others
Batal
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6124b330a3f5a46660681c7f/tahapan-implementasi-dalam-pendidikan-modern-yang-berbasis-online
Untuk saat ini kebanyakan sekolah SD / SMP / SMA sedang menghadapi sebuah tantangan besar. Revolusi atas Industri 4.0 harus bisa menuntut sekolah bertransformasi menuju ke dalam sebuah pendidikan yang modern. Nah Modernisasi pendidikan menuju ke pendidikan 4.0 memanglah sudah menjadi hal yang Urgent sekali. ICT sudah masuk sebagai sebuah pondasi utama atas pendidikan 4.0 dari setiap Mata pelajaran
Lapor Hansip
24-08-2021 15:52

Tahapan Implementasi dalam Pendidikan Modern yang Berbasis Online

Untuk saat ini kebanyakan sekolah SD / SMP / SMA sedang menghadapi sebuah tantangan besar. Revolusi atas Industri 4.0 harus bisa menuntut sekolah bertransformasi menuju ke dalam sebuah pendidikan yang modern. Nah Modernisasi pendidikan menuju ke pendidikan 4.0 memanglah sudah menjadi hal yang Urgent sekali. ICT sudah masuk sebagai sebuah pondasi utama atas pendidikan 4.0 dari setiap Mata pelajaran yang didorong supaya bisa memanfaatkan ICT pada proses pembelajarannya. 

Tahapan Implementasi dalam Pendidikan Modern yang Berbasis Online

Nah seiring daria berkembangnya zaman, Modernisasi pendidikan yang ada di Indonesia ini sedikit demi sedikit sudah mulai mengarah pada sebuah pembelajaran yang berbasis digital serta idn slot online. Tak hanya pada sekolah umum saja, modernisasi pendidikan pesantren atau madrasah juga ikut mengarah ke tahapan seperti itu. Nah sebenarnya bagaimana sekolah harus bisa menerapkan konsep pendidikan yang Modern ini ? 

Mengenal Perbedaan E-Learning dan Blended Learning 
Untuk konsep dari E-Learning sendiri sempat populer dan konsepnya juga sudah mengatasi dari keterbatasan jarak pada pembelajarannya. Untuk konsep dari E-Learning sendiri, ICT akan dimanfaatkan demi menyampaikan pembelajarannya. Dengan menggunakan sistem manajemen pembelajaran, para siswa siswi / murid bisa mengakses berbagai macam materi ajar yang sudah semestinya disiapkan oleh para guru mereka masing-masing. Namun sangat disayangkan, banyak sudah kasus Praktik E-Learning yang sedikit melenceng. Masih banyak di luaran sana yang mengutamakan E dan lebih mengesampingkan Learningnya. 

Bisa diartikan, Tools pembelajarannya masih saja terlalu fokus sedangkan metode dari pembelajarannya masih saja berlangsung secara konvensional. Konsep dari pembelajaran pada E-Learning ini kemudian langsung dikembangkan dan masuk pada pendidikan 4.0 yang menggunakan konsep dari “ Blended Learning “ atau mulai di dorong ke permukaannya. Konsep dari Blended Learning sudah masuk ke dalam kombinasi pembelajaran secara online dan interaksi langsung di antara pihak Guru dan peserta didik lainnya. 

Untuk Metode dari pembelajaran Blended Learning, fokusnya tak hanya pada pemanfaatan Tools ICT saja. Metode dari pembelajarannya juga bisa disesuaikan atas kebutuhan siswa dan bisa mengacu pada STEMnya. Nah untuk konsep ini sendiri, pembelajaran sudah mulai terpusat pada siswa dan bersifat kolaboratif. Siswa nantinya akan dibebaskan untuk mampu mengalami sendiri pengalaman pembelajaran. Disini guru memiliki peran hanya sebagai Fasilitator saja. 

Syarat Guru dan Murid Bisa Melakukan Sistem Belajar Online

Agar nantinya pembelajaran online kalian ini bisa berjalan dengan optimal, maka pihak dari siswa dan guru harus benar-benar menjalankan perannya masing-masing dengan begitu baik. Disini seorang siswa siswi / murid setidaknya harus bisa : 
1. ICT Literacy atau penguasaan dari Tools ICT itu sendiri
2. Independency atau harus memiliki kemandirian di dalam belajar 
3. Harus memiliki jiwa kreativitas dan cara berpikir yang kritis

Sedangkan untuk seorang guru agar nantinya bisa mengajar menggunakan sistem ini harus menunjang beberapa hal dulu, seperti : 

1. Mampu untuk memberikan penilaian secara komprehensif
2. Guru wajib memiliki kompetensi di abad 21
3. Guru harus bisa memfasilitasi siswa akan bahan ajar yang tepat
4. Guru juga harus bisa secara inovatif dalam menjalankan Authentic Learningnya 

Nah di saat siswa siswi / murid maupun guru sudah memenuhi syarat tersebut, maka proses dari pembelajaran online sudah pasti bisa berjalan dengan jauh lebih optimal lagi. 

Tahapan dalam Menyelenggarakan Pembelajaran Online 

Dari pihak sekolah yang memang ingin menerapkan sistem pembelajaran online, berikut ini akan kami berikan sedikitnya tahapan-tahapan yang memang harus dilakukan nantinya : 

1.1 Melakukan Sebuah Analisis Dasar 

Tahapan awal sebelum bisa benar-benar mengimplementasikan pembelajaran online, dimana pihak sekolah ini harus bisa melakukan analisis target yang memang ingin dicapai dan sesuai akan kebutuhan. Setelah nantinya target sudah benar-benar ditentukan, perlu dilakukannya analisis kebutuhan. Nah kebutuhan ini bisa saja meliputi akan sistem yang dibutuhkan, akan sarana dan prasarananya sampai dengan kepada SDM Pelaksana atau Guru yang memang berkompeten dan teknisi khusus. Untuk tahapan ini, nantinya akan terlihat hal-hal yang memang sudah tersedia serta hal-hal yang sudah dipenuhi langsung. 

2.2 Membangun Sebuah Grand Design 

Berdasarkan pada hasil dari tahapan analisis, maka disini pihak sekolah mampu dalam membuat Grand Design sistem pembelajaran online. Nah Grand Design ini akan mampu mencakup beberapa hal layaknya : 
Desain Sistem 
Mekanisme atas Pelaksanaan 
Mekanisme dari pengelolaan hingga 
Mekanisme dari Pembayarannya 

3.3 Mampu Menyiapkan Fasilitas Penunjang

Setelah nantinya Grand Design ini selesai dibuat, maka pihak sekolah harus memulai melaksanakan sebuah proyek dari pengadaan sarana prasarana dalam menunjang program ini. Meskipun pembelajaran ini bersifat online, maka pihak sekolah harus bisa menyiapkan fasilitas digital yang ada di sekolahnya tersebut. Untuk fasilitas yang dibutuhkan pada program ini memang mencakup dari perangkat komputer - Kamera - Jaringan Internet dan berbagai hal lainnya. 

4.4 Bisa Menyediakan SDM Pelaksana 

Lalu masuk ke tahapan selanjutnya, dimana sekolah sudah bisa mempersiapkan SDM Pelaksana dengan sebuah paradigma yang memang tepat dan skill yang dibutuhkan juga mendukung hal tersebut. SDM Pelaksana ini harus memiliki paradigma bahwa nantinya sebuah pembelajaran memang haruslah berpusat pada peserta didik lainnya. 

Nah sistem pada pembelajaran ini juga harus benar-benar mendukung konsep akan pembelajaran STEMnya. Selain daripada itu, penerapan akan sistem ini bisa mengubah budaya kerja yang ada. Maka nantinya dilanjutkan oleh pihak sekolah dalam memberikan pelatihan pada tiap guru maupun stafnya agar bisa : 
1. Menggunakan hardware maupun software dengan sebaik mungkin 
2. Mampu dalam mengelola konten pembelajaran 
3. Mampu mengelola pelaksanaan pembelajaran
4. Mampu dalam mengelola semua siswa siswi / murid
5. Dan lain sebagainya 

SDM pelaksana sudah menjadi ujung tombak. Nah persiapan ini masuk sebagai hal yang memang sangat urgent. 

5.5 Pemilihan maupun Implementasi Teknologi 

Pembelajaran dari basis online ini tentu saja membutuhkan adanya suatu sistem dalam menaunginya. Nah disini pihak sekolah memang biasanya tidak akan berkapasitas untuk membuat sistem dengan sendirinya. Sebab itu, pihak sekolah bisa saja memilih produk Learning Management System atau LSM tertentu. Untuk LMS sendiri masuk sebagai sebuah sistem dalam menunjang pelaksanaan E-Learning. Dimana pihak sekolah nantinya bisa memilih produk LMS yang sesuai sekali akan kebutuhan sekolah. Selain itu, fitur dari LSM, pembiayaan juga perlu sekali sebagai bahan pertimbangannya. 

Setelah nantinya memilih, maka LMS bisa langsung sesegera mungkin diimplementasikan. Penyedia LMS ini biasanya akan membantu sebuah proses instalasi. Nah pada proses tersebut, pihak sekolah nantinya harus bisa mengurus teknisi agar bisa mempelajari sistemnya. Nantinya, teknisi akan menjadi sebuah pihak yang memang bertanggung jawab pada pengelolaan sistem, berikut dari infrastrukturnya. 

6.6 Tahapan dalam Meluncurkan Sistem 

Jika nanti sistem yang ada sudah selesai diinstalasi, maka pihak sekolah bisa dengan mudah meluncurkan sistem dan sudah mulai mengimplementasikan pada pembelajarannya. Setiap pihak nantinya harus mampu dalam menjalankan program dari pembelajaran yang sesuai sekali atas rancangan atau Grand Design yang memang sudah bisa dibuat di awal-awal. 

Pada awal implementasi, mungkin nantinya akan terjadi sejumlah masalah. Teknisi yang dimiliki langsung dari pihak sekolah harus siap sedia dalam memberikan bantuan. Dan pada akhirnya, seiring berjalannya waktu para guru ini harus bisa menguasai sistem tersebut termasuk dalam mengatasi masalah sederhana pada sistemnya. 




Tahapan Implementasi dalam Pendidikan Modern yang Berbasis Online



Diubah oleh ongbriant048
0
Masuk untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Big Family of Kalong Resurrection
general-discussion-of-kalong-resurrection
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia