News
Batal
KATEGORI
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61715756cd375520d1192dc3/implementasi-pembelajaran-kontekstual-melalui-penggunaan-media-digital
Pandemi Covid-19 sudah terjadi hampir dua tahun belakangan ini, sebagai pendidik anak usia dini kita harus siap untuk membuat strategi pembelajaran kepada anak dirumah agar mereka tetap mendapatkan stimulasi pada semua aspek perkembangannya. Seperti yang kita ketahui, saat ini memang sudah mulai diberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada lembaga pendidikan salah satunya yaitu PAUD. Untuk memp
Lapor Hansip
21-10-2021 19:04

Implementasi Pembelajaran Kontekstual Melalui Penggunaan Media Digital

Pandemi Covid-19 sudah terjadi hampir dua tahun belakangan ini, sebagai pendidik anak usia dini kita harus siap untuk membuat strategi pembelajaran kepada anak dirumah agar mereka tetap mendapatkan stimulasi pada semua aspek perkembangannya. Seperti yang kita ketahui, saat ini memang sudah mulai diberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada lembaga pendidikan salah satunya yaitu PAUD. Untuk mempersiapkan pembelajaran di dunia global yang semakin pesat ini, pendidik diwajibkan agar memiliki kompetensi khusus dalam membuat kegiatan yang kreatif dan inovati supaya suasana belajar menjadi menyenangkan, efektif dan efisien dapat terlaksana dengan baik.

Program Pengabdian pada Masyarakat (P2M) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengangkat tema "Implementasi Pembelajaran Kontekstual Melalui Penggunaan Media Digital". Seminar Nasional ini diselenggarakan selama dua hari yaitu Hari Jumat dan Sabtu pada tanggal 15-16 Oktober 2021 dimulai pukul 08-00 – 12.00. Seminar ini terselenggara dengan sukses yang dihadiri oleh peserta seminar sebanyak 270 peserta dari seluruh penjuru Indonesia mulai dari Aceh, Lampung, Semarang, NTT, sampai Flores.

           
Pada hari Jumat (15/10/2021) sesi 1 dengan judul “Pembelajaran Pendekatan Kontekstual Permainan Monopoli” oleh Dra. Yasmin Faradiba, M. Pd berisi tentang bagaimana cara merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar pembelajaran menjadi bermakna. Salah satunya ialah dengan pembelajaran pendekatan kontekstual melalui permainan monopoli.

“Pemahaman yang diperoleh peserta didik bisa bertahan lebih lama karena memahami dengan penerapan. Misalnya guru menjelaskan bunga yang layu lalu ada penerapan cara perawatan bunga dengan memberikan pupuk, menyiram bunga. Tidak hanya mengatakan ini bunga layu karena tidak disiram dan tidak diberi pupuk, penjelasan tersebut hanya berhenti sampai disitu saja tidak diaplikasikan. Coba diaplikasikan kepada anak-anak agar merawat tanaman dirumah atau disekolah” Ungkap Dra. Yasmin Faradiba, M. Pd selaku narasumber sesi pertama.

Dalam simulasi penerapan pendekatan kontekstual kali ini Dra. Yasmin Faradiba, M. Pd memberikan contoh kegiatan permainan monopoli yang mengajarkan laba harga jual dan harga beli. Tujuan dari permainan ini adalah untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan,dan penukaran property dalam system ekonomi yang disederhanakan. Permainan ini sering digunakan oleh anak-anak untuk kegiatan bermain peran (role play) yang akan memberikan kepada anak pengalaman langsung dalam kegiatan perekonomian yaitu jual beli.

Pada sesi 2 dengan judul “Rancangan Kegiatan Bermain Tebak Benda Untuk Pengenalan Lingkungan Bagi Anak Usia 3-5 Tahun” yang disampaikan oleh Dr. R. Sri Martini Meilani, M.Pd. berisi tentang bagaimana lingkungan dapat menjadi tempat bermain anak yang dapat dirancang untuk menstimulasi aspek perkembangan anak salah satunya aspek kognitif denagan permainan tebak banda dalam pengenalan geometri.

 

 “Kegiatan bermain tentang segala sesuatu informasi yang akan dikenalkan kepada anak yang diberikan melalui bermain tetapi ending  dari proses bermain itu sebaiknya diharapkan guru melakukan sesuatu kesimpulan apa yang diajarkan bukan mengadakan evaluasi, caranya bersama-sama anak dengan teknik dan strategi yang sangat beragam kita melakukan kesimpulan atau menyamakan persepsi antara anak dan guru dari konten materi yang guru berikan kepada anak.” Ungkap Dr. R. Sri Martini Meilani, M.Pd. selaku narasumber sesi kedua.

Dalam seminar kali ini Ibu Martini memaparkan rancangan dalam kegiatan bermain tebak benda dengan konsep geometri. Implementasi pengenalan lingkungan dengan konsep geometri ini guru akan memberikan pemahaman kepada anak bentuk geometri yaitu segiempat, segitiga dan lingkaran melalui benda – benda yang berbentuk geometri dilingkungan sekitar anak. Contohnya pada lingkaran benda geometri yang ada disekitar anak yaitu jam dinding, kemudian segi empat bentuk geometri yang ada di sekita anak ialah figura foto, lalu pada segitiga bentuk geometri yang ada disekitar anak yaitu hanger baju, pohon cemara dan lain sebagainya.

Seminar Nasional PG-PAUD 2021 ini dibuka oleh Bapak Dekan FIP yaitu Prof. Dr. Fahrurrozi M.Pd. Bapak Fahrurrozi sangat mengapresiasi dengan apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman PAUD, beliau juga berharap kegiatan ini terus bisa dilanjutkan dengan seminar series yang berikutnya.

 

“Tema yang diangkat oleh teman-teman dosen dan teman-teman panitia sangat menarik bagi para guru maupun para praktisi Pendidikan Anak Usia Dini lainnya dimana di era yang sekarang ini yang kita sebut dengan era industri 4.0 memunculkan mesin sebagai alternatif pengganti manusia. sehingga aktivitas-aktivitas kita selaku manusia hendaknya harus seiringi dengan penggunaan berbagai mesin salah satunya adalah teknologi. Maka dari itu pembelajaran yang sekarang ini lebih tepat kepada anak-anak usia dini dalam pembelajaran yang berbasis digital dan juga hendaknya ketika kita mengajarkan kepada anak usia dini juga harus kontekstual..” Ungkap oleh Prof. Dr. Fahrurrozi M.Pd selaku Dekan FIP UNJ dalam sambutannya.

Pada hari Sabtu (16/10/2021) sesi 3 dengan judul "Pelatihan Kegiatan Pembelajaran BDR Melalui Media Pop Up Book Dalam Mengembangkan Keaksaraan Anak Pada Masa Pandemi COVID-19 di DKI Jakarta" yang disampaikan oleh Dra. Yudrik Jahja, M.Pd. berisi tentang bagaimana pentingnya peran pendidik untuk memfasilitasi anak dengan kegiatan yang beragam dan menyenangkan bagi anak serta dukungan orang tua untuk perkembangan bahasa anak.

 “Para pakar berpendapat bahwa anak usia lahir hingga delapan tahun merupakan area masa peka atau masa keemasan (golden age). Menurut Menurut UU no 20 Tahun 2003. Masa ini merupakan masa yang sangat tepat untuk meletakkan dasar-dasar pengembangan kemampuan fisik, gaya berpikir, bahasa, sosial emosional, moral dan lainnya. Sehingga upaya meningkatkan seluruh aspek perkembangan anak usia dini harus dimulai sejak awal, guna tercapainya pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.” Ungkap Ibu Dra. Yudrik Jahja, M.Pd selaku dosen PG-PAUD UNJ mengawali materinya.

Didalam materi yang dijelaskan oleh Ibu Dra. Yudrik Jahja, M.Pd., diperlihatkan Media Pop-Up Bookyang dibuat merupakan media pembelajaran dengan tema hewan. Di dalam buku pop-up tersebut yang  dibuat berisi tokoh hewan seperti: kelinci, harimau,buaya,singa. Pop-up book adalah sebuah buku yang memiliki tampilan gambar yang bisa ditegakkan serta membentuk objek-objek yang indah dan dapat bergerak atau memberi efek yang menakjubkan. Dengan menggunakan media pembelajaran ini anak akan menambah rasa antusias dalam mengikuti pembelajaran dan media pembelajaran pop-up book ini akan dapat membantu anak dalam menambah perbendaharaan kosakata anak.

 Selanjutnya sesi 4 dengan judul "Menerapkan Pembelajaran Online di Masa Pandemi Melalui Penggunaan Cerita Digital" yang disampaikan oleh Hikmah, M.Pd., MM. berisi tentang bagaimana prinsip pembelajaran online yaitu dengan memberikan kesempatan pada anak untuk tetap bermain, menjelajah dan belajar, serta melibatkan anak dan orang tua dalam proses pembelajaran lalu merencanakan pembelajaran online serta memilih teknologi yang dapat dijangkau anak dan dapat mengembangkan potensi anak

 “Selama pandemic ini semuanya mau tidak mau melaksanakan pembelajaran secara online. Dari Pendidikan anak usia dini sampai perguruan tinggi mau tidak mau melakukan kegiatan pembelajaran online.” Ungkap ibu Hikmah M.Pd., MM., dalam mengaawali materinya.

Merencanakan pembelajaran online yaitu mengembangkan rancangan pembelajaran, memilih aplikasi, menyediakan konten pembelajaran yang bermakna. Teknologi pada PAUD harus pandai – pandai dalam memilih dalam pemilihan aplikasi, pilihlah teknologi yang dapat dijangkau anak dan dapat mengembangkan potensi anak. Karakteristik aplikasi pendidikan antara lain mendorong anak belajar aktif, memotivasi anak untuk belajar,menggabungkan teknologi ke dalam pendidikan berbasis bermain dan mendorong interaksi social anak. Panduan pemilihan aplikasi dengan memiilih aplikasi  sesuai dengan tujuan pembelajaran karena tidak ada 1 media yang cocok dengan semua aspek pengembangan dan pertimbangkan kemampuan pendidik dalam mengoperasikan aplikasi. Aplikasi belajar anak antara lain contohnya padlet dan google classroom.

Ada beberapa peserta yang memberikan tanggapan tentang seminar ini, salah satunya peserta seminar mengungkapkan “Seminar yang diadakan oleh panitia dan materi yang diberikan oleh pemateri sangat membantu dalam memberikan pengetahuan kepada peserta dan saya berharap untuk diadakan seminar lagi dengan tema yang lebih menarik dari seminar yang telah dilaksanakan untuk menambah ilmu lagi bagi peserta".

 

Dalam seminar kali ini kita dapat refleksikan bahwa pembelajaran bukan untuk melihat apa kekurangan peserta didik, tetapi hakikatnya bagaimana seorang pendidik selalu menginstrokpeksi dirinya dan mau mengembangkan diri. Teknologi merupakan alat yang dapat digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran anak usia dini. Namun, untuk menjadikan anak-anak bisa saling bekerjasama dan termotivasi, guru adalah seseorang yang paling penting.

0
Masuk untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia