Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
78
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/603f1ffd46fb87157910c271/menjawab-lurahgundul-menganalisa-argumen-dalam-diskusi-tentang-hakikat-keperawanan
Gbr diambil dr www.womens.web.in Latar Belakang Pertama-tama TS ingin memulai dengan latar belakang dari trit ini. Jadi TS membuat sebuah trit dengan judul : "Keperawanan Bagi Seorang Gadis, Apakah Masih Penting Di Jaman Sekarang?" (Bisa baca isi trit di sini) Rupanya trit ini menarik perhatian seorang senior kaskuser (lurahgundul yang mengeluarkan argumennya dengan membuat trit dengan j
Lapor Hansip
03-03-2021 12:34

[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan

icon-verified-thread
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
Gbr diambil dr www.womens.web.in


Latar Belakang

Pertama-tama TS ingin memulai dengan latar belakang dari trit ini. Jadi TS membuat sebuah trit dengan judul :
Quote:"Keperawanan Bagi Seorang Gadis, Apakah Masih Penting Di Jaman Sekarang?"
(Bisa baca isi trit di sini)


Rupanya trit ini menarik perhatian seorang senior kaskuser (@lurahgundul yang mengeluarkan argumennya dengan membuat trit dengan judul yang sama, tetapi mengambil sudut pandang yang berbeda.
Quote:Keperawanan Bagi Seorang Gadis, Apakah Sudah Tidak Penting Di Jaman Sekarang?
(bisa dibaca trit dgn judul yang sama, versi agan lurahgundul di sini)


Meskipun tidak secara langsung membahas trit TS, akan tetapi ada beberapa bagian dari tulisan TS yang dicopas agan @lurahgundul sebagai acuan bagi dasar argumentasinya.


Persamaan pendapat

Selanjutnya TS akan menyoroti, bahwa baik trit yg TS buat, maupun trit yang dibuat oleh agan lurahgundul, memiliki satu titik temu, persamaan pendapat yang sangat penting.

Copas dari trit TS
Quote:Pertanyaan di atas berusaha mengembalikan pergeseran yang terlalu meninggikan keperawanan dalam bentuk fisiknya, lupa pada alasan awal yang menjadi alasan mengapa keperawanan jadi penting.

Jadi sebenarnya yang penting apanya? Selembar hymen itu? Atau kepribadian, karakter, dsb; yang dianggap ada pada seseorang yang "berhasil" mempertahankan selembar hymen itu?


Sebuah pertanyaan rhetoris, yang artinya bagi TS, di balik masalah keperawanan itu, ada satu hakekat atau esensi yang lebih penting, yaitu masalah kepribadian dan kemuliaan akhlak seorang wanita.

Copas dari trit lurahgundul
Quote:Dalam konteks keperawanan, yang SELALU ditekankan adalah ESENSI dari keperawanan itu sendiri, bukan sekedar "selembar" selaput dara saja.

Dalam konteks cowo dengan prinsip keperawanan itu penting, ketika dia mencari istri, tentu esensi keperawanan itu ya calon istrinya gadis baik-baik, belum pernah digauli cowo lain, belum pernah -maaf- tidur sama mantan-mantannya.

Hal ini menjadi tidak relevan ketika dikaitkan dengan -maaf- wanita korban perkosaan bahkan janda yang sudah pernah menikah.


Jadi antara TS dan agan lurahgundul, sama-sama berpendapat bahwa bukan hymen-nya sendiri yg penting.

Tp apa yang diwakili oleh hymen tersebut.

Tanggapan TS atas trit lurahgundul

Meskipun agan @lurahgundul tidak secara jelas dan tertulis menyatakan bahwa tritnya adalah jawaban atas trit buatan TS.

Namun dari bagian pembukaan trit agan @lurahgundul yang menggunakan judul dan pertanyaan pembukaan yang persis sama dengan yang ada dalam trit TS, rasanya tidak terlalu berlebihan dan wajar jik TS mengambil kesimpulan bahwa agan @lurahgundul  menjawab trit TS dengan trit buatannya tersebut.

Apakah ada masalah dengan hal itu?

TIDAK.

Justru menurut TS ini adalah sebuah bentuk dialog yang sangat baik dan perlu dibudayakan. Perbedaan pendapat, hendaknya tidak menjadi alasan untuk bermusuhan.

Perbedaan pendapat, sebaiknya dibawa ke dalam sebuah dialog yang saling bertukar pikiran, saling kritik, tentunya secara adil dan memegang prinsip-prinsip kebenaran.


Kritik TS atas trit agan lurahgundul

Penting bagi sebuah diskusi untuk memegang prinsip-prinsip kebenaran, di sinilah TS ingin mengritik agan lurahgundul karena menurut TS (bisa saja TS salah paham) dalam argumentasinya, agan lurahgundul menggunakan taktik debat yang tidak sehat, yang sering diberi sebutan, taktik orang-orangan sawah. (attacking straw man tactics).

Apa itu straw man tactic?

Straw man tactic, adalah mengutip pendapat lawan, tetapi kemudian menyajikan dan menelikung kutipan itu sedemikian rupa, sehingga tidak sesuai lagi dengan esensi dari argumentasi lawan yang sebenarnya.

Kemudian argumentasi lawan yang sudah disesatkan tersebut, diserang dengan argumentasinya sendiri.

Taktik ini tidak membuat diskusi menjadi berjalan maju, karena "argumentasi" yang didebat, bukanlah argumentasi lawan yang sesungguhnya.

Jika lawan lalai dan kemudian menanggapi taktik orang-orangan sawah ini, maka akhirnya yang terjadi adalah debat kusir, karena yang seorang mengajukan argumentasi A, yang ditanggapi adalah argumentasi B.

Di manakah agan lurahgundul melakukan strawman tactics ini?

Di bagian awal tritnya.

Quote:"Kalau jadi cowok, pilih yang mana? Perawan yang mau dinikahi cuma karena ngejar hartamu, atau sudah tidak perawan tapi memang mau dinikahi karena bener-bener cinta?"

Seringkali kita mendengar pertanyaan seperti di atas, pertanyaan yang sebenarnya cuma menyudutkan salah satu sisi. Pertanyaan dengan tendensi, yang dilontarkan untuk menggiring opini, mengerucutkan jawaban dan menanamkan doktrin yang tidak benar.


Dengan pertanyaan tersebut, si penanya menanamkan doktrin, seolah-olah yang perawan itu cuma mengejar harta, tidak layak, dsb. Sebaliknya, yang tidak perawan itu benar-benar cinta, layak, blabla


Padahal dalam trit-nya TS dengan jelas-jelas sudah menuliskan, atas alasan apa pertanyaan itu dilemparkan.
Quote:Pertanyaan di atas berusaha mengembalikan pergeseran yang terlalu meninggikan keperawanan dalam bentuk fisiknya, lupa pada alasan awal yang menjadi alasan mengapa keperawanan jadi penting.

Jadi sebenarnya yang penting apanya? Selembar hymen itu? Atau kepribadian, karakter, dsb; yang dianggap ada pada seseorang yang "berhasil" mempertahankan selembar hymen itu?


Jadi tidak ada TS berargumentasi bahwa seorang perawan itu pasti hanya mengejar harta, tidak layak, dst, seperti yang disebutkan oleh agan lurahgundul dalam tritnya.

Akan tetapi pertanyaan itu dicopas, disajikan dan kemudian diberi opini, yang sebenarnya bukan merupakan bagian dari argumentasi yang dibangun di trit aslinya sendiri.

Tidak menjadi masalah, jika trit agan lurahgundul bukan merupakan sebuah "jawaban"/"tanggapan" atas trit yang sebelumnya.

Menjadi masalah, kalau trit agan lurahgundul adalah tanggapan atas trit sebelumnya, karena secara tidak langsung menjadi sebuah tuduhan atau fitnah.


Tanggapan TS atas 5 point dalam trit agan lurahgundul "Mengapa Keperawanan Itu Penting"

Quote:Keperawanan adalah gift. Tanda bahwa wanita dimuliakan. Sekali hilang ya sudah tidak akan kembali lagi selamanya. Walaupun menyesal dan bertobat pun tidak akan mengubah kenyataan kalo sudah pernah diperawani orang. Bayangan itu akan tetap ada selamanya, walaupun sudah mempunyai pasangan hidup sekalipun.


Di sini menurut TS ada sebuah pernyataan yang bila disalah artikan, akan menjadi berbahaya. Keperawanan adalah gift. Tanda bahwa wanita dimuliakan.

Artinya ketika keperawanan itu hilang, wanita itu tidak lagi dimuliakan? Apakah kemudian menjadi "diwajarkan" bila seorang laki-laki melanggar kehormatan dan harga diri seorang wanita, bila wanita itu sudah tidak perawan?


Quote:Wanita yang tidak perawan mempunyai threshold atau batasan-batasan yang berbeda dengan wanita yang masi perawan. Ketika wanita sudah tidak perawan, dalam hubungan selanjutnya pun dia akan mudah dan cenderung untuk berhubungan badan.


Bisa jadi demikian, tapi apakah pasti demikian? Apakah bisa digebyah uyah, bahwa semua wanita yang tidak perawan akan memiliki batasan yang berbeda dengan wanita yang masih perawan?

Menurut TS ini sulit dijawab. TS sendiri tidak bisa mengatakan setuju atau tidak setuju atas pernyataan di atas.

Hanya saja menurut TS fenomena ini, bisa jadi justru terjadi karena nilai-nilai di masyarakat yang terlalu mendewakan "keperawanan"nya dan bukan mengedepankan masalah perilaku berbudi-nya.

Sehingga ketika seorang gadis kehilangan keperawanan-nya, maka ada kemungkinan pandangan orang pada dirinya, tidak akan berbeda, entah apakah dia sudah bertobat dan berusaha menjaga kehormatannya, ataukah dia menjadi murahan.

Jadi keperawanan penting, tetapi mendewakan keperawanan, bisa menjadi bumerang. Menutup pintu orang lain untuk bertobat, dan menjadi batu sandungan bagi orang yang berusaha memperbaiki kehidupannya. Dengan memberikan label buruk yang tidak pernah bisa dia hilangkan, seberapa pun dia berusaha memperbaiki diri.


Quote:Keperawanan sampai dilelang dengan harga fantastis. Orang berani bayar mahal untuk mendapatkan keperawanan seseorang. Sebegitukah berharganya keperawanan? Sudah jelas kalo hal itu tidak bisa disangkal.

Apakah yang dicari hanya hymennya? Hanya selaput daranya? Tentu saja bukan. Yang menjadi mahal adalah esensi dan bahwa menjadi orang pertama, first time, first man, first person itulah yang tidak ternilai harganya. 


No comment. Kenyataannya memang demikian. Bagi sebagian laki-laki hal itu menjadi sesuatu yang penting.

ADD:: Baru kepikiran, jadi nambah dikit.

Fenomena lelang keperawanan itu, justru kalau dipikir-pikir lagi, adalah bentuk "pemujaan" yang berlebihan pada keperawanan, yang akhirnya melupakan esensi dan menimbulkan "kesesatan" baru.

Seperti yang kita sepakati (CMIIW), esensinya bukan pada keperawanan-nya, tetapi pada akhlak, sikap, dst, yang diwakili oleh kemampuan si gadis itu untuk menjaga keperawanannya.

Dalam kasus ini, terlihat bagaimana obsesi pada keperawanan, obsesi untuk menjadi pria pertama, justru akhirnya melupakan esensi yang tadinya dicari dari keperawanan itu, yaitu akhlak dan kemuliaan sikap hidup.

Di mana akhlak dan mulianya? Ketika seorang gadis melelang keperawanannya pada pembeli dengan harga tertinggi?

Quote:Ketika bertemu dengan orang yang mempunyai prinsip yang sama kalau virginitas itu penting, akan membuat pernikahan lebih intim, berwarna, malam pertama pun akan menjadi pengalaman paling berkesan baik bagi suami maupun istri. 

Kalo sudah sering berhubungan badan sama mantan-mantan, esensi malam pertama pun tidak ada, ga ada bedanya sama malam ke sekian berhubungan sama mantan, tidak ada harganya.


Dalam hal ini TS setuju.

Jadi gadis-gadis, jagalah keperawanan itu sampai pada saatnya yang memang sah di mata masyarakat, agama, dst.

Namun, bagi yang terlanjur kehilangan, mestinya bukan juga berarti kehidupan sudah berakhir, atau kalian tidak ada harganya lagi. Bukan juga menjadi alasan untuk kemudian mengobral diri.

Quote:Ketika keperawanan dijaga, tidak akan ada potensi masalah dari bagasi masa lalu, dan tidak akan ada banding-bandingkan hubungan intim dengan mantan.



Dalam point ke-5 ini TS juga setuju.

Menjalani sebuah pernikahan itu tidak mudah, semakin sedikit beban masalah di masa lalu semakin baik.

Namun sekali lagi, bagi yang sudah terlanjur punya masa lalu, bukan berarti tidak ada harapan. Anda dan pasangan harus bekerja lebih keras dibandingkan mereka yang tidak punya beban masa lalu, tapi harapan selalu ada.

Jangan padamkan asa untuk kehidupan yang lebih baik.

Gunakan kesalahan-kesalahan di masa lalu, sebagai pelajaran yang paling mahal harganya (karena sudah anda bayar dengan kehidupan anda sendiri).

Perbaiki diri. Tatap masa depan.

Manusia mungkin sudah nalurinya untuk mudah menghakimi, tapi Tuhan Maha Pemurah dan Pengasih. Seorang yang sungguh-sungguh bertobat, akan mulia di mata Tuhan, meski mungkin hina di mata manusia lain.


---------------

Demikian tanggapan TS atas trit agan @lurahgundul, sekalian salah-salah kata mohon dimaafkan.

Dan sekali lagi, terima kasih pada agan lurahgundul untuk trit tanggapannya. Sangat menyenangkan untuk bisa berdiskusi dan berdebat dengan sehat, tanpa harus bermusuhan.

Semoga bisa menjadi suatu yang membawa manfaat, setidaknya menjadi hiburan pengasah otak, belajar berpikir kritis, berdebat dan menguji pemikiran.
Diubah oleh lonelylontong
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ElviHusna dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
03-03-2021 15:09
Ya memang gak boleh mendewakan "perawan" tersebut. tapi juga kita tidak bisa denial jika saat kita tau pasangan kita sudah "tidak perawan" akan ada rasa sakit yg luar biasa yg gak bisa di jelaskan, terlebih kan jika kita sebagai cowo dengan semua kebebasan dan karunia tanpa bekas yg kita punya tapi kita masih menjaga "keperjakaan".

jadi ya perspektif terima atau tolak itu ya tergantung dari pribadi masing2 apakah dia bisa mengesampingkan hal tersebut atau tidak.

tidak ada yg salah dari dua pandangan tersebut.

dan untuk orang yg sudah "tidak perawan / tidak perjaka" ya terimalah kedua pandangan tersebut. itu udah jadi konsekuensi dari perbuatan kalian.

jangan terlalu takut krn tidak semua orang menolak, banyak juga yg menerima keadaan tersebut kok. tapi jangan salahkan pandangan orang lain juga terhadap kalian
Diubah oleh keenan.douglas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mardianah dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
03-03-2021 17:57
selamat sore agan lonelylontong. i wish you have a happy and bright day as i do.

aku tertarik menanggapi beberapa point. meski aku bukan orang yang dituju oleh agan (btw gimana sih cara mention atau summon nama id kaskus seseorang biar ter deteksi di activities wkwkwkw maaf aku masi katrok)

tanggapan 1

-----Artinya ketika keperawanan itu hilang, wanita itu tidak lagi dimuliakan? Apakah kemudian menjadi "diwajarkan" bila seorang laki-laki melanggar kehormatan dan harga diri seorang wanita, bila wanita itu sudah tidak perawan?-----

dari statement di atas....saya bisa mengerti arah pertanyaan agan. dan sorry to say mungkin agan @lurah gundul menggunakan pilihan kata yg (tidak salah tapi belum pas bener.
jadi begini.....
kita yakin selaput V itu....dicipta ada guna nya (tapi ya ada orang yg bilang ga ada gunanya). entah sih mau percaya yang mana.

dan selaputV itu mungkin...kita sebut saja sebagai salah satu "penanda" atau "titipan illahi" atau apa lah.....sebagai penanda apakah dia uda pernah dengan yang lain atau belum (ini saya bahas kasus umum saja ya...tidak bahas kasus yg dari lahir tidak ada V nya atau hilang karena kondisi2 di luar kaitan dengan aktivitas seksual apapun. itu beda lagi bahasannya. kita bahas mainstream nya aja)

dengan definisi di atas...maka menurut saya....
maka menurut saya(subjektif) yang dimaksud agan @lurahgundul adalah bahwa dia memang memandang berbeda antara "yang bisa menjaga amanah" dan yang "tidak bisa menjaga amanah" tersebut.
tapi ....tidak sampai ke ranah....melanggar harga diri dan kehormatan dan kemuliaan atau merendahkan objek.
(efek memilih kata memuliakan dengan tidak tepat ternyata bisa di pelintir ke arah situ )
krn kita semua tau bahwa pada saat berumahtangga maka semua wanita akan memberikan amanahnya ( kehilangan V) itu dan itu sama sekali berbeda dengan "berbuat kesalahan"

jadi...untuk menghindari diskusi melebar ke arah yang berbeda (misal : wah berarti kalo uda nikah terhormat, hilang dong kehormatan dan kemuliaan -- NO NO NO. ) maka hal ini saya tulis ya?



tanggapan 2

-----Wanita yang tidak perawan mempunyai threshold atau batasan-batasan yang berbeda dengan wanita yang masi perawan. Ketika wanita sudah tidak perawan, dalam hubungan selanjutnya pun dia akan mudah dan cenderung untuk berhubungan badan.-----

tentu hal ini bener kata agan. TIDAK BISA DIGEBYAH UYAH.
sangat setuju.
dan dari statement kata gebyah uyah ini saya menyimpulkan bahwa agan TS setujubahwa....POTENSI BAGASI dan MASALAH itu.....ADA(masalah psiko dan seksual terkait masa lalu - kalo masalah psiko lain dan sexual lain ya sama saja ground nya).

nah skg.....menurut saya....value dari melakukan penelitian agar tidak gebyah uyah tsb....
dibandingkan dengan menggunakan privilege kita untuk "ambil jalan pintas" dengan memilih yang dijamin tidak ada potensi masalah (dari segi psiko dan sex terkait itu ya.. kalo masalah selain psiko dan sex sama saja ground nya.)
----- JIKA KITA PUNYA PILIHAN.....kira2....mana yang LEBIH MENGUNTUNGKAN DARI SISI PRIA (karena saya pria. dan saya punya tanggung jawab utama utk meng enak kan diri saya dulu yaitu dengan memilih yang TERRRR baik gampang terang profitable dll). (sama halnya menjadi tanggung jawab utama si wanita2 atau pria2 lain di luar sana utk meng enak kan diri nya dulu. dengan memilih yang BAIK dan menjadi yg BAIK agar dipilih oleh yang BAIK - ga bisa 1 sisi)

saya tidak bahas dulu yg tentang bahwa masa depan wanita yg sudah salah arah itu hancur dll...itu urusan mereka dan bukan urusan saya dulu utk memberikan solusinya. ada kok solusinya. tapi ga masuk di bahasan ini. bahasan yg skg kita bahas adalah gimana yang BAIK dulu.........

1. kita bisa dan boleh memilih dan kita sebaiknya memilih yang baik
2. kita bisa dan boleh memilih utk tidak gebyah uyah tapi bisa juga main aman dengan memilih yang tidak perlu di tampi2 dan langsung dpt yang baik KALO KITA BISA.

gan...uda 40 menit aku mikir ini. aku kerja dulu. nanti aku lanjut ya.. diskusi yg asik2 aja deh. maaf kalo ada salah penyajian. nanti ku revisi. namanya manusia ga luput dari salah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mardianah dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
03-03-2021 19:57
Ga usah banyak nuntut kalau ga mau dituntut, udah itu aja sih
Biasanya kan yg banyak nuntut pihak cewe terutama orang tuanya, wajar sih realistis pandangan mereka. Sebaliknya cowo jg boleh dong nuntut? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mardianah dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
03-03-2021 13:35
Kau masih gadis atau sudah janda? Baik katakan jangan malu 😂😂😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
onta890 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
03-03-2021 12:50
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mardianah dan 5 lainnya memberi reputasi
5 1
4
Lihat 20 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 20 balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
06-03-2021 09:27
Kalau yang gue tangkap dari maksud lurahgundul sebenarnya simple aja : Orang mau terima yang gak perawan atau ngak itu bebas. Dua-duanya gak salah emoticon-Big Grin

Yang jadi masalah ini ada orang-orang yang menganggap dirinya open minded. Dan melakukan pembodohan seperti "kalau gak terima artinya gak cinta", "hari gini nyari yang perawan?", dll

Menurut gue sih itu bukan open minded tapi close minded karena memaksakan pemikirannya ke orang lain. Jadi intinya saling menghargai aja, gak ada yang salah dalam hal ini

Lebih baik jujur terhadap diri sendiri, kalau gak bisa menerima ya jangan dipaksain. Daripada nanti jadi bom waktu dikemudian hari emoticon-Big Grin

profile-picture
profile-picture
mardianah dan buatcurhataj150 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
03-03-2021 20:15
masalahnya defenisi perawan itu sendiri belum ada standardisasinya. Beda ukuran ya jadi beda persepsi. Kalo gue pribadi mah keperawanan gak penting tapi kecocokan itu yang lebih penting

masalah si lurahgundul itu adalah dia selalu melakukan strawman falasi
profile-picture
profile-picture
lonelylontong dan gembelngehe memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
05-03-2021 09:19
Tapi dijaman sekarang keperawanan udah bukan hal yg harus gan 😁
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
04-03-2021 18:39
Yo intine kembali ke masing2 aja lah.
Sing penting selalu jaga hati emosi dan diri.
Terserah mau punya pola pikiran ky gmn, sing penting ga ngerugiin orang, always be honest, straight, fair, dan ga munafik.
Menurut gw fair dong cowo perjaka berharap dpt istri perawan. Dan menurut gw sebelum nikah ya harus terbuka apa adanya antar pasangan. Pernah ngelakuin apa aja. Kebadungannya apa.
Intine lu udah sama2 telanjang scr raga dgn pasangan sblm telanjang secara fisik.
Kalau lu udah sama2 tau apa kekurangan pasangan, silahkan diputuskan mau lanjut nikah apa engga. Lu kira nikah cuma urusan ngewi doang? Hmm.. Cuma satu kenikmatan dari beribu kenikmatan lainnya.. Dan dengan segala beribu keruwetan lainnya.. Pokoke muaanntaapp tenan..
Tapi jangan sampe juga lu jadi cowo kelakuan mencukin anak orang, tapi ga mau dapet istri ga perawan. Ga fair namanya.
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
1 0
1
[Menjawab lurahgundul] Menganalisa Argumen dalam Diskusi Tentang Hakikat Keperawanan
04-03-2021 09:37
Nonton dulu sambil ngemilll
profile-picture
lonelylontong memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia