others
Batal
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60d9a438b07fcd7ced3c16b4/cegah-kepunahan-burung-enggang-khas-kalimantan-timur-dengan-teknologi-reproduksi
Burung enggang (rangkong) atau Buceros Rhinoceros Borneoensis adalah spesies burung khas dari Kalimantan Timur. Spesies yang sanggup hidup selama 35 tahun ini sudah lama masuk ke dalam daftar hewan dilindungi. Enggang termasuk burung yang cukup besar dengan ukuran panjang tubuh mencapai 90 cm. Masyarakat Dayak meletakkan posisi burung enggang layaknya menghormati sang pencipta.  Sumber Hampir ke
Lapor Hansip
28-06-2021 17:28

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan Timur dengan Teknologi Reproduksi

Burung enggang (rangkong) atau Buceros Rhinoceros Borneoensis adalah spesies burung khas dari Kalimantan Timur. Spesies yang sanggup hidup selama 35 tahun ini sudah lama masuk ke dalam daftar hewan dilindungi. Enggang termasuk burung yang cukup besar dengan ukuran panjang tubuh mencapai 90 cm. Masyarakat Dayak meletakkan posisi burung enggang layaknya menghormati sang pencipta. 

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan TImur dengan Teknologi Reproduksi
Sumber

Quote:
Hampir keseluruhan bagian tubuh enggang selalu disimbolkan dalam benda yang digunakan dalam keseharian masyarakat Dayak. Misalnya rumah adat, baju adat, bahkan tattoo yang melambangkan burung ini. Pemilihan burung enggang sebagai simbol keramat bukan tanpa ada alasan. Burung indah dengan paruh bertanduk ini memiliki karakter yang istimewa.

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan TImur dengan Teknologi Reproduksi
Sumber

Karakter hewan yang santer disebut panglima burung ini diyakini sebagai simbol kebesaran dan kemuliaan yang melambangkan suku Dayak. Burung enggang memiliki kebiasaan hinggap di tempat tinggi. Pohon-pohon tinggi dan gunung-gunung adalah tempat favoritnya. Karena kebiasaan inilah masyarakat Dayak menyimboikan burung berparuh besar ini layaknya pemimpin, seseorang yang selalu di tempat tertinggi.

Tidak seperti jenis burung atau unggas lain yang berkali-kali berganti pasangan, burung enggang hanya berpasangan dengan satu burung. Oleh karenanya saat salah satunya mati, burung ini tidak akan kimpoi lagi. Kesetiaan ini juga terbukti saat enggang betina bertelur. Ketika telur terkumpul dan siap dierami, enggang betina akan tinggal di lubang pohon yang sarangnya ditutupi lumpur. Hanya tersisa lubang sempit yang terlihat dari luar.

Selama proses tersebut, hampir empat bulan lamanya, enggang jantan akan menemani enggang betina dan memberikan makanan dari lubang sempit itu. Karena inilah burung enggang dijadikan contoh masyarakat Dayak dalam menjalani kehidupan untuk senantiasa mengasihi dan mencintai pasangan hidupnya. Selain itu, juga untuk selalu rukun dalam mengasuh anak mereka sehingga bisa menjadi orang Dayak dewasa yang mandiri.

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan TImur dengan Teknologi Reproduksi
Sumber

Burung yang populer disebut hornbill dari bahasa Inggris ini pun sangat mencolok karena suaranya yang menggelegar. Suara yang dibunyikan burung enggang merupakan tanda persiapan sebelum terbang. Suara yang keras ini dianggap simbol seorang pemimpin yang selalu didengarkan rakyatnya. Seperti masyarakat Dayak yang selalu mendengarkan perintah kepala sukunya.

Quote:
Bagian tubuh burung enggang yang juga dikagumi adalah bagian sayap dan ekor. Sayapnya yang tebal merupakan simbol dari pemimpin perkasa yang dapat melindungi rakyatnya. Saat dikepakkan, sayap enggang mengeluarkan bunyi yang khas dan dramatik. Sedangkan ekor yang panjang melambangkan kemakmuran yang luas melingkupi masyarakat yang dipimpin.

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan TImur dengan Teknologi Reproduksi
Sumber

Kebiasaan burung enggang yang juga unik adalah cara mereka makan. Burung pemakan hewan dan tumbuhan ini tidak pernah mencari makanan di tanah seperti unggas lain. Mereka mencari mangsanya dari batang atau cabang pohon. Burung ini memakan buah ara, palem, dan beringin. Selain itu, mereka juga memangsa tikus, kadal, dan burung kecil yang berada di atas pohon.

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan TImur dengan Teknologi Reproduksi
Sumber

Kerusakan habitat, perburuan liar, dan hilangnya hutan di Kalimantan menjadi beberapa faktor yang menyebabkan burung enggang nyaris punah. Kemampuan reproduksi burung enggang juga cukup rendah. Itu sebabnya, keberadaan burung ini wajib dilindungi dan dijaga supaya tetap lestari.

Teknologi reproduksi bisa digunakan untuk mencegah kepunahan satwa. Peran teknologi reproduksi sangat penting dalam mendorong kenaikan produktivitas. Satwa endemik Indonesia terus mengalami penurunan populasi di habitat alaminya seperti Burung Enggang dari Kalimantan TImur, karena memiliki kemampuan reproduksi cukup rendah.

Penurunan populasi juga diperparah dengan tingginya tingkat perburuan liar dan konversi hutan untuk kepentingan industri. Apabila dibiarkan, diperkirakan populasi satwa tersebut akan semakin menuju kepunahan.

Terdapat tiga generasi teknologi reproduksi yang dapat mencegah kepunahan satwa langka, yaitu inseminasi buatan (generasi pertama), transfer embrio (generasi kedua) dan produksi embrio in vitro serta varian manipulasinya (generasi ketiga).

Quote:
Inseminasi buatan memiliki jangkauan luas dalam penyebaran keunggulan mutu genetik. Hadirnya teknologi preservasi memungkinkan semen dapat disimpan dalam bentuk cair atau beku, sehingga memungkinkan untuk dapat ditransportasikan ke berbagai wilayah.

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan TImur dengan Teknologi Reproduksi
Sumber

Quote:
Teknologi kedua, yaitu transfer embrio. Biaya Operasional transfer embrio masih tergolong mahal sehingga hanya cocok untuk pemuliaan bibit unggul. Untuk negara berkembang seperti Indonesai banyak hal yang harus dibangun seperti perbaikan kualitas donor sehingga panen embrio layak transfer per donor meningkat.

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan TImur dengan Teknologi Reproduksi

Teknologi berikutnya, produksi embrio in vitro. Basis dari semua rekayasa sel untuk menghasilkan individu baru, yaitu prosedur produksi embrio in vitro (IVP) yang meliputi pematangan embrio in vitro (IVM), pembuahan embrio in vitro (IVF) dan kultur embrio in vitro (IVC).

Quote:
Dari ketiga teknologi reproduksi tersebut, sel punca menjadi harapan baru dalam menjaga populasi satwa. Sel punca atau stem cells adalah sel yang belum terbedakan dan dapat berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel di dalam tubuh. Sel punca juga mampu memperbaharui diri sehingga dapat menjadi pengganti sel-sel yang rusak.

Cegah Kepunahan Burung Enggang Khas Kalimantan TImur dengan Teknologi Reproduksi
Sumber


Kalimantan Timur sangat cocok dibangun Pusat Penelitian Biologi perihal ini. Semua ilmuan berkumpul dan melakukan penelitian dan menghasilkan ide-ide kreatif untuk terus mengembangkan teknologi reproduksi, guna mencegah kepunahan satwa langka seperti Burung enggang.


Sumber:
Diubah oleh NyxFairy
profile-picture
biohazard89 memberi reputasi
1
Masuk untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia