Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
107
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60febf25d299fc301e6ff3ec/joker-304-kisah-horror-ane-waktu-di-asrama-reborn
FOREWORDS Harap Dibaca Dulu Ya Gan! :shakehand2 Tujuh tahun telah berlalu semenjak saya membuat sebuah Thread yang cukup dikenal pada tahun itu, juga beserta dengan kontroversinya yang membuat saya sengaja menutup thread tersebut. Hingga hari ini (25/07), thread lama tersebut telah menyentuh 1.9 juta pembaca, dengan ribuan likes, yang juga baru saya sadari. Jumlah pembaca tersebut merupakan angka
Lapor Hansip
26-07-2021 20:56

JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !

Quote:JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !


Quote:FOREWORDS
Harap Dibaca Dulu Ya Gan! emoticon-Shakehand2


Tujuh tahun telah berlalu semenjak saya membuat sebuah Thread yang cukup dikenal pada tahun itu, juga beserta dengan kontroversinya yang membuat saya sengaja menutup thread tersebut. Hingga hari ini (25/07), thread lama tersebut telah menyentuh 1.9 juta pembaca, dengan ribuan likes, yang juga baru saya sadari. Jumlah pembaca tersebut merupakan angka yang fantastis dan mengharukan bagi saya yang bukanlah penulis professional, itu pula yang menjadi alasan saya untuk kembali mengangkat cerita ini, karena banyak yang ternyata masih menantikan kisah ini, terutama 5 epilog yang seharusnya saya keluarkan, namun berkendala.

Awalnya, saya takut untuk mengangkat kembali kisah ini ke permukaan, karena kontroversi yang terjadi pada saat itu masih menghantui saya hingga sekarang. Namun sebuah saran dari teman memberikan saya sebuah ide segar. Bagaimana kalau cerita tersebut diangkat kembali, namun seluruh unsur agama dan kontroversinya diubah menjadi hal lain? Tentu akan merusak keaslian dari cerita, namun itu adalah ide bagus untuk menuntaskan apa yang telah saya mulai. Ribuan pesan masuk pada akun kaskus saya, juga akun sosial media, menanyakan kapan 5 epilog terakhir akan rilis sejak tahun 2014, bahkan hingga kini. Maka dari itu, saya rasa inilah salah satu momen dimana saya harus menuntaskan apa yang saya mulai, meski harus merombak beberapa unsur.

Dari sekarang pun akan saya katakan, akan banyak unsur – unsur dari cerita lama yang saya ubah disini. Kebanyakan merupakan nama karakter, nama lokasi, juga unsur – unsur agama yang kental dari kisah lamanya. Meski begitu, saya akan tetap berusaha konsisten agar cerita ini masih seasli dan semirip mungkin dengan cerita lama. Seiring berjalannya kisah, akan saya jelaskan juga beberapa trivia dan fakta mengenai mana yang ‘dibuat – buat’ dan mana yang memang kejadian nyata. Jadi jika ditanya, apakah kisah ini adalah cerita nyata? Itu kembali ke diri masing – masing, namun yang bisa saya katakan, setengah dari cerita ini adalah nyata dan setengahnya lagi adalah fiksi yang saya karang untuk menghindari kontroversi lainnya, dan kepentingan cerita.

Bagi pembaca lama, jelas akan mengetahui bahwa asrama yang saya maksud disini bukanlah asrama biasa, melainkan asrama yang memiliki korelasi dengan agama. Itu adalah salah satu bentuk perubahan yang saya buat, harap dapat dimaklumi. emoticon-Big Grin

Saya rombak semua dengan identitas baru tentu untuk menghindari konflik dan kontroversi lagi. Namun saya tidak bisa mengatur netizen, banyak diluar sana cerita gw yang versi lama masih disebar, jadi untuk saat ini sih saya biarkan. Tapi, saya berpesan, tolong bagi yang mengetahui nama – nama asli dari karakter ini, dan nama asli dari lokasi, simpan untuk diri anda saja. Jangan di share ya, saya mohon.

Diluar semua itu, saya murni ingin menceritakan kisah ini karena memori yang tercipta dari kejadian nyata dan proses penceritaan dari thread lama merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Silahkan dinikmati, Terima kasih! emoticon-Big Grin


Quote:Index Gambar


Thread Lama


Ilustrasi Joker


Seorang Kaskuser bernama Wahyu Setiawa Wibowo menggambar sosok - sosok yang hadir di kisah ini juga:

Ilustrasi Agan Wahyu


Dibawah ini adalah denah asrama buatan kaskuser juga, hanya saja ane lupa siapa namanya. Bagi yang membuat gambar harap PM ane, biar ane cantumkan namanya, ya!


Denah Asrama Umba dan Balad






Quote:
INDEX CERITA

Chapter 1: Hari Pertama, Dan Terror Awal Joker
Chapter 2: Terror Kedua Joker, Perubahan Perilaku
Chapter 3: Debut Pertama Joker Bagi Ane
Chapter 4: Ustadz Turun Tangan, Malam Hunting Joker
Chapter 5: Lukisan Pria
Chapter 6: 1 Nya Joker, 1 Nya Lagi Siapa?
Chapter 7: The Big Four dan Asal Usul Si Joker
Chapter 8: Malam Terakhir Umba
Chapter 9: Itu Bukan Pipa, Itu Kaki
Chapter 10: Gak Cuma Kakinya, Rambutnya Juga...
Chapter 11: Isu Pelatihan Mental
Chapter 12: Kunjungan.
Chapter 13: TRIVIA
Chapter 14: Joker dan Rayon Balad
Chapter 15: Urban Legend Asrama Putri
Chapter 16: Kisah Dukun Ninja dan Kaki Panjang
Chapter 17: Diperalat, Diantara, Dia.
Chapter 18: Wanita Bawang Busuk
Chapter 19: Mimpi Yang Janggal
Chapter 20: Ancaman dan Keputusan
Chapter 21: Semar Punya Orang Luar?
Chapter 22: Panggilan Darurat Dari Kampung Halaman
Chapter 23: Konfrontasi Agam dan Joker
Chapter 24: Perpulangan Sebelum Badai
Chapter 25: Farewell [FINALE]
---
EPILOG 1: Begu Ganjang
EPILOG 2 COMING SOON
EPILOG 3 COMING SOON
EPILOG 4 COMING SOON
EPILOG 5 COMING SOON






Quote:JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !



Kisah ini akan saya update secara berkala, secepat saya bisanya, sebab saya perlu merombak beberapa nama dan gaya penulisan agar tidak timbul kontroversi lagi. Secara keseluruhan total ada 25 Chapter, mungkin saya juga akan mencantumkan chapter baru yang tidak ada di thread lama, sebagai informasi yang tak tersampaikan.
Thread ini juga akan menuntaskan 5 Epilog yang tak sempat dipublish 2014 lalu.
Kisah ini juga sudah saya masukkan di Wattpad, barangkali ada yang lebih suka membaca lewat platform tersebut.



Quote:
Untuk kontak dan informasi, atau jika dirasa ada yang tidak berkenan dari tulisan saya, silahkan diadukan pada fitur Private Message Kaskus atau dengan mengabari saya via social media berikut:

Twitter: @FallenUryuu 

Instagram:
Wattpad: @FallenUryuu






Terimakasih Sudah Mampir, Agan - Sista!  -
emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol

Diubah oleh FallenUryuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
geraldogary1610 dan 17 lainnya memberi reputasi
16
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
26-07-2021 20:57
Quote:Hari Pertama, dan Terror Awal Joker

Hari ini adalah hari pertama ane memasuki sekolah berasrama setara SMA di Tangerang untuk beberapa tahun kedepan. Suasana saat itu sangatlah ramai dengan mobil – mobil dari orang tua siswa yang memenuhi seluruh lapangan yang disediakan oleh sekolah. Ane tidak datang bersekolah di sini sendirian, ane ditemani saudara ane yang Bernama Rafi, dan kami pun telah membooking kamar asrama yang sama.

Setelah mendapatkan kamar bernomor 304 yang ada di lantai 3 (denah akan digambarkan nanti), ane mulai membersihkan dan menyimpan barang – barang yang berada di koper lalu ane simpan di lemari. Rayon asrama ini Bernama Umba, tentu saja nama samaran. Setelah seluruh pakaian ane rapihkan, lanjutlah ane berbaur dengan teman – teman sekamar.

Teman – teman kamar 304 ini berjumlah sepuluh orang, tidur dengan Kasur tingkat berjumlah 5. Perkenalan pun terjadi, ane perkenalkan nama ane Rama yang akan mengisi ranjang bawah pertama, dengan Rafi yang mengisi ranjang atas. Kemudian ada Radit yang berpasangan dengan Fajri dengan posisi Adit di ranjang bawah, dekat dengan ane, Oh ya, untuk kedua pasangan ini, mereka merupakan orang asli Sulawesi yang merantau kemari. Ardi dengan Farhan, Farhan menempati ranjang bawah. Ada pula Ibra dan Ahmad, mereka berdua merupaka perantau juga yang berasal dari suatu daerah di bagian timur Indonesia, posisi tidur Ibra berada di ranjang bawah. Dan duo terakhir merupakan orang asli Tangerang Bernama Herman dan Raihan.

Tak terasa obrolan kami seputaran serunya berkenalan dan bercerita tentang kehidupan kami sebelum masuk ke asrama ini sudah membuat malam semakin larut. Saat ane tengok, jam telah menunjukan pukul 2 malam.

Pada detik itu, semua masih terasa menyenangkan, tak satupun dari kami ada yang berpikir akan hadirnya ‘sosok’ yang tidak menyenangkan sama sekali.

Setelah beberapa menit masih berbincang, kami pun memutuskan tidur karena takutnya besok kecapekan saat ada aktifitas penyambutan siswa baru. Karena ini adalah malam pertama pengenalan, kami pun memutuskan untuk menurunkan seluruh Kasur kami dari ranjang ke permukaan lantai dihadapan ranjang, dan tidur berdampingan di lantai, kalau kata Ibra sih biar ‘solid’ kedepannya, haha. Untungnya pada titik ini kita masih bebas, penjaga asrama yang merupakan kakak kelas 3 masih belum sepenuhnya mendisiplinkan apapun di hari pertama.

Sebagai gambaran, ane kasih tau aja nih posisi tidur dan Kasur kami dekat dengan jendela kamar yang menghadap ke lorong lantai 3 ini: Rafi, Fajri, Ane, Radit, Ibra, Ahmad, dan sisanya yang berada dipojok tembok kamar. Meski sudah pada posisi, kita tidak langsung tidur, masih ada sedikit obrolan diantara kami, hingga akhirnya ane sendiri yang tak sadar tepar duluan padahal masih dalam obrolan, haha.

.

.

.

SREEKKK

Sebuah gesekan terdengar kencang di telinga ane, seketika itu pula ane terbangun dari tidur. Waktu menunjukan pukul setengah 4 subuh. Tentu saja ane yang masih mengantuk tidak begitu niat untuk mencari suara apa barusan.

Namun saat ane memalingkan mata kearah samping, tepatnya kearah Radit, kulihat Radit masih duduk di kasurnya dan belum tidur, sementara teman – teman kamar kita yang lain sudah terlelap. Kuperhatikan, matanya melotot tajam namun kosong, tubuhnya pun tampak berkeringat dingin.

Ane tanya lah dia, “Ente kanapa, dit?”

Dia tak bergeming sama sekali, bahkan tampak seperti tak mendengar suara ane.


Karena mata ane yang masih berat dan mengantuk, kubiarkan Radit seperti itu, dan kutinggal tidur.
.
.
.


“Ram Bangun! Ram!” Sahut sodara ane yang Bernama Rafi itu menggoyang – goyangkan tubuh ane hingga membuat ane terbangun dari tidur.

Yang ane lihat, jam sudah menunjukan pada pukul setengah 5, kemudian ane lihat Rafi yang tampak panik. Ane yang penasaran pun melihat teman – teman yang lain, mereka duduk melingkari ane dan Radit dengan ekspresi yang panik serta khawatir.

Dan ente tau apa yang terjadi?

Gue melihat Radit, dia masih dalam posisi yang sama seperti saat gw terbangun satu jam yang lalu pada pukul setengah 4!

“Astagfirullah dit! Kenape lu?!” Tanya gue kaget agak menjauh darinya.

Bedanya dari saat ane mempergokinya jam setengah 4 tadi, Adit yang sekarang tampak lebih pucat, seluruh badannya basah penuh keringat seperti baru saja diguyur oleh air. Dan yang lebih mengerikannya lagi, matanya tampak merah, mungkin karena ia berada dalam posisi yang sama semalaman.

Karena kami sadar itu bukan kapasitas kami, akhirnya kita memanggil penjaga asrama Umba.

Penjaga asrama itu membawa seorang kakek Bernama Umar yang menjadi penjaga dari seluruh asrama, tak hanya bangunan asrama Umba. Ia kemudian membacakan ayat – ayat keagamaan beserta kitab – kitabnya yang ane tak ketahui dan asing didengar. Radit yang dibacakan ayat tersebut pun perlahan menutup matanya dan tertidur.

Keesokan sore nya Radit bercerita ke seisi kamar dengan salah satu penjaga lantai 3 asrama ini, yang memang sedang sengaja mampir ke kamar ane.

“Jadi gini ram… Sebelum lu bangun, dan anak – anak masih tidur, gw kan masih belom bisa tidur ya… Gw liatin aja jendela kamar sambil menunggu kantuk… Tak lama dari itu, gw melihat sesuatu lewat di lorong koridor lantai 3 dengan cepat, kenceng banget kaya terbang! Saat lewat, bentuknya masih tidak jelas, gw yang penasaran pun tetap gw liatin jendela tersebut… EEEHHH TUH ‘MAKHLUK’ BALIK LAGI, TAPI KALI INI IA BERJALAN MUNDUR DENGAN MENGHADAP KEDEPAN, NAMUN MATANYA MELIRIK KEARAH GW!!!” Ucap Radit menejelaskan dengan gemetaran dan mata berkaca – kaca.

Kami semua dibuat bungkam, kakak kelas 3 yang berada di kamar kami saat ini tampak serius mendenagrkan tanpa menyangkalnya, seolah ia sudah terbiasa dengan cerita seperti itu.

“Bentuknya aneh… Tidak seperti hantu – hantu yang dijelaskan… Dibilang kuntilanak bukan… Dibilang pocong juga bukan… Bentuknya putih semua, kepalanya tampak oval tanpa leher dengan rambut panjag namun tipis seperti rontok… Dan yang paling membuat gw ketakutan adalah… BIBIRNYA MERAH TAK BERATURAN SAMPE KE TELINGA!!! SOBEK!!!” Lanjut Radit.

Kami semua tampak bungkam, ketakutan dan gemetaran mendengarnya. Itu adalah sosok yang terlalu menyeramkan untuk kami bayangkan…

Kemudian, kakak kelas 3 yang Bernama Musrar akhirhya buka mulut tentang hal tersebut…

“Kakak kenal apa ‘MAKHLUK’ yang dimaksud Radit… Nanti kakak bakal jelasin ke kalian, sekarang gak usah khawatir… Anggap saja itu sebagai bentuk peringatan untuk tidur dini dan tidak begadang… Nanti kakak bicarakan juga sama sama Pak Umar…” Ucap Musrar.

Kita masih terdiam bengong tak percaya…

Kakak kelas penjaga lantai 3 itu pun keluar, dengan ucapan “Di asram aini ada 3 makhluk yang sering digosipin sebagai ‘penghuni’ disini dan paling sering nongolin diri… Salah satunya adalah ‘dia’, makhluk paling tua di asrama Umba ini… Dari dulu kita udah menyebut nama dia sebagai Si Joker, karena mulutnya yang sobek seperti tokoh Joker dari komik barat itu lho…” sambil berlalu pergi.

Seluruh teman – teman ane pun panik, banyak dari mereka ingin pindah kamar dan pindah lantai dari asrama tersebut. Bahkan Rafi yang merupakan saudara gw pun tampak khawatir dan ingin pindah sekolah.

Kami pun menjalani aktifitas kami setelahnya, hanya saja ane tak sengaja mendengar percakapan dari Kak Masrur saat di kantin bawah asrama Umba tenrtang penampakan semalam…

“Eh serius? Si Joker nongolin diri lagi ke anak – anak 304 yang baru?” Tanya teman Kak Masrur.

“Iya… Tapi yaa… Lagian Si Joker emang sempat menghuni kamar 304 waktu masih hidup dulu, kata legendanya sih begitu…” Balas Kak Masrur.

Ane panik tak karuan mendengar ucapan tersebut…

Diubah oleh FallenUryuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
26-07-2021 21:28
Quote:
Terror Kedua Joker, Perubahan Perilaku


Setelah kejadian yang cukup gila itu menerror kita seharian, dua warga kamar kita telah gugur karena tak sanggup lagi, alias pindah kamar dan pindah sekolah, haha. Raihan yang ‘sepertinya’ bertemu Joker juga karena tampak trauma, ia pindah dari sekolah ini setelah beberapa minggu. Sementara Herman, ia yang memang paling paranoid dibanding kita semua, pindah ke lantai 2. Jadi untuk saat ini, survivor kamar 304 tinggalah 8. Akankah terus berkurang? Simak terus. emoticon-Big Grin

Radit saat perkenalan adalah orang yang asik dan aktif berbicara, namun semenjak insiden malam itu, ia jadi cenderung pendiam. Meski sudah sekitar 1 hingga 2 minggu berlalu, ia masihlah menjadi pribadi yang pendiam.

Sampai akhirnya di suatu malam jumat, kita tidur lebih awal…

Sebelum kita tidur, ketua kamar yang kami pilih adalah Ibra, ia mengingatkan kami semua untuk selalu membaca doa sebelum tidur. Ia juga memberi semangat pada masing – masing dari kita yang memang rata – rata adalah perantau, bahwa kita datang kesini bukanlah untuk mencari pengalaman buruk, apalagi menjadi Ghostbuster, haha. Melainkan adalah untuk menuntut ilmu. Jadi ia mengungkapkan untuk tidak terlalu khawatir akan kehadiran – kehadiran ‘dia’, dan tidak mengikuti langkah Herman serta Raihan.

Kita pun terlelap setelahnya…

Keesokan harinya ane melihat Radit menjadi kian aneh, ane mendapati ia dalam posisi yang sama dengan saat kami ia melihat Joker. Namun kali ini ia tidak begitu ketakutan atau tegang, dari sorot ekspresinya yang kudapatkan adalah ia seolah sedang ‘mikir keras’ dibanding dengan saat pertama kali lalu yang terkesan ketakutan dan kaget.

Hari pun berlalu menjadi siang…

Gw dan beberapa anak kamar gw yang kelelahan pun tidur siang sebalik dari sekolah, beberapa nya lagi tampak tak berada di kamar, melakukan aktifitas, termasuk Radit.

CKLEK

Gw mendengar suara pintu dibuka, gw yang terbangun pun melihat jarum jam telah menunjuk ke angka 5 sore. Tepat dibawah jam dinding tersebut, Radit sedang menutupi mukanya dengan kedua telapak tangan, seperti orang yang sedang bermain petak umpet?

“Dit?” tanya gw.

Masih tak ada jawaban.

“Dit lu ngapain?”

Seketika itu, Radit mendadak menangis histeris, suara teriakannya memecah tidur siang temen – temen gw, semuanya terbangun panik lalu menanyai ada apa lagi yang terjadi pada Radit. Yang kurasakan sih, sepertinya sedari tadi ia sedang menangis, namun ia tak enak untuk membangunkan kita, dan saat gw terbangun menyapa dirinya, barulah ia melepaskan tangisannya.

Sebelum lanjut menanyainya, Ibra menenangkan Radit dan seisi kamar. Setelah suasana lebih tenang, Radit pun bercerita…

“Gw udah gak kuat lagi… Tiap malem si Joker mampir mulu di mimpi gw… Kadang kalo gw kaget karena terbangun dari mimpi buruk tersebut, Joker sudah ada di depan jendela tersenyum kearah gw… Dan puncaknya itu tadi malam, dia nongol di mimpi gw menarik – narik gw sambil mengucap…”

“Jangan tempatin kamar gua…”

Kami dibuat bungkam lagi oleh cerita Radit, ia juga tampak sesenggukkan sebentar, kemudian melanjutkan ceritanya...

“Gw orang jauh, Ram… Gw dari Sulawesi… Gw harus kuat 3 tahun disini agar tidak mengecewakan orang tua gw…”

Ibra berusaha menenangkan dan menyemangati Radit yang masih tertekan oleh mimpi buruknya. Lagipula posisi Kasur Radit memanglah tampak jelas dari jendela, sementara ranjang gw yang memang berada disebelahnya masih tertutup oleh barisan lemari anak – anak kamar.

Setelah itu, Ibra mengusulkan Radit untuk pindah ranjang, ke ranjang yang tidak terekspos dari kaca jendela luar.

“Ram… Bolehkan gw tukeran Kasur sama lu?” Tanya Radit.

JEBREDDDDD

“O-Ohh… Yaa… Yaaaa… Ya oke deh…” Ucap gw setengah hati.

Gw jelas mana mau tidur di Kasur Radit, gw juga kasian padanya namun tetap saja gw bukan orang yang berani lihat makhluk halus. Namun karena kasihan, gw iyakan permintaannya, sementara gw memilih untuk pindah ke ranjang Raihan yang baru saja pindah sekolah. Ranjang Raihan juga terekspos pada jendela, namun masih agak jauh daripada ranjang Radit.

Keesokan harinya, keluarga gw dan keluarga Rafi menjenguk kami kedalam kamar, kakek dan nenek gw juga ikut serrta. Kebetulan, kalau urusan paranormal, kakek gw memang sering diandalkan oleh warga kampung untuk mengusir setan. Gw pun menceritakan seluruh kisah yang Radit alami pada kakek gw, dan meminta tolong padanya untuk mengusir jauh Joker agar tidak mengganggu kamar 304 lagi.

Sekitar beberapa menit kakek gw mengucap doa – doa dan ayat, ia menyipatkan air ke beberapa titik di kamar dan lorong lantai 3. Setelah itu, ia melakukan ibadah sholat magrib di kamar gw. Setelahnya, tampak ia bersila sambil berbicara sendiri menggunakan Bahasa sunda yang terkesan kuno. Gw sendiri orang sunda, namun beberapa kosakata yang ia gunakan tampak asing di kuping gw.

Setelah semua ritual itu selesai, ia pun berbicara pada gw untuk tidak usah mengkhawatirkan setan lagi. Ia memberi pesan pada gw untuk focus belajar, dan berhenti begadang. Gw tidak tau apakah ia berhasil mengusir si Joker atau tidak, tapi yang jelas gw masih cemas.

Namun ada hal janggal semenjak hari ini…

Radit yang sudah berpindah Kasur, kini berperilaku sebaliknya daripada dia sebelumnya. Ia jadi lebih berani, sekarang ia bahkan tidak takut untuk berjalan malam – malam di koridor lantai 3 asrama. Sebuah gossip muncul dari mulut kamar sebelah, katanya Radit sering terdengar bicara sendirian saat jalan di koridor lantai 3. Hal ini pun membuat gw dan Ibra curiga kalau Radit ini justru ‘berteman’ dengan makhluk halus Bernama Joker tersebut.

Namun tentu saja itu hanyalah gossip liar, bisa saja Radit memang berbicara dengan orang lain.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
26-07-2021 21:56
Menarik, gelar tiker dulu...lanjut gan ts
profile-picture
profile-picture
delia.adel dan FallenUryuu memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
26-07-2021 22:08
Quote:
Debut Pertama Joker Bagi Ane

Setelah 2 kejadian terror joker , kamer gw jadi lebih waspada untuk keluar malem / tidur malem, kita masih parno takut si joker tiba tiba nongol depan jendela lagi kaya si adit..

Setelah 2 kejadian mengenai terror Si Joker, kamar gw jadi lebih waspada untuk keluar malam atau begadang. Kebanyakan dari kami masihlah parno, takut Si Joker tiba – tiba nongol di jendela kaya pengalaman si Radit, kan ngeriiiiyyy.

Berbeda dengan mayoritas penghuni kamar kita, Radit sekarang justru jadi lebih sering keluar malam. Beberapa kali kami sering menanyakan kenapa dia sering keluar malam, jawabannya adalah untuk menjemur pakaian di lantai 4 rayon asrama ini. Memang sih, lantai 4 rayon asrama ini adalah tempat untuk menjemur pakaian yang dicuci, tak sedikit pula orang yang menyuci dan menjemur di malam hari. Lucunya, Radit yang terbiasa ‘ngomong sendiri’ saat keluar untuk mencuci baju itu, seringkali disangka hantu oleh kamar lain! Hahahaha.

Bahkan kakak – kakak kelas penanggung jawab asrama sering memarahinya untuk tidak keluar malam, biar tidak ada gossip tentang hantu yang semakin beredar.

Namun untuk chapter kali ini, gw tidak akan menceritakan tentang Radit, melainkan gw ingin bercerita tentang diri gw sendiri. Yap, gw juga sempat mengalami diterror oleh Si Joker.

Jadi, perpulangan bulanan telah tiba, seluruh warga rayon mayoritas sudang pulang ke rumahnya masing – masing. Ada juga yang memang orang jauh seperti Radit, Ibra, Ahmad, dan Fajri yang dijemput orang tuanya untuk tidur di hotel. Sebab libur perpulangan ini tidak terlalu panjang durasinya, jadi daripada membuang uang untuk pulang ke rumah mereka yang jauh diluar pulau jawa, mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu di hotel.

Naaah, malam itu rayon asrama Umba yang sudah sepi menyisakan beberapa orang yang ada di lantai berbeda saja, sementara di lantai tiga hanya ada gw dan saudara gw, Rafi. Jemputan kita belum juga datang, mungkin masih dalam perjalanan, padahal waktu sudah menunjukan jam 11 malam, huhu.

Kami berdua sih berusaha berpikir positif saja agar tidak dipertemukan dengan yang aneh – aneh. Sesekali, kita bermain tebak – tebakan dan bercanda untuk menghidupi suasana.

Malam semakin larut, karena mengantuk, Rafi memilih untuk tidur selagi menunggu jemputan. Gw disuruh untuk tetap terjaga, dan membangunkannya saat jemputan kami tiba, takut – takut yang menjemput kami itu adalah keluarga yang belum pernah datang kesini dan tidak tau kamar kita yang mana. emoticon-Big Grin

Suasana saat itu kosong banget, gw yang sudah jengkel menunggu lamanya jemputan pun tak sedikitpun terpintas akan dihantui oleh si Joker. Ditambah lagi, ternyata di lantai 2 ada satu kamar yang mayoritas penghuninya tidak pulang sama sekali, dan mereka tampak begadang sambil bermain kartu. Suara canda tawa mereka yang agak bising membuat pikiran buruk gw pun semakin tak terasa.

Gak ada angin, gak ada hujan, saudara gw si Rafi tiba – tiba berteriak tak karuan dari tidurnya. Gw yang terkejut pun menggeplak kepalanya sekali untuk menyadarkan saudara gw yang tampak mengigau itu.

“Woyy cageur ari sia kunaon, bebal? (Woyy, sadar! Lu kenapa, sialan?)” Bentak gw dalam Bahasa sunda setengah marah karena dikagetkan.

Ia beranjak cepat dari kasurnya tanpa membalas ucapan gw, lalu keluar kamar dan tampak menengok kanan – kiri seolah sedang mencari sesuatu. Pada titik ini, gw sudah mulai merinding merasakan kejanggalan dari perilaku Rafi.

Karena tidak mau terjadinya hal yang tak diinginkan, gw memilih bungkam daripada bertanya apa yang terjadi padanya. Lebih baik gw tanyakan nanti saat suasana sudah lebih tenang.

Untungnya, sekitar 15 menit dari kejadian janggal dan canggung itu, paman gw datang untuk menjemput gw dan Rafi. Hati gw kembali dibuat tenang olehnya, kemudian paman gw membantu kami menurunkan koper serta barang – barang untuk dibawa pulang, ia pun turun duluan dari lantai 3.

Sementara itu gw dan Rafi melakukan beres – beres dan kemudian mengunci kamar untuk nanti dititipkan ke Pak Umar.

Setelah semua beres terkunci, Rafi sekali lagi tampak bingung celingukan mencari sesuatu di koridor lantai 3. Gw yang udah merinding gajelas karena tingkah laku Rafi pun memutuskan untuk membentaknya sekali lagi.

“Aya naon sih? Geuwat turun ai maneh, asa hariwang aing mah neleuna! (Ada apaan sih? Cepetan turun, gw jadi cemas nih liat lu begini).” Ucap gw sambil membentaknya.

Dia masih diam, tapi karena gw yang sudah jengkel, gw tariklah tangannya, ia tak melawan dan ikut bersama gw untuk turun kebawah.

TEPAT SEBELUM KITA TURUN TANGGA…

Rafi tampak terkejut tidak karuan, ia melepaskan pegangan tangan gw. Sementara gw hanya kebingungan, sedari tadi ia bertingkah laku janggal seperti orang bego. Tanpa menunggu gw, ia pun berlari menuruni tangga seolah dikejar setan meninggalkan gw sendirian.

Seolah… dikejar… setan?

Tak seperti film horror yang melirik pelan untuk mendapati jumpscare, gw yang memang sedang menghadap kearah ujung lorong koridor, menaikan mata gw untuk melihat apa yang ada di ujung itu.

Ujung koridor tersebut adalah pintu menuju kamar mandi umum. Dan, yep, ‘KITA’ saling tatap…

GUE LIAT JOKER! TIDAK SALAH LAGI! Semua deskripsi yang Radit ceritakan cocok dengan sosok jangkung putih di ujung koridor itu. Bibir merahnya sobek, dari ujung muka ke ujung lainnya. Gw gak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, seluruh pergerakan gw terasa kesemutan dan kaku, untuk lari dan bergerak pun rasanya sangat berat.

Awalnya dia hanya menatap gw, tapi lama kelamaan bibir merahnya yang sobek itu mulai menyeringai pelan. Seketika pula suara seperti kaleng yang digesek terdengar keras dalam kepala gw, tak memperdulikan apapun lagi, gw mulai berteriak tidak karuan.

Meski gw sanggup untuk teriak, gw masih merasa kesemutan untuk bergerak. Gw hanya bisa berteriak dalam diam gw berdiri melihat sosok jangkung menyeramkan itu tidak kunjung hilang. Ia tak tembus pandang ataupun segera menyatu dengan udara, ia MASIH DISANA, TERSENYUM KEARAH GW.

Gw liat ia mulai mendekat, gw gak begitu memperhatikan apakah ia berjalan atau melayang, tapi pergerakannya pelan dan lurus. Di titik ini, pecahlah tubuh gw yang membatu dan yang sedari tadi teriak. Gw lari turun tangga sekuat tenaga gw sambil setengah memejamkan mata. Gw lompatin hampir setiap 5 anak tangga, tak peduli kaki gw sakit atau gw kejedot tiang besi, yang jelas gw sangatlah ketakutan.

Saat sudah sampai dibawah, gw rasakan tubuh gw dilanda keringat dingin yang membasahi baju gw. Dibawah, gw bertemu Rafi, karena pama gw sudah masuk ke mobil terlebih dahulu.

Rafi tak terkejut melihat gw yang ngos – ngosan dan ketakutan, ia hanya berkata, “Maneh neleu teu? (Lu liat ga?)”

Gw Cuma diem, gw kini mengerti kenapa Radit dan Rafi tak bisa melakukan apapun kecuali lari.

Akhirnya kita jalan untuk melewati gerbang masuk asrama Umba, Ketika sudah agak jauh, gw sengaja melirik ke atas lantai 3 rayon gw…

Dia masih disana, senyum kearah gw…

Diubah oleh FallenUryuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
26-07-2021 22:21
Keep apdet gan ts, biar ga kentangemoticon-Toast
profile-picture
FallenUryuu memberi reputasi
1 0
1
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
26-07-2021 22:57
Ikut bakar menyan gan di mari

Sekarang harus tamat, gan

Jangan sampai kentang emoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
69banditos memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
27-07-2021 03:08
Jejakkk
profile-picture
profile-picture
agahigh dan FallenUryuu memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
27-07-2021 07:33
Mantaaap.. Lanjutkan gan, jangan kasih kentang..
profile-picture
FallenUryuu memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
27-07-2021 15:07
Wah mantap reborn lagi nih. Ane udah agak lupa cerita nya.. Jadi pengen baca lagi. Ditunggu kelanjutan nya ganemoticon-Jempol
profile-picture
FallenUryuu memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
27-07-2021 17:58
Quote:
Ustadz Turun Tangan, Malam Hunting Joker


Semenjak kejadian terakhir yang melibatkan gw sendiri yang melihat sosok iblis itu, berbagai kejadian lain pun telah terjadi, meski beberapa dianggap hanyalah gossip yang dibuat – buat. Menurut kabar dari mulut ke mulut, rupanya tak hanya kamar 304 yang diganggu oleh iblis Bernama Joker itu, namun kamar sebelahan pun terdampak, yaitu 302 dan 306, yang menghimpit kamar gw 304.

Cerita dari kamar 302, katanya si Joker ini pernah masuk ke dalam kamar disana, terus memain – mainkan kipas angin otomaits yang bertengger di dinding kamar. Isunya, Kipas tersebut berputar tidak seperti seharusnya, belokan kanan – kiri dari kipas tersebut dianggap janggal oleh anak kamar 302 di suatu malam. Keesokan harinya, kipas itu pun rusak. Namun menurut gw, isu yang ini meragukan, jadi gw anggap hanyalah gossip belaka, entah benar atau tidaknya.

Sementara kamar 306, mereka bercerita suatu malam sosok yang mirip dengan Joker yang dideskripsikan oleh Radit pernah menempel di pojok atas kamar mereka. Untuk yang satu ini, gw juga meragukan kebenarannya, sebab sesering – seringnya makhluk tersebut menghantui kamar 304, belum pernah sampai sosok tersebut masuk ke dalam kamar.

Oh ya, karena di terror saat perpulangan kemarin, saudara gw yang Bernama Rafi itu mengalami trauma saat hendak kembali masuk sekolah dan menginap di asrama. Ia pun tak pernah berani untuk kembali ke asrama sekolah, dan memutuskan untuk keluar/pindah dari tempat ini ke suatu sekolah sederajat yang berlokasi di Bandung. Sekali lagi, warga kamar kami pun berkurang satu, menyisakan 7 orang.

Sialnya lagi, jumlah itu tak mengenakan bagi gw, karena 7 merupakan angka ganjil :’(

Mendapati 3 kamar yang merasa terganggu, juga 3 anak asrama yang memutuskan untuk pindah sekolah/kamar pun membuat anak – anak dari kamar 304, 302, dan 306 komplain dan melapor pada orang yang dianggap ‘kuncen’ urusan mistis, yaitu Pak Umar yang sudah gw ceritakan juga di chapter – chapter sebelumnya. Selain itu, Pak Umar ini juga sering mengisi dan memimpin sholat dan pengajian di masjid asrama, jadi gw rasa ia adalah orang yang tepat untuk kami pintail pertolongan.

Setelah meyakinkan terror Joker ini nyata pada Pak Umar, ia menyuruh kami untuk tutup mulut agar tidak ada isu yang membuat takut warga kamar lainnya. Malam harinya setelah seluruh lampu koridor rayon dimatikan, Pak Umar meminta 2 perwakilan dari setiap kamar (304, 302, dan 306) untuk menemaninya patroli. Dari kamar kami, yang menjadi perwakilan adalah gw dan Ardi. Gw dipilih karena gw adalah orang yang melapor pertama kali pada Pak Umar ini, dan Ardi dipilih karena ia adalah salah satu pentolan Angkatan kami saat itu, jadi ia dianggap salah satu yang paling berani.

Lalu bagaimana dengan Radit? Seperti biasa, dia memilih untuk menjemur di lantai 4, tak mau ikut campur urusan ini.

Saat berpatroli, Pak Umar dan kami hanya bulak – balik berjalan di koridor yang lampunya sudah mati sambil membaca doa. Lucunya, kita yang berjumlah 6 orang hanya bisa berpegangan tangan sambil ikut berdoa, agar si Joker gak memunculkan diri di hadapan kita, hahahaha emoticon-Big Grin .

Hingga akhirnya, Pak Umar berhenti di ujung koridor yang merupakan pintu menuju kamar mandi. Sontak, kami berenam pun ikut berhenti dengan perasaan yang sama – sama tegang.

“Baca aya kursi dalam hati 3x, dilanjut alfathihah terus – menerus sampai saya suruh kalian berhenti ya.” Pinta Pak Umar.

Woh ya jelas kita turuti, meski pikiran kita banyak yang melayang kemana – mana karena ketakutan. Apalagi gw, karena gw mendapati Joker pertama kali muncul di tempat ini, sekilas gw pun menyimpulkan ada yang tidak beres di kamar mandi ini.

Suasana hening, dalam balutan bisikan do akita masing – masing.

BRAKKK BRAKK BRAKK

Sontak kita berenam terkejut menahan lanjutan doa – doa yang diminta Pak Umar karena mendengar suara pintu kamar mandi yang terdengar dipukul – pukul. EDAN! Pikirku, Siapa pula yang tak kaget mendengar suara pintu kamar mandi yang kosong digedor – gedor dari dalam? Apalagi saat tak ada orang didalamnya dan suasana sepi seperti ini. :’(

Selang berapa waktu, Pak Umar pun menyudahi doanya, suara barusan pun berhenti terdengar dari dalam kamar mandi. Pak Umar meminta kami untuk tidur bersamanya di kamar pengurus rayon yang berlokasi tepat disamping kamar mandi. Karena terbatasnya Kasur yang tersedia, empat orang dari kami pun mengambil posisi tidur di lantai.

Pak Umar juga bilang “Udah saya duga, dia memang beneran dari kamar kamu (nunjuk ke gw!), tapi tidak usah khawatir… Sudah saya usir kok barusan…”

Meski gw percaya akan ucapan Pak Umar, gw gak yakin demit sebandel Joker bisa benar – benar pergi hanya dengan ritual yang kita lakukan barusan.

“Terus kenapa kita harus tidur disini, pak ustad?” Tanya Ardi, teman kamar gw.

“Saya usir dia, tapi sebagai gantinya, dia minta untuk memberi ‘salam perpisahan’ terakhir ke orang yang masih bangun di kamar rayon, kalau kalian balik ke kamar, mau kalian disalamin sama setan itu?” Ucapnya disusul tawa kecil.

Pada titik ini gw gak tau apakah Pak Umar ini bercanda atau serius, yang jelas kita hanya bisa diam, mejamkan mata, dan mencoba tidur, meski sulit.


Hanya saja ada satu hal janggal yang membuat gw merinding sulit tidur malam itu. Yaitu, meski samar dan pelan, gw mendengar suara Radit sedang berbicara sendiri…

profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
27-07-2021 19:18
Quote:Lukisan Pria

Setelah kejadian hunting bersama Pak Umar untuk ngusir Joker dari rayon Umba, kita akhirnya bisa tenang. Sudah beberapa minggu tak ada lagi gangguan, secara perlahan paranoid anak – anak kamar lantai 3 pun mereda. Kini, mau jalan – jalan pas malam atau salto – saltoan sekalian pun gak perlu takut lagi, wkwkwkwk wtf.

Kita sih cukup percaya – percaya saja sama Pak Umar yang emang disebut ustadz sakti oleh kakak – kakak kelas yang sering bercerita. Meski memang kecemasan kita akan terror Joker semakin mereda, namun tentu saja trauma beberapa orang yang sempat melihatnya masih membekas, termasuk gw.

Tapi ada yang janggal dari malam pengusiran Joker itu, pas kita disuruh tidur di kamar pengurus lantai 3, jelas gw mendengar suara Radit yang sedang berbicara, entah di lorong lantai 3 atau masih di tempat jemuran lantai 4. Ardi yang bersama gw pun mengiyakan bahwa ia mendengar suara Radit. Kalau sependengaran Ardi, ia menjelaskan bahwa ada satu kalimat dari Radit yang membuatnya bingung, ia mendengar Radit mengucap “Ngapain?” dari percakapan tersebut. Tentu saja, seluruh siswa sudah tidur di kamar masing – masing, bicara dengan siapakah Radit? Pikir gw mencoba memikirkan misteri yang melingkupi teman sekamar gw itu.

Gw, Ardi dan Ibra beranggapan bahwa Radit itu berteman dengan iblis Joker. Saat si Joker diusir dari rayon Umba, teori kita berspekulasi Radit bertemu dengan Joker yang mau memberi salam perpisahan. Sampai titik ini, gw masih belum berani nanya, sih.

Hari dan minggu berlalu semenjak pengusiran Joker, kakak kelas penanggung jawab lantai 3 yang Bernama Masrur pun seiring berjalannya waktu pernah bercerita tentang Joker. Ia bercerita di kamar gw, sambil memasangkan suatu lukisan pria yang merupakan tokoh keagamaan. Bagi pembaca thread lama, harap jangan disebut siapa tokohnya ya, simpan untuk diri sendiri saja, biar tidak menimbulkan kontroversi lagi.

Gw yang kebingungan pun bertanya, “Kenapa dipasang lukisan tokoh itu, bang?”

Dia jawab, “Gak apa – apa, ini foto sebenernya udah dari dulu ada di kamar ini, dari Angkatan – angkata sebelumnya. Cuman, semenjak kamar ini diganti cat temboknya, lukisan ini dilepas dulu…” ucapnya sambil memasang lukisan tersebut di dinding atas jendela.

Gw sih Cuma manut mengangguk saat Bang Masrur bercerita soal kakak – kakak dari Angkatan atas gw memasang lukisan ini.

Hingga suatu malam yang kebetulan hujan lebat, saat itu tanggal menjelang tahun baru. Hujan ini diiringi dengan angin kencang dan petir yang menggema sangat keras berkali – kali. Saking hebatnya hujan malam itu, seluruh lantai koridor rayon mengalami banjir, kami sih berusaha sembunyi dari kakak – kakak yang menyuruh setiap kamar mengirim perwakilan untuk membantu mengatasi banjir, dan malah main kartu remi di kamar, hahahaha. emoticon-Big Grin

Kita bermain kartu sambil mengobrol, obrolan nya cukup beragam dan mengalir seperti air. Hingga akhirnya Radit mengucapkan sesuatu yang membuat Gw, Ardi dan Ibra bungkam kebingungan.

“Eh itu lukisan nya mending dicabut aja deh, jangan dipasang di atas jendela dah…” Ucapnya.

Gw dan temen – temen kamar pun kebingungan bertanya balik, “Ngapa emang, dit?”

Radit beranjak disela- sela pertanyaan kami, lalu ia menurunkan lukisan tersebut sambil berkata, “Ganggu pemandangan aja, lagian ‘GAK BAKAL BISA DILIAT’ oleh yang lewat di koridor nanti, mending ditaro di pojok kamar aja biar keliatan sama yang ‘lewat’ deh.”

Akhirnya ditaro lah lukisan tersebut diatas lemari Ahmad, karena lemarinya berada di paling pojok. Kita yang memang terlalu malas memasang paku di tembok pun mengiyakan permintaan Radit. Lukisan tersebut kini hanya berdiri terpampang di atas lemari Ahmad.

Setelah itu gw pikir hanya sampai situ kelakuan aneh si Radit, eeeh ternyata tidak sampai disitu saja. Radit tampak mengambil ember berisi pakaian yang telah ia cuci sambil membuka pintu.

Gw tanya lah, “Weehhh mau kemana dit?”

Gw berpikir, aneh aja kalau mau menjemur pakaian di lantai 4 sekarang, apalagi hujan nya sedang deras – derasnya. Juga banyak petir.

Dia jawab dengan enteng, “Mau keluar.”

Karena sudah jadi bahan gosipan oleh teman – teman kamar kita, Ardi pun menyindir Radit dengan ucapan, “Mau jemur baju lagi dit? Lu liat kan hujan lagi gede gini? Atau jangan – jangan lu mau nyari setan ye, dit? Hahahaha” ucapnya diakhiri dengan candaan.

Radit tertawa kecil mendengar ucapan Ardi, terus dengan santainya ia membalas ucapan tersebut dengan:

“Hahaha, Enggak kok… Mau ketemu JOKER.”

DEGGGGGG

Seisi kamar yang tadinya bercanda pun sontak hening, disusul oleh Radit yang pergi berlalu keluar kamar. Setelah ia pergi, seisi kamar pun saling tatap ngeri, sementara itu Ahmad yang masih menganggap itu hanya candaan berusaha menertawakannya, daripada membawa kesan menyeramkan.

Gw lihat Ardi berbicara dengan Ibra, ia mengucap “Bra, bener kan kata gw... Dia tuh temenan ama setan… Ama Joker…”

Seisi kamar yang kembali merasa paranoid dan takut diterror oleh makhluk halus lagi pun memutuskan untuk membiarkan Radit. Kami pun memutuskan untuk tidur lebih awal tanpa menunggu Radit kembali.

Keesokan subuhnya, gw lihat Radit sudah ada di tempat tidurnya, tapi bukan itu yang membuat gw terkejut…

“WANJIR?!”

Lemari – lemari anak kamar 304 tampak sudah pada rusak dan berserakan. Ada lemari yang jatuh hingga merusak pintunya, membuat barang – barang berserakan. Ada pula yang tidak jatuh atau rusak, namun gemboknya tampak terbuka, membuat engsel pintu tersebut rusak.

Satu hal lagi yang membuat gw janggal adalah… HANYA LEMARI AHMAD YANG TIDAK RUSAK. SEOLAH TIDAK TERSENTUH APAPUN. Bahkan, lukisan tokoh agama yang ada diatasnya tak bergeming sama sekali.

Seisi kamar pun riuh, mereka yang tertidur tidak mendengar adanya benda yang dirusak atau jatuh. Bahkan Ibra itu cukup dibilang sensitive pada suara saat sedang tidur pun tak mendengar adanya pengrusakan atau pembobolan dari lemari – lemari kamar.

Ardi, sang pentolan kamar kami pun pecah amarahnya, ia membangunkan Radit yang tertidur dan membogem wajahnya tanpa pikir panjang. Ia membentak Radit dengan keras, “WOYY DIT! ELU DAH KETERLALUAN YE, LU KAN YANG BERANTAKIN LEMARI – LEMARI INI?!”

Radit yang baru bangun tidur pun sontak kaget gemetaran mendapati dirinya dipukul oleh pentolan kamar. Ia celingak – celinguk kebingungan melihat seluruh lemari diobrak – abrik, “Astagfirullah… Bukan gw, di…”

Ardi yang masih dibutakan emosi pun balik membentak Radit dengan pertanyaan, “LAH TERUS SAMA SIAPA, ANJ****NG?!”

Radit yang gemetaran pun mengangkat telunjuknya, menunjuk jendela kamar kami sambil mengucap, “Kayanya… Sama dia…”

Gw merinding tak karuan, bukan karena adanya sosok lain di jendela, justru karena dibalik jendela kamar kita TIDAK ADA APAPUN disana.

Ardi pun ditenangkan oleh Ibra. Sang ketua kamar pun mencoba memecahkan masalah bertanya balik pada Radit, “Sama siapa? Di Jendela gak ada siapa – siapa.”

“Itu adaa… Sumpah, Bra, Itu ada…” Balas Radit gemetaran menahan rasa takut setengah menangis.

“Sumpah demi tuhan itu ada bra…”

“Itu yang ngegangguin gw waktu dulu awal – awal gw tinggal di kamar ini… Yang mulutnya sobek sampe telinga… YANG LU SEBUT JOKER!”

Gw masih tidak percaya kejadian seperti ini kembali terjadi, tak satupun kata yang gw ucap pada siapapun. Mulut gw bungkam, badan gw gemetar ketakutan, padahal gw tak melihat sosok yang diucapkan Radit.

Shubuh pun kita lewati dengan sunyi, beberapa malah memilih untuk kembali tidur dan melupakan kejadian ini.

Dia… Apa ‘dia’ kembali lagi?


profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
27-07-2021 19:44
Wah.. ada update emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
27-07-2021 20:00
selanjutnya


apa nanti ada kemunculan BATMAN ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agahigh dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
27-07-2021 22:10
Quote:1 Nya Joker, 1 Nya Lagi Siapa?


Setelah kejadian lemari yang pada tumbang, akhirnya lemari – lemari kita diganti dengan yang baru oleh penjaga asrama. Lukisan yang sebelumnya hanya berada di atas lemari Ahmad, kini dipasang di dinding tepat disamping kipas angin. Mulai dari hebohnya lemari – lemari yang hancur inilah, isu tentang si Joker dan Radit tersebar ke lantai – lantai lainnya. Hal ini berdampak negative terhadap kamar kita, terutama Radit, kini ia sering diolok – olok sebagai teman iblis atau teman setan dan semacamnya.

Berita buruk lainnya juga datang dari kamar kami, 2 orang penghuni kamar kita pun gugur dan memutuskan untuk pindah sekolah dan pindah kamar. Yang gugur pertama adalah Fajri, teman sekampungnya Radit, ia keluar karena sempat sakit demam berdarah, kemudian memutuskan untuk tinggal di Sulawesi dan pindah sekolah di tempat yang tak jauh dari rumahnya. Yang kedua adalah Ahmad itu sendiri, ia pindah ke kamar di lantai 2, namun alasan Ahmad bukanlah karena pengalaman mistis yang terjadi selama ini di 304, melainkan ia hanya capek harus naik – turun tangga yang begitu jauh untuk mencapai lantai 3, hahahahaha. Setidaknya bukan karena Joker lah ya emoticon-Big Grin

Akibatnya, survivor dari kamar 304 ini tinggal tersisa 5 orang. Yaitu Gw, Radit, Ibra, Ardi, dan Farhan. Tidak sampai satu tahun, setengah dari populasi kamar ini telah pergi, dengan alasan masing – masing. Tapi gw yakin, meski mereka punya alasan masing – masing atas perpindahan mereka, alasan keduanya tentu saja sudah capek berurusan dengan si Joker.

Di waktu yang benar – benar sedang kelam ini, Ibra sempat – sempatnya memberi motivasi kembali, “Haelah, gara – gara setan doang pada pindah… Namanya menuntut ilmu, pasti ada cobaan nya lah… Gini doang kok pindah, dasar pecundang.” Ucapnya.

Memang keren tapi edan si Ibra ini.

Nah untuk cerita kali ini, akhirnya datang hari dimana gw dan si Radit ditugaskan untuk melakukan piket malam. Piket malam ini sebenarnya tidak sulit, hanya perlu membersihkan koridor lantai 3 dan memastikan semua siswa telah ada di kamar masing – masing.

Sebelum gw lanjut ke cerita, Radit ini sempat curhat ke gw sebelumnya, dia bilang, “Ram menurut lu aneh gak sih, gw suka naik ke lantai 4 setiap malem buat jemur?”

Gw yang kebingungan menjawab hanya bisa mendengarkan dia, setelahnya ia bercerita apa yang sebenarnya ia lakukan diatas sana. Jadi, memang mayoritas malam Radit pergi untuk menjemur, selalu ada Joker muncul untuk menerror nya, bahkan dari malam pertama pun Joker masih belum hilang dalam mimpi Radit. Namun karena setiap hari ia dipertemukan terus – menerus entah lewat koridor ataupun mimpi, Radit jadi semakin terbiasa akan hadirnya Joker. Meski menurutnya masih menakutkan, ia sudah tidak sekaget atau setakut saat awal – awal dulu.

Tentu saja gw kaget mendengarkan cerita tersebut, namun ternyata tidak berhenti disitu, Radit memiliki tujuannya sendiri untuk selalu berada di lantai atas. Ia bilang, ia suka memandangi pemandangan dari atas, menyaksikan jalan raya terpampang dari sana. Itu adalah bentuk pelariannya dari kerinduan kampung halaman. Namun karena orang – orang sudah melabelinya sebagai teman setan, Radit merasa cukup terpukul karena kesalah pahaman tersebut. Pada titik ini, keraguan gw pada Radit memudar, gw menemukan bahwa sebenarnya Radit ini kesepian, dan ia kangen kampung halamannya. Tapi disisi buruknya, Joker masihlah menghantui Radit.

“Gw orang jauh Ram… Gw suka kepikiran sama orang tua gw…” Ucapnya curhat.

Gw yang merasa bersalah karena sempat menganggap isu Radit berteman dengan Joker pun berusaha sebisa mungkin menemani Radit. Gw juga berusaha menjelaskan situasi tersebut pada Ibra dan Ardi, agar setidaknya Radit tidak dimusuhi di kamar sendiri.

Oke, kembali ke piket malam bersama Radit, kita pun melakukan bersih – bersih di sekitar rayon dari magrib. Sesekali Ketika para siswa baru berdatangan dari aktifitasnya, gw dan Radit pun istirahat di kamar. Setelah dirasa semua siswa memasuki kamar masing – masing, gw dan Radit pun patroli untuk memastikan semua orang sudah berada dikamar, agar lampu koridor bisa kita matikan.

Waktu telah menunjukan pukul 22:30, kami mendapati semua siswa sudah berada di ranjang masing – masing. Kini tugas terakhir dari piket malam adalah membuang sampah ke sebuah penampungan di samping asrama.

Gw dan Adit memanggul beberapa karung sampah, hingga akhirnya sampai di lantai dasar asrama. Sebelum pergi belok ke arah samping menuju pembuangan, gw perhatikan lantai 3 yang merupakan lantai tertinggi di rayon Balad, yaitu rayon khusus untuk anak – anak kelas 2 yang berada dihadapan rayon gw terdapat orang yang sedang duduk.

Siluet orang yang duduk di lantai 3 rayon Balad itu tampak hitam semua, gw curiga yang sedang gw tatap ini adalah Joker, karena siluetnya agak buram seperti penampakan. Namun dari bentuknya, ia lebih menyerupai manusia dibanding bentuk Joker yang kuingat.

Setelah membuang sampah, akhirnya kita naik ke rayon kita dan hendak tidur.

Namun sebelum masuk kamar, gw liat lagi orang yang duduk di lantai 3 rayon balad, dia masih duduk…

Tapi, tunggu… Ada yang aneh…

Secara perlahan, kakinya yang berada diujung bangunan itu memanjang kebawah…

KAKI NYA MAKIN PANJANG !!!

DEGGG! Gw langsung mendapatkan perasaan membatu yang sama seperti saat bertemu dengan Joker untuk pertama kalinya.

Ia yang duduk di lantai 3 tersebut menjulurkan kakinya sangat panjang hingga menyentuh tanah di lantai dasar.

Untungnya, Radit ada disini bersama gw, gw tanyalah sosok yang berada disana itu..

“Dit… Itu… Joker, kan?” Tunjuk gw pelan – pelan setengah gemetaran.

“Mana? Ga ada apa – apa disitu…” Ucap Radit.

LAH?!

KOK JADI GW DOANG YANG CUMA LIAT ITU?

PADAHAL BIASANYA ADIT YANG CUMA BISA LIAT JOKER.

Gw pun semakin merinding, keringat dingin mengucuri tubuh gw. Lamunan gw yang sekilas itu kembali dipecahkan oleh ucapan Radit.

“Joker mah ada disitu tuh…” Lanjut Radit menunjuk ke salah satu pintu kamar di lantai 2 rayon kami.

Namun gw tak bisa melihat hadirnya Joker di lokasi yang Radit tunjuk.

Semakin dibuat merinding lah gw dengan kejanggalan tersebut. Karena ketakutan, gw memutuskan untuk segera memasuki ranjang, menutup mata dan memaksa tubuh gw untuk tidur secepat – cepatnya.

Namun ada satu hal yang membuat gw berpikir sebelum gw benar – benar terlelap. Jika yang di lantai 2 Radit tunjuk itu adalah Joker, lalu siapa yang berkaki panjang di rayon Balad itu?



profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
28-07-2021 09:13
IJin baca gan
profile-picture
profile-picture
agahigh dan FallenUryuu memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
28-07-2021 10:32
ditunggu lanjutannya gan...menarik untuk diikutin ceritanya

profile-picture
FallenUryuu memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
28-07-2021 11:22
Mksh gan apdetnya
profile-picture
profile-picture
rinandya dan FallenUryuu memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
28-07-2021 14:26
Ijin gelar tiker
profile-picture
FallenUryuu memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
28-07-2021 14:32
Quote:
The Big Four dan Asal Usul Si Joker

Tak terasa waktu kami di Rayon Umba ini sudah menuju akhir, dalam beberapa hari lagi, gw dan temen – temen kamar akan berpindah rayon. Karena sebentar lagi kami akan naik ke kelas 2, sementara siswa baru akan masuk ke asrama ini, kita yang naik ke kelas 2 harus pindah ke Rayon Balad. Yep, Rayon dengan sosok misterius berkaki panjang yang gw lihat beberapa minggui lalu. :’(

Tapia da 1 lagi masalah yang bikin anak kamar gw hampir terpecah…

Jadi beberapa minggu lalu setelah gw melihat penampakan si Kaki Panjang, Radit tak lama dari itu pulang ke kampung halamannya di Sulawesi karena sakit, meminta izin dari sekolah. Hingga sekarang pun dia masih belum balik, entah apa penyakit yang menerpanya tapi gw cukup khawatir.

Kita yang penasaran pun meminta Ibra sang ketua kamar untuk bertanya kondisi terkini untuk Radit pada pihak sekolah. Setelah di telepon, ternyata Radit sedang sakit tipes dan dirawat di rumah sakit, ia juga dipastikan tidak akan balik ke asrama hingga penyakitnya sembuh total. Kemungkinan, saat kami pindah Rayon ke Rayon Balad pun Radit masih belum bisa datang, jadi kemungkinan ia akan sembuh dan kembali saat semua Angkatan kita sudah berada di Balad.

Oh ya, sebenarnya perpindahan ke Rayon Balad itu menyedihkan, karena teman kamar yang akan ditempati nanti akan diacak. Jadi kemungkinan besar gw akan berpisah dengan teman – teman 304 gw yang sekarang. Semoga saja salah satu dari mereka masih bisa sekamar dengan gw, karena kita sudah terlalu klop hahahaha.

Untuk kondisi Radit, teman – teman kamar kita mulai berspekulasi yang aneh – aneh…

Ibra sang ketua kamar sih bilang tanpa adanya Radit, si Joker bisa – bisa nyari mangsa ke kamar gwa, dan dia takut kalau mangsanya itu dirinya sendiri. Padahal sebelum – sebelumnya dia yang paling berapi – api untuk tidak takut sama dedemit, hahahaha. emoticon-Big Grin

Sementara si Ardi berpikir, tanpa adanya Radit, nanti si Joker bakal sering mampir ke kamar gw karena kesepian. Ardi pun goyah pertahanannya, ia meminta untuk melakukan pindahan kamar pada penjaga asrama, namun sayang sekali permintaannya tidak seperti anggota kamar kita yang lain, ia ditolak. Alasannya sih karena sebentar lagi kita juga akan berpindah ke Rayon Balad, jadi tidak perlu pindah kamar untuk sekarang. emoticon-Big Grin

Sementara si Farhan mikirnya, tanpa adanya Radit, si Joker akan memilih tumbal baru untuk dijadikan teman. Karena si Farhan ini menyangka jika Radit adalah tumbal untuk Joker. Ada – ada saja, hahahaha.

Bagaimana dengan opini gw? Kalo gw sih, dengan ga adanya Radit berarti orang yang bisa melihat Joker secara blak – blakan itu sendiri sedang tidak ada disini. Gw takut, dia malah menunjukan wujud menyeramkannya kepada kami, apalagi gw yang memang pernah melihatnya.

Tapi kita berempat berusaha tenang, kita adalah survivor terakhir dari kamar 304. Sebut kami ‘The Big Four’ ! Setidaknya begitulah yang Ibra coba sampaikan, berusaha memotivasi kita berempat.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, kini hanya tinggal 2 hari lagi bagi kami untuk berpindah Rayon…

Pada siang hari yang terik itu, tepat setelah shalat Dzuhur dan pulang sekolah, Kak Masrur masuk kedalam kamar gw untuk berkunjung dan sekedar ngobrol ngalor – ngidul. Dalam topik pembicaraan, ia mulai mengangkat cerita tentang si Joker.

“Eh, kalian 2 hari lagi pindah rayon, kan? Mungkin udah saatnya kalian tau asal – usul si Joker, setidaknya yang gw tau…” Ucap Bang Masrur.

Nama yang sacral itu membuat kita semua diam pada awalnya, kami saling lirik hingga akhirnya Ibra angkat bicara.

“Emang ada apa bang? Emang kamar ini ada hubungan sama Joker?” Tanya Ibra.

“Jadi gini… Dulu, pada tahun delapan puluhan atau Sembilan puluhan, kakak lupa, ada yang main gulat – gulatan ala smackdown gitu. Nah, si korban yang di ‘smack down’ itu kepalanya bocor, bibirnya juga sobek. Dilihat dari bentuk dari si Joker yang Radit dan Rama jelaskan, bisa jadi Joker itu adalah arwah dari korban smackdown itu, kan? Tapi tentu saja ini adalah isu yang kakak dengar dari Angkatan – Angkatan sebelumnya, belum tentu benar.” Ucap Bang Masrur menjelaskan.

Farhan pun menyahut penjelasan tersebut, “Bener juga ye, kan bibirnya sama – sama sobek.”

Bang Masrur mengangguk lalu melanjutkan cerita, “Nah iya, terus kalian tau korban smackdown tersebut berasal dari kamar mana? Dia dari kamar kalian. Kamar ini, 304. Sementara pelaku smackdownya berasal dari kamar sebelah, yaitu kamar 306.”

Kami diam menyimak dalam tegang…

Bang Masrur melanjutkan cerita yang ia ketahui, “Semenjak si korban meninggal, lantai 3 sering ada kejadian – kenjadian aneh. Tapi waktu itu, belum ada yang Namanya penampakan Joker, Cuma kejadian – kejadian aneh seperti kipas yang tiba – tiba pecah, lemari yang tiba – tiba tumbang, dan lain lain…”

Ibra dengan jiwa kepemimpinannya pun mengambil momentum cerita dan ikut berceramah, “Nah gini, sekarang Radit sedang di rawat… Berarti yang menempati tempat ini sampai kita pindah ke Rayon seberang itu ya kita sendiri… Jadi apapun kejadian terakhir yang bakal muncul di kemudian hari sebelum kita pindah, harus kita hadapi bareng – bareng ya…”

Gw tersentuh mendengar semangat Ibra, seolah ada perasaan tertantang yang muncul untuk bertahan. Kami pun membulatkan tekad untuk menghabiskan 2 malam terakhir di lantai 3 Rayon Umba ini.

Meski begitu, gw tidak yakin dengan pindahnya kita ke rayon seberang akan menyelesaikan masalah supranatural ini. Buktinya, dengan adanya sosok kaki panjang yang masih terngiang – ngiang di pikiranku pun menjadi bukti bahwa Rayon Balad memiliki ancamannya sendiri.

Tapi yasudahlah, kita jalani dulu 2 malam terakhir di kamar 304 tercinta ini…




Diubah oleh FallenUryuu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
JOKER 304: KISAH HORROR ANE WAKTU DI ASRAMA [REBORN] !
28-07-2021 15:16
absen dlu ahhhemoticon-Malu
profile-picture
FallenUryuu memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
misteri-gunung-kemukus
Stories from the Heart
sakti-wirajati
Stories from the Heart
elang-mataram
Stories from the Heart
si-anak-yang-kebingungan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
cinta-putri-khodam-mirah-delima
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia