Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
11
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6168f8f4edbb2779871914e4/mitos-atau-fakta-lansia-pasti-demensia
Sejak tahun 2015 baik secara global, Asia dan Indonesia sudah memasuki era penduduk menua atau ageing population dibuktikan dengan jumlah penduduknya yang berusia 60 tahun ke atas melebihi angka 7%. Terdapat 19 provinsi (55,88%) dari provinsi Indonesia yang memiliki struktur tua, tiga provinsi dengan presentase lansia terbesar yaitu DI Yogyakarta (13,81%), Jawa Tengah (12,59%) dan Jawa Timur (12,2
Lapor Hansip
15-10-2021 10:43

MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA


Sejak tahun 2015 baik secara global, Asia dan Indonesia sudah memasuki era penduduk menua atau ageing populationdibuktikan dengan jumlah penduduknya yang berusia 60 tahun ke atas melebihi angka 7%. Terdapat 19 provinsi (55,88%) dari provinsi Indonesia yang memiliki struktur tua, tiga provinsi dengan presentase lansia terbesar yaitu DI Yogyakarta (13,81%), Jawa Tengah (12,59%) dan Jawa Timur (12,25%). Diperkirakan pada tahun 2025 jumlah penduduk lansia di Indonesia berjumlah 33,69 juta, sedangkan pada tahun 2030 berjumlah 40,95 juta penduduk(Kementerian Kesehatan RI, 2017).

 

Lanjut usia atau yang biasa disingkat menjadi lansia seringkali didefinisikan sebagai orang tua yang renta. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1998 menyebutkan bahwa yang dimaksud dnegan lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Perlu diketahui bahwa lansia bukan punyakit, melainkan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan(Muhith, 2016). Selain dikenal sebagai orangtua yang renta, masyarakat juga mendefinisikan lansia sebagai orang tua yang pelupa. Kenyataannya banyak juga lansia yang tetap sehat dan memiliki daya ingat yang baik tergantung dengan cara menyesuaikan diri terhadap perubahan daya ingat yang dimiliki.

 

Demensia merupakan istilah yang dapat digunakan ketika ada nya penurunan kemampuan otak terutama dalam hal kognitif dan memori secara bertahap mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Masyarakat umum biasa menyebutnya pikun. Bukan hanya pelupa, dalamFoundation, 2017menyebutkan bahwa demensia juga dapat dikenali melalui perubahan pada hal-hal seperti memori, kemampuan komunikasi dan berbahasa, kemampuan berfokus dan memberikan perhatian, kemampuan mengambil keputusan, persepsi visual, kepribadian dan mood. Disebutkan juga bahwa kebanyakan demensia memiliki sifat progresif, jadi jangan menganggap ringan gejala demensia dengan mengatakan ”wajar karena usia”.

 

Jadi, apakah demensia hanya dikarenakan oleh pertambahan usia? Jika tidak, bagaimana cara mencegahnya?

 

Untuk dapat mencegah terjadinya demensia, tentunya kita harus mengetahui faktor resiko yang menyebabkan seseorang dapat mengalami demensia. Menurut penelitian yang dilakukanPriastana & Nurmalisyah, 2020menyebutkan bahwa terdapat 17 faktor risiko demensia diantaranya adalah usia, riwayat keluarga, pendidikan, obesitas, stroke, diabetes, hipertensi, mengunyah tembakau, rasio pinggang-pinggul tinggi, kebiasaan merokok, cedera kepala, kelebihan berat badan, asupan alkohol, penyakit arteri koroner, depresi, epilepsi, dan gangguan pola tidur.

 

Dari faktor risiko yang sudah disebutkan tentunya kita harus menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit yang menjadi faktor risiko dari demensia, selain itu juga kita harus menjalankan pola hidup sehat agar dapat menjadi lansia yang hebat dikemudian hari. Adapun penelitian yang dilakukan olehRita, 2020menyebutkan bahwa adanya hubungan antara peran anggota keluarga terhadap pencegahan resiko demensia. Peran anggota keluarga yang baik dapat mendukung melakukan pencegahan resiko demensia.

 

References

Foundation, M. C. (2017). Autoimmune: The True Story. https://www.google.co.id/books/editi...sec=frontcover

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Situasi lansia di Indonesia tahun 2017: Gambar struktur umur penduduk indonesia tahun 2017. Pusat Data Dan Informasi, 1--9.

Muhith,  abdul. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik - Google Books. ANDI. https://www.google.co.id/books/editi...sec=frontcover

Priastana, I. K. A., & Nurmalisyah, F. F. (2020). Faktor Risiko Kejadian Demensia Berdasarkan Studi Literatur. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 15(2), 279–282. https://doi.org/10.36911/pannmed.v15i2.745

Rita, N. (2020). Hubungan Peran Anggota Keluarga dan Kebiasaan Merokok dengan Pencegahan Resiko Demensia Pada Lansia. Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah, 3(1), 317–326.


profile-picture
profile-picture
profile-picture
ovia6542000 dan 6 lainnya memberi reputasi
5
Masuk untuk memberikan balasan
MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA
15-10-2021 10:51
Nice!!
profile-picture
destiyarama memberi reputasi
1 0
1
MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA
15-10-2021 12:49
Riwayat keluarga berarti faktor genetik tidak bisa dielakkan
profile-picture
destiyarama memberi reputasi
1 0
1
MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA
15-10-2021 14:34
Demensia yang ane baca ternyata gak ada obatnya, dan bener di artikel yang sifatnya progresif, sel - sel penunjang di otak mengalami kematian. Jadi klo pun ada obat, itu sifatnya menghambat agar kematian sel tidak terus terjad. Jadi klo gak minum obat, kematian sel lanjut lagi. Faktor terjadinya demensia juga masih belum jelas, tapi penyakit dan tua menambah risiko. Tapi, banyak juga yg sampai tua ingatannya masih fresh, kayak Alm. Adnan Buyung yang 80an, sama dokter anak yang ane kenal juga usianya 80an. Jadi menurut ane, setelah memasuki usia pensiun, sebisa mungkin untuk tidak beristirahat berpikir agar tidak menambah risiko demensia. Ya, dengan berjualan, atau aktivitas lainnya. Klo udah divonis demensia, jadi akan terus minum obat. Keep thinking and keep doing activity as long as possible....
profile-picture
destiyarama memberi reputasi
1 0
1
MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA
15-10-2021 14:59
Quote:Original Posted By destiyarama

Sejak tahun 2015 baik secara global, Asia dan Indonesia sudah memasuki era penduduk menua atau ageing populationdibuktikan dengan jumlah penduduknya yang berusia 60 tahun ke atas melebihi angka 7%. Terdapat 19 provinsi (55,88%) dari provinsi Indonesia yang memiliki struktur tua, tiga provinsi dengan presentase lansia terbesar yaitu DI Yogyakarta (13,81%), Jawa Tengah (12,59%) dan Jawa Timur (12,25%). Diperkirakan pada tahun 2025 jumlah penduduk lansia di Indonesia berjumlah 33,69 juta, sedangkan pada tahun 2030 berjumlah 40,95 juta penduduk(Kementerian Kesehatan RI, 2017).

 

Lanjut usia atau yang biasa disingkat menjadi lansia seringkali didefinisikan sebagai orang tua yang renta. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1998 menyebutkan bahwa yang dimaksud dnegan lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Perlu diketahui bahwa lansia bukan punyakit, melainkan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan(Muhith, 2016). Selain dikenal sebagai orangtua yang renta, masyarakat juga mendefinisikan lansia sebagai orang tua yang pelupa. Kenyataannya banyak juga lansia yang tetap sehat dan memiliki daya ingat yang baik tergantung dengan cara menyesuaikan diri terhadap perubahan daya ingat yang dimiliki.

 

Demensia merupakan istilah yang dapat digunakan ketika ada nya penurunan kemampuan otak terutama dalam hal kognitif dan memori secara bertahap mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Masyarakat umum biasa menyebutnya pikun. Bukan hanya pelupa, dalamFoundation, 2017menyebutkan bahwa demensia juga dapat dikenali melalui perubahan pada hal-hal seperti memori, kemampuan komunikasi dan berbahasa, kemampuan berfokus dan memberikan perhatian, kemampuan mengambil keputusan, persepsi visual, kepribadian dan mood. Disebutkan juga bahwa kebanyakan demensia memiliki sifat progresif, jadi jangan menganggap ringan gejala demensia dengan mengatakan ”wajar karena usia”.

 

Jadi, apakah demensia hanya dikarenakan oleh pertambahan usia? Jika tidak, bagaimana cara mencegahnya?

 

Untuk dapat mencegah terjadinya demensia, tentunya kita harus mengetahui faktor resiko yang menyebabkan seseorang dapat mengalami demensia. Menurut penelitian yang dilakukanPriastana & Nurmalisyah, 2020menyebutkan bahwa terdapat 17 faktor risiko demensia diantaranya adalah usia, riwayat keluarga, pendidikan, obesitas, stroke, diabetes, hipertensi, mengunyah tembakau, rasio pinggang-pinggul tinggi, kebiasaan merokok, cedera kepala, kelebihan berat badan, asupan alkohol, penyakit arteri koroner, depresi, epilepsi, dan gangguan pola tidur.

 

Dari faktor risiko yang sudah disebutkan tentunya kita harus menjaga tubuh agar terhindar dari penyakit yang menjadi faktor risiko dari demensia, selain itu juga kita harus menjalankan pola hidup sehat agar dapat menjadi lansia yang hebat dikemudian hari. Adapun penelitian yang dilakukan olehRita, 2020menyebutkan bahwa adanya hubungan antara peran anggota keluarga terhadap pencegahan resiko demensia. Peran anggota keluarga yang baik dapat mendukung melakukan pencegahan resiko demensia.

 

References

Foundation, M. C. (2017). Autoimmune: The True Story. https://www.google.co.id/books/editi...sec=frontcover

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Situasi lansia di Indonesia tahun 2017: Gambar struktur umur penduduk indonesia tahun 2017. Pusat Data Dan Informasi, 1--9.

Muhith,  abdul. (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik - Google Books. ANDI. https://www.google.co.id/books/editi...sec=frontcover

Priastana, I. K. A., & Nurmalisyah, F. F. (2020). Faktor Risiko Kejadian Demensia Berdasarkan Studi Literatur. Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 15(2), 279–282. https://doi.org/10.36911/pannmed.v15i2.745

Rita, N. (2020). Hubungan Peran Anggota Keluarga dan Kebiasaan Merokok dengan Pencegahan Resiko Demensia Pada Lansia. Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah, 3(1), 317–326.




waw postingan baru satu tapi bikin postingan Ilmiah dengan referensi Jurnal Ilmiah juga, ini nyari referensi sendiri dalam penulisan rubrik ini, atau sekadar copas?

Negara sendiri punya definisi Lansia, tapi faktanya masih banyak orang-orang umur segitu yang aktif di pemerintahan, jadi pejabat, dsb

padahal dari definisi Lansia saja seharusnya sudah bisa dianggap tidak pantas lagi menduduki posisi atau jabatan-jabatan strategis yang membutuhkan kondisi pikiran yang prima, enggak cuma fisiknya saja
profile-picture
destiyarama memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA
15-10-2021 16:35
Nice!
0 0
0
MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA
15-10-2021 18:29
sodara ane udah mulai ada beberapa yang umur 70an masih sehat", memang gaya hidup pengaruh besar kali ya, sering jalan pagi dan ngumpul happy" sama temen nya, tambah masi kerja juga ngitung setoran duit jadi kepake kali otak nya ya wkwkk, malah sempet kena covid kemarin puji Tuhan gejala ringan laki bini,

tapi ane pernah minta di tolongin suru apus"in kontak nomor di hp nya (masi pake hp samsung lipet), sedih juga pas di bilang in udah banyak yang gak aktif karna udah pada ninggal
profile-picture
destiyarama memberi reputasi
1 0
1
MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA
16-10-2021 06:34
Itulah pentingnya pola hidup sehat!emoticon-Toast
profile-picture
destiyarama memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
MITOS ATAU FAKTA LANSIA PASTI DEMENSIA
17-10-2021 15:01
Suruh main ayodance mode c8 140bpm dijamin ga demensia
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Latest Release
week-of-12-01-2021
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia