Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
46
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/604d01b6209ae60e676c44ab/sandal-overpower
Seorang lelaki yang ditakdirkan hidup bersama-sama dengan sandal jepit. tidak ada yang bisa memisahkan mereka walau presiden afrika sekalipun. bersama sandalnya, ia berani melawan apapun didepannya termasuk rudal pakde putin atau meriam mang trump. Dwi, tokoh utama didalam cerita ini, mengalami kejadian hebat setelah ia didatangi oleh perempuan misterius. Cekicruts ;
Lapor Hansip
14-03-2021 01:17

Sandal Overpower

Past Hot Thread
Sandal Overpower

Quote:Seorang lelaki yang ditakdirkan hidup bersama-sama dengan sandal jepit.

tidak ada yang bisa memisahkan mereka walau presiden afrika sekalipun. bersama sandalnya, ia berani melawan apapun didepannya termasuk rudal pakde putin atau meriam mang trump.

Dwi, tokoh utama didalam cerita ini, mengalami kejadian hebat setelah ia didatangi oleh perempuan misterius.

Cekicruts ;
Diubah oleh st0neee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aygilagility dan 20 lainnya memberi reputasi
17
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Sandal Overpower
14-03-2021 01:20

Part 1 - This Is My Sandal!!

Quote:Manusia berwajah seperti pangeran sedang menikmati kopi dan rekan-rekannya di sore hari. Kuning kemerahan tercetak di atas, seakan sekomplotan malaikat sedang bermain cat di kanvas maha luas bernama langit. Beberapa layangan tampak masih bergoyang-goyang menunggu "diturunkan" azan magrib.

Ilustrasi Dwika


Langit tiba-tiba gelap, angin pertanda akan turun hujan menyapa asap yang mengepul di kopinya. Dibakarnya gudang garam filter, dan bercumbu dengannya. Nikmat sekali.. Katanya dalam hati.

Hujan turun, langit menumpahkan keluh kesahnya kepada kekasihnya bumi. Bisa dilihat, bumi merupakan pendengar yang baik untuk pasangannya.

90 menit ia menunggu langit selesai bercerita, tak kunjung usai juga.

"Hey, jangan berfikir kau hanya hidup berdua saja di semesta ini. Mungkin makhluk lainnya kau anggap makhluk saturnus yang sedang darmawisata ke bumi. Hufff" ia menghembuskan asap dengan kasar. Bukan karena ia debus, namun karena ia sedang merokok.

DAAAR

Langit bersin dengan kencangnya seperti bapak-bapak kolot ber-usia 40 keatas. Dengan urat yang menjalar kemana-mana di lehernya dan mengeluarkan bunyi yang dapat membuat tanaman putri malu kuncup seketika, teringgiling berpose siaga, dan lukisan monalisa berdansa.

"Aku cuma bercanda sial! Apa dewa diatas tak pernah bersenda gurau denganmu HAH!?"

Kulihat arloji yang memeluk pergelangan tangan kanan menunjukkan ekspresi cemberut, 8.20. Peduli setan kalau basah, nampaknya langit akan bercerita seharian, Entah apa masalahnya, mungkin telat datang bulan.

DARR
DARR
DARR

Hatrick! 3 kali berturut turut ba-langit bers- petir menggelegar dengan nada 1 oktaf diatas biasanya.

Tenang.. Tenang.. Mari kita analisa.
Warung kopi ini ada disebelah barat kosanku. Jarak dari sini menuju kosan kira-kira 2km lagi. Dengan jalan kaki setidaknya kecepatan yang ditempuh 1km/jam. Dan kalau berlari, kira-kira 2km/jam.

Kemungkinan terburuknya adalah jika baju, sweater, dan celana jeans ku basah, setidaknya menambah beban 2kg di tubuhku, belum lagi medan yang sulit karena banyaknya kubangan membuatku harus pintar memilah jalan. Yahh setidaknya waktuku melar 15menit.

Persentase aku jatuh karena terpeleset 60% karena aku memakai sandal jepit (tanpa mengurangi rasa hormat kepada sandal jepit) dan 40% kemungkinan sandal ku putus. Dengan menganalisa segala keadaan dan kemungkinan, paling lambat 90 menit aku sampai rumah dengan keadaan porak poranda. Aku tidak membawa mobilku, karena memang aku tidak punya.

Aku berdiri di ambang pintu bersiap untuk lari, daaan SEKARANG!

Aku lari meninggalkan warkop, basah langsung menempel di seluruh pakaianku, sial ternyata diluar hujannya sangat deras. baru 20 meter aku berlari sayup sayup aku mendengar suara laki-laki. Suaranya berat, membuat bulu ketiak siapapun yang mendengarnya bercabang. Apa tempat ini sedemikian angkernya sampai dihuni oleh makhluk halus seperti itu? Aku tambah kecepatanku dengan cara mengambil langkah besar saat berlari.

CESS
CESS
CESS

Suara yang ditimbulkan oleh my hero sandal jepit menginjak kubangan terdengar sangat kasar, tapi siapa peduli?

"HOYYY!"

Astaga, suara itu lagi. Aku ter stun beberapa detik, Shock, mendengar suara itu. Indra pendengarku mengatakan bahwa suara itu berada di belakangku. Perlahan aku menoleh ke belakang. Apa aku akan mati disini tanpa sempat menulis surat wasiat? Ah iyaa sandal ini akan menjadi saksi bisu perjalanan hidupku. Terimakasih sandal. You are the one and only my sandal ever!!. Tanpa terasa aku menitikkan air mata kepada sendalku.

"HOYY!"

Sontak aku mengambil sandal jepitku, mencium nya sebentar, berbalik ke sumber suara dan melempar sandalku kuat kuat.

"MATI LAH KAU UNTUK KEDUA KALINYA SETAN! HYAAAAA"

DAKK

Bak tendangan roberto carlos, Sandalku melesat dengan sangat ciamik dan mendarat sangat cantik di wajahnya. Sehingga OLSJ ( Olahraga Lempar Sandal Jepit ) memutuskan bahwa tembakan ini tembakan sandal terbaik di tahun ini. Rasakan itu makhluk biadab!

"ADUH"

Sosok siluet itu hanya mengaduh memegangi wajahnya yang bersilahturahmi dengan sandalku. Sial, sepertinya makhluk ini cukup kuat, baiklah sandal, akan kuingat selalu jasa jasamu selama ini, Aku bersumpah tak akan melupakan apa yang telah kita lewati bersama, Suka duka kita selalu bersama, bahkan menonton video reproduksi bersama. Aku ambil sandalku yang satunya, bersiap untuk melempar makhluk itu dengan kekuatan penuh. Mendadak ada aura orange di tubuhku dan rambutku menjadi kuning, aku menjadi super saiyan! Hmm tidak, itu berlebihan.

"HYAAAAAA"

"TUNGGU DEN!"

Belum sempat aku melempar sandalku, sosok siluet hitam itu berbicara. RADEN? Apa aku tidak salah dengar? Apa jangan jangan kalo aku ini sebenarnya adalah titisan raja pada jaman majapahit? Dan dia adalah sosok yang telah di utus oleh moyangku untuk menjagaku? Seperti di cerita-cerita indigo diluar sana? Ahh betapa beruntungnya aku.

"HAHAHAHA"

Sosok itu tertawa sangat mengerikan, sialan! Setan ini mencoba untuk menipuku, kau kira mudah? Hahaha aku tau kedokmu setan laknat! Sekarang bersiaplah untuk mati 2 kali!

"HYAAAAAA"

Kunaikkan nada teriakku 1 oktaf diatasnya, dan DAKK sandalku bersilahturahmi untuk kedua kalinya di wajahnya.

"HAAAAA"

Sosok itu tumbang, melolong keras, di iringi suara air hujan yang deras menghantam tanah membuat adegan ini menambah dramatis.

Aku tertawa kemenangan
"HAHAHAHA aku tidak mudah tertipu olehmu setan licik, sebaiknya kau pulang dan ganti popok anakmu daripada kau kubuat mati 2kali!"

SLEP
SLEP
SLEP

DARRR
Setelah aku mengatakan itu, muncul 3x kilatan berturut turut dan guntur yang menggelegar sangat dahsyat. Aku tersenyum sinis pada makhluk itu.

"Apa ada yang merekam aksiku tadi? Keren sekali!!" kataku berharap dalam hati.

Aku mendekati sosok itu, dan memandangnya tajam, sosok itu tergeletak tak berdaya ditanah, tapi aku tau kalau dia belum mati, dia hanya lemas meringis kesakitan. beberapa detik aku analisis sosoknya yang tinggi besar, berkulit hitam legam mengkilat.

Sosok itu bergerak dan membuatku kembali waspada. Aku mengambil sandalku yang tergeletak dibawah dan mundur beberapa langkah dari hadapannya.

Ia berdiri sambil memegangi wajahnya yang terkena sandalku. Terimakasih sandal.
Tak lepas pandanganku dari sosoknya, setelah aku perhatikan lebih dalam, ternyata Ia memakai jubah hitam seperti Grim Reaper, jadi yang hitam mengkilap itu jubahnya, bukan kulitnya. (Mohon maaf kepada warga gwara gwara, aku tidak berkamsud) kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya.

"Sepertinya itu senjatanya"

Ia mengeluarkan sesuatu berwarna biru mengkilap yang mengeluarkan aura kuning ke orange-nan dari balik jubahnya. Tiba-tiba saja cahaya aura itu melesat ke arahku.

"AAAAAAA" Aku kaget kena serangan yang tiba-tiba. Aku melindungi wajahku dengan sandal jepitku, aku yakin senjatanya punya daya rusak yang hebat. Sekian detik aku diam, ternyata tak terjadi apa-apa. Apa aku sudah mati? Betapa dahsyatnya senjata itu, dapat mematikan makhluk tanpa meninggalkan rasa sakit sedikitpun.

Dengan begini, aku, Pria tampan bernama Dwika pamit undur diri dari dunia ini, maaf untuk ibu kos, aku belum sempat membayar kosan bulan ini. Semoga ada temanku yang berbaik hati untuk melunasi tunggakan tagihan kosanku.

"ANAK GILA, BUKA MATAMU"

Eh, aku belum mati? Ah iyaa aku ingat, sandal jepitku lah yang melindungiku dari serangannya. Terimakasih sandal, entah dengan apa aku membalas budi?

Perlahan aku membuka mata dan memandangnya. Sosok itu mengarahkan senjatanya ke wajahnya dan sekarang ia sudah benar benar kelihatan jelas.

Rambutnya awut-awutan dan biru lebam seperti terkena sandal bersarang di wajahnya. Ha? Apakah makhluk halus dapat meninggalkan luka pada tubuhnya? Tunggu, senjata itu sepertinya aku mengenalnya.

Takut-takut salah menduga, aku analisis senjatanya lebih teliti dan, benar, ternyata itu adalah...

Senter

Jubah yang kuduga jubah seperti grim reaper hanyalah jas hujan model Batman. Dan sosok yang kutuduh setan itu ternyata bapak penjaga warung.

"Eh euu maaf"

"Sial! Mengapa kau melemparku dengan sandal?

"Sekali lagi maaf pak, kukira tadi setan yang mencoba mengganggu perjalananku"

"Sudahlah, ayo kembali ke warung. Kau lari begitu saja tanpa membayar kopimu. Dan ini, pakai jas hujanku"

"Ahh iya aku lupa bayar, aku buru-buru tadi"

Bapak itu menghela nafas dan memberi isyarat supaya aku mengikutinya. Sepertinya ia sangat marah padaku.

Tapi,

Terimakasih sekali lagi, sandal.

Diubah oleh st0neee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sandal Overpower
14-03-2021 01:32

Part 2 - Amplop Rasis

Quote:
Seakan istri yang telah lama ditinggal suaminya bekerja di kapal, hujan masih turun sangat deras. Langit menghembuskan nafasnya kencang membuat bumi semakin bergidik dan makhluk didalamnya kerepotan.

Hembusannya membuat pohon bergoyang tak beraturan seperti wanita-wanita di pub. Entah kemana perginya burung dan leopard dikala cuaca begini.

Arloji yang bersemayam di tanganku menunjukkan ekspresi senyum. 10.10. Sial, 1jam lebih aku hujan hujanan dan melempari bapak ini dengan sandal.

Oh iya, mana sandalku? Celingukan aku mencari-cari benda pusaka peninggalan raja namrud, ternyata ia sedang bersender kelelahan di batas ruang tamu dan dapur rumah bapak ini.
Reflek aku tersenyum sendu melihatnya.

"Sungguh kau sangat berarti untukku, Pra"

Dibuat dari 30% bisa kobra jawa, 30% rexona men sachet, 30% baygon rasa blueberry, dan 10% soffel original, membuat otak ku "kadang-kadang tak ada logika".

Tak jarang mereka menganggapku aneh.

"Ini den, silahkan diminum kopinya"

Kenapa dia memanggilku den ya? Memang sih, bokongku sangat layak duduk di singgasana tertinggi di kerajaan saturnus.

"Silahkan diminum dulu raden, nanti akan kujelaskan semuanya"

Ha? Apa orang ini dapat membaca pikiranku? Aku melirik sandalku dengan harap mendapat jawaban, oh tentu saja tidak dapat, bodoh.

Aku menyeruput kopi itu sambil menatap tajam bapak-bapak didepanku.

"Pak, aku mau be-"

Begg. Rokok gudang garam dilemparnya ke hadapanku. Sial orang ini benar-benar dapat membaca pikiran.

"Ini pak duitnya, sekali lagi mohon maaf atas perbuatanku tadi"

"Tidak masalah, Ini kau bawa jas hujanku. Anggap saja ini hadiah dariku, sandalmu dan jas hujan ini, bukankah kelihatannya cocok?"

Aneh sekali bukan orang ini? Sang penulis pun keheranan dibuatnya.

"Terimakasih banyak pak, oiya soal tadi.., katanya ingin memberi tahuku sesuatu?"

"Hmmm, ahh iyaa, Tidak sekarang raden. Nanti itu, bisa besok, bulan depan, bahkan tahun depan."

"Baiklah, lagipula itu tidak penting untukku. Terimakasih jas hujannya. Aku pamit pulang"

Jam 11.30 malam aku tiba di kosan. Melepas jas hujan, melepas pakaian, dan berganti pakaian kering tanpa mandi. Kalian pikir pangeran mana yang mandi tengah malam begini?

Sekarang aku berbaring diatas kasur, merenungi kejadian beberapa jam yang lalu, terasa aneh dan janggal bagiku.

tiba-tiba pandanganku gelap.


-


KUKURUYYYUUUKK

Huaaaah, aku terbangun pukul 7 pagi.

Setelah mandi dan menyeduh kopi, aku turun kebawah untuk sekedar cari sarapan. Setibanya kembali dikosan, aku mendapati sebuah amplop tepat di celah bawah pintuku.

Amplop yang berwarna hitam polos, membuat parameter keherananku bertambah 240% .


"Baru kali ini aku melihat amplop seperti ini"

"Bodoamat aku lapar"


Akupun makan dengan lahap,

tanpa memperdulikan amplop nibba itu.



Diubah oleh st0neee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sandal Overpower
14-03-2021 01:34
Jika suka, tolong emoticon-Rate 5 Star dan emoticon-Blue Guy Cendol (L) nya yaa emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
sultzn dan banditos69 memberi reputasi
2 0
2
Sandal Overpower
14-03-2021 01:44
Nitip sendal, gan! Kayaknya bakal seru nih ceritanya. Kocak beut dah ah emoticon-Ngakak
0 0
0
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Sandal Overpower
14-03-2021 07:32

Part 3 - Seorang Dewi Yang Kehilangan Jati Diri

Quote:Tidak ada yang lebih indah didunia ini dibandingkan dengan BAB dan buang angin yang lancar. Aku sedang berada di depan kamar kosan, memandang jauh ke ujung barat. Aku merenung, sudah 3 hari aku tidak BAB. Jangankan BAB, mengeluarkan angin lembut kematian pun tidak. Kejadian ini membuatku gusar.

"Hey pra, apa kau punya solusi?"

Matahari pun berganti shift dengan bulan, beberapa anak kecil terlihat pulang dengan menenteng bola. bagaimana mungkin rindu yang kian bertambah harus ditahan, tanpa ada kepastian kapan bertemu. Oh tinjaku.

Dikamar, tak henti-hentinya aku berdo'a.

"Ya tuhan, turunkanlah bidadari cantik ke kosanku yang membawa obat pelancar pencernaan"

Berulang kali aku berdo'a seperti itu, khusyu.

3.695 detik kemudian, pintu kamarku diketuk

TOK
TOK
TOK

MUNGKINKAH SECEPAT INI?

TOK
TOK
TOK

"Permisi, apa ada orang?"

Astaga, suara perempuan!! Terimakasih tuhan telah mendengar do'a ku.
Aku berjalan ingin membukakan pintu untuknya.

Setelah pintu terbuka, nampaklah Seorang bidadari? Bukan. Seorang dewi telah turun ke bumi, paras yang begitu sempurna seakan dipahat oleh dewa itu sendiri. Mata yang indah, figur yang proporsional, senyum yang menawan dilengkapi dengan rambut panjang se bahu membuat seluruh panca indraku berdecak kagum.

Ilustrasi


BUGG..


..PRETTTT

Perutku dihajarnya sampai terdengar suara yang sangat sangat aku rindukan di 3 hari kebelakang ini. Aku berlari ke wc tunggang langgang demi mempertahankan suatu benda semi padat yang meronta ronta ingin segera dilahirkan.

PLUNK..

“Rudal pertama tepat sasaran kapten”

“Roger, kerja bagus sersan!”

PLEUK..

“AH SIAALLL, RUDAL KEDUA MELESET KAPTEN! TIDAK MENDARAT DI PERAIRAN, TETAPI DI DARATAN SEBELAHNYA!”

Byurrrrr

Kalian pernah? Kotoran kalian tidak mendarat mulus tepat di lubang WC nya?

Setelah 30 menit lamanya aku di wc, aku keluar seperti terlahir kembali. Aku menuju dapur, membuat secangkir kopi dan pergi keruang tamu untuk menonton tv.

"Apa saja yang kau lakukan di dalam? Bukankah terlalu lama 30 menit hanya untuk BAB?"
Ah aku lupa ada seorang dewi yang diutus oleh tuhan untukku.

"Kau masih disini?"

"Tentu saja, aku punya beberapa hal yang harus dibicarakan denganmu."
Aku semakin yakin kalau ia adalah benar benar utusan tuhan.

"Apa yang membawamu kesini? Kau tau, aku berdoa kepada tuhan untuk menurunkan bidadari membawa obat pelancar pencernaan kepadaku. Tak kusangka, doa ku terkabul, tak tanggung-tanggung, bahkan tuhan mengutus dewi untukku. Yahh meski dengan cara yang bertolak belakang dari yang kuharapkan"

"Setidaknya penyakitmu sembuh kan, dwi?"

"Kau tau namaku? Bagaimana bisa?"

"Tentu saja aku tau, akulah yang mengirim amplop berwarna hitam itu bulan lalu. Jadi bagaimana keputusanmu?"

"Keputusan apa maksudmu?"

"apa kau sudah membaca suratnya?"

"Be..belum"

Secepat kecoa terbang, wanita itu meringsek ke arahku dan mengikat tanganku kebelakang dengan tali.
Hey, darimana ia dapatkan tali itu?

"Kau baca surat itu sekarang dan kau akan selamat atau kubiarkan tali ini menghambat peredaran darahmu?"

"Baiklah lepaskan! Aku akan membacanya!!"

Sial. Ini sakit sekali. Ia melepaskan ikatan tali itu, dan dapat kulihat bekas ikatan di pergelangan tanganku. Sungguh kejam.

"Cepat baca!"

Entah, aku seperti merasa menyesal telah menilainya seorang dewi. Mana ada dewi segarang dia. Cih.
Kubuka amplop itu dan kulihat isinya,

Kosong.

"Kosong"

"Memang, ah iyaa betapa tidak sopannya aku masuk kerumah orang tanpa memperkenalkan diri. Perkenalkan dwika, namaku-"

"Aku tidak peduli. Cepat katakan apa maksudnya semua ini"

"Kau tidak mau tau nama seorang dewi?"

"Apanya yang dewi. Cepat katakan."

"Hahhh baiklah"

"Sepertinya memang kau orangnya. SELAMATTTT DWIII” katanya girang seperti guru Taman kanak kanak.

"Aku? Kenapa?"

"Hohoho apa kau sungguh ingin tau?" wanita itu tertawa seperti sinterklas. Sungguh sifatnya sama sekali tidak mencerminkan seorang dewi.

"Tidak juga"

"Baiklah kalau kau memaksa, simpan alamat ini" katanya memberiku kertas.

Tunggu sebentar, bukannya tadi aku bilang tidak ingin tau?

"Aku bilang tidak ingin tau"

"Kau benar-benar memaksa ya, ini kutambahkan nomer telepon ku di bagian belakang kertas" ia mencatat nomer telepon. Kukira dia aneh, ternyata idiot.

"Apa kau sudah selesai?"

"Sudah, kenapa? Kau masih ingin melihat seorang dewi lebih lama ya?" katanya sambil mengibas ngibas rambutnya.

Sialan, dia benar benar cantik. Tapi sayang, kecantikannya itu seakan terhapus oleh ke idiotannya.

Aku berjalan ke arah pintu dan membukanya lebar-lebar.

"Tunggu apa lagi? Bukankah ini momen dimana kamu harus pulang?"

"Hahhh baiklah, nanti aku datang lagi"

Tidak perlu

"Babaii dwikaaa"

Kuharap ini yang terakhir kalinya aku melihatmu.



Diubah oleh st0neee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gajah_gendut dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sandal Overpower
14-03-2021 10:23
Nitip sendal tar ane balik lg gan
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sandal Overpower
14-03-2021 20:45

Part 4 - Wanita Dan Centong Nasi

Quote:
Matahari berada tepat diatas genteng kosanku. Didalam kamar, aku sedang memikirkan dewi idiot kemarin.

"Aku lulus? Apa maksudnya?"

Aku membolak-balikan kertas yang ia berikan kemarin. Alamat yang tertera cukup jauh dari kosan. Sekitar 40km. Yap, sepertinya akan ada perjalanan antar kota.

BZZZTT BZZZZTTT.. BZZZZTT BZZZZTTT

Bukan lebah, Tapi Hpku terguncyang karena ada panggilan masuk.

"Halo"

"Halo dwika, bisa kita bertemu? Ada yang ingin ku ceritakan"

"Soal apa?"

"Tunggu, aku ke kosanmu"

Fey, seorang wanita cantik yang sangat candu dengan teh. Katanya, hidup tanpa teh seperti mie yang terendam air cukup lama, sangat tidak menggairahkan. Padahal rasanya tetap enak.

Bicara soal dia, biar ku ceritakan kejadian ganjil yang menimpa masa kecilnya.



Suatu ketika



TOK.. TOK.. TOK..

"Dwiii"

Aku berjalan kearah pintu dan membukakan pintu untuknya.

"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?"

"Apa aku harus bercerita didepan pintu sambil berdiri?"

Ilustrasi Fey


"Iya"

"Cih, jahat sekali. Minggir!"

Ia mendorongku dan maksa masuk kedalam kamar.

"Kau tau kan apa yang harus kau lakukan?"

ia menatapku dengan pandangan yaaang, ah aku suka matanya.

"Euu apa?"

"Hufff" ia menghela napas dan mengerucutkan bibirnya. Uhhh parameter imutnya nambah 148%.

Aku bergegas ke dapur dan membuatkan teh untuknya. Teh bendera dengan kurang lebih 147 butir gula diujung centong nasi.
Diruang tamu, ia masih cemberut tanda sebal.

Sebentar aku berdiri dan memperhatikannya lebih dalam. Benar benar tipe ku. Apa aku bisa mendapatkan hatinya? Nanti biar kutanya dukun langganan.

Aku menghampirinya dan meletakkan teh dihadapannya. Ekspresinya berubah 180°, senang bukan main.

"Terimakasih dwiiiii" katanya cumiakkan telinga.

Ia menyeruput tehnya

"Centong nasi apa yang kau pakai?"

"Centong nasi yang di design oleh ratu cleopatra, di pahat oleh pemuda perjaka di ghana, dijual di pasar serba ada, dibeli oleh pemuda berwibawa"

"Hahahahahaha" tawanya renyah

"Kau aneh sekali, Fey. disaat orang-orang menanyakan teh atau gula apa yang dipakai, kau malah menanyakan centong nasi"

"Setiap centong nasi punya sisi magis nya masing-masing, dwi." Katanya sambil menyeruput teh

Sepertinya obatmu habis Fey.

"Aku kemarin bertemu wanita yang memperkenalkanku pada teh dengan gula seujung centong nasi"

"Oya? Bagaimana ciri-ciri nya?" kataku terkejut

"Rambut cokelat, mata dengan pupil hitam dikelilingi putih, rambutnya harum lidah buaya, jarinya yang lentik dihiasi dengan kuku yang diwarnai warna merah, giginya rapi dan putih, sepertinya, dia sikat gigi lebih dari 2x sehari" Katanya serius

Diaa.. Dia sama gilanya denganku

"Sial, yang umum"

Ia meminum tehnya lagi

"Rambut cokelat sebahu, matanya indah, parasnya sangat sangat cantik, figurnya proporsional"

Perasaanku mulai tidak enak

"Tapi orangnya sangat aneh"
Diubah oleh st0neee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sandal Overpower
14-03-2021 21:52
Nitip sandal di thread sandal jepit
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sandal Overpower
17-03-2021 15:43

Part 5 - Pink & Hitam

Quote:
Entah kebetulan atau keajaiban, newton menemukan teori gravitasi ketika ia sedang bersantai dibawah pohon apel. Apel apel yang berjatuhan membuat ia berpikir bahwa kekuatan gravitasi tidak terbatas pada jarak tertentu dari bumi saja. Tapi meluas lebih jauh.

Aku yang saat ini sedang mendengarkan Fey bercerita, menganggap bahwa ini suatu kebetulan yang buruk. Bagaimana tidak? Kami didatangi seorang perempuan aneh yang sama. Terlebih lagi, dia adalah wanita yang sempat 'menculik' Fey pada waktu kelas 4 SD.

Di meja, tergeletak 2 buah kertas yang menunjukkan sebuah alamat.

"Boleh kau buatkan secangkir lagi untukku?"

"Haaaah, kau sudah 4 kali memohon dengan pertanyaan itu"

"Ini yang terakhir. Pleaseee"
Ah mata itu

"Ya ya ya, tunggu"

Aku kembali keruang tamu dan meletakkan teh di meja.

"Apa kau membawa amplopnya?"

Ia merogoh tas, gerakan tangannya seperti kucing yang mengubur tinja.

"Warna pink?"

"Iya, lucu kan?"

Justru kau yang lucu

"Kenapa punyaku warna hitam ya?"

"Mana coba aku lihat"

Aku mengambil amplop yang ku letakkan diatas lemari

"Wah wah wah, jadi ini maksudnya!" katanya lega seperti habis memecahkan sebuah misteri.

"Maksudnya apa?"

"Oiya, kau belum melihat isi dari amplop ku kan?" ia membuka amplop dan mengeluarkan isinya.

"Silahkan baca, Kalau kau tidak terkejut, kau jadi kekasihku"

"He?"
Setengah mati aku menahan ekspresiku. Mohon maafmu dukun langganan, aku tak membutuhkanmu.

"Aku tau"
"Bacalah" katanya dibarengi dengan ultimate senyumnya.

Aku menegakkan badanku, menyiapkan mental, mengencangkan kolorku,
dan ya,

Aku siap.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sandal Overpower
17-03-2021 15:44
Maaf sedikit dulu. jam 7 malam akan di up part 6 nya. Tunggu yaa emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan d0kooo memberi reputasi
2 0
2
Sandal Overpower
17-03-2021 19:49

Part 6 - Manusia Berotak Jin Ifrit

Quote:
Sore hari, di ufuk barat, matahari telah lelah bekerja seharian. Warna orange diawan menandakan matahari akan berganti shift dengan bulan. Tidak ada yang main layangan, hanya ada burung-burung berkicau seakan mengiringi kepergian matahari.

"HAHAHAHAHAHA"

Selain kicauan burung, tawanya juga ikut mengiringi. 5 meter di belakangku, terdengar seorang wanita sedang tertawa terbahak-bahak.

"Bisakah kau berhenti tertawa, Fey?"

1 jam lalu ia menawarkan sebuah penawaran yang tidak masuk akal, aku dijebak. Kekuatan memutar waktu sangat ingin aku kuasai saat saat kondisi begini.

"HAAAAAAA" dia me- reka adegan kejadian tadi.

"HAHAHAHAHA ANDAI AKU MEREKAM EKSPRESIMU TADI DWI" Tolong bungkam mulutnya, siapapun.

"Kau licik"

"Heee? Dimana letak kelicikanku? Hahahaha"

Cih.

1 jam yang lalu

"Baiklah, mulai besok kau boleh panggil aku pangeran" kataku

"Pffftttt" ia menahan tawa

Ku buka amplop berwarna pink, dan terlihat secarik kertas didalamnya. Ah ternyata surat.

"Haii Fey, benarkan namamu Fey? Perkenalkan, namaku Tya. Terimakasih telah mengizinkanku untuk memperkenalkan diriku. Tidak seperti pria yang disampingmu saat ini, Dia bahkan tak mau tau nama dari seorang dewi."


Ha? Bagaimana mungkin? Aku sedikit terkejut. Aku melirik Fey yang sedang menatapku dengan menahan tawa.


"Aku tau, saat ini kau sedang kebingungan membaca isi surat ini. Tapi, kau telah mengunjungi orang yang tepat, ya, siapa lagi kalau bukan pria yang sedang membaca surat ini."

"Kau bertambah bingung rupanya. Nanti kau akan tau kok. Kau akau menemui seorang pria disebuah kosan, dia mempunyai amplop berwarna hitam, dan ia menyeduh teh 5x untukmu"


Apa orang ini indigo atau semacamnya? Demi Fey, aku tak akan menunjukkan ekspresi terkejutku.


"Pria yang sedang membaca surat saat ini sedang menutupi keterkejutannya. Jangan kau percaya kalau ia tak terkejut Fey."


Siaaaal!! Kenapa orang ini... Orang ini... Tauu!!!


"Sekarang, pencet alat itu tepat di telinga kirinya"



Ha? Apa itu?

TOOOTTTTTT TOTTTTTTT TOOOOTTTTTT

"HAAAAAAAAAAAA"
Aku, macan kumbang, kucing khas gunung tambora, terloncat kaget dibuatnya.

"HAHAHAHA"
Fey tertawa lepas seperti grandong. Ia memegang benda kecil monyong di tangan kanannya. Sial! Ternyata ia menekan Air Horn tepat ditelingaku!

"KAU... KAU..."
Kataku geram. Tinggal sedikit lagi ya tuhaaan... Sedikiiiiit lagi.

"HAHAHAHAHA"

Kembali ke real time.

"Siapa yang tidak kaget mendengar Air Horn yang hanya berjarak 1 centi dari lubang telinga?!" kataku dongkol

"Hahaha sayang sekali pangeraaaan, oh pangeranku yang malaaaang" ia berbicara dengan gesture membentangkan tangannya.

Entah, wanita seperti rin ini apa akan dibiarkan hidup jika ia hidup di jaman orde lama.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sandal Overpower
26-03-2021 19:07
Ini kalo dijadiin komik genrenya jadi shounen, ecchi, fantasy, chuunibyou, drama, romance, dan mungkin harem? Tebakan seadanya hehe emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan st0neee memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sandal Overpower
26-03-2021 21:28
lucu gan..gue jg bikin ceritA yg lucu jg
profile-picture
st0neee memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sandal Overpower
28-03-2021 09:05
Halo agan agan semuaa. Maaf banget baru nongol sekarang. Hp rusak kemarin, jatuh dari motor emoticon-Frown( sekarang hp nya udah bener. Ditunggu ya next update nya!!
profile-picture
banditos69 memberi reputasi
1 0
1
Sandal Overpower
28-03-2021 14:27

Part 7 - Ondewey

Quote:1 hari setelah kejadian Gendang telinga berdarah, aku dan Fey akan mendatangi alamat yang diberi oleh dewi idiot kemarin. Hmm, maaf, aku hanya belum terbiasa memanggilnya Tya. Jika tidak karena Fey, aku tak ingin berurusan dengannya lagi. Cih

“Kau sudah selesai dengan pensil alismu, Fey?”

“Tunggu sebentar Dwi, kau bawel sekali.”

Terhitung dari tempatku berdiri sekarang, Jam dinding sudah berdetak sebanyak 3.491 kali. Yang artinya, ia sudah menghabiskan waktu lebih dari 1 jam untuk berdandan. Ingin sekali kulukis sosok baphomet di alisnya.

Aku yakin, Roro Jonggrang tidak pernah berdandan selama itu. Ia cantik apa adanya tanpa balutan wardah. Sampai-sampai, Bandung Bondowoso pun menaruh hati padanya. Ia rela membuat 1000 candi dalam 1 malam hanya untuk menikahi roro jonggrang. 1000 candi, 1 malam? Bagaimana bisa?

Setelah aku memikirkan hal itu cukup lama, Maka, terciptalah rumus ;

Tekanan x keinginan + 10.000 kuli jawa = BANDUNG BONDOWOSO

Salam hangat untukmu bapak sipil indonesia.

“Ayo Dwi”

Aku berbalik ke sumber suara, dan sial! Cantikmeter nya menembus angka 238%!! Benar benar cantik. Sebentar aku berpikir, akankah, kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang akan terjadi lagi di masa sekarang? Dikemas dengan versi lebih modern, kisah Dwi dan Fey akan segera rilis. Aku siap menyeduh 1000 teh untukmu hanya dalam waktu 1 malam Fey!

Aku dan Fey pergi menaiki bus. Kali ini Fey tidak membawa mobilnya, karena memang ia tidak punya. (Menyebalkan sekali sang penulis)

Selama di bus, tak henti-hentinya Fey berbicara

“Dwi, kalau ulat bulu kena bulu temannya, apa dia bakal gatal?”

Otaknya setengah, sama sepertiku.

“Kalau aku jadi lubang angin diatas pintu, kamu mau jadi apa?”

Jadi ingin tidur.

Setelah capek ngalor-ngidul, ia tumbang juga. Ia memeluk lengan kanan ku, mendaratkan kepalanya di bahu kanan ku, semerbak aroma sunsilk hitamnya menyeruak masuk ke lubang hidungku. Uhh wangi sekali.

Andai kemarin kau tidak bermain-main dengan Air Horn itu, Fey.


***


Sorenya, aku dan Fey sudah tiba di tempat tujuan. Aku berada di pintu gerbang besar memanjang yang mengelilingi bangunan. Di dalamnya, terdapat bangunan pencakar langit berdiri tegak. Sekitar bangunan dikelilingi taman-taman yang luar biasa indahnya. Gazebo tertanam di beberapa spot, sehingga siapapun yang singgah, akan betah berlama-lama disana.

Sontak hati berbicara, “Siapa kuli dibalik bangunan megah nan mewah ini?”

“Astaga, indah sekali Dwi.” ucap Fey Pandangannya menyapu sekitar

“Apa tujuan dia mengundang kita kesini ya?”

“Entah, bukannya kau punya nomer telfonnya? Kenapa tidak kau telfon saja?”

“Oke.”

Tut.. Tut.. Tut..

“HALLOOOOOOO” ucap de—Tya heboh seperti pembawa acara kontes durian di kampung durian runtuh.

“Hm. Aku sudah didepan, bisa kau keluar?”

“Aku sudah tau. Coba kau lihat ke atas”

Ternyata, lantai paling atas itu loteng yang di pagari tembok di pinggir-pinggirnya.

Dari bawah, terlihat seorang de—Tya sedang melambai-lambaikan tangannya dengan gemulai diatas tembok. Sial, apa dia tidak takut jatuh?

“Hey aku punya ide. Kenapa kau tidak lompat dari sana kesini supaya cepat?”

“Hahaha, apa kau ingin aku mati?”

“Ya”

WOSSSSSHHHHHH

“Halo? Kenapa berisik sekali? Apa dewa meniup angin tepat di te—”

Aku mendongak ke atas, terlihat seorang wanita sedang terjun bebas dengan gaya rebahan dengan tangan 1 menopang kepala.

“FEYYY. I..ITU LIAT KE ATAS”

“AAAAAAAA” Fey teriak histeris. Mulutnya menganga sekitar 5cm, sepasang nyamuk masuk, berkembang biak didalam, membuat perkampungan, menjadi kepala desa, mencalonkan diri menjadi presiden, HGBBJYJGIPFHS (maaf, obat habis)

Sontak kita memanjat pintu gerbang dan berlari ke titik dimana seharusnya ia jatuh.

“FEEEEEYYY, KE KANAN”

“DWIII, KURANG KE KIRIII”

Kita sibuk memposisikan diri tepat dimana Tya seharusnya jatuh.

“FEYYYY, TERLALU KE KIRI”

“DWIIIII KE KANAN SEDIKIT”

“FEYYYY”

“DWIIII”

“FEYYYY”

“Minggir Den, biar ku tangani yang 1 ini.”

Mendadak seorang pria ikut menyaut dari dalam.

“Loh, bapak? Bukankah...”

“Tahan dulu bingungnya, sini masuk kedalam”

Aku, Rin, dan penduduk nyamuk yang ada didalam tubuh rin masuk kedalam gedung.

Si bapak yang pernah kulempari pakai sandal mengeluarkan remote dari kantongnya.

TIT (bunyi remote di tekan)

Pintu tertutup, mendadak angin kencang datang, hawa menjadi dingin, dingin yang sangat menusuk tulang, Apa apaan ini? Aneh sekali gedung ini.

“Dwi”

Fey memanggilku, kulihat ia menggigil kedinginan. Kuberikan sweater ku untuk membantu menghangatkannya.

“Ehm, maaf Den, Fey, Ac nya terlalu dingin hehehe”

Sialan! Ternyata ia hanya menyalakan Ac! Ingin sekali kulempari sandal lagi si bapak ini.

“Terus, bagaimana dengan Tya pak?” tanya Fey.

“Ayo, ikut aku”

“Loh, loh..” Fey heran, penduduk Karsagwava di dalam tubuhnya ikut keheranan.

“Sudah, ikut saja.”

Kita berjalan menyusuri lantai 1. Sungguh sodara, ini seperti castil! Furniture yang mewah, lampu gantung yang mahal, dan lukisan-lukisan squidward tertempel di dinding. Ehm. Maksudnya, Lukisan-lukisan Orang asing terpampang di tiap dinding.

“Orang orang ini, siapa pak?” tanyaku.

“Ia adalah pendahulu-pendahulu mu. Sandalmu itu, turun temurun dari moyangmu yang ini”

Si bapak menunjukkan suatu lukisan yang paling besar. Seorang Aki-aki gagah menggunakan jasko dan kopiah hitam sedang tersenyum.

“Ia seorang ahli khitan yang me-legenda pada masanya.” katanya dengan mimik wajah yang serius.

Siapa peduli?

“Dan anak kecil ini,” ia menunjuk lukisan yang di sebelahnya.

“Dia adalah pasien pertama dari moyangmu. Ini moyangmu, Fey.”

Aku dan Fey saling berpandangan. Benar benar diluar nalar!!!!!!!!

“Jadi, apa pentingnya seorang ahli khitan dan pasien pertamanya dilukis seperti ini?” tanyaku heran

“Nanti kau akan tau” jawabnya seperti biasa.

Sial. Apa jangan-jangan aku disuruh melanjutkan profesi moyangku sebagai ahli khitan?

“Mari kita ke atas.”

Kita dibawa ke lift dan si bapak menekan tombol 5 yang berarti kita akan naik ke lantai 5. Namun, mendadak muncul sebuah pertanyaan berbentuk hologram di pintu.

“Ingin naik ke lantai 5? Coba jawab pertanyaan ini. Aku dapat menyalakan yang mati. Apakah aku? Clue: Aku seperti lebah”

“Apa-apaan ini pak?” kataku geram

“Memang begitu Den, di tiap lantai, selalu ada pertanyaan pertanyaan seperti ini. Apa Raden tau jawabannya?”

“Fey, menurutmu apa?”

“Centong nasi”

Sama sekali tidak membantu.

Sekitar 10 menit aku memikirkan jawaban dari teka teki itu.

“listrik” kataku tegas

“Tingnong, benar! Silahkan naik ^_^”

“Listrik?” tanya rin

“Simpel saja, Dia menyalakan yang mati, dia seperti lebah, Lebah menyengat dan listrik juga menyengat”

NONG!

Tanda tujuan sudah sampai. Pintu terbuka dan didepan sana sudah sudah ada yang menyambut...

“HAIII DWIIII, FEEYYYY.” katanya riang.

Bagaimana bisa!!!!!!
Diubah oleh st0neee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sandal Overpower
18-04-2021 01:39
Anjir baru pekiwan dah HT emoticon-Leh Uga
profile-picture
st0neee memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KASKUS.Dev 01
Sandal Overpower
18-04-2021 04:30
kyknya pernah baca deh sandal op
dimana ya.


btw ane titip sendal
emoticon-Ngacir
profile-picture
st0neee memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sandal Overpower
18-04-2021 04:41
Ijin ninggalin jejak di mari ya hu
profile-picture
st0neee memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sandal Overpower
18-04-2021 04:57
Bagus
profile-picture
st0neee memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
prekuel-sebelum-karma
Stories from the Heart
cerita-horor--imah-leuweung
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Heart to Heart
rindu
B-Log Personal
aldebaran
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia