Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
211
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/612df501d395c26c8a447433/aku-hanya-memanggilmu-ayah
Lelaki Pertama yang Melukaiku Rasanya, tak ingin memperkenalkan diri terlalu gamblang. Lebih baik, kita sama-sama menyimak segala torehan garis napas seorang anak adam yang hingga saat ini terus berjuang meyakinkan diri bahwa hidup adalah terus bergerak, meski detak jam dinding ada kalanya berhenti, tentunya karena perkara baterai yang habis masa pakainya. ┈••✾•◆❀◆•✾••┈
Lapor Hansip
31-08-2021 16:23

Aku Hanya Memanggilmu, Ayah ...

icon-verified-thread
Lelaki Pertama yang Melukaiku


Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...



Rasanya, tak ingin memperkenalkan diri terlalu gamblang. Lebih baik, kita sama-sama menyimak segala torehan garis napas seorang anak adam yang hingga saat ini terus berjuang meyakinkan diri bahwa hidup adalah terus bergerak, meski detak jam dinding ada kalanya berhenti, tentunya karena perkara baterai yang habis masa pakainya.



┈••✾•◆❀◆•✾••┈•┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈



Untung tak dapat diraih, malang tak mudah terelakkan! Hujan adalah alunan musik dari surga yang sesekali terdengar di bumi tersebab langit membuka kelopak matanya. Secercah sinar fajar menjadi penanda akan mulainya sebuah hari baru, meski senja selalu lebih kau nantikan 'tuk membelai seluruh penatmu hari itu.



Apa hendak dikata, bila nasib menggariskanmu tak tumbuh dalam naungan kasih sayang sepasang manusia yang berjuluk ayah-ibu ...? Bukan maumu, juga tidak bisa kau anulir semudah menekan bar undo di layar desktop-mu.

Mengalirlah. Selayaknya air cucuran atap yang tidak akan berbelok menuju samudra sebelum melalui pelimbahan pertama. Begitu pula garis nasibku ....

Sekejap mata saja menikmati belaian sayang seorang ibu, belum sempat merasakan merajuk, atau sekedar mencembungkan kedua pipi gembul seorang anak, seketika raungan tangis adalah satu-satunya luapan perasaan yang kukenang hingga detik hari ini ....

Tak banyak yang kuingat, entah terlalu buram dalam ingatan alam bawah sadar atau kepahitan kenyataan yang terlalu dipaksakan dalam cangkir kanak-kanakku. Laiknya setiap anak kecil, selalu menyukai hal-hal manis, entah dalam perlakuan atau untuk dinikmati sebagai camilan pengisi hari-hari yang belum sesak dengan julukan tanggung jawab.

Benarkah, demikian ...?

Sebuah tanya yang tidak pernah kulontarkan kepada siapapun. Bahkan mulut ini terasa kelu, hingga tiba membuka suara, selalu saja tangisan yang lebih dulu dilagukan. Namun begitu, posisiku sebagai anak tertua dengan satu adik laki-laki yang usianya hanya terpaut 13 bulan menjadikan diri ini kerap menyimpan resah dan gundah jauh di dalam hati. Sebaliknya, yang tampak di luar adalah keriangan semata, demi menjaga perasaan adikku serta mematuhi nasihat ibu untuk tidak membuat adikku menangis ....

•✾••┈•┈┈••✾•


Suatu hari, aku sedang asyik bermain di dalam kamar, tatkala ibu memanggilku lalu memperlihatkan sebuah foto.
Dalam foto terpampang seorang bocah laki-laki dengan baju polisi sedang berdiri tegap, sekelilingnya dihiasi balon-balon beraneka warna. Indah.

"Ma, itu siapa ...?" bisikku pada mama, karena adikku masih terlelap.

Gerakan tangan mamaku hanya membawaku ke pangkuannya. Sembari mengelus rambut panjangku yang terjalin membentuk satu kepangan besar.

"Ini, foto adik kamu, sama-sama anaknya papamu tapi dia tinggal dengan ibunya di kampung di Gorontalo ...," gemetar suara mamaku demi menjawab tanyaku.

Seketika, aku meloncat dari pangkuan mama lalu berlari ke luar rumah sekencang yang bisa kulakukan. Namun, lama-kelamaan, jalanan yang terlihat semakin memudar ... air mataku jadi penyebab atas kaburnya penglihatanku. Suara tangis sedemikian besarnya. Bahkan, yang kuingat ... rasanya ingin berteriak dan memaki sosok yang berjuluk papa, lelaki yang hanya kutahu gelarnya tapi belum pernah kulihat nyata sejak aku bisa mengingat ...!

•✾••┈•┈┈••✾•

Itulah, kali pertama dalam hidupku torehan luka yang langsung menembus palung hatiku. Sejak hari itu, senyumku perlahan memudar. Berganti sekian tanya yang hanya mampu berputar-putar dalam benakku.


Apakah aku hanya akan memanggilmu, ayah ... tanpa dapat merasakan pelukan hangatmu ...?


┈••✾•◆❀◆•✾••┈•┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈
Diubah oleh makola
profile-picture
profile-picture
profile-picture
avsel dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 16:32
Lelaki Tanpa Hati

Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...



Quote:


dorothy law nolte


Anak Belajar dari Kehidupannya


Jika anak biasa hidup dicacat dan dicela,


kelak ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.


Jika anak terbiasa hidup dalam permusuhan,


kelak ia akan terbiasa menentang dan melawan.


Jika anak biasa hidup dicekam ketakutan,


kelak ia akan terbiasa merasa resah dan cemas.


Jika anak biasa hidup dikasihani,


kelak ia akan terbiasa meratapi nasibnya sendiri.


Jika anak biasa hidup diolok-olok,


kelak ia akan terbiasa menjadi pemalu.


Jika anak biasa hidup dikelilingi perasaan iri,


kelak ia akan terbiasa merasa bersalah.


Jika anak biasa hidup serba dimengerti dan dipahami,


kelak ia akan terbiasa menjadi penyabar.


Jika anak biasa hidup diberi semangat dan dorongan,


kelak ia akan terbiasa percaya diri.


Jika anak biasa hidup banyak dipuji,


kelak ia akan terbiasa menghargai.


Jika anak biasa hidup tanpa banyak dipersalahkan,


kelak ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri.


Jika anak biasa hidup mendapatkan pengakuan dari kiri kanan,


kelak ia akan terbiasa menetapkan sasaran langkahnya.


Jika anak biasa hidup jujur,


kelak ia akan terbiasa memilih kebenaran.


Jika anak biasa hidup diperlakukan adil,


kelak ia akan terbiasa dengan keadilan.


Jika anak biasa hidup mengenyam rasa aman,


kelak ia akan terbiasa percaya diri dan mempercayai orang-orang di sekitarnya.


Jika anak biasa hidup di tengah keramahtamahan,


kelak ia akan terbiasa berpendirian : “Sungguh indah dunia ini !”





Sepekan sudah kulalui masa awal bersekolah. Gamang tak dapat kutepis, tiada sosok tempat melabuhkan segala rasa yang mendera. Mamaku sudah kembali ke kampung halaman, di Sulawesi sana. Kini kutinggal bersama oma dan tante. Seragam sekolah yang harusnya berwarna merah dan putih, malah jadi putih hijau ... siapa yang peduli? 


Menyaksikan setiap teman dijemput oleh ibu atau ayahnya, pandanganku selalu menjadi nanar. Namun begitu, tiada air mata yang melongok. Hampa ... itu saja rasa yang melekat setia. Bukan soalan ketika aku salah masuk kelas dan baru menyadari ketika guru mulai memanggil nama teman-teman sekelas, hingga selesai disebut, namaku tidak tersebut sama sekali. Riuh rendah cemooh dan suara tawa serentak membahana. Diam. Hanya itu yang mampu kulakukan. Tatapan guru mendarat padaku, seraya memanggilku dengan tangannya. Berdiri, berjalan lamat-lamat dengan kepala menunduk menuju meja guru. Iringan suara tawa ditambah sorakan teman seisi kelas, cukup membuatku berharap lantai kelas berbaik hati menelanku saja. 

Malu ...! 


"Namamu, siapa? " Tatapan teduh penuh kelembutan sejurus menyambutku. 


"Yola, Bu Guru," jawabku dengan suara yang nyaris setara desauan angin di padang datar. Ada tapi tak terdengar. 


"Yola, kenapa rok seragam kamu, hijau?"


Lanjut bertanya masih dengan tatapan penuh kesabaran, seulas senyum menjadi bonus dari bu guru yang wajahnya mulai dihiasi kerutan halus di area pinggiran mata.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tiba di rumah, aku tidak bercerita apapun. Percuma, tidak ada yang bertanya jua. 


Selepas tidur siang, aku pamit bermain dengan anak tetangga. Bermain tap genteng, sejenis permainan menggunakan pipihan genteng yang di lempar dalam salah satu kotak yang kami lukis membentuk rumah, di jalan gang rumah kami. 


Sedang asyik bermain, ada seorang lelaki dewasa menghampiri kami. 


"Dek, ada yang tau rumah Ibu Suli?" 


Karena yang ditanya hanya temanku, aku pun memilih diam. 


"Oh, itu rumahnya di belokan tadi, Om. Ini, temen saya tinggal di situ," seru temanku sembari menunjukku. 


Aku menengok sekilas. Kembali melanjutkan bermain. Lelaki itu pun segera menuju rumah tempat omaku. 


Lelah bermain, aku melangkah pulang. Era, temanku, juga kembali ke rumah. Sayup terdengar ibunya sudah berteriak memanggil namanya. 


Sepertinya lelaki tadi masih bertamu, jadilah aku masuk lewat pintu samping. 


Usai mandi, oma memanggilku. 


"Yola, sini dulu, nak. Ada yang mau Oma kasih liat." 


Menuju ruang tamu yang sekaligus menjadi ruang salon, tempat kerja tanteku saat akhir pekan. Aku berdiri tanpa tahu harus menjawab apa. 


"Sini, dekat sini, Yola …  cium tangan sama Papamu …," bisik oma padaku seraya menggandeng tanganku mendekat pada kursi yang diduduki lelaki yang tadi bertanya pada aku dan Era, saat kami sedang bermain tap genteng, tadi siang. 


Kakiku serasa digayuti besi baja ribuan ton. Kaku dan berat tiada terkira. Gemuruh di dada sudah menggelegak tiada terkira. 


Tatapanku sudah mengabut sejak pertama oma memanggilku. Bukan kerinduan yang kurasakan saat itu. Melainkan jutaan pisau mengiris hatiku serentak. 


Dia … papaku? Lantas bagaimana mungkin tidak mengenaliku, anak perempuan satu-satunya … !? Tersebab saudaraku semua laki-laki. Bukan hal sulit, bukan? 


Berat …  sungguh berat tanganku untuk meraih tangannya dan memberikan salam takzim. 


Seketika, kuhentakkan tanganku ….


"Nggak, mau …! Dia bukan papanya Yola …! Yola nggak punya papa …!" teriakan histeris menggema di senja itu. 


Entah suara mana yang lebih keras. Alunan Azan magrib atau raungan amarahku. Terlebih lelaki yang kutatap penuh luka itu bergeming tanpa sedikitpun keinginan merangkulku. 


Oma hanya mampu terdiam. 


Hatiku … sejak saat itu, mati rasa terhadap lelaki yang hanya bisa kupanggil julukannya tanpa sedikitpun rasa sayang dan hormat padanya. 


Dia, lelaki tanpa hati itu, aku hanya bisa memanggilnya … ayah. 

🍂🍂🍂🍂🍂
Diubah oleh makola
profile-picture
profile-picture
profile-picture
avsel dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 16:33
reserved again
profile-picture
profile-picture
69banditos dan senjadinihari memberi reputasi
2 0
2
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 16:33
another reserved
profile-picture
profile-picture
69banditos dan senjadinihari memberi reputasi
2 0
2
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 16:34
had been reserved
profile-picture
profile-picture
69banditos dan senjadinihari memberi reputasi
2 0
2
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 16:34
next reserved
profile-picture
profile-picture
69banditos dan senjadinihari memberi reputasi
2 0
2
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 16:34
reserved already
Diubah oleh makola
profile-picture
profile-picture
69banditos dan senjadinihari memberi reputasi
2 0
2
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 16:35
reserved already
profile-picture
profile-picture
69banditos dan senjadinihari memberi reputasi
2 0
2
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 17:18
Nyimakemoticon-nyantai
profile-picture
makola memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 18:11
Nitip sendal
profile-picture
makola memberi reputasi
1 0
1
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 19:06
Tunggu lanjutannya nihemoticon-nyantai
profile-picture
makola memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 21:16
Ikutan nyimak. Jadi haru bacanya, kisah syahdu yang dibalut dengan tata bahasa yang ciamik, kerenlahemoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
31-08-2021 22:03
Halo, selamat membaca kisah ini, yaa. Cerita yang bergulir, memang disengaja tidak akan runut per waktu, karena penggalan yang mendalam, sebagian sudah ada di trit cerbung saya.

Kisah yang di b-log personal akan dituturkan selintasan, mengambil tiap momen yang berbekas mendalam.

Semoga, bisa konsisten dan tetap tegar menuliskan semua kisah. Hanya itu saja doa saya.


Terima kasih.

emoticon-Peluk emoticon-Malu emoticon-Peluk
Diubah oleh makola
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
01-09-2021 01:48
Quote:Original Posted By makola
reserved


Quote:Original Posted By makola
reserved again


Quote:Original Posted By makola
another reserved


Quote:Original Posted By makola
had been reserved


Quote:Original Posted By makola
next reserved


Quote:Original Posted By makola
reserved already


Quote:Original Posted By makola
reserved already


Resepret
profile-picture
senjadinihari memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
01-09-2021 03:06
Quote:Quote:Original Posted By durexz
Resepret


ya amplop
profile-picture
profile-picture
69banditos dan senjadinihari memberi reputasi
2 0
2
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
01-09-2021 06:40
Quote:Original Posted By durexz
Resepret


apakah begitu ...?
profile-picture
69banditos memberi reputasi
1 0
1
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
01-09-2021 06:42
Quote:Original Posted By makola
ya amplop


oh, begitu, ya ...?
profile-picture
69banditos memberi reputasi
1 0
1
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
01-09-2021 08:24
Quote:Original Posted By durexz
Resepret


welldone, sir
profile-picture
69banditos memberi reputasi
1 0
1
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
01-09-2021 08:31

Pagi, Duniaku!

Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...


Selamat pagi. Mentari terbit setiap hari tiada kenal jemu. Semoga aku bisa meniru setianya mentari. Selalu memberikan senyum bagi siapapun yang menyapaku. Kemarin adalah lalu, hari ini adalah usaha, agar esok menjadi akhiran yang terbaik.

❣❣❣❣❣🖤🖤🖤❣❣❣❣❣
profile-picture
69banditos memberi reputasi
1 0
1
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 15 balasan
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
01-09-2021 09:34
Quote:Original Posted By makola
ya amplop


Blum lancar, jadi double quote gitu
0 0
0
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
01-09-2021 09:35
Selamat pagi
Aku Hanya Memanggilmu Ayah ...
profile-picture
makola memberi reputasi
1 0
1
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Heart to Heart
work-from-home
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia