Food & Travel
Batal
KATEGORI
link has been copied
1
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/613e08d8a435a238a77cc495/cerita-pengalaman-ikut-open-trip-mendaki-gunung-sumbing
Buat ngisi kegiatan selama ppkm yang gak kelar- kelar ini , daripada bengong nungguin dan mikirin kapan corona ini bakal ilang dari muka bumi. Ane mau cerita sedikit tentang kegiatan pendakian ane ke gunung Sumbing pada tahun 2019. Ya , tahun dimana semuanya masih normal- normal aja 611246a160e52
Lapor Hansip
12-09-2021 21:04

Cerita pengalaman ikut open trip mendaki gunung Sumbing.

Past Hot Thread
Assalamualaikum wr. wb. dan salam sejahtera. 


Selamat pagi , siang , sore dan malem buat agan-agan sekalian. Semoga agan-agan dalam keadaan baik , sehat , dan bahagia tanpa kurang satu pun.



Ane ucapin selamat datang di thread ane yang sederhana ini dan ane mohon maaf kalo tulisan dan pemilihan kata ane masih berantakan.


Buat ngisi kegiatan selama ppkm yang gak kelar- kelar ini , daripada bengong nungguin dan mikirin kapan corona ini bakal ilang dari muka bumi. Ane mau cerita sedikit tentang kegiatan pendakian ane ke gunung Sumbing pada tahun 2019. Ya , tahun dimana semuanya masih normal- normal aja 611246a160e52


Thread ini ane buat karna lagi kangen mendaki dan nikmatin suasana gunung yang dimana sekarang lagi gak bisa ane lakuin karna beberapa hal akibat masih keadaan pandemi ini.



FYI aja buat yang belum tau tentang gunung Sumbing. Jadi gunung ini adalah gunung tertinggi ke 3 di pulau Jawa , dimana yang ke 2 adalah gunung Slamet dan yang pertama tentunya gunung Semeru. Dengan ketinggian 3371 mdpl ( meter di bawah permukaan laut ) keseluruhan gunung ini terletak di 3 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Magelang , Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. Gunung Sumbing juga punya banyak julukan terkenal di kalangan para pendaki yaitu salah satu tripel S nya Jawa Tengah dan juga salah satu gunung kembar di Jawa Tengah.


note : kalo ada info yang salah mohon dikoreksi sama agan-agan.







Oke ane mulai aja ceritanya.
.
.
.
.

PERMULAAN

Setelah pengajuan cuti buat liburan dari jauh-jauh hari. Akhirnya dengan seizin Allah pada tanggal 18 April 2019 pukul 19.00 malam, dari stasiun Tambun ane berangkat naik commuter line menuju ke Jakarta. Di Jakarta itu titik pertemuan sama temen temen yang lain untuk menuju ke Temanggung. Oiya buat pendakian ini , ane ikut open trip yang diadakan sama sahabat ane. Dimana yang awalnya diperkirakan pesertanya cuma 20 orang, ternyata malah jadi 30.


Selama pengalaman ane mendaki , ini pertama kalinya ane ikut open trip dan dengan teman sependakian terbanyak.


Sesampainya di titik kumpul ane langsung beres-beres , packing ulang isi tas carrier dan gak lupa buat isi perut supaya kenyang biar bisa tidur selama perjalanan emoticon-Big Grin


Dengan menggunakan bis kecil ukuran 3/4 , ya ukuran segitu untuk 30 orang peserta open trip bisa dibayangin gimana penuh dan sesaknya itu di dalem bis. Mau ngeluh tapi gak bisa yaudah mau gak mau dinikmatin aja.

Akhirnya pukul 23.00 bis mulai berangkat menuju ke Temanggung. Dari sekian banyak jalur pendakian gunung Sumbing , kita lebih milih jalur Bowongso. Selain karna jalur pendakiannya yang tidak terlalu extrem di sana juga terdapat hamparan sabana rumput hijau yang luas bak sabana yang ada di gunung Rinjani.






Singkat cerita , dengan disertai drama nyasar alias muter-muter di daerah Purwokerto dikarenakan sang supir yang kurang tau jalan, akhirnya rombongan ane sampe di basecamp Bowongso pukul 17.00 sore. 18 jam perjalanan dari Jakarta. Ya wajar sih , selain karna kita nyasar, kondisi jalanan juga macet. Soalnya pas banget lagi banyak yang liburan juga. Maklum dari tanggal 17 sampai tanggal 21 April 2019 lagi libur panjang.




Cerita pengalaman ikut open trip mendaki gunung Sumbing.
Ini adalah pemandangan gunung Sindoro dan gunung Kembang dari lapangan di sekitaran basecamp Bowongso.





Setibanya di basecamp kita langsung beres-beres perlengkapan , packing ulang barang bawaan dan mengurus simaksi untuk 30 orang. Untuk biaya simaksi, satu orangnya dikenakan biaya 15 ribu.
Untuk fasilitas di sekitaran basecamp bisa dibilang cukup lengkap dari mulai tempat istirahat , tempat mandi dan juga tempat makan. Bagi agan yang berniat buat melakukan pendakian gunung Sumbing via Bowongso tidak perlu repot-repot mengantri untuk urusan kamar mandi. Karena selain dari pihak basecamp , para warga sekitar juga menyediakan fasilitas kamar mandi mereka untuk digunakan oleh para pendaki. Dan untuk urusan perut , para warga sekitar juga banyak yang membuka warung makan yang banyak menyediakan aneka menu seperti nasi rames , nasi goreng dan tentunya juga ada aneka mie instan dengan harga yang cukup terjangkau untuk kantong pendaki.


Selama kurang lebih 1 jam untuk beres-beres segala perlengkapan dan urusan penting , ketua rombongan memerintahkan untuk berkumpul untuk mendengarkan pengarahan dan wejangan yang disampaikan dari pihak basecamp untuk ditaati oleh para pendaki. Ada 3 point yang disampaikan oleh pihak basecamp yaitu :


1. Setiap anggota pendaki diberi 1 plastik kecil transparan yang isinya santan dan gula merah cair.


Ane sendiri kurang ngerti maksud dan tujuan kita dikasih "barang" kaya gitu buat apa. Yang pasti itu sejenis kearifan lokal yang ada di gunung Sumbing. Dan "barang" itu wajib kita simpan gak boleh sampai hilang selama pendakian. Kalo agan ada yang tau info mengenai "barang" itu boleh di share.


2. Dalam satu kelompok , kita bakal dikasih satu buah HT (Handy Talky)


Kalo ini menurut ane bagus sih. Jadi kalo ada hal yang gak kita inginkan selama pendakian, kita bisa langsung lapor. HT itu langsung terhubung ke pihak basecamp. Jadi, kalo ada laporan, pihak basecamp bakal merespon.


3. Dilarang menyebutkan kata "Dingin"


Untuk point yang ke 3 ini ane juga kurang ngerti apa maksudnya dan kenapa dilarang. Tapi selama pendakian ane sempet keceplosan ngomong kata itu dan alhamdulillah ane gak kenapa-kenapa emoticon-Big Grin


Kurang lebih kaya gitu arahan dari pihak basecamp, kita sebagai tamu, ya sepatutnya kita hormati. Tapi untuk keselamatan kita tetap harus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


MEMULAI PENDAKIAN


Selepas isya ane mulai pendakian yang diawali dengan menaiki ojek motor khas gunung Sumbing. Dengan biaya 20 ribu rupiah kita bakal diantar sampai Pos Parkiran Swadas. Yang mana kalo kita berjalan kaki dari basecamp bakal butuh waktu sekitar 30 menit tanpa istirahat. Jadi buat agan yang ingin mendaki gunung Sumbing via Bowongso , siapkan budget lebih untuk biaya ojek motor ya. Selain untuk menghemat tenaga , kita juga bisa membantu perekonomian warga setempat.


Setelah rombongan open trip yang 30 orang itu sampai di pos parkiran Swadas, barulah kita mulai melakukan pendakian.

Awal pendakian bakal dihadapkan dengan jalur yang menanjak dengan kontur batu yang mana sisi kanan kiri jalur terdapat perkebunan milik warga. Ini adalah pertama kalinya ane memulai pendakian pada malam hari , ternyata gak kalah seru suasananya. Ditemani malam yang cerah dan juga bulan yang sedang cantik-cantik nya bersinar. Menambah semangat ane dalam berjalan.


Sampailah ane di pos bayangan sebelum pos 1 setelah kurang lebih 30 menit berjalan dari parkiran swadas. Pos yang lumayan luas dan ada bangunan kayu seperti saung , pas banget buat istirahat sejanak buat atur napas dan lurusin kaki kaki sebelum melanjutkan ke pos 1. Dari pos bayangan ini pohon-pohon masih jarang. Jadi , walaupun mendaki pada malam hari, pemandangan kota Temanggung dan Wonosobo dengan gemerlapnya lampu lampu kota dan kendaraan, bakal kelihatan cantik banget. Secantik dia yang hanya bisa kusentuh dengan doa. 611246a160e52


Dari pos bayangan menuju pos 1, jalur pendakian udah mulai berubah yang tadinya berkontur batu, menjadi berkontur tanah. Pepohonan juga udah mulai lebat. Yang artinya udah mulai memasuki kawasan hutan.

Karna memulai pendakian pada malam hari, memasuki kawasan hutan yang gelap gulita, dan cuma ditemani dengan cahaya headlamp. Gak jarang banyak yang punya perasaan takut dan ngeri dangan hal-hal yang bisa dikatakan ghaib. Gak jarang juga ada yang melihat bayangan hitam terbang terbangan, dengar suara suara aneh dan masih banyak lagi. Tapi ane gak bakal banyak cerita tentang hal hal yang ghaib karna ane sendiri gak ngalamin dan selama pendakian perasaan ane happy happy aja 611246a160e52


Selama kurang lebih 1 jam setengah kita berjalan menembus gelapnya malam , sunyinya hutan dan dinginnya suasana gunung. Sampailah kita di Pos 1. Pos yang berupa dataran tapi tidak terlalu luas dan dikelilingi pohon-pohon. Saat itu kita gak bisa lama istirahat di pos 1, dikarenakan kita harus cepet sampai pos 2 sekaligus tempat buat ngecamp untuk istirahat.


Perjalanan dari pos 1 masih sama dengan jalur tanahnya dan hutan yang lebat. Tapi di perjalanan menuju pos 2 ini jalur cenderung mengecil dan juga tanjakan-tanjakan yang lumayan curam. Cukup membuat lutut mulai goyang dan betis yang kram.


Yuhuuu... setelah 2 jam perjalanan dengan kondisi badan yang udah mulai capek dan rasa ingin tidur yang udah tak tertahankan. Sampailah ane dan rombongan di Pos 2 alias salah satu camp area. Pos 2 ini berupa tanah lapang dengan rumput-rumput hijau alias Sabana yang cantik banget. Dengan semangat 45 rombongan dibagi beberapa kelompok untuk bangun beberapa tenda. 4 tenda kita bangun yang salah satunya khusus untuk para perempuan dan sisanya 3 tenda untuk para lelaki.

Selesai berurusan dengan tenda, sebagian dari rombongan memilih untuk melanjutkan perjalanan ke alam mimpi alias langsung tidur. Sebagian lagi memilih untuk masak. Masak mie instan , masak nasi dan juga masak air. Ane sendiri milih buat masak air untuk nyeduh kopi buat sekedar menghangatkan badan. Sambil nikmatin kopi , ane liat pemandangan langit yang malam itu sangat cerah dan juga bintang bintang yang cantik banget.


Di Pos 2 ini juga ada mata air nya , lokasinya harus turun sekitar 1 sampai 2 meter. Jadi buat agan kalo nanti ngecamp di sini gak perlu khawatir kehabisan air. Tapi perlu diingat buat turun ke lokasi mata air ini harus hati-hati karena jalannya licin disarankan untuk pakai sepatu. Dan juga harus tetep jaga kebersihan di area mata air ya.



Selesai acara masak masaknya, sekarang giliran ane buat join sama mereka yang mungkin udah sampai di puncak mimpi mereka. Turu alias tidur.
Kurang lebih 5 jam ane tidur dan baru pendakian kali ini ane bisa tidur dengan nyenyak. Maklum , ane termasuk orang yang susah buat tidur cepet di tempat tempat baru.


Cerita pengalaman ikut open trip mendaki gunung Sumbing.
Foto ane yang baru bangun tidur langsung nikmatin pemandangan gunung Sindoro di pagi hari emoticon-Big Grin


Cerita pengalaman ikut open trip mendaki gunung Sumbing.


Gunung Sindoro dan gunung Kembang dari pos 2 gunung Sumbing.


Selamat pagi..... Cuaca yang cerah, udara yang sejuk dan pemandangan gagahnya gunung Sindoro yang aduhai sekali. Membuat mulut dan hati ini tidak bisa berhenti mengucap syukur atas ciptaan yang maha kuasa. Semoga anak cucu kita masih bisa merasakan nya.

Setelah puas udah nikmatin pemandangan. Perut udah mulai bunyi yang tandanya harus diisi. 2 bungkus mie instan yang dimakan ramai-ramai cukup buat mengisi kekosongan perut dan sekaligus bekal untuk perjalanan Summit Attack menggapai puncak  gunung SumbingYa benar , 2 bungkus indomie untuk bekal summit attack yang kesiangan ini emoticon-Big Grin


SUMMIT ATTACK


Setelah mengisi perut dan membawa perbekalan yang secukupnya, ane melanjutkan perjalanan menuju puncak bersama beberapa teman rombongan yang lain. Tapi tidak semua peserta ikut melanjutkan , karna sebagian terserang penyakit malas emoticon-Big Grin. Kurang lebih 15 orang yang ikut melanjutkan perjalanan ke puncak Sumbing.


Cerita pengalaman ikut open trip mendaki gunung Sumbing.
Camp Gajahan . Salah satu tempat buat mendirikan tenda lokasinya diatas pos 2.


Ane termasuk pendaki santai yang gak bisa jalan cepat emoticon-Big Grin. Jadi setelah berjalan sekitar 30 menit , ane dan teman-teman rombongan yang lain tiba di camp Gajahan. Salah satu tempat ngecamp di jalur Bowongso selain di pos 2. Terdapat beberapa tenda yang sudah kosong tanpa penghuni menandakan penghuninya sudah jalan menuju puncak.


Sepanjang perjalanan dari pos 2 , trek pendakian berupa tanah dan rumput-rumput yang tidak terlalu panjang. Menawarkan pemandangan hamparan sabana hijau yang benar-benar memanjakan mata. Belum lagi selama ane berjalan , pemandangan gagahnya gunung sindoro juga jelas terlihat karna alhamdulillah cuaca pagi itu sangat cerah.


Cerita pengalaman ikut open trip mendaki gunung Sumbing.


Pemandangan Gunung Sindoro dan hamparan sabana hijau sepanjang trek perjalanan gunung Sumbing via Bowongso.


#BERSAMBUNG
0
Masuk untuk memberikan balasan
Cerita pengalaman ikut open trip mendaki gunung Sumbing.
12-09-2021 21:40
Jadi kangen Temanggung
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia