News
Batal
KATEGORI
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61a5a7a48e9f5975b554daa1/tahu-campur-cak-kenedi-kuliner-nikmat-pemersatu-perantau-asal-jatim-di-solo
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di Solo, cukup sulit untuk mencari kuliner khas Jawa Timur. Bila ada pun, rasanya tak bisa persis sama seperti di daerah asalnya. Baca juga: Rekomendasi Kuliner Wonogiri: Warung Pak Pono, 30 Tahun Berdiri: Mie Instan Jadi Andalan Nah, warung Tahu Campur Cak Kenedi di kawasan Kota Barat, bisa jadi salah satu a
Lapor Hansip
30-11-2021 11:25

Tahu Campur Cak Kenedi, Kuliner Nikmat Pemersatu Perantau asal Jatim di Solo

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Di Solo, cukup sulit untuk mencari kuliner khas Jawa Timur.
Bila ada pun, rasanya tak bisa persis sama seperti di daerah asalnya.

Baca juga: Rekomendasi Kuliner Wonogiri: Warung Pak Pono, 30 Tahun Berdiri: Mie Instan Jadi Andalan

Nah, warung Tahu Campur Cak Kenedi di kawasan Kota Barat, bisa jadi salah satu andalan para perantau khas dari Jawa Timur.

Ya, di sini menjual sejumlah kuliner khas dari Jawa Timur, tepatnya dari daerah Surabaya, Lamongan dan sekitarnya.

Tahu Campur Cak Kenedi, Kuliner Nikmat Pemersatu Perantau asal Jatim di Solo

Ada tahu campur, tahu tek, dan lontong kikil. 

Tak pelak, warung Cak Kenedi jadi jujugan para perantau asal Jatim di Solo, untuk melepas rindu masakan daerah.

Maklum, tak mudah mendapatkan masakan itu di Solo.

Pasalnya, bumbu petis, yang digunakan, sangat jarang menjadi bumbu khas masakan khas Solo dan Jawa Tengah.

Satu porsi tahu campur Cak Kenedi dibanderol Rp 15 ribu.

Untuk tahu campur, ada irisan tahu, perkedel singkong, tauge, mie dan kikil yang lembut masih ditambah irisan beberapa lontong.

Tak lupa irisan daun selada dan diguyur kuah kaldu sapi yang dipadu petis asli dikirim dari Lamongan.

Untuk sajian akhir, Tahu Campur Cak Kenedi juga ditaburi krupuk udang, yang semakin menambah selera makan.

Warung Cak Kenedi termasuk kuliner malam, karena warung ini baru buka mulai pukul 18.00, hingga tutup pukul 00.00 WIB.

Cak Kenedi saat ini punya dua warung.

Satu di kawasan pusat kuliner Kottabarat, satu lagi berada di seberangnya, atau di samping Masjid Kottabarat, Jalan Doktor Moewardi, Penumping, Kecamatan Laweyan.

Jadi Tempat Bertemu Wong Jatim

Kenedi mengatakan sudah berjualan di Kota Solo sekitar 17 tahun.

"Sudah dari dulu, sekitar 17 tahun, banyak pelanggan datang adalah orang dari Jawa Timur, seperti Surabaya dan Lamongan, tapi warga asli Solo juga banyak," ujar Kenedi kepada Tribunsolo.com, Sabtu (27/11/2021).

Cak Kenedi mengatakan, usaha kuliner tahu campur ini merupakan usaha turun temurun keluarganya.

"Turun-temurun jualan Tahu Campur dari Mbah Buyut terus dilanjut bapak, sampai saya sendiri," katanya.

Dari enam saudaranya, tiga orang berjualan Tahu Campur.

Sementara tiga orang sisanya berprofesi petani.

Selama berjualan di Kota Solo, Kenedi mengaku bangga, karena lokasinya sering menjadi temu kangen para warga Jawa Timur yang berada di Solo.

Terutamanya mereka yang berasal dari Surabaya dan Lamongan.

"Banyak pelanggan jadi dulur (teman), sampai-sampai sering jadi pertemuan komunitas, Orang Surabaya Comunity tapi itu waktu sebelum PPKM," ujarnya.

Ari Kristanto (45), seorang pendatang dari Surabaya yang tinggal di Solo, mengaku telah langganan lama sejak berdirinya Tahu Campur Cak Kenedi.

"Udah sejak 17 tahun lalu, dari anak-anak masih kecil, sampai sekarang," katanya, Sabtu (27/11/2021).

Ari mengaku selama menikmati hidangan Tahu Campur Cak Kenedi, selalu ditemani anak dan isteri.

Seperti hari ini, Ari datang bersama isteri dan 2 anaknya

"Ke sini bareng sama anak istri nostalgia makanan khas Jawa Timuran, ya bisa dibilang sering apalagi kalau anak ngajak langsung kesini, padahal rumah saya sekarang di Colomadu Karanganyar," tutupnya (TribunSolo.com)




0
Masuk untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia