Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1520
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/606a9888df319727cd5e9cb0/alam-lelembut-kumpulan-short-story-horor-amp-misteri
Belik atau sendang ini terletak di sebelah tenggara desa Kedhungjati. Dinamakan Belik Ringin karena Belik ini berada tepat dibawah sebuah pohon beringin besar yang katanya usianya sudah ratusan tahun. Dahulu, sebelum banyak warga yang memiliki sumur, belik ini merupakan sumber air bersih utama bagi warga desa Kedhungjati. Hampir semua warga desa Kedhungjati bergantung pada Belik
Lapor Hansip
05-04-2021 11:56

ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Warning



ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
Gambar diambil dari kompasiana.com dengan sedikit perubahan







Story 1 : Belik Ringin


Belik atau sendang ini terletak di sebelah tenggara desa Kedhungjati. Dinamakan Belik Ringin karena Belik ini berada tepat dibawah sebuah pohon beringin besar yang katanya usianya sudah ratusan tahun. Dahulu, sebelum banyak warga yang memiliki sumur, belik ini merupakan sumber air bersih utama bagi warga desa Kedhungjati. Hampir semua warga desa Kedhungjati bergantung pada Belik ini untuk melakukan aktivitas mandi dan mencuci. Bahkan untuk keperluan memasak di dapurpun mereka mengambil air dari Belik ini.

Bukan tanpa alasan kalau warga mengandalkan Belik ini untuk mendapatkan air bersih. Selain karena Belik ini merupakan sumber air satu satunya di desa Kedhungjati, Belik Ringin juga dikenal memiliki sumber air yang sangat melimpah. Saat musim kemarau panjangpun, Belik ini tak pernah sekalipun kehabisan sumber mata airnya. Dan yang paling utama adalah, air yang keluar dari sumber di Belik ini terkenal sangat jernih dan bersih. Sangking jernihnya, ada sebagian warga yang tak segan segan meminum langsung air dari Belik ini.

Dahulu, Belik ini sangat terawat. Dinaungi oleh sebuah pohon beringin raksasa yang konon usianya sudah ratusan tahun, dan dikelilingi oleh tiga buah batu besar, membuat Belik ini terasa nyaman untuk melakukan aktivitas mandi dan mencuci, tanpa takut akan ada mata nakal yang mengintip mereka.

Meski begitu, tak jauh berbeda dengan area Tegal Salahan yang dulu pernah aku ceritakan, dibalik kesejukan dan kenyamanannya, Belik Ringin ini juga menyimpan banyak misteri. Ya. Sumber air utama di desa Kedhungjati ini tak kalah angker jika dibandingkan dengan area Tegal Salahan yang ada di sebelah selatan desa. Sudah banyak warga yang mengalami kejadian kejadian aneh dan janggal di Belik ini.

Salah satunya adalah Kang Sastro Gudel (bukan nama sebenarnya). Beliau adalah tetanggaku. Rumahnya tak begitu jauh dari Belik Ringin ini. Seperti biasa, sore itu selepas bekerja di sawah, Kang Sastro langsung menuju ke Belik Ringin ini untuk sekalian mandi. Letak sawahnya memang tak begitu jauh dari tempat sumber mata air itu berada.

Sayangnya, saat sampai di Belik itu, ternyata masih ada seorang perempuan yang tengah mandi. Mau tak mau Kang Sastro harus menunggu. Laki laki itu lalu duduk bersandar pada salah satu batu besar yang ada disitu, sambil memandang hijaunya hamparan sawah di depannya. Tanaman padi yang subur melambungkan angannya, membayangkan saat panen nanti, pasti hasil padinya juga melimpah ruah. Mudah mudahan saat musim panen tiba nanti harga gabah tidak anjlok lagi seperti biasanya, sehingga ia bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari hasil panennya.

"Bruuukkk...!!!" Tengah asyik melamun, tiba tiba Kang Sastro dikejutkan oleh jatuhnya sepotong dahan pohon beringin yang telah lapuk. Dahan sebesar betis dengan panjang hampir satu meter itu jatuh tak jauh dari tempatnya duduk.

"Wah, rejeki nomplok ini, dapat kayu kering. Lumayan, bisa dibawa pulang untuk dijadikan kayu bakar," batin Kang Sastro sambil bangkit dan memungut dahan kayu itu.

"Jangan diambil Kang," tiba tiba sebuah suara mengejutkan Kang Sastro. Ternyata perempuan itu telah selesai mandi dan bersiap untuk pulang.

"Lha kenapa to? Kan lumayan ini, bisa buat kayu bakar," tanya Kang Sastro heran.

"Ya pokoknya jangan diambil. Kan kata orang orang kayu dari pohon beringin ini nggak boleh diambil Kang, apalagi sampai dijadikan kayu bakar. Pamali! Bisa celaka sampeyan!" ujar si perempuan lagi.

"Halah! Lha wong cuma kayu lho, dan sudah lapuk juga. Masa bisa bikin celaka," sanggah Kang Sastro sambil tetap memungut kayu itu.

"Yo wis, sak karepmu Kang! Dikandhani kok ngeyel! Nek enek apa apane yo sangganen dhewe!" (Ya sudah, terserah kamu Kang! Dibilangin kok ngeyel! Kalau ada apa apanya ya tanggung saja sendiri), sungut si perempuan sambil berlalu meninggalkan Kang Sastro.

"Ada ada saja. Mana ada kayu lapuk sampai bisa bikin orang celaka," gerutu Kang Sastro sambil bersiap siap untuk mandi. "Lagipula, memangnya kamu siapa, anak kemarin sore saja kok berani beraninya ....,"

Kang Sastro tertegun sejenak. Perempuan itu tadi, siapa ya? Sepertinya ia belum pernah melihatnya. Apakah bukan warga sini? Tapi, setahunya hanya warga desa sini yang memanfaatkan Belik ini untuk mandi dan mencuci.

Ah, mungkin salah satu kerabat dari warga yang datang berkunjung ke desa ini, pikir Kang Sastro sambil melanjutkan mandinya. Kalau dilihat dari penampilannya sih, sepertinya orang dari kota. Wajahnya cantik. Kulitnya juga putih bersih, tidak seperti kulit warga desa sini yang rata rata berkulit hitam. Dan saat tadi lewat di dekatnya, ada tercium bau harum yang sangat menusuk hidung.

"Eh, tunggu! Ini kok ...," kembali Kang Sastro tertegun. Hidungnya mengendus endus. Bau wangi itu masih tercium. Bahkan kini terasa semakin tajam. Padahal perempuan itu sudah pergi dari tadi.

"Hiiiiiiiiii....!" Kang Sastro bergidik, saat merasakan bulu kuduknya tiba tiba merinding. Laki laki itu buru buru menyelesaikan mandinya, lalu bergegas pulang dengan membawa cangkul dan dahan beringin lapuk yang tadi ia temukan.

"Nih, tak bawain kayu bakar," seru Kang Sastro sambil melemparkan kayu yang tadi didapatnya ke samping sang istri yang sedang berjongkok di depan tungku dapur.

"Wah, kebetulan Kang, sampeyan dapat kayu kering," sahut Yu Darmi sambil meraih kayu itu dan memasukkannya ke dalam mulut tungku. Perempuan itu lalu bangkit dan menyeduh kopi untuk sang suami yang baru pulang itu.

"Emmm, baunya enak banget Mak, kamu lagi manggang ayam to?" hidung Kang Sastro mengendus endus saat mencium bau sangit seperti ayam yang sedang dipanggang.

"Ayam darimana to Pak, lah wong punya ayam saja enggak kok manggang ayam," sahut Yu Darmi sambil kembali ke depan tungku.

"Lha ini baunya ...."

"Lho, Pak, ini kayu apa to? Kok dibakar jadi seperti ini?" seru Yu Darmi memotong ucapan Kang Sastro.

"Jadi seperti apa to?" tanya Kang Sastro yang masih asyik duduk sambil menikmati kopinya.

"Ini lho Pak, coba sampeyan lihat, kayu sudah lapuk begini dibakar kok masih keluar getahnya. Warna getahnya merah seperti darah, dan baunya ini, kok seperti ..."

"Bapaaaaaakkkk...!!! Simboooookkkk...!!! Toloooonggggg...!!! Panaaaaasssss...!!! Panaaaasssss...!!!!"

Belum selesai istri Yu Darmi berkata, mendadak mereka dikejutkan oleh teriakan sang anak yang sejak tadi asyik menonton TV di ruang depan. Sontak keduanyapun menghambur menghampiri sang anak.

"Kamu kenapa to..., astagfirullaaaahhh...!!! Paaaakkk...!!! Anakmu kenapa ini?!" jerit Yu Darmi saat melihat sang anak tengah berguling guling dilantai sambil berteriak teriak kesakitan. Sekujur tubuh anak itu melepuh seperti habis dibakar.

"Paaaaakkkkk...!!!" jeritan Yu Darmi tak dihiraukan lagi oleh Kang Sastro. Alih alih menolong sang anak, laki laki itu justru berlari kembali ke dapur. Dahan beringin lapuk yang masih menyala di dalam mulut tungku itu segera ditariknya keluar, lalu ia siram dengan seember air.

"Huaaaaaaaa...!!! Panaaaassss...!!! Periiiiihhhh...!!!" teriakan anak Kang Sastro mengundang para tetangga yang segera berdatangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga itu.

"Ada apa ini?"

"Ya Allah, anakmu kenapa Kang? Kok sampai melepuh begitu?"

"Ayo cepat kita tolong!"

"Kita bawa ke rumah sakit saja!"

"Jangan, panggil pak Modin saja dulu!"

Berbagai pertanyaan dan saran dari para tetangga seolah tak dihiraukan oleh Kang Sastro. Laki laki itu justru diam terpaku sambil matanya menatap nanar keluar rumah, dimana nampak sosok perempuan yang tadi ia temui di Belik Ringin sedang berdiri di sudut halaman sambil tersenyum sinis ke arahnya.

Melihat Kang Sastro yang seperti orang linglung, para tetangga akhirnya mengambil inisiatif untuk memanggil Pak Modin, orang yang dituakan di desa Kedhungjati. Setelah datang dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, laki laki sepuh itu segera mengambil tindakan. Dengan bantuan para warga, Anak Kang Sastro yang masih histeris itu segera dibawa ke Belik Ringin dan dimandikan di tempat itu oleh Pak Modin, dengan disertai ritual ritual khusus. Sisa dahan beringin lapuk yang sebagian sudah terbakar menjadi arang itu juga dikembalikan ke tempatnya semula, tempat dimana pertama kali Kang Sastro menemukannya.

Beruntung, nasib baik masih memihak ke keluarga Kang Sastro. Sang anak masih bisa diselamatkan, meski mengalami sedikit cacat permanen. Kulit di sekujur tubuhnya menjadi belang belang akibat bekas luka bakar yang dialaminya.


*****


Diubah oleh indrag057
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maxstroke dan 123 lainnya memberi reputasi
116
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 14
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 11:57
Reserved again
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 11:57

Story 2 : Ditapuk Dhemit




Yu Senuk, siapa yang tak kenal dengan perempuan yang satu ini. Perempuan berbibir tipis dengan tahi lalat yang menempel tepat di atas bibirnya ini sudah sangat terkenal di seantero desa Kedhungjati sebagai perempuan bermulut ember. Ngerumpi, bergosip, ngegibah, atau apalah istilahnya, sudah menjadi kegiatannya sehari hari. Tak peduli siang atau malam, tak kenal tempat dan waktu, bahkan tak peduli dengan situasi dan kondisi di sekelilingnya, selama masih ada orang yang mau mendengar ocehannya, hobby bergosipnya akan segera kambuh.

Tak ada kisah atau kejadian yang terjadi di desa Kedhungjati yang luput dari perempuan yang satu ini. Segala hal selalu bisa ia jadikan bahan gosipnya. Bahkan saat ada orang yang berniat atau berbuat baikpun, bisa ia pelintir sedemikian rupa hingga menjadi bahan gunjingan yang menggugah rasa penasaran para pendengarnya.

Tak jarang, karena hobbynya yang unik itu, Yu Senuk kerap kali terlibat perseteruan dengan para tetangga. Mereka mereka yang merasa pernah menjadi korban keisengan mulut Yu Senuk, tentu saja tak mau tinggal diam. Dari sekedar menegur, menyindir, bahkan melabrak perempuan yang satu ini pernah mereka lakukan.

Tapi begitulah Yu Senuk. Kemampuannya dalam mengolah kata dan memutarbalikkan fakta membuat orang orang yang berani berurusan dengannya terpaksa harus mundur teratur. Dan Yu Senukpun dengan bangganya akan memamerkan kemenangannya itu.

Namun ibarat pepatah, sepandai pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Ada waktunya Yu Senuk harus menerima pembalasan yang setimpal dari orang yang telah menjadi korban gosipnya.

Sebut saja namanya Yu Marni, janda tanpa anak yang tinggal di ujung desa. Sebenarnya Yu Marni ini termasuk orang yang baik dan ramah. Tapi statusnya sebagai janda yang ditinggal kabur suaminya dengan perempuan lain itu, membuat Yu Marni menjadi makanan empuk bagi lidah tajamnya Yu Senuk. Setiap ada kesempatan berkumpul dengan teman teman se- gank-nya, selalu nama Yu Marni disebut sebut oleh Yu Senuk. Tentu dengan dibumbui berita berita tak sedap yang entah benar atau cuma karangan semata.

Yu Marni bukannya tak tau akan ulah Yu Senuk tersebut. Tapi perempuan yang memang pendiam itu lebih memilih untuk diam. Tak ada gunanya menanggapi orang seperti Yu Senuk ini, karena semakin ditanggapi ia malah akan semakin menjadi jadi, begitu katanya saat ditanya oleh salah seorang warga.

Hingga suatu ketika, Yu Marni ini jatuh sakit. Entah sakit apa, yang jelas lumayan parah, sampai harus diopname di rumah sakit. Seperti pada umumnya kehidupan di desa, setiap ada salah satu warga yang sakit, maka warga yang lain dengan senang hati akan segera membantu. Dari sekedar datang menjenguk sampai mengumpulkan sumbangan untuk meringankan beban si sakit. Apalagi Yu Marni yang seorang janda dengan hidup yang pas pasan.

Begitu mendengar Yu Marni sakit dan harus diopname, Pak RT segera berinisiatif untuk menarik sumbangan seikhlasnya dari para warga. Dan hal ini tak luput dari perhatian Yu Senuk. Ia yang memang telah lama tak menyukai Yu Marni segera mengambil ancang ancang untuk menjadikan sakitnya Yu Marni ini sebagi bahan gosipnya.

Dan benar saja, aku yang memang tinggal di sebelah rumah Yu Senuk mulai sering mendengar kasak kusuk dari rumah sebelah, saat Yu Senuk dan genk-nya sedang berkumpul mencari kutu di teras sambil bergosip. Kadang, sambil pura pura menyirami tanaman bunga di halaman aku memang suka menguping pembicaraan mereka.

"Percaya nggak sih, kalau sakitnya si Marni itu cuma sandiwara?" demikian kudengar Yu Senuk memulai ritual bergosipnya.

"Sandiwara gimana maksudnya Jeng?" tanya salah seorang teman segenknya.

"Ya sandiwara, pura pura. Cuma sakit biasa tapi ngakunya sakit parah, biar dapat sumbangan dari para warga."

"Ah, masa sih Jeng? Lha wong sampai diopname gitu lho, masa pura pura."

"Halah. Kamu kayak nggak tau saja. Si Marni itu kan cuma diluarnya kelihatan alim. Padahal dalamnya .., pretttt!!! Lihat saja, sampai suaminya kabur dengan perempuan lain itu apa sebabnya, kalau bukan karena si Marni ini memang bukan orang baik baik."

Dan bla bla bla, masih banyak lagi yang mereka bicarakan, membuat aku yang sengaja menguping menjadi gemas sendiri. Ingun rasanya kuremas bibir wanita itu, meski bukan aku yang dijadikan bahan bergosip oleh mereka.

Ritual ngerumpi mereka baru berakhir saat terdengar pengumuman dari pengeras suara di mushalla. Sebuah kabar duka, yang mengabarkan bahwa Yu Marni telah berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa. (R.I.P untuk Yu Marni)

Gerombolan emak emak itupun segera bubar. Aku sendiri segera bersiap siap untuk menuju ke rumah duka.

Selang beberapa hari setelah meninggalnya Yu Marni, ada yang berubah dari perangai Yu Senuk. Perempuan yang biasanya rame itu tiba tiba jadi pendiam. Bahkan sangat jarang kelihatan keluar rumah. Entah karena merasa bersalah atau bagaiman, aku sendiri kurang tahu.

Hingga suatu malam, saat aku baru pulang dari acara pengajian di rumah almarhumah Yu Marni, kulihat ada keramaian di rumah Yu Senuk. Warga yang juga baru pulang dari pengajian nampak sudah berkumpul disana. Aku yang penasaranpun segera bergabung dengan mereka.

"Ada apa to Kang, kok rame rame gini?" tanyaku kepada salah seorang warga.

"Itu, si Senuk katanya ditapuk (ditampar) dhemit," jawab orang itu.

"Lha, kok bisa?!" tentu saja aku kaget mendapat jawaban seperti itu. Segera aku masuk ke rumah perempuan itu untuk melihat kondisinya. Sangat mengenaskan gaes! Yu Senuk nampak dusuk di kursi roda dengan sebelah tangan dan kaki yang telah kaku, dan wajahnya, naudzubillah, mulut perrmpuan itu mencong ke samping. Stroke! Itu dugaanku sebelum mendengar cerita dari Wanti, anak Yu Senuk.

Jadi menurut Wanti, beberapa hari ini, tepatnya setelah meninggalnya Yu Marni, Yu Senuk merasa selalu dibayang bayangi oleh sosok yang mirip dengan Yu Marni. Kemana mana Yu Senuk merasa selalu diikuti oleh sosok itu. Mangkanya beberapa hari belakangan ini Yu Senuk jarang terlihat keluar rumah, karena merasa ketakutan.

Hingga puncaknya, sore tadi, entah karena kesal atau bagaimana, Yu Senuk memaki maki sosok misterius itu, membuat sosok itu marah dan menamparnya.

"Ini balasan untuk orang yang suka bergosip!" demikian sosok itu berbisik setelah menampar Yu Senuk. Lalu sosok itupun tiba tiba menghilang.

Sial bagi Yu Senuk. Setelah mendapatkan tamparan dari sosok misterius itu, Yu Senuk merasakan sekujur tubuhnya menjadi lemas. Lidahnya terasa kaku hingga tak mampu lagi digunakan untuk berteriak minta tolong, dan mulutnya tiba tiba jadi mencong ke samping.

Aku yang mendengar cerita itu hanya geleng geleng kepala. Entah benar atau tidak, tapi kata Wanti begitulah yang diceritakan oleh sang emak kepadanya. Tentu menceritakan dengan terbata bata, karena mulutnya telah mencong ke samping dan lidahnya juga sudah kelu.



*****
Diubah oleh indrag057
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldiy84 dan 50 lainnya memberi reputasi
50 1
49
Lihat 24 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 24 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 12:07
Baru buka langsung ad thread baru gan in...ijin buka tenda ganemoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 59 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 59 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 12:19
Asik ada yang baru lagi
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 13:30
Quote:Original Posted By indrag057
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
Gambar diambil dari kompasiana.com dengan sedikit perubahan







Story 1 : Belik Ringin


Belik atau sendang ini terletak di sebelah tenggara desa Kedhungjati. Dinamakan Belik Ringin karena Belik ini berada tepat dibawah sebuah pohon beringin besar yang katanya usianya sudah ratusan tahun. Dahulu, sebelum banyak warga yang memiliki sumur, belik ini merupakan sumber air bersih utama bagi warga desa Kedhungjati. Hampir semua warga desa Kedhungjati bergantung pada Belik ini untuk melakukan aktivitas mandi dan mencuci. Bahkan untuk keperluan memasak di dapurpun mereka mengambil air dari Belik ini.

Bukan tanpa alasan kalau warga mengandalkan Belik ini untuk mendapatkan air bersih. Selain karena Belik ini merupakan sumber air satu satunya di desa Kedhungjati, Belik Ringin juga dikenal memiliki sumber air yang sangat melimpah. Saat musim kemarau panjangpun, Belik ini tak pernah sekalipun kehabisan sumber mata airnya. Dan yang paling utama adalah, air yang keluar dari sumber di Belik ini terkenal sangat jernih dan bersih. Sangking jernihnya, ada sebagian warga yang tak segan segan meminum langsung air dari Belik ini.

Dahulu, Belik ini sangat terawat. Dinaungi oleh sebuah pohon beringin raksasa yang konon usianya sudah ratusan tahun, dan dikelilingi oleh tiga buah batu besar, membuat Belik ini terasa nyaman untuk melakukan aktivitas mandi dan mencuci, tanpa takut akan ada mata nakal yang mengintip mereka.

Meski begitu, tak jauh berbeda dengan area Tegal Salahan yang dulu pernah aku ceritakan, dibalik kesejukan dan kenyamanannya, Belik Ringin ini juga menyimpan banyak misteri. Ya. Sumber air utama di desa Kedhungjati ini tak kalah angker jika dibandingkan dengan area Tegal Salahan yang ada di sebelah selatan desa. Sudah banyak warga yang mengalami kejadian kejadian aneh dan janggal di Belik ini.

Salah satunya adalah Kang Sastro Gudel (bukan nama sebenarnya). Beliau adalah tetanggaku. Rumahnya tak begitu jauh dari Belik Ringin ini. Seperti biasa, sore itu selepas bekerja di sawah, Kang Sastro langsung menuju ke Belik Ringin ini untuk sekalian mandi. Letak sawahnya memang tak begitu jauh dari tempat sumber mata air itu berada.

Sayangnya, saat sampai di Belik itu, ternyata masih ada seorang perempuan yang tengah mandi. Mau tak mau Kang Sastro harus menunggu. Laki laki itu lalu duduk bersandar pada salah satu batu besar yang ada disitu, sambil memandang hijaunya hamparan sawah di depannya. Tanaman padi yang subur melambungkan angannya, membayangkan saat panen nanti, pasti hasil padinya juga melimpah ruah. Mudah mudahan saat musim panen tiba nanti harga gabah tidak anjlok lagi seperti biasanya, sehingga ia bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari hasil panennya.

"Bruuukkk...!!!" Tengah asyik melamun, tiba tiba Kang Sastro dikejutkan oleh jatuhnya sepotong dahan pohon beringin yang telah lapuk. Dahan sebesar betis dengan panjang hampir satu meter itu jatuh tak jauh dari tempatnya duduk.

"Wah, rejeki nomplok ini, dapat kayu kering. Lumayan, bisa dibawa pulang untuk dijadikan kayu bakar," batin Kang Sastro sambil bangkit dan memungut dahan kayu itu.

"Jangan diambil Kang," tiba tiba sebuah suara mengejutkan Kang Sastro. Ternyata perempuan itu telah selesai mandi dan bersiap untuk pulang.

"Lha kenapa to? Kan lumayan ini, bisa buat kayu bakar," tanya Kang Sastro heran.

"Ya pokoknya jangan diambil. Kan kata orang orang kayu dari pohon beringin ini nggak boleh diambil Kang, apalagi sampai dijadikan kayu bakar. Pamali! Bisa celaka sampeyan!" ujar si perempuan lagi.

"Halah! Lha wong cuma kayu lho, dan sudah lapuk juga. Masa bisa bikin celaka," sanggah Kang Sastro sambil tetap memungut kayu itu.

"Yo wis, sak karepmu Kang! Dikandhani kok ngeyel! Nek enek apa apane yo sangganen dhewe!" (Ya sudah, terserah kamu Kang! Dibilangin kok ngeyel! Kalau ada apa apanya ya tanggung saja sendiri), sungut si perempuan sambil berlalu meninggalkan Kang Sastro.

"Ada ada saja. Mana ada kayu lapuk sampai bisa bikin orang celaka," gerutu Kang Sastro sambil bersiap siap untuk mandi. "Lagipula, memangnya kamu siapa, anak kemarin sore saja kok berani beraninya ....,"

Kang Sastro tertegun sejenak. Perempuan itu tadi, siapa ya? Sepertinya ia belum pernah melihatnya. Apakah bukan warga sini? Tapi, setahunya hanya warga desa sini yang memanfaatkan Belik ini untuk mandi dan mencuci.

Ah, mungkin salah satu kerabat dari warga yang datang berkunjung ke desa ini, pikir Kang Sastro sambil melanjutkan mandinya. Kalau dilihat dari penampilannya sih, sepertinya orang dari kota. Wajahnya cantik. Kulitnya juga putih bersih, tidak seperti kulit warga desa sini yang rata rata berkulit hitam. Dan saat tadi lewat di dekatnya, ada tercium bau harum yang sangat menusuk hidung.

"Eh, tunggu! Ini kok ...," kembali Kang Sastro tertegun. Hidungnya mengendus endus. Bau wangi itu masih tercium. Bahkan kini terasa semakin tajam. Padahal perempuan itu sudah pergi dari tadi.

"Hiiiiiiiiii....!" Kang Sastro bergidik, saat merasakan bulu kuduknya tiba tiba merinding. Laki laki itu buru buru menyelesaikan mandinya, lalu bergegas pulang dengan membawa cangkul dan dahan beringin lapuk yang tadi ia temukan.

"Nih, tak bawain kayu bakar," seru Kang Sastro sambil melemparkan kayu yang tadi didapatnya ke samping sang istri yang sedang berjongkok di depan tungku dapur.

"Wah, kebetulan Kang, sampeyan dapat kayu kering," sahut Yu Darmi sambil meraih kayu itu dan memasukkannya ke dalam mulut tungku. Perempuan itu lalu bangkit dan menyeduh kopi untuk sang suami yang baru pulang itu.

"Emmm, baunya enak banget Mak, kamu lagi manggang ayam to?" hidung Kang Sastro mengendus endus saat mencium bau sangit seperti ayam yang sedang dipanggang.

"Ayam darimana to Pak, lah wong punya ayam saja enggak kok manggang ayam," sahut Yu Darmi sambil kembali ke depan tungku.

"Lha ini baunya ...."

"Lho, Pak, ini kayu apa to? Kok dibakar jadi seperti ini?" seru Yu Darmi memotong ucapan Kang Sastro.

"Jadi seperti apa to?" tanya Kang Sastro yang masih asyik duduk sambil menikmati kopinya.

"Ini lho Pak, coba sampeyan lihat, kayu sudah lapuk begini dibakar kok masih keluar getahnya. Warna getahnya merah seperti darah, dan baunya ini, kok seperti ..."

"Bapaaaaaakkkk...!!! Simboooookkkk...!!! Toloooonggggg...!!! Panaaaaasssss...!!! Panaaaasssss...!!!!"

Belum selesai istri Yu Darmi berkata, mendadak mereka dikejutkan oleh teriakan sang anak yang sejak tadi asyik menonton TV di ruang depan. Sontak keduanyapun menghambur menghampiri sang anak.

"Kamu kenapa to..., astagfirullaaaahhh...!!! Paaaakkk...!!! Anakmu kenapa ini?!" jerit Yu Darmi saat melihat sang anak tengah berguling guling dilantai sambil berteriak teriak kesakitan. Sekujur tubuh anak itu melepuh seperti habis dibakar.

"Paaaaakkkkk...!!!" jeritan Yu Darmi tak dihiraukan lagi oleh Kang Sastro. Alih alih menolong sang anak, laki laki itu justru berlari kembali ke dapur. Dahan beringin lapuk yang masih menyala di dalam mulut tungku itu segera ditariknya keluar, lalu ia siram dengan seember air.

"Huaaaaaaaa...!!! Panaaaassss...!!! Periiiiihhhh...!!!" teriakan anak Kang Sastro mengundang para tetangga yang segera berdatangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga itu.

"Ada apa ini?"

"Ya Allah, anakmu kenapa Kang? Kok sampai melepuh begitu?"

"Ayo cepat kita tolong!"

"Kita bawa ke rumah sakit saja!"

"Jangan, panggil pak Modin saja dulu!"

Berbagai pertanyaan dan saran dari para tetangga seolah tak dihiraukan oleh Kang Sastro. Laki laki itu justru diam terpaku sambil matanya menatap nanar keluar rumah, dimana nampak sosok perempuan yang tadi ia temui di Belik Ringin sedang berdiri di sudut halaman sambil tersenyum sinis ke arahnya.

Melihat Kang Sastro yang seperti orang linglung, para tetangga akhirnya mengambil inisiatif untuk memanggil Pak Modin, orang yang dituakan di desa Kedhungjati. Setelah datang dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, laki laki sepuh itu segera mengambil tindakan. Dengan bantuan para warga, Anak Kang Sastro yang masih histeris itu segera dibawa ke Belik Ringin dan dimandikan di tempat itu oleh Pak Modin, dengan disertai ritual ritual khusus. Sisa dahan beringin lapuk yang sebagian sudah terbakar menjadi arang itu juga dikembalikan ke tempatnya semula, tempat dimana pertama kali Kang Sastro menemukannya.

Beruntung, nasib baik masih memihak ke keluarga Kang Sastro. Sang anak masih bisa diselamatkan, meski mengalami sedikit cacat permanen. Kulit di sekujur tubuhnya menjadi belang belang akibat bekas luka bakar yang dialaminya.


*****




Jadi inget waktu masih Seusia SD dulu, sepulang sekolah pasti main sampai jauh dan sampai sore, demi bisa berenang ke sumber mata air bareng kawan kawan, sekarang kalo kembali ke kampung halaman sumber sumber mata air itu sudah jadi tempat wisata.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
prayformysky dan 6 lainnya memberi reputasi
3 4
-1
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 15:14
Selamat gan untuk trit barunya....
TS satu ini emang produktif sekali......luar biasa.
Diubah oleh waroxz76
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 16:12
mantap gan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 16:12
wah trit baru gan indra emoticon-Wow
Numpang ngopi sama bakar tingwe di sini emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 16:20
Selamat trit baru bos semoga menghibur emoticon-Sundul Up
Diubah oleh k1ndd4
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 18:11
Subcribe ah...emoticon-Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 18:25
Kedhungjati kuwi melu kota ngendi gan Indra ???
Kayak'e angker bener
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 19:00
Gas keun.
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 19:02
Akhirnya ada yg fresh dr ts favorit
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 19:04
Index dong
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 20:06
Pejwan di amankan.....
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 20:19
nyimak dulu
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 20:37
Iyeeeeeeyyyy... Cerita baru, sikkasikkkk... Semangatttt yess om gan TS emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 21:14
Quote:Original Posted By ozzai936
Pejwan di amankan.....


Quote:Original Posted By mr..dr
nyimak dulu


Makasih banyak ganemoticon-terimakasih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
ALAM LELEMBUT [Kumpulan Short Story Horor & Misteri]
05-04-2021 22:18
Pejwan aheeeey
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Halaman 1 dari 14
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
perjalanan-hantu-cantik
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
ayahku-membunuhku
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia