Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
12
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6178efb12b24bc3a91646d1f/rahasia
haii gansis!! ini cerpen pertama ane di KASKUS, selamat menikmati ceritanya, gaskeun aja langsung mulaiii. NOTE : KEJADIAN YANG TERJADI PADA CERITA HANYALAH FIKSI ATAU IMAJINASI TS SEMATA.. ******* ******* ******* PART I  RAHASIA SARAH Namaku Sarah, aku berusia 30 tahun, aku sekarang hidup bahagia, dengan kedua anakku dan seorang suami tampan yang cukup mapan.  Aku punya rahasia, yang aku simpan
Lapor Hansip
27-10-2021 13:20

RAHASIA

haii gansis!! ini cerpen pertama ane di KASKUS, selamat menikmati ceritanya, gaskeun aja langsung mulaiii.

NOTE : KEJADIAN YANG TERJADI PADA CERITA HANYALAH FIKSI ATAU IMAJINASI TS SEMATA..

*******

*******

*******

PART I 

RAHASIA SARAH


Namaku Sarah, aku berusia 30 tahun, aku sekarang hidup bahagia, dengan kedua anakku dan seorang suami tampan yang cukup mapan.  Aku punya rahasia, yang aku simpan sejak lama, kusimpan rapat rapat,  yang ingin kubagikan kepada kalian, rahasiaku bermula ketika.....

Malam itu
Bukk Bukkk Bukk
Suara pukulan kencang yang diarahkan ke punggung seorang gadis 16 tahun, gadis itu bernama Maria, dan gadis itu adalah aku. Pria berbadan montok tersebut memukuliku dengan ikat pinggangnya.
Aku tahu kalau dia sedang mabuk, lagi lagi begitu.... mukanya merah padam, dengan bau alkohol mencuat dari mulutnya.
"Anak B*GO!!" ucap pria yang sejak tadi memukuliku tidak lain adalah ayahku.

sedikit flashback, aku lahir bersama saudara kembarku bernama Ana, dan aku adalah adiknya, Ayahku yang brengsek ini adalah seorang pendeta di sebuah gereja besar di tengah pedesaan lalu ibu meninggal tepat setelah melahirkanku, ibuku adalah seorang suster di gereja yang hamil karena dilecehkan oleh ayahku yang brengsek itu, dan lebih brengseknya lagi dia mengaku mengadopsi kami dari panti asuhan miskin yang didirikan oleh perawan tua yang sudah meninggal, demi mendapatkan simpatik dari jemaat jemaatnya dia mengarang cerita licik itu.  Sifatnya yang brengsek itu hanya dia perlihatkan padaku, dia tidak pernah memperlihatkannya pada orang lain termasuk Ana. Aku diperlakukan berbeda karena aku sangat mirip dia, ibuku.

Bagaimana aku tahu semua ini?  Karena si pemabuk itu yang selalu meneriakannya di telingaku ketika ia memukuliku.

Seketika dia berhenti memukulku karena ada yang memanggilnya dari lantai atas.

"ayah? ayah" suara Ana yang lembut, memanggil ayah, ayah adalah seseorang yang sangat dekat dan menyayangi Ana, sifatnya kepada Ana sangat terbalik ketika ia bersikap kepadaku.
"cihh!!" serunya jengkel sambil menatapku.
"diam disini!!" bentaknya sambil memakai kembali ikat pinggangnya.

KLEKK, suara pintu bawah tanah yang telah terkunci berderu ke segala arah.
syukurlah si brengsek itu pergi, tapi ruang bawah tanah sangat dingin, aku meringkuk di pojokan agar merasa tetap hangat.  Samar samar aku mendengar suara Ana yang terdengar riang sambil menceritakan hal hal yang terjadi di sekolahnya kepada ayah.
Dia beruntung ujarku dalam hati.  Bahkan aku saja tidak sekolah, tapi.... ya sudahlah..

Hari sudah larut, aku lapar.
tak berselang lama, terdengar suara pintu bawah tanah yang terbuka, ayahku masuk sambil membawakan sepotong roti kecil dan kotak p3k, tampaknya dia sudah tidak mabuk lagi.

"obati lukamu, karena besok akan ada kebaktian, jangan sampai kau bersikap aneh karena kesakitan, mengerti!!" ujarnya sambil kembali ke atas.
itulah alasan mengapa ayah selalu memukuliku di punggung, agar luka yang dia buat tidak terlihat oleh orang orang saat kebaktian hari minggu.

*******
*******
Minggu Kebaktian
Pagi ini aku makan semeja dengan ayah dan Ana, aku menggunakan dress tua yang sudah dicuci bersih, dengan rambut yang sudah disisir rapi, Ana tampak riang sambil mengoleskan selai stroberi ke rotinya, sementara aku diam termanggu dengan mata menatap ke bawah.
"heii berhenti bengong dan makanlah, sebentar lagi kita akan pergi ke gereja!" ayah memerintah dengan suara tinggi sambil menatapku tajam.

"hei bisuu," panggil Ana kepadaku saat ayah sudah pergi dari meja makan, sejak dulu ayah selalu memanggilku dengan sebutan bisu, dan tanpa sadar semua orang mulai memanggilku demikian termasuk Ana.
"kau tahu tidak? hari ini aku akan nyanyi di depan semua orang, rasanya deg deg gan banget sumpaa," ia bercerita dengan nada bersemangat.
aku hanya memandang lurus.
"argghh excited abisss, karena hari ini doi ku juga ke gereja," lanjutnya.
"dia tuh ganteng abiss, kita satu kelas di sekolah, pokoknya aku harus tampil sempurna, aku udah cantik kan?" tanyanya sambil menyisir rambutnya dengan tangan.
aku hanya menggangguk dengan tatapan kosong.

*****

lagu pujian terdengar nyaring di dalam gereja, suara Ana yang lembut memenuhi ruangan, Ana adalah gadis berbakat yang dikaruniai wajah dan suara yang cantik, bahkan keterampilannya dalam bermain musik pun sangat hebat, tak jarang banyak pria yang mengincarnya. Puluhan jemaat ikut bernyanyi, mengikuti suara Ana yang memimpin lagu pujian di altar. Sesekali terlihat jelas Ana melirik seorang laki laki di barisan tengah. Aku duduk di samping wanita tua karena ayah menyuruhku untuk tidak duduk bersamanya di barisan depan.  Orang orang di gereja pun sudah tahu bahwa aku adalah gadis bisu, padahal itu hanya karangan ayah agar aku dijauhi masyarakat, nyatanya aku terlahir normal.

Setelah khotbah memuakkan ayahku selesai, aku tampak mual dan pusing, bisa bisanya dia berbicara seperti itu di depan banyak orang tapi hidupnya sangat kotor. aku bergegas pergi ke toilet, namun sekilas aku mendengar suara cekikikan kecil milik Ana, "hei jangan begitu Alex," serunya sambil mencium seorang laki laki yang tidak lain adalah orang yang disukainya.

KLEKK suara pintu kamar mandi berderit tampak menggangu kedua orang itu, aku tampak kaget melihat baju Ana yang nyaris terbuka setengah. Mereka tampak melihat kearahku dengan tatapan tajam.
"hei bisu ini tidak seperti yang kaulihat," ujarnya sambil memperbaki bajunya dan manarikku keluar dari sana.

nextttt, kisah Ana
   

Diubah oleh ibrei
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Rainbow555 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Masuk untuk memberikan balasan
RAHASIA
27-10-2021 13:22
Diubah oleh ibrei
profile-picture
akulautbiru memberi reputasi
1 0
1
RAHASIA
27-10-2021 13:28
selamat menikmati cerita gansis, nikmati membaca dengan santuyemoticon-Toast
Diubah oleh ibrei
profile-picture
akulautbiru memberi reputasi
1 0
1
RAHASIA
27-10-2021 14:06
Lanjut, Gan
0 0
0
RAHASIA
27-10-2021 17:06
Gas lagi, gan..
0 0
0
RAHASIA
27-10-2021 19:28
Rahasia Ana

Ana mengajakku duduk di bawah sebuah pohon, sementara itu ayah masih menyambut para jemaat selepas ibadah selesai.

"kau tidak boleh mengatakannya kepada siapapun, mengerti!" ujarnya kepadaku.
"aku kan bisu," jawabku singkat.
"bisa saja kau mengatakannya kepada ayah! Atau bisa saja kau diam diam menceritakannya kepada teman temanmu, " sambungnya.
aku hanya diam. Karena aku tidak punya teman.

Ana dan ayah adalah kedua orang yang mengetahui bahwa aku bukan anak yang terlahir cacat, ayah sengaja membentuk mentalku begini agar aku lemah.

"kau harus berkorban kepadaku dengan tidak menceritakan hal ini pada siapapun, seperti yang ayah katakan di altar tadi, kita harus berkorban bagi sesama,"
"apakah kau akan berbuat yang sama kepadaku?" tanyaku sambil menelengkan kepala ke samping, mataku menatapnya tajam.
Ana tampak salah tingkah kemudian dia tersenyum canggung dengan muka terpaksa ia menjawab "tentu saja aku akan melakukan hal yang sama kepadamu!"
Dari jauh tampak ayah memanggil kami untuk segera pulang, rasanya aku tidak mau pulang ke rumah, karena ayah akan segera memperlihatkan sosok iblisnya.

******
******

Aku kembali dikurung di ruang bawah tanah, setelah Ana masuk ke kamarnya, aku yakin Ana tidak pernah tahu aku selalu tidur di ruang bawah tanah, Ana hanya tahu bahwa kamarku terletak sangat jauh dari kamarnya, itu yang selalu ayah katakan ketika dia ingin tidur bersamaku.

seketika aku tertidur dan terbangun tengah malam, setelah suara berisik membangunkanku. Terdapat dua orang berdiri tepat di depanku sambil menatapku yang sedang berbaring.

"khik khik, anak ini bagus kan?" ujar suara yang tak lagi asing yaitu ayah.
"dia tidak cantik, seperti anakmu yang satunya lagi, aku tidak bisa membelinya," ujar pria asing disampingnya.
"ayolah, bukankah kita bisa menjual organnya?" ujar ayah lagi.

DEG DEG DEG DEG jantungku berdebar ketakutan. Namun aku berusaha tetap pura pura tertidur.

"hehehe tentu saja bisa, tapi sepertinya harganya tidak akan semahal jika kau menjual anak ini seutuhnya bukan?"
"daripada tidak menghasilkan uang sama sekali, lebih baik aku menjual organnya saja,"
"aku akan mengurus anak ini seminggu lagi, lebih baik kau membuat kenangan manis bersamanya, sebelum dia mati, kau tidak ingin menjadi ayah yang durhaka bukan?" ujar pria asing itu lirih.

******
Ana tampak terlihat gelisah, ia berdiri tepat di depan pintu kamarnya karena perintah ayahnya. Ia sangat takut untuk melihat wajah ayahnya itu.

tak tak tak, dari jauh suara hentakkan sepatu ayahnya sudah terdengar nyaring.

"bagaimana anakku, kamu sudah melakukan tepat seperti yang ayah suruh kan?"
"sudah ayah, tapi belum sampai ke tahap yang ayah suruh," ujar Ana takut.
"ingat ya!! jika kau belum mengandung anaknya Alex bulan depan, akan kujual kau ke pria tadi," ujarnya pelan sambil mengelus kepala Ana.
"ingat kasih sayang yang kuberikan padamu tidak gratis, lagi pula kau akan segera bebas dari sini jika kau berhasil menikahi Alex,"

Ana tampak menggigil ketakutan. Alex adalah anak orang paling kaya di desa ini, orangtuanya adalah penyumbang terbesar dana gereja, dan ayah ingin lebih menguasai harta keluarga itu lebih banyak lagi. Ayah ingin Ana mengandung anaknya Alex, dengan begitu dia akan menuduh Alex sebagai predator, lalu dia bisa meminta orang tua Alex untuk bertanggungjawab serta menutupi kejadian itu dengan uang, hingga akhirnya Alex dan Ana dapat menikah tanpa beban.
Jika Ana sudah menikah pun, ia yakin ayahnya tidak akan membebaskannya. Sejujurnya Ana memang mencintai Alex dengan tulus, tapi jika ayahnya terus memaksanya berbuat itu..

"tidurlah cepat!" ujar ayahnya tiba tiba dengan suara meninggi.

next bertahan hidup
Diubah oleh ibrei
profile-picture
profile-picture
akulautbiru dan pulaukapok memberi reputasi
2 0
2
RAHASIA
27-10-2021 19:45
Eksentrisitas
0 0
0
RAHASIA
27-10-2021 20:43
Bertahan Hidup

Aku ketakutan, aku berjalan mondar mandir di ruang bawah tanah sambil gelisah.
Seminggu lagi, seminggu lagi aku akan mati, ujarku dalam hati.

"hehehe, aku akan mati," kataku pelan, sambil cekikikan.

tiba tiba air mataku menetes, aku binggung kenapa aku menangis? Toh sebentar lagi penderitaanku di dunia akan berakhir. Tapi kenapa, si brengsek itu ingin tetap membuatku menderita sampai akhir hidupku? Menjual organku? DIA LEBIH GILA DARI ORANG GILA.

"hik hik hik," aku menangis sambil meringkuk ketakutan. Aku mencoba menenangkan diriku dengan berkata di dalam hatiku, bahwa kematian itu tidak sakit.

Tiba tiba aku mendengar suara ayah dan seorang wanita dari lantai atas, ya tepat sekali, ruang bawah tanah ini terletak tepat diatas ruang kerja ayah. Aku hanya terdiam sambil menatap langit langit.

Wush wushh, aku melihat debu debu bertebrangan dari atas lemari yang berada tepat di sebrang aku duduk meringkuk. Aku mulai berdiri dan terus menatap ke atas lemari itu.

Itu ventilasi udara kan? ujarku dalam hati, kenapa aku baru sadar ada ventilasi disana?
aku mulai mencari kotak kotak kayu, yang akan kuanaiki ke atas lemari.

klek klek, tidak terkunci! Aku pikir akan sulit, ujarku.

Dengan berhati hati aku melewati lorong ventilasi itu, merangkak keatas bukan hal yang sulit, karena ternyata ventilasi itu dibangun dengan tangga yang menempel disampingnya, apakah ventilasi ini dibangun karena ada ruangan rahasia?

Aku berhenti sebentar, ternyata ventilasi itu mengarah terus keatas rumah, apakah Tuhan masih memberiku kesempatan hidup? Oleh karena itu aku berhasil menemukan tangga ini? Aku terus menaiki tangga yang tegak lurus itu dan berhenti tepat di lubang ventilasi kamar ayah, aku mengintipnya.

Kejahatan Ayah

Seorang suster gereja duduk di pangkuan Ayah, mereka berciuman dengan mesra sambil tertawa tawa. Apa apaan ujarku, seminggu lagi aku akan mati tapi si brengsek itu malah bersenang senang?!

"bagaimana kalau kita ketahuan karena begini?" ujar suster itu.
"tidak akan terjadi apa apa, aku bersumpah," Ayah kerkata sambil mengelus paha perempuan itu.

TOK TOK TOK, suara pintu ayah diketuk, seorang pria bertubuh tinggi masuk, dan disaat itu juga suster itu keluar dengan kaget dari ruangan kerja ayah, sebelum perempuan itu pergi, ia sempat melirik ayah dengan tatapan manja.

"Ada apa? Kau mengganguku lagi?" ujar ayah kepada pria tinggi itu.
Pria tinggi itu menatap pintu, dan berkata "kau akan membunuhnya seperti suster itu?"
"suster siapa?"
"suster yang melahirkan anak anakmu,"

DEG DEG DEG DEG IBU DIBUNUH??? BUKAN MENINGGAL KARENA MELAHIRKAN AKU??

"khik khik, memangnya kenapa?"
"kau juga menjual organnya kan? Kau tidak membiarkannya mati dengan tenang." pria itu berkata lagi.

DEG DEG DEG, aku memegang tangga erat erat, aku takut.

"itu salahnya sendiri, dia berniat membongkar hal yang sudah kulakukan, menghabisinya adalah satu satunya cara, " ujarnya tersenyum lebar.
"padahal kau berniat menikahinya kan? Setelah tahu kalau dia hamil?" tanya pria itu lagi.
"Aku hanya ingin melihat anak anakku lahir, hehe, tapi hidup bersamanya bukan pilihanku, lagipula aku akan mendapat uang lebih banyak lagi jika aku merawat anak anakku dengan benar,"
"sadis sekali, aku suka itu," ujar pria tinggi itu sambil mengisap rokoknya.
"ngomong ngomong, kau berniat menjual anakmu yang tidak berguna itu kan? Maksudku si bisu,"

Lagi lagi jantungku berdetak kencang, aku membeku.

"iya, kau mau? brapa uang yang bisa kau berikan? Jika kau bisa membayarnya lebih mahal, aku akan menyerahkannya kepadamu,"
"aku mau melihatnya dulu,"
"mari kebawah, dia berada tepat dibawah,"

YA TUHAN AKU HARUS CEPAT KEMBALI KE BAWAH, TAPI KAKIKU TIDAK MAU BERGERAK!!!
"AYO BERGERAK!" TERIAKKU DARI DALAM HATI.

Seketika kakiku bergerak pelan, Aku bergegas ke bawah, tapi nampaknya semua sudah terlambat, aku mendengar kunci ruang bawah tanah terbuka. SEPERTINYA AKU AKAN MATI LEBIH CEPAT!

next Bunda Ana
Diubah oleh ibrei
profile-picture
akulautbiru memberi reputasi
1 0
1
RAHASIA
28-10-2021 21:53
nice.
0 0
0
RAHASIA
29-10-2021 12:07
Secret

Something that you tell everyone not to tell anyone RAHASIA
profile-picture
ibrei memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
RAHASIA
30-10-2021 19:23
Bunda Ana

( note : ini adalah cerita penjelas yang terjadi sebelum rahasia sarah)

Namaku Anastasya Abigail, aku sudah membuang nama lamaku dan menggunakan nama babtis dari gereja, dan sekarang aku berumur 20 tahun. Sebagai seorang katolik yang ingin melayani Tuhan dan sesama, aku memutuskan untuk menjadi seorang suster. Setelah melewati masa pelatihan yang cukup lama, akhirnya aku ditugaskan di sebuah gereja yang cukup besar di tengah pedesaan yang terletak di tepi pusat kota. Ada lima suster baru yang akan ditempatkan di gereja tersebut, dan salah satunya adalah aku.

Sekarang aku telah berada di depan gereja tersebut, ternyata aku adalah suster yang terakhir yang tiba di gereja. Lingkungan gereja yang cukup bersih dengan pepohon tinggi itulah kesan pertamaku terhadap gereja ini.

"selamat pagi, apakah kau suster baru yang bernama Anastasya Abagail?" tanya seorang pria berumur sekitar 40 an dengan pakaian pendeta di depanku.
"ah iya, panggil saya suster Ana," jawabku.
"oh suster Ana senang berkenalan denganmu, aku pastor David,"
"astaga anda pastor yang terkenal itu? anda yang selalu membantu banyak pelayanan di desa desa kan?"
"hahaha, itu benar, dan sekarang aku ingin berpusat melayani di desa ini, ngomong ngomong selamat datang suster Ana, senang bertemu denganmu,"
"ah iya." ucapku malu.
"mari kuantar ke asrama," ujar pastor itu sambil tersenyum ramah.

Setelah menaruh barang barangku di asrama, pastor itu mengajakku untuk berbincang di ruang kerjanya, karena dia ingin mendiskusikan mengenai tugas pertamaku yaitu melayani anak anak panti asuhan yang merupakan tanggung jawab gereja ini. Aku pun mengerjakan semua tugasku dengan baik, hingga berbulan bulan berlalu, dan aku merasa nyaman tinggal di gereja ini. Pastor David juga termasuk orang yang ramah, dan baik, ia suka mengajakku makan bersama.

Namun semua kesenangan itu pupus ketika..

"Aku hamil, hiks hiks hiks," tangis suster Karina, teman sekamar dan teman akrabku, Karina adalah wanita cantik dan manis, tapi sikap genitnya menyakinkanku bahwa dia pasti punya pacar diam diam.
"bagaimana bisa?" ujarku dan Ellie.
"Aku tidak tahu, akhir akhir ini aku suka merasa aneh," ujar Karina seperti menutupi sesuatu.
"aneh bagaimana? Pasti kau punya pacar kan?!" bentak Ellie.
"TIDAK, TIDAK, MUNGKIN INI SEMUA KARENA PAS...."
perkataannya terputus karena kepala biarawati memasuki kamar kami.

"suster Ana, pastor David memanggilmu ke ruang kerjanya," ujar kepala biarawati.
"baik, aku pergi dulu ya teman teman, kita urus masalah ini nanti,"
"tunggu!!" Karina menahanku.
"berhati hatilah dengan pastor itu,"
aku memutar mata "omongkosong!! tenaang ya Karina, kita pasti akan memikirkan masalahmu dengan baik nanti." ujarku sambil mengelus kepalanya dan kemudian berbalik.

Aku berjalan melewati lorong panjang, dan tiba di sebuah pintu yang besar.
TOK TOK TOK aku mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Aku mendengar suara sepatu datang dari belakangku, ketika aku ingin menengok..

"Halo suster Ana," ujar seorang pria tampan, berpakaian pendeta.
"ah iya, anda siapa," tanyaku.
"aku sahabat pastor David, namaku kristian, aku dengar kau akhir akhir ini mengalami kesulitan karena terkena flu?"
"darimana anda tahu?" Aku memang agak tidak enak badan akhir akhir ini.
"pastor David yang memberitahuku,"
"oh begitu,"
"oh ya, pastor David menyuruhku, memberikanmu minuman jahe ini, ini bisa meredakan flu,"
"ah terimakasih banyak" ujarku senang.
"kalau kau senang, kau boleh meminumnya sekarang,"
"tidak, saya akan meminumnya setelah makan siang,"
"minumlah sekarang, karena setelah ini kau akan sibuk mengurus anak anak panti kan?"
"astaga anda perhatian sekali,"

Aku meminumnya perlahan, Namun sejenak aku kehilangan kesadaranku. Sebelum pingsan aku sempat melihat pastor itu tersenyum kegirangan.

Keesokan harinya aku bangun tepat diatas kasur dikamarku, aku tidak ingat apa yang terjadi kemarin, dan air mata menetes dari mataku tanpa sebab.

********
********
Pagi ini aku merasa aneh, aku melupakan kejadian kemarin secara misterius, dan anehnya pakaianku sangat berantakan bahkan rambutku juga, hingga terdapat sobekan cukup besar dibagaian rokku, aku memutuskan untuk bersikap biasa saja, dan mulai menjalankan aktivitasku kembali.

Namun tiba tiba Terdengar teriakan ketakutan dari halaman belakang ketika aku sedang menyapu halaman gereja, para suster segera berbondong bondong lari menuju arah teriakan. Ktika aku tiba di halaman belakang, aku menatap suster Ellie yang tergeletak menangis dan histeris, tapi anehnya semua mata tidak tertuju kepada Ellie, tapi tertuju pada satu sosok wanita yang tergantung, di jendela bagian luar lantai tiga, dan sosok wanita tersebut adalah Karina, teman sekamarku. KARINA GANTUNG DIRI?!!! UJARKU DALAM HATI, AKU PUN AMBRUK SEKETIKA.


next psikopat
Diubah oleh ibrei
0 0
0
RAHASIA
30-10-2021 19:41
Hai gansis, selamat berkomentaremoticon-Maaf Agan
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
jumat-bukan-jimat
Stories from the Heart
janji-mini-series
Stories from the Heart
sunny-side-up
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia