Kaskus

News

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

perojolan14Avatar border
TS
perojolan14
Rencana Kenaikan Tarif Listrik di Tengah Pandemi Pukul Industri Makanan Minuman
 Rencana Kenaikan Tarif Listrik di Tengah Pandemi Pukul Industri Makanan Minuman

Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) meminta rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 20 persen dalam waktu dekat dikaji ulang dengan bijaksana.

"Secara makro, kebijakan tersebut sedikit banyak akan berpengaruh pada PDB, konsumsi rumah tangga, dan inflasi. Hal tersebut dikarenakan konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penggerak utama perekonomian nasional," kata Ketua Gapmmi Adhi Lukman di Jakarta, Selasa (29/6/2021).

Baca Juga: Stimulus Listrik Disetop, Bagaimana Golongan 450 VA dan UMKM Hadapi Covid-19?

Sedangkan secara sektor, lanjutnya, kenaikan TDL diestimasikan akan berdampak negatif terhadap output industri dan daya saing produk yang dihasilkan di dalam negeri sekaligus membebani konsumen.

"Dengan situasi seperti ini, bila benar kebijakan tersebut akan diterapkan oleh PT PLN, ini akan menjadi pukulan dan beban yang sangat berat bagi industri makanan dan minuman. Selama ini, biaya listrik industri di Indonesia terutama bagi industri makanan dan minuman berkontribusi sekitar tiga persen dari harga pokok produksi," katanya.

Adhi memaparkan apabila PLN berencana menaikkan TDL 20 persen, maka biaya produksi industri makanan dan minuman akan naik sekitar 0,6 persen.

"Kenaikan biaya produksi ini mau tidak mau akan berpengaruh pada harga produk yang akan meningkat, di mana produk makanan minuman sangat sensitif terhadap harga. Pada akhirnya biaya ini akan menjadi beban dari masyarakat umum, yang saat ini masih terkena imbas dari pandemi COVID-19, di mana daya beli dan kemampuan ekonomi masih tidak lebih baik," katanya.

link


"Dengan situasi seperti ini, bila benar kebijakan tersebut akan diterapkan oleh PT PLN, ini akan menjadi pukulan dan beban yang sangat berat bagi industri makanan dan minuman. Selama ini, biaya listrik industri di Indonesia terutama bagi industri makanan dan minuman berkontribusi sekitar tiga persen dari harga pokok produksi," katanya.
Diubah oleh perojolan14 02-07-2021 09:07
0
747
7
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
695.1KThread58.8KAnggota
Urutkan
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.