News
Batal
KATEGORI
link has been copied
95
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/610a28ec13ed9d12290495d4/kesalahan-prosedur-dalam-mencuci-pesawat-mengakibatkan-f-22-jatuh-pada-15-mei-2020
Merawat pesawat tempur tidak boleh sembarangan, apalagi jika pesawat tempur tersebut punya teknologi canggih yang disebut "stealth", yang menurut tafsir orang Indonesia diartikan sebagai "siluman". Setelah sebelumnya dikabarkan F-35B rusak tersambar petir dan Su-35 jatuh akibat gangguan mesin, jauh sebelum kedua pesawat tersebut mengalami musibah, pada tanggal 15 Mei 2020 F-22 Raptor dikabarkan ja
Lapor Hansip
04-08-2021 12:43

Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Merawat pesawat tempur tidak boleh sembarangan, apalagi jika pesawat tempur tersebut punya teknologi canggih yang disebut "stealth", yang menurut tafsir orang Indonesia diartikan sebagai "siluman". Setelah sebelumnya dikabarkan F-35B rusak tersambar petir dan Su-35 jatuh akibat gangguan mesin, jauh sebelum kedua pesawat tersebut mengalami musibah, pada tanggal 15 Mei 2020 F-22 Raptor dikabarkan jatuh setelah lepas landas dari Eglin Air Force Base. Dalam insiden itu pilot berhasil menyelamatkan diri dengan ejection seat.

Setahun berlalu, hasil penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat tersebut diungkap ke publik pada akhir bulan Juli kemarin. Yang membuat kita geleng-geleng kepala, bahwa insiden jatuhnya pesawat tersebut dikabarkan akibat kesalahan prosedur dalam mencuci pesawat yang dilakukan oleh para kru darat dari pesawat F-22. Dikutip dari Military.com, seorang sumber internal dari USAF mengatakan bahwa, kesalahan dalam perawatan mempengaruhi input kontrol pesawat tempur. Perawatan yang dimaksud disini adalah pada saat pesawat dicuci.

Sementara itu ACC (Air Combat Command) menolak untuk merilis rincian lebih lanjut tentang apa yang salah dari pesawat, hingga menyebabkan kecelakaan, seperti bagaimana metode mencuci pesawat yang terkait dengan masalah pemeliharaan.


Quote:
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020

Foto: U.S. Air Force/Samuel King Jr.



Sementara menurut laporan MINEWS, kesalahan dalam pencucian pesawat diduga kuat menjadi penyebab utamanya. Dalam artikel yang ditulis MINEWS, sebenarnya di bawah kokpit F-22 terdapat tabung yang bernama "airspeed tube". Tabung ini dirancang dengan lubang dan celah untuk memungkinkan udara bersirkulasi masuk. Karena F-22 punya tingkat otomatisasi yang tinggi, tabung tersebut juga digunakan oleh perangkat elektronik pada pesawat untuk melakukan perhitungan data penerbangan pesawat.

Para kru di darat kemungkinan tidak memberi penutup/cover yang maksimal pada tabung tersebut saat pesawat sedang dicuci. Air yang masuk melalui airspeed tube kemudian membeku di suhu yang rendah dan ketinggian tinggi, hal ini menyebabkan data yang dihitung komputer pesawat menjadi terdistorsi.

Komputer onboard lantas mengeluarkan instruksi yang salah berdasarkan data yang terdistorsi, hal inilah yang kemudian menyebabkan badan pesawat F-22 terangkat ke atas dan meningkatkan sudut serang, hal itu membuat pesawat di luar kendali dan akhirnya jatuh. Faktanya, airspeed tube milik jet tempur F-22 memang punya celah di mana air mudah masuk, kemungkinan para kru di darat terlalu banyak menggunakan air selama pembersihan. Hal itu diperparah dengan tidak dipakainya cover untuk menutupi bagian airspeed tube.

Bahasa gampangnya, apa yang terjadi pada F-22 ini adalah "fenomena masuk angin", akibat air yang masuk ke dalam airspeed tube membuat udara di dalam pesawat menjadi terlalu dingin, air tersebut pada akhirnya juga mengganggu sistem komputer pada F-22. Hal tersebut membuat komputer menampilkan data yang tidak sesuai.


Quote:
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020

Airspeed tube yang ditandai lingkaran merah, air masuk ke dalam pesawat melalui celah di perangkat tersebut.

Foto: min.news



Dikutip dari Nort West Florida Daily News, tanggal 15 Mei 2020 F-22 Raptor yang merupakan bagian dari 325th Fighter Wing melakukan misi pelatihan rutin dengan Fighter Wing ke-33. Pesawat dikabarkan jatuh pukul 09:15 pagi, sekitar 12 mil timur laut Eglin Air Force Base. Dalam insiden ini pilot berhasil menyelematkan diri dengan ejection seat, ia hanya mengalami luka ringan.

Menurut keterangan pilot, setelah pesawat lepas landas, ia sudah mengetahui adanya peringatan Sistem Kontrol Penerbangan. Namun, ia tetap memilih untuk melanjutkan proses lepas landas. Saat pesawat berhasil mengudara, pilot mulai merasakan kesulitan untuk mengendalikan pesawat hingga akhirnya menyatakan keadaan darurat. Karena pesawat semakin sulit dikendalikan, pilot memutuskan untuk melontarkan diri menggunakan kursi pelontar. Untungnya dalam latihan tersebut pesawat F-22 tidak membawa bekal senjata.

Dalam artikelnya, MINEWS mengatakan bahwa, selama tahun 2020 ada 20 pesawat milik militer Amerika yang mengalami kecelakan saat latihan. Tiga dari pesawat tersebut adalah jet tempur Generasi 5, yakni 2 unit F-35 dan satu unit F-22. Total kerugian dari insiden tersebut mencapai US$ 500 miliar.

Tak lama setelah F-22 Raptpr jatuh, pada tanggal 19 Mei 2020 giliran jet tempur F-35A juga jatuh di Eglin AFB. Dewan Investigasi Kecelakaan (AIB) mengatakan, kecelakaan F-35 disebabkan karena kecepatan pendaratan yang berlebihan, hal itu diperburuk oleh masalah pada tampilan helm pilot.


Quote:
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020

Foto: Ilka Cole/U.S. Air Force



Hikmah dari kejadian ini adalah, bahwa di manapun kita bekerja baik di lingkungn militer maupun sipil, kita tak boleh meremehkan hal sepele. Karena bisa jadi hal sepele tersebut malah mengakibatkan hal buruk dalam pekerjaan kita. Seperti kasus F-22 Raptor ini contohnya, apa yang salah dengan mencuci pesawat ? Bukankah pekerjaan itu mudah ?

Ternyata mencuci pesawat itu tidaklah semudah yang dipikirkan, ada aturan yang harus dipatuhi oleh para kru yang bertugas. Bahkan sedikit air yang masuk ke dalam pesawat, bisa mengakibatkan masalah serius pada pesawat tersebut. Nah, demikian sedikit update berita mengenai penyebab jatuhnya F-22 Raptor pada tanggal 15 Mei tahun lalu. Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan agan dan sista, jangan lupa untuk selalu mematuhi SOP yang berlaku dalam menjalankan setiap pekerjaan. Sampai jumpa emoticon-Angkat Beer




Referensi Tulisan: 1.2.3
Foto: U.S. Air Force
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ralph. dan 39 lainnya memberi reputasi
40
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 12:43
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020

Jangan sembarangan mencuci pesawat mahal, bisa berakibat fatal gan emoticon-Big Grin


-----


buat yang bingung buat masalah airspeedtube silakan baca komen Om @gonugraha76 berikut ini:


Quote:Original Posted By gonugraha76
Makin canggih tapi makin aneh :

1. Northrop Grumman B2 Spirit

A. Wajib disimpan dalam hanggar ber AC untuk memelihara keawetan cat anti radarnya.

B. Tidak bisa dipakai di hujan deras karena akan mengganggu fungsi lapisan stealthnya serta mengacaukan radar low terrainnya pada saat terbang Nap On Earth.

2. Lockheed Martin F 22 Raptor

A. Para pilot sempat mengalami masalah kesehatan bahkan black out pada saat manuver high G karena sistem air bleed bagi mesin bermasalah dan mematikan ECS dan OBOGS sehingga menyebabkan menurunnya supply oksigen bagi pilot.

B. Jatuh tak lama setelah take off pada saat latihan karena kesalahan prosedur dalam pencucian pesawat yang menyebabkan gangguan pada air sensor pesawat.

3. Lockheed Martin F 35 Lighting II

A. Jika seluruh peluru kanon ditembakkan dalam 1 periode tembakan maka akan membuat retak airframenya.

B. Tidak boleh terbang saat badai karena masalah pada sistem pengaman tangki bbm pesawat OBIGGS yang tidak tahan sambaran petir dan dapat membuat pesawat meledak.

C. Tidak boleh terbang saat badai karena antenna radar pesawat rentan terhadap sambaran petir.

Btw, sensor air speed memang penting karena memberikan data kepada engine manajemen tentang kecepatan aliran udara yang diperlukan untuk menentukan tinggi rendah rpm mesin pesawat pada saat tinggal landas, terbang dan mendarat.
Ada 3 komponen utama dalam sensor air speed : pitot tube sebagai tempat menempelkan sensor tekanan dinamis dan sensor tekanan statis, sensor suhu dan sensor tekanan dinamis serta statis.



Tambahan lain dari Kaskuser:


Quote:Original Posted By masboeing
Ini yg dimaksud pitot tube, ya? Kalau benar, kesalahan yg mendasar banget. Kalau tdk salah pernah ada kejadian serupa di penerbangan sipil, pitot tube freezing pas terbang (bad weather, lupa nyalain PITOT HEAT atau pemanas pitot), airspeed reading ngaco, input ke komputer kendali ngaco juga, kejadian deh (lupa airline & pesawatnya).

Makanya pitot tube ada sarungnya, plus pakai bendera bertuliskan:

"REMOVE BEFORE FLIGHT"

Buka kalau mau terbang. Maksudnya ya selama parkir kudu ditutup, menghindari hal² spt kemasukan air lalu freezing spt tadi.

Masalahnya ane jadi penasaran, risiko terbesar kan ada di darat, misal ketika pesawat dicuci atau pitot kemasukan debris.

Kok peringatannya "Remove Before Flight", ya? Nggak malah "Keep Closed While Parking" misalnya?

Apa karena lebih sering kejadian lupa buka sarung pitot ketika mau terbang, dibanding masang sarungnya setelah parking?

Mungkin ada yg paham? emoticon-Bingung (S)


Quote:Original Posted By jagotorpedo
kejadian lain yg cukup "ngisin-ngisini" si pesawat gen-5...emoticon-Big Grin
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
emoticon-Leh Uga
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 12:48
Itu klo lg terbang kena ujan gmn ya? Ada air kah yg msk ke lubang tsb?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jiresh dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 12:50
Standar operation harusnya ada dong kan bkn pesawat baru lahir dgn teknologi canggihemoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 13:15
Mending nyuci kereta yah kan lbh gampang dan ga lamaemoticon-Big Grin


Kerugian gegara perkara gini ga ngotak yah angkanya

Total kerugian dari insiden tersebut mencapai US$ 500 miliar.
Bagaikan kertas biasa aja tuh uang sama paman sam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
terranova345 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 13:25
Agak memalukan yak nyalahin cara mencuci... emangnya pespur alergi air... Masalahnya mereka kan harus tahan cuaca ekstrem. Gimana kalo melewati badai ?

Malu ama motor ane, cuci stim atas bawah pake sabun colek pun tetap greng..
emoticon-Angkat Beer

emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 11 lainnya memberi reputasi
11 1
10
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 13:26
Airspeed Tube ini apakah sama dengan "Pitot Tube" ya?
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020

.
..
...
....
Contoh Kesalahan Prosedur dalam Mencuci
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 13:26
Nyuci motor di tempat asal juga bikin konslet emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 14:25
salah stim nih....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 14:57
Ini yg dimaksud pitot tube, ya? Kalau benar, kesalahan yg mendasar banget. Kalau tdk salah pernah ada kejadian serupa di penerbangan sipil, pitot tube freezing pas terbang (bad weather, lupa nyalain PITOT HEAT atau pemanas pitot), airspeed reading ngaco, input ke komputer kendali ngaco juga, kejadian deh (lupa airline & pesawatnya).

Makanya pitot tube ada sarungnya, plus pakai bendera bertuliskan:

"REMOVE BEFORE FLIGHT"

Buka kalau mau terbang. Maksudnya ya selama parkir kudu ditutup, menghindari hal² spt kemasukan air lalu freezing spt tadi.

Masalahnya ane jadi penasaran, risiko terbesar kan ada di darat, misal ketika pesawat dicuci atau pitot kemasukan debris.

Kok peringatannya "Remove Before Flight", ya? Nggak malah "Keep Closed While Parking" misalnya?

Apa karena lebih sering kejadian lupa buka sarung pitot ketika mau terbang, dibanding masang sarungnya setelah parking?

Mungkin ada yg paham? emoticon-Bingung (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 15:03
Aturan di elap elap aja pake kanebo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 15:11
wah rapuh ye kemasukan dikit langsung bikin error

atau mungkin..... nyuci nya musti pake sampo pesawat? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 15:17
Cuci pinggir jalan.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andhikap1102 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 15:17
Quote:Original Posted By si.matamalaikat
Merawat pesawat tempur tidak boleh sembarangan, apalagi jika pesawat tempur tersebut punya teknologi canggih yang disebut "stealth", yang menurut tafsir orang Indonesia diartikan sebagai "siluman". Setelah sebelumnya dikabarkan F-35B rusak tersambar petir dan Su-35 jatuh akibat gangguan mesin, jauh sebelum kedua pesawat tersebut mengalami musibah, pada tanggal 15 Mei 2020 F-22 Raptor dikabarkan jatuh setelah lepas landas dari Eglin Air Force Base. Dalam insiden itu pilot berhasil menyelamatkan diri dengan ejection seat.

Setahun berlalu, hasil penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat tersebut diungkap ke publik pada akhir bulan Juli kemarin. Yang membuat kita geleng-geleng kepala, bahwa insiden jatuhnya pesawat tersebut dikabarkan akibat kesalahan prosedur dalam mencuci pesawat yang dilakukan oleh para kru darat dari pesawat F-22. Dikutip dari Military.com, seorang sumber internal dari USAF mengatakan bahwa, kesalahan dalam perawatan mempengaruhi input kontrol pesawat tempur. Perawatan yang dimaksud disini adalah pada saat pesawat dicuci.

Sementara itu ACC (Air Combat Command) menolak untuk merilis rincian lebih lanjut tentang apa yang salah dari pesawat, hingga menyebabkan kecelakaan, seperti bagaimana metode mencuci pesawat yang terkait dengan masalah pemeliharaan.


Swmwntatra menurut laporan MINEWS, kesalahan dalam pencucian pesawat diduga kuat menjadi penyebab utamanya. Dalam artikel yang ditulis MINEWS, sebenarnya di bawah kokpit F-22 terdapat tabung yang bernama "airspeed tube". Tabung ini dirancang dengan lubang dan celah untuk memungkinkan udara bersirkulasi masuk. Karena F-22 punya tingkat otomatisasi yang tinggi, tabung tersebut juga digunakan oleh perangkat elektronik pada pesawat untuk melakukan perhitungan data penerbangan pesawat.

Para kru di darat kemungkinan tidak memberi penutup/cover yang maksimal pada tabung tersebut saat pesawat sedang dicuci. Air yang masuk melalui airspeed tube kemudian membeku di suhu yang rendah dan ketinggian tinggi, hal ini menyebabkan data yang dihitung komputer pesawat menjadi terdistorsi.

Komputer onboard lantas mengeluarkan instruksi yang salah berdasarkan data yang terdistorsi, hal inilah yang kemudian menyebabkan badan pesawat F-22 terangkat ke atas dan meningkatkan sudut serang, setelah itu akhirnya jatuh di luar kendali. Faktanya, airspeed tube milik jet tempur F-22 memang punya celah di mana air mudah masuk, kemungkinan para kru di darat terlalu banyak menggunakan air selama pembersihan. Hal itu diperparah dengan tidak dipakainya cover untuk menutupi bagian airspeed tube.

Bahasa gampangnya, apa yang terjadi pada F-22 ini adalah "fenomena masuk angin", akibat air yang masuk ke dalam airspeed tube membuat udara di dalam pesawat menjadi terlalu dingin, air tersebut pada akhirnya juga mengganggu sistem komputer pada F-22. Hal tersebut membuat komputer menampilkan data yang tidak sesuai.


Dikutip dari Nort West Florida Daily News, tanggal 15 Mei 2020 F-22 Raptor yang merupakan bagian dari 325th Fighter Wing melakukan misi pelatihan rutin dengan Fighter Wing ke-33. Pesawat dikabarkan jatuh pukul 09:15 pagi, sekitar 12 mil timur laut Eglin Air Force Base. Dalam insiden ini pilot berhasil menyelematkan diri dengan ejection seat, ia hanya mengalami luka ringan.

Menurut keterangan pilot, setelah pesawat lepas landas, ia sudah mengetahui adanya peringatan Sistem Kontrol Penerbangan. Namun, ia tetap memilih untuk melanjutkan proses lepas landas. Saat pesawat berhasil mengudara, pilot mulai merasakan kesulitan untuk mengendalikan pesawat hingga akhirnya menyatakan keadaan darurat. Karena pesawat semakin sulit dikendalikan, pilot memutuskan untuk melontarkan diri menggunakan kursi pelontar. Untungnya dalam latihan tersebut pesawat F-22 tidak membawa bekal senjata.

Dalam artikelnya, MINEWS mengatakan bahwa, selama tahun 2020 ada 20 pesawat milik militter Amerika yang mengalami kecelakan saat latihan. Tiga dari pesawat tersebut adalah jet tempur Generasi 5, yakni 2 unit F-35 dan satu unit F-22. Total kerugian dari insiden tersebut mencapai US$ 500 miliar.

Tak lama setelah F-22 Raptpr jatuh, pada tanggal 19 Mei 2020 giliran jet tempur F-35A juga jatuh di Eglin AFB. Dewan Investigasi Kecelakaan (AIB) mengatakan, kecelakaan F-35 disebabkan karena kecepatan pendaratan yang berlebihan, hal itu diperburuk oleh masalah pada tampilan helm pilot.


Hikmah dari kejadian ini adalah, bahwa di manapun kita bekerja baik di lingkungn militer maupun sipil, kita tak boleh meremehkan hal sepele. Karena bisa jadi hal sepele tersebut malah mengakibatkan hal buruk dalam pekerjaan kita. Seperti kasus F-22 Raptor ini contohnya, apa yang salah dengan mencuci pesawat ? Bukankah pekerjaan itu mudah ?

Ternyata mencuci pesawat itu tidaklah semudah yang dipikirkan, ada aturan yang harus dipatuhi oleh para kru yang bertugas. Bahkan sedikit air yang masuk ke dalam pesawat, bisa mengakibatkan masalah serius pada pesawat tersebut. Nah, demikian sedikit update berita mengenai penyebab jatuhnya F-22 Raptor pada tanggal 15 Mei tahun lalu. Semoga pembahasan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan agan dan sista, jangan lupa untuk selalu mematuhi SOP yang berlaku dalam menjalankan setiap pekerjaan. Sampai jumpa emoticon-Angkat Beer




Referensi Tulisan: 1.2.3
Foto: U.S. Air Force


emoticon-Wkwkwk emoticon-Wakaka

jir ada2 aja hasil investigasinya malah bikin malu

kayak cuplikan pelem orang india nyuci laptop terus dijemur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 15:18
Jg d semprot karbuny klo nyuci
Ntar masuk air
Susah nyala ny emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 15:33
Semakin high tech, semakin rawan kl terkena air.
Jadi teringat sepeda motor sport yg sdh pake teknologi throttle by wire. Begitu bawa ke tukang cuci & disemprot pake air tekanan tinggi (kompresor), bakalan ngga lama tuch umurnya gas. emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 15:52
Makin canggih tapi makin aneh :

1. Northrop Grumman B2 Spirit

A. Wajib disimpan dalam hanggar ber AC untuk memelihara keawetan cat anti radarnya.

B. Tidak bisa dipakai di hujan deras karena akan mengganggu fungsi lapisan stealthnya serta mengacaukan radar low terrainnya pada saat terbang Nap On Earth.

2. Lockheed Martin F 22 Raptor

A. Para pilot sempat mengalami masalah kesehatan bahkan black out pada saat manuver high G karena sistem air bleed bagi mesin bermasalah dan mematikan ECS dan OBOGS sehingga menyebabkan menurunnya supply oksigen bagi pilot.

B. Jatuh tak lama setelah take off pada saat latihan karena kesalahan prosedur dalam pencucian pesawat yang menyebabkan gangguan pada air sensor pesawat.

3. Lockheed Martin F 35 Lighting II

A. Jika seluruh peluru kanon ditembakkan dalam 1 periode tembakan maka akan membuat retak airframenya.

B. Tidak boleh terbang saat badai karena masalah pada sistem pengaman tangki bbm pesawat OBIGGS yang tidak tahan sambaran petir dan dapat membuat pesawat meledak.

C. Tidak boleh terbang saat badai karena antenna radar pesawat rentan terhadap sambaran petir.

Btw, sensor air speed memang penting karena memberikan data kepada engine manajemen tentang kecepatan aliran udara yang diperlukan untuk menentukan tinggi rendah rpm mesin pesawat pada saat tinggal landas, terbang dan mendarat.
Ada 3 komponen utama dalam sensor air speed : pitot tube sebagai tempat menempelkan sensor tekanan dinamis dan sensor tekanan statis, sensor suhu dan sensor tekanan dinamis serta statis.
Diubah oleh gonugraha76
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 17:26
banyak peristiwa tragis yang terjadi gara² lubang emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 17:45
kejadian lain yg cukup "ngisin-ngisini" si pesawat gen-5...emoticon-Big Grin
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 18:00
Tarip 'nyuci 1 pesawat kira-kira berapa, yah ?
Sekarang nyuci sepeda motor aja udah sekitaran 15-20 rebu ...
emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Kesalahan Prosedur Dalam Mencuci Pesawat, Mengakibatkan F-22 Jatuh Pada 15 Mei 2020
04-08-2021 18:30
aneh juga ya gan kalo ga bisa sembarangan dicuci. Padahal kalau sedang operasional/terbang tentu ketemu medan medan berat seperti hujan/badai uang berpotensi masuknya air ke perangkat tersebut, bahkan lebih parah dari sekedar dicuci.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia