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru[TAMAT]

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru



Quote:
Sebelum membaca harap di perhatikan terlebih dahulu beberapa point di bawah ini ;

1.ini berkisah dari teman wanita saya, namun banyak bagian yang sengaja saya lebih-lebih kan, jadi anggap saja 90% story ini adalah fiksi.

2.ini adalah short story, yang mungkin hanya akan tamat 3-5 part.

3.Update untuk story ini maksimal 3 hari sekali.

4.Genre pembunuhan, horor dan survival.

5.Di larang mempublikasikan ke dalam media ap pun, dengan tujuan ke untungan sendiri, tanpa persetujuan penulis.





Quote:
Part 1 : Malam Pertama


"kakak.. baju nya udah di masukin semua?". tanya ibu dari lantai bawah.

"udah kok mah". saut ku.

"cepetan.. nanti malah ketinggalan bus nya". ujar nya.

"iya mah, ini udah selesai kok". saut ku.

Aku sekarang sedang merapihkan beberapa pakaian dan juga peralatan yang akan ku pakai untuk camping sekolah. Waktu keberangkatan adalah pukul 9, sedangkan sekarang sudah pukul 8, dan aku masih sibuk memilih-milih baju.

Bukan karna aku ingin di perhatikan, karna aku orang nya tidak tahan dingin, jadi aku berfikir lebih baik untuk menggunakan pakaian tebal, namun di satu sisi aku juga tidak tahan panas, aku kembali melepas pakaian tebal ku.

Inilah karakter ku, begitu repot dan suka overthinking, padahal aku hanya perlu memakai jaket, dan jika suhu di dalam bis tidak dingin, aku hanya perlu melepas nya.

Tidak hanya itu, rambut ku yang panjang pun juga menjadi sumber masalah untuk ku, jika ku ikat maka rambut ku akan kusut, dan jika tidak ku ikat, aku akan kepanasan. Namun jika aku potong pendek, aku malah tidak menyukai nya. Terkadang aku suka merasa kesal terhadap diri ku, yang suka berlebihan berfikir.

.
.

Perkenal kan, namaku adalah Riska, sekarang aku duduk di kelas 2 SMA, kini aku sedang berlari menuju sekolah, dengan tas yang cukup berat ku gemblok, dengan nafas begitu kembang kempis, aku paksakan kaki ku untuk tetap berlari.

"hadeh... kebiasaan banget kamu Ris". ujar Hendra, ia adalah ketua kelas ku.

"ehh ia maaf hen... bangku aku dimana?". tanya ku dengan nafas senin-kamis.

"itu sama Tian, di belakang". ujar hendra sembari menunjuk.

"ihhh.. kok sama tian sih? nanti kalo dia kesurupan lagi gimana". ujar ku.

"ya kamu doain biar sembuh... yaudah sana, udah telat masih aja bawel.. heran". celetuk hendra kesal.

Tian adalah seorang pria yang begitu pendiam di kelas ku, banyak murid di kelas yang menjauhi nya, karna banyak murid kelas ku yang takut kepada nya, bukan karna dia sok jagoan atau apa pun itu, selama hampir 2 tahun dia bersekolah di sini, dia sudah kesurupan hampir 5 kali.

Sedangkan aku, aku tidak membenci nya, terkadang aku juga merasa kasihan kepada nya, karna dia selalu sendirian di kelas, bahkan ketika ada tugas kelompok, dia selalu seperti di asing kan. Namun apa daya, aku yang juga takut terhadap nya, memilih untuk ikut menjauhi nya.

.
.

Aku dengan terpaksa menghampiri bangku dimana Tian berada, karna seluruh bangku sudah terisi penuh, aku pun menaruh tas ku di atas dan duduk di samping nya.

aku mendapat ledekan dari teman kelas ku yang lain, karna duduk di samping nya, aku hanya bisa menghela nafas, menahan rasa sebal atas ledekan mereka. Sedangkan Tian, dia seperti sudah terbiasa akan hal itu, ia hanya membaca buku tanpa menghiraukan yang lain.

"Anak-anak, Tolong perhatian nya ya.. Perjalanan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan segera di laksanakan, mohon Doa nya agar perjalanan kita bisa selamat sampai tujuan". ujar Bu Elis, Wali kelas kami menggunakan mic di samping supir.

Dengan 3 bus yang masing-masing berisi 28-30 orang, kami berangkat menuju Semeru dengan penuh semangat, tanpa tau apa yang akan terjadi kepada kami nanti, jika saja aku tau apa yang akan menimpa kami di sana, aku akan menghentikan perjalanan ini apa pun resiko nya.

.
.


*Sekitar 23 jam kemudian.....

Kami akhirnya sampai di sebuah restoran di dekat gunung Bromo, sekedar mengistirahatkan badan sejenak dari panjang nya perjalanan sebelum nya.

Kini aku sedang duduk di meja makan bersama Indri, dewi dan geri. Kami sedang menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah.

"eh tadi gimana rasa nya berduaan sama tian?". ledek Gerry.

"gpp sih, dia juga diem doang sepanjang perjalanan, malah enak.. jadi bisa tidur tenang". jawab ku.

"cieee yang tidur sama pangeran nya". ujar Dewi dengan nada meledek.

"bodo amat". saut ku.

Sekitar 1 jam lebih kami beristirahat di restorant, kami mulai mempersiapkan bawaan kami dan akan mulai mendaki gunung Semeru, karna kami semua akan mendirikan camp di pinggir danau Ranu Kumbolo. Dan akan menginap 3 malam di sana.

Setelah kurang lebih 30 menit berjalan, kami yang ingin segera menuju danau harus bersabar, di karnakan kabut yang hampir menutupi seluruh tempat di danau, jadi guru kami tidak berani mengambil resiko karna takut akan tersesat.

Dan para Guru akhir nha memutuskan untuk menginap di salah satu motel terdekat, yang tidak begitu jauh dari lokasi danau.

"satu kamar berlima ya, untuk kunci kamar nanti akan di bagikan pak Sutoyo.. dan satu lagi, wanita dan Pria tidak boleh satu kamar". ujar Bu Elis.

"iaaa buu". saut para murid.

Aku mendapatkan kamar di lantai 2, bersama Dewi,Anggi,Ana, dan juga Yani. Karna hanya ada 1 kasur di dalam nya, kami memutuskan untuk melakukan hompimpa, dan 2 orang yang kalah, akan tidur di lantai. Dan aku lah yang akhirnya harus tidur di lantai bersama dengan Anggi.

Aku dan Anggi tidur di depan kasur, dekat dengan TV, ada juga jendela besar di sebelah kasur. Aku mempersiapkan kantung tidur yang memang sengaja ku bawa untuk camping nanti.

Waktu menunjukan pukul 9 Malam, Bu Elis di temani Pak Danang, mengitari tiap kamar untuk mematikan lampu dan juga menyurug para murid untuk segera tidur.

"yaelah bu.. baru juga jam 9". ujar ku.

"ga ada alesan, besok kita bakal cape sama kegiatan, jadi sekarang istirahat". saut Bu Elis sembari mematikan lampu dan menutup pintu.

Akhir nya kami semua memutuskan untuk segera tidur, karna tidak ingin mencari masalah dengan Bu Elis wali kelas kami, karna dia di kenal sebagai guru yang begitu tegas dan tidak segan-segan menghukum murid atau parah nya akan menurunkan nilai kami.

*Pukul 11 malam.

*TOK TOK TOK*

Terdengar suara ketukan dari jendela di samping kami, aku pun jadi terbangun karna suara ketukan itu, aku memang cukup sensitif dengan bunyi ketika tidur.

*TOK TOK TOK*

Kembali terdengar suara ketukan di jendela, yang kali ini mulai membuat ku takut, aku pun memeriksa seluruh teman sekamar ku, dan mereka semua masih tertidur, jadi seharus nya bukan mereka yang mengetuk-ngetuk jendela tersebut.

*TOK.. BRAKK... TOK... BRAKKK....*

Kali ini tidak hanya suara ketukan, namun seperti seseorang yang sedang memaksa membuka jendela.

Aku yang semakin ketukan, dengan panik mencoba membangun kan Anggi yang tidur di samping ku, namun dia yang seperti nya sudah sangat kelelahan, tidak menggubris ku.

*BRAAAKK.... BRAAKKK... BRAAAKKK*

kali ini hanya ada suara seperti seseorang yang mencoba paksa untuk membuka jendela dari luar, semakin lama semakin kencang suara nya.

Aku pun langsung mengambil sapu tangan di samping ku, karna aku tidak punya selimut untuk menutupi wajah ku. Aku hanya ingin berpura-pura tidak mendengar nya.

Tiba-tiba saja suara tersebut berhenti begitu saja, suasana menjadi begitu hening di dalam kamar, aku pun memberanikan diri untuk menengok ke arah jendela.

Aku bangkit berdiri dan membuka tirai jendela secara perlahan.. dan....

Tidak ada apa-apa, aku pun bisa bernafas lega, aku kembali menutup Tirai jendela dan untuk melanjutkan tidur ku. Namun baru saja aku ingin memejam kan mata..

"BRAAKKKKK"

Terdengar suara bantingan pintu kamar mandi yang sangat kencang, aku pun begitu kaget sampai langsung berdiri karna nya.

Namun aneh nya tidak ada satu pun dari teman-teman ku yang bangun dengan suara itu, bahkan ketika aku mencoba untuk menggoyang-goyang kan tubuh mereka, mereka sama sekali tidak merespon.

"Anggi.... Dewi... bangun dong semua ya tuhannn". ucap ku sembari menangis.

Aku hanya bisa menangis sembari menggoyang-goyangkan tubuh teman ku yang masih tertidur.

ketika aku kembali menengok ke arah pintu masuk kamar, di tengah gelap nya kondisi saat ini, aku meliha sesosok pria berbadan kurus berwarna hitam berdiri di sana, aku tidak bisa memastikan siapa dia.

"nak.."

"nak.."

Aku hanya bisa melihat nya seperti sebuah Silurt hitam, yang aku dapat lihat hanyalah mulut nya ketika dia sedang berbicara.

"Ya tuhann....ya tuhannn... pergii tolong pergi".

Aku memutuskan untuk menutup mata sembari jongkok di tengah-tengah kasur bersama teman-teman ku yang masih tertidur.

"Ris".

Panggil Dewi yang tertidur di sebelah ku, tanpa menengok atau menggerakan badan nya.

"Dewi? bangun wi... ". ujar ku senang mendengar suara nya.

"Ris.. kamu di sini aja ya, temani mereka". ujar nya yang masih diam tak bergerak.

"eh.. kamu ngomong apaan sih wi". saut ku.

Aku yang kesal langsung menarik paksa tubuh Dewi dan memaksa memalingkan wajahnya ke arah ku... namun...

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA". teriak ku terkejut.

"Ris... mau ya temani mereka".

Yang sedang aku lihat bukanlah wajah Dewi, melainkan sesosok yang tidak memiliki wajah, dan juga botak. ia hanya memiliki dua lubang kecil di hidung, tanpa batang hidung. Dan Mulut.

"Risss... mau ya". ujar nya kembali dengan suara Dewi.

"TOLONGGGG ... TOLONGGGGGG..." Teriak ku sembari meninggalkan kasur.

Aku yang ingin segera meninggalkan ruangan, malah terjatuh dan kepala ku terbentur lantai cukup keras, sampai-sampai perlahan aku mulai kehilangan kesadaran ku.

.
.
.
.
.

"RISSS BANGUN RISSS KAMU KENAPA?". terdengar suara yang tidak asing.

"tolongg... tolonggin aku". ujar ku dengan mata yang mencoba untuk ku buka.

"istighfar Ris, bangun...". ujar nya kembali.

Aku pun membuka mata secara perlahan, dan melihat ada Bu Elis dan teman-teman sekamar ku sedang duduk mengitari ku.

"bu.. tolong bu". ujar ku kembali dengan tangis.

"udah gpp... itu cuma mimpi kamu aja". ujar Bu elis sembari memeluk kepala ku dan mengelus nya.

Tunggu.. Apa yang barusan yang aku alami tadi hanyalah sebuah mimpi, jika iya, kejadian itu terlihat begitu nyata. Namun aku bersyukut jika itu hanyalah sebuah mimpi.

Wajah Bu Elis terlihat begitu kahwatir, ia bahkan membiarkan ku menaruh kepala ku di pangkuan nya, sembaru terus mengelus-elus kepala ku.

"maaf bu.. kaya nya aku mimpi buruk". ujar ku yang mencoba untuk senyum.

"iya gpp, hari ini kamu istirahat aja ya, nyusul ke camp di danau nya nanti aja kalau kamu sudah baikan". ujar nya.

"ia bu.. makasih banyak". jawab ku.

Dengan perasaan yang mulai tenang, aku pindah dari lantai dan tidur di kasur, dengan Bu Elis yang enggan meinggalkan ku dan berjaga di samping ku.

Aku pun merasa begitu lega, setelah menyadari kalau yang aku alami barusan hanya lah mimpi, namun ...


"Hai Ris".
Tiba-tiba saja mahkluk tanpa wajah itu kembali muncul tepat di depan ku.

*AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA*

.
.
.
.






Diubah oleh xandler
profile-picture
profile-picture
profile-picture
provocator3301 dan 58 lainnya memberi reputasi
59
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
18.3K Anggota • 28.1K Threads
Halaman 1 dari 6
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
06-01-2022 13:22
Pertamaaaaxxxxxxx
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
06-01-2022 14:28
nitip emoticon-Toast
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
06-01-2022 16:28
apa perlu ustat datang kesana ngerukiah riska? emoticon-Embarrassment
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
06-01-2022 17:14
Gsssssssssss......
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan makgendhis memberi reputasi
2 0
2
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
06-01-2022 17:15
Hail nyi rambat....



@makgendhis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
06-01-2022 18:19
Gassss kumboloemoticon-Cool

Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rotten7070 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
06-01-2022 19:56
Mantap gan emoticon-Sundul Up
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
07-01-2022 00:06
kawal terus sampai tamat gan.
profile-picture
bunda2411 memberi reputasi
1 0
1
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
07-01-2022 00:16
Lanjuuuuutttttttttttt
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
07-01-2022 00:39
Tadinya mau baca tp karena ts bilang melebih"kan cerita ga jd baca
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
07-01-2022 06:08
Ngalamat kentang...
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
07-01-2022 09:50
ooooh seraaam
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
07-01-2022 11:46
Ini side story keluargaku nerakaku atau new story liam?
profile-picture
rinandya memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
07-01-2022 21:41
Liam ane nandain dulu baca tar an
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
07-01-2022 22:05
Maaf dah om, walaupun si om ganteng dah bilang 90% story ini fiksi, tapi kalo bisa fiksinya di alur cerita aja om, jangan di penghambaran lokasi.
Maksud ane, judul dah oke tapi penggambaran lokasi di isi cerita, Ranu Kumbolo itu di Semeru, bukan Bromo, dan jaraknya lumayan jauh.
Atau mungkin part 1 ini masih di sekitar Ranu Pane?
0 0
0
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
08-01-2022 16:49
Quote:
Part 2 : Awal Tragedi


"Hai Ris".
Tiba-tiba saja mahkluk tanpa wajah itu kembali muncul tepat di depan ku.

*AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA*

.
.
________________________________________

.
.


"Ris bangun ris". ucap seorang wanita sembari menampar-nampar pipi ku.

"wi...". saut ku lemas sembari membuka mata.

"kamu mimpi buruk ya? teriak-teriak padahal masih tidur". tanya dewi.

Aku kembali mencoba membaca situasi, apa di pertemuan kedua tadi aku masih bermimpi, aku seperti sedang bermimpi di dalam mimpi.

Aku yang tidak ingin di cap aneh, memilih untuk menarik nafas panjang, sekedar untuk menenangkan fikiran.

"ah.. gpp wi, biasalah aku kaya gini kalo mau dapet hehe". ujar ku dengan tawa kecil.

"huff.. ada-ada aja, bikin khawatir... bu Elis lagi otw kesini". saut anggi.

"lahh... aku gpp kok, ga usah manggil bu Elis". ujar ku.

"udah terlanjur, yaudah kamu istirahat lagi aja". ucap Dewi sembari memberiku segelas air putih.

Tidak lama kemudian, benar saja Bu Elis dengan wajah semrawut masuk ke kamar kami dan memeriksa keadaan ku, aku yang tidak ingin membuat kehebohan lebih dari ini, mencoba untuk menenangkan suasana dan menyuruh mereka untuk tidak perlu khawatir.

Aku memeriksa jam di ponsel, waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi, dan ketika aku ingin kembali menaruh ponsel milik ku, tiba-tiba saja aku malah menjatuhkan nya, ternyata tanpa ku sadari, tangan ku masih gemetaran karna mimpi tadi, aku pun buru-buru menutupi tangan ku dengan kantung tidur, agar tidak ada yang menyadari nya.

"Ris.. lain kali kalo kamu ga bisa tidur di lantai bilang aja ya". saut Yani dengan nada sebal.

"eh.. gpp kok yan, bukan karna tidur di lantai". jawab ku.

"ga usah bohong, anak orang kaya seperti kamu, mana pernah tidur di lantai sebelum nya.. sekali nya tidur di lantai, langsung mimpi buruk". ujar yani yang langsung meinggalkan kamar.

"sabar Ris.. ga usah di masukin ke hati ya". ucap anggi dan juga dewi.

"oh ia.. hehe tenang aja". jawab ku.

Entah apa alasan nya, semenjak aku mengenal Yani, dia selalu begitu jutek saat berbicara dengan ku. Dia seperti membenci ku, walaupun aku tidak tau apa yang sebenarnya membuat dia seperti itu.

.
.

Kami melanjutkan perjalanan ke Danau Ranu Kumbolo yang tidak begitu jauh, dan sekitar 15 menit berjalan, kami pun sampai di Danau tersebut.

Kami langsung di suguhkan oleh pemandangan yang sungguh menyita perhatian ku, dengan pemandangan 2 bukit di belakang nya dan matahari sedang berada tepat di antara kedua nya. Aku seolah dapat melupakan apa yang terjadi semalam.

Lalu para Guru membagi kami menjadi beberapa kelompok, 1 kelompok akan di isi oleh 4 murid, karna jumlah murid perempuan dan murid pria hampir sama, maka setiap kelompok akan berisi 2 wanita dan 2 pria.

Aku 1 kelompok dengan Anggi,Gery dan Tian... ya.. lagi-lagi aku di harus kan bersama dengan Tian, entah mengapa semenjak perjalanan ini, aku merasa nasib buruk selalu menimpa ku. Bukan berarti aku membenci Tian, namun hanya saja ketika aku melihat nya, seperti mengingatkan ku tentang mimpi buruk ku semalam.

Dari 3 kelas yang ikut, kami di bagi menjadi 21 kelompok, dan 21 kelompok tersebut di bagi lagi menjadi 3 kubuh, kubuh pertama akan mendirikan tenda dan juga membereskan tenda setelah nya, kubuh kedua akan bertanggung jawab atas makanan dan minum, lalu kubuh yang terakhir, akan bertanggung jawab untuk mencari kayu bakar dan juga kebersihan.

Sedangkan aku masuk ke dalam bagian di kubuh ke dua, yang akan bertanggung jawab dalam memasak.

"asikk ga sabar makan masakan Riska lagi". ujar Gerry.

"yaudah sekarang bersihin panci dan piring-piring dulu sana". pinta ku sembari sibuk merapihkan peralatan masak.

"yang nama Riska ada ga?". tanya salah seorang pria dari kelas lain.

"aku". saut ku.

"di minta Bu elis untuk masak". ujar nya.

"iya tau kok". jawab ku.

Sebelum ini, dalam pelajaran tata boga, masakan ku selalu menjadi no 1 di kelas, banyak murid lain dan juga guru menyukai masakan yang ku buat, mungkin karna itu Bu Elis tidak ingin sembarang orang untuk melakukan tugas memasak dan jadi meminta ku untuk melakukan nya.

Ketika aku sedang membawa panci berisi air yang ingin ku masak, tiba-tiba saja ada yang memanggil ku.

"Hai Ris".

*PRAKKKK* suara panci terjatuh.

"eh ris kamu gpp?". tanya seorang pria.

"ah..ah gpp kok". saut ku yang menunpahkan air yang sedang ingin kami masak.

"maaf ya buat kamu kaget". ujar nya sembari membantu ku berdiri.

Entah mengapa, sapaan tersebut (Hai Ris) telah membuat ku trauma, bahkan tangan ku kembali gemetaran di buat nya.

"Ris kamu gpp? tangan kamu gemetaran". ujar murid pria yang masih tidak ku kenal nama nya.

"ah gpp kok, mungkin karna kedinginan karna abis ambil air tadi hehe". jawab ku dengan senyum.

"oia kenalin, aku Dodi, dari kelas 3B". ucap nya dengan wajah sedikit memerah.

"ohh ia salam kenal dod, kamu juga dapet tugas masak?". tanya ku.

"ahh engga, tugas kelompok ku untuk ngumpulin kayu bakar, tadi kebetulan ngeliat kamu jadi pengen nyapa aja hehe". ucap nya.

"hmm okok.. yaudah aku mau ambil air lagi deh, see ya". jawab ku.

"ehh aku aja yang ambilin, kan aku yang ngagetin kamu tadi". ujar nya dengan senyum.

"ga usah kok gpp, kan aku yang jatuhin". jawab ku.

"udahh tenang, yang berat-berat tugas cowo, kamu tunggu di sini aja". ujar nya sembari mengambil panci yang ku pegang.

Aku pun akhir nya meng iakan permintaan nya, dan hanya menunggu nya di dekat perapian yang akan kami jadikan kompor untuk memasak. oia, di sekitaran Danau selain kami, juga ada beberapa orang yang sedang camping, namun tidak begitu banyak, hanya sekitar 4 tenda.

Setelah Dodi mengambilkan Air, ia langsung pergi kembali ke dalam kelompok nya, aku pun melanjutkan kegiatan memasak.

.
.
.

Malam hari nya sekirar pukul 7 malam, perut kami sudah terisi penuh, aku yang kelelahan karna baru kali ini memasak untuk banyak sekali orang sekaligus, hanya duduk di dekat api unggun.

"mau?". tanya Tian sembari memberikan segelas coklat panas.

"eh..i..iya makasih". saut ku kaget.

Tian duduk di sebelah ku setelah memberikan ku segelas coklat panas, aku cukup terkejut, karna sebelum nya dia tidak pernah berbicara kepada ku, apa lagi memberikan ku segelas coklat hangat.

"ayam nya enak". ujar nya dengan wajah datar.

"hmm ia bagus kalo gitu". saut ku dengan senyum.

Aku yang bingung harus berbicara apa lagi, memilih untuk diam, terlihat Tian seperti ingin mebngatakan sesuatu kepada ku, namun ia seperti ragu untuk mengatakan nya.

"ada yang mau di omongin yan?". tanya ku.

"hmm ga.. gpp, yaudah aku mau ke tenda dulu". ujar nya dengan grogi.

Aku bertanya-tanya dalam hati, mengenai gelagat nya yang cukup mencurigakan, seperti dia tidak berani mengatakan sesuatu kepada ku, biasa nya aku akan mengabaikan nya, namun untuk kali ini aku memiliki firasat kalau hal yang ingin Tian sampaikan adalah hal penting.

Jadi aku mengikuti nya ke dalam tenda dan langsung menutup tenda dan hanya tersisa kami berdua, telihat Tian pun begitu terkejut melihat kelakuan ku.

"ayo sekarang ngomong ada apa?". tanya ku sembari mendekatkan wajah.

"ah gpp kok, ga penting-penting amat". ucap nya sembari membuang muka.

"ngomong aja sih, ga akan aku apa-apain". ujar ku yang semakin mendekatkan wajah ku.

"hmmm.. gimana ya ngomong nya". saut nya grogi.

"ngomong sekarang". tanya ku kembali.

"ada... yang merhatiin kamu dari semenjak kita mendaki". ujar nya.

"hah? maksud nya apa? siapa yang merhatiin aku?". tanya ku.

"Peng...penghuni danau ini". ujar nya terbata.

Aku yang mengerti maksud nya, langsung tertegun diam dan tidak bisa berbicara, namun aku mencoba untuk menepis fikiran-fikiran buruk yang sedang menyelimuti fikiran ku saat ini.

"ahh.. ada-ada aja kamu yan, mana ada yang kaya gitu". ujar ku.

"a..aku memiliki kelebihan bisa merasakan dan melihat mahkluk astral, dan aku ga bercanda.. semenjak kita mendaki ke gunung semeru ini, ada mahkluk yang berasal dari dana--". ujar nya terhenti.

Aku sontak menutup mulut nya dengan kedua tangan ku, aku tidak ingin mendengar penjelasan nya lebih jauh, aku terlalu takut untuk mendengar kelanjutan nya, seperti seorang pasien yang terlalu takut untuk mendengar hasil pemeriksaan dari Dokter.

"cu..cukup.. a..aku mau balik ke api unggun aja". ujar ku yang langsung pergi meninggalkan Tian.

Tangan ku kembali bergetar hebat, walaupun aku hanya mendengar setengah dari cerita Tian, aku sekarang menjadi was-was sembari menengok ke segala arah.

"Ris".

*AAAAAAAAA*

Seseorang menepuk punggung ku sembari memanggil nama ku, aku yang sedang dalam ke adaan was-was dan takut, menjadi begitu sensitif.

"Ris.. ini aku Dodi, kamu gpp? dari tadi aku perhatiin kamu kaya lagi takut akan sesuatu". ujar dodi.

"ah maaf dod.. gpp kok, beneran hehe". saut ku.

Setelah mengatakan bahwa aku baik-baik saja, aku segera meninggalkan nya, terlihat wajah curiga bercampur khawatir dari Dodi, namun aku tidak mengindahkan nya dan melanjutkan perjalanan ke Api Unggun, karna di sana banyak sekali murid dan guru sedang menghangatkan badan.

Aku duduk diam sembari sesekali berbicara dengan teman ku, dan dodi juga ikut menyusul dan duduk di samping ku, sampai tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9:30 malam.

Salah seorang Guru meminta kami semua untuk kembali ke tenda maksimal pukul 10:30 malam, dan meminta kubuh ke 3 (Khusus Pria) untuk bergantian berjaga malam yang juga akan di temani oleh guru, takut jikalau ada hewan liar atau mungkin seseorang mencurigakan mendekati tenda kami.

"yaudah ris, aku pergi dulu ya.. sekarang giliran aku jaga". ujar nya sembari berdiri.

Ketika dia ingin meninggalkan ku, secara reflek aku memegang tangan kiri nya, seperti takut di tinggal sendiri.

"ah.. maaf dod, yaudah semangat ya jaga nya". ucap ku dengan senyum sembari melepaskan tangan nya.

"Ris... serius deh, kamu kenapa?". tanya nya.

"gpp kok dod, tadi reflek aja haha.." ujar ku yang mencoba menutupi rasa takut ku.

Dengan wajah ragu menempel di wajah nya, ia pergi meninggalkan ku untuk berpatroli di sekitaran danau, di temani oleh 3 murid pria lain nya.

Aku memutuskan untuk kembali ke tenda, untuk beristirahat, terlihat lampu-lampu di dalam tenda murid satu persatu mulai di pandamkan, tertanda mereka sudah mulai tidur.

Saat aku masuk ke dalam tenda, aku melihat anggi dan dewi terlebih dahulu sudah tertidur lelap, aku pun mengambil kantung tidur dari dalam tas untuk ku pakai.

Dengan fikiran yang sedang tidak stabil, aku mencoba untuk menenangkan diri, dengan mengingat-ingat hal baik yang pernah terjadi dalam hidup, agar aku bisa beristirahat dengan tenang.

Namun tiba-tiba saja, aku mendapatkan firasat begitu buruk, bahkan sampai membuat jantung ku berdebar-debar. Aku memaksakan memejam mata, sampai akhirnya aku terlelap tidur.

.
.

Pagi hari nya, sekitar pukul 6 pagi..

*DONG.. DONG.. DONG..*

Terdengar suara seperti gong dari luar tenda, sampai-sampai membuat aku, anggi dan dewi terbangun.

"suara apa sih itu?". tanya ku.

"gtw, emang sekolah kita bawa Gong ya?". tanya anggi.

"setau aku engga deh". ujar dewi.

Lalu kami bertiga keluar dari tenda, dan aku di kejutkan dengan pemandangan yang kami lihat, seluruh tempat di danau ini di tutupi oleh kabut, bahkan jarak pandang ku paling jauh sekitar 10 meter.

Aku juga melihat beberapa murid ikut keluar dari tenda, dengan tanda tanya di wajah mereka. Apakah kabut yang kemarin turun, hari ini turun kembali. Di tengah-tengah rasa kebingungan kami, tiba-tiba Bu elis berlari sembaru berteriak menghampiri kami..

"PERHATIAN PERHATIANNN*

Bu elis dengan nafas begitu ter engah-engah menghampiri tenda kami dan meminta kami mengikuti nya ke tempat bekas kami membakar api unggun kemarin.

Kami berjalan perlahan, dengan kabut tebal yang masih menghalangi pandangan ku. Ketika kami sampai di tempat berkumpul, aku melihat Tian, Yuni, Geri dan juga beberapa teman kelas ku sudah terlebih dahulu sampai.

Ketika kami saling bertanya apa yang terjadi, Bu elis dan pak yanto menepuk-nepuk tangan mereka dan meminta perhatian kepada kami semua.

"anak-anak, ada yang ingin saya sampai kan... tapi mohon, jangan panik dan tetap tenang". ujar Bu elis sembari menelan ludah.

"3 murid yang berpatroli semalam, di..di...di temukan tewas di pinggir danau". ujar pak yanto langsung mengagetkan kami semua.

.
.
.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bejo.gathel dan 33 lainnya memberi reputasi
34 0
34
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
11-01-2022 16:46
Makin seru..lanjutkan gan..jgn ada kentang diantara kita...




emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan xandler memberi reputasi
2 0
2
Post ini telah dihapus
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
11-01-2022 22:19
Yg ini ayo lanjut gan .keren
0 0
0
Penunggu Danau Ranu Kumbolo Semeru
11-01-2022 22:52
untuk thread ini akan kembali di update lusa,
profile-picture
bonita71 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
jagalah-lisanmu
Heart to Heart
Heart to Heart
teori-masa-depan
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia