TS
fajarfad
Penyakit Timnas Indonesia yang Tak Kunjung Sembuh: Kebobolan Cepat

Sumber: PSSI
Timnas Indonesia menelan kekalahan 2-3 melawan Afganistan dalam laga uji coba internasional, Selasa (25/5) malam di Lapangan Latihan JA Sports Center and Shooting Club, Dubai.
Pasukan Garuda harus kebobolan tiga kali terlebih dahulu, sehingga sulit bagi mereka untuk membalikkan keadaan. Hal tersebut tentu bukan penyakit baru Indonesia.
Sejumlah hal bisa diindikasikan dengan kelemahan tersebut. Hal pertama adalah tentu saja pertahanan. Tiga gol tanpa balasan di antaranya, berarti lawan nyaman untuk melakukan serangan.
Hal tersebut menggambarkan betapa pertahanan Timnas Indonesia tak punya alternatif, sehingga mampu mengaplikasikan evaluasi pola bertahan di tengah laga.
Kedua, kesiapan memulai laga. Dua dari tiga gol Afganistan lahir beberapa saat setelah peluit tanda dimulainya laga, yaitu awal babak pertama dan awal babak kedua.
Hal tersebut memperlihatkan ketidaksiapan skuad dalam memulai laga. Tidak ada keutuhan skuad, dari lini depan hingga lini belakang, sehingga terlalu rapuh untuk para pemain lawan.
Timnas Indonesia belum bisa memahami bahwa 10 menit awal laga dan 10 menit akhir laga adalah waktu-waktu krusial, di mana celah amat terbuka dan jika tidak disadari, lawan akan memanfaatkannya.
Hal tersebut berkaitan dengan mental berlaga di lapangan hijau. Evaluasinya apa lagi kalau bukan konsistensi konsentrasi para pemain selama laga berlangsung, khususnya di menit-menit krusial.
Kekalahan timnas Indonesia dengan skor 2-3 dari Afghanistan ini menjadi bahan evaluasi berharga bagi Shin Tae Yong untuk membenahi skuadnya jelang melakoni Kualifikasi Piala Dunia 2022.
0
246
0
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sports
24.3KThread•17.5KAnggota
Komentar yang asik ya