Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
3
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61adff4fa4fb897b057408c0/istri-kedua---seraut-wajah-manis-dan-senyum-bahagianya
Seraut wajah manis dan senyum bahagianya “Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari) Riuh tepuk tangan penonton mengakhiri pertunjukan drama musikal yang di pers
Lapor Hansip
06-12-2021 19:17

ISTRI KEDUA - Seraut wajah manis dan senyum bahagianya


Seraut wajah manis dan senyum bahagianya

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari)

Riuh tepuk tangan penonton mengakhiri pertunjukan drama musikal yang di persembahkan oleh anak-anak eskul teater.

Dari jauh aku lihat ibu bertepuk tangan dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Kalau aku ingat-ingat, jarang sekali aku melihat ibu tersenyum bahkan hampir tidak pernah.

Melihatnya bisa tersenyum seperti itu membuatku ingin mendaftar eskul teater, tapi mana bisa. Kepasar dan membantunya jualan sepulang sekolah, aku rasa jauh lebih penting untuknya.

“Baiklah, Bapak Ibu wali murid yang kami hormati. Inilah puncak dari acara kita hari ini. Kita akan umumkan siapa saja siswa dan siswi kita yang berprestasi dan mendapat rangking pertama di kelasnya,” suara pak guru yang bertugas menjadi MC yang sejak pertunjukan drama berakhir tidak aku perdulikan, tiba-tiba mendapat tepukan tangan lumayan meriah dari para wali murid dan mengalihkan perhatianku dari ibu.

“Dari juara-juara kelas kita, kita telah saring lagi siapa saja yang berhasil mendapatkan juara umum baik dari kelas 1 kelas 2 maupun kelas 3, dan yang menjadi juara umum akan mendapatkan beasiswa selama 1 tahun penuh.” lanjut Pak guru, kali ini tepuk tangan para wali murid lebih antusias dan meriah.

“Mohon perhatiannya bapak ibu yang hadir disini, di kertas yang saya bawa ini ada list nama-nama siswa dan siswi yang jadi juara kelas. Yang merasa nama anaknya saya sebutkan harap naik ke panggung. Oke, siap bapak ibu?”

“SIAPPP!!!”

“Kami memiliki 7 kelas untuk kelas1. Baiklah siapa saja yang menjadi juara kelas dari masing-masing kelas 1.1 sampai dengan kelas 1.8, mohon di simak! Yang merasa nama anaknya saya sebutkan silahkan berdiri dan bersiap naik panggung.”

“...” suasana tiba-tiba hening dan tegang. Jantungku tiba-tiba berdetak kencang walaupun aku yakin namaku tidak mungkin di sebutkan.

“Dari kelas 1.1 Hery Munthe!” tepuk tangan kembali riuh ramai. Seorang ibu yang duduk di bangku tepat di tengah bangku-bangku undangan wali murid berdiri dengan senyum bahagia dan raut wajah bangga berjalan penuh percaya diri menuju panggung.

Aku membayangkan seandainya aku juara kelas, ibuku pasti seperti ibu si Hary Munthe, tersenyum bahagia dan bangga karenaku.

“Dari kelas 1.2 Cahaya Aruna!” hatiku melonjak mendengar namaku sendiri. Seketika aku melihat ibu. Kenapa ibu diam saja? Itu namaku. Nama anakmu, Bu.

“Walinya Cahaya Aruna ada?” pak guru yang jadi MC tanpak bingung karena tidak ada bapak-bapak ataupun ibu-ibu yang berdiri.

“Disini yang hadir menjadi wali Cahaya Aruna, Ibu Arum. Ibu Arum ada? Mohon ke panggung.”

Aku lihat ibuku ragu-ragu untuk berdiri dan dia tampak bingung harus lewat mana ke panggung. Terimakasih Tuhan, seorang ibu guru yang masih muda, menghampirinya dan memandunya menuju panggung.

Ibuku terlihat sangat insecure. Dia tidak berani melihat ke arah penonton. Dan dia terlihat tidak nyaman dengan sendalnya yang hanya sandal jepit. Tapi walaupun begitu, senyum terukir indah di bibirnya membuat wajahnya memancarkan kebahagiaan. Aku menatapnya haru dan banga padanya. Di dalam hati, aku bertekad untuk selalu membuatnya bahagia.

Ibu... Ibu mungkin hanya gadis kampung yang tidak pernah sekolah. Ibu mungkin hanya anak seorang buruh tani yang miskin. Ibu mungkin hanya istri kedua yang dinikahi untuk di jadikan pesuruh, pelayan dan selalu di cerca, dihina. Untukku, ibu adalah manusia paling mulia dan aku akan berusaha untuk selalu membuat ibu tersenyum bahagia. Seperti hari ini.

Seakan tatapanku berteriak memanggilnya, ibu menemukan posisi dudukku di antara ratusan kerumunan siswa siswi lain. Lagi, dia tersenyum. Aku menatapnya lekat, akan ku abadikan moment langka ini, seraut wajah yang manis dan senyum bahagianya ibu dalam pikiranku.

***

 

profile-picture
profile-picture
profile-picture
mutia4943 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Masuk untuk memberikan balasan
ISTRI KEDUA - Seraut wajah manis dan senyum bahagianya
07-12-2021 20:30
nice.
0 0
0
ISTRI KEDUA - Seraut wajah manis dan senyum bahagianya
07-12-2021 21:22
emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
0 0
0
ISTRI KEDUA - Seraut wajah manis dan senyum bahagianya
21-12-2021 15:32
Cinta Itu Enggak Buta, Cinta Justru Mandang Strata
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
sad-story-ombak-tak-bersuara
Stories from the Heart
sebelum-reda
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
shape-of-your-soul
B-Log Personal
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia