Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
555
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6142e0b5db64c5561b132bcc/temporal-harta-tahta-dan-wanita-wanita-dari-lain-dunia
WARNING!!! All right reserved! Thread original! Dilarang mengutip, mengcopy, memperbanyak, dan atau merepost sebagian atau seluruh isi thread ini dalam bentuk apapun dan di media manapun tanpa terkecuali. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi tegas! "Count your age by forming happiness with friends, not just watching the years go by, without the world's rhymes, which display so many charm
Lapor Hansip
16-09-2021 13:14

Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia

icon-verified-thread
screenshotan google



Quote:

WARNING!!!
All right reserved! Thread original! Dilarang mengutip, mengcopy, memperbanyak, dan atau merepost sebagian atau seluruh isi thread ini dalam bentuk apapun dan di media manapun tanpa terkecuali. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi tegas!


Quote:

"Count your age by forming happiness with friends, not just watching the years go by, without the world's rhymes, which display so many charms of life. Count your life with a smile, not with tears that never end."



prolog;


Quote:
Pagi ini udara nampaknya sangat membuat seluruh penghuni rumah kepanasan, entah mengapa, padahal AC sudah terkondisi dengan baiknya di setiap ruangan, namun entah mengapa ada yang tidak biasa, namun hanya di rasakan oleh keluarga Van The Broke saja, sedangkan di dalam rumah lainnya, tidak sepanas dan segerah kediamannya, hal ini dibuktikan ketika Nyonya Meisje Van, mengantarkan bahan pangan, untuk sahabatnya bernama Linda, sebagai ucapan rasa syukurnya Kepada Allah, atas rezeki yang melimpah ruah, saat masa panen telah tiba.

Meisje mengetuk pintu rumah Linda, dia adalah sahabat sekaligus tetangganya. Rumah tersebut nampak sepi, namun begitu sejuk dan nyaman, membuatnya betah untuk berlama-lama berada di sana.

Quote:
"Linda, apakah kamu berada di dalam rumah? Halooo ...." Sambil membuka pintu depan.

"Eh ada Meisje. Silahkan masuk. Wah banyak sekali yang kau bawa, apakah semuanya untukku?" Berjalan menuju Meisje dan mejamu nya dengan segelas air hangat, yang memang sudah tersedia di dekat meja untuk tamu.

"Tentu saja! Panen kami sangat baik tahun ini!" Meletakkan semua bawaannya ke atas meja. Kemudian duduk dengan nyaman.

"Seperti biasanya, kalian selalu lebih unggul."

"Tapi ...Linda, jouw huis tidak seperti rumahku! Padahal cuaca sangat sejuk. Aneh!"

"Sudah kubilang dari awal, jangan sembarang bicara di dalam rumah itu! Ada banyak penghuni dunia ghoib, leluhur Jawa, yang sangat tidak menyukai keberadaan Nederlandse afkomst."

"Tapi bukankah kau juga sama serupa kami?"

"Berbaurlah dengan pribumi, maka keluargamu akan selamat dari gangguan para leluhurnya."

"Aku tidak mempercayai adanya mistis, Linda! Oh Alsjeblieft!"

"Terserah apa katamu, Meisje!"


Sekembalinya dari rumah kediaman keluarga besar Mener Jhon, Meisje pulang ke rumah sambil memikirkan apa yang telah di sampaikan oleh Linda, sahabat sesama keturunan Belanda yang sudah lebih pribumi dengan masyarakat sekitarnya, bahkan makanan yang dikonsumsinya, sudah berupa makanan yang sudah mirip dengan yang di makan oleh masyarakat pribumi, sudah jarang di temukan sarapan "Groninger koek" ataupun "Hagelslag" yang mana sering sekali terdapat di meja semua keturunan Belanda, ketika pagi hari, yang sering dilihatnya saat berkunjung, ketika sedang membagi hasil panennya.

Di pintu depan dia bertemu anaknya yang paling tua, hendak pergi menuju tempat kuliahnya.


dialog:


Quote:
Selama sejam sudah Robert mencoba memperbaikinya, bahkan mencoba meletakan jimat miliknya untuk mencoba membuat AC bisa mereka rasakan kenyamanan.

Nampaknya ide di kepalanya itu mampu membuat AC berfungsi untuk mereka, hingga pada akhirnya Robert mencoba membicarakan masalah tersebut dengan keluarga Van The Broke, yang mana terkenal dengan sebutan "si batu" karena memang memiliki kekerasan sifat yang tidak bisa digoyahkan olah siapapun juga, termasuk istrinya.

Sesuai dengan dugaan Robert sebelumnya, ternyata Van The Broke tidak jua mempercayai apa yang dikatakan olehnya, bahkan dia menantang Robert untuk membunuhnya dengan menggunakan ilmu hitamnya, jika dia merasakan bahwasanya ilmu hitam itu ada, maka dia bersedia membayar Robert dengan begitu sangat mahalnya.

Sebenarnya Robert sedikit kesal, namun ketika Madam Aline berbicara dengan bahasanya yang sangat halus, maka dia tidak mempersoalkan kata-kata dari Van the broke, yang nampaknya sangat angkuh itu. Namun untuk selanjutnya dia tidak akan mau lagi dipanggil oleh Van, walaupun dibayar dengan sejumlah uang yang banyak sekali. Dia merasakan bahwasanya Van sudah sangat menghina nya dengan semua kalimat-kalimatnya tersebut. Namun sebelum pulang Robert mengatakan bahwasanya jimat yang telah diberikan di antara bagian teraman di dalam mesin AC, jangan sampai hilang, sebab jika hilang, maka keseluruhan ruangan akan mengalami kegerahan akibat dari panasnya matahari dari unsur-unsur misterius yang tidak bisa di netralisir oleh apapun juga, selain daripada jimat tersebut.

Seluruh keluarga memahami, hanya Van the broke yang tidak, bahkan dia hampir saja mencoba mengambil semua jimat Jimat tersebut, untuk membuktikan bahwasanya pikiran Robert adalah kesalahan fatal. Namun ponsel berbunyi dah Van harus bergegas pergi dari rumah.

Robert pulang dan bahkan tidak ingin di bayar oleh Van, ketika mereka berpapasan, ketika hendak meninggalkan rumah, akibat pekerjaannya sudah memanggil manggilnya, terjadi sedikit percekcokan, namun Opa segera melerai dan mencoba menenangkan keduanya.

Meisje mentransfer sejumlah uang ke rekening istri Robert, dengan keterangan bahwasanya uang tersebut pembayaran atas jasa Robert, untuk membuat AC di rumahnya kembali stabil.

Istri Robert segera menelepon karena terkejut dengan sejumlah uang yang dikirimkan tidak serupa biasanya.



dialog


Quote:
Tiba-tiba Van The Broke datang ke rumah Robert dan memintanya untuk menjadi manajer diperusahan miliknya, bahkan dia memohon dengan sangat tulus, walaupun tidak sampai merendahkan Diri daripadanya. Hanya saja kata-kata nya sangat halus dan enak didengarkan olehnya.

Awalnya Robert menolak, karena dia masih sangat marah atas perlakuan Van kepadanya, namun sang Istri mencoba membujuknya dengan sangat lembut, bahkan membuat Van merasa sangat iri dengan perlakuan Istrinya Robert kepadanya. Sebab selama ini perlakuan Meisje begitu sangat acuh, bahkan semua kebutuhannya di sediakan oleh mbok Ijah, asisten rumah tangga, yang sudah lama ikut orang tuanya sampai beranak pinak.

Pada akhirnya mereka setuju untuk saling membantu satu sama lainnya, bahkan perlakuan Van sudah sangat berubah sekali, nampak sangat ramah dan bersahabat, walaupun pada dasarnya ada sebuah perasaan aneh, ketika Robert melihat matanya jauh tajam melirik jubah milik Van, yang mana wangi dan aroma tubuhnya tersebut nampak menebarkan kedamaian, padahal sebelumnya aroma tersebut tidak pernah dirasakannya oleh Robert.

Dan sejak itulah segala gerak gerik Van mulai diperhatikan oleh Robert di kantornya. Sebab dia merasakan hawa yang tak biasa, bahkan ketika punuk nya mulai merasakan dingin di satu titik saja, ya tepat di tulang belakangnya, dia merasakan serupa ada baru es, memasuki tubuhnya dan membuat seluruh tubuhnya dingin. Namun nampak membuatnya sangat nyaman, bahkan lulut pada semua perintah dari Van, walaupun pekerjaan tersebut sangatlah berat baginya.

Suatu hari Robert bermimpi, ketika dia merasa kelelahan dan tertidur di sofa ruangan kantor Van. Dalam mimpinya dia bertemu seorang wanita cantik, yang mana menggoda dirinya untuk mengikuti keinginannya tersebut.


Quote:
"Hai tampan, apakah kau keletihan?" Sambil memainkan dasi yang dipakainya. Kemudian membelakangi tubuhnya dan memijit punggung belakang nya.

"Si si.. siapakah kau?" Berkeringat karena merasakan aroma yang tidak biasa.

"Aku Anissa ..." Menunjukkan wajahnya dengan posisi menyamping.

"Anissa, kenapa kau berada di tempat ini?" Mencoba berpikiran lebih fokus, karena dia sangat yakin jika anissa istrinya tidak akan pernah datang mencarinya ke kantor.

"Cup"

Sebuah kecupan mendarat di bibirnya. Nampak sangat dingin namun membuatnya sedikit mabuk dan menginginkan lebih dari itu. Hal yang sangat aneh, padahal dia sering di hujani kecupan, namun baru kali ini merasa satu kecupan yang tidak biasa, bahkan telah membangunkan seisi jiwanya, sampai sampai aliran darahnya mulai berdesir naik, akibat pompa jantung yang mulai memicunya dengan kekuatan yang sangat cepat dan tidak beraturan.

Namun saat detik-detik wanita tersebut berhenti memijat, tubuh Robert nampak sudah lebih bugar, melirik Anissa dan mencoba untuk mendekatinya, demi sedikit goda yang telah membuatnya terbakar oleh sentuhan magnetik yang memicu kesadarannya.

"Brakkk ...."

Robert terbangun, nampak wajah Van sangat merah seperti sedang terbakar sesuatu, kemudian mengarah ke jendela dekat sofa yang sudah cukup melenakan tubuh Robert yang sudah kelelahan tadi.

Nampak Van serupa menyeret sesuatu, entah apa, namun nampaknya sangat berat dan penuh perjuangan.

"Ada apa van?"

"Bukan urusanmu dan jangan pergi dari sofa itu walaupun hanya sesaat, tunggu sampai aku kembali."

Robert menantikan Van selama satu jam tanpa berani untuk beranjak dari sofa tersebut, karena dia sangat memahami bahwasanya Van bisa melihatnya dari CCTV yang ada di ruangan tersebut.

Van kembali, membawa dua kelapa muda dan langsung menyiramkan airnya ke arah tubuh Robert hingga dia basah kuyup. Lalu di mintanya mandi di toilet miliknya yang berada tak jauh dari kantornya, hanya bersebelahan dengan sofa tempatnya berdiri saat itu, bahkan memberikan pakaian yang baru saja dibelinya, untuk menggantikan pakaian yang telah basah. Hal yang paling aneh ialah ketika Robert melihat ke arah lantai dan sofa, tidak ada jejak-jejak air kelapa yang mengotori lantai bahkan sofa tempatnya di guyur oleh air kelapa tersebut.

Tidak berani bertanya dan memilih masuk ke dalam kamar mandi miliknya.

Anehnya kamar mandi tersebut nampaknya sangat panas, padahal AC tidak mati bahkan ujung jarinya bisa merasakan dinginnya AC.

Segera mandi sambil bernyanyi nyanyi kecil, namun anehnya tubuhnya serasa ada yang menyentuh hingga kegelian dan membuat dirinya merasa tidak nyaman, hingga memutuskan untuk menyelesaikan mandi dan mengganti pakaiannya. Lalu keluar menemui Van yang ternyata sedang membakar pakaiannya. Namun anehnya pakaian tersebut tidak jua terbakar, sampai pada akhirnya dia berkata, "kau sangat mencintai Anissa?"

"Dengan seluruh hidupku. Jiwa raga ini hanyalah miliknya."

"Mulai hari ini dan keesokan sampai tak terhingga, kau nikmati ruangan ini! Aku sudah jijik. Akan tetapi jangan pernah datang menemuiku di ruangan baruku, cukup di lobi saja kita bertemu untuk masalah bisnis."

Perkataannya sangatlah aneh, namun Robert mengacuhkan, bahkan dia sangat merasa gembira sekali ketika ruangan tersebut menjadi miliknya. Sebuah ruangan yang luas, di sertai dengan kamar mandi dan ruangan tidur yang membuat kenyamanan semakin memperdayai pikirannya tersebut.



ketika hidup adalah sebuah perjalanan menuju kesenangan, maka butalah mata hati hingga sebuta-butanya.


Lantas apakah Robert akan mengalami kebutaan olah dunia kecil antaranya? Ketika semua kenikmatan dunia mulai dirasakannya satu persatu ...hum...capek mikirnya brayy...

epilog;



Jejak kaki;
Nee ::;; tidak
Zou niet::: tidak boleh
Vader :::: ayah
jouw huis ::: rumahmu
Nederlandse afkomst ::: Keturunan Belanda.
Alsjeblieft ::: tolong
Broer ::; abang
toverdokter :::dukun
verdomme :::sial


Bersambung.


Quote:Warning: cerita ini hanya fiktif. Bila ada kesamaan cerita anda bisa segera hubungi kotak psikiater, karena kisah ini hanyalah fiksi, just from imajinasi, how to be.

Dan kisah inj masilah berupa sinopsisnya saja...mau tau isi keseluruhan? Nanti lihat aja updatannya satu persatu. Entuh juga kalau kaga lupainnya.
Diubah oleh delia.adel
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makgendhis dan 27 lainnya memberi reputasi
28
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 13:14
Akhirnya jadi jugaan cuk
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 69banditos memberi reputasi
2 0
2
Lihat 54 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 54 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 13:15
Diubah oleh delia.adel
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 13:25
Selamat buat trit barunya.. moga tetep berlanjut sampe tamat dan selalu rame..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 13:35
Quote:Original Posted By delia.adel
Just for im ....


Quote:Original Posted By Mbahjoyo911
Selamat buat trit barunya.. moga tetep berlanjut sampe tamat dan selalu rame..


Aaaamiin aaamiiiin aaamiiiin. Kalau rame mah kaga mungkin wkwkqk .cos sfth entuh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ApeloApelo dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 14:09
pertamaxxxxx...............................emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
delia.adel dan 69banditos memberi reputasi
2 0
2
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 17:05
TITIP jejak
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1 0
1
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 17:30
Quote:Original Posted By atikamut
pertamaxxxxx...............................emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast
Pertamax wis gak zaman

Quote:Original Posted By natta.de.coco
TITIP jejak


Makasih ya udeh titip titip
profile-picture
profile-picture
ApeloApelo dan 69banditos memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 18:48
Absen dlu di cerita nya sis adel emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ApeloApelo dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 19:23
paling banyak tiwul itu di bikin pakai tangan manusia.
Kang somay aja kalah... ngeri ga tuh.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ApeloApelo dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
16-09-2021 23:01
Mejeng di pejwan

Rene dab, ada lapak baru @durexz @69banditos

Your thread has been visited by :
Quote: GIF
Diubah oleh politon21
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ApeloApelo dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
17-09-2021 08:23

Part One: Van The Broke

Henzie adalah seorang gadis keturunan Indo-Belanda, yang mana sangat menyukai semua masakan dari dalam pulau jawa, dengn segala macam racikan bumbu dan semua penampilan yang terbungkus dengan daun, bahkan terbuat dari resep-resep aneh yang menurut keluarga besar "Van" semua makanan itu sangat tidak sehat, karena itulah, mereka membatasi diri untuk tidak membeli makanan dari luar rumahnya, apalagi mereka kini telah bermukim dan tinggal di sekitaran pulau Jawa.

Hari ini ada seorang ibu-ibu penjual makanan keliling, dia kemudian menawarkan dagangannya kepada Hanzie. Dalam bahasa Jawa, karena memang dia tidak bisa berbahasa jawa.

Quote:
"Dek purun tumbas tiwul mboten."

"Ayah aku mau beli tiwul itu!"

"Zou niet! Makanan tersebut di buat dengan memakai celana dalam."

"Tapi, Vader ..."

"Nee nee nee...Masuk kamar!"

"Ndoro, nek mboten remen dagangan kulo, ampun nyepelekake. Sebab kulo dagang njih mboten niat kangge ngracuni tiyang."

"Verdomme. Pergi sana!"


Ibu penjual tiwul tersebut sangat tersinggung dengan kata-kata kasar yang meluncur dari mulut Van The Broke. Bahkan dia merasa menyesal bertemu dengan keluarga tersebut, apalagi melintasinya kembali.

Akan tetapi saat dia hendak berbelok menuju perumahan Belanda lainnya, dia melihat seorang wanita jawa dengan dandanan yang sangat kuno, berdiri di antara pepohonan akasia di samping kolam renang yang paling luas. Melihat sepintas saja sudah membuatnya merinding disko, bahkan bulu kudunya berdiri secara spontan, sambil mengingat sebuah kepercayaan meludah, yang mana jika sembarangan di buang, maka nyawanya sudah pasti tidak akan selamat, maka dari itulah penjual tiwul itu segera mencari ludahnya, lalu di bungkus plastik untuk di selamatkan dari kutukan ludah milik Nyi Ronggeng, pemilik pohon akasia yang tidak suka dengan perbuatan yang tidak baik, seperti meludah karena untuk menunjukkan rasa marah dan kekesalannya, ataupun jijik ketika melihat sesuatu.

Sambil menjauhi runah tersebut, pikirannya kembali kepada sebuah kenangan, bahwasanya mitos tentang rumah tersebut, dahulu kala sudah memakan banyak korban, bahkan membuat rumah tersebut tidak ada yang berminat, sampai bertahun-tahun lamanya, kecuali keluarga Van the Broke, yang menemukan rumah tersebut dengan harga yang sangatlah murahnya.

Sedangkan di dalam kamar kecil milik hanzie, wajah murungnya itu membuat ibunya sangat khawatir, karena biasanya jika sudah mulai cemberut, maka dia akan bermusuhan dengan yang namanya makanan.

Karena kejadian tersebut seeing terulang, dan untuk kesekian kalinya, Henzie tidak bisa merasakan bagaimana rasanya "Tiwul" bahkan terkadang dia berkeinginan untuk mencoba kabur dari rumah dan menikmati semua kehidupan di luar rumah, terutama kulinernya, yang bahkan membuatnya berkeinginan menjadi seorang chef Indonesians'food.

Quote:
"Sudahlah, Nak! Jangan kau berwajah masam seperti itu, wajahmu nantinya akan lebih buruk, bahkan tidak akan cantik lagi!"

"Untuk apa cantik? Toh aku tidak akan boleh menikah dengan pria jawa yang aku suka. Pastinya akan di datangkan pria produksi impor, yang mana hanya bersekala kecil untuk kupilih, hanya vader sajalah yang memiliki kekuasaan penuh, seperti halnya kak Jois dahulu kala. Kau masih mengingatnya bukan?"

Mengeluarkan air mata lalu berkata, "ayo lekas makan, aku sudah mencoba menciptakan masakan yang mirip dengan tiwul, sudah kuberikan kepada Tante Linda untuk mencicipinya, karena hanya dialah yang tau bagaimana rasanya "Tiwul" ayo nikmatilah!"

Lidahnya mencoba untuk merasakan masakan ibunya, mencoba tiwul yang di buatnya dari gandum Belanda kiriman dari sepupuh ayahnya yang bermukim di sana.

"Bagaimana rasanya? Enak bukan?"

"Rasakan beda, kenyil dari tiwul nya belum kuraskan, walaupun masakan ibu ini sudah mirip, namun tiwul tetap lah tiwul, tidak bisa di gantikan oleh gandum."

"Lalu cobalah dengan yang satu ini, bahannya dari singkong, Moeder sudah mencoba membuat tepung tiwul sendiri dan berhasil, tidak sulit, anakku."

Mencobanya dan segera menyembunyikan semua tiwul yang diberikan ibunya pada piring terakhir.

"Tidak usah berkata apapun, aku sudah mengetahui jawabannya. Makanlah sebelum oma memintanya, dia juga sangat menyukai makanan tersebut."

"Moeder, terimakasih!"
.


Van membaca koran, nampak wajahnya sangat tidak menyukai berita yang tengah dibacakan, bahwasanya anak keturunan Nederland tengah menjadi seorang pelacur, kemudian meletakan koran tersebut dan pergi meninggalkan semua makanan di atas meja, dengan penuh kemarahan yang membuat bagian meja menjadi sedikit bergetar, ketika hendak beranjak dari sana meja makan.

Aline ibunya sudah sangat memahami kelakuan anaknya tersebut, bahkan sudah sangat hapal dengan apa yang akan terjadi nantinya, maka dia segera menyuruh pengecara untuk membuat skandal anaknya bisa di perkecil suaranya di media. Bahkan di suruhnya untuk membuat semua musuh utama dari padanya pada akhirnya jera untuk berurusan dengannya Van.

Van ternyata menuju ke tempat pelacuran, menebus seorang gadis Belanda yang sudah menjadi Hoer (pelacur) bahkan gadis tersebut di bawahnya secara paksa dan memintanya untuk menceritakan apa yang terjadi dengan seluruh keluarganya.

Quote:"Ini semuanya karena kesalahan dari leluhur kita terdahulu, mengapa suka sekali memperkosa rakyat pribumi, hingga pada akhirnya sebagian dari anak cucunya, membalas dendam, kini apa gunanya aku hidup dengan seluruh kotoran yang sudah menempel dalam tubuhku!"

"Aku akan menjadi ayahmu dan akan membuatmu menjadi gadis yang diinginkan semua pria."

"Tidak semudah itu, Meneer. Keperawanan ku sudah di rampas tanoa sisa, lalu bagaimana aku bisa di hargai oleh seorang pria?"

"Aku akan mencarikannya untukmu! Dengan segala kehormatan yang mulai hari ini harus kau jaga dengan baik!"


Wanita tersebut hanya bisa diam tanpa suara, namun keributan mulai terlihat. Nampak pemilik wanita tersebut marah dan menginginkan wanitanua yang dibawa oleh Van kembali, akan tetapi pemilik bar hanya bisa diam, sambil mencoba untuk berpikir bagaimana menarik wanita itu kembali. Karena ternyata harga wanita Belanda tersebut bisa membuatnya untung besar hingga sepuluh kali lipat.

Pemilik gadis Belanda tersebut meminta wajah Van, bahkan dengan seluruh emosional yang dimilikinya, dia akan menyatakan Bendera peperangan antaranya. Diselidiki lah Van dan akhirnya menjadi target dari sasaran kemarahannya karena sudah mengambil satu-satunya kesenangan daripadanya.

Sampai suatu hari perusahaan dari Van mulai terusik dan di usik olehnya.
Quote:
"Verdomme! Kenapa harus menyerang perusahanku. Siapakah dia? Apa maunya?"

"Pak, dia memberikan pesan lewat email kita, apakah Bapak ingin melihatnya?"

"Tunjukkan lah kepadaku!"


"KEMBALIKAN WANITA BELANDAKU! ATAU PERUSAHAANMU AKAN LENYAP TANPA ASAP"


"Balas saja begini "SILAHKAN TUNJUKKAN TARING, SEBELUM ANDA KANDAS" kirim dengan warna merah hati, kemudian warna ungu."

Lalu Van segera menyelidiki siapa di balik semua kekacauan yang terjadi pada perusahaannya akhir-akhir ini.

"Oey Yong Ha?! Bagaimana dia bisa bertahan hidup dan menjadi sangat kuat dan tak terkalahkan?"


Van mencoba mencari di mana rumahnya dah segera membajaknya, dia menginginkan sesuatu dari Oey demi untuk kebaikan antaranya. Sesampainya di rumah, Oey Yong tidak mengetahui jika rumahnya sudah di bajak, nampak sangat enjoy dan nyaman menikmati semua hidangan makan malam, laku setelah makan barulah Van muncul didepannya.

Quote:
"Apa kabarmu, Oey? Masihkah mengenaliku?"

"Cih! Aku benci kau, kenapa selalu menggangguku? Serahkan saja wanita itu, lalu perusahan milikmu akan selamat!"

"Boleh! Tapi harus kau nikahi, hari ini dan dalam waktu dua jam saja."

Van kemudian memanggil wanita Belanda tersebut lalu bertanya kepadanya, "Missen, apakah dia yang Pertama kalinya mengambil keperawanan milikmu?" Wanita tersebut mengangguk dan bahkan menjawab, "hanya dia yang menyentuhku, sedari kasarnya bermain, sampai kepada kelembutan yang membuat aku merasakan terbangun oleh gairahnya."

"Kau ingin menikah gadis ini Tidak?"

"Aku jatuh cinta sejak awal melihatnya, namun dia keturunan Belanda. Jadi aku tidak ingin memperistrinya."

"Kalau begitu, biarkan aku yang menikahinya, kau setuju? Pendeta sudah datang, dia akan menikahi salah satu dari kita."

"Jangan nikahi dia! Aku sangat mencintainya!"

"Bagaimana jawabanmu, Missen?"

"Aku mau dia menandatangani semua berkas-berkas kekuasaan untukku, agar aku bisa menjadi seorang pemimpin di perusahaan miliknya."

Setelah semua pernikahan di gelar di rumah tersebut, pada akhirnya wanita tersebut berkata, "Penggal dia dan habisi seluruh kekuatan politikus dari perusahaannya."


Korban pertama yang telah mengotori tangan wanuta manis keturunan Belanda itu membuat Van menjadi sangat menyayangi dirinya, sampai-sampai ada keinginan untuk membuat wanita tersebut menikmati bagaimana rasanya bercinta yang sebenarnya.

Tatapan dari Van sangat dipahami oleh gadis tersebut, sampai pada akhirnya dia memberikan kode untuk mengikuti dirinya sampai ke dalam ruangan paling besar di dalam rumah tersebut.

Quote:

"Kemarilah, Van! Lucuti pakaian ku dan kita habiskan malam ini bersamaan tanpa sedikitpun huru hara di antara kepala kita. Hanya untuk bersenang-senang saja, kaulah yang akan menjadi simpanan ku, begitupun sebaliknya, kita kuasai malam dengan penuh rasa percaya, bahkan tanpa adanya embel-embel cinta."

Van mendekatinya dan mulai mencoba untuk menyentuhnya, namun tiba-tiba dia terlempar sejauh sepuluh langkah, makhluk besar tinggi telah membuat dirinya tidak bisa menyentuh wanita tersebut, bahkan tubuh wanita itu tiba-tiba melemah dan pingsan begitu saja.

"Van jangan mempermainkan Anissa,"

Makhluk itu semakin mendekat dan bahkan perlahan-lahan berubah menjadi lebih cantik, seksi dan menggairahkan. Menggerayangi setipa lekukan tubuh Van, Sedari atas rambutnya hingga ujung kakinya. Anehnya dia tidak bisa bergerak, namun merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang pria sejati, yang mana membuat suasana menjadi lebih mudah untuk di jadikan sebagai permainan.

"Anissa, kau tidak bisa membuatku menjadi patung, mari lah kita rayakan malam ini. Buang rasa cemburumu dan akhirnya kita sampai kepada penyatuan raga yang tidak seimbang ini."

"Dasar sialan! Kau mencoba untuk selingkuh!"

Van kemudian dibantingnya berulang kali, hingga tubuhnya seperti remuk berkali-kali, namun dia hanya memasrahkan nyawanya di atas keputusan Anissa, makhluk tak kasat mata yang membuat seluruh keberuntungan usahanya melambung lebih tinggi.

Permainan malam itu sampai membuat seluruh pakaian Van terlepas begitu saja. Dadanya terbakar oleh keingintahuan atas semua sentuhan yang akan diberikan oleh Anissa. Bahkan tanpa menyentuhnya, Van sudah menggelepar penuh kepuasan yang bahkan tidak pernah di berikan oleh istrinya sendiri.

"Kau ingin pergi, Anissa?"

"Sudah mulai pagi hari, aku harus meninggalkanmu dengan wanita tersebut, esok kau bisa menyentuhnya, karena hari ini tubuhnya akan kuasai, agar kau menjadi milikku selamanya."

"Met al je plezier, geef ik me over!."


Tik tok tik tok

Jam dinding berbunyi, wanita tersebut terbangun dari tidurnya dan mulai mengerjakan pekerjaan rumah, sebab seluruh penghuni rumah tersebut sudah di usirnya, maka saat ini dialah yang harus mengerjakan semuanya.

Sepintas melihat Van yang nampak pulas tertidur di dekat lantai di bawah sofa. Dia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam, bergegas menuju ruang tamu, mencari Oey yang sudah di bunuhnya, namun tidak ada, bahkan berkas darahnya pun tidak ada.

Dia tidak mengetahui bahwasanya Anissa, makhluk ghoib dari dunia hitam sudah melahapnya dengan rakus, semalam, setelah satu babak berlalu, saat dengan liarnya menggarap tubuh Van dengan penuh cinta, bahkan terlaksana dengan baik kesempurnaannya.

Van terbangun kemudian dengan tubuh yang lebih bugar dan nampak jantan. Terlihat dari tubuh kotaknya yang bahkan nampak lebih kencang dari biasanya. Apalagi saat dia mencari keberadaan wanita tersebut, yang kemudian dinamakan Annie. Dengan hanya menggunakan setengah pakaian nya saja.

Quote:
"Hai tampan, apa kau lapar?"

"Tentu, semalam kau telah membuatku ketagihan, bahkan rasanya ingin melahapmu sekali lagi, namun aku harus pulang dan menikmati bagaimana kehidupan ini bekerja penuh cinta."

"Haruskah kau pulang?"

"Ya."

"Baiklah!"


Pagi ini nampaknya begitu sangat cerah, namun entah mengapa ada yang membuat Van merasa tidak nyaman, mungkin karena selama ini sudah membuat banyak skandal dalam hidupnya, sampai-sampai pada akhirnya dia melupakan bahwasanya kebahagiaan itu sebenarnya ada dalam hatinya sendiri, namun terkadang dia melupakan apa arti nya sebuah senyuman, yang dahulu membuat nya bersemangat untuk meraih sebuah harapan.

Entah sejak kapan rasa jenuh dengan rutinitas sehari-hari, menjadikan dia lebih banyak menyendiri masuk kedalam buaian dunia kerja, sampai pada akhirnya menemukan Anissa, lalu semuanya menjadi lebih mudah, hingga waktu untuk istirahatkan diri sudah terlampau sering dilakukan, hanya saja bukan untuk membahagiakan keluarga nya, namun untuk hasrat dan keinginan lainnya yang membuat kulit wajah nya nampak lebih kencang dan bahkan walaupun tanpa berolahraga, tubuhnya tidak pernah merasakan kendur.

Hal itulah yang terkadang membuat pertanyaan Istri nya meluncur, berakhir dengan tatapan mata Van yang tajam penuh amarah, lalu diam tanpa bahasa, sehingga komunikasi antaranya menjadi pudar di makan oleh aktivitas masing-masing.

Meisje bahkan terlampau sering berada di luar kota, untuk aktivitas pekerjaan nya sebagai desainer, yang mana menyita hampir separuh hidupnya untuk bergelut dengan anak-anak nya.

Akan tetapi ketika sebuah kecelakaan terjadi, Meisje pada akhirnya berhenti bekerja, menyerahkan bisnisnya untuk di kelolaan oleh Adiknya, kemudian menghabiskan sepanjang waktu di rumah.

Hingga dia pada akhirnya merasakan bahwasanya rumahnya tersebut sudah serupa penjara, dengan segala peraturan yang telah di buat Van seenaknya, bahkan harus sesuai dengan jadwal, sempat ada praduga dalam hati Meisje, jika perusahaan Van bangkrut, karena kegiatannya lebih banyak di rumah, mengatur semua orang, seolah-olah penjara adalah kebahagiaan total untuk seluruh keluarganya.

Bahkan sampai makanan saja, Van yang memutuskan apa yang seharusnya di masak dan di telannya bersama seluruh penghuni rumah.

Bahkan ada ruangan khusus yang terbuat dari kayu jati, yang mana tidak ada satupun orang yang boleh menyentuhnya, karena semua isi dalam kamar tersebut adalah nyawa untuk perusahaan dan semua usahanya. Maka dari itulah ruangan tersebut tidak pernah di buka, selalu terkunci dan hanya Van saja yang menyimpan kunci tersebut.

But apakah yang tersembunyi di dalam ruangan tersebut?.... don't know ayo mikir sama-sama..ada yang mau kasih ide kaga?

To be continued.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
17-09-2021 08:33
Ada adell di kamar kahemoticon-Leh Uga
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1 0
1
Lihat 30 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 30 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
17-09-2021 09:36
gak butuh harta gono gini, yg penting punya duit tabungan sampe Milyaran emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
politon21 dan delia.adel memberi reputasi
2 0
2
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
17-09-2021 15:14
sis..ceritanya setting tahun berapa ya?
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
18-09-2021 22:04
Apa yang tersembunyi di dalam kamar tersebut? Ternyata celana dalamnya tukang bikin tiwul
profile-picture
profile-picture
69banditos dan delia.adel memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
19-09-2021 02:29
Blm diupdate dellemoticon-Malu
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1 0
1
Lihat 21 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 21 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
19-09-2021 07:50

Episode kedua: Mesin AC

Pagi ini udara nampaknya sangat cerah, burung-burung berkicau menciptakan lagu mereka yang terlampau banyak kegembiraan, karena cuaca membuat mereka benar-benar menikmati kesejukan yang di tampilkan oleh pagi bersama embun-embunnya yang masih menempel di antara Makota dedaunan.

Akan tetapi sebuah keanehan terjadi, ketika udara yang tercipta di dalam ruangan keluarga Van The Broke, nampaknya tidak ada satupun penghuni yang merasakan bahwasanya udara hari ini adalah kesejukan, bahkan membuat seluruh penghuni rumah kepanasan, gerah, entah mengapa, padahal AC sudah terkondisi dengan baiknya di setiap ruangan, namun entah mengapa ada yang tidak biasa, namun hanya di rasakan oleh keluarga Van The Broke saja, sedangkan di dalam rumah lainnya, tidak sepanas dan segerah kediamannya.

Hal ini dibuktikan ketika Nyonya Meisje Van, mengantarkan bahan pangan, untuk sahabat yang juga berasal dari keturunan Belanda, bernama Linda, sebagai ucapan rasa syukurnya Kepada Allah, atas rezeki yang melimpah ruah, saat masa panen telah tiba. Dan keluarga Van The Broke selalu mendapatkan hasil yang menggembirakan, padahal sawah dan ladang milik semua orang di wilayah tersebut, yang mana di serang badai, yang mengakibatkan terjadinya paceklik, hingga hasil nya tidak membuat keuntungan sama sekali. Bahkan merugikan.

Meisje berjalan dengan santainya, lalu menyuruh Mang Dirman, tukang kebunnya, untuk meletakkan hasil panen yang dibawanya untuk Linda, berada tepat di depan pintu, mengetuk pintu rumah Linda, sambil celingak-celinguk mencari sahabat sekaligus tetangganya tersebut. Namun rumahnya nampak sepi, akan tetapi udara begitu sejuk dirasakan olehnya, bahkan sejak dia meninggalkan kediaman rumah Van The Broke.

Cuaca yang membuatnya betah, membuat Meisje malas untuk kembali ke rumahnya, dia duduk di teras dan berlama-lama berada di sana. Sampai pada akhirnya pembantu Linda menyapa dirinya.

Quote:
"Pagi, nyonya!"

"Pagi, bediende."

Karena merasa tidak enak dengan sapaan dari para pekerja yang mondar-mandir di rumah tersebut, pada akhirnya Meisje mencoba masuk ke dalam rumah untuk mencari Linda.

"Linda, apakah kamu berada di dalam rumah? Halooo ...." Sambil membuka pintu depan.

"Eh ada Meisje. Silahkan masuk. Wah banyak sekali yang kau bawa, apakah semuanya untukku?" Berjalan menuju Meisje dan mejamu nya dengan segelas air hangat, yang memang sudah tersedia di dekat meja untuk menjamu para tamu yang akan singgah ke rumahnya.

"Tentu saja! Panen kami sangat baik tahun ini!" Meletakkan semua bawaannya ke atas meja. Kemudian duduk dengan nyaman.

"Seperti biasanya, kalian selalu lebih unggul."

"Itu sebuah keberuntungan saja, Linda!"

"Bagiku bukan sebuah keberuntungan saja, tapi memang skill dari para pekerja di dalam keluargamu itu, sangat berbobot. Tidak main main untuk melakukan pekerjaannya, hingga hasilnya bisa sangat memuaskan sekali."

"Hal yang biasa, Linda. Semua pekerja juga seperti itu."

Mengambil air yang berada di atas meja kemudian meneguknya.

"Tapi ...Linda, jouw huis tidak seperti rumahku! Padahal cuaca pun sangat sejuk di luar rumah. Hal yang aneh, terjadi di rumahku, Linda!"

"Sudah kubilang dari awal, jangan sembarang bicara di dalam rumah itu! Ada banyak penghuni dunia ghoib, leluhur Jawa, yang sangat tidak menyukai keberadaan Nederlandse afkomst."

"Tapi bukankah kau juga sama serupa kami?"

"Berbaurlah dengan pribumi, maka keluargamu akan selamat dari gangguan para leluhurnya."

"Aku tidak mempercayai adanya mistis, Linda! Oh Alsjeblieft!"

"Terserah apa katamu, Meisje!"


Setelah basa-basi berlangsung selama beberapa jam kedepan, pada akhirnya Linda mengatakan bahwasanya dia akan mengerjakan tugas ke luar kota, hingga pada akhirnya Meisje merasa terusir secara halus dan pada akhirnya pamitan untuk pulang ke rumahnya.

Sekembalinya dari rumah kediaman keluarga besar Mener Jhon, Meisje kemudian pulang, kembali ke rumah, dengan memikirkan apa yang telah di sampaikan oleh Linda di sepanjang perjalanan, dia adalah sahabat sesama keturunan Belanda satu-satunya, yang mana sudah lebih pribumi, bahkan mempribumikan dirinya sendiri dengan semua pakaian yang di kenangkan, oleh masyarakat sekitarnya, bukan itu saja, semua makanan yang dikonsumsinya pun, sudah berupa makanan yang sudah mirip dengan yang di makan oleh masyarakat pribumi, sudah jarang di temukan sarapan "Groninger koek" ataupun "Hagelslag" yang mana sering sekali terdapat di meja semua keturunan Belanda, ketika pagi hari, yang sering dilihatnya saat berkunjung, ketika sedang membagi hasil panennya.

Maka dari itulah, Meisje jarang mau makan, ketika Linda menawarkan botok, ataupun makanan tradisional Jawa yang lainnya. Dia lebih suka menikmati roti di rumahnya, dengan segala hal-hal yang berbau rasa dan aroma Belanda yang sudah sangat sering dinikmatinya bersama keluarganya.

Saat dia sudah berada di teras rumah, tepatnya di depan pintu depan, Meisje bertemu anaknya yang paling tua, nampaknya hendak pergi menuju tempat kuliahnya.

dialog


Van The Broke nampaknya tidak menyukai apa yang telah di katakan oleh Albert, bahkan sempat mengeluarkan amarahnya dengan mengebrak meja santai di teras rumahnya yang udaranya begitu nampak sejuk, padahal hari sudah siang.

Meisje mencoba menahan amarah Robert untuk tidak terpancing, kemudian membawanya masuk ke dalam rumah. Saat masuk kedalam rumah, tubuh Alberto kedinginan, tentu saja kedinginan, sebab volume dari AC diperbesar.

Segera melakukan tugasnya untuk memperbaiki AC tersebut, namun wajahnya nampak kebingungan, sebab semua mesin tidak ada satupun yang dalam keadaan rusak, bahkan masih sangat berkondisi baik.

Masih teringat beberapa bulan yang telah lewat, semua mesin di ganti, walaupun mesin-mesin lama masih layak untuk dipakai, bahkan belum ada tanda-tanda kerusakan. Karena rasa panas yang menyiksa seluruh penghuni rumah tersebut lah, pada akhirnya mesin sepakat untuk di ganti dengan yang baru.

Namun memang keanehan dirasakan olehnya, ketika suhu udara di seluruh ruangan tersebut nampaknya tidak bersahabat, entah mengapa, padahal dia sudah merasakan mesin AC telah membuatnya menggigil kedinginan.

Quote:

"Albert, bagaimana dengan mesin AC di kamarnya ibu?"

"Sedang kuakali, Meisje."

Tidak sengaja jimat milik jatuh di antara mesin AC. Sebenarnya dia ingin mengakali untuk mengambilnya, namun tiba-tiba Amile datang dan berkata, "wah AC nya sudah baik di ruanganku ini! Kau memang hebat, Robert."

Pada akhirnya Robert memahami letak permasalahannya bukan dari mesin, akan tetapi unsur-unsur ghoib yang berada di antara rumah tersebut. Namun pada akhirnya dia mencari beberapa jimat miliknya yang sering di ambil oleh istrinya dari "Pure" sebuah tempat di mana sang istri berdoa dan memiliki keyakinan. Walaupun tidak ada yang mengetahui, bahwasanya istrinya tersebut menganut kepercayaan agama yang sangat bertolakbelakang dari dirinya, namun kehidupan rumah tangganya tidak ada permasalahan yang mengakar kepada kepercayaan, dari masing-masing belah pihak.

Terkumpul sudah para jimat-jimat tersebut, kemudian dihitung, ternyata cukup untuk menyelipkan satu satu diantara semua mesin AC yang berada di rumah tersebut. Hingga pada akhirnya semua AC kembali bisa mereka rasakan.

"Albert, kau memang jempolan! Marilah kita makan siang bersama sama di meja. Hari inj panen sedang baik, nanti kau bawakan sayur mayur, buah-buahan, beras dan gandum untuk istrimu, sudah kusiapkan di atas meja samping, kau tinggal membawanya saja."

"Apakah kali ini hasil panenmu masih terbilang bagus seperti biasanya, Meisje?"

"Puji Tuhan! Selalu dilancarkan dan diberkati."

"Aaamiin!"

"Mari makan, Albert."

"Tapi dimana suamimu?"

"Di ruang kerja, seperti biasanya. Kami tidak diperbolehkan untuk menganggunya."


Saat mereka sedang asik asiknya menikmati hidangan makan siang, nampak ada yang aneh antaranya, tiba-tiba terdengar suara seseorang menyanyikan lagu jawa yang sangat membuat bulu kudu merinding. Padahal hari masih siang, bukan hal yang pantas jikalau adanya makhluk halus sedang berkeliaran.

Quote:

"Moeder, suara ini seperti ...."

"Suara apa sayang? Ayo makan dan habiskan hidangannya. Kemudian belajar, agar nilai pelajaran tidak banyak tertinggal, Heinze."


"Purnama bakale ndang teko, nek kabeh wong sak omah ora lungo, bakale ono banjir getih lan eluh moto. Saiki Lungo...lungo...lungo'o"



Heinze beranjak dari meja makan, namun tiba-tiba melihat seseorang yang melesat dari arah kamar ayahnya, lalu suara wanita jawa terdengar bahkan kebih jelas dan pasti.

"Moeder, apa yang dikatakan oleh suara tersebut?'

"Suara apa sayang!" Meisje masih pura-pura tidak mendengar, hal ini dilakukan agar seluruh keluarga tidak merasa panik karenanya.

Namun tiba-tiba Oma berkata, "kita harus pergi dari rumah ini sebelum bulan purnama, tapi kapankah bulan purnama itu? Albert, apakah kau tau kapan bulan tersebut ada?"

Albert hanya diam saja, namun dia benar-benar merasa hawa mistis begitu dekat dengan ruangan dari ruang kerja Van, hingga menimbulkan kecurigaan antaranya, walaupun tidak di sampaikan secara langsung kepada seluruh keluarga Van.

"Robert, jawablah! Apakah ada hari untuk bulan purnama itu?" Amile berkata setengah membentak.

"Nai nai ...jangan berhalusinasi, Oma! Sehatkan saja tubuhmu. Nanti hari Jum'at depan kita ke villa, adik ayah melangsungkan acara pernikahan akbar, jangan sampai kalian tidak datang!"

Untung saja bulan purnama akan datang tepat saat ayahnya akan berpesta di villa dekat sekitaran kota, sehingga mereka bisa di amankan sesuatu apa yang seharusnya di amankan.

"Jadi hari ...."

"Oma! Ayo makan makananmu sebelum dingin."

Meisje mencoba mengalihkan pembicaraan.


Sedangkan Van masih saja berada di dalam ruangan, dia nampak sedang bersama Jien, makhluk yang tak kasat mata, yang selalu menghidangkan kopi dan menenangkan pikirannya. Bahkan terkadang setelah semua kopi telah dirasakannya sudah selesai di habiskan, maka permainan lainnya akan membuat tubuh Van menjadi bugar kembali. Bahkan semua schedule dalam hidupnya menjadi serupa kesuksesan yang berjalan sangat cepat seolah-olah di sulap menjadi seperti yang diinginkan olehnya.

Maka dari itulah dia sangat mengagumi semua bentuk kehidupan lain jenis, untuk membuka aura keberuntungan nya menjadi lebih terbuka kemudian.

Quote:

"Jien, kopiku telah habis. Kemarilah dengan seluruh goyangan yang akan membuatku melayang hingga ke kutub utara."

Jien mendekatinya secara perlahan-lahan, tentunya dengan pergerakan yang nampaknya santai, gemulai dan sangat menggairahkan. Hingga membuat seluruh tubuh Van seperti tersiram air yang sangat dingin, bahkan sesuatu hal yang sedari tadi tertidur, pada akhirnya terbangun dan mencari keberadaan sesuatu, yang akan sangat menghangatkan nya, ketika penyatuan raga menjadi hal yang pasti.

Akan tetapi, pikiran busuknya itu, harus terhenti tiba-tiba, karena anaknya menggedor-gedor pintu ruangan, nampak sangat menggangu sekali, hingga episode awal sudah mengagalkan niat Van, untuk mencari di mana rasa surga itu berada, pada siang hari ini, yang biasanya menghidangkan geloranya untuk lebih memicu aktivitas dalam bekerja.

"Verdomme!"

Berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut. Dengan mata yang merah, seolah-olah hendak membakar seluruh dunia. Karena sudah mengganggu kesenangan yang biasanya membuat dirinya menyukai kehidupan ini.



Well apa yang akan terjadi kemudian? Apakah Van akan mengamuk? Well dari mana Jien, yang berada si kamarnya Van tersebut?

Well penulis mendadak gemetaran, kalian tau gak kenapa?

"Penulis juga ketakutan"

"Salah!"

Penulis belom makan woiiii...

Jejak kaki
.
bediende :: asisten rumah tangga
Nederlandse afkomst ::: keturunan Belanda
Alsjeblieft :: tolong lah
Broer :;; abang
Diubah oleh delia.adel
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 69banditos memberi reputasi
2 0
2
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
19-09-2021 07:58
Penulis blm sarapan ma ngupi, sarapan dl dell.
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan delia.adel memberi reputasi
2 0
2
Lihat 35 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 35 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
19-09-2021 09:29
Siip lah.. udah bisa dibikin indexnya.. biar gampang yang baca.. emoticon-Big Grin
profile-picture
delia.adel memberi reputasi
1 0
1
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Temporal: Harta, Tahta Dan Wanita Wanita Dari Lain Dunia
19-09-2021 16:38

Episode Ketiga: Misteri Kecil Van1

cuplikan episode yang lalu


Van menuju pintu, namun tidak membukanya, dia hanya berbicara dengan anaknya melalui lubang seukuran wajah, yang dibuat dengan sengaja. Kemudian bercakap-cakap dengan anaknya.

Quote:"Ada apa, Henzie?"

"Ada suara-suara yang menyuruh kita untuk pergi dari sini, vader."

"Siapa yang berani mengusir kita?"

"Mereka, ya mereka yang tak kasat nata, Vabder!"

"Verdomme! Laporanmu itu sangat tidak jelas."

Nampak wajah nya lebih merah penuh amarah, di tutup nya lubang tersebut, kemudian mencoba untuk membuka pintunya, namun Jien tidak bisa membiarkan Van keluar dari ruangan tersebut, tangannya bergerak dengan cepat menjelajahi tiap ruas-ruas dalam tubuhnya, dari atas rambut hingga ke batasan pinggang.

"Vander ...."

"Vander, Oma pingsan kini. Apa yang harus kami lakukan?"

"Versomme! Jangan menggangguku!"

Van yang pada akhirnya mulai terbuai, oleh sentuhan jein, tidak lagi mendengarkan suara anaknya, ya laporan Hanzie sudah tidak lagi diperdengarkan, bahkan lebih menutup acuh telinga nya, untuk sekedar mendengarkan semua keluhan, apalagi menyelesaikannya, hingga terjadi keributan, dari semua orang yang berada di luar kamarnya, berteriak teriak memanggil namanya, namun semua teriakan tidak lagi membuat Van tersadarkan dari kesenangan kecilnya bersama Jein.

Pandangan mata Albert nampaknya sangat marah, dia menjadi curiga dengan apa isi dari dalam kamar tersebut, yang nampaknya sangat misterius, bahkan tidak menyukai apa yang dilakukan oleh Van di kamar tersebut. Hal inilah yang menjadikan dirinya mulai merasa tidak nyaman kepada Van.

Akhirnya Robert mencoba untuk menetralisirkan keadaan, bahkan dia menjadi seolah-olah anak dari keluarga tersebut, yang mana sangat perduli akan musibah yang mereka alami pada saat ini.

Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita jawa yang bersuara agak sedikit berbeda dari biasanya. Suaranya bergetar dan bahkan volume suara lama-lama semakin tinggi dan keras. Kalimat-kalimat nya berulangkali di ucapkan, tanpa henti-hentinya, sampai kemudian terdengar suara aneh dari ruangan Van, seperti suara air yang mengalir deras bagaikan ombak, namun di sertai oleh gelegar petir, seolah-olah hendak membelah angkasa.

Quote:
"Mandhala ing ndhuwuran wis wiwit reget, mung rembulan sing bakal nulungi dheweke soko kabeh beboyo, lungo ... lungo ...."

(Pucuk pimpinan sudah mulai kotor, hanya purnama yang akan menolong nya dari semua mara bahaya, pergilah...pergilah ...)


'Jagad Dewa Batara, ada apa ini!' Robert berbicara dalam hatinya, nampak wajahnya sangat khawatir oleh suara suara yang baru saja didengarkan nya tersebut.

Namun pada akhirnya suara menghilang dengan sendirinya. Namun bekas-bekas kecemasan membuat Robert merasa keluarga ini mengalami bahaya besar.


"Bawa ke kamar saja! Lalu telepon dokter untuk segera datang, sebab hal itu lebih baik dari sebelumnya bukan?" Robert mencoba untuk membuat keadaan menjadi lebih stabil lagi pada akhirnya.

Di kamar Oma ditidurkan bersama semua jimat yang masih si milikinya. Hingga pada akhirnya napasnya kembali stabil, bahkan setelah dokter memeriksa, dia sempat terkejut, karena kondisi tubuhnya sudah sangat sehat, bahkan tidak terjadi sesuatu yang buruk antaranya.

"Dokter serius!?"

"Silahkan periksa saja ke rumah sakit besar, semua catatan kesehatannya akan ketahuan nantinya."

Mereka hanya bisa bertanya tanya dalam hati tentang kejadian tersebut, akan tetapi setelah melihat Oma sudah menggenggam jimat, maka pikiran mereka sudah tidak lagi di penuhi pertanyaan demi pertanyaan.

Sedangkan di dalam ruangan kerja, Van mendadak menjadi tuli, tubuhnya serasa terbang, jauh ke awang-awang, bahkan setiap sentuhan membuat nya sangat terbakar, hingga detak jantungnya terasa di pompa untuk menjadi lebih berirama sempurna, walaupun terkadang nadanya lompat-lompat. Meminta kesanggupan atas permintaan naluri alam.

Saat Van sedang benar-benar melambung di udara, tiba-tiba berdatangan banyak sekali wanita-wanita yang berpakaian serba Hitam, lalu mengganggu kemesraan yang membuat keduanya merasa terusik.

Van yang berkeringat karena Jien pada akhirnya mendekati Pihthaloka, lalu berkata, "kenapa mengusikku, Pihthaloka?"

"Karena sudah menjadi kekuasaanku atas wilayah ini, sampai purnama."

"Purnama masih jauh, Pihthaloka."

"Setidaknya tempat ini harus bersih dari skandal yang kalian buat!"

"Pihthaloka! Jaga ucapanmu." Jein mulai mendekati Pithaloka untuk memberi perhitungan dengannya.

"Wusss ...." Tangan Jein mengeluarkan angin dengan berkekuatan racun, untuk mengusir sekaligus melumpuhkannya.

"Plakkk" Tangan Pihthaloka lebih cepat bereaksi dan segera menghajar Jein.

"Apa yang kamu mau, Pithaloka?" Van mulai merasa tidak nyaman dengan kondisinya tersebut.

"Jein harus keluar dari ruangan ini sampai batasan purnama."

"Tidak akan ada yang keluar, bagaimana jika kalian membuat darahku mengalir, berirama bagaikan air sungai, yang perlahan-lahan mencapai lautan besar. Bersama-sama bukankah lebih baik lagi? Kali ini dengan tanpa bsemua kekuatan yang kalian miliki, apalagi dipergunakan sebagai bahan dasar penikmat untuk sebuah lahan kekuasaan, harus berkerja membuat seluruh tubuhku lebih hidup dan bahkan mencapai garis finish dengan kenikmatan yang sangat besar. Bisakah kalian melakukannya? Jika tidak bisa, maka kalian semuanya harus pergi dari sini!"

Akhirnya mencapai kesepakatan, para wanita dunia lain bekerja sama, untuk membuat Van merasakan gelora yang intens namun penuh gebrakan, hingga seluruh tubuhnya menjadi bugar. Hingga pada akhirnya tertidur pulas dengan tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.




Sedangkan di luar ruangan, Robert yang sudah selama sejam lebih memperbaiki AC, bahkan dengan percobaan untuk meletakan jimat miliknya di setiap mesin, untuk mencoba membuat AC berfungsi dengan baik, hingga telah membuat semua orang merasakan kenyamanan. Pada akhirnya hanya mengelus dadanya atas sikap dari Van tersebut. Yang mana telah mengacuhkan semua laporan anaknya tentang ibu kandungnya, yang bisa saja kehilangan nyawa.

Walaupun nampaknya ide di kepala Robert itu mampu membuat AC berfungsi karena jimat tersebut, namun dia tidak mengindahkannya karena nampaknya akan ada sebuah kejadian buruk yang akan menimpa keluarganya tersebut, Robert tidak bisa berdiam diri setelah semua kejadian, terjadi tepat di depan matanya secara kasat mata.

Van lada akhirnya keluar dari dalam ruangan, Robert memanggilnya dan mencoba membicarakan apa yang menjadi kecemasannya, pada akhirnya Robert mencoba membicarakan masalah sedari AC yang panas, suara-suara aneh yang berakhir kepada kejungnya Oma yang sangat mengkhawatirkan semua orang.

Pembicaraan berlangsung dengan menghadirkan seluruh penghuni rumah keluarga Van The Broke, yang mana terkenal dengan sebutan "si batu" karena memang memiliki kekerasan sifat yang tidak bisa digoyahkan olah siapapun juga, termasuk istrinya.

Sesuai dengan dugaan Robert sebelumnya, ternyata Van The Broke tidak jua mempercayai apa yang dikatakan olehnya, bahkan dia menantang Robert dengan suara keras, untuk membunuhnya dengan menggunakan ilmu hitamnya, jika dia merasakan bahwasanya ilmu hitam itu ada, maka dia bersedia membayar Robert dengan begitu sangat mahalnya.

Sebenarnya Robert sedikit kesal, namun ketika Madam Aline berbicara dengan bahasanya yang sangat halus, maka dia tidak mempersoalkan kata-kata dari Van the broke, yang nampaknya sangat angkuh itu. Namun untuk selanjutnya dia tidak akan mau lagi dipanggil oleh Van, walaupun dibayar dengan sejumlah uang yang banyak sekali. Dia merasakan bahwasanya Van sudah sangat menghina nya, dengan semua kalimat-kalimatnya tersebut. Dan akhirnya Robert pun pamit untuk pulang.

Namun sebelum pulang, Robert mengatakan bahwasanya jimat yang telah diberikan di antara bagian teraman di dalam mesin AC, jangan sampai hilang, sebab jika hilang, maka keseluruhan ruangan akan mengalami kegerahan, akibat dari panasnya matahari dari unsur-unsur misterius yang tidak bisa di netralisir oleh apapun juga, selain daripada jimat tersebut.

Seluruh keluarga memahami, hanya Van the broke yang tidak, bahkan dia hampir saja mencoba mengambil semua jimat Jimat tersebut, untuk membuktikan bahwasanya pikiran Robert adalah kesalahan fatal. Namun ponsel berbunyi dah Van harus bergegas pergi dari rumah.

Robert pulang dan bahkan tidak ingin di bayar oleh Van, ketika mereka berpapasan, ketika hendak meninggalkan rumah sama-sama, akibat pekerjaannya sudah memanggil manggilnya, terjadi sedikit percekcokan, namun Opa segera melerai dan mencoba menenangkan keduanya.

"Verdomme! Tau apa kau tentang mistis? Mistis itu kenikmatan, bukan bencana. Dasar manusia cupar."

"Van, aku bukan cupar! Hanya saja rumah ini sudah begitu banyak menyimpan ...."

"Oubollig! Kita hidup bukan di zaman batu!"

"Memang bukan, tapi hatimu saja yang sudah menjadi batu."

"Hou op!"

Getaran dari gigi gigi Opung nampaknya sangat menakutkan jiwa Van dan Robert. Bahkan pada akhirnya mereka terdiam, tanpa suara. Hanya batin mereka saja yang masih ramai oleh sisa-sisa kemarahan masing-masing.

Akhirnya mereka meninggalkan opung, Van dengan mobilnya, Robert dengan motornya. Opung kemudian memerintahkan Meisje untuk membayar sejumlah uang untuk Robert, yang mana seharian ini sudah memiliki andil yang sangat besar, untuk kenyamanan dari dari semua penghuni rumah.

Meisje mentransfer sejumlah uang ke rekening istri Robert, pada akhirnya, itupun dengan keterangan bahwasanya uang tersebut pembayaran atas jasa Robert, untuk membuat AC di rumahnya kembali stabil.

Istri Robert terkejut, lalu segera menelepon karena terkejut dengan sejumlah uang yang membuat matanya terbelalak, bahkan biji matanya serupa mau copot dari kelopaknya. Sebab uang yang dikirimkan itu tidak serupa seperti biasanya. Sangat besar dan mengejutkan sekali.


Apakah yang terjadi dengan uang tersebut? Apakah menjadi sebuah musibah untuk keluarga Robert?

Nantikan saja lanjutannya.. pasti kaga terduga duga kok .sueree dah

Bersambung
Diubah oleh delia.adel
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zatilmutie dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Poetry
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia