News
Batal
KATEGORI
link has been copied
82
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/61093924a9f50346d94dd805/kpk-temukan-dokumen-pencairan-dana-tanah-di-munjul-nilainya-rp-18-triliun
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dua dokumen terkait pencairan dana untuk pembelian tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan, satu di antara dokumen yang ditemukan untuk pembelian tanah tersebut nilainya mencapai Rp1,8 triliun. "Cukup besar yang kami terima, misalnya angkanya sesuai dengan APBD itu ada Surat Kep
Lapor Hansip
03-08-2021 19:40

KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun

KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 TriliunTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dua dokumen terkait pencairan dana untuk pembelian tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan, satu di antara dokumen yang ditemukan untuk pembelian tanah tersebut nilainya mencapai Rp1,8 triliun.

"Cukup besar yang kami terima, misalnya angkanya sesuai dengan APBD itu ada Surat Keputusan Nomor 405 itu besarannya Rp1,8 triliun. Terus ada lagi Surat Keputusan Nomor 1684 itu dari APBD Perubahan sebesar Rp800 miliar," ujar Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (2/8/2021).

Firli menuturkan, dua dokumen yang ditemukan itu menunjukkan uang tersebut diterima oleh Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya.

KPK kini disebutnya tengah mendalami peruntukan uang tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi dan tersangka.

"Nah, itu semua di dalami," sebut Firli.


Diketahui, KPK menetapkan lima tersangka dalam ini.

Para tersangka yaitu mantan Direktur Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Ardian, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudi Hartono Iskandar, serta PT Adonara Propertindo selaku tersangka korporasi.

Pada Februari 2019, Rudi meminta Anja dan Tommy melakukan pendekatan pada Yayasan Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dengan kesepakatan penawaran tanah ke Perumda Sarana Jaya yang awalnya menggunakan nama Andyas Geraldo selaku anak Rudi dan kemudian surat penawaran tersebut diubah menggunakan nama Anja sebagai pihak yang menawarkan.

Selanjutnya, surat penawaran tanah Munjul Pondok Ranggon kepada pihak Sarana Jaya baik atas nama Andyas Geraldo dan Anja dibuat dengan harga Rp7,5 juta/m2 yang diklaim sebagai sebagai pemilik tanah. Padahal tanah tersebut masih milik Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Pada Maret 2019, Anja bersama Tommy menemui Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tanah Pondok Ranggon seluas 41.921 m2 dengan harga Rp2,5 juta/m2, dan saat itu juga langsung disetujui Rudi dengan membayarkan uang muka pertama sebesar Rp5 miliar kepada Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Masih di bulan Maret 2019, Yoory selaku Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya memerintahkan stafnya untuk menyiapkan pembayaran 50% pembelian tanah Munjul Pondok Ranggon sebesar Rp108,99 miliar. Padahal belum dilakukan negosiasi harga antara Yoory dengan Anja yang mengaku sebagai pemilik tanah.
Kemudian pada April 2019, dilaksanakan penandatanganan PPJB tanah Pondok Ranggon seluas 41.921 m2 di Kantor Sarana Jaya antara Yoory dengan Anja, dan di hari yang sama Perumda Pembangunan Sarana Jaya mentransfer 50% pembayaran pembelian ke rekening Anja sebesar Rp108,99 miliar.

Pada awal Mei 2021, dengan menggunakan rekening perusahaan PT Adonara Propertindo, Rudi dan Anja kembali menyetujui dan memerintahkan Tommy mengirimkan dana sebesar Rp5 miliar sebagai uang muka tahap dua kepada Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus.

Setelah ditandatangani PPJB dan dilakukan pembayaran sebesar Rp108,9 miliar; Sarana baru melakukan kajian usulan pembelian tanah di Munjul Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, dimana lebih dari 70% tanah tersebut masih berada di zona hijau untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tidak bisa digunakan untuk proyek hunian atau apartemen.

Berdasarkan kajian Konsultan Jasa Penilai Publik harga appraisal tanah tersebut hanya 1
Rp3juta permeter.

Desember 2019, meskipun lahan tersebut tidak bisa diubah zonasinya ke zona kuning, pihak Sarana Jaya tetap melakukan pembayaran sebesar Rp43,59 miliar kepada Anja di rekening Bank DKI atas nama Anja sehingga total yang telah dibayarkan sebesar Rp152,5 miliar.

Atas pembayaran yang telah dilakukan oleh Sarana Jaya tersebut, Rudi meminta Anja dan Tommy untuk mengalirkan dana yang di antaranya digunakan untuk pembayaran BPHTB Pengadaan Tanah Pulogebang pada Sarana Jaya, dimasukkan ke rekening perusahaan lain milik Rudi dan penggunaan untuk beberapa keperluan pribadi Rudi dan Anja.

Atas perbuatan para tersangka tersebut, diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp152,5 miliar.
Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.


https://m.tribunnews.com/amp/nasiona...triliun?page=2

emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sorken dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 19:42
Jaman ngahok nggak nih? emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 19:49
Beli tanah 4.1 hektar d munjul.. Per meter 2.5 juta.. Mau keluarin dana 1.8 T??.. emoticon-Malu (S)

Mau naik haji ke mars??.. emoticon-Malu (S)

Zaman ahok beli tanah sumber waras 3.6 hektar d tengah kota dg harga NJOP 755 M.. BPK teriak2 kerugian negara.. emoticon-Malu (S)

Tapi d kasus ini.. BPK malah bikin propaganda d situs resmi.. emoticon-Malu (S)

KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun



emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh valkyr9
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sudarmadji-oye dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 19:49
Kpk dkinya jd buzzer yg dibayar negara doang, boro2 deteksi, kalo bisa nutupin dan minta bagian
Memalukan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Dead4helldog dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 19:49
Komen pertama


Guoblokkkkkkl
Diubah oleh Skyland999
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 19:53
tradisi korupsi kayanya makin subur di era gakbener ini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gobanggobing dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 19:55
Mark up ny gila2 an seh, gw kerja bidang property, dr 2.5 per m2 ke 7.5 aj dah ga masuk diakal, paling mentok2 jg klo gw naikin sampai ke 4 juta per m2 max, ini lagi sampai 1.8T, lo beli tanah sama dibangun atau cuma tanah ny doang?! 🤣

Praktek cari komisi sih wajar, cuma ya jangan gila2 an jg kali, masa dr 300M bisa sampai 1.8T 🤣, muke gile 🤣

Pemda DKI jg bloon bgt, dia yg netapin njop, masa kaga tau perkiraan harga pasaran n main beli aja, jelas bgt ni ad korupsi ny 😀
Diubah oleh sub.zero.mk7
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kepala.Jenggot dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:00
KPK buat brita beginian mulu, tp kelanjutannya gmn?

apa udh ada tersangkanya?sapa aja komplotannya?sapa yg ksh acc?dst..dst...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:10
ya jangan kelamaan konpers..
kalo masih omong indikasi2 ya gak ada bedanya sama LSM..
kelo kasus kelamaan gini ya dibelakangnya dalang tarik ulur kepentingan dan power..
ujung2nya lenyap aja kabarnya..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:12
cebi udah pada buka celana neh...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 3 lainnya memberi reputasi
2 2
0
Lihat 17 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 17 balasan
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:27
Ada yg ketar ketir gk nh.....
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan news.bpln memberi reputasi
2 0
2
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:28
Calon trit sepi dari gerombolan yg cuma muncul di trit yg bahas hoaks donasi 2T padahal ga ngerugiin siapapun cuma bikin malu segelintir petinggi pemerintahan emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 7 lainnya memberi reputasi
7 1
6
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:35
soal tanah mang ngeri2 sedap
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:36
Perjanjian sah atau tidak, yayasan tetap untung kok
Walau gak bisa dibikin rumah/bangunan, tetep bernilai ekonomis
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan news.bpln memberi reputasi
2 0
2
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:42
Subonnolloh emoticon-EEK!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:47
Penjahatnya sama dengan kasus beli tanah sendiri di cengkareng.

profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:59
Nominalnya fantastis sekaliemoticon-Matabelo
Diubah oleh Makati2019
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan news.bpln memberi reputasi
2 0
2
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 20:59
BPK ,ICW , tvOne dan KPK DKI langsng ngumpet d bawah meja...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 21:07
Dulu Bermasalah di Kasus Lahan Cengkareng, Rudy Hartono Kini Diperiksa KPK di Tanah Munjul

Nama Rudy Hartono sudah tidak asing terkait makelar tanah di Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya, Rudy pernah terjerat kasus hukum lantaran menjual lahan yang merupakan aset Pemprov DKI Jakarta di Cengkareng Barat.

Rudy selaku kuasa Toeti Noezlar Soekarno menjual lahan itu kepada Pemprov DKI saat era Basuki Tjahaja Purnama pada 2015. Lahan seluas 4,6 hektar di Cengkareng Barat itu dibeli Rp 668 miliar. Kasus tersebut pernah dilaporkan oleh Pemprov DKI Jakarta ke Bareskrim Polri, tetapi mangkrak hingga saat ini.

Di samping itu, Pemprov DKI juga mengajukan gugatan ke pengadilan, yang kini sudah inkrah dengan vonis kubu Toeti bersalah dan wajib mengembalikan uang penjualan lahan. Keputusan Pengadilan Tinggi itu tertuang dalam surat keputusan dengan nomor 35/PDT/2018/PT.DKI bertanggal 27 Maret 2018.

Untuk proses lahan Munjul di KPK, penyidik juga sudah memanggil Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene pada Senin (23/3). Namun, Anja mangkir dan meminta agenda ulang pemeriksaa pada hari ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Anja merupakan istri Rudy Hartono. Lembaga antirasuah itu mengusut dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur (Jaktim), Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

Penyidikan dilakukan setelah KPK menemukan dua bukti permulaan cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan tanah tersebut. Dengan adanya penyidikan maka KPK telah menetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi tersebut.






https://www.jpnn.com/news/dulu-bermasalah-di-kasus-lahan-cengkareng-rudy-hartono-kini-diperiksa-kpk-di-tanah-munjul
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galbadia dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 21:13
Trit layu sebelum berkembang.. emoticon-Embarrassment
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul, Nilainya Rp 1,8 Triliun
03-08-2021 21:23
Ditunggu Anies Kena Dan Dipenjara Ayoo Bonkk Cemungut Ane Dukung👍👍👍👍😎
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia