others
Batal
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60e2f0ada1834e03150335bf/mencerdaskan-petani-desa-menjadi-petani-millenial-sebuah-revolusi-pertanian
Sumber Siapa yang tidak tahu Indonesia merupakan Negara yang tanahnya memiliki kekayaan luar biasa. Jika dunia tidak tahu, maka tidak akan ada Belanda, Portugis bahkan Spanyol yang bergantian menjajah Indonesia demi rempah-rempah. Sudah terbukti, tanah Indonesia subur hingga mampu memproduksi hasil hutan yang beragam dan bahkan diekspor hingga ke luar negeri. Apalagi hasil tambang Indonesia mampu
Lapor Hansip
05-07-2021 18:44

Mencerdaskan Petani Desa menjadi Petani Millenial, Sebuah Revolusi Pertanian

icon-verified-thread
Mencerdaskan Petani Desa menjadi Petani Millenial, Sebuah Revolusi Pertanian
Sumber

Siapa yang tidak tahu Indonesia merupakan Negara yang tanahnya memiliki kekayaan luar biasa. Jika dunia tidak tahu, maka tidak akan ada Belanda, Portugis bahkan Spanyol yang bergantian menjajah Indonesia demi rempah-rempah. Sudah terbukti, tanah Indonesia subur hingga mampu memproduksi hasil hutan yang beragam dan bahkan diekspor hingga ke luar negeri.

Apalagi hasil tambang Indonesia mampu bertahan 11 hingga 100 tahun lagi. Jika tidak demikian, buat apa freeport bertahan di Papua jika bukan karena kandungan emas yang berlimpah di tanah Papua. Buat apa banyak perusahaan raksasa mendirikan markasnya di Kalimantan Timur jika bukan karena hasil tambangnya yang mampu bertahan 11 hingga 100 tahun kedepan? Narasi ini juga berlaku untuk daerah lainnya di Indonesia.

Mencerdaskan Petani Desa menjadi Petani Millenial, Sebuah Revolusi Pertanian
sumber

Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penghasil hutan terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu daerah penghasil tambang terbesar Indonesia. Jika demikian, maka Kalimantan Timur berkontribusi memberikan pendapatan yang besar bagi Negara karena hasil tambang merupakan komoditi yang sangat laku di pasar ekspor.

Sayang seribu kali sayang, karena ini adalah cinta bertepuk sebelah tangan. Sebab banyak perusahaan tambang di Kalimantan Timur hanya cinta dengan hasil tambangnya tapi tidak cinta dengan rakyatnya. Setelah mengambil "harta karun" di dalamnya, mereka membiarkan begitu saja ribuan lubang bekas lahan tambang terbengkalai di Kalimantan Timur sehingga merusak keseimbangan alam bahkan menimbulkan banyak korban dari warga sekitar.

Ah, barangkali realita ini nampak sesuai dengan peribahasa "Habis manis sepah dibuang". Naas bukan? Lebih naasnya lagi lubang bekas lahan tambang ini tidak ada petugas yang mengawasi, tidak ada pembatas atau sesuatu pun yang membuat warga paham bahwa daerah tersebut berbahaya. Yang paling naas adalah banyak warga yang jatuh meninggal ataupun tenggelam, terutama anak-anak, akibat bermain-main di daerah tersebut yang penuh berisi air ketika hujan datang.

Mencerdaskan Petani Desa menjadi Petani Millenial, Sebuah Revolusi Pertanian
Sumber

Mengatasi permasalahan ini, wajarkah pemerintah daerah setidaknya harus merangkul perusahaan yang bertanggung jawab atas kerusakan ini? Wajar! Dan memang seharusnya begitu. Perusahaan-perusahaan ini harus bertanggung jawab mengembalikan lahan menjadi kawasan yang bermanfaat. Jangan lupa serahkan suatu urusan pada ahlinya sebab jika tidak tunggulah kehancurannya. Jadi, untuk urusan ini pemerintah daerah juga harus merangkul para ahli lingkungan dimana para ahli ini diposisikan sebagai peneliti, perencana dan pendesain. Dengan demikian perusahaan yang bertanggung jawab berada di posisi sebagai eksekutor.

Pemerintah daerah harus memiliki inovasi-inovasi dalam pengembalian lahan ini menjadi kawasan bermanfaat bagi rakyat. Sebab, inovasi adalah yang membedakan mana pemimpin dan mana rakyat. Salah satunya menjadikannya kawasan pertanian. Pertanyaanya, mengapa harus pertanian? Pertama, sektor pertanian merupakan salah satu yang paling mampu bertahan dalam kondisi perekonomian apapun. Bahkan dalam kondisi perekonomian Negara di titik terendah pun, sebagaimana saat ini akibat pandemi, sektor pertanian mampu bertahan. Kedua, sektor pertanian memiliki manfaat yang langsung terhadap perekonomian rakyat dan manfaat tak langsung terhadap pendapatan Negara.

Revitalisasi lubang bekas lahan tambang menjadi kawasan pertanian tentu menjadi langkah awal pemerintah. Tetapi tidak hanya sampai disitu sebab pemerintah harus memikirkan apa langkah berikutnya. Misalnya, memperhatikan kesejahteraan para petani. Sebab, jika tidak diperhatikan lambat laun tapi pasti kawasan pertanian ini kembali menjadi lahan terbengkalai tanpa penghuni.

Salah satu permasalahan utama yang dapat mendorong kesejahteraan petani adalah dengan memutus mata rantai tengkulak yang kerap melemahkan petani. Sudah terlalu lama petani kita menjadi "komunitas terbelakang" yang tahunya hanya bercocok tanam berdasarkan pengalaman yang diwariskan turun temurun. Mereka tidak paham iptek yang berkembang di bidang pertanian modern, mereka tak paham harga pasar dan karenanya mereka selalu menjadi kaum tertindas.

Mencerdaskan Petani Desa menjadi Petani Millenial, Sebuah Revolusi Pertanian
Sumber

Jika mau, pemerintah bisa saja bekerjasama dengan universitas dari jurusan pertanian dan mendatangkan para mahasiswanya ke kawasan pertanian dalam rangka kegiatan pendidikan berbentuk pelatihan kepada para petani. Tujuan yang diharapkan dari pelatihan ini adalah mencerdaskan para petani sehingga mereka tidak lagi gagap teknologi.

Dengan kata lain ini adalah sebuah langkah awal merevolusi pertanian sehingga petani menggunakan sains dan teknologi dalam bertani. Melalui sains dan teknologi, petani dapat mengenal macam-macam metode budidaya, mempermudah pengolahan hasil panen bahkan dapat bertani walau tanpa lahan, dan sebagainya.

Terlebih, jika para para petani ini mulai mengenal dan menguasai pasar e-commerce melalui teknologi gadget sehingga mereka mampu menjual hasil panennya melalui marketplace. Bahkan, sampai saat ini sudah ada beberapa aplikasi buatan anak bangsa yang bisa dimanfaatkan untuk penjualan hasil panen melalui dunia maya. Melalui aplikasi yang mumpuni petani dapat menjual hasil panen hingga ke luar negri. Bukankah ini langkah efektif melewati beberapa tahap siklus tengkulak ?

Tapi, apalah arti semua ini jika petani kita tidak paham ilmu pengetahuan dan teknologi kekinian yang sedang berkembang? Sebab itu, penting sekali membuat visi dan misi mencerdaskan petani kita. Hal lainnya yang akan sangat membantu dalam menghilangkan siklus tengkulak adalah membangun stasiun pinggir jalan sebagai akses menuju kawasan pertanian sehingga petani dapat menjual hasil panennya sendiri ke kota, berkomunikasi langsung dengan konsumen, restoran, kafe, supermarket bahkan UMKM.

Langkah yang lebih besar memutus siklus tengkulak adalah membangun kemitraan dengan koperasi tani. Yaitu, koperasi yang dikelola oleh petani dan untuk petani. Koperasi ini kemudian berperan seperti bank dimana para anggotanya dapat menyimpan dan meminjam uang. Juga, berperan dalam pengadaan kebutuhan para petani dengan harga jual lebih murah dari toko lainnya seperti bibit, pupuk, pestisida dan mesin-mesin yang memudahkan pekerjaan petani. Selain itu, koperasi ini juga dapat berperan dalam penjualan hasil panen para petani ke pasar. Dengan kata lain, koperasi tani sebagai wadah untuk para petani meningkatkan taraf hidup petani serta sebagai mitra petani dalam mengembangkan organisasi dan manajemen yang lebih profesional.

Dalam rangka mempromosikan hasil tani ini, pemerintah daerah harus aktif "menjemput bola" sehingga hasil tani dari Kalimantan Timur ini lebih banyak dikenal masyarakat Indonesia dan Internasional. Mengenalkan hasil tani Kalimantan timur ke dunia internasional dan nasional seyogyanya pemerintah daerah dapat mempromosikannya melalui media sosial. Terlebih akun media sosial pemerintah daerah sudah pasti banyak memiliki follower yang selalu menunggu info-info terupdate terkait kebijakan-kebijakan dan terobosan pemerintah daerah.

Mencerdaskan Petani Desa menjadi Petani Millenial, Sebuah Revolusi Pertanian
Sumber

Selain itu, mempromosikan hasil tani Kalimantan Timur ke dunia Internasional salah satunya dapat dilakukan dengan mengikutsertakan para petani dalam ajang pameran hasil tani internasional. Jika hasil tani Kalimantan Timur sudah masuk pasar internasional seperti pasar tradisional, lambat laun kafe-kafe, restoran atau bahkan hotel di dunia internasional akan mengikuti selera pasar, apalagi jika mereka tahu kualitasnya tidak diragukan lagi.

Segala kebijakan pemerintah daerah Kalimantan Timur sepatutnya tidak hanya berpihak kepada perusahaan pengelola hasil tambang. Pemerintah daerah harus membuat inovasi-inovasi yang pro rakyat, sehingga lahan-lahan kritis bekas galian tambang dapat direvitalisasi dan bahkan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Salah satunya, revitalisasi lahan-lahan ini menjadi kawasan pertanian.

Dalam hal ini, keberadaan tengkulak seperti hama yang merusak kesejahteraan petani. Pemerintah daerah harus membuat inovasi-inovasi sehingga keberadaan tengkulak ini tidak lagi merusak kesejahteraan petani kita. Cerdaskan petani kita maka mereka akan mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan meningkatkan kesejahteraan mereka. Dukung mereka, maka mereka dapat menjelajah dunia melalui hasil tani dan dunia pada akhirnya akan tahu bahwa Indonesia, khususnya Kalimantan Timur, memiliki hasil tani yang berkualitas dan berkuantitas.

Diubah oleh manusiagatek
profile-picture
ewinerwin memberi reputasi
1
Masuk untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Poetry
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia