News
Batal
KATEGORI
link has been copied
33
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/617a13c535f11d0b5e353cd0/garuda-respons-soal-kabar-utang-rp12-t-ke-pertamina
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merespons kabar bahwa pihaknya memiliki utang senilai Rp12 triliun yang berasal dari tunggakan bahan bakar (avtur) ke PT Pertamina (Persero). Kabar utang Rp12 triliun tersebut dijabarkan oleh eks menteri BUMN Dahlan Iskan yang dipublikasi dalam blog pribadinya, disway.id. Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra tak
Lapor Hansip
28-10-2021 10:06

Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina

Past Hot Thread
 Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merespons kabar bahwa pihaknya memiliki utang senilai Rp12 triliun yang berasal dari tunggakan bahan bakar (avtur) ke PT Pertamina (Persero).

Kabar utang Rp12 triliun tersebut dijabarkan oleh eks menteri BUMN Dahlan Iskan yang dipublikasi dalam blog pribadinya, disway.id.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra tak mau banyak bicara. Ia juga membantah atau pun membenarkan pernyataan Dahlan. "Cek (ke) Pak Dahlan ya," ujarnya singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/10).

Sementara, menurut Pjs Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman, Garuda memang punya piutang yang belum dibayarkan kepada perusahaan migas tersebut.

Berdasarkan rilis laporan keuangan perusahaan yang sudah diaudit pada 2020, tercatat Garuda Indonesia dan entitas anaknya memiliki utang senilai US$723,91 juta. Jika dikalikan dengan kurs hari ini, yaitu Rp14.152, maka utang Garuda ke Pertamina ialah setara Rp10,24 triliun.

Fajriyah menambahkan bahwa piutang tersebut dapat berkurang karena terus dilakukan restrukturisasi.

"Di laporan keuangan audit 2020 yang sudah dipublikasikan Pertamina (piutang Garuda) US$723 juta," kata dia.

Dari laporan keuangan Pertamina, tercatat utang Garuda dan anak usahanya naik pesat dari US$408,22 juta pada akhir 2019 menjadi US$723 juta pada tahun lalu.

Namun, Garuda bukan satu-satunya entitas yang berutang ke Pertamina. Juga tercatat piutang dari TNI/Kementerian Pertahanan senilai US$373,99 juta, PLN dan entitasnya US$345,94 juta, PPT Energi Trading Co Ltd US$180,1 juta, PT Pupuk Indonesia (Persero) US$78,26 juta, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) US$11,79 juta, dan lain-lain.

Diketahui, menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Dahlan Iskan buka suara soal wacana pergantian operasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk oleh Pelita Air Service (PAS).

Dia menduga salah satu pertimbangan untuk melakukan penggantian tersebut adalah masalah bahan bakar. Dahlan dalam catatan di blognya menyatakan Pertamina saat ini memiliki piutang Rp12 triliun kepada Garuda.

Piutang it berasal dari penjualan bahan bakar pesawat ke maskapai tersebut. Keberadaan piutang tersebut menyulitkan Pertamina. Pasalnya, di tengah kinerja keuangan yang sempat rugi pada tahun lalu, keberadaan piutang itu dinilainya tidak masuk akal dan melanggar prinsip sebuah perusahaan.

Dahlan menyebut bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang rugi memiliki tagihan yang begitu besar. Ia mengatakan Pertamina bukan merupakan lembaga keuangan yang boleh memberikan pinjaman.

Selain itu, peraturan pajak juga melarang sebuah perusahaan memberikan pinjaman ke perusahaan lain dalam bentuk seperti yang dilakukan Pertamina ke Garuda.

Dahlan mengaku tidak tahu alasan kenapa Pertamina mau memberikan utang sebesar itu. Ia hanya menduga hal itu semua dilakukan karena ada perintah dari pemerintah selaku pemegang saham perusahaan.

Kalau dugaan itu benar, Dahlan mengatakan Pertamina pasti punya perintah tertulis yang jadi dokumen keuangan. Kalau ada dokumen perintah, itu baik bagi Pertamina.


link


Sementara, menurut Pjs Senior Vice President Corporate Communications and Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman, Garuda memang punya piutang yang belum dibayarkan kepada perusahaan migas tersebut.

Berdasarkan rilis laporan keuangan perusahaan yang sudah diaudit pada 2020, tercatat Garuda Indonesia dan entitas anaknya memiliki utang senilai US$723,91 juta. Jika dikalikan dengan kurs hari ini, yaitu Rp14.152, maka utang Garuda ke Pertamina ialah setara Rp10,24 triliun.
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
1
Masuk untuk memberikan balasan
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 10:17
Garuda udah kronis, kalo gak dipailitin bakal terus nyedot APBN
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 10:19
perlu nyalahin anies gk nih?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 10:23
Selama garuda masih dibiarkan beroperasi tanpa kemampuan membayar hutang, semakin besar resiko BUMN lain diseret ke arah kebangkrutan bersama2 dengan garuda

Dan semakin lama pula para pegawai garuda terutama pejabat tinggi perusahaan, pilot dan pramugari bisa hidup mewah dengan gaji tinggi, padahal semua penghasilan mereka berasal dari uang BUMN lain dan subsidi pajak rakyat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kambingcucok dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 10:26
Nih tulisan lengkapnya DI


Pilih Pelita

Oleh: Dahlan Iskan
25 October 2021

MENTERI BUMN memang cerdas: memilih Pelita sebagai pengganti Garuda Indonesia –kalau memang diperlukan.

Mungkin itu tidak perlu.

Garuda akan baik-baik saja –sepanjang Pertamina terus memberi bahan bakar.

Tapi bayangkanlah bila Anda menjadi direksi Pertamina. Bawahan Anda sudah membuat laporan: bahan bakar yang belum dibayar Garuda sudah mencapai Rp 12 triliun.

Bawahan Anda juga sudah membuat memo: apakah Pertamina akan terus mengirim BBM ke Garuda atau dihentikan?

Anda, sebagai direksi, pasti tidak akan mau lagi mengirim bahan bakar ke Garuda.

Kenyataannya Pertamina terus berbaik hati. Kalau bukan Pertamina tidak mungkin punya hati sebaik itu. Mana ada perusahaan mau memberi pinjaman sampai Rp 12 triliun.

Maka nyawa Garuda Indonesia sebenarnya ada di tangan Pertamina. Bukan di perusahaan penyewa pesawat di Amerika atau Eropa.

Misalkan besok pagi Pertamina ambil keputusan: tidak mau lagi kirim bahan bakar ke Garuda. Langsung, semua pesawat Garuda tidak bisa terbang.

Maka saya mencoba memahami jalan pikiran Pertamina. Sebagai sebuah perusahaan. Mengapa Pertamina tetap kirim bahan bakar ke Garuda. Secara perusahaan itu tidak mungkin. Tidak masuk akal. Itu melanggar semua prinsip di sebuah perusahaan.

Di dalam neraca keuangan, piutang Rp 12 triliun itu masuk ke dalam laba. Tahun lalu Pertamina rugi. Lucu sekali. Bagaimana sebuah perusahaan yang mengalami kerugian punya tagihan begitu besar.

Tahun ini, di enam bulan pertama 2021, Pertamina sudah bisa laba Rp 13 triliun. Hebat sekali.

Tapi apakah berarti Pertamina punya uang Rp 13 triliun? Tidak. Dari laba Rp 13 triliun itu yang Rp 12 triliun masih nyangkut di Garuda.

Peraturan pajak sebenarnya juga melarang sebuah perusahaan memberi utang ke perusahaan lain seperti itu. Pertamina bukan lembaga keuangan yang boleh memberi pinjaman.

Maka bila Rp 12 triliun itu mewujud di dalam laba Pertamina, berarti Pertamina juga harus membayar pajak penghasilannya. Kalau besarnya pajak itu 30 persen, berarti Pertamina harus membayar pajak laba yang masih nyangkut itu sekitar Rp 3 triliun. Betapa ruginya Pertamina di transaksinya dengan Garuda itu. Atau Pertamina menjual bahan bakar ke Garuda dengan harga lebih mahal –memasukkan risiko ke dalam harga?

Tentu hanya Pertamina dan Garuda yang tahu.

Tapi mengapa Pertamina terus mengirim bahan bakar ke Garuda?

Dugaan saya: ada perintah dari pemegang saham, pemerintah.

Kalau betul seperti itu, sebagai perusahaan, Pertamina tentu minta perintah tertulis. Tidak mungkin perintah lisan. Ini akan menjadi bagian dari dokumen keuangan.

Kalau dokumen perintah itu ada di tangan Pertamina, tentu itu baik bagi Pertamina. Misalkan, Garuda pada akhirnya ditutup. Berarti Garuda tidak bisa membayar utang Rp 12 triliun itu. Pertamina mungkin bisa menggunakan dokumen perintah tersebut untuk menagih langsung ke pemerintah.

Tentu Pertamina tidak harus menerima uang kontan. Bisa saja dalam bentuk potongan dividen. Artinya: Pertamina dianggap sudah setor dividen senilai piutang yang ada dokumennya itu.

Soal bahan bakar itulah, menurut pendapat saya, salah satu pertimbangan mengapa nama Pelita muncul sebagai calon pengganti Garuda.

Pelita adalah anak perusahaan Pertamina. Pesawat yang dimilikinya kecil-kecil. Hanya untuk ke daerah-daerah penghasil minyak.

Tentu Pelita akan cari sewaan banyak pesawat. Pelita bisa mencari pesawat yang sewanya tidak dititipi kepentingan pencari komisi.

Kalau pun kelak Pertamina terus mengirim bahan bakar ke Pelita, perhitungan akuntansinya lebih mudah. Piutang Pertamina ke Pelita akan bisa langsung diputuskan di RUPS sebagai tambahan setoran modal. Itu yang tidak mungkin dilakukan Pertamina terhadap Garuda.

Dengan mengubah Pelita menjadi 'Garuda baru' persoalan manajemen lebih mudah. Tidak punya beban masa lalu. Saat ini Pelita masih sangat langsing. Bisa cari pesawat yang lebih murah. Bisa cari tenaga yang lebih selektif. Asal penyakit lama Garuda tidak terulang di Pelita.

Catatan besarnya hanya satu: Pertamina menjadi punya anak perusahaan penerbangan besar. Dengan risiko besar. Padahal Pertamina baru saja di reorganisasi. Tiba-tiba saja harus punya anak perusahaan skala raksasa –di luar rencana. (Dahlan Iskan)
Diubah oleh laziale.id
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 10:36
makanya beli crypto

lunas pasti
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 10:43
Quote:Namun, Garuda bukan satu-satunya entitas yang berutang ke Pertamina. Juga tercatat piutang dari TNI/Kementerian Pertahanan senilai US$373,99 juta, PLN dan entitasnya US$345,94 juta, PPT Energi Trading Co Ltd US$180,1 juta, PT Pupuk Indonesia (Persero) US$78,26 juta, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) US$11,79 juta, dan lain-lain.


Gimana kaga boncos tuh pertamina??.. emoticon-Malu (S)

1.5 Milyar dollar lebih jadi piutang.. Harusnya cukup tagih tuh utang.. Pertamina udah untung 20 T.. Kaga perlu susah2 jualan lagi.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngacir

emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh valkyr9
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 10:55
Coba kalau isi bensin boleh kasbon di spbu sampai 1 milyar aja...kan enak ya bray emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
baikapuk dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 11:03
Ana banyak belajar dari kes ini.

UKM mustinya bisa utang min. 1M saja di tahun pertama!

Pasti panjang itu UKM Kita Nusantara Jaya!. Bayangken dengan 70T berapa UKM bisa jaya!

Imagine pliss! emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrae9 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 11:06
Tinggal nunggu 3 huruf ajaib
0 0
0
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 13:26
buat gw BUMN rugi itu akibat jajaranya sendiri, gak becus kerja dan kelebihan bayar emoticon-Big Grin

mau ganti casing 100 kali kalo sistemnya masih sama ya percuma buang duit
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 13:27
Jebakan pasal 33 ayat 3 lagi...

Hanya karena "harus dikuasai negara" jadinya segala macam cabang usaha dimasuki negara.

Itu gagasan abad ke-19 dan ke-20 yang mulai ketinggalan zaman. UUD perlu diamandemen.
profile-picture
knoopy memberi reputasi
1 0
1
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 19:25
Utang segitu banyak buat apaanemoticon-Bingung
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 19:29
Eh rakyat disuruh bayar emoticon-Malu
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 19:56
Enak yah kalo ky gitu... utang ampe segede itu diem2bae,mungkin kurang kerja cerdas tu direktur GI,
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 20:16
Woiiii Femilikk saham garuda fada kemanaa .. jangan fura2 gak tau emoticon-Blue Guy Bata (L)
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 20:51
Benar2 anjing.....saya aja ke SPBU bayar cash.....
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
28-10-2021 22:20
BUMN indonesia banyak kagak beres

Asuransi :

- ASABRI
- JIWASRAYA

Penerbangan
- GARUDA

Nunggu Bank BUMN Pailit & BI sekalian di audit lembaga negara yang ga jelas fungsinya dan ga bernyali untuk redenom.

kemenkeu nanti malakin siapa lagi ?

emoticon-Leh Uga
Diubah oleh rajin.meremas
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
29-10-2021 01:56
serius gak malu apa ..bikin statement minta pailit suruh ganti pelita..
siapa yg ngajarin...?? pura2 gila atau gimana ??
palagi ni flag carier... bawa nama negara..

apa bedanya..
pabrik pailit gak usah bayar hutang .. besok2 langsung bikin pabrik baru ??

GIAA lbh baek suruh kelola aseng. aje. gak usah china..
amrik-sing... arab..

dari dulu utang gede... efisiensi aje gak keliatan..
jadiin LCC aje tuh semua .. atau bikin agen brompton mungkin

0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
29-10-2021 02:21
Udahlah tutup aja Garuda itu...mau diselamatkan juga malah jadi beban negara...
Fokus aja itu gedein Pelita air..utamakan Penerbangan Domestik aja...👍

Ngeri juga itu Piutang Pertamina sampai 50 T kayaknya kalo ditotalin
0 0
0
Garuda Respons Soal Kabar Utang Rp12 T ke Pertamina
29-10-2021 10:45
Utang begitu biasa sebenernya dalam dunia bisnis, yg harus di pastikan adalah apakah cash flow perusahaan bisa menutup hutang yang jatuh tempo. Kalau masih nutup buat operasional dan hutang yg jatuh tempo ya ngga ada masalah. Tapi kalau sampe ngga bisa nutup baru dah, kinerja keuangannya bakalan amburadul.
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia