Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
12
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/604305006f3e712ae113a0d5/my-heroine
Aku dan istriku duduk di satu sofa, dia memelukku dan kepalanya menyentuh pundakku sedangkan tangan kananku mengelus kepalanya yang dilapisi hijab bewarna putih. "Bang, besok kita ke toko buku ya" pintanya "Emangnya adek mau beli buku apa"tanyaku "Ngak tau, adek cuma kepengen aja ke toko buku. Mungkin dedek bayinya mau ke toko buku hehe" ujarnya "Oiya sekarang usia kandungan adek udah 5 bulan
Lapor Hansip
06-03-2021 11:28

My Heroine

Past Hot Thread
My Heroine

My Heroine

Quote:Siapa pun bisa jatuh cinta, tapi hanya orang yang kuat yang akan menjaga cinta itu tetap halal.

Quote:β€œLelaki yang baik tidak akan bermain-main dengan cinta, sebab dia tahu kata cinta menuntut tanggung jawab.”


===========

Aku dan istriku duduk di satu sofa, dia memelukku dan kepalanya menyentuh pundakku sedangkan tangan kananku mengelus kepalanya yang dilapisi hijab bewarna putih.

"Bang, besok kita ke toko buku ya" pintanya

"Emangnya adek mau beli buku apa"tanyaku

"Ngak tau, adek cuma kepengen aja ke toko buku. Mungkin dedek bayinya mau ke toko buku hehe" ujarnya

"Oiya sekarang usia kandungan adek udah 5 bulan ya"

"Iya bang"

"hmm ok besok kita ke toko buku"

"Asyikkk"ujarnya dengan kegirangan

Keesokan harinya kami berdua pun menuju ke toko buku, sesampainya di toko buku. Istriku langsung menuju ke buku novel, dia pun memilih tiap buku tetapi tidak ada satu pun buku yang diinginkannya.

"Yok bang pulang"pintanya

"Kok pulang katanya mau beli buku"ujarku

"Hmm, ngak jadi deh. Yok pulang"

Aku tersenyum lalu kami berdua keluar dari toko buku dan pulang ke rumah. Saat dirumah istri langsung masuk ke dalam kamar. Aku pun masuk ke kamar dan terlihat dia duduk di kasur aku menghampirinya dan duduk disampingnya.

"Kenapa dek, kok tadi ngak jadi beli buku"

"Ngak ada yang bagus bang bukunya, oiya abang tau ngak buat cerita"

"Abang ngak tau dek, emangnya adek mau minta buatin cerita kek gimana"

"Hmm, apa ya. Adek pun bingung soalnya adek kepengen aja mau baca cerita gitu"ujarnya

Dia pun terdiam lalu mulai membuka pembicaraan

"Cerita masa lalu abang aja dah, dari abang lahir sampe kita nikah hehe"pintanya

"Abang ngak ingat dek kalo dari lahir, kalo masa SMA abang kayaknya masih ingat deh"

"Ngak apa" bang yang penting kisah masa lalu abang"

"Yakin nih mau abang buatin cerita masa SMA. Nanti adek cemburu kan masa SMA itu masa percintaan nya remaja"

"Emangnya cinta pertama abang itu bukan adek ya"

"Hmm, ngak dong"

Alis nya naik keatas, lalu dia tersenyum.

"Ekh, kok senyum senyum"

"Adek ngak senyum tuh, biarin dah sapa tu cinta pertama abang yang penting abang udah sama adek hehe"

"Janji ya nanti ngak cemburu"

Dia mengangguk dan kelingking kanannya mengait ke kelingking kananku.

"Janji!!!"

Aku dan dia saling tatap dan tersenyum

"Besok abang udah mulai buat cerita nya ya"

"Iya bang" ujarnya lalu mencium pipiku, lalu akupun mencium keningnya.

Kulihat jam menunjukkan pukul tujuh malam, aku bersiap siap untuk menuju ke masjid melaksanakan shalat isya. Aku berpamitan dengan bidadariku. Setelah shalat isya aku balik ke rumah dan baring disampingnya mengambil hp dan mengetik sebuah kisah di catatan.

=========

Masa SMA merupakan masa paling indah karena masa tersebut adalah masa pertemanan dan masa percintaan yang penuh kisah, begitu pun dengan diriku yang tak luput dari masa masa indah tersebut.....

Banyak cerita yang telah kulalui dari suka maupun duka, dari awalnya belum kenal hingga menjadi kenal...

Kisah ku pun dimulai saat aku berusia 17 tahun dari anak pendiam yang tidak memperdulikan apa itu cinta hingga menjadi seorang yang mengenal dunia kegelapan...

Quote:
Diubah oleh sayyess...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
X3N0NX dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
My Heroine
06-03-2021 11:29

Part 1 : Awal Mula

Yosh, perkenalkan nama ku Arkhana biasa dipanggil Khana. Aku berusia 17 tahun masih bersekolah di sebuah SMK jurusan Peternakan kelas 11. Aku tinggal di sebuah pulau borneo tepatnya di Kalimantan Barat. Aku memiliki seorang adik bernama Arshanti yang merupakan kembaranku sesuai dengan namanya adik ku ini merupakan seorang cewek. Arshanti satu sekolah dengan ku tapi beda jurusan, adik ku memilih jurusan hortikultura. Ayah kami bekerja di sebuah perusahaan sawit disalah satu daerah di Kalimantan barat, sedangkan ibu kami merupakan seorang petani. Kami tinggal di sebuah rumah sederhana beratap seng berlantai papan dengan ukuran 4Γ—6.

------

Tepatnya di hari senin , seluruh siswa berbaris untuk mengikuti kegiatan rutinitas upacara bendera, aku berdiri paling depan karena badanku lebih tinggi dari teman satu kelasku, sekitar satu setengah jam mengikuti upacara, akhirnya seluruh siswa bubar untuk ke kelas nya masing-masing, saat ku berjalan menuju ke kelas tiba-tiba Arshanti memanggilku.

"Bang Khana"

Kuberbalik badan dan menghadapny, Arshanti berjalan mendekatiku dengan ekspresi sumringah.

"Wah, lagi senang nih nampaknya"

"Hehe, iya dong"

"Emangnya ada apa kok senang banget"

"Gini bang, Shanti ditembak sama Ketua Osis hehe"

"Ekh, ditembak kok senang. Bukannya ketakutan"

"Ih, abang mah. Maksudnya bukan ditembak pake pistol. Maksudnya Ketu osis menyatakan perasaanya ke Shanti kalo dia suka sama Shanti dan pengen jadi pacar Shanti gitu"Jelasnya dengan serius

"Oooohhh, gitu. Terus kamu mau jadi pacarnya Boy (Ketua Osis)" tanyaku

"Ya pasti maulah, Ketua Osis kan ganteng berprestasi dan jago main bola. Ngak kayak abang kurus tinggi, kulit hitam bodo lagi dan tau nya cuma main game mulu. Jauh bedalah pokoknya sama Ketua Osis" ujarnya lalu tersenyum

"Abangnya sendiri kok dihina, gini" abang hitam manis loh"

"Iya dah, oiya Shanti mau ke kelas dulu ya" ujarnya lalu berjalan menuju ke kelas sambil senyum" sendiri

"WOYY, NGAK USAH SENYUM" SENDIRI NANTI DIKIRA ORANG GILA" teriakku lalu menggelengkan kepala

Lalu ku melanjutkan berjalan menuju ke kelas, sesampainya di kelas kulihat seluruh temanku udah duduk di tempatnya masing". Kuberjalan ke arah kursi paling belakang yang merupakan tempat dudukku, saat di pertengahan jalan seorang siswa berlari melewatiku dan duduk di tempat yang biasaku kududuki. Langkah kaki kupercepat lalu kuberdiri disampingnya.

"Woy, kok lu duduk ditempat gw minggir minggir" perintahku

Tapi wanita tersebut tetap duduk dan menghiraukan perkataanku. Mukaku mendekat ke arah telinga dan aba" mau berteriak, tapi wanita tersebut memukul kepalaku dengan buku.

"Aduuh, sakit bego" ujarku sambil mengelus kepala untuk menghilangkan rasa sakit

"Hahaha, rasain dasar cowok mesum"

"Syialan lu, siapa juga yang mesum, oi cepat pindah ini tempat duduk gw" ujarku

"Oi oi lu ni, gw punya nama kalik"

"Oiya nama lu sapa sih, kok baru lihat" tanyaku lalu duduk di atas meja

Dia menjulurkan tangan lalu aku pun menjulurkan tangan dan kami bersalaman

"Perkenalkan nama gw wulan, gw murid baru disini gw dari kota S"

"Wah jauh jugak ya, dari sini. Kok lu pindah kesini" tanya ku

"Gini, bapak gw kan lagi pindah kerja disini"

"Bapak lu sapa??"

"Pak Deden kepala sekolah baru"

"Wah, ternyata anak kepsek. Pantesan lu seenaknya duduk ditempat gw"

"Ngaklah, gw kira tempat ini kosong jadi gw duduk aja disini"

"Kok tadi lo lari lari kayak dikejar satpam"

"Ish, lu kira gw maling. Tadi tu gw cepat" masuk ke kelas supaya ngak telat masuk pertama sekolah"

"Ooohh, gitu. Kalo begitu minggir dululah ini kan tempat gw"

"Ngak mau ah, disini enak duduknya apalagi dekat jendela bisa lihat bunga. Lu cari tempat duduk yang lainlah, lu kan cowok harus ngalah sama cewek dong" ujarnya

"Idih, lu sapa gw harus ngalah dan seluruh tempat duduk udah penuh"

"Hmm, gimana kalo kita sama" aja di satu tempat duduk hehe"

"Gila lu ya, mana muat satu kursi"

"Terus gimana dong"

Aku berpikir hingga satu ide terlintas dikepalaku

"Gimana kalo lo duduk dilantai aja sedangkan gw duduk ditempat gw"

"Wah, parah lu. Masa' disuruh duduk di lantai emangnya ngak tega lu lihat gw yang cantik gini duduk di lantai"

"Mana gw peduli, yang duduk di lantai kan lo bukan gw"

"Dahlah, gw mau keluar dulu mau cari meja sama kursi"

Wulan langsung bangkit lalu berjalan menuju keluar kelas. Aku langsung duduk dan menyimpan tas di laci. Sekitar 10 menit seorang guru masuk ke kelas dan aku masih belum lihat wulan kembali ke kelas. Guru tersebut bernama Pak Asep yang merupakan wali kelas kami, Pak asep berdiri didepan sambil melirik ke arah kami seperti mencari seseorang.

"Apa tadi seorang siswi datang ke kelas ini" tanya Pak Asep

Pikiranku langsung tertuju ke Wulan, dan aku lihat seluruh teman melihat ke arahku.

"Kok, lihat nya ke gw sih" tanya gw dengan heran

"Arkhana, apa kamu lihat seorang siswi baru kesini" Pak Asep kembali bertanya tapi pertanyaannya mengarah ke arahku

"Tadi saya lihat pak, tapi sekarang saya ngak tau kemana tu anak. Katanya tadi sih mau mencari meja sama kursi sampe sekarang ngak balik balik ke kelas" jelasku

"Arkhana bisa kamu cari dia, takutnya dia tersesat" perintah pak asep

Sekolah ku terbilang cukup besar karena terdapat 3 jurusan, yaitu Peternakan, Perkebunan dan Hortikultura. Tiap jurusan terdapat 2 kelas, kecuali peternakan hanya memiliki 1 kelas karena jurusannya kurang diminati. Aku keluar dari kelas, lalu berjalan menuju ke tiap kelas takutnya Wulan salah kelas. Aku bertanya k tiap murid maupun guru yang kujumpai dengan memberitahu ciri-cirinya, tapi hasilnya nihil ngak ada satu pun yang ketemu ataupun kenal sama wulan. Setelah itu aku berjalan menuju ke kandang kambing, sapi, kebun sawit, kopi, sawah, kebun buah dan seluruh tempat di sekolahan aku tetap ngak ketemu sama wulan. Sampe akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kelas karena sebentar lagi jam istirahat. Saat berjalan menuju ke kelas, tiba" ku teringat suatu tempat yang belum kudatangi, segera kubalik menuju ke suatu tempat. Sesampai ditempat tersebut terlihat sebuah kandang cukup lebar yang tertulis Oryctolagus Cuniculus yang merupakan nama latin kelinci. Aku pun masuk ke dalam kandang, saat dimuka pintu banyak kelinci berlarian mendekatiku karena aku sering kesini untuk memberi makan ke kelinci kelinci tersebut.

"Yah, kok pada belarian sih"

Terdengar suara wanita yang baru kudengar tadi pagi, mataku mengarah ke arah suara terlihat seorang wanita membelakangiku yang mengendong seekor kelinci, wanita tersebut tidak lain adalah wulan.

"Woy, lu ngapain disini bukannya lu lagi cari tempat duduk ya" tanyaku

Wulan terkejut dan melemparkan kelinci ke atas, dengan cepatku berlari untuk menyambut kelinci yang dilemparnya.

"Wah, parah lu. Kelinci imut gini dilempar"

Wulan mendekatiku lalu mencubit lenganku hingga terasa sakit yang maha dahsyat.

"Awww, sakit bego" tangan kiriku memegang kelinci dan tangan kananku melepaskan cubitan wulan.

"Salah sendiri ngagetin gw, kalo gw jantungan gimana"

"Hahaha, lebay lu pake jantungan segala"

"Ihhh" tanganya kembali mencubit lenganku dengan cepat tangan kananku memegang tangannya untuk menghindari cubitannya, tiba-tiba kaki kanannya menendang kaki kiriku

"Hahaha, tendangan macam apa itu ngak ada rasa sakitnya" ejekku sambil tertawa

"Ohh, ngk sakit ya"

tanpa kusadari kaki kirinya menendang joniku hingga ku terduduk dan susah mau bernapas kelinci yang kupegang terlepas, kedua tanganku memegang joni cb menahan sakit

"Sii...sii..siiaall luu" ujarku yang masih menahan rasa sakit

"Hahaahaha, rasain lu kena jurus rahasia betina"ujarnya sambil tertawa

Aku terbaring lemah ke lantai yang udah ngak peduli kotor terkena kotoran kelinci, kupejamkan mataku dan mencoba mengatur napas

"Lu ngak apa apa kan"tanya nya

Aku hanya terdiam tanpa membalas ucapan nya wulan. Sekitar 5 menit kumejamkan mata, terasa didadaku ditekan oleh 2 buah tangan kubuka mata dan melihat muka Wulan dengan ekspresi cemas. Aku hanya tersenyum apa yang dilakukannya.

"Woy, kok lo tekan dada gw. Kayak gw tenggelam aja"

"Lu udah sadar ya, syukurlah. Soal gw ngak tau harus ngapain ya gw tekan aja dada lu kayak di film film"

"Oh, kayak di film film ya. Coba dong kasih gw napas buatan kan di film film kayak gitu" goda ku

"Mesum lu, mau gw tendang lagi tuh punya lu"

"Ngak ngak, cukup sekali aja lu tendang joni gw"

"Makanya jangan mesum, oiya lu bisa bangkit kagak. Kalo kagak bisa gw bantu bangkit"

"Gw ngak bisa bangkit, masih sakit nih ngak usah bantu nanti tambah sakit" ujarku sebenarnya udah ngak sakit banget

"Sakit banget ya, gw jadi kasian ama lu. Yaudah deh sebagai permintaan maaf gw, gw disini aja nungguin lu" ujarnya dengan muka bersalah

Mata ku terasa berat dan perlahan - lahan mulai tertutup, terdengar suara jangkrik. Seketika mataku terbuka terlihat kegelapan menyelimuti kandang. Saat aku ingin bangkit terasa menimpa didadaku, cb kuraba terasa kulit halus. Dan aku mengambil hp di saku celana kemudian menghidupkan senter. Terlihat muka Wulan yang disinari cahaya senter. Aku hanya tersenyum melihat Wulan. Kulepaskan seragam dan kubuat seperti bantal lalu kuangkat kepala wulan lalu kuletakkan kepalanya ke seragamku. Aku bangkit dan berjalan menuju ke saklar lampu, PLEKK lampu kandang pun hidup saat kulihat jam di hp ternyata sudah jam delapan malam. Aku berjalan ke arah wulan dan duduk disampingnya ditemani kelinci kelinci

"Ternyata lu cantik juga ya lan kalo lagi tidur" gumam ku
Diubah oleh sayyess...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mungka dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
My Heroine
06-03-2021 11:32

Part 2 : Malam Hari

Karena sudah malam aku pun membangunkan Wulan, mata wulan perlahan terbuka dan tiba tiba dia beranjak dari tidurnya terlihat sekeliling kandang yang sudah gelap

"Yah gw ketiduran, gara gara lu ni "

"Lah kok gw sih lan"

"Ya karna lu lah, kalo lu ngak sakit tadi pasti gw ngak ketiduran disini"

"Yang bikin gw sakit kan elu wulan, gimana sih"

"Ekh iya ya hehe" nyengir tanpa rasa bersalah

"Sekarang gimana dong, rumah gw kan jauh dari sekolahan masa' gw harus tidur disini. Apalagi seragam udah kotor lagi terkena kotoran kelinci"

Aku pun mengajak wulan ke rumahku yang ngak terlalu jauh dari sekolahan berjarak kurang lebih 500m. Pertama Wulan menolak ajakanku karena ngak enak sama orang dirumah, kedua kalinya aku mengajaknya akhirnya dia pun mau ke rumahku, kami berdua pun keluar dari kandang dalam keadaan kotor terkena kotoran kelinci setelah mengunci kandang kami berdua berjalan menuju ke gerbang belakang sekolah, kalo lewat gerbang depan kami pasti ketemu sama satpam sekolahan. Sampai digerbang belakang aku menyuruh wulan untuk panjat pagar karena gerbang sudah dikunci.

"Ngak mau ah, masa' gw harus panjat pagar. Gimana kalo lo jongkok lalu angkat gw ke atas"pintanya

Aku hanya mengiyakan ucapan Wulan, kalo ditolak pasti lama, aku pun jongkok lalu kedua kaki nya menginjak pundakku. Sekarang kami berdua seperti orang panjat pinang. Kurang lebih 10 menit Wulan naik ke atas pundakku akhirnya Wulan berhasil keluar dari pembatas tembok sekolahan, lalu aku pun memanjat gerbang. Lalu kami berdua melanjutkan perjalan menuju ke rumahku, tangan wulan menarik bajuku aku pun berhenti lalu balik badan menghadapnya.

"Lu kenapa lan, kok berhenti" tanyaku

Kedua tanganya melipat di dadanya, badannya bergetar mengigil.

"Lu kedingingan lan"aku kembali bertanya

Wulan hanya mengangguk, kuambil hp di saku lalu hidup kan senter terlihat muka wulan pucat bibirnya bergetar. Kulepaskan seragam dan kukenakan ke badannya, tetapi badannya masih mengigil. Aku ngak tau harus berbuat apa.

"Aduh, gimana dong" aku panik melihat wulan

Aku langsung mengendongnya dan tanpa kusuruh kedua tangannya melingkari leherku, hingga ku susah untuk bernapas. Kuhiraukan karna aku sudah sangat khawatir sama wulan, kurang lebih 20 menit akhirnya kami berdua sampai dirumah.

"Assalamualaikum mak, dek" sambil mengetuk pintu beberapa kali

"Waalaikumsalam" terdengar suara emak dari dalam rumah

Ganggang pintu bergerak pintu terbuka, emak berdiri yang sedang mengkhawatirkan anaknya.

"Alhamdulillah nak, kamu baik baik saja. Dan ini siapa yang kamu gendong"

"Kita masuk dulu ya mak" ujarku

Aku langsung membawa Wulan ke dalam kamar adikku yang diikuti emak dan adikku, sesampai nya di kamar Wulan kubaringkan dan menyuruh adikku untuk mengelap badannya, aku mengambil sarung dan keluar dari kamar lalu duduk di sebuah kursi. Kurang lebih setengah jam adikku keluar dari kamar memberitahukan kalo Wulan udah dilap segera ku bangkit dari duduk dan langsung menuju ke dalam kamar. Terlihat Wulan tertidur pulas, aku tersenyum.

"Kenapa bang kok senyum senyum sendiri" tanya adikku yang berada di sampingku

"Ngak, lucu aja ni anak dihari pertama sekolahnya disini udah kayak gini nasibnya tertidur di kandang kelinci lagi"

"Emangnya iya murid baru ya" tanya adikku

"Iya nama nya Wulan anak Kepala Sekolah kita yang baru" jelasku

"Pantesan Shanti ngak pernah melihatnya"

Kulihat emak duduk disamping Wulan, terlihat ekspresi emak merasa khawatir sama Wulan.

"Dek, tolong buatin teh hangat ya buat temannya abangmu" pinta emak ke adikku

"Iya mak"

Adikku keluar dari kamar, sedangkan aku tetap berdiri sambil melihat ke arah wulan yang tertidur pulas

"Nak, teman kamu ini namanya siapa" tanya emak

"Nama nya Wulan mak, anak Kepala Sekolah di sekolahan kami"

"Kok bisa dia bersama kamu"

Aku pun menceritakan semuanya dari awal ketemu hingga kejadian kami tertidur di kandang kelinci. Emak hanya tersenyum mendengarkan ceritaku. Lalu adikku masuk ke kamar membawa segelas teh panas, emak mencoba membangunkan Wulan, tetapi Wulan dengan manjanya bilanga "Nantilah buk" emak dan adikku hanya tersenyum.

"Nak Wulan, bangun ayok diminum tehnya biar ngak kedinginan lagi"

Wulan perlahan membuka matanya, kedua bola matanya melihat sekeliling kamarku. Wulan bangkit lalu duduk bersandar di dinding kamar.

"Gw ada dimana??"gumamnya

"Lu ada di rumah gw lan" ujarku

"Hah??, Kok bisa gw disini"

"Kan tadi lu sama gw pulang kesini, masa' lu lupa"

Wulan mencoba mengingat kejadian tadi malam

"Ekh, iya ya gw kok lupa ya. Makasih ya buk udah ngizinin saya tidur disini" Ujar wulan ke emak

"Iya sama sama nak, emak masuk ke kamar dulu ya. Udah ngantuk"

"Iya buk"

Emak keluar dari kamar, didalam kamar hanya tersisa aku, Wulan dan Adikku. Kamar dirumah ku hanya 2 yaitu kamar orang tua dan adikku, sedangkan aku selalu tidur di lantai beralaskan tikar.

"Dek, lu tidur sama wulan ya"pintaku

"Iya bang"

"Yaudah, kalian berdua tidur gih, udah malam besok mau sekolah" perintahku

"Elu, kagak tidur" ujar wulan

"Ya tidur lah"

"Lu tidur nya dimana"

"Diruang tamu"

"Ohhh"

Aku mengambil tikar dan bantal. Lalu keluar dari kamar. Mataku terasa berat dan akhirnya aku pun tertidur.

"Ganteng jugak lu, kalo lagi tidur. Ekh kok gw ngomong beginian dah dia kan mesum. Nama nya siapa ya tadi pagi kan dia ngak perkenalkan diri hmm kojak kalik yak atau mamat, siapa sih ngak adil ah masa' cuma gw yang perkenalkan diri" gerutunya

"Nama gw Arkhana, panggil aja Khana" ujarku

"Ekh, lu masih beluman tidur ya"

Aku membuka mata, lalu bangkit dari tidur kulihat Wulan lagi duduk disebuah kursi yang ngak jauh dari tempatku tidur.

"Ya ngaklah, lu ngomongnya nyaring gitu"

"Maaf ya, udah ganggu tidur lu. Gw mau ke kamar lagi"

Segera ku tarik tangannya coba menghentikan langkahnya

"Tunggu tunggu"

"Ih ada apa sih, pake pegang pegang segala"

"Lu juga cantik kalo lagi tidur"

Tangannya kulepaskan, terlihat kedua pipinya memerah.

"Apaan sih lu, mesuummm"

Wulan pun kembali ke kamar adikku dengan langkah yang dipercepat, lalu aku merebahkan badan dan kembali melanjutkan tidur.
Suara azan berkumandang menandakan shalat subuh, aku pun terbangun dan menyimpan kembali tikar dan bantal kedalam kamar adikku, saat didalam kamar aku melihat Wulan masih tertidur pulas, dengan isengnya bantal yang kupegang kulempar ke arahnya. Wulan langsung beranjak dari tidurnya, aku tertawa melihat kelakuannya.

"Ih, lu bikin gw kaget aja"

"Habisnya ngak bangun bangun"

Wulan melihat jam yang berada di tangan kirinya, lalu pandangannya ke arahku.

"Masih subuh ini, kan sekolah masuknya jam tujuh"

"Itu udah tau subuh, oiya lu islam atau bukan sih"

"Ya islam lah masa' gw atheis"

"Nah kalo lu islam yoklah kita shalat subuh berjamaah"

"Ngklah gw masih ngantuk"

"Mau gw lempar lagi pake bantal lu"

"Iya deh iya, gw shalat subuh"

Wulan berdiri mengucek matanya, lalu berjalann keluar kamar. Aku pun mengikuti nya dari belakang, lalu wulan menghadapku

"Khana, shalat nya dimana??"

"Dibelakang" ujarku sambil menunjukkan arah ruangan paling belakang

Langkah kakinya berjalan menuju ke belakang, tidak lama kemudian Wulan berteriak.

"KHANAAAAA!!!!"

Wulan berlari ke arahku lalu berdiri dibelakangku sambil memegang pundakku.

"Ada apaan sih, kok lari-lari gitu"

"Itu kok gelap banget sih" ujarnya sambil menunjuk arah belakang

"Ya, gelaplah kan lampunya ngak dihidupkan"

"Oohh, ekh kok ngak dihidupkan kata lu shalat nya di belakang"

"Gw tadi becanda doang, shalatnya ya di masjid lah paok"

Dengan geramnya dia mencubit perutku

"Iihhh, candaan lu ngka lucu tau" ujarnya

"Awww, sakit bego" ujarku sambil melepaskan cubitannya.

"Rasain, hehe"

"Malah ketawa, yaudah lu tunggu disini ya gw mau ngambil mukena adik gw dulu"

"Adik lu ngak make mukena" tanya nya

"Adik gw punya 2" ujarku lalu berjalan menuju ke kamar untuk mengambil mukena

Setelah mengambil mukena dan menyodorkannya ke wulan.

"Nih, mukenanya"

"Makasih, oiya ibu sama adik lu mana"

"Udah dari tadi ke masjidnya, yoklah ke masjid nanti terlambat"

Kami berdua pun keluar dari rumah dan melangkahkan kaki ke arah masjid, saat dijalan terlihat orang orang semuanya udah pada selesai shalat.

"Woy, bro. Siapa tuh" ujar temanku yang bernama Surya

"Oh ini, anak hilang bro"

"Anak hilang" ujar Surya keheranan

Seperti biasa Wulan mencubit lenganku tapi ngak terlalu sakit, kulihat pandangannya ke arah berlawanan dengan Surya, aku tersenyum.

"Gw ke masjid dulu ya bro" ujarku lalu melangkah ke arah masjid diikuti oleh Wulan

"Ok bro, semangat shalatnya sama bini"

Aku tersenyum tanpa membalas ucapan Surya, sesampainya di masjid. Kami bertemu dengan emak dan adikku. Dan aku pun mencium tangan emak yang diikuti oleh Wulan, Adikku pun mencium tangan kami berdua. Saat adikku hendak mencium tangan Wulan.

"Ekh, kok malam cium tangan gw jugak" ujarnya

"Kan elu, calon kakak ipar gw hehe" ujar adikku sambil terkekeh.

Kami berdua pun bertatapan lalu Wulan langsung menuju ke tempat wudhu perempuan.

"Arkhana mau wudhu dulu ya mak"

"Iya nak"

"Semangat bang, latihan jadi imam"

Aku hanya tersenyum dan melangkah kan kaki menuju ke tempat wudhu pria. Selesai Wudhu aku masuk ke masjid dan melihat Wulan kebingungan, aku pun menghampirinya.

"Ada apa lan, kok kayak kebingungan gitu??"tanyaku

"Ini, cara make mukena kek gimana ya" ujarnya

Aku mengelengkan kepala lalu tersenyum. Aku mengambil mukena dari tangannya dan membantunya memasang mukena. Terlihat jelas pipinya memerah karena kulitnya yang begitu putih.

"Mudahkan masang mukena"

"Hehe iya makasih ya"

Aku mengangguk dan melangkah beberapa langkah ke depan lalu berdiri untuk memulai shalat subuh berjamaah dengan wulan, kulirik ke belakang Wulan masih berdiri ditempat sama hanya bengong

"Woy, ayoklah shalat kok bengong gitu"

"Ekh, iya ya" ujarnya sambil menghampiriku.

"Khana, cara shalat subuh itu gimana ya??" Tanya nya menunjukkan ekspresi bingung

Aku mengelengkan kepala lalu tersenyum

"Lu berdiri sejajar dibelakang gw, lalu ikuti gerakan gw ya"

"ok"
Diubah oleh sayyess...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kufa dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
My Heroine
06-03-2021 14:00
Ada yg anget nih ninggalin jejak biar gk ilang bang and keep update πŸ‘πŸ‘
profile-picture
sayyess... memberi reputasi
1 0
1
My Heroine
06-03-2021 15:24

Part 3 : Hari Pertama

Kami berdua pun melakukan shalat subuh, selesai shalat subuh. Aku berbalik badan, saat hendak mau berdiri tiba tiba tangan Wulan menyalami tanganku, aku kaget apa yang dilakukan oleh Wulan. Aku hanya tersenyum dan berdiri. Lalu mengajaknya balik ke rumah.
Sesampainya di rumah adikku udah memakai seragam sekolahan.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam, ciee ciee calon imam sama calon bini dah balik shalat"

"Hah, ada ada aja lu"

Aku melihat Wulan duduk di kursi yang masih make mukena, lalu kuhampiri dan duduk disampingnya.

"Woy, lu kagak ganti seragam apa"

"Lu bego atau apa sih, kan gw ngak punya seragam. Seragam yang ada pun kotor terkena kotoran kelinci"

"Iya juga ya, sama dengan gw lah kalo gitu. Seragam gw juga kotor gara gara kemaren"

"Nanti kita pake baju lahan aja, lu pake punya adik gw"tambahku

"Lah emang bisa pake baju lahan"

"Ya bisalah. Lu mandi dulu gih habis itu baru gw"perintahku

Wulan hanya mengangguk, adikku memberikan handuk kering ke Wulan. Tak lama kemudian Wulan pun kembali. Badannya hanya diselimuti oleh sehelai handuk.

"Woy, urat malu lu udah putus apa??"tanyaku agak marah

"Emangnya kenapa??"

"Wulan, gw kan ada disini masa' lu pake begituan di depan cowok"ujarku

"Oh maaf maaf, gw ke kamar dulu ya"

Wulan pun langsung menuju ke kamar adikku. Aku menyuruh adikku mengambil baju lahannya, aku menuju ke kamar mandi. Selesai mandi aku mengenakan baju lahan lalu menuju ke ruang tamu. Diruang tamu kulihat Wulan dan Adikku sudah siap siap.

"Yok kita berangakat"ajakku

"Yukk"ujar mereka berdua.

Di sepanjang perjalanan menuju ke sekolahan hanya mereka yang mengobrol. Sampai di sekolahan, adikku menyimpang ke kelasnya sedangkan aku dan Wulan menuju ke kelas. Sesampainya di kelas. Seluruh murid menatap kami, hingga membuat ku risih. Sedangkan Wulan dengan santai nya berjalan menuju ke tempat dudukku. Lalu dia pun duduk, karena ngak mau berdebat lagi aku berbalik badan berjalan menuju ke gudang sekolahan di gudang sekolahan aku mengambil meja dan kursi bekas lalu membawanya ke kelas. Kuletakkan meja dan kursi tepat di belakangnya lalu kududuk. Wulan balik badan menghadapku.

"Darimana aja lu, kok ngilang ngilang gitu"tanyanya

"Gw lagi ngambil meja dan kursi di meja"

"Ekh, iya ya. Gw lupa kalo ini tempat lu. Maaf ya Khana" ujarnya

"Iya ya"

Kurang lebih 10 menit bel berbunyi, Pak Asep masuk kekelas dan melihat ke arah ku dan Wulan.

"Kalian berdua maju ke depan"

"Saya pak" menunjuk diriku sendiri

"Iya kamu sama cewek didepanmu"

Kami berdua pun maju ke depan, terlihat ekspresi Pak Asep marah.

"Saya mau bertanya ke kalian berdua, kemaren kalian kemana kok tiba tiba ngilang di kelas saya"

"Kan bapak suruh saya buat mencari dia"ujarku cb membela diri

"Tapi kamu kan bisa kembali ke kelas lagi dan kamu kok tiba tiba ngilang hari pertama masuk udah buat kesalahan"

"Saya tersesat pak, jadi saya ngak tau pulang kembali ke kelas jadi saya ke kandang kelinci"

"Lalu seragam kalian berdua kemana"tanya Pak Asep

"Kotor pak"jawab kami dengan serentak

"Ok habis pulang sekolah kalian berdua bersihkan seluruh kandang ternak"perintah Pak Asep

"Iya pak"ujar kami dengan serentak

"Kamu Arkhana, kembali ke tempatmu. Sedangkan Kamu perkenalkan diri mungkin teman temanmu belum kenal kamu"

"Iya pak" ujar Wulan

Aku pun berjalan menuju ke tempat duduk, lalu kuletakkan kepalaku ke meja dan mataku kupejamkan.

"Assalamualaikum dan Selamat Pagi, perkenalkan nama saya Wulan. Saya dari Kota S..."

Setelah perkenalan banyak murid yang bertanya, yang bertanya rata rata cowok mungkin klepek sama kecantikan Wulan. Dan ada satu pertanyaan yang bikin aku malu.

"Udah punya pacar lan" tanya salah satu murid cowok

"Hmm, udah"jawabnya dengan santai

"Siapa lan" murid tersebut kembali bertanya

"Itu yang lagi tidur" jawabnya

Dada ku langsung berdebar saat Wulan bilang yang lagi tidur, karena cuma aku yang sedang tiduran.

"Ciee cieee" sorakan seluruh siswa.

"Sudah sudah kalian harus belajar bukan saatnya pacaran, Wulan silakan akhiri perkenalanmu" terdengar suara Pak Asep

Wulan pun mengakhiri perkenalannya, lalu balik ke tempat duduknya. Tiba-tiba kepalaku dilempar dengan sesuatu benda, seketika aku kembali ke posisi duduk. Dan melihat Pak Asep menatap tajam ke arahku.

"Arkhana, sebenarnya kamu mau masuk di kelas saya tau tidak" tanya Pak Asep

"Saya mau masuk pak"

Pak Asep hanya diam dan menyuruh ku mengambil spidol yang dilemparnya ke arahku, lalu kembalikan ke Pak Asep. Jam pelajaran Pak Asep pun telah usai. Seluruh murid berhamburan keluar kelas menuju ke kantin.

"Khana, lu kagak ke kantin??" Tanya Wulan

"Kagak lah, gw dikelas aja"

"Lu ngak lapar, kan tadi lu ngak sarapan di rumah"

"Gw udah biasa kek gini Lan, gw ngak punya duit buat jajan"

"...." Wulan hanya terdiam menunjukkan ekspresi kasian

"Kayaknya lu kasian ama gw ya"

"He'eh"ujarnya sambil mengangguk

"Gw ngak perlu dikasiani lah, adik gw biasanya kesini bawa makanan"

"Adik lu jajan kok lu ngak??"

"Sebenarnya gw sama adik gw tiap hari dikasih 5000, kan dikantin harga mahal mahal tuh. Jadi 5000 itu gw kasih ke adik gw gitu" jelasku

"Asik nih pacaran, ngk ganggu kan"

Aku dan Wulan berpaling ke arah suara, ternyata adikku berdiri di depan muka pintu kelas

"Ekh, elu dek. Mana ada gw pacaran ama nih anak"

"Yakinn!!!" Ujar adik gw sambil berjalan ke arahku dan Wulan. Lalu adik ku duduk di sebuah kursi kosong disamping Wulan.

"Nih bang gorengannya, maaf ya cuma 2 biji"

Aku mengambil sebuah kantong yang berisi 2 gorengan lalu menyantapnya dengan lahap.

"Lu laper ya"

Mataku langsung mengarah ke arah Wulan.

"Iy..iyaa lah" ujarku yang masih mengunyah makanan.

"Ditelan dulu tuh makananya" ujar Wulan

Gw pun mengacungkan jempol, lalu Wulan bangkit dan berjalan keluar kelas.

"Ekh, lu mau kemana??" Tanya ku

"Mau keluar sebentar"

"Ohh".

Wulan menghilang dari pandanganku, didalam kelas hanya aku dan adikku.

"Bang, kayaknya Kak Wulan tu suka sama lu deh"

"Kok lu pake kakak sih ke dia, kan lu ama dia seumuran"

"Hmm, kan dia calon kakak ipar gw hehe"

"Gilak lu, pasti ngak mungkin lah gw sama dia"

"Kalo dia jodoh lu gimana bang??"tanya adikku

"Kalo jodoh ya alhamdulillah, kalo ngak ya alhamdulillah jugak"

"Lah kok gitu bang"

"Bagi abang cinta mah ya ngak penting, abang cuma mengikuti arus takdirnya kemana kalo ngak punya jodoh yaudah"

"Pantesan abang ngak laku laku, pikirannya kayak gini"

"Hubungan lu sama si Boy gimana, lancar kan"

"Lancar dong, hari ini dia traktir Shinta bakso hehe"

"Wah enak dong"

Adikku hanya cengengesan, lalu Wulan masuk ke kelas membawa 2 kantong dan duduk ke tempatnya, lalu kedua kantong tersebut diletakkanya ke meja.

"Nih, gw habis borong gorengan. Yoklah kita makan sama sama"

"Duit lu ngak habis lan"tanyaku

"Ya habis lah, tapi duit jajan ini buat hari ini doang kalo besok mah beda lagi"

"Shanti mau ke kelas dulu ya"

"Ngak makan sama sama Shan" ajak Wulan

"Ngak kak, Shanti udah kenyang. Bye selamat pacaran"

Adikku melangkah keluar kelas dan meninggalkan kami berdua

"Kok adik lu, manggil gw kakak"

"Mana gw tau, emangnya lu ngak suka dipanggil kakak"

"Ya suka, soalnya gw ngak pernah dipanggil kakak. Gw kan anak tunggal"

"Pantesan manja"ujarku sambil mengunyah gorengan.

"Iya dong anak tunggalkan harus dimanja"

Aku pun merasa kenyang dan mengambil sebuah minuman botol di kantong. Setelah minum aku memejamkan mata dan bersender di kursi.

"Minuman gw kok lu minum sih" ujarnya sambil mencubit lenganku

"Aw, sakit bego. Kenapa sih lu suka nyakitin gw muluk"

"Salah sendiri minum air gw, blekk" ujarnya lalu menjulurkan lidah

"Gw kira itu minuman gw"

"Yaudah deh, sebagai ganti nanti sore lu sendiri yang membersihkan kandang, gw jadi mandornya" ujarnya lalu meminum air yang sudah setengah.

"Iya iya"

Satu per satu siswa masuk ke kelas dan bel berbunyi menandakan jam pelajaran selanjutnya, setelah selesai belajar seluruh siswa pulang ke rumah nya masing masing. Sedangkan gw tetap didalam kelas.

"Kok lu ngak pulang"

"Gw nanti pulangnya, kan rumah gw dekat. Kalo lu cepat pulang gih nanti ayah lu ncariin"

"Yaudah ya, gw duluan. Nanti sore gw ke rumah lu"

"Ngapain???" Tanyaku

"Ya membersihkan kandanglah"ujarnya lalu keluar kelas. Lalu aku keluar kelas untuk pulang ke rumah saat di muka kelas aku lihat Wulan berlari menghampiriku.

"Kok lu ngak pulang lan"

"Ngk ah, dirumah ngak asyik"

"Terus ayah lu udah tau kalo lu ngak pulang"

"Udah dong"

"Baguslah, terus lu mau kemana" tanyaku

"...."

Wulan hanya terdiam dan berjalan menuju ke gerbang sekolah lalu dia mengubah arah langkah kakinya ke arah rumahku. Sesampainya di rumah Wulan langsung masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi. Adik gw keluar dari kamarnya dan menghampiri Wulan, lalu mereka pun mengobrol. Sedangkan gw duduk di teras rumah sambil memainkan game di hp. Suara azan berkumandang dan aku bergegas mengganti baju kmd menuju ke masjid, selesai shalat aku kembali ke rumah. Aku melihat Wulan lagi tiduran di lantai beralas tikar.

"Assalamualaikum" terdengar suara emak dari depan, segera ku berjalan menuju pintu dan melihat ibu merasa kelelahan, lalu aku menyalami ibu.

"Lama amat pulang nya mak" tanyaku

"Ini tadi emak mampir sebentar di rumah Bu Tya"

Emak pun masuk kedalam rumah, kulihat emak tersenyum melihat Wulan yang lagi tiduran di lantai. Aku pun masuk ke dalam rumah, lalu duduk di kursi. Iseng iseng aku memfoto mukanya Wulan yang lagi tidur, tiba" matanya terbuka dengan cepat aku pura pura foto sekeliling rumah.

"Lu lagi ngapain sih"

"Oh, ini gw lagi foto sekeliling rumah"

"Buat kenang kenangan" ujarku tanpa memandang ke arahnya yang masih sibuk pura pura memfoto sekeliling rumah
Diubah oleh sayyess...
profile-picture
kopery235 memberi reputasi
1 0
1
My Heroine
06-03-2021 15:31
Maaf ya gan tulisan ane berantakan, karna ane baru nulis yang beginian hehe...
0 0
0
My Heroine
06-03-2021 20:40

Part 4 : Aisyah

Aku menyimpan hp di saku lalu mengajak nya ke kandang karena jam sudah menunjukkan pukul dua sore, lalu kami berdua pun menuju ke kandang Sapi. Di kandang sapi aku memotong rumput gajah (nama rumputnya) lalu membawanya ke kandang sapi, kmd aku mengeluarkan sapi setelah itu aku membersihkan kotoran sapi yang udah menumpuk dilantai. Setelah bersih aku kembali memasukkan sapi ke kandang dan kupotong potong rumput menjadi ukuran kecil kecil lalu memberinya ke sapi, setelah semua perkerjaan selesai aku menghampiri Wulan sedang asyik memainkan hp.

"WOYY!!!" teriakku

Dia terkejut lalu menatap tajam ke arahku

"Senang banget dah bikin gw terkejut"ujarnya lalu menyimpan HP nya di saku

"Hahahaha, yoklah kita ke kandang kambing lagi"ajakku

"Yoklah"

Kami berdua pun menuju ke kandang kambing, saat di perjalanan Wulan hanya terdiam. Saat di kandang kambing aku langsung membersihkan kandang dan memberi makan kambing, setelah itu aku duduk disampingnya.

"Ih parah lu, enak enak duduk sedangkan gw capek capek bersihkan kandang sama beri makan"

"Itukan hukuman lu, karna udah ngabisin minuman gw tadi pagi"

"Tapi kasian juga sih, kalo lu harus membersihkan kandang nanti bau kotoran hehe"

"Nah itu lu tau"

Kami berdua terdiam, dan tiba tiba seseorang wanita memanggilku. Pandanganku pun tertuju ke arah suara. Terlihat seorang wanita berhijab wanita tersebut bernama Aisyah, Aisyah merupakan kakak kelas ku di satu jurusan. Aisyah orangnya cantik kulit putih hidung mancung mukanya kayak orang arab.

"Hai, kak apa kabar udah lama ngak ketemu" tanya ku

Aisyah pun duduk bersama kami sekarang posisiku berada di tengah tengah wanita cantik

"Alhamdulillah baik kok khan, kalo lu gimana baik baik aja kan"

"Baik juga kok kak, kok gw jarang lihat lu kak"

"Bentar lagi kan kelas 12 mau ujian praktek setelah itu Ujian Sekolah, habis itu Ujian Nasional. Jadi gw lagi sibuk belajar Khan"

"Semangat ya kak belajarnya"

"Ok Khan, makasih"

"Eheem" suara dehaman wulan

Karena sedang asyik mengobrol sama Aisyah aku sampe lupa kalo ada Wulan disampingku, kulihat Wulan menatapku dengan tajam tampak wajahnya menunjukkan ekspresi marah.

"Ekh, ini kak kenalkan murid baru jurusan peternakan namanya Wulan"

"Hai, pekenalkan gw Aisyah kelas 12 jurusan yang sama dengan elu" ujar Aisyah sambil menjulurkan tangan untuk salaman

"Hai kak gw Wulan" ujar Wulan melakukan gerakan yang sama dengan Aisyah

"Oiya kalian ke kandang kambing ngapain"tanya Aisyah

"Ini kan kami lagi dikasih tugas sama Pak Asep untuk membersihkan seluruh kandang di sekolahan"jawab Wulan

"Tugas apa hukuman nih"goda Aisyah

"Hukuman sih kak hehe" ujar Wulan cengengesan

"Kok bisa sih kalian terkena hukuman"

Wulan pun menjelaskan bagaimana kami terkena hukuman dari Pak Asep, Aisyah hanya mengangguk saat Wulan bercerita.

"Habis ini kalian mau ke kandang mana lagi" tanya Aisyah

"Tinggal satu kandang lagi, kandang kelinci lagi" jawabku

"Kalo gitu kakak ikut dong"

"Wah boleh kak"

Kami bertiga pun menuju ke kandang kelinci, saat aku ingin menyapu kotoran kelinci, Wulan medekatiku lalu menjulurkan tangannya

"Sini sapu nya biar gw yang nyapu" pintanya

"Tumben lu mau nyapu"

"Kasian lihat lu dari tadi udah bersihkan 2 kandang sekarang giliran gw yang membersihkan kandang lu tinggal duduk manis aja disini"

Wulan mulai menyapu kotoran kelinci, aku hanya memperhatikanya saat dia menyapu. Tak lebih 5 menit tubuhnya udah dipenuhi keringat, aku dan aisyah tersenyum melihat Wulan yang udah kelelahan, aku menghampirinya lalu meminta sapu.

"Kan udah gw bilang lu duduk manis aja"ujarnya

"Lihat badan lu udah penuh keringat gitu, nanti lu kenapa kenapa yang susah kan gw juga"

"Kok lu susahin gw sih"

"Kan lu sama gw Wulan, kalo lu kenapa kenapa kan gw juga disalahin"

"Yaudah deh nih sapunya, sapu yang bersih ya"ujarnya sambil memberikan sapu ke arahku

Aku mengambil sapu dan memulai membersihkan kotoran sapi setelah bersih, Aisyah memberi makanan ke tiap kelinci, setelah itu kami keluar dari kandang dan menuju ke rumahku. Sampai di rumah Wulan langsung masuk ke dalam seperti rumahnya sendiri, lalu aku dan Aisyah duduk di teras.

"Wulan kayaknya udah dekat ya sama keluarga lu"

"Ngak dekat jugak sih, gw dan keluarga kenalnya baru 2 hari ini"

"Wulan cantik ya, manis kulitnya putih dan hidung mancung lagi pokoknya cantik kayak model"

"Kakak juga cantik kok"

"Bisa aja lu" pipinya memerah

"Kakak udah lama ya ngak main kesini, kira kira udah berapa bulan ya"

"Hmm, kayaknya udah 5 bulan deh dari keluarga gw pindah dari sini"

"Lama jugak ya"

"He'eh"

Kami berdua terdiam lalu Aisyah memulai obrolan

"Malam minggu nanti lu ada kegiatan ngak"

"Ngk kok kak, emangnya ada apa kak"

"Mau ngak lu jalan jalan sama gw malam minggu ini, kita kan udah lama ngak jalan jalan dan juga sebentar lagi gw kan kuliah ke jawa mungkin kita jarang ketemu"

"Iya juga ya kak pasti kita jarang ketemu, ok deh kak malam minggu nanti gw jemput lu dirumah lu"

"Lu mau pake apa ke rumah gw, emangnya lu ada motor Khan"

"Masa' kakak lupa kan ayah gw punya motor vespa butut. Nanti gw jemput lu pake vespa"

"O iya ya gw lupa, soalnya udah lama ngak kesini hehe"

-------

Aku dan Aisyah merupakan teman dekat, Aisyah udah aku anggap sebagai kakak sendiri. Waktu kecil Aisyah orangnya tomboy jago berantem karena ayahnya merupakan guru pencak silat, Aisyah selalu melindungiku dari kejahilan teman teman SDku. Pernah tuh Aisyah lawan 3 cowok dengan sekejap ketiga cowok tersebut langsung kalah dan kocar kacir ketakutan.

"Khan, lu harus kuat, masa' tiap hari lu harus dijahilin gini, lu cowok Khan seharusnya lu yang ngelindungin gw bukan gw yang ngelindungin lu"

Sejak mendengar ucapan Aisyah aku sering latihan Pencak Silat, tiap malam aku datang kerumahnya untuk latihan. Beberapa tahun aku latihan akhirnya aku sudah menguasai jurus jurus pencak silat. Semenjak aku latihan pencak silat sudah ngak ada lagi yang ngejahilin aku. Dari SD, SMP, dan SMK aku disegani oleh teman teman sekolahan maupun dikampung.

Saat usiaku 14 tahun aku pernah mematahkan tulang orang dewasa. Waktu itu Aisyah dikepung oleh 4 orang, ngak tau masalah nya karena apa. Jadi aku membantunya kami berdua pun melawan ke empat orang tersebut dengan beraninya, tak lama kemudian perut Aisyah ditinju salah satu orang tersebut, emosi ku langsung meningkat tanpa rasa takut aku melawan 4 orang itu sekaligus. Aku melompat ke atas lalu naik ke pundak salah satu orang tersebut dan ingin mematahkan tulang lehernya, tetapi tenaga ku ngak mendukung membuatku terhempas ke tanah saat aku ingin ditinju dengan cepat kupindah posisi ke belakang lalu kutendang joni nya membuat salah satu mereka susah bernapas dan aku memasang kuda kuda yang telah kupelajari, kulayangkang kedua kakiku secara bergantian ke arah mereka bertiga membuat mereka mundur ke belakang, lalu kuambil bambu pendek yang tergeletak ke tanah aku melompat ke atas dengan cepat kupukul kepala nya dengan bambu hingga berdarah dan pingsan, bambu yang kupegang terbelah menjadi beberapa bagian. Sisa 2 orang tersebut ingin menyerangku dari arah kanan dan kiri secara refleksku mundur ke belakang hingga mereka saling menyerang. Lalu ku menendang tulang rusuk salah satu orang tersebut hingga berbunyi patah membuat dia kesakitan dan terjatuh ke tanah, satu orang nya lagi ingin berlari. dengan cepat kupegang tangan kirinya dan kutarik ke arahku tangan kananku dengan kuat menghantam tangannya hingga patah. Setelah perkelahian itu aku mengendong Aisyah dan lari menuju ke rumah nya. Sejak kejadian itulah aku disegani oleh semua orang

--------

"Khan gw pamit dulu ya, bentar lagi hari mau gelap" ujar Aisyah

"Iya kak, hati hati dijalan"

Aisyah tersenyum lalu berpamitan dengan emak, adikku dan Wulan. Terlihat punggungnya perlahan lahan mulai menjauh dari rumahku. Tiba tiba seseorang mendorongku ke depan hingga membuatku hampir terjatuh.

"Aduh, apaan sih lu hampir aja gw terjatuh"

"Hehe, maaf"ujar wulan

"Lan, lu ngak pulang ke rumah lu apa kan dari kemaren lu ngak pulang pulang"

"Lu ngusir gw apa"

"Ngak ngusir sih, takutnya nanti di pohon tertempel poster muka lu "Dicari Orang Hilang" hehe"candaku

"Ih, elu ngak gitu juga kali"ujarnya lalu masuk ke dalam rumah lalu dia kembali lagi.

"Gw mau pulang dulu soalnya udah diusir"

"Lah ngambek, gw cuma becanda kok lan terserah lu mau tinggal disini juga ngak apa apa"

"Gw juga becanda kok, kan udah mau malam juga"

"Lu pulang nya gimana atau mau gw antar ke rumah lu"

"Ngak usah rumah gw jauh, gw udah nelpon supir untuk jemput gw"

"Baguslah"

"Dek baju lu gw bawa ya besok gw kembaliin"

"Iya kak" ujar adikku dari dalam rumah

"Kok kalian sekarang udah pake adek kakak"tanyaku keheranan

"Terserah kami lah mau pake adek kakak atau kagak"

"Iya dah"

Gw mengobrol dengan Wulan sambil menunggu supirnya ,kurang lebih setengah jam supirnya Wulan pun sampai. Wulan berpamitan dan masuk kedalam mobilnya, perlahan lahan mobilnya menjauhi rumah. Aku masuk ke dalam rumah lalu mandi setelah mandi aku shalat ashar dirumah. Setelah shalat aku rebahan dilantai yang dilapisi lantai aku pun tertidur karena kelelahan.
Diubah oleh sayyess...
0 0
0
My Heroine
07-03-2021 14:01

Part 5 : Dia

"Khana, Khana bangun dong udah mau maghrib nih"

Terdengar suara yang ngak begitu asing bagi ku, bukan tak lain suara tersebut adalah suara Wulan. Kubuka mataku terlihat Wulan tersenyum aku beranjak lalu duduk menghadapnya

"Bukan nya lu dah pulang ke rumah lu Lan" tanyaku lalu mengucek mata kmd sengaja menguap ke arahnya

Wulan menutup hidungnya dengan kedua tangannya seperti biasa Wulan mencubit lenganku

"Ihh, jorok lu"ujarnya yang masih menutup hidungnya

"Ahh, sakit Lan"

Lenganku bergerak untuk melepaskan cubitannya, Wulan pun melepaskan cubitannya.

"Gw kesini karna gw mau ngajak adik lu jalan jalan"ujarnya

"Kapan tuh, sekarang??"tanyaku

"Malam minggu"

"Kok sekarang ngajaknya"

"Ya sekarang kalo besok besok kan ngak lagi"

"Ohhh"

"Kok ohhh"

"Terus, gw harus ngomong apa lan"

"Ntahlah" ujarnya lalu beranjak dari duduk kmd dia menuju ke teras rumah

"Ntahlah, maksudnya apaan dah" gumamku yang bingung maksud dari Wulan

Aku beranjak lalu menuju ke kamar mandi, selesai mandi dan ganti baju aku berjalan menuju ke luar rumah dan menghampiri Wulan yang sedang asyik mengobrol dengan Adikku. Aku pun gabung duduk dengan mereka dan mendengarkan obrolan yang membosankan. Aku beranjak lalu masuk kembali ke dalam rumah dan duduk di kursi. Ku ambil hp lalu memainkan game tak lama kemudian Aisyah menelpon ku.

"Assalamualaikum Khan"

"Waalaikumsalam kak, ada apa ya kak tumben nelpon gw"

"Gini Khan, mau ngak besok lu nemanin gw ke toko buku"

"Emangnya kakak mau beli buku apa?"tanyaku

"Gw mau beli buku tentang ternak buat bahan pelajaran untuk ujian"

"Ok lah kak, besok gw nemanin lu ke toko buku"

"Sipp, besok gw jemput ya di rumah lu, dah Assalamualaikum Khan"

"Waalaikumsalam kak"

Setelah telponan dengan Aisyah, aku melanjutkan main game. Sekitar setengah jam suara azan berkumandang, aku menyudahi main game lalu bersiap siap untuk pergi ke masjid. Saat aku ingin pergi ke masjid, Wulan memanggilku. Aku balik badan melihatnya yang sudah menggunakan mukena.

"Tunggu, gw mau ikut"

"Cepetan nanti terlambat lagi, Shanti ngak ikut shalat ke masjid Lan" tanyaku

"Katanya sih ngak ikut, dia shalat di rumah"

Aku melangkah kakiku menuju ke masjid yang diikuti oleh Wulan, di perjalanan aku bertemu dengan Surya.

"Halo bro" sapa Surya

"Halo bro"

"Masih nempel aja tuh Bidadari lu"

"Bidadari yang mana bro"ujarku yang celingak celinguk mencari seseorang

"Itu yang dibelakang kita" ujar Surya jari jempolnya ke arah belakang menunjuk Wulan yang berjalan dibelakang kami.

"Ohh, itu mah bukan bidadari kali bro"

"Terus apaan"

"Anak Hilang"

Wulan tiba tiba melewati kami dan berjalan menjauhi kami berdua. Aku terseyum lalu Surya menepuk pundakku dan mempercepat langkahnya menyusul Wulan dan mereka berdua pun mengobrol, kulihat Wulan tersenyum senyum saat ngobrol sama Surya. Saat itu juga dada ku terasa nyesek merasa ngak rela kalo Wulan ngobrol sama Surya. Aku melanjutkan langkahku ke masjid, sampai di masjid aku langsung menuju ke tempat wudhu. Selesai Wudhu aku duduk di barisan shaf paling belakang karena masjid udah di penuhi oleh orang. Beberapa menit kemudian aku bersamaan orang di desa menunaikan shalat maghrib, selesai shalat maghrib aku langsung menuju ke rumah sendirian sedangakan Wulan masih asyik ngobrol sama Surya. Sebenarnya dadaku nyesek pengen banget kutarik tangannya Wulan, tetapi aku sadar Wulan bukanlah siapa siapa ku. Sampainya di rumah aku langsung rebahan di lantai dan memejamkan mata.

Wulan berdiri didepanku lalu melambaikan tangan dan dirinya mulai menjauh saat ku mendekatinya. Seketika aku berteriak memanggil namanya "WULAAAAANNNN". Aku langsung beranjak dari tidur dan celingak celinguk mencari Wulan. Emak dan adikku langsung menghampiriku.

"Ada apaan nak, kok teriak teriak manggil Wulan"

"Iya bang ada apaan"

"Ngk apa apa, Khana cuma mimpi mak mungkin kelelahan"

"Yaudah emak ke kamar dulu ya"

"..."aku mengangguk

"Cie cie, mimpiin Kak Wulan"

"Apaan sih lu, oiya Wulan kemana kok ngak kelihatan" tanyaku

"Cie nyariin hehe, Kak Wulan selesai shalat tadi langsung pulang ke rumahnya"jawab adikku

"..."

"Dek, buatin abang kopi dong lagi kepengen minum kopi nih" pintaku

"Ok, bang"

Adikku berjalan menuju ke dapur, sedangkan aku keluar ke rumah dan duduk di teras. Aku melamun memikirkan mimpi yang barusan kualami.

"Bang, nih kopinya"

Aku menoleh ke arah adikku yang menyuguhkan kopi. Aku mengambil kopi dari tangannya lalu meminumnya. Adikku duduk disampingku.

"Bang, sebenarnya lu suka sama Kak Wulan kan??" tanya adikku

"Ntahlah, abang pun bingung"jawabku dengan singkat lalu meminum kopi

"..."

Kami berdua diam tanpa sepatah kata pun, lalu adikku beranjak dan masuk ke dalam rumah. Kuambil hp disaku kulihat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, segera ku masuk ke dalam rumah dan melaksanakan shalat isya. Selesai shalat aku keluar rumah dan berjalan menuju ke Pos Ronda, di pos ronda terlihat Surya, Maman, dan Bang Atep sedang asyik menyanyi. Surya main gitar, Maman main gendang sedangkan Bang Atep bernyanyi. Mereka menyanyikan lagu Iwan Fals yang berjudul "Lont*ku".

"Assalamualaikum", sapaku

"Waalaikumsalam" jawab mereka dengan serentak

"Wah, wah. Lagi asyik nih nanyi"ujarku sambil duduk bergabung dengan mereka

"Asyik dong, apalagi Bang Atep yang nyanyi suaranya udah sama persis kayak Iwan Fals"ujar Maman

"Bisa aja lu, man"ujar Bang Atep

"Bro, mana bidadari lu. Biasa gw lihat selalu nempel gw lihat" tanya Surya

"Udah pulang dia bro" jawabku

"Bidadari?? siapa tuh ya??" tanya Bang Maman ke Surya

"Itu bang Bidadari nya Khana, kalo ngak salah dia ngasih tau gw namanya Wulan" jawab Surya

"Cantik ngak orangnya" tanya maman langsung melepaskan gendang yang ditangannya

"Cantik banget" jawab surya

"Khan, besok besok ajaklah kesini. Kan ada juga pencuci mata hehe" ujar Maman

"Ngk bisalah, dia siapa gw pake ajak segala kesini"

"Kapan lagi dia kesini Khan"tanya Maman

"Ngak tau lah" jawab ku dengan singkat lalu beranjak dari duduk

"Gw duluan ya"

"Cepat banget Khan" ujar Bang Atep

"Udah malam juga bang"

"..."

Aku melangkah kaki menuju ke sekolahan sesampainnya di sekolahan aku berhenti di Gerbang Depan lalu bertemu dengan Satpam yang sedang asyik minum kopi

"Assalamualaikum pak" sapa ku.

"Waalaikumsalam" jawab Pak Bio (Satpam)

"Saya boleh masuk ngak pak" tanyaku

"Boleh boleh"

Aku langsung masuk ke post lalu duduk di sebuah kursi berdampingan dengan Pak Bio.
Pak Bio menawarkan Kopi, aku pun menerimanya. Pak Bio menuangkan kopinya di sebuah gelas kosong lalu memberikannya ke aku.

"Makasih pak"

"Tumben kesini Khan" tanya Pak Bio

"Lagi bosan aja pak, di rumah ngak ada hiburan" jawabku

Pak Bio membuka Laci di meja nya dan mengeluarkan Papan Catur beserta buahnya, kemudian Pak Bio menyusun bidaknya.

"Lu tau kan Khan main catur" tanya Pak Bio

"Tau pak dikit dikit"

"Mantap!!! , Lu duluan Khan"

"Ok pak"

Aku pun mulai Pion yang didepan benteng, lanjut Pak Bio menjalankan Kuda sebelah tangan. Kurang lebih 10 menit kami bermain catur aku pun kalah telak, dan kami pun melanjutkan ronde k2 nya aku pun kembali kalah telak.

"Masih lanjut ngak Khan" tanya Pak Bio

"Lanjut pak, Khana mau balas dendam nih" ujarku dengan penuh semangat

Pak Bio pun mulai jalan duluan, dan lagi aku pun kalah telak, untuk ketiga kalinya.

"Hahahaha, gimana sih Khan katanya mau balas dendam"

"Hehe, Pak Bio terlalu jago main catur nya dahlah pak Khana nyerah aja dah"

"Baru 3 ronde udah nyerah aja" ujar Pak Bio lalu menyimpan kembali Papan Catur di lacinya.

Kulihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam aku menghabiskan kopi lalu berpamitan untuk pulang ke rumah.
Diubah oleh sayyess...
0 0
0
My Heroine
09-03-2021 12:43
Ngenaa
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
My Heroine
09-03-2021 15:17

Part 6

Keesokan harinya di sekolah aku melihat Wulan sedang asyik membaca di tempat duduknya saat aku melewatinya Wulan hanya menoleh ku lalu kembali membaca buku tanpa menyapaku.

"WOYYY"teriakku pas di telinganya

Wulan terkejut lalu dia balik badan menghadapku dan menatap ke arahku

"Ihhhhh"

Wulan mencubit lenganku lalu memukul kepalaku dengan buku yang tadi dibacanya.

"Awww, sakit lan sakit. Janji dah gw ngak bakal kagetin lu lagi"ujarku

Wulan berhenti mencubit dan memukulku lalu dia menyimpan bukunya di laci dan kembali menghadapku

"Khana, nanti habis pulang sekolah temanin gw ke toko buku ya gw mau beli novel" pintanya

"Habis pulang sekolah nanti gw sama Kak Aisya mau ke toko buku juga, bagaimana nanti kita sama sama perginya" ujarku

"Oh, lu udah sama Kak Aisyah ya. Kalian aja lah ke Toko Buku, gw ke toko buku nya sama Shanti aja" ujarnya dengan nada kecewa

Kami berdua terdiam hingga bel berbunyi, jam pelajaran pertama kami berlajar tentang reproduksi ternak lalu dilanjutkan dengan pelajaran matematika. Saat istirahat Wulan mengajak ku ke kantin tapi kutolak, Wulan terus memaksa ku untuk pergi ke kantin. Akhirnya aku terpaksa ikut ke kantin dengan Wulan, sesampainya di kantin kami duduk di sebuah meja yang kosong, lalu Wulan menuju ke sebuah kantin kemudian kembali lagi dan duduk disampingku.

"Ngapain sih kesini, gw kan ngak punya duit lan"

"Gw yang bayar kok"

"Gw kan ngak enak lan, masa' lu yang bayarin gw"

"Ya ngak apa apa lah, ini kan gw yang mau"

Aku hanya terdiam lalu seorang Bi Kantin membawa 2 buah mangkok yang berisi bakso, tak lama kemudian Bi Kantin tersebut balik lagi membawa 2 gelas es teh.

"Ayok dimakan"

"Iya, makasih Lan"

Wulan langsung memakan bakso begitu pun denganku. Karena terasa lapar aku yang paling pertama menghabisin baksonya setelah itu Wulan juga menghabisin baksonya.

"Gw tau kalo lu tu lapar" ujarnya

Ada terasa malu juga sih saat Wulan ngomong gitu, tapi ya apa boleh buat perut terasa lapar.

"Kalo lu masih lapar pesan aja"

"Eh, ngak lan gw udah kenyang kok"

"Khana, waktu gw perkenalkan diri di kelas lu dengar ngak gw ngomong apaan" tanya nya

"Dengar emangnya ada apaan" tanya ku balik

"Semuanya???"

"Iya"

"Lu kok ngak marah kalo gw bilang lu itu pacar gw"

"Emangnya ada ya lu bilang kalo gw itu pacar lu"

"Ngak ada sih, kan ada tu yang nanya gw punya pacar atau belum terus gw bilang udah dan gw nunjuk lu yang lagi tidur"

"Oh yang itu, ya ngak marah karna gw ngak rugi juga kalo lu ngomong gituan"

"Ohhh"

Kami hanya terdiam, lalu Wulan beranjak lalu pergi ke wc. Tiba tiba Aisyah muncul di hadapanku, dan duduk didepanku.

"Hai Khan, tumben ke kantin biasanya lu ngak pernah ke kantin"

"Hai kak, tadi gw kesini sama Wulan kok kak"

"Sekarang Wulan nya kemana nih, kok ngak ada"

"Tadi dia ke wc kak, sampe sekarang belom balik jugak"

"Jadi ngak nemanin gw ke toko buku"

"Jadi dong"

Wulan pun belum balik hingga bel berbunyi, aku kebingungan siapa yang bayar, kemudian aku menuju ke kantin yang tadi Wulan datangi.

"Bi, berapa semuanya"

"15 ribu dek"

"Saya ngutang dulu ya bi, besok saya bayar"

"Barusan udah dibayar kok dek sama cewek yang duduk sama adek tadi"

"Udah ya bi, makasih ya bi" ujarku lalu menemui aisyah yang menungguku dari tadi

"Udah Khan??"

"Udah kak"

Kami berdua berjalan menuju ke kelas masing masing, sesampainya di kelas aku melihat Wulan melamun. Aku duduk di tempat dudukku. Kupegang pundaknya dari belakang, Wulan menoleh ke arahku.

"Ada apa Khan" tanya dia lesu

"Kok lu langsung ke kelas, lu sakit lan" tanya ku beranjak panik memegang kepalanya

"Ihhh, apaan sih lu. Pake pegang - pegang segala gw ngak kenapa - kenapa Khana" ujar dia beranjak dari duduk nya

"Jadi lu tadi kok langsung ke kelas, ngak kasih tau gw dulu"

"Ya terserah gw dong, mau ngasih tau apa kagak" ujar dia duduk kembali

"..."

Aku terdiam dan kembali duduk di tempatku, Pak, Bel berbunyi tak lama kemudian guru kesehatan ternak bernama Pak Dodi masuk ke kelas, setelah belajar kami disuruh pulang.
0 0
0
My Heroine
31-03-2021 08:12
gaada terusannya lagi ni ?
nunggu nunggu
0 0
0
My Heroine
03-04-2021 09:30
gantung
lanjuttttt atuhh
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
semua-ini-berawal-dari-situ
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia