Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
9
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/614935729f2b6731e62ce042/ternyata-masalah-kejiwaan-bukan-karena-kerasukan-dan-dapat-dijelaskan-secara-ilmiah
Jika agan sista sering melihat ODGJ di jalan dengan pakaian compang camping atau mereka lagi senyum-senyum sendiri, ngobrol sendiri atau hal lainnya yang abnormal, agan sista perlu tahu bahwa semua manusia sebenarnya punya potensi seperti mereka. Namun, pada diri manusia faktor yang menjadi pencetusnya bisa bermacam-macam. Diantaranya, traumatis karena peristiwa yang tak mengenakkan, ced
Lapor Hansip
21-09-2021 08:29

Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah
Sumber

Jika agan sista sering melihat ODGJ di jalan dengan pakaian compang camping atau mereka lagi senyum-senyum sendiri, ngobrol sendiri atau hal lainnya yang abnormal, agan sista perlu tahu bahwa semua manusia sebenarnya punya potensi seperti mereka. Namun, pada diri manusia faktor yang menjadi pencetusnya bisa bermacam-macam. Diantaranya, traumatis karena peristiwa yang tak mengenakkan, cedera otak karena kecelakaan, konsumsi narkoba berlebihan, atau bahkan diturunkan secara genetika.

Tapi, mari kita fokus pada faktor paling terakhir, yaitu “diturunkan secara genetika.” Seberapa besar sih faktor genetika mempengaruhi seseorang hingga mengalami gangguan jiwa? Tidak banyak, hanya 40 persen sisanya adalah faktor lingkungan. Ini berarti gangguan jiwa ini tidak akan muncul walaupun dalam darah seseorang mengalir gen gangguan jiwa jika tidak ada factor lingkungan yang mencetusnya. Hmm…barangkali prinsipnya seperti penyakit alergi, tidak akan muncul jika tidak ada pencetusnya.

Dalam studi yang dimuat di American Journal of Human Genetic disebutkan bahwa nama genetic gangguan jiwa ini dinamakan ABCA13 dan diyakini oleh para pakar akan mempengaruhi molekul lemak di otak dan kemudian mempengaruhi kejiwaan seseorang.

Namun, untuk menambah khasanah pengetahuan kita bersama, ODGJ yang sering agan sista lihat dijalan dalam perjalanan ke kantor , ke kampus, ke mall dan lain-lain merupakan penyakit gangguan jiwa. Lain lagi dengan "masalah kejiwaan" yang berpotensi menyebabkan gangguan jiwa. Jadi, gangguan jiwa dan masalah kejiwaan jelas beda ya, tapi saling berkaitan. Saya kutip dari detik.health bahwa :

Menurut UU Kesehatan Jiwa No.18 tahun 2014, ODMK adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan dan atau kualitas hidup sehingga memiliki risiko mengalami gangguan jiwa.

Sementara, ODGJ adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang bermanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala dan atau perubahan perilaku yang bermakna serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia.

Apapun istilahnya, gangguan jiwa maupun masalah kejiwaan sama-sama diturunkan secara genetik sekitar 40 persen dan hanya akan timbul jika ada pencetusnya. Sisanya 60 persen masalah eksternal seperti kecelakaan, traumatik, konsumsi obat-obat terlarang,dll. Sayangnya, keyakinan yang beredar di masyarakat bahwa gangguan jiwa ataupun masalah kejiwaan merupakan suatu penyakit akibat kerasukan atau seseorang yang kurang dekat dengan Tuhan. Nah, biar tak salah kaprah, mari kita cek satu demi satu masalah kejiwaan sbb :

1. Depresi.

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan seseorang merasa sedih terus-menerus. Sedih wajar, karena semua manusia dibekali macam-macam emosi termasuk sedih. Namun, jika rasa sedih ini terus menerus setiap hari secara konsisten ini namanya depresi. Orang dengan gangguan depresi biasanya tidak punya minat terhadap apapun, tidak bisa tidur, kehilangan harapan sehingga akhirnya dia berkeinginan untuk bunuh diri.

Biar jelas, simak wawancara dengan orang depresi di bawah ini :



2.Skizofrenia



Penyakit masalah kejiwaan Skizofrenia salah satu cirinya adalah sering berhalusinasi sehingga penderita tak bisa membedakan antara kenyataan dan halusinasi. Penderita penyakit ini juga memiliki seorang teman khayalan. Penyakit ini bisa ditimbulkan karena memendam permasalahan sendiri, dipikir sendiri dan pada akhirnya mengganggu kejiwaan.

3. Gangguan bipolar

Secara garis besar gangguan bipolar merupakan penyakit gangguan suasana hati dimana mood/suasana hati berada di fase manik/senang atau depresi dalam waktu 1 atau 2 minggu atau bahkan bulanan. Namun, pada kedua fase ini penderita tidak punya alasan untuk merasa senang ataupun sedih.

Normalnya, orang dengan kejiwaan yang sehat memiliki alasan untuk merasa senang, misalnya menjadi juara kelas, mendapat uang banyak, mendapat pekerjaan yang diidamkan, dll. Sebaliknya, penderita bipolar tak punya alasan mengapa ia senang, sebab hal ini terjadi mendadak. Juga, orang normal akan merasa sedih karena suatu alasan, misalnya keluarga meninggal. Sebaliknya, orang bipolar sedih tanpa alasan dan mendadak.

Penderita bipolar tak bisa mengendalikan emosinya ketika merasa senang dan sedih. Dan karenanya ia akan begitu senang berlebihan, beraktivitas berlebihan. Misalnya, mengerjakan soal matematika beberapa hari secara konsisten dan melupakan kegiatan lainnya hingga tak bisa tidur pada malam harinya. Begitupun sebaliknya, ketika rasa sedihnya datang ia akan sedih berlebihan hingga bisa meyakiti dirinya sendiri ataupun yang paling buruk bunuh diri. Tentu ini akan sangat mengganggu hubungan sosialnya, pekerjaan dan aktivitas lainnya.



4. Gangguan kepribadian ambang

Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah
Sumber

Pencetus gangguan kepribadian ambang selain genetika adalah biasanya trauma akibat peristiwa tak menyenangkan seperti pelecehan, mengalami kekerasan, ditinggalkan orangtua, dll. Penderita biasanya memiliki cara berpikir dan cara pandang yang berbeda dengan orang pada umumnya.

Penderita juga mengalami mood swing seperti penderita bipolar. Namun, pada penderita gangguan kepribadian ambang mood swing dapat berganti dalam sekejap dan tidak berperiode seperti penderita bipolar. Lebih parahnya lagi, penderita gangguan kepribadian ambang ketika sedang tertekan akan menyakiti dirinya. Membenturkan kepala ke tembok, membakar tangannya, menyilet tangannya, dan bentuk penyiksaan diri lainnya merupakan upaya penderita dalam menghilangkan stress. Umumnya setelah menyiksa diri penderita merasakan ketenangan.

Hal lainnya yang perlu diketahui bahwa penderita sangat sensitif terhadap penolakan, kritik. Sulit berinteraksi normal dengan orang lain, sehingga biasanya sulit dekat dengan orang lain. Tidak berpikir panjang sebelum bertindak. Berhalusinasi seolah ia mendengar suara di luar dirinya. Penderita juga sering merasa sedih, hampa, tak berharga, merasa paling menderita, juga merasa takut ditinggalkan orang yang berharga baginya.

5. Psikopat

Psikopat juga merupakan penyakit gangguan jiwa yang dapat diturunkan ataupun terjadi akibat faktor eksternal sama seperti 3 poin sebelumnya. Psikopat disebut gangguan kejiwaan antisosial karena penderita tidak memiliki rasa empati. Seorang psikopat tidak akan merasa bersalah ketika perbuatannya merugikan orang lain walau ia tahu hal tersebut merugikan.

Seorang psikopat juga tak akan mengalami reaksi emosional takut, kaget, sedih atas suatu peristiwa dan karenanya tak akan memiliki empati. Namun, seorang psikopat juga bisa menangis, berempati jika diperintah. Hal ini sudah teruji melalui sebuah penelitian. Seorang psikopat juga dapat diajarkan berempati, salah dan benar tapi tak berlaku bagi 1-2 persen psikopat sejati.

Namun, seorang psikopat tidak selamanya akan berakhir menjadi seorang kriminal. Bahkan, menurut penelitian hanya sekitar 20 persen psikopat yang berakhir menjadi seorang kriminal. Namun, seorang pelaku kriminal yang juga seorang psikopat 100 persen pada masa kecilnya sering melakukan penyiksaan pada hewan lalu meningkat pada manusia.

Hal lainnya adalah seorang psikopat manipulatif dan karenanya ia akan nampak sebagai pribadi yang hangat ketika di depan orang lain tapi kebalikannya ketika tidak ada orang. Psikopat umumnya ber-IQ tinggi tapi bukan berarti tidak ada yang ber-IQ rendah.

Nah, agan sista sekalian demikian dari saya dan semoga tulisan saya ini bermanfaat dan menambah pengetahuan agan sista sekalian. Wassalam !! 😘😘😘😘😘




Rererensi
https://health.detik.com/berita-deti...akit-keturunan
https://hellosehat.com/mental/ganggu...ena-keturunan/
https://www.alodokter.com/macam-maca...g-umum-terjadi
https://www.halodoc.com/kesehatan/gangguan-bipolar
https://www.alodokter.com/bpd-border...ality-disorder
https://health.kompas.com/read/2016/...kopat?page=all
Diubah oleh manusiagatek
profile-picture
profile-picture
phyu.03 dan cheria021 memberi reputasi
2
Masuk untuk memberikan balasan
Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah
23-09-2021 09:31
Psikopat itu mirip kyk koruptor.
Walau bukan koruptor normal yang bagi2in korupsinya ke orang lain.
0 0
0
Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah
23-09-2021 09:53
itulah kenapa penting.menjauhi org2 yg bersikap toxic ,sikap.mereka nyerang mental yg bs nimbulin trauma ,induk dr permasalahan org dg depresi
profile-picture
manusiagatek memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah
23-09-2021 16:57
Bipolar hiihhh, ngeri dong.... btw Nice Thread Suhu... Oiya guys, kalo Lo pengguna Apple Device, terus Device Lo rusak, yang domisili surabaya boleh nih mampir2 ke website : www.appleservicesurabaya.co.id Ato kalo lu pengen langsung cuzz ke storenya boleh lu Klik : iJOE Apple Service Surabaya
0 0
0
Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah
24-09-2021 19:56
kalau anxiety disorder termasuk juga?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah
26-09-2021 17:20
Trit bagus! Layak dpt bintang 5emoticon-Rate 5 Star

Kdg org susah mmbedakan gejala antara skizofrenia dan gangguann bipolar, malah menunjuk ke gejala psikopat.
0 0
0
Ternyata, Masalah Kejiwaan Bukan Karena Kerasukan Dan Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah
05-10-2021 14:09
Serem juga bipolar
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia