Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
37
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61532481eac7a9020e750482/coretan-isi-hati-emak
Diam tak berbalas Pagi cerah bergegas Hilir mudik seakan masih ada tertinggal Ingat bawaan si kecil jangan sampai tertinggal Saatnya beranjak ke tempat tujuan Belahan jiwa tak kunjung bergegas Terbaring tanpa menghiraukan Ayo sayang kataku Tak berbalas tak bergeming Seketika ku tertegun dan bingung Ada apa gerangan? Kuulang lagi, sayang saatnya berangkat Pergilah! , sambutnya Bagai disambar petir
Lapor Hansip
28-09-2021 21:19

Coretan Isi Hati Emak

icon-verified-thread
Diam tak berbalas

Pagi cerah bergegas
Hilir mudik seakan masih ada tertinggal
Ingat bawaan si kecil jangan sampai tertinggal
Saatnya beranjak ke tempat tujuan

Belahan jiwa tak kunjung bergegas
Terbaring tanpa menghiraukan

Ayo sayang kataku
Tak berbalas tak bergeming
Seketika ku tertegun dan bingung
Ada apa gerangan?
Kuulang lagi, sayang saatnya berangkat
Pergilah! , sambutnya

Bagai disambar petir
Air mataku jatuh
Hatiku runtuh
Terulang lagi
Hal yang tak pernah kubayangkan

Diam seribu bahasa, dia belahan jiwa
Saat semua tak sesuai isi hatinya
Semua berbalik
Kumerasa cintanya punah ditelan badai

Hampa, getir, pahit
Lemah tak berdaya

Sang belahan jiwa, mengapa seperti ini?

Diam seribu bahasa
Apa salahku
Bibir kelu
Pilu

Tak tahu berbuat apa
Hanya deraian air mata

Mengapa belahan jiwa diam seribu bahasa?
Apa artinya dua insan berbeda dipersatukan dihadapan-Nya?

Ah, tak mengapa
Jikalau itu yang terbaik
Hanya berharap waktu berjalan semakin baik

Diamku
Diammu

Dimanakah ujungnya?

Tega

Tuhan apa yang sudah terjadi
Bibir kelu, sesak di dada
Tanpa sepatah kata
Diam seribu bahasa
Berlalu hari ke hari
Dijalani bagai mayat hidup
Tiada berarti

Diammu
Diamku

Sampai kapan?

Hidup masih panjang
Hari terus berganti bulan tahun
Bagaimana ini?
Mengapa hanya diam?

Biasa saja bagimu
Ketakutanku tak sedikit mempengaruhimu
Aliran sungai Amazon yang selalu menemani
Sesak di dada selalu menghampiri
Ku tak mengerti arti semua ini
Bagai nahkoda tak tahu arah
Nahkoda tak bergeming
Bagaimana nasib penumpang
Dikala badai, topan, hujan menderu
Tetapkah diam?

Diammu
Sampai kapan?

Terkadang berjalan seperti biasa
Tak saling menyapa tak saling bercanda
Diam tak berbalas

Amarah begitu tampak di pelupuk matamu
Aku yang salah
Kau selalu benar

Tak adil

Belahan jiwa haruskah begini caramu?
Bolehkah kutahu isi hatimu?
Bagaimana kutahu isi hatimu, diammu mengusikku

Sampai kapan?
Diam tak akan mengubah apapun
Lemah lembutmu hilang ditelan bumi yang kita pijak berdua
Sirna hanya karena hatimu yang keras
Sampai kapan?

Perlahan kau membunuhku dalam kesepian ini
Terbuat dari apa hatimu?
Diam tanpa kata
Amarah kian mendera
Haruskah bertahan atau cukup sampai di sini?

Diam itulah pilihan terbaikmu


Coretan Isi Hati Emak

Sumber foto: dokpri
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phyu.03 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Masuk untuk memberikan balasan
Coretan Isi Hati Emak
28-09-2021 22:21
Mks sudah mampir gansis ☺
0 0
0
Coretan Isi Hati Emak
28-09-2021 22:39
bahasa puitis gini bukan style gw sih.
secara gw org praktis bukan romantis.
gw kudu baca bberapa kali biar paham.
intinya , ts dikacangin ama lakiknya.
profile-picture
profile-picture
HaruYoshida447 dan sintara85 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Coretan Isi Hati Emak
29-09-2021 06:41
Bukan bermaksud buruk, tapi kenapa emak-emak kalo curhat soal rumah tangga isinya penderitaan atau airmata semua?
Berasa setiap cerita rumah tangganya gaada yang bahagia.

Ini nggak ke kamu aja. Mau di hatuha atau forwed hampir semua sama.

Pengen sesekali baca cerita emak-emak seperti "aku bahagia suami nikmatin semur jengkol buatanku yang rasanya sedikit keasinan hasil nyontek dari cookpad" atau "anakku memang tidak juara kelas, tapi kulihat betapa antusiasnya dia mengamati dan membantu ayahnya memperbaiki mobil, aku merasa bahagia".

Some lines like that...

Tapi apa emang platform curhat ini cuma buat cerita buruk aja?
Yang baik dan bagus di post ke wasap status atau ke tiktok?

(Cerita bagus ntar dikira pamer, art.)
Yakali ga bakal dikatain "teraniaya" gegara nulis cerita sedih semua emoticon-Belo

Yang nulis "wajar namanya juga manusia" sini antri gue selepet satu2 emoticon-Mad
Diubah oleh artwing
profile-picture
sintara85 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Coretan Isi Hati Emak
29-09-2021 08:21
yang sabar sis TS

coba jangan saling angkuh, klo lakinya keras

sista bisa turunin ego / ngalah, minta maaf duluan

kasih perbuatan/hal kecil yang nyenengin hatinya suami

misal dibuatin kopi ato apa, meskipun ga diminum tetep buatin tiap hari

lama" juga luluh..yang penting jangan capek duluan

inget, sekeras"nya batu klo kena tetesan air tiap hari juga lama" hancur
profile-picture
profile-picture
artwing dan trifatoyah memberi reputasi
2 0
2
Lihat 16 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 16 balasan
Coretan Isi Hati Emak
29-09-2021 13:27
Diamu diamku , hanya kenangan semata
profile-picture
sintara85 memberi reputasi
1 0
1
Coretan Isi Hati Emak
29-09-2021 17:45
Soal sabar, sis mira jagonyaemoticon-2 Jempol
profile-picture
sintara85 memberi reputasi
1 0
1
Coretan Isi Hati Emak
30-09-2021 12:46
Kenalan dari hp, 3 kali ketemu ngajak nikah.

Hai sobat semua, jumpa lagi di curhat emak. Apa kabarnya? Pasti sehat ya. Jombloers kuy merapat. Ini kisah nyata ts dan jombloers semoga secepatnya ketemu jodohnya.

Jodoh atau sering digeneralisasi pasangan sehidup semati menjadi perbincangan yang terkadang bikin orang sedih, kesel, marah saat jodoh belum kunjung datang. Kesel dan marah kalau setiap ketemu sama temen, kerabat, yang ditanya kapan kimpoi.

Katanya katanya, kalau di kota anak perawan atau anak laki susah banget ketemu jodohnya. Padahal sudah sering kumpul dalam satu komunitas, apalagi anak rantau dari berbagai daerah yang pasti sering ketemu tapi tak selamanya ada feeling yang beda dari biasanya antara wanita dan laki-laki, yang kata orang berarti belum jodoh.

Coretan Isi Hati Emak

Sedangkan yang hanya kenalan dari hp, melihat foto dari medsos saja kadang ada rasa penasaran ingin ketemu langsung sama doi. Tapi tetep kembali ke pribadi masing-masing sih, mau membuka hati atau tidak.

Dan kali ini ts membuka hati karena anjuran teman satu kampung satu sekolah yang sekaligus sepupu doi yang mau dikenalin. Memang sih ts sudah dewasa dari segi umur dan biasanya orang tua udah greget kalau anak gadisnya belum dapat jodoh ☺ dan ts pun berusaha kenalan langsung sama doi. Ya kalau pertemuan pertama tidak ada chemistry, cari yang lain eh sok sok an cari lagi ya padahal umur sudah mau beranjak kepala 3. Itulah tekadku saat itu, hmm.

Pertemuan pertama tampak biasa saja, tidak ada rasa yang berbeda, ditambah doi datengnya dengan pakaian lusuh dan dari kriteria cowok idaman udah diskors.
Walaupun ada satu dua kriteria yang memenuhi tapi ya namanya tidak ada rasa, ya let it go aja.

Pertemuan kedua doi kekeuh datengin ts ke kota yang berbeda dengan doi, kebetulan ts lagi liburan ke kota tempat tinggal doi jadinya tuh kebetulan bisa ketemu langsung.
Saat ada maksud dan tujuannya pedekate dengan mendatangi kota tempat tinggal ts yang notabene doi harus ambil tiket pp Sabtu siang berangkat, minggu sore pulang karena doi statusnya kerja, ts sempet ngelarang gak usah datang karena ts gak ada rasa, eh emang ya wanita tuh, sukanya milih-milih kali ya kayak milih baju gak cukup 3 toko kalau bisa milih baju sampai datengin 10 toko, hmm.

Hasil pedekate doi pun gagal, ts sebenarnya galau karena takut nanti kalau udah menikah, ekonomi keluarga gimana sedangkan doi hanya bekerja di perusahaan swasta, baru kenal masa sih mau diajak nikah, kalau sifatnya temperamen kayak cerita - cerita orang gimana, kalau ternyata sudah pernah punya istri atau pernah hamilin anak orang dan banyak lagi alasan trauma pacaran dengan lelaki biawak darat.

Namun dari berbagai saran, anjuran keluarga dan sepupu doi, ts akhirnya menurunkan kriteria yang terlalu tinggi dan dilihat dari usaha doi datengin ts sampe 3 kali pp antar kota antar provinsi, membuat ts berubah pikiran dan mulai membuka hati.

Coretan Isi Hati Emak

Sampai pertemuan ketiga kalinya, doi bela-belain datang dan mendesak agar dilangsungkan pernikahan sesegera mungkin karena ternyata doi sudah mendekati usia kepala 4 dan orangtuanya pun mendesak agar segera meminang ts.
Ts pun akhirnya mengiyakan walaupun pertemuan hanya 3 kali dan belum ngerti sifat masing-masing hanya modal yakin kalau semua yang namanya rumah tangga pasti ada masalah karena ada isi dua kepala yang berbeda.
Akhirnya di bulan ke 6 setelah pertemuan tepatnya di penghujung tahun, kita menikah.
Puji Tuhan tidak menunggu lama, di bulan pertama awal pernikahan, ts diizinkan memiliki buah cinta dengan sang suami yang ketemu hanya 3 kali.

Coretan Isi Hati Emak

Sumber: opri
Foto: dokpri foto ilustrasi kencan online
0 0
0
Coretan Isi Hati Emak
30-09-2021 12:46
Jodohnya dari hp 😍
0 0
0
Coretan Isi Hati Emak
01-10-2021 08:08
Mantap mak! Moga langgengemoticon-Toast
profile-picture
sintara85 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Coretan Isi Hati Emak
01-10-2021 09:44
Kejebak PPKM level 4, liburan tetap jalan

Hai gansis gimana kabarnya hari ini, sebentar lagi weekend pada senang ya pastinya. Sehat buat kita semua ya gansis.

Coretan Isi Hati Emak

pemandian air panas Laudebuk debuk

Tertanggal 27 juli mulai diadakan PPKM ( pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di Jawa dan Bali pun daerah lain walaupun tidak semua daerah. Sebab diketahui daerah di luar Jawa dan Bali, tingkat kematian terpapar covid-19 tidak terlalu signifikan.
Sekolah - sekolah, rumah ibadah, pasar tradisional, masih dibuka walaupun dibatasi pengadaannya namun tidak seintens ppkm di daerah Jawa dan Bali.

Sebelum pemberlakuan PPKM level 4, ts beserta 2 anak berusia 4 dan 6 tahun berada di kampung kelahiran dan terpaksa membatalkan kepulangan ke Jakarta karena persyaratan terbang saat itu wajib vaksin COVID-19🦠😷 dan PCR yang harganya berkisar 900 ribuan per orang ditambah pcr anak-anak.
Dan juga kegiatan kami di Jakarta tidak terlalu memaksa dan saat itu keadaan Jakarta sangat mencekam dan kami pun menunda kepulangan.

Coretan Isi Hati Emak

Foto: [URL=https://mobile.[twitter=kemenkomarves]1410769222397874176[/twitter]]kemenkomarves[/URL]

Karena ts belum mendapatkan vaksin sebelumnya, terpaksa harus menunggu pengadaan vaksin. Sedangkan di daerah terpencil seperti daerah saya, pendistribusian vaksin belum segercep di kota besar. Terpaksa menunggu lagi hingga sebulan.

Dari pada bosan menunggu dan keadaan di daerah saya tidak terlalu ketat pembatasan daerah wisata kecuali pembatasan kumpulan orang banyak seperti resepsi pernikahan, keluarga pun mengajak kami mengunjungi tempat wisata dan jatohnya agenda pulang kampung karena di akhir bulan Juni keluarga mengadakan satu acara dan karena ppkm berubah menjadi liburan.
Hikmah dari ppkm.

Daerah yang kami kunjungi pun memang terlihat sepi pengunjung beda dengan keadaan sebelum pandemi.
Tidak ada pemberlakuan pengecekan kartu vaksin, tes suhu tubuh hanya perlu kesadaran diri sendiri saja tetap pakai masker, hindari kerumunan dan mencuci tangan. Liburan tetap jalan.

Daerah pertama yang kami kunjungi adalah pemandian air panas Lau Sidebuk debuk Berastagi. Ketika keluarga besar tiba di daerah tujuan pada pukul 11 malam, pengunjung terlihat sepi dan kami tidak melewatkan moment mandi air panas walau suhu udara sangat dingin sekali. Kalau keluar dari kolam pemandian, suhunya seperti es yang baru keluar dari freezer, berrrrhhhh dingin sekali.

Quote:
Air Panas Lau Debuk-debuk

Obyek wisata ini merupakan pemandian air panas yang mata airnya bersumber dari perut bumi, mengandung unsur belerang, dapat mengobati penyakit gatal–gatal dan biasa dibuat sebagai pengganti mandi sauna. Pada waktu–waktu tertentu ada kegiatan ritual seperti : Erpangir Ku Lau (mandi ritual) yang bertujuan membersihkan diri dari roh – roh jahat dan niat – niat yang tidak baik. Jarak dari Kota Berastagi ke obyek wisata ini 10 Km dan dapat menggunakan bus ukuran besar.





Paginya, pengunjung mulai padat dan terlihat tidak semua pengunjung memakai masker padahal saling berkumpul dengan keluarga masing-masing. Gawat ini, ternyata orang-orang yang berada di kampung seperti tidak menghiraukan protokol kesehatan. Beda dengan ts yang sebelumnya di Jakarta begitu waspadanya, tidak pernah keluar rumah kalau jaraknya jauh dari rumah, tidak ada pertemuan keluarga, masker tetap stay dan hand sanitizer tetap stay.

Heran sekali. Tapi kembali ke prinsip masing-masing walaupun di desa terpencil angka kematian atau terpapar COVID-19 tidak signifikan seperti daerah lain, kita sendiri harus tetap menjaga diri dan kesehatan diri sendiri.
Melihat pengunjung yang semakin ramai, kami bergegas segera keluar dari tempat tersebut.

Karena vaksin tak kunjung turun, dan pembatasan kegiatan di tempat wisata tidak semua memberlakukan, keluarga besar pun merencanakan liburan ke pemandian Simarjarunjung di daerah kami dan pengunjung tempat pemandian pun tidak begitu ramai bahkan pengunjung tidak berlama-lama mandi di sekitar danau Toba itu, dan kami pun demikian. Hanya 3-4 jam di satu tempat dan tentunya tidak berkerumun dan tetap pakai masker.

Coretan Isi Hati Emak

Namun demikian, walau di daerah terpencil tidak terlalu signifikan angka kematian dan penyebaran covid-19 tetap waspada dan jaga kesehatan ya gansis sebab virus ini bisa datang kepada siapa saja saat immun tubuh lemah.

Ts bersyukur masih bisa melakukan kegiatan seperti biasa di daerah desa terpencil dan mengambil sisi positif dari ppkm, semoga angka penyebaran covid-19 segera menurun dan aktifitas normal kembali dan ts beserta anak bisa pulang bertemu dengan suami di Jakarta.

Terimakasih gansis atas waktunya mampir di marih.. Semoga kita sehat selalu dan dalam lindungan-Nya. Aaminn.

Sumber: opri
Diubah oleh sintara85
0 0
0
Coretan Isi Hati Emak
01-10-2021 09:46
Bersyukurlah dalam keadaan apapun dan tetap semangat
0 0
0
Coretan Isi Hati Emak
01-10-2021 14:07
duh panjang juga yak..
comment dulu.. baca belakangan.. emoticon-Big Grin
0 0
0
Coretan Isi Hati Emak
02-10-2021 21:11
Sundul gan
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Poetry
Heart to Heart
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia