News
Batal
KATEGORI
link has been copied
97
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/619df3bd484e765c951c4cdf/belajar-dari-punahnya-voc-vereenigde-oostindische-compagnie
Kita tau berapa besar dan kuat nya cengkraman VOC (vereenigde Oostindische Compagnie) di Nusantara. Namun VOC yang lahir sejak 20 maret 1602 akhirnya kandas di peradaban awal revolusi Industri (1788). VOC adalah kongsi dagang para penguasa Belanda yang memperoleh hak membeli dan menguasai rempa dab perdagangan di Nusantara.
Lapor Hansip
24-11-2021 15:11

Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)

Past Hot Thread
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)

Kita tau berapa besar dan kuat nya cengkraman VOC (vereenigde Oostindische Compagnie) di Nusantara. Namun VOC yang lahir sejak 20 maret 1602 akhirnya kandas di peradaban awal revolusi Industri (1788). VOC adalah kongsi dagang para penguasa Belanda yang memperoleh hak membeli dan menguasai rempa dab perdagangan di Nusantara.

Saya tak bermaksud mengangkat kembali sejarah VOC di sini, tetapi mungkin ada yang luput dari pengamatan para sejarawan. Sejarah itu saat ini terulang. Jika VOC kandas ketika dunia menghadapi revolusi Industri, kini sebagian besar perusahaan juga bisa saja kandas menghadapi revolusi digital dan platform-based Conpetition

Para sejarawan, misalnya, mencatat VOC kandas karena beban biaya yang begitu besar yang harus mereka keluarkan dalam menumpas pemberontak di Nusantara. Selain itu, VOC juga menghadapi beban korupsi yang di lakukan Staf-stafnya sendiri.

Saya ajak anda melihat kapal-kapal yang di gunakan VOC dalam menjelajahi Nusantara. Dari foto-foto dan gambar-gambar yang saya pelajari serta melihat sisa-sisa kapal yang di lengkapi layar.

Quote:
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
Ilustrasi: kapal-kapal VOC

Kapal-kapal layar itu di gerakan oleh agin. Lalu, seperti kita ketahui, pada tahun 1860-an dunia mulai mengenal mesin uap, yang kemudian memelopori kapal-kapal baru yang di gerakan oleh mesin uap. Tentunya kapal-kapal itu mampu bergerak lebih cepat.

Saya sering bertanya kepada para eksekutif dan peserta pelatihan Reformasi strategi (di ere disruption) di rumah perubahan, "apa yang harus dilakukan oleh VOC begitu mereka mendapat kabar lawan-lawannya dari Inggris sudah menggunakan kapal bermesin uap?"
Hampir semuanya menjawab dangan baik, "Ganti saja!" Ada satu dua lainnya yang mengatakan begini, "Pasang saja mesin uap di lambung kapal!"
Keduanya sama-sama bagus, tetapi ternyata tidak mudah. Untuk menjawab petama, VOC saat itu ternyata memiliki 4.875 kapal. Bukan sepuluh atau dua puluh. Mengganti ribuan kapal yang antara tahun 1500-1795 telah mengangkut 882.412 orang tentu tak semudah Mengganti sepuluh atau dua puluh kapal. Jumlah kapal VOC adalah dua kali jumlah kapal milik pesaingnya dari Inggris, EIC (East India Company).

Jawaban kedua juga bermasalah. Kapal-kapal yang basis geraknya dengan angin itu menjadi sangat membingungkan saat lambungnya dipasang di mesin-mesin uap. Para awak kapal pun bingung mengemudikannya, antara mengandalkan keterampilan mengendalikan angin atau mengerahkan mesin.
Ini agak persis dengan cara yang di tempuh para pengusaha ketika berhadapan dengan peradaban digital, hampir semua pengusaha besar selalu mengatakan, "siap kami beli!"; "Siap, kita sudah punya."

Memiliki adalah satu hal, menguasai adalah hal lainnya. Perusahaan-perusahaan kebanyakan mengklaim sudah memiliki SAP, digital employee monitoring system, knowledge management system, iflow, smart sharing and learning, sampai talent management system, dan seterusnya. Namun, ketika di dalami, ternyata mereka baru sebatas memiliki.

Demikian pula VOC. Mereka mengklaim sudah memasang mesin uap di Lambung-lambung kapal miliknya. Mungkin tidak semua, tapi berapa. Yang menjadi masalah, kapal-kapal mesin uap itu terus berevolusi. Dari mesin uap ke mesin yang kini kita kenal dengan bahan bakar cair. Setelah itu, ukuran kapal pun berubah, demikian juga mesinnya.

Dunia terus berubah, dan kapal-kapal layar milik Belanda yang begitu berjaya, dengan kompeni-kompeni yang begitu perkasa menekan rakyat Indonesia pada saat penjajahan, terbunuh oleh zaman. VOC terlambat shifting. Kapal-kapalnya kalah hemat dan kalah cepat. Volume angkutnya juga kalah.

Artinya, mereka tidak kompetitif. Ini berbeda sekali dengan Inggris yang perusahaannya (EIC) masih terus hidup hingga dilebur menjadi bagian dari kepanjangan tangan pemerintah Inggris pada 1824.

Demikin sedikit ulasan tentang VOC (vereenigde Oostindische Compagnie) semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat.
emoticon-Toast emoticon-terimakasih

Sumber: buku sejarah, Rhenald Kasali, ph.D.
Sumber gambar: tertera di atas

Quote:Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
Diubah oleh volcom77
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rieed dan 31 lainnya memberi reputasi
32
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
24-11-2021 15:12
Pertamax emoticon-Goyang
profile-picture
holddown memberi reputasi
1 0
1
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
24-11-2021 15:13
Diubah oleh volcom77
0 0
0
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
24-11-2021 15:13
Ketiga, terimakasih emoticon-Traveller
0 0
0
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
24-11-2021 17:00
keempatemoticon-Toast
profile-picture
volcom77 memberi reputasi
1 0
1
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
24-11-2021 17:58
Quote:Original Posted By fed.pram
keempatemoticon-Toast


Yg kelima masih di jalan ganemoticon-Ngacir2 emoticon-Belgia
0 0
0
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
24-11-2021 19:36
ane jadi teringat ketika VOC melakukan invasi ke Kepulauan Banda.

dulu, tiga pulau Banda di Maluku terkenal dengan kebun palanya. sebelum VOC datang, tengkulak di Banda adalah Inggris. tengkulak-tengkulak Eropa lain harus minta izin dulu sama Inggris (kecuali Portugis). tengkulak-tengkulak Inggris rata-rata berani harga. jual-beli hasil panen dulu gak melalui surat-surat perjanjian resmi, hanya berdasarkan kepercayaan. para tuan tanah di Banda (yang disebut "orang kaya") ada sekitar 50 orang kaya kalo gak salah. dan mereka sudah biasa menjual hasil panen pala ke tengkulak-tengkulak Inggris.

VOC pada awalnya datang dengan damai. mereka ikut aturan main, tengkulak-tengkulak VOC juga berani harga. tapi ketika semakin banyak tengkulak VOC yang ikut lelang panen pala di sana, harga semakin ditekan oleh VOC. VOC memberlakukan jual-beli hasil panen itu berdasarkan surat perjanjian. orang-orang kaya diwajibkan menandatangani surat itu.

Inggris menyadari bahwa semakin lama perdagangan pala semakin diarahkan ke monopoli dagang oleh VOC. para tengkulak non-VOC yang rata-rata adalah pemain mandiri mau gak mau harus ikut VOC kalo mau membeli hasil panen. kalo gak mau, mereka akan kesulitan mencari penjual, sebab mereka mau gak mau harus naikin harga supaya penjual berminat menjual hasil panennya ke mereka. tapi kalo harga terus dinaikin, tengkulak non-VOC lama-lama tekor.

walau demikian, orang-orang kaya tetap lebih berminat kepada penawar yang lebih tinggi, yang dalam hal ini adalah tengkulak non-VOC yang rata-rata adalah tengkulak Inggris, Melayu, Jawa, dan Makassar. orang-orang kaya menjual hasil panennya ke mereka meskipun mereka telah menandatangani perjanjian hanya menjual kepada VOC. VOC berusaha melakukan perundingan dan memberikan teguran. namun, walau sudah ditegur, masih ada aja orang-orang kaya yang menjual hasil panennya ke tengkulak non-VOC lainnya. malahan ada perwira VOC yang dibunuh oleh kaki-tangan orang-orang kaya. akhirnya, VOC melalui dewan Heeren Zeventien mengeluarkan dekrit untuk menaklukan kepulauan Banda melalui militer. dalam 4-5 tahun kepulauan Banda sudah berhasil direbut VOC dari Inggris. setelah penaklukan, VOC membantai seluruh keluarga dan kaki-tangan orang-orang kaya, bahkan tidak terkecuali rakyat Banda. yang dibiarkan hidup pada akhirnya dijadikan kacung.

sampai sini, strategi VOC itu memang licik. melalui surat perjanjian, kegiatan kulakan/lelangan menjadi resmi. VOC berdalih pembantaian itu dilakukan karena orang-orang kaya melanggar surat perjanjian yang sudah ditandatangani masing-masing orang kaya. dalam hal ini, pembantaian itu menjadi terlihat konstitusional, meskipun sebenarnya hukum hanya jadi dalih. yang melanggar konon ada 34 orang kaya, tapi yang dibantai semuanya.

tapi orang-orang kaya ini juga licik sebenernya. mereka memanfaatkan surat perjanjian VOC untuk menaikkan posisi tawar harga mereka kepada tengkulak non-VOC. karena otoritas yang berkuasa di saat itu adalah Inggris, orang-orang kaya merasa lebih leluasa melanggar perjanjian itu karena pasti dilindungi oleh Inggris. selain itu kan orang-orang kaya sebagai tuan tanah adalah penguasa lokal secara adat. ibarat otonom, mereka memang lebih leluasa menggerakkan rakyatnya. mereka bisa diibaratkan seperti tokoh adat. karena kekuasaan adat itulah mereka merasa lebih punya power, apalagi Inggris pasti berada di pihak mereka.

nah ini yang jadi perdebatan, mengapa orang-orang kaya melanggar perjanjian dengan VOC. kalo alasannya karena harga yang ditawarkan tengkulak non-VOC lebih tinggi, tapi kan kalo borongan/grosiran tetap lebih banyak VOC. dalam sekali panen, VOC sanggup membeli semuanya dibandingkan tengkulak mandiri lainnya yang rata-rata daya belinya terbatas karena nawar harga lebih mahal daripada VOC.

setidaknya ada 2 alasan yang diperdebatkan:

1. orang-orang kaya gak ngerti aspek legalitas dari sebuah surat perjanjian. selain buta huruf, mereka juga gak paham arti besar dari sebuah tanda-tangan.

atau

2. orang-orang kaya pada dasarnya memang gak suka sama watak dagang VOC. konon kabarnya, VOC tidak hanya memonopoli dagang melalui surat perjanjian itu, tapi juga menimbun hasil panen di benteng/logistik mereka. sehingga harga dari tangan kedua lebih mahal dan melemahkan daya beli konsumsi masyarakat sekitar, sehingga orang-orang kaya berani pasang badan melanggar perjanjian itu supaya banyak rakyat biasa mampu membeli pala.

baru inget, bukan cuma pala, tapi juga cengkeh. gara-gara monopoli VOC ini, harga pala dan cengkeh lebih-lebih dari emas. emoticon-Big Grin
Diubah oleh tyrodinthor
profile-picture
profile-picture
profile-picture
VeY dan 20 lainnya memberi reputasi
21 0
21
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
26-11-2021 10:49
Kebangkrutan VOC salah satunya, biaya perang yg besar di Nusantara.
memangnya VOC yg di India, Afrika dll tidak banyak perangnya kayak di Nusantara ya? seolah olah perang di Nusantara termasuk faktor utama juga sumber kebangkrutan selain korupsi tentunya
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan volcom77 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
26-11-2021 15:41
Gw suka sejarahemoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan volcom77 memberi reputasi
2 0
2
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 12:40
Konon VOC adalah perusahaan terkaya dalam sejarah manusia.

Dan gara gara VOC juga dunia jadi kenal bursa saham. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tyrodinthor dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Post ini telah dihapus
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 15:27
perusahaan penemu pasar saham.

apakah kata kumpeni berasal dari kata company (VOC)?
Diubah oleh kampret.strez
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Adit.m.n dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 16:24
Quote:Original Posted By kampret.strez
perusahaan penemu pasar saham.

apakah kata kumpeni berasal dari kata company (VOC)?

Kata kompeni atau kumpeni berasal dari kesalahan pengucapan kata bahasa Belanda: Compagnie. dalam bahasa Belanda, compagnie berarti kongsi dagang atau perusahaan. Oleh lidah nusantara, kata Compagnie diucapkan Kompeni. Konteksnya adalah kedatangan Kongsi Dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oostindie Compagnie (VOC). Kira2 seperti itu gan emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
egama dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 19:04
Jadi imget game anno 1404
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
1 0
1
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 19:07
VOC perusahaan perkebunan swasta kalau sekarang seperti Indofood Astra dll omset nya besar bisa menggaji tentara bayaran.
VOC sekarang masih ada dinasionalisasi sama pemerintah Sukarno jadi BUMN PTPN 1, 2 ,3 sampai 13
Diubah oleh meimeiput
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 19:13
Jujur ane masih sumbu pendek inget2 penjajahan si Londo dgn puncaknya agresi I & II sampai konferensi meja bunjar yg malah negara ini harus bayar balik berapa juta atau milyar gulden ke Londo keparat saat itu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aluwungs dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 19:19
Sejarah itu ada untuk pelajari ya gan

______________________________________
mampir ke Hot Thread ane gan emoticon-Ngacir

Mengenal Brainwave Software


Yang diatas cuma beberapa brainwavenya, kalau agan mau fullnya boleh main ke thread ane saja

Semoga bermanfaat untuk semuanya

emoticon-Paw
Diubah oleh greasemonkey09
profile-picture
profile-picture
jerryreality220 dan si.matamalaikat memberi reputasi
2 0
2
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 19:24
Platform digital itu khan pada dasarnya adalah untuk memperkuat daya jelajah. Hardware seperti alat transportasi dan lini produksi komoditi tetap tdk tergantikan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jerryreality220 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 19:28
Staf staf voc korupsi juga yee..
profile-picture
si.matamalaikat memberi reputasi
1 0
1
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 19:29
Saya suka cerita kayak gini, mengingatkan saya tentang pelajaran sejarah waktu smp kelas 1... semoga guru sejarah gue masih ada.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aluwungs dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Belajar Dari Punahnya VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)
27-11-2021 19:35
VOC bs cetak uang, punya tentara sendiri... tetapi korupsimya luar biasa
profile-picture
profile-picture
jerryreality220 dan si.matamalaikat memberi reputasi
2 0
2
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia