News
Batal
KATEGORI
link has been copied
30
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/614ea575705ecd27be07cfa1/mengenal-blok-wabu-gunung-emas-dalam-konflik-luhut-vs-haris-azhar
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar Kamis, 23 September 2021 | 08:40 WIB ARIS PRASETYO Pemandangan area tambang Grasberg Mine di Kabupaten Mimika, Papua, yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia, Minggu (15/2). Lubang menganga sedalam 1 kilometer dan berdiameter sekitar 4 kilometer itu telah dieksploitasi Freeport sejak 1988. Kompas/Aris Prasetyo (APO) 15-02-2015 ***
Lapor Hansip
25-09-2021 11:28

Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar

Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar

Kamis, 23 September 2021 | 08:40 WIB
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
ARIS PRASETYO
Pemandangan area tambang Grasberg Mine di Kabupaten Mimika, Papua, yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia, Minggu (15/2). Lubang menganga sedalam 1 kilometer dan berdiameter sekitar 4 kilometer itu telah dieksploitasi Freeport sejak 1988. Kompas/Aris Prasetyo (APO) 15-02-2015 *** Local Caption *** Pemandangan area tambang Grasberg Mine di Kabupaten Mimika, Papua, yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia, Minggu (15/2). Lubang menganga sedalam 1 kilometer dan berdiameter sekitar 4 kilometer itu telah dieksploitasi Freeport sejak 1988. Hingga kini, cadangan bijih tambang di Grasberg Mine tersisa sekitar 200 juta ton dan akan benar-benar habis pada 2017 nanti. Kompas/Aris Prasetyo (APO) 15-02-2015

Penulis: Muhammad Idris
Editor: Muhammad Idris

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan resmi melaporkan aktivis Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya, Rabu (22/9/2021).

Keduanya disangka telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, pemberitaan bohong, dan atau menyebarkan fitnah.

Laporan terhadap keduanya ini buntut dari konten video yang diunggah di Youtube berjudul "Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!".

Laporan ini diterima dengan nomor STTLP/B/4702/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA, 22 September 2021.

Baca juga: Pengusaha Tambang hingga Juragan Tanah, Ini Profil Kekayaan Luhut

Tak hanya pidana, Luhut juga mengajukan gugatan perdata terhadap Haris dan Fatia. Luhut menggugat keduanya sebesar Rp 100 miliar atas pencemaran nama baik.

Dalam percakapan di video tersebut, disebut bahwa PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group terlibat dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua, tepatnya di Blok Wabu. Luhut sendiri adalah pemegang saham di Toba Sejahtera Group.

Blok Wabu Papua

Blok Wabu sendiri merupakan daerah pegunungan yang disebut-sebut memiliki kandungan emas cukup besar. Lokasi blok ini sebenarnya berada tak jauh dari area tambang milik PT Freeport Indonesia.

Blok Wabu sebenarnya sempat masuk dalam area konsesi Freeport Indonesia, tepatnya sebagai bagian dari Blok B dalam kontrak karya yang didapat perusahaan tersebut sejak 1991 atau di era Orde Baru.

Namun belakangan, perusahaan anggota holding MIND ID ini melepas Blok Wabu. Alasannya, karena Freeport Indonesia ingin fokus menggarap tambang Grasberg, Papua.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, pada awalnya Blok Wabu memang merupakan bagian dari Blok B dalam kontrak karya yang dimiliki perusahaan sebelumnya.

Meski hasil eksplorasi menunjukkan kandungan emas yang ada di Blok Wabu cukup menjanjikan, namun Freeport Indonesia memutuskan untuk tidak melakukan penambangan di sana.

"Jadi kami menyimpukan, bahwa kami tidak tertarik untuk menambang di situ. Kenapa? Bukan karena Wabu itu tidak berpotensi, tapi kami fokus di Grasberg," ujar Tony kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, Freeport Indonesia telah melepas Blok Wabu kepada pemerintah bahkan sebelum tahun 2018.

Namun, pemerintah baru secara resmi menyatakan hal tersebut dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada 21 Desember 2018.

Pada IUPK Freeport Indonesia yang diterbitkan pemerintah, menyatakan bahwa wilayah tambang perusahaan hanya sekitar 9.900 hektar, yang dulu dikenal dengan Blok A. Sehingga Blok B atau Blok Wabu tak lagi masuk kawasan Freeport Indonesia. 

Kata dia, bagi siapa pun perusahaan yang akan menambah Blok Wabu akan menghadapi tantangan berat. Ini karena akses ke lokasi tersebut saat ini belum tersedia sama sekali.

Saat melakukan eksplorasi, Freeport Indonesia disebut-sebut menemukan kandungan emas yang menjanjikan di Blok Wabu. Berdasarkan pendataan yang dilakukan saat itu, potensi sumber daya emas di sana mencapai 8,1 juta troy ounce.

Adapun untuk kadar emas dalam bijih emas yang bisa digali di Blok Wabu, diperkirakan cukup tinggi. Rata-rata kadar emas dalam satu ton bijih emas yang digali sekitar 2,17 gram. Bahkan, di beberapa spot, ada yang sampai 72 gram per 1 ton bongkahan bijih emas.

Kabar yang beredar saat ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (Persero) atau Antam berencana menggarap Blok Wabu tersebut. Kendati begitu, saat ini anggota dari holding BUMN Pertambangan Mind ID itu, masih menunggu kepastian kebijakan dari Kementerian ESDM.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moerdak mengatakan, Blok Wabu memang telah dilepas oleh Freeport Indonesia dan dikembalikan ke pemerintah.

Namun, pihaknya tak bisa banyak berkomentar sebab kewenangan penyerahan pengelolaannya berada di Kementerian ESDM.

"Wabu posisinya di Kementerian ESDM, belum ada apa-apa ke kami. Jadi perlu diketahui, penawaran satu area (Blok Wabu) akan ditawarkan ke negara yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian BUMN, BUMD, baru swasta, begitu urutannya," ujar Orias dalam konferensi pers virtual.

Sumber:
https://money.kompas.com/read/2021/0...vs-haris-azhar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Masuk untuk memberikan balasan
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 11:36
Ya sudah tinggal di jelaskan data yg ente punya di kepolisian...

Biar ga disangka pitnah toh...

___________emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 11:39
Cocok kali pabila timika ini dipimpin sekelas Aneis..banyak spot instagramable yang bisa diolah,,dengan bangun tugu token token ..paasti turis berbondong bondong untuk selvi..ekonomi rakyat akan naik,maju kotanya bahagia warganya.emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 11:40
Quote:Original Posted By 54m5u4d183


Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar



Ingsun kagungan kersa, Gunung bali gunung, kuwi opo sing bisa tak andhareke marang sliramu kabeh, muga-muga bisa kelaksanan.

emoticon-Traveller
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 11:56
Status Blok Wabu.

Seperti diketahui, Blok Wabu yang berlokasi di Kabupaten Intan Jaya, Papua itu jadi perhatian di ruang publik, menyusul perseteruan antara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan dua aktivis yaitu Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar bersama Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti.

Luhut pun telah melaporkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya, pada 22/09/2021.

Pangkal dari laporan Luhut terhadap kedua aktivis tersebut, buntut dari konten video yang diunggah di Youtube yang berjudul: Ada Lord Luhut Di balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!!.

Dalam percakapan di video tersebut, disebut bahwa PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group terlibat dalam bisnis tambang di Intan Jaya, Papua, tepatnya di Blok Wabu. Luhut sendiri adalah pemegang saham di Toba Sejahtera Group.

Luhut merasa difitnah, dicemarkan nama baiknya dalam bisnis tambang emas di (Blok Wabu) Intan Jaya, Papua.⁣ Selain itu, laporan juga dilakukan karena Luhut enggak puas sama dua kali somasi yang sudah dilayangkan kepada Haris-Fatia.

Tak hanya pidana, Luhut juga mengajukan gugatan perdata terhadap Haris dan Fatia. Tak tanggung-tanggung, Luhut bahkan menggugat keduanya sebesar Rp 100 miliar atas pencemaran nama baik.

Freeport Indonesia telah melepas Blok Wabu kepada pemerintah bahkan sebelum tahun 2018. Namun, pemerintah baru secara resmi menyatakan hal tersebut dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pada 21 Desember 2018.

Blok Wabu sebenarnya sempat masuk dalam area konsesi Freeport Indonesia, tepatnya sebagai bagian dari Blok B, dalam kontrak karya yang didapat perusahaan tersebut sejak 1991 atau di era Orde Baru.

Namun belakangan, perusahaan anggota holding MIND ID ini melepas Blok Wabu. Alasannya, karena Freeport Indonesia ingin fokus menggarap tambang Grasberg, Papua.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, pada awalnya Blok Wabu memang merupakan bagian dari Blok B dalam kontrak karya yang dimiliki perusahaan sebelumnya.

Meski hasil eksplorasi menunjukkan kandungan emas yang ada di Blok Wabu cukup menjanjikan, namun Freeport Indonesia memutuskan untuk tidak melakukan penambangan di sana.

"Jadi kami menyimpukan, bahwa kami tidak tertarik untuk menambang di situ. Kenapa? Bukan karena Wabu itu tidak berpotensi, tapi kami fokus di Grasberg," ujar Tony sebagaimana dikutip dari Kompas.

Pada IUPK Freeport Indonesia yang diterbitkan pemerintah, menyatakan bahwa wilayah tambang perusahaan hanya sekitar 9.900 hektar, yang dulu dikenal dengan Blok A. Sehingga Blok B atau Blok Wabu tak lagi masuk kawasan Freeport Indonesia. 

Kata dia ( Tony Wenas ) bagi siapa pun perusahaan yang akan menambang Blok Wabu akan menghadapi tantangan berat. Dikarenakan, akses ke lokasi tersebut saat ini belum tersedia sama sekali.

Setelah dilepas PT Freeport Indonesia, prioritas utama Blok Wabu tentunya harus diserahkan ke perusahaan tambang BUMN, seperti Mind ID atau PT Aneka Tambang (Tbk) alias Antam, sebagaimana diamanatkan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara. Tambang yang telah diserahkan asing ke pemerintah pusat harus melalalui proses tender dan lelang secara transparan dan terbuka di Kementerian ESDM. Prioritasnya adalah perusahaan BUMN, jika BUMN tak tertarik baru ke BUMD dan terakhir barulah ke perusahaan swasta melalui mekanisme lelang.

Akan tetapi, kasak kusuknya, salah satu perusahaan yang disebut-sebut terlibat di Blok Wabu tersebut yaitu PT Tobacom Del Mandiri, anak usaha Toba Sejahtera Group. Luhut sendiri adalah pemegang saham di Toba Sejahtera Group.

Blok Wabu adalah salah satu konsensi yang berjarak 50 kilometer dari tambang emas, Grasberg di Mimika, Papua, yang dimiliki Freeport Indonesia dan Mind ID.

Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2020, potensi sumber daya Blok Wabu sekitar 117.26 ton bijih dengan rata² kadar emas 2,16 gram per ton emas (Au) dan 1,76 gram per ton perak. Artinya, setiap 1 ton material emas dari tanah memiliki kadar sebesar 2,16 gram per ton emas dan 1,76 gram per ton perak.

Saat melakukan eksplorasi, Freeport Indonesia disebut-sebut menemukan kandungan emas yang menjanjikan di Blok Wabu. Berdasarkan pendataan yang dilakukan saat itu, potensi sumber daya gunung emas di sana mencapai 8,1 juta troy ounce. Bila dikalikan dengan harga emas sekitar USD 1.900 per troy ons, maka potensi nilai sumber daya emas di blok Wabu mencapai sekitar USD 15,4 miliar atau sekitar Rp 221,7 triliun ( Asumsi kurs Rp 14.400 per USD ).

Kabarnya, Antam tertarik dan sudah siap masuk ke Blok Wabu. Namun ada laporan dari sejumlah organisasi bahwa pihak swasta sudah menguasasi blok tersebut. Kendati begitu, saat ini anggota dari holding BUMN Pertambangan Mind ID itu, masih menunggu kepastian kebijakan dari Kementerian ESDM.

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moerdak mengatakan, Blok Wabu memang telah dilepas oleh Freeport Indonesia dan dikembalikan ke pemerintah. Namun, pihaknya tak bisa banyak berkomentar sebab kewenangan penyerahan pengelolaannya berada di Kementerian ESDM.

Jadi, apakah pihak BUMN atau pihak Swasta yang akan mengelola blok Wabu nantinya? Itu menarik.

Apa pun itu, jika Blok Wabu tak diberikan kepada ke perusahaan tambang BUMN, maka harus ditenderkan ke pihak swasta dengan alasan yang jelas dan transparan.

Jadi status Blok Wabu, masih ngendon di Kementrian ESDM, belum diberikan hak pengelolaan nya kepada siapa pun, baik itu ke pihak BUMN maupun ke pihak swasta.

Di internal pemerintah, tentu diam² yang paling tahu informasi² terkait Blok Wabu, barulah pihak swasta yang tahu.

Siapa sih yang ngak ngiler dengan potensi di gunung emas tersebut?

Menurut saya, Blok Wabu mau dikelola pihak swasta ataupun pihak BUMN, ngak jadi soal, yang penting proses lelang, tender, terbuka. Dan memberikan manfaat, kesejahteraan juga keadilan bagi warga sekitar.

Blok Wabu di bumi Cenderawasih, yang kaya akan SDA nya. Bicara soal Papua kudu hati², karena menyangkut rasa keadilan masyarakat Papua. Banyak pelanggaran HAM dan lingkungan di Papua. Apalagi, momok bagi perusahaan tambang dimana saja, ya LSM dan aktivis² kemanusiaan, hukum dan lingkungan.

Di lain sisi, sudah banyak masyarakat yang dibantu oleh Kontras, WALHI, Greenpeace, YLBHI, dll. Apalagi Lokataru, kantor hukum yang didirikan Haris Azhar, sudah banyak melakukan pendampingan hukum bagi masyarakat Papua.

Berhadapan dengan aktivis lingkungan dan kemanusiaan juga, korupsi, harus hati², sebab riset² yang mereka lakukan berbasis data, riset yang dilakukan bisa bertahun-tahun, sebab ngak mudah untuk mendapatkan, memperoleh dan meminta data, baik dari kalangan birokrasi maupun dari warga. Setelah selesai riset juga disampaikan ke luar negeri. Kalau di dalam negeri bisa berguna juga untuk rekomendasi, masukan, pertimbangan bagi pihak manapun, baik itu pemerintah, lembaga hukum, pihak TNI-Polri, penyelenggara pemilu maupun swasta dalam menilai kwalitas seorang calon pemimpin, baik dalam konteks Pilpres, Pilkada, Pimpinan MA, MK, maupun Pemimpin TNI-Polri.

Riset Ikhwal mereka yang tergabung dalam Koalisi Bersihkan Indonesia, yang melibatkan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Walhi Papua, Pusaka, LBH Papua, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Greenpeace, dan Trend Asia, ngak menyasar Luhut dalam kajian yang telah mereka lakukan.

Kajian tersebut dilatarbelakangi keprihatinan atas terjadinya eskalasi konflik bersenjata yang dipicu operasi keamanan di Intan Jaya. Eskalasi konflik tersebut telah menyebabkan jatuhnya korban sipil, setidaknya puluhan meninggal dan ribuan mengungsi. Di sisi lain, ada pula dampak jangka panjang tambang emas terhadap lingkungan.

"Kajian ini bertujuan menguji asumsi dasar apakah benar di balik setiap rangkaian kekerasan militer selalu terselip kepentingan ekonomi," kata Ashov Birry, Jubir Koalisi Bersihkan Indonesia, dalam konferensi pers daring, Selasa kemarin, 22 September 2021, seperti dikutip Tempo.

Para peneliti dari sejumlah organisasi masyarakat sipil tersebut juga telah melakukan sejumlah tahapan.

Pertama, mengidentifikasi penempatan militer di Papua berdasarkan keberadaan pos atau kantor militer. Pencarian data ini dilakukan dengan akses informasi dari sejumlah sumber, termasuk pencarian di website milik TNI, Polri, dan Google Maps.

Kedua, peneliti mengidentifikasi sebaran konsesi di sekitar pos-pos militer tersebut. Kedekatan (proximity) antara pos militer dan konsesi menjadi salah satu indikasi untuk membuktikan asumsi dasar.

Ketiga, mencari keterhubungan antara konsesi perusahaan dengan anggota TNI Polri di Indonesia, termasuk purnawirawan. Dari tahapan tersebut, koalisi menemukan ada empat perusahaan yang teridentifikasi memiliki kedekatan dengan pos keamanan. Dua di antaranya, PT Freeport Indonesia dan PT Madinah Qurrata'Ain (MQ), yang disinyalir memiliki relasi atau keterkaitan dengan aparat, baik TNI maupun Polri, serta purnawirawan. PT Madinah Qurrata'Ain merupakan pemegang izin Darewo River Gold Project. Dalam proyek tersebut, West Wits Mining (pemegang saham PT MQ), membagi 30 persen sahamnya kepada PT Tobacom Del Mandiri. TDM merupakan bagian dari PT Toba Sejahtera Group, yang sebagian sahamnya dimiliki Luhut Binsar Pandjaitan.

Ashov mengatakan penelitian juga menggunakan konsep politically exposed person, yakni orang² yang memegang atau pernah memegang peranan publik, seperti kepala negara, politikus senior, pejabat yudisial atau militer, pejabat eksekutif BUMN, atau petinggi partai politik. Namun ia menegaskan, para peneliti tak bermaksud menyasar Luhut dalam kajian mereka.

Ashov mengatakan, ada nama² aktor TNI-Polri lain yang ditemukan dalam penelitian tersebut. Pada intinya, kata dia, kajian tersebut menyoroti potensi konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang.

"Kami tegaskan prosesnya bukan berangkat dari orang. Tahapannya tidak langsung dari aktor, tapi aktor ditemukan dalam konteks tersebut," ujarnya.

Menurut Ashov, dari hasil analisis, Koalisi menilai penempatan militer di Intan Jaya bersifat ilegal. Sebab, belum pernah ada keputusan Presiden Joko Widodo yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat ihwal pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI ke Intan Jaya, sesuai ketentuan yang diatur UU.

Koalisi pun merekomendasikan sejumlah hal dari penelitian yang dilakukan.

Pertama, meminta pemerintah pusat menarik seluruh personel keamanan TNI/Polri yang diturunkan secara nonorganik ke Papua.

Kedua, mendesak pemerintah menindak tegas aparat militer yang melakukan pelanggaran HAM. Ketiga, meminta pemerintah mencabut perizinan perusahaan yang tak mendapat persetujuan masyarakat lokal.

Keempat, mendesak pemerintah pusat dan daerah mengutamakan keselamatan dan kedamaian di Intan Jaya, serta mengupayakan pelayanan sosial yang baik untuk masyarakat.

Kelima, meminta pemerintah meninggalkan pendekatan militer dalam setiap kebijakan menyangkut Tanah Papua.

Keenam, pemerintah dalam hal ini BUMN harus menimbang ulang pilihan untuk menempatkan militer di kursi komisaris. "Karena tadi konsep PEP, yang kemudian bisa menyebabkan konflik kepentingan dan abuse of power," ujar Ashov.

Sudah banyak saran, lebih baik antara Luhut dan Haris-Fatia saling ketemu, saling konfirmasi data dan fakta. Sesimpel itu sebenernya, lagian aktivis menyoroti pejabat negara di negara demokrasi itu sesuatu hal yang biasa. Lagipula menariknya, dugaan saya, penelitian mereka belum sepenuhnya rampung, dan belum banyak data yang diungkap ke publik. Dan, nah! Luhut sudah kadung lapor ke Polisi, artinya proses akan panjang, bisa sampai ke pengadilan. Menariknya lagi, belum sampai ke pengadilan, pasti Jokowi yang akan terkena imbasnya, ngak akan jauh dari narasi seperti penanganan kasus² HAM di era Jokowi semakin buruk, New Orba, kriminalisasi aktivis, apalagi kalau sudah sampai ke pengadilan, dan pasca putusan pengadilan.

Kalau memang nanti sudah begitu, ya jangan banyak harap Papua makin damai dan kondusif.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
0 1
-1
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 12:06
Eaaaa...... Ayo dibuka semua. Ribut deh ketauan maenannya.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1 0
1
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 12:12
Cuma minta klarifikasi bacotnya haris azhar di Youtube susah banget. Kalau bener Luhut gak punya muka lagi, dan kalau salah tinggal beli materai minta maaf selesai perkara.

Cari adsense gak gitu2 banget kale. Budak adsense jadi sebar hoax.

Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan pilotugal2an541 memberi reputasi
2 0
2
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 13:05
namanya juga orang iri dengki medit ciri kas kadrun

memang knp sih kl luhut punya tambang emas??

coba kl wan abud punya tambang emas pasti dipuji puji bak nabi emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1 0
1
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 13:11
Tambang emas harus 100% dikelola oleh pemerintah, tidak ada kompromi
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 54m5u4d183 memberi reputasi
2 0
2
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 13:19
Front Pembela Luhut langsung pasang badan nih emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 54m5u4d183 memberi reputasi
1 1
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
25-09-2021 13:22
untung namanya gak blok wibu
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1 0
1
Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar
26-09-2021 11:34
makanya opm bergerak khan

freeport pasti ga diem aja

emoticon-Leh Uga
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia