Food & Travel
Batal
KATEGORI
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60824b5270a8e56676185b20/kerinduan-emak
Oleh : Ahmad Khozinudin Sastrawan Politik "Nak, Mamak tidak ingin uang mu. Mamak cuma inginkan dirimu. Pulanglah lebaran ini, Pemerintah tidak bisa membahagiakan rakyatnya, sekarang mau merampas kebahagiaan Emak yang hanya setahun sekali."  Meski kecapaian, Emak tetap mengupayakan membawa beberapa butir buah kelapa yang tua di kebun, jatuh berserak kering dibawah pohon untuk dibawa ker
Lapor Hansip
23-04-2021 11:21

KERINDUAN EMAK

Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

"Nak, Mamak tidak ingin uang mu. Mamak cuma inginkan dirimu. Pulanglah lebaran ini, Pemerintah tidak bisa membahagiakan rakyatnya, sekarang mau merampas kebahagiaan Emak yang hanya setahun sekali." [Jeritan Hati Emak]

Meski kecapaian, Emak tetap mengupayakan membawa beberapa butir buah kelapa yang tua di kebun, jatuh berserak kering dibawah pohon untuk dibawa kerumah. Emak merencanakan, kelapa ini dikupas dan diambil santannya untuk bumbu rendang lebaran. Setelah dirasa cukup menyiangi rumput di kebun lada dan beberapa pematang rumpun kopi, mak pulang.

Dalam perjalanan, Mamak membayangkan hari lebaran, seluruh anaknya berkumpul. Dan kebiasaan anak-anak selalu menanyakan masakan rendang bikinan Mamak.

Sampai rumah Mak membersihkan diri, mengambil air wudhu dan sholat sunah ringan. Tidak berselang lama, terdengar suara HP berdering. Diraihnya HP tersebut, dan terlihat dilayar HP 'Ananda Tercinta memanggil.....'.

"Assalamualaikum..."

Sapa Mak membuka HP, sambil merebahkan tubuhnya di salah satu dipan diruang keluarga. Sambil sesekali merapihkan mukena yang belum ditanggalkan.

"Waalaikumsalam Wr Wb... apa Kabar Mak? Bachtiar rindu Mak. Sejak pagi tadi ingin telpon baru sekarang bisa....".

"Alhamdulillah anakku, Mamak baik. Bagaimana kabar cucu-cucu mamak, sehat semua kah?"

"Ya Mak, Alhamdulillah. Ghaffar, Redla, Ikhsan dan Aisyah sehat semua. Mereka kangen neneknya".

"Farida bagaimana, sehat? Kapan rencana hari kelahiran?".

"Sehat Mak, Alhamdulillah. Kata dokter, sekitar tiga bulan kedepan. Ini kandungan sudah usia yang ke enam bulan".

Sebagaimana diketahui, Farida istri Bachtiar sedang mengandung anak ke-lima. Bachtiar tinggal di kota, sementara Mamak tetap di kampung. Bachtiar sudah lama tidak pulang, lebaran yang lalu juga terhambat karena pandemi dan larangan mudik.

"Kapan pulang? Mak sudah kangen...". Tanya mamak.

Sejenak Bachtiar terdiam. Ada rasa khawatir untuk menyampaikan udzur tidak bisa pulang, karena Bachtiar mengetahui Mamaknya sangat rindu padanya. Sebenarnya, Bachtiar pun merasakan hal yang sama.

"Eh..Anu Mak. Bachtiar Alhamdulillah ada rezeki, insyaallah bisa mengirim uang untuk persiapan lebaran. Setelah ditransfer, nanti segera dikabari" Jawab Bactiar.

"Bukan itu anaku. Mak menanyakan kapan anak mamak pulang?"

"Mak, tahun ini Bachtiar mohon maaf tidak bisa pulang mudik. Pemerintah mengeluarkan larangan mudik". Jawab Bachtiar lirih.

"Nak, Mamak tidak ingin uang mu. Mamak cuma inginkan dirimu. Pulanglah lebaran ini, Pemerintah tidak bisa membahagiakan rakyatnya, sekarang mau merampas kebahagiaan Emak yang hanya setahun sekali."

Diujung telepon, Bachtiar hanya terdiam sambil menghela nafas panjang. Dirinya juga sangat rindu, tapi tak berdaya juga dengan kebijakan pemerintah.

Lagipula, kebijakan yang dikeluarkan tak sejalan dengan kerangka melawan pandemi. Mudik dilarang, tapi wisata digalakkan. Dilarang kumpul-kumpul bersama keluarga di kampung pada hari nan Fitri, tetapi membuka gerbang mal dan pusat perbelanjaan untuk kumpul-kumpul menghamburkan uang di masa lebaran.

Bachtiar juga merasa sedih, sebab Mamak hanya merasa memiliki dirinya setahun sekali, pada saat hari raya Idul Fitri. Untuk hari raya Idul Adha atau waktu yang lain, anak-anak Mamak belum tentu bisa berkumpul semua.

Saat Idul Fitri pun, Bachtiar mendapatkan energi baru, berkumpul dengan keluarga di kampung, napak tilas masa kecil, juga masa ketika Bapaknya masih hidup. Setahun sekali, Bachtiar bernostalgia dan mengenang indahnya masa kecil di kampung halaman, sambil sebentar melepas kepenatan kota dengan segala hiruk-pikuknya.

"Mak, mohon bersabar Ya. Semoga ada perubahan kebijakan. Bachtiar juga rindu Mamak". Ucap Bachtiar.

Selanjutnya, sejumlah obrolan antara sang Mamak dan anak berlangsung cukup lama. Sebelum akhirnya, pembicaraan melalui telepon itu berakhir. Mak kembali ke ruang sholat, mengambil al Qur'an dan membacanya. [].

0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia