Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
Informasi! Kaskus Update Fitur Baru! Intip di Sini!
69
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61b4a4ed8cdb8e03a8283948/girl-im-your-guardian-angel
Sedikit perkenalan, panggil saja gue Andre. Gue lahir dari keluarga broken home, orang tua gue resmi bercerai saat gue baru berumur satu bulan. Sejak saat itu, gue hidup dengan keluarga nenek tanpa adanya kedua orang tua gue. Oiya, gue anak pertama jika di keluarga kandung namun, di keluarga angkat gue, gue anak ke lima dalam kartu keluarga. Gue bersyukur hidup disini meskipun jauh dari kata mewah
Lapor Hansip
11-12-2021 20:17

Girl, I'm Your Guardian Angel

Sedikit perkenalan, panggil saja gue Andre. Gue lahir dari keluarga broken home, orang tua gue resmi bercerai saat gue baru berumur satu bulan. Sejak saat itu, gue hidup dengan keluarga nenek tanpa adanya kedua orang tua gue.

Oiya, gue anak pertama jika di keluarga kandung namun, di keluarga angkat gue, gue anak ke lima dalam kartu keluarga. Gue bersyukur hidup disini meskipun jauh dari kata mewah.

Gue selalu beranggapan bahwa semua yang terjadi sudah sesuai dengan takdirnya dan inilah jalan yang harus gue lewatin. Gue bersyukur banyak orang yang sayang sama gue, salah satunya adalah Raisa Putri. Gadis dengan kulit putih serta tinggi badan sekitar 160 CM adalah sosok gadis yang mewarnai hari-hari kelabu gue. Dia gadis yang pintar, ceria, bawel, dan seringkali manja ketika dengan gue.

Raisa Putri, biasa gue panggil dengan sebutan Rara, memiliki paras yang cantik serta body depan belakang kualitas premium. Namun, jangan salah. Dia adalah seorang gadis yang selalu memakai gamis ketika keluar rumah. Bagaimana gue tahu body dia? Jadi gini, hubungan gue dengan dia ini sudah cukup lama dan ketika sedang di rumah, dia memakai pakaian santai seperti biasa.

Cerita ini adalah tentang bagaimana gue menjalani lika liku kehidupan, support sistem, hinaan, makian, persahabatan, skandal, kasus, kepercayaan dan berbagai hal lainnya yang semakin membuat hidup gue makin abstrak. Gue hanya bersyukur bahwa di hidup gue yang engga mudah ini, gue masih bisa survive sampai detik ini.
So, enjoy this story. Seduh kopi, nyalain rokok biar nambah nikmat.


index next part
Diubah oleh sebatsabs
profile-picture
profile-picture
profile-picture
efti108 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
18.2K Anggota • 28.1K Threads
Halaman 1 dari 2
Girl, I'm Your Guardian Angel
11-12-2021 20:41
Emmmmmm
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
11-12-2021 20:42

Masa Orientasi Sialan

Masa Orientasi Sialan

Hari ini adalah hari pertama gue sekolah, gue memulai hari seperti layaknya seorang badut sirkus yang akan segera tampil. Menurut gue, MOS ini engga lebih dari ajang balas dendam senior berkedok pembentukan mental. Kenapa? Semua orang pasti tahu bagaimana jalannya MOS/OSPEK dimana senior selalu benar dan junior selalu salah.

Oiya, Gue masih memakai setelan seragam khas anak SMP,dengan topi yang terbuat dari bola plastik serta karung goni sebagai pengganti tas dan tak lupa juga dot bayi yang menggantung di leher gue. Pembentukan mental? Halah.

Gue memasuki gerbang sekolah dengan santai diiringi dengan suara teriakan para panitia MOS yang menggema di setiap sudut sekolah. F*cking sh*t. Ketika gue sedang santainya berjalan lalu tiba-tiba punggung gue didorong oleh seorang lelaki panitia MOS dan berteriak.
"Bagus kamu! Hari pertama MOS udah belaga kayak preman! " Disini gue masih engga tahu apa salah gue, karena dari pakaian pun gue sudah sesuai aturan.
"Emang saya salah apa? " Tanya gue sopan
"Lo jalan biasa aja! engga usah kayak sok jagoan!" Ucapnya mendorong bahu gue.
"Maaf nih sebelumnya, saya jalan udah biasa, engga salto, koprol atau yang lainnya, lalu dimana letak kesalahan saya? " Jawab gue berusaha tenang
"Banyak bacot lo! Udah buru lo masuk barisan! " Tanpa penjelasan apapun senior tersebut langsung menyuruh gue masuk barisan dengan sedikit dorongan yang dia berikan pada punggung gue. Damn, this full of sh*t.

Acara MOS dimulai dengan para peserta yang berbaris di tengah lapangan upacara sambil mendengarkan sambutan dari pihak sekolah serta arahan tentang kegiatan-kegiatan selanjutnya. Disini gue hanya bersikap bodo amat, bahkan gue berencana untuk bolos besok harinya.

Acara semakin membosankan ketika gue dan peserta lainnya dikumpulkan dalam setiap ruang kelas masing masing, disini gue masuk dalam gugus 2,di gugus 2 ini gue duduk dengan seorang yang bernama Rian, dan entah kenapa dari awal gue dan Rian ini seperti sudah memiliki takdir untuk menjadi seorang sahabat karena pemikiran kita hampir sama dengan acara ini.

Brakk! Suara meja di gebrak dengan keras oleh panitia MOS yang tak lain adalah orang yang sama dengan yang gue temui di gerbang tadi pagi.
"Nama kamu siapa?! " Tanyanya sambil menunjuk ke arah gue.
"Andre" Jawab gue singkat.
"Kamu yang sopan ya! " Ucapnya makin nyolot bahkan mulai menghampiri gue.
"Hei! Lihat dia, calon sampah di sekolah ini. Orang-orang yang sok jagoan yang ujung-ujungnya akan jadi sampah! " Teriaknya di depan muka gue sambil menunjuk muka gue.
"Anda siapa? Apa anda kenal dengan saya? Sudah berapa lama anda kenal dengan saya? Apa anda berhak menilai saya? Tidak. Perkataan anda adalah cerminan dari kualitas diri anda yang sebenarnya" Jawab gue tenang berusaha untuk tidak tersulut emosi.
"Banyak bacot!" Teriaknya lalu mendorong bahu gue.
"Jadi mau lo apa? Mau lo gimana? " Ucap gue berdiri dan mencengkram erat kerah seragamnya.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
efti108 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 01:15
Oiya, Gue masih memakai setelan seragam khas anak SMP,dengan topi yang terbuat dari bola plastik serta karung goni sebagai pengganti tas dan tak lupa juga dot bayi yang menggantung di leher gue. Pembentukan mental? Halah.






Kodi nox
Diubah oleh toouffiik055
profile-picture
mbahreso memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 01:57
Dipantau dulu....moga gak kentang
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 02:55
siap menyimak dan mengawal story ini, nice semangat terus.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 08:46

Sekumpulan Pecundang

Keributan yang terjadi membuat kami berdua menjadi pusat perhatian. Gue yang masih mencengkram erat seragam sekolahnya, lalu di pisahkan oleh panitia lainnya.
"Kalo mau jadi jagoan bukan disini tempatnya, dek. " Ucap salah satu diantara mereka
"Gue bukan jagoan, dan engga mau jadi jagoan, gue cuma pengen ini orang punya etika sama yang lebih muda, jangan cuma ngandelin senioritas, basi! " Jawab gue tegas sambil menatap tajam ke senior brengsek tersebut.
Acara demi acara terus berlanjut hari ini dan terasa semakin membosankan. Gue yang tidak suka dengan acara ini hanya bisa duduk tanpa rasa antusias sama sekali.
"Ndre, ati-ati lo pulang sekolahnya, kayanya itu orang masih dendam sama lo, keciri dari sorot matanya setiap ngeliat lo, dia kayak emosi gitu" Ucap Rian yang duduk di sebelah gue.
"Bodo amat, yan. Gue engga peduli sama itu orang, senior macam dia engga pantas untuk dihargai apalagi dihormati. "

Tak terasa sesi acara MOS hari ini telah berakhir. Gue berjalan menyusuri koridor kelas bersama dengan Rian.
"Woi anjing! " Teriak suara yang gue kenal orangnya.
"Ada apa lagi?" Tanya gue santai melihat Syarif--senior panitia MOS yang gue maksud.
"Ikut gue lo anjing! " Serunya lalu berjalan di depan gue.
Kami menuju sebuah halaman kosong di dekat sekolah, tempat biasa senior nongkrong setelah pulang sekolah.
"Ini bang, murid baru yang sok jagoan. " Ucap Syarif pada seorang lelaki yang bertubuh besar dan tinggi bernama Aldo, dia adalah pentolan kelas 12.
"Gausah belagu lo, lo masih murid baru. Yang sopan sama senior" Ucap orang tersebut
"Gue mah simple, gue akan hormati orang yang menurut gue pantas untuk dihormati. " Jawab gue tegas lalu menyerahkan tas karung goni gue pada Rian.
"Banyak bacot lo! " Teriak Syarif sambil melayangkan sebuah tendangan yang berhasil gue hindari.
"Santai, bos. Emosi amat, gue belum siap nih" Jawab gue tenang sembari sedikit meregangkan badan.
"Berdua lo maju juga boleh, engga gentar gue lawan senior kayak lo pada" Tantang gue sambil memasang kuda kuda posisi siap untuk menyerang.
Tanpa babibu akhirnya mereka menyerang gue secara bersamaan, serangan mereka cenderung sporadis, tidak teratur dan asal mukul atau tendang.
Bugghh. . . Sebuah pukulan dari Syarif berhasil mengenai perut gue.
"Segini doang? Engga ada yang lebih keras? Pukulan dan tendangan lo pada ini berasa kayak tenaga anak TK. " Ucap gue dengan tatapan sinis pada mereka berdua.
Gue yang sudah tidak menahan serangan lagi akhirnya melancarkan sebuah tendangan yang mendarat tepat di pipi kanan Syarif yang membuatnya langsung tersungkur ke tanah.
"Nih, ini baru tendangan yang bener. Lo mau? " Tanya gue pada Aldo.
Melihat Syarif yang tersungkur hanya karena satu tendangan membuat Aldi terlihat gentar untuk melancarkan serangan lagi. Gue yang melihat bahwa situasi ini menguntungkan langsung menghujami wajah Aldo dengan dua pukulan telak serta satu tendangan yang menghujam dadanya yang membuat dia terpental lalu memegang erat dadanya.
"Gini doang? Lain kali hargain yang lebih muda, gue bakalan sopan kalo lo juga sopan. Oiya, jagoan kok lembek" Ucap gue lalu meludah di hadapan mereka yang masih tergeletak di tanah.
Gue pergi dengan santai ditemani oleh Rian, tak ada luka yang berarti untuk gue. Para senior lain yang berada disitu pun tak ada yang berani maju setelah gue berhasil dengan telak mengalahkan dua pecundang tersebut.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
efti108 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 11:49
Seruu niii....lanjut bang
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 13:33

Belum Ada Judul

Keesokan harinya setelah perkelahian antara gue dengan dua orang pecundang tersebut, gue memilih untuk bolos MOS hari ini. Gue bolos bukan karena gue takut, gue cuma udah muak aja dengan serangkaian acaranya. Tentu saja hari ini gue engga bolos sendirian, ada Rian yang juga ikut bolos bersama gue.
"Mau kemana lo? Ada ide? " Tanya Rian mengingat kami telah lama berada di warung ini sambil meminum kopi serta memakan beberapa cemilan.
"Gatau nih, gue lagi engga ada ide. " Jawab gue lalu menyeruput kopi yang telah dingin ini.
"Yaudah, kita ke rental ps aja ayo. " Ajaknya lalu bangun dari duduknya.
"Sabar nyet, kopi gue belum abis nih" Ucap gue lalu langsung menenggak habis kopi yang telah dingin ini.
Salah satu rental ps yang jaraknya tidak jauh dari sekolah dan rumah gue adalah rental ps milik keluarga Raisa Putri. Sosok yang kedepannya akan berperan banyak dalam kehidupan gue.
Setelah beberapa jam bermain ps akhirnya kami pulang. Gue yang engga bawa kendaraan apapun akhirnya jalan kaki, sedangkan Rian memilih untuk naik angkutan umum menuju rumahnya. Oiya, jarak rumah gue dengan sekolah ini kurang lebih tiga kilometer, tergolong dekat menurut gue, karena gue sudah terbiasa jalan kaki.
Hari mulai gelap dan gue masih sibuk menunggu balasan pesan singkat yang gue kirim untuk Raisa.
"Hai, kangen. " Ungkap gue melalui pesan singkat yang tak kunjung juga dibales.
Sembari menunggu balasan dari Raisa, akhirnya gue mulai membantu nenek persiapan untuk memulai jualannya. Nenek gue ini jual makanan entah pagi atau sore, kalo pagi nenek engga keliling jadi stay di satu tempat, sedangkan jika sore nenek gue berjualan secara keliling sambil membawa dagangan yang di gendongnya. Youre my hero{}.
Sedikit flashback, dulu ketika gue masih kecil beberapa kali gue hanya minum air putih campur gula ketika nenek engga punya persediaan susu formula dan engga ada uang untuk membelinya. Setiap pulang jualan, jika jualannya habis maka nenek langsung pergi ke pasar untuk membeli susu formula. Bagaimana dengan kedua orang tua gue? Mereka seakan akan menutup mata dan telinga mereka akan kehadiran gue di dunia ini.

Disaat anak seusia gue yang kala itu belum genap 10 tahun bermain dengan senangnya sampai lupa waktu, gue sudah mulai membantu nenek gue jualan keliling di umur gue yang belum genap sepuluh tahun. Bahkan engga jarang juga gue denger perkataan, "anak buangan. " "Kasian engga diakuin sama orang tuanya. " "Mati aja lo daripada jadi beban orang lain. " "Anak monyet. " Dan beberapa kalimat yang tak beretika lainnya, entah itu dari teman teman gue sendiri atau bahkan dari para tetangga gue.

Pada awalnya gue sering berpikir bahwa kelahiran gue di dunia inilah yang membuat kedua orang tua gue bercerai. Mungkin jika gue engga lahir di dunia ini, mereka berdua engga akan bercerai. Beragam pikiran dan rasa bersalah muncul begitu saja ketika gue mengingat bahwa gue adalah anak dari keluarga yang broken home sejak gue lahir. Apa orang tua gue sendiri engga ingin adanya kehadiran gue di dunia ini? Gue juga engga tau.

Kehidupan gue yang seperti ini akhirnya menempa gue untuk jadi lebih kuat dari anak anak lainnya, lebih kuat fisik, lebih kuat mental dan lebih kuat hatinya. Gue selalu berusaha gapai apa yang gue mau tanpa harus merengek sana sini.

***
Suara ponsel berbunyi menandakan adanya pesan masuk.
"Casu, aku kangen" Seperti itulah pesan yang terpampang pada ponsel gue. Casu adalah panggilan Raisa pada gue yang berarti calon suami, dan gue pun panggil dia dengan sebutan canis yang berarti calon istri. Sebuah panggilan dan juga sebuah doa yang selalu kami panjatkan.
‌"Hai, kangen juga. "
"Kapan pulang? "
‌"masih lamaa, kan ini juga baru masuk sekolah. Gimana kalo casu aja yang kesini kalo ada waktu luang? "
‌"oke, nanti deh ke kota canis kalo ada waktu yang pas, semoga aja yaa" Balas gue yang diakhiri dengan simbol peluk yang dikirimkan oleh Raisa.

Oiya, memang rumah gue dengan Raisa ini dekat namun, sejak SMP Raisa disekolahkan oleh orang tua nya di luar kota. Hal tersebut tentu saja menjadi rintangan tersendiri bagi gue dan Raisa. Namun, cinta tidak mengenal jarak. Dimata memang tidak tampak namun, dihati selalu terasa.



*Jika kamu baca ini, maka tersenyumlah yaa, big love from me.*
Diubah oleh sebatsabs
profile-picture
profile-picture
efti108 dan mmuji1575 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 17:36
Lanjut! Tolong bangkitkan SFTH ini dari lobang kuburnya, Gan emoticon-Berduka (S)
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 20:54
buat index nya gan ts.. biar klo ketinggalan baca bisa tau ampe part brp.. gk scroll2 lagi emoticon-Shakehand2
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 21:16
Baiklah caprem, lanjutken! emoticon-Wakaka
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
12-12-2021 21:39

Kejutan

Oiya, gue dan Raisa sudah saling mengenal sejak SD, kebetulan kami SD nya bersebelahan. Bisa dibilang bahwa kami ini dimulai dari cinta monyet anak SD, lalu pisah sekolah beda kota ketika SMP sampai dengan SMA.

***

MOS hari terakhir jatuh pada hari ini, gue dengan perasaan yang benar-benar males terpaksa untuk mengikuti serangkaian acara MOS hari ini. Tentu masih dengan kostum badut sirkus yang masih melekat di badan.

Para siswa kembali berkumpul di tengah lapangan upacara, mendengarkan pidato penutupan dari pihak sekolah serta pemberitahuan pembagian kelas yang sudah tertempel di mading sekolah.
Engga banyak yang gue simak, pidatonya khas pidato seorang guru kepada murid yang berpesan untuk semangat belajar serta menjaga nama baik sekolah. Ngomong-ngomong soal belajar, gue merupakan seseorang yang berprinsip bahwa belajar secukupnya, dalam hal ini gue juga engga pernah belajar ketika besoknya ada ulangan atau ujian apapun itu. Dengan prinsip itu gue selalu masuk sepuluh besar di kelas. Tentu setiap orang mempunyai cara belajarnya masing-masing.

Di pembagian kelas ini gue dapet kelas 10 IPS 5. Iya, gue adalah anak SMA, sebuah SMA yang tidak terlalu favorit di kota gue sendiri kala itu. Di kelas ini lagi-lagi gue disatukan dengan Rian. Kadangkala gue ngerasa kalo kami ini udah mirip biji pel*r yang kemana mana selalu bareng berdua. Di kelas ini jumlah murid laki-laki dan perempuannya tergolong ssimbang dan tak sedikit juga makhluk bening disini, diantaranya adalah: Pipit, Abel, Indah, dan Sofi. Mereka berempat termasuk bibit unggul di kelas gue, dengan perawakan yang depan belakang berisi serta kulit putih mulus dan tinggi badan yang proporsional namun, diantara mereka berempat yang paling 'menonjol' adalah Sofi. Mantep deh pokoknya, Kira-kira kalo ditaker telapak tangan gue juga engga bakalan cukup buat ngecover nya.

Seperti hari pertama pada umumnya, hari ini kelas cenderung bebas karena kegiatan belajar mengajar belum benar-benar dimulai. Jadi, hanya diisi oleh perkenalan antar murid. Tibalah saat dimana gue mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri gue di depan kelas.
"Hallo, selamat pagi. Perkenalkan nama saya Andreas Bimantara, biasa dipanggil Andre. Saya tinggal tidak jauh dari sini. Senang dapat bertemu serta mengenal kalian semua. "
Saat gue hendak kembali ke tempat duduk tiba-tiba ada seorang wanita yang memberikan sebuah pertanyaan, wanita itu tak lain adalah Sofi.
"Ini Andreas Bimantara? Yang dulu SD nya deket pasar bukan?" Tanyanya to the point
"Iya, benar" Jawab gue singkat
"Yaampun, akhirnya kita ketemu lagi" Ucapnya lalu sedikit berlari ke depan menghampiri dan memeluk gue. Sontak hal tersebut membuat seisi kelas menjadi heboh disertai dengan suara "cie cie".
" Kamu inget sama aku? Aku Sofiana, yang dulu pernah main sama kamu di sungai deket lapang bola" Ucapnya lalu melepas pelukannya.
Dengan sedikit upaya akhirnya gue mampu untuk mengingat siapa gadis ini sebenarnya, dia merupakan teman kecil gue dulu. Saat SD dia dan keluarganya pindah ke Pontianak, tempat yang sangat jauh dari sini. Dan entah mengapa dia kembali lagi kesini. Di awal gue melihat Sofi, gue engga sadar kalau dia adalah Sofi teman semasa kecil gue. Apa yang gue lihat sekarang jelas berbeda dengan apa yang gue lihat dulu. Kini Sofi tumbuh menjadi gadis yang benar benar cantik dengan bodi depan belakang kualitas premium.

Sejak kejadian Sofi memeluk gue di depan kelas, semua teman kelas kami mengira bahwa gue dan Sofi mempunyai sebuah hubungan spesial yang lebih dari pertemanan, padahal kami hanyalah teman semasa kecil yang baru bertemu lagi setelah sekian lamanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
13-12-2021 07:56
emoticon-Cendol Gan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
13-12-2021 11:11

Belum selesai

Hari demi hari telah berlalu, kegiatan belajar mengajar pun telah berjalan sebagaimana mestinya. Gue yang tak terlalu menyukai pelajaran matematika menjadi kurang antusias kalau guru menerangkan pelajaran ini. Ketika mata pelajaran ini meninggalkan pekerjaan rumah, maka yang gue lakukan adalah menyalin tugas dari teman teman gue yang lainnya. Sumpah, gue benar-benar engga suka matematika.

Hari ini sekolah berjalan lancar hingga tiba saatnya pulang. Gue bergegas meninggalkan ruangan kelas ini agar bisa lebih cepat sampai rumah. Gue masih jalan kaki setiap pulang sekolah. Rute favorit gue ketika jalan kaki adalah melewati jalan belakang sekolah yang sepi dan banyak pohon yang membuat gue merasa tidak kepanasan. jika sedang malas jalan kaki maka rute yang gue pilih adalah melalui jalan di depan sekolah dan salah satu pilihan adalah nyetop mobil di jalan lalu nebeng hingga dekat rumah agar cepat sampai rumah. Ketika gue sedang asik berjalan tiba-tiba ada dua motor yang menyempret gue hingga gue jatuh. Kepala gue sedikit berdarah serta beberapa lecet lainnya di tangan dan kaki.
Dengan rasa nyeri akhirnya gue bangun dan yang gue lihat adalah dua motor itu kembali menuju ke arah gue dengan laju yang lebih pelan. Seperti yang sudah gue duga, mereka adalah Syarif dan Aldo, dua orang yang sebelumnya pernah berhadapan dengan gue dan dua orang temannya.
"Maksud lo apa? " Tanya gue ketika mereka menghampiri dan menepikan motornya. Tanpa jawaban apapun mereka berempat langsung menyerang gue secara bersamaan. Kali ini keadaan gue benar-benar tidak menguntungkan, insiden tadi membuat gue sulit untuk melawan karena rasa nyeri di badan.
Dengan susah payah gue hanya bisa bertahan menepis pukulan dan tendangan mereka hingga pada akhirnya.
Prakk! . . . Suara pukulan bambu yang tepat mengenai bagian belakang badan gue yang langsung membuat gue tersungkur ke tanah. Yang hanya bisa gue lakukan sekarang adalah melindungi kepala gue agar tidak terluka parah sambil berharap bahwa akan ada seseorang yang melerai ini.
Pandangan gue mulai gelap ketika mereka terus menendangi gue yang sudah tak berdaya, hingga pada akhirnya gue benar-benar tidak sadarkan diri.

***
Gue terbangun dengan kepala yang masih terasa pusing. Ah sial, nampaknya gue berada di rumah sakit. Entah sudah berapa lama, peralatan medis masih menempel di badan gue, gue berusaha untuk menggerakan tangan namun sangat sakit. Ternyata tangan kanan gue mengalami keretakan tulang yang membuat gue nyeri ketika berusaha untuk menggerakannya. Keadaan gue cukup parah. Gue lihat seorang gadis yang gue kenal masuk dalam ruang perawatan.
Tanpa bicara sepatah katapun dia langsung menuju ranjang dan memeluk gue dari samping.
"Aku takut, aku takut. " Ucapnya sambil menangis tersedu.
"Aku takut kamu engga bangun lagi, aku takut kehilangan kamu. " Tangisnya makin pecah dalam pelukan ini.
"Kamu kenapa? Kenapa bisa sampai begini? "
"Kamu tahu udah berapa lama kamu koma? Tiga hari kamu koma, aku takut. "
"Jangan pernah tinggalin aku" Tangisnya masih terdengar dan gue sama sekali engga bisa menyeka air matanya karena keadaan gue yang sekarang.
"Jangan pernah tinggalin aku. Jangan pernah ya, casu. Aku sayang kamu" Ucap Rara sambil menatap mata gue lalu mencium kening gue. Gue bisa merasakan ketulusannya, perasaannya, kekhawatirannya. Gue tersenyum menatap wajahnya, gue bersyukur masih diberi kesempatan untuk melihatnya.

***

Gue masih tergeletak di pinggir jalan dan mereka berempat juga telah pergi setelah puas menghajar gue. Beruntung kala itu ada orang tua Raisa yang kebetulan lewat karena jalan menuju pulang adalah melewati rumah Raisa.

Gue dibawa oleh orang tua Raisa menuju rumah sakit terdekat dan tak lama kemudian gue masuk ruang perawatan intensif. Orang tua Raisa langsung mengabarinya tentang keadaan gue dan tentu saja keesokan harinya Raisa sudah berada disini.

Keluarga gue yang mendengar bahwa gue dirawat di rumah sakit langsung bergegas untuk melihat keadaan gue. Kala itu gue masih terbaring tak berdaya di ruang ICU dengan retak di tulang tangan kanan, serta satu tulang rusuk yang juga retak dan beberapa luka lebam lainnya. Beruntung, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kepala gue tidak menderita cidera yang serius.
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan efti108 memberi reputasi
2 0
2
Girl, I'm Your Guardian Angel
13-12-2021 11:52
balass cukk. masa dibiarin aja mereka
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
13-12-2021 12:03
Wuih seru nih, yok bisa yok
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
13-12-2021 14:28
Wahhhh parah bener ampe koma 3 hari,balikin gan!
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
13-12-2021 14:30
Gass poll updet yang banyak hahaha
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
13-12-2021 15:19
ambil tempat duduk kosong dulu disiniemoticon-Paw
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Girl, I'm Your Guardian Angel
13-12-2021 21:01
Jiah, jagoannya malah keok emoticon-Betty (S)
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Heart to Heart
teori-masa-depan
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia